Kinerja Hotel di Qatar Meningkat Pesat Pada bulan November didorong oleh Acara Internasional Besar.

this formate

SIPRUS, bisniswisata.co.id : Sektor perhotelan Qatar mencatatkan kinerja November terkuatnya dalam lebih dari satu dekade, dengan acara-acara besar seperti Formula 1 dan Festival Film Doha mendorong tingkat hunian hingga 83,9% dan mendorong ADR (Average Daily Rate) dan RevPAR (Revenue Per Available Room) ke level November tertinggi sejak 2013.

Dilansir dari traveldailynews.com, Industri Perhotelan Qatar mencatatkan kinerja November terkuat sejak 2014, didukung oleh kalender acara yang padat termasuk Grand Prix Formula 1 , Festival Film Doha , dan MWC Doha .

Menurut data awal dari CoStar , kombinasi acara olahraga, budaya, dan bisnis mendorong tingkat hunian, tarif, dan pendapatan keseluruhan ke level November tertinggi dalam lebih dari satu dekade jika tidak termasuk tahun Piala Dunia.

Pada November 2025, tingkat hunian hotel mencapai 83,9%, meningkat 0,5% dibandingkan tahun sebelumnya. Tarif harian rata-rata (ADR) naik 19,6% menjadi QAR 578,58, sementara pendapatan per kamar yang tersedia (RevPAR) meningkat 20,3% menjadi QAR 485,26.

Tidak termasuk tahun 2022, ADR dan RevPAR merupakan yang tertinggi untuk bulan November sejak 2013, menandakan permintaan yang kuat dan peningkatan daya tawar harga di seluruh pasar.

Kinerja harian menunjukkan lonjakan signifikan yang dipicu oleh acara-acara besar. Tingkat hunian mencapai puncaknya pada 94,2% pada tanggal 24 November, bertepatan dengan Festival Film Doha dan malam sebelum MWC Doha.

Angka ini sama dengan tingkat yang sebelumnya tercatat pada tanggal 1 April dan merupakan tingkat hunian tertinggi di Qatar sejak Februari 2025.

Performa tarif terkuat terjadi pada tanggal 28 November, malam pembukaan Grand Prix Formula 1, yang juga bertepatan dengan malam terakhir Festival Film Doha.

ADR mencapai QAR 875,56, sementara RevPAR naik menjadi QAR 809,10, menandai level harian tertinggi sejak Piala Dunia FIFA pada Desember 2022.

Sepanjang bulan tersebut, tingkat hunian harian secara konsisten tetap di atas 70%, yang menggarisbawahi ketahanan pasar yang berkelanjutan dan dampak yang semakin besar dari strategi acara Qatar yang terdiversifikasi.

Bagi para profesional di bidang perjalanan dan perhotelan, hasil ini menyoroti pengaruh berkelanjutan dari acara internasional berskala besar terhadap permintaan sepanjang tahun dan posisi pasar yang semakin kuat dalam lanskap acara dan pariwisata regional.

Swiipr dan Google Luncurkan Kartu Kompensasi Maskapai Penerbangan Digital yang Diaktifkan Secara Instan.

this formate

Ian Clowes dan Tara Spielhagen, Salah Satu Pendiri Swiipr.

bisniswisata.co.id : Swiipr telah bermitra dengan Google untuk meluncurkan kartu kompensasi maskapai penerbangan digital pertama yang diaktifkan secara instan, memungkinkan penumpang untuk menerima pembayaran kompensasi akibat gangguan layanan langsung ke Google Wallet tanpa perlu mengunduh aplikasi.

Dilansir dari traveldailynews.com, Swiipr , perusahaan teknologi pembayaran global yang mengkhususkan diri dalam pembayaran kompensasi akibat gangguan penerbangan, telah bermitra dengan Google untuk meluncurkan apa yang mereka sebut sebagai kartu kompensasi digital yang langsung tersedia pertama di industri penerbangan.

Solusi baru ini memungkinkan penumpang untuk menerima dana langsung ke Google Wallet dari peramban web mereka, menghilangkan kebutuhan untuk mengunduh aplikasi pada saat terjadi gangguan.

Produk pembayaran baru untuk maskapai penerbangan ini menggunakan teknologi Web Push Provisioning (WPP) dari Google, yang memungkinkan para pelancong untuk menambahkan kartu pembayaran digital langsung dari browser mereka ke Google Wallet.

Maskapai penerbangan kemudian dapat langsung mengisi kartu tersebut dengan dana, memberikan penumpang akses hampir instan ke kompensasi atau pembayaran makanan dan minuman ketika terjadi gangguan.

Menurut Swiipr, solusi berbasis WPP sangat cocok untuk pembayaran dengan penggunaan terbatas, nilai rendah, dan sensitif waktu, di mana kecepatan dan kemudahan penggunaan sangat penting bagi penumpang dan operasional maskapai penerbangan.

“Ini adalah langkah maju yang signifikan dalam upaya tanpa henti kami untuk mengalihkan sistem kompensasi dari sistem lama seperti voucher kertas, transfer bank, dan uang tunai, “ kata Tara Spielhagen , salah satu pendiri dan CEO Swiipr.

Dengan membuat pengalaman penyediaan dompet digital lebih cepat dan lancar, kami dapat mendorong adopsi teknologi kompensasi seluler yang lebih luas dan menciptakan pengalaman terdepan di industri ini, ujarnya.

Diperkirakan lebih dari 500 juta penumpang terkena dampak gangguan penerbangan setiap tahunnya, dengan maskapai penerbangan menghadapi biaya administrasi dan pembayaran ganti rugi miliaran euro.

Kartu pembayaran digital Swiipr telah digunakan di 150 maskapai penerbangan di seluruh dunia, termasuk maskapai penerbangan nasional seperti British Airways dan Iberia, menawarkan alternatif modern untuk kompensasi gangguan penerbangan berbasis kertas atau manual.

Kemitraan dengan Google secara langsung menjawab salah satu kekhawatiran utama yang dimiliki maskapai penerbangan ketika mempertimbangkan digitalisasi kompensasi.

Ian Clowes , salah satu pendiri Swiipr, menyatakan: “Produk digital baru kami menjawab pertanyaan nomor satu yang kami dengar dari maskapai penerbangan yang mempertimbangkan digitalisasi sistem kompensasi mereka.

Apakah penumpang kami perlu mengunduh aplikasi?’ Sekarang, kami dengan senang hati mengatakan jawabannya adalah, ‘Tidak’, sehingga proses pembayaran seluler menjadi lebih lancar dari sebelumnya dan membantu maskapai penerbangan menjadi benar-benar digital di tahap akhir perjalanan penumpang.”

Dari sisi Google, integrasi ini diposisikan sebagai bagian dari upaya yang lebih luas untuk menyederhanakan pembayaran digital sehari-hari.

Jonathan Hill , Kepala Kemitraan Transit di Google Wallet, mengatakan Google Wallet menyediakan pengalaman yang cepat, aman, dan lancar untuk kebutuhan sehari-hari.

“Dengan integrasi baru ini, Swiipr memper- mudah pelanggan untuk menambahkan kartu mereka ke Google Wallet dan mulai membayar dengan aman hanya dengan beberapa klik.” katanya.

Bagi para profesional di industri perjalanan, kolaborasi Swiipr – Google menyoroti bagaimana manajemen gangguan dan perawatan penumpang bergeser ke arah solusi digital sepenuhnya dan real-time.

Dengan menghilangkan hambatan pengunduhan aplikasi dan memanfaatkan dompet digital yang sudah ada, maskapai penerbangan dapat menyederhanakan proses kompensasi, meningkatkan kepuasan pelanggan di saat-saat genting, dan mengurangi beban operasional dalam menangani voucher, uang tunai, dan penggantian biaya secara manual.

Jakriborg , Sebuah Kawasan Perumahan Unik di Skåne, Swedia.

this formate

Pasangan Sri Darmastuti Sahlin dan Bengt Sahlin berwisata ke Jakriborg, kemarin, berikut cerita perjalanannya.

MALMÖ, Swedia bisniswisata.co.id: Hari sudah siang ketika kami tiba di Jakriborg kompleks perumahan di Hjärup, Kotamadya Staffanstorp, antara Malmö dan Lund di Skåne (Scania), Swedia selatan.

Tujuan liburan Natal kali ini dari desa Ukna yang sejak Desember 2024 menjadi tempat tinggal kami pasca pensiun, adalah kota Malmö. Tepat sehari sebelum Natal tahun 2025 ini sebenarnya janji bertemu dengan Nina Mussolini Hansson, sama -sama diaspora dari Indonesia yang tinggal di Malmö, namun batal karena Nina Hansson sedang sakit.

Akhirnya bersama pak suami, Bengt Sahlin kami mengarahkan kendaraan ke Jakriborg untuk sightseeing sedikit keluar kota Malmö yang rumah – rumahnya menjadi daya tarik wisata karena warna warni.

Sayang ketika teman kuliah 45 tahun lalu, Widha Chaidir datang ke Swedia dari Aussi kami tidak sempat membawanya kesini sewaktu jalan-jalan ke Malmö beberapa tahun lalu.

Kota Malmö tidak jauh jaraknya jika ingin berkunjung ke Kopenhagen, ibukota Denmark, menyebrang melalui jembatan Öresund. Jembatan ini adalah jembatan kabel pancang gabungan kereta api dan jalan raya yang melintasi selat Öresund antara Denmark dan Swedia.

Ini adalah jembatan terpanjang kedua di Eropa yang menggabungkan jalan raya dan kereta api dalam satu struktur terdiri dari rute internasional Eropa E20 dan Jalur Öresund. Jembatan ini membentang hampir 8 kilometer (5 mil) dari pantai Swedia ke pulau buatan Peberholm di tengah selat.

Penghubung Öresund dilengkapi dengan Terowongan sepanjang 4 kilometer (2,5 mil) dari Peberholm ke pulau Amager di Denmark.
Jakriborg sendiri adalah kawasan perumahan yang unik di Hjärup, Kotamadya Staffanstorp, antara Malmö dan Lund di Skåne (Scania), Swedia selatan yang benar-benar unik dan bagus untuk spot foto-foto termasuk selfie tentunya.

Memasuki Jakriborg memang membuat kita jadi bertanya-tanya apakah masih berada di negara yang sama! Soalnya kota bergaya abad pertengahan dengan jalanan berbatu ini seluruhnya dibangun pada tahun 1990-an dan 2000-an dan lebih mirip kota di Denmark, atau Jerman daripada perumahan di desa Swedia.

Meskipun Jakriborg mungkin sedikit seperti kota mati, tempat ini jelas merupakan surga bagi fotografer dan sempurna untuk perjalanan sehari dari Malmö atau Lund.

Rumah dengan atap pelana yang biasa disebut gable roof ini simple, nyaris sama dengan banyak jendela-jendela di sekeliling bangunan baik bagian atas dan bawah.

Dari bagian luar yang membedakannya gaya pintu, jendela serta pot-pot bunga serta warna warni dinding sekeliling rumah maupun dinding utama tempat pintu masuk yang menjadi daya tarik tersendiri.

Pembangunan Jakriborg dimulai pada tahun 1999 dan jaringan jalannya terinspirasi oleh kota-kota abad pertengahan di Denmark, Jerman, dan Belanda.

Rumah-rumah di Jakriborg dibangun dengan gaya Hanseatik dan hadir dalam berbagai warna, atap curam, dan kawasan perumahan ini bahkan memiliki alun-alun yang nyaman di tengahnya.

Rumah-rumah di Jakriborg sebagian besar disewakan dan pada tahun 2007 mereka telah menyelesaikan dan menyewakan sekitar 400 apartemen.

Jakriborg juga memiliki ‘tembok kota’ sendiri, tetapi tembok ini tidak dirancang untuk melindungi penduduk desa dari musuh, melainkan berfungsi sebagai penghalang suara untuk jalur kereta api yang berada di sebelah desa.

Apartemen di sini terdiri dari dua atau tiga lantai. Hjärup dibangun di atas lahan desa Uppåkra, yang telah ada selama lebih dari seribu tahun sebagai pendahulu Lund hingga kota tersebut dipindahkan pada tahun 990 ke lokasi baru yang lebih aman beberapa mil jauhnya, di mana Uppåkra kembali menjadi kota kecil.

Sri Darmastuti berpose di Jakriborg ( Foto: dok.)

Jakriborg digabungkan dan dihubungkan dengan Hjärup oleh jalur kereta api Malmö-Lund di jalur Kopenhagen-Stockholm

Dikutip dari wikipedia disebutkan area ini dibangun oleh perusahaan real estate Jakri AB dan terus berkembang sejak saat itu. Jakri AB didirikan oleh dua bersaudara, Jan Berggren dan Krister Berggren.

Proyek Jan Berggren diwujudkan melalui kolaborasi dengan dua arsitek Robin Manger Architect SAR/MSA dan Marcus Axelsson Architect SAR/MSA. Proyek Jakriborg menunjukkan kemiripan dengan gerakan Urbanisme Baru kontemporer.

Sering dibandingkan dengan proyek Poundbury di Inggris yang dibangun oleh Pangeran Charles. Ini juga merupakan contoh terkenal dari arsitektur tradisional dan arsitektur klasik Baru.

Bisa dibilang gaya bangunannya terinspirasi oleh arsitektur kota pra-industri yang ditemukan di wilayah pesisir Baltik selatan dan Laut Utara antara Flanders dan Tallinn, yang mana Kota Hansa kuno Lübeck adalah contoh yang paling terkenal.

Populasi awalnya Jakriborg dimulai dengan kurang dari 300 keluarga dan pada tahun 2005 telah memiliki lebih dari 500 keluarga. Namun, sebagian besar lahan di sekitarnya dibeli pada tahun 2002 oleh Jakri AB yang memiliki ruang tambahan untuk memperluas distrik kota lebih dari sepuluh kali lipat ukuran dan kapasitasnya saat ini.

Memang dari awal pengembang tidak bermaksud untuk mengembangkannya secara cepat karena mereka percaya pertumbuhan harus terjadi secara alami melalui peningkatan organik masyarakat.  Oleh karena itu, jumlah unit apartemen yang dibangun setiap tahunnya tetap sengaja dibatasi.

Saya mengunjungi Jakriborg baru pertamakali ini tapi Anda bisa mengunjungi Jakriborg kapan saja sepanjang tahun dan mendapatkan foto-foto kota yang bagus dari lapangan yang menghadap ke kota.

Di musim semi, pemandangannya sangat indah ketika ada hamparan bunga kuning di depan rumah-rumah. Di musim panas, biasanya ada banyak rombongan turis yang datang untuk berkeliling kota, dan Jakriborg juga menyelenggarakan pasar Natal yang sangat nyaman dan populer di kalangan penduduk maupun turis yang tahun ini berlangsung 20-21 Desember 2025.

Jadi saat kami tiba kemarin tidak bertemu dengan pasar Natal. Namun teman menyarankan bila ingin melihat desa dengan lebih banyak orang, sebaiknya berkunjung di musim panas atau saat Natal.

Pengelola desa nampaknya belum promosikan Jakriborg dengan optimal sebagai tujuan wisata karena itu hal terbaik yang bisa dilakukan di sini adalah slow travel.

Mengambil foto rumah-rumah dan jalan-jalan yang nyaman seperti labirin. Anda juga bisa membawa bekal piknik dan menghabiskan hari di lapangan terdekat. Jakri (sebutan penduduk setempat) memiliki restoran pizza, toko kelontong, salon rambut, tukang pijat, toko bunga yang bisa untuk pelatihan merangkai bunga juga dan toko HiFi, yang sebenarnya cukup terkenal di Skandinavia.

Jika berkunjung di musim panas dan ingin berenang, hanya perlu beberapa menit dengan mobil atau sepeda ke Lomma di mana pengunjung akan menemukan pantai berpasir, dermaga, dan toko-toko. Nah berminat meramaikan Jakriborg yang terlanjur dijuluki kota Hantu karena sepi ?

The Luxury Collection Membuka Hotel Pertama di Taiwan dengan The Amnis di Kaohsiung

this formate

Kamar tamu di THE AMNIS, sebuah Luxury Collection Hotel, Kaohsiung (Foto: Marriott International)

KAOHSIUNG, bisniswisata.co.id: The Luxury Collection, bagian dari Marriott Bonvoy, telah mengumumkan pembukaan The Amnis, sebuah hotel baru yang berlokasi di Kaohsiung, Taiwan. Pengembangan ini menandai debut merek tersebut di Taiwan dan terletak di kawasan Asia New Bay Area di kota tersebut.

Dilansir dari www.hotelnewsresource.com, The Amnis, a Luxury Collection Hotel, Kaohsiung, menawarkan 147 kamar tamu, masing-masing dirancang dengan sentuhan kayu Amerika Utara, marmer Angora Grey, dan jendela setinggi langit-langit (floor-to-ceiling).

Kamar-kamar tersebut memiliki ukuran mulai dari 60 meter persegi dan dilengkapi dengan kedap suara, karpet Bolon Swedia, tempat tidur buatan tangan Italia, dan sistem audio Bose. Kamar mandinya dilengkapi dengan wastafel Villeroy & Boch dan perlengkapan Grohe.

The Amnis terletak di dekat beberapa atraksi budaya dan tepi laut, termasuk Kaohsiung Music Center, Exhibition Center, Perpustakaan umum utama, dan ALIEN Art Centre.

Hotel ini juga terhubung ke pusat transportasi, termasuk Stasiun Kaohsiung, Stasiun MRT Distrik Perbelanjaan Sanduo, dan Bandara Internasional Kaohsiung.

Hotel menawarkan fasilitas kesehatan, termasuk kolam renang semi-luar ruangan, sauna, ruang uap, dan pusat kebugaran yang dilengkapi dengan peralatan Technogym.

Pilihan tempat makan di hotel ini mencakup gerai internasional pertama dari UKAI Group asal Jepang, yang menawarkan teppanyaki, masakan Barat, dan kaiseki. Dassai Bar menampilkan koleksi sake Junmai Daiginjo, sementara In-Jade Lounge menawarkan sarapan, teh sore, dan layanan bar malam hari.

The Amnis menawarkan tour terpandu terjadwal bagi para tamu ke situs-situs budaya lokal, termasuk ALIEN Art Centre dan menampilkan koleksi karya seni yang dikurasi dan menawarkan pengalaman tematik yang menonjolkan narasi budaya Kaohsiung.

Ini termasuk Epicurean Moments harian dan perjalanan terpandu mingguan yang disebut Whispers of Water, yang mengeksplorasi interaksi antara air, suara, dan cahaya

Marriott Hadirkan Dua Merek Layanan Terpilih ke Filipina

this formate

Lobi lantai empat Fairfield by Marriott Cebu Mactan

CEBU, bisniswisata.co.id: Marriott International telah memperkuat jejaknya di Filipina dengan debut dua merek layanan terpilih (select-service): Fairfield by Marriott Cebu Mactan dan AC Hotel by Marriott Manila.

Dilansir dari meetings-conventions-asia.com,
pembukaan ini menandai AC Hotel pertama di negara tersebut dan hotel kota pertama Marriott di Mactan, yang menggarisbawahi ekspansi grup tersebut di berbagai destinasi perkotaan dan gerbang utama.

Hotel kota pertama Marriott di Cebu Mactan
Fairfield by Marriott Cebu Mactan menandai masuknya merek tersebut ke Mactan dan merupakan hotel kota pertama Marriott International di pulau itu.

Hotel dengan 196 kamar ini terletak di Mahi Center di dalam Zona Ekonomi Mactan 1, hanya berjarak tiga menit dari Bandara Internasional Mactan-Cebu, dan terhubung langsung dengan Mahi Mall.

Hotel ini menawarkan tiga kategori kamar – Standard Twin, Standard Queen, dan Deluxe Queen – yang dirancang dengan tata letak fungsional, ruang kerja ergonomis, dan konektivitas berkecepatan tinggi untuk mendukung pelancong bisnis dan transit.

Untuk acara, properti ini memiliki ruang pertemuan seluas lebih dari 250 meter persegi di dua ruang serbaguna, yang masing-masing dapat dibagi menjadi tiga tempat yang lebih kecil.

Konfigurasi fleksibel ini mendukung pertemuan korporat, sesi pelatihan, dan pertemuan sosial yang intim, dilengkapi dengan teknologi audiovisual modern dan dukungan acara di lokasi.

Layanan makan berpusat di DAVOS, sebuah restoran yang buka sepanjang hari yang menyajikan hidangan laut dan masakan pesisir yang terinspirasi secara lokal di samping penawaran internasional. Fasilitas tambahan mencakup pusat kebugaran 24 jam.

Debut AC Hotel by Marriott di Filipina
Terletak di dalam Menara GLAS di Ortigas Center, AC Hotel by Marriott Manila memperkenalkan posisi merek yang mengutamakan desain dan terinspirasi gaya Eropa ke ibu kota.

Hotel dengan 160 kunci ini terdiri dari campuran kamar Superior dan Deluxe serta akomodasi bergaya apartemen, yang melayani tamu yang menginap singkat maupun dalam jangka panjang.

Kamar-kamarnya menampilkan interior kontemporer dan pemandangan 180 derajat dari cakrawala Ortigas.Untuk pertemuan dan acara, hotel ini menawarkan ruang acara seluas 802 meter persegi yang fleksibel di tujuh ruang pertemuan, yang semuanya terletak di lantai yang sama.

Dirancang dengan langit-langit tinggi, cahaya matahari alami, dan sistem audiovisual modern, ruang-ruang tersebut cocok untuk rapat dewan, seminar korporat, pernikahan, dan fungsi sosial lainnya.

Tempat-tempat gaya hidup di properti ini mencakup AC Kitchen, AC Lounge, AC Library di lantai 38, dan AC Bar terbuka di lantai 61. Fasilitas kebugaran terdiri dari kolam renang dalam ruangan dan pusat kebugaran 24 jam.

Distrik Honggutan Mempresentasikan Strategi Budaya dan Pariwisata di Hong Kong

this formate

Bangunan tinggi di Distrik Honggutan yang melakukan promosi bersama dengan tetangganya, Hongkong.

HONGKONG, bisniswisata.co.id: Distrik Honggutan dari Nanchang selenggarakan Konferensi Promosi Budaya dan Pariwisata bertajuk “City of Heroes Vibrant Honggutan”, yang bertujuan untuk memperdalam kerja sama antara Tiongkok Daratan dan Hong Kong melalui budaya dan pariwisata.

Dilansir dari www.traveldailynews.asia, acara ini diselenggarakan oleh Biro Kebudayaan, Radio, Televisi dan Pariwisata Kota Nanchang bersama dengan Pemerintah Rakyat Distrik Honggutan.

Acara ini selaras dengan strategi nasional mengenai pengembangan regional yang terkoordinasi dan visi yang lebih luas dari Kawasan Teluk Besar Guangdong–Hong Kong–Makau, memposisikan budaya dan pariwisata sebagai jembatan untuk arus pengunjung timbal balik dan pengembangan pasar bersama.

Dalam sambutannya, Zhang Lianbo, Wakil Kepala Distrik Honggutan, mencatat bahwa sebagai distrik inti dari area metropolitan modern Nanchang, Honggutan sedang mempercepat upaya untuk membangun destinasi budaya dan pariwisata dengan pengaruh internasional.

Dia menggambarkan promosi di Hong Kong ini sebagai peluang penting untuk perluas kerja sama dan mengeksplorasi ruang pengembangan baru dengan mitra lokal.

Mewakili sektor pariwisata Hong Kong, Xin Congjin, Ketua Asosiasi Pariwisata Tiongkok Hong Kong, menyoroti fondasi budaya dan pariwisata Nanchang yang kuat dan mengatakan bahwa pengembangan pariwisata modern Honggutan menunjukkan vitalitas dan momentum.

Dia menambahkan bahwa industri pariwisata Hong Kong bersedia bertindak sebagai penghubung untuk mendukung hasil kerja sama yang praktis.

Konferensi ini menampilkan pertunjukan budaya yang imersif, termasuk produksi tari Dreaming Back to Hangzhou, lagu Ying Shan Hong, dan presentasi artistik Ink-Wash Gan River, yang memungkinkan penonton Hong Kong untuk merasakan karakter budaya Honggutan.

Presentasi destinasi tersebut disusun dalam tiga tema: Warisan Kuno, Warisan Merah, dan Modernitas Emas. Sorotan utamanya mencakup bangunan bersejarah.

Misalnya seperti Paviliun Tengwang, situs-situs revolusioner yang terkait dengan identitas “Kota Pahlawan” Nanchang, serta atraksi perkotaan modern di sepanjang koridor Honghu 28 Li dan di Taman Danau Jiulong.

Empat zona bertema memamerkan kreativitas budaya lokal, termasuk produk-produk dan tampilan warisan budaya takbenda, memberikan akses langsung kepada peserta terhadap inovasi dan kedalaman artistik Honggutan.

Acara ini juga membuahkan hasil nyata, di mana perusahaan budaya dan pariwisata dari kedua destinasi menandatangani perjanjian kerja sama mengenai rujukan pengunjung timbal balik, membangun fondasi untuk memperkuat arus pariwisata dua arah.

Membangun inisiatif promosi pariwisata Hong Kong ini, distrik tersebut berencana untuk lebih meningkatkan penawaran budaya dan pariwisatanya serta memperdalam kerja sama dengan Hong Kong.

Baik dalam pengembangan pasar pengunjung dan penjenamaan destinasi, guna mendukung pertukaran yang lebih teratur dan terdiver-

sifikasi.

Peran Cathay Pacific dalam Memperkuat Pasar Perhotelan Asia

this formate

HONGKONG, bisniswisata.co.id: Kehadiran kuat Cathay Pacific di Asia telah memberikan dorongan signifikan bagi industri perhotelan kawasan tersebut. Di kota-kota seperti Hong Kong, Singapura, dan Tokyo, penerbangan langsung Cathay membantu mendatangkan aliran turis yang stabil, yang pada gilirannya menguntungkan hotel dan resor lokal.

Dilansir dari www.travelandtourworld.com,
sektor perhotelan di Asia sangat berkembang pesat berkat penerbangan sering maskapai ini ke destinasi wisata utama. Hong Kong tetap menjadi salah satu hub terpenting Cathay Pacific, dan kota ini menuai hasilnya.

Pada tahun 2025, jumlah pengunjung yang tiba di Hong Kong telah melonjak, sebagian berkat peningkatan jumlah penerbangan dari Cathay Pacific. Hotel-hotel lokal, terutama hotel mewah dan butik, melihat peningkatan pemesanan asing.

Pelancong juga berbondong-bondong ke atraksi budaya Hong Kong yang semarak, mulai dari Victoria Peak hingga pasar jalanan Mong Kok yang ramai. Saat lebih banyak pengunjung tiba, bisnis perhotelan lokal dapat melayani kebutuhan pelancong yang beragam, mulai dari resor bintang lima hingga akomodasi yang lebih ramah anggaran.

Di Jepang, Cathay Pacific telah memainkan peran penting dalam mendorong pariwisata ke kota-kota seperti Tokyo dan Osaka. Dengan lebih banyak penerbangan langsung ke kota-kota ini, pelancong lebih mungkin mengunjungi Jepang untuk bisnis dan liburan.

Hal ini telah diterjemahkan menjadi permintaan yang tumbuh untuk hotel, resor, dan layanan perhotelan lainnya di kota-kota besar Jepang. Hotel-hotel Jepang telah melihat peningkatan pengunjung domestik dan internasional, dengan peningkatan pemesanan untuk akomodasi mewah dan pengalaman budaya.

Masa Depan Cathay Pacific dan Pariwisata Global

Ke depan, Cathay Pacific diatur untuk melanjutkan lintasan naiknya. Dengan rencana untuk ekspansi armada lebih lanjut, rute internasional tambahan, dan layanan pelanggan yang ditingkatkan, maskapai ini siap untuk tetap menjadi pemimpin dalam industri penerbangan.

Dominasi maskapai ini hanya akan tumbuh karena terus mempengaruhi pola pariwisata dan meningkatkan perhotelan global.
Wisatawan sudah melihat manfaat dari pertumbuhan Cathay Pacific.

Baik bepergian ke Asia, Eropa, atau Amerika Utara, maskapai ini membantu menciptakan koneksi yang mulus antara destinasi paling populer di dunia.

Saat Cathay Pacific terus memperluas dan meningkatkan penawarannya, turis akan menemukan lebih banyak peluang untuk menjelajahi destinasi baru dan menikmati kenyamanan yang lebih besar saat bepergian.

Bagi mereka yang merencanakan perjalanan berikutnya, Cathay Pacific menawarkan pengalaman premium yang meningkatkan perjalanan secara keseluruhan.

Dengan fokus pada layanan, keberlanjutan, dan kenyamanan, maskapai ini mendefinisikan ulang apa artinya bepergian dengan gaya.

Efek positif dari kebangkitan Cathay Pacific akan terus terasa di industri perhotelan global karena maskapai ini mendorong lebih banyak turis ke destinasi utama dan memberikan pelancong pengalaman penerbangan yang luar biasa.

Tips Perjalanan untuk Pelancong Cathay Pacific

Saat Anda bersiap untuk petualangan berikutnya dengan Cathay Pacific, berikut adalah beberapa tips perjalanan untuk memastikan perjalanan yang mulus dan menyenangkan:

•Pesan Lebih Awal untuk Penawaran Terbaik: Popularitas Cathay Pacific telah tumbuh pada tahun 2025, jadi memesan penerbangan lebih awal memastikan tarif dan ketersediaan terbaik.

•Tingkatkan untuk Kenyamanan Ekstra: Jika Anda bisa, pertimbangkan untuk upgrade ke Kelas Bisnis atau Kelas Satu. Kabin premium Cathay Pacific dikenal karena kenyamanan dan fasilitas kelas atasnya.

•Periksa Penawaran Khusus: Awasi promosi khusus dan paket gabungan yang mencakup penerbangan dan penginapan hotel. Cathay Pacific sering menawarkan penawaran yang menggabungkan perjalanan udara dengan akomodasi untuk pengalaman liburan yang bebas repot.

•Berkemas Pintar untuk Penerbangan Jarak Jauh: Untuk pelancong jarak jauh, pastikan untuk mengemas barang-barang penting seperti headphone peredam bising, bantal perjalanan, dan makanan ringan untuk meningkatkan kenyamanan Anda selama penerbangan.

•Tetap Terhubung dengan Wi-Fi: Cathay Pacific menawarkan Wi-Fi berkecepatan tinggi di banyak penerbangannya, sehingga Anda dapat tetap terhubung bahkan saat Anda berada di udara. Pastikan untuk memeriksa ketersediaan sebelum penerbangan Anda.

Comeback Cathay Pacific 2025 mengguncang langit, dan ini bukan hanya tentang penerbangan — ini mengubah seluruh pengalaman perjalanan.

Temukan bagaimana kebangkitan maskapai ini merevolusi pariwisata global dan meningkatkan pemesanan hotel di seluruh dunia!

Baik Anda terbang untuk bisnis atau liburan, Cathay Pacific berkomitmen untuk membuat pengalaman perjalanan Anda semulus dan senyaman mungkin. Komitmen mereka terhadap keunggulan dalam layanan dan keberlanjutan memastikan bahwa perjalanan Anda akan berkesan.

Lokalisasi Muncul Sebagai Pendorong Kinerja Utama bagi Hotel-hotel di Seluruh Asia

this formate

Dua pelancong wanita Asia memegang peta jalan sambil berjalan di kota ( Foto: iStock/ Getty Image)

SINGAPURA, bisniswisata.co.id: Strategi lokalisasi hotel di Asia semakin membentuk kinerja komersial, seiring temuan baru dari Agoda yang mengonfirmasi adanya hubungan langsung antara pengalaman tamu yang disesuaikan dengan hasil bisnis yang terukur.

Penelitian tersebut menunjukkan bahwa lokalisasi kini meluas jauh melampaui sekadar terjemahan bahasa, mencakup pemasaran, distribusi, opsi pembayaran, dan pemberian layanan di properti di seluruh perjalanan tamu.

Dilansir dari www.traveldailynews.asia, menurut laporan Tailored to Win: How Hotels are using Localisation to Capture Asia’s Tourism Boom, sekitar sepertiga hotel di Asia telah mencapai apa yang didefinisikan oleh platform tersebut sebagai tahap “penyesuaian terintegrasi” (integrated tailoring).

Pada tingkat ini, lokalisasi tertanam di seluruh perjalanan tamu, mulai dari penemuan dan pemesanan hingga pengalaman saat menginap dan keterlibatan pasca-menginap.

Temuan ini muncul di saat Asia telah muncul sebagai wilayah pariwisata dengan pertumbuhan tercepat di dunia. Wilayah ini sekarang menyumbang hampir 28% dari kedatangan internasional global, naik dari 9% pada tahun 2022.

Sementara pelancong Asia diproyeksikan akan menyumbang setengah dari pertumbuhan penumpang udara global selama 15 tahun ke depan.

Analisis menunjukkan bahwa hotel yang mengadopsi strategi lokalisasi yang lebih dalam mencapai hasil yang jauh lebih kuat daripada mereka yang hanya mengandalkan adaptasi dasar.

Properti pada tahap penyesuaian terintegrasi melaporkan kepuasan tamu yang lebih tinggi, tingkat pemesanan ulang yang lebih kuat, dan peningkatan kesediaan tamu untuk membayar tarif kamar yang lebih tinggi.

Hotel-hotel ini juga melaporkan peningkatan pendapatan per kamar yang tersedia (revenue per available room), didukung oleh kekuatan penetapan harga dan loyalitas tamu yang lebih kuat.

Laporan tersebut mengidentifikasi perbedaan yang jelas antar kategori hotel. Hotel bintang lima memimpin adopsi lokalisasi, dengan hampir setengahnya telah menerapkan strategi terintegrasi.

Sementara proporsi yang jauh lebih kecil dari hotel kelas menengah dan ekonomi telah maju melampaui lokalisasi tahap awal. Akses ke data tamu, infrastruktur digital, dan kapasitas investasi disebut sebagai pembeda utama.

Pendekatan lokalisasi sangat bervariasi berdasarkan pasar asal. Hotel yang menargetkan pelancong dari pasar seperti Tiongkok, Jepang, Korea Selatan, Singapura, dan Asia Tenggara lebih cenderung menggunakan platform digital lokal dan konten pemasaran khusus budaya.

Namun, lebih sedikit properti yang berkolaborasi dengan pemengaruh (influencer) atau kreator lokal, terlepas dari peran mereka yang semakin besar dalam pengambilan keputusan perjalanan di seluruh Asia.

Dalam perjalanan pemesanan dan pembayaran, sekitar enam dari sepuluh hotel menampilkan harga dalam mata uang lokal dan menawarkan antarmuka pemesanan multibahasa.

Adopsi metode pembayaran digital lokal tetap tidak merata, menciptakan hambatan di pasar di mana dompet seluler dan pembayaran nirkabut mendominasi perilaku konsumen sehari-hari.

Lokalisasi di properti tetap menjadi salah satu area yang paling menantang. Meskipun banyak hotel mengadaptasi penawaran makanan dan minuman mereka atau menyediakan materi multibahasa, lebih sedikit yang secara konsisten berinvestasi dalam pelatihan budaya atau staf lini depan multibahasa.

Temuan Agoda menunjukkan bahwa ketidakterhubungan antara lokalisasi pra-pemesanan dan pelayanan di lokasi dapat merusak kepuasan tamu secara keseluruhan.

Platform perjalanan daring (online travel platforms) ini memainkan peran sentral dalam mendukung lokalisasi sesuai skala. Hotel dengan strategi lokalisasi tingkat lanjut secara signifikan lebih mungkin mengandalkan wawasan data OTA, alat bahasa, sistem penetapan harga, dan infrastruktur pembayaran untuk mendukung berbagai pasar asal secara efisien.

“Lokalisasi bukan sekadar tren. Ini adalah keharusan strategis bagi para pelaku perhotelan yang ingin berkembang di pasar pariwisata Asia yang dinamis,” kata Andrew Smith, Senior Vice President Supply di Agoda.

Untuk benar-benar memberikan hasil bisnis yang terukur, hotel harus mendekati strategi penyesuaian secara holistik, melihat bahasa, sistem pembayaran, desain, dan pemasaran sebagai elemen yang saling terhubung dari seluruh perjalanan tamu, tsmbahnya.

Laporan tersebut menyimpulkan bahwa lokalisasi dengan cepat menjadi persyaratan dasar dan bukan lagi sekadar pembeda kompetitif. Seiring Asia terus mendorong pertumbuhan pariwisata global, hotel yang mengintegrasikan lokalisasi di seluruh pemasaran, pemesanan, pembayaran, dan pemberian layanan berada pada posisi yang lebih baik untuk mengamankan daya saing jangka panjang dalam lanskap perjalanan wilayah yang semakin kompleks

Singapura Memanfaatkan Strategi Lokalisasi untuk Tamu dari Jepang, Korea Selatan, Tiongkok, dan Asia Tenggara

this formate

SINGAPURA, bisniswisata.co.id: Dalam dunia perjalanan dan pariwisata yang bergerak cepat, Singapura telah muncul sebagai pemain kunci, memanfaatkan strategi lokalisasi untuk menangkap masuknya pelancong internasional yang terus meningkat.

Dilansir dari www.travelandtourworld.com,
industri pariwisata negara pulau yang berkembang pesat ini terus menetapkan standar global dalam resonansi budaya dan kepuasan tamu, menawarkan pengalaman perjalanan mulus yang menarik bagi wisatawan dari seluruh penjuru dunia.

Pendekatan terfokus ini membantu hotel dan penyedia akomodasi lainnya menciptakan pengalaman unik dan disesuaikan bagi pengunjung, memastikan masa inap mereka berkesan dan memuaskan.

Lokalisasi Menjadi Kunci Kesuksesan dalam Ledakan Pariwisata Singapura

Laporan terbaru platform perjalanan digital Agoda memberikan gambaran tentang bagaimana lokalisasi mengubah sektor pariwisata Asia, khususnya di Singapura.

Temuan menunjukkan bahwa hotel dan penyedia layanan di Singapura semakin menyesuaikan penawaran mereka untuk memenuhi ekspektasi budaya dan bahasa dari tamu internasional.

Hasilnya, negara-kota ini telah melihat peningkatan nyata dalam kepuasan tamu, pemesanan berulang, dan bahkan pendapatan tambahan.

Dengan industri perjalanan global yang tumbuh pesat, Singapura telah menjadi contoh utama bagaimana strategi lokalisasi tingkat lanjut bukan lagi sekadar keuntungan; hal tersebut telah menjadi keharusan bisnis.

Dengan beradaptasi terhadap preferensi pasar yang berbeda, hotel-hotel telah membuka potensi untuk pendapatan per kamar yang tersedia (RevPAR) yang lebih baik dan kekuatan penetapan harga yang meningkat, di samping loyalitas tamu yang lebih besar.

Manfaat Utama Lokalisasi di Pasar Pariwisata Singapura

Laporan menyoroti beberapa faktor krusial dalam keberhasilan implementasi lokalisasi. Strategi-strategi berikut telah memberikan dampak langsung pada peningkatan pengalaman tamu secara keseluruhan di sektor pariwisata Singapura yang sedang berkembang pesat:

•Adaptasi Budaya dalam Pemasaran: Hotel dan operator pariwisata di Singapura telah membuat kemajuan signifikan dengan memasukkan konten khusus budaya ke dalam upaya pemasaran mereka. Ini termasuk mengadaptasi desain visual, bahasa, dan pesan agar selaras dengan preferensi budaya dari pasar asal yang ditargetkan.

•Sistem Pemesanan yang Disesuaikan: Sekitar 60% hotel yang menargetkan pasar utama, seperti Jepang, Korea Selatan, dan Tiongkok, kini menawarkan opsi pemesanan dalam bahasa dan mata uang lokal. Pendekatan ini menumbuhkan kepercayaan dan kenyamanan, meningkatkan pengalaman tamu secara keseluruhan.

•Sistem Pembayaran dalam Mata Uang Lokal: Dengan hampir 60% hotel menawarkan opsi pembayaran daring dalam mata uang lokal, pelancong internasional kini dapat melakukan transaksi dengan mudah, merasa lebih aman dan dihargai.

•Layanan Tamu yang Ditingkatkan: Hotel-hotel di Singapura telah mengintegrasikan layanan lokal, seperti menawarkan pilihan makanan lokal atau memberikan wawasan tentang pengalaman budaya yang melayani kebangsaan tertentu.

Sentuhan personal ini telah menyebabkan peningkatan kunjungan berulang dan ulasan positif. Pendekatan Singapura terhadap lokalisasi tidak hanya meningkatkan pengalaman tamu, tetapi juga meningkatkan hasil bisnis bagi hotel dan penyedia pariwisata.

Seiring dengan terus tumbuhnya sektor pariwisata Asia, negara-kota ini telah memposisikan dirinya sebagai pemimpin dalam menawarkan pengalaman khusus yang menanggapi beragam kebutuhan wisatawan. Berikut adalah keuntungan strategis utama yang telah diadopsi oleh hotel-hotel di Singapura:

•Loyalitas Tamu yang Lebih Kuat: Karena 99% hotel melaporkan peningkatan kepuasan tamu berkat strategi lokalisasi tingkat lanjut, jelas bahwa pengunjung menghargai sentuhan yang dipersonalisasi. Tamu lebih cenderung kembali ke hotel yang memahami dan menangani kebutuhan spesifik mereka.

•Peningkatan Pemesanan: 95% hotel yang menerapkan strategi lokalisasi yang lebih dalam melaporkan kenaikan dalam pemesanan berulang, dengan tamu yang lebih cenderung untuk memesan kembali setelah menikmati pengalaman yang relevan secara budaya.

•Pertumbuhan Pendapatan: Hotel-hotel di Singapura yang telah mengintegrasikan strategi lokalisasi tingkat lanjut melaporkan pendapatan per kamar yang tersedia (RevPAR) yang lebih tinggi dan fleksibilitas penetapan harga yang lebih besar, memungkinkan mereka untuk menaikkan tarif kamar tanpa kehilangan pelanggan.

Singapura: Destinasi Ideal untuk Pelancong Internasional

Dengan lanskap budaya yang beragam dan konektivitas global, Singapura adalah destinasi ideal bagi pelancong yang mencari pengalaman imersif.

Negara-kota ini menawarkan berbagai hotel mewah, layanan lokal, dan pengalaman budaya yang unik, menjadikannya destinasi sempurna bagi pengunjung internasional.

Sorotan Daya Tarik Pariwisata Singapura:

•Warisan Multikultural: Perpaduan budaya yang dinamis di Singapura—Tionghoa, Melayu, India, dan Barat—menawarkan anyaman budaya yang kaya bagi pengunjung. Dari Chinatown hingga Little India, wisatawan dapat menjelajahi arsitektur, kuliner, dan tradisi beragam yang mencerminkan identitas multikultural Singapura.

•Belanja Kelas Dunia: Sebagai pusat perbelanjaan di Asia, Singapura adalah rumah bagi beberapa mal termewah di dunia, termasuk Orchard Road, yang menawarkan segalanya mulai dari busana kelas atas hingga perangkat elektronik. Penggemar belanja dari seluruh dunia berbondong – bondong ke sini untuk memenuhi kebutuhan ritel mereka.

•Bangunan Ikonik: Marina Bay Sands, Gardens by the Bay, dan Pulau Sentosa hanyalah beberapa dari atraksi terkenal di dunia yang ditawarkan Singapura.
Bangunan-bangunan ikonik ini dipelihara dengan cermat untuk memberikan pengalaman luar biasa bagi semua pengunjung, menjadikan kota ini destinasi ideal baik bagi pengunjung pertama maupun pelancong yang kembali.

•Kelezatan Kuliner: Dikenal dengan masakannya yang kelas dunia, Singapura menawarkan segalanya mulai dari makanan kaki lima di pusat jajanan (hawker centres) hingga hidangan mewah di restoran berbintang Michelin. Negara ini juga diakui sebagai surga bagi pecinta makanan, dengan berbagai penawaran yang memenuhi semua selera dan preferensi diet.

Wawasan Agoda dan Masa Depan Industri Pariwisata Singapura

Pertumbuhan berkelanjutan Singapura di sektor pariwisata dapat dikaitkan dengan komitmennya untuk memahami dan memenuhi kebutuhan pengunjung internasionalnya.

Dengan menanamkan strategi lokalisasi di semua aspek perjalanan tamu—mulai dari pemasaran dan pemesanan hingga pengalaman di lokasi—Singapura telah menciptakan lingkungan yang tidak hanya menarik wisatawan tetapi juga memastikan mereka pulang dengan kesan yang mendalam.

Dalam tahun-tahun mendatang, Singapura siap mendapatkan keuntungan dari meningkatnya jumlah kedatangan internasional, seiring dengan kelas menengah di Asia yang berkembang pesat.

Karena lebih banyak pelancong dari Tiongkok, India, dan Asia Tenggara mencari pengalaman yang disesuaikan dengan kebutuhan mereka, sektor hotel dan pariwisata negara-kota ini akan terus berkembang, didorong oleh strategi lokalisasi tingkat lanjut dan fokus pada penyampaian pengalaman tamu yang luar biasa.

Kesimpulan: Singapura Menetapkan Standar untuk Pariwisata Global sebagai salah satu destinasi pariwisata terkemuka di Asia, penekanan Singapura pada lokalisasi di sektor perhotelan dan pariwisata telah memungkinkannya untuk tetap menjadi yang terdepan.

Dengan menyesuaikan layanan untuk memenuhi kebutuhan unik pelancong internasional, hotel-hotel di Singapura tidak hanya meningkatkan kepuasan tamu tetapi juga mendorong pertumbuhan di pasar yang kompetitif.

Seiring dengan Asia yang terus mendominasi pariwisata global, pendekatan Singapura menawarkan pelajaran berharga bagi destinasi lain yang ingin melayani tuntutan pelancong modern yang terus berkembang

Menjelajahi Kegelapan: Mengeksplorasi Industri Pariwisata Gua Laos

this formate

VIENTIANE, bisniswisata.co.id; Sebagai rumah bagi beberapa formasi batuan paling kompleks di Asia Tenggara, Laos berupaya memanfaatkan pariwisata gua.

Sejak akhir abad ke-19, keajaiban geologi Laos telah menarik minat para penjelajah asing, bukan hanya karena pegunungannya yang menakjubkan, dataran banjir Sungai Mekong yang subur, dan air terjunnya tetapi juga karena apa yang terletak di bawah permukaan.

Gua-gua yang tak terhitung jumlahnya telah ditemukan di dalam massif karst yang menjulang tinggi dan pegunungan kapur yang mendominasi sebagian besar lanskap Laos yang indah.

Dilansir dari www.tourismlaos.org, l0
eskipun banyak dari keindahan bawah tanah ini telah diubah menjadi objek wisata yang layak, yang lain masih dalam tahap eksplorasi berkelanjutan.

Bagi Laos yang berkembang pesat, yang ekonomi utamanya adalah pertambangan dan pariwisata, gua-gua tersebut mewakili peluang untuk membuka potensi sebagian besar wilayah terpencil negara yang terkurung daratan ini ke dunia.

Seiring dengan meningkatnya popularitas olahraga penjelajahan gua, desa-desa terpencil berupaya memanfaatkan peningkatan jumlah pengunjung ini.

Namun, seperti yang telah ditunjukkan oleh para ahli, kehati-hatian yang besar perlu dilakukan dalam menyeimbangkan kebutuhan kompleks penduduk setempat dan konservasi ekosistem gua yang rapuh, satu langkah salah dapat menyebabkan kerusakan yang tidak dapat dipulihkan dengan komodifikasi aset alam Laos.

“Wisata gua dapat memberikan dampak yang sangat positif pada lapangan kerja dan pembangunan lokal, dan dampak positif yang sangat besar pada reputasi Laos, tetapi tidak semua gua cocok untuk pariwisata,” kata Claude Mouret, seorang ahli geologi Prancis yang telah menghabiskan 25 tahun terakhir meneliti dan mendokumentasikan gua-gua di Laos.

“Mengembangkan wisata gua berarti memilih gua yang tidak terlalu rapuh terhadap kehidupan bawah tanah. Keselamatan juga harus menjadi perhatian. Gua memiliki risiko banjir bahkan jika tidak ada sungai bawah tanah. “

Jika Anda memindahkan batu besar atau mengebor lubang, Anda dapat mengubah stabilitas gua. Tindakan pencegahan perlu dilakukan, tetapi tidak mudah untuk memenuhi semua aspek tersebut di tempat yang sama, tambahnya.

Mouret bersama dengan rekan ekspedisinya, Jean-François Vacquié, menyandang predikat sebagai dua penjelajah pertama yang memulai investigasi gua dan karst modern di Laos.

Sejak tahun 1991, duo penjelajah gua ini telah memetakan sekitar 100 gua di negara kecil tersebut, dengan total panjang 170 km. Selain itu, Mouret dan Vacquié telah berkontribusi pada pembukaan beberapa gua “safari” dan “wisata”

Yaitu goa Tham Konglor yang terkenal di provinsi Khammouane serta Xe Bang Fai, salah satu gua sungai terbesar di dunia, dengan saluran sepanjang 7 km yang berkelok-kelok di dalamnya.

“Mengenai pariwisata, kita harus mempertimbangkan dua jenis gua: Gua wisata seperti Konglor atau Gua Tham Nang Aen memiliki instalasi khusus seperti jalan setapak dan tangga untuk meningkatkan keselamatan pengunjung,” kata Mouret.

Gua-gua safari seperti Nam Non dan Tham Heup tidak memiliki fasilitas khusus. Gua-gua tersebut menginspirasi rasa ingin tahu dan orang-orang menyukai misteri, perasaan menjadi seorang penjelajah – meskipun mereka sebenarnya bukan penjelajah. Mereka menikmati mengatasi keterbatasan fisik tubuh mereka dan melawan ketakutan mental.

Menurut Departemen Perencanaan dan Investasi di Laos, terdapat 32 desa di distrik Khoun Kham dengan total populasi 22.163 jiwa.

Pada tahun 2015, 27.448 wisatawan mengunjungi Gua Konglor di Khoun Kham, peningkatan yang signifikan sebesar 86% dari tahun sebelumnya. Total pendapatan dari pariwisata untuk distrik tersebut mencapai sekitar $334.000.

Menyadari nilai ekonomi gua sebagai destinasi wisata, otoritas pariwisata setempat di Khammouane, desa Ban Nahin di Laos tengah, kini memulai upaya ambisius untuk membuka gua yang kurang dikenal namun menakjubkan bernama Khoun Keo.

Sebagai rumah bagi ular berbisa, kelabang berkaki panjang, laba-laba pemburu berbulu, dan makhluk-makhluk penghuni gua lainnya, Khoun Keo tentu bukan untuk orang yang penakut.

Namun dari sudut pandang otoritas pariwisata yang ambisius, labirin gua yang berliku-liku dengan stalaktit, stalagmit, dan kolom-kolom halus yang mencolok adalah tempat bermain yang sempurna untuk menarik semakin banyak penjelajah yang gemar berpetualang.

“Kita memiliki kesempatan untuk tingkatkan pariwisata di Nahin dengan membuka Khoun Keo untuk umum,” kata Vilaisak Souvannarath, direktur Otoritas Informasi, Kebudayaan, dan Pariwisata Khammouane.

“Kita juga memiliki kesempatan untuk mengembangkan ekowisata berbasis komunitas untuk meningkatkan lapangan kerja di desa. Tetapi kita harus melakukannya dengan benar.”

Dua gua yang ditemukan oleh Claude Mouret, seorang ahli geologi Prancis telah menghabiskan 25 tahun terakhir meneliti dan mendokumentasikan gua-gua di Laos.

Terletak di batuan kapur permo-karbonifer di kaki pegunungan Phou Phaman di distrik Ban Khoun Kham, Khoun Keo sangat dihormati di kalangan penduduk setempat dan otoritas pariwisata.

Menurut Souvannarath, gua tersebut yang baru ditemukan pada tahun 2012 oleh seorang petani subsisten bernama Seng memiliki unsur spiritual bagi Ban Nahin.

“Seng menemukan gua tersebut setelah Tuhan menampakkan diri kepadanya dalam mimpi, menyuruhnya untuk membuka jalan. Setelah menemukan gua tersebut, ia menemukan bahwa gua itu memiliki tiga danau bawah tanah,” kata Souvannarath.

“Tuhan ingin kita membuka gua tersebut tetapi Dia juga ingin kita melindunginya.”
Pentingnya kolam gua tersebut tidak luput dari perhatian otoritas pariwisata.

Menurut Souvannarath, ratusan penduduk setempat pernah tinggal di tepi Sungai Nam Theun, anak sungai dari Sungai Mekong yang perkasa, dan menggunakannya untuk mengairi tanaman mereka.

Hal ini berubah pada tahun 2011, ketika Pembangkit Listrik Tenaga Air Nam Theun 2 (salah satu proyek pembangkit listrik tenaga air terbesar di Laos), di hulu desa, mulai mengalihkan aliran sungai.

Meskipun banyak orang harus direlokasi, Perusahaan Listrik Nam Theun 2 membangun lebih dari seribu rumah baru serta tangki penampungan air hujan dan pompa air.

Pada awalnya, langkah-langkah yang diambil perusahaan untuk mengurangi dampak lingkungan dan sosial bendungan tersebut dipuji oleh Bank Dunia sebagai model yang patut ditiru, namun menurut laporan terbaru dari Panel Pakar Lingkungan dan Sosial Internasional, tantangan terkait relokasi masih perlu ditangani.

Beberapa LSM juga mempertanyakan dampak bendungan terhadap ekosistem sungai dan masyarakat yang bergantung padanya di hilir.

Di Ban Nahin, Seng dan beberapa tetangganya memilih untuk pindah ke sebidang tanah di samping Pegunungan Phou Phaman. Meskipun bendungan telah membersihkan lahan, penduduk desa tidak memiliki akses mudah ke air.

Menurut Souvannarath, penemuan kolam gua di dalam pegunungan telah memungkinkan penduduk desa untuk meningkatkan ketahanan pangan mereka secara signifikan.

“Penduduk setempat menggunakan danau bawah tanah ini untuk mengairi tanaman mereka. Alih-alih hanya menanam padi, mereka sekarang menanam berbagai tanaman seperti nanas dan singkong sepanjang tahun,” katanya. “Kita benar-benar harus mempertimbangkan hal ini.”

Hingga baru-baru ini, Monenoy Keomanixai mantan pemandu wisata di Ban Nahin bekerja sama dengan pihak berwenang membuka gua tersebut bagi wisatawan.

Meskipun Keomanixai sekarang bekerja sebagai administrator untuk skema pembangkit listrik di provinsi Bolikhamxay, ia terus mengawasi perkembangan proyek tersebut.

“Kami ingin orang-orang datang dan kami ingin orang-orang tinggal, tetapi kami juga perlu fokus pada pelestarian warisan alam dan budaya daerah ini. Kita tidak bisa membiarkan wisatawan berjalan-jalan di ladang petani dan merusak tanaman untuk sampai ke Khoun Keo.“ ujarnya.

Pihaknya juga tidak bisa membiarkan mereka terluka saat menjelajahi gua, dan kita tidak ingin wisatawan tidak peduli dengan desa dan penduduknya. Kita tidak ingin Vang Vieng terulang kembali,” katanya.

Terletak sekitar 450 km jauhnya, Vang Vieng menjadi pelajaran berharga bagi Keoma Nixai, yang ingat pernah mendengar cerita tentang desa tersebut dan transformasinya menjadi pusat bagi para backpacker berpakaian minim yang ingin mabuk dan bermain tubing di sungai.

Setelah serangkaian kematian dan cedera, pemerintah menutup pesta tersebut pada tahun 2012. Meskipun tidak lagi berada di masa kejayaannya yang hedonistik, desa tersebut terus menarik para pengunjung yang mabuk – meskipun dalam skala yang jauh lebih kecil.

“Dalam beberapa tahun terakhir, semakin banyak wisatawan yang datang melalui Nahin. Mereka melakukan perjalanan dengan sepeda motor mulai dari Thakhek. Ini menjadi sangat populer dan mendatangkan uang ke daerah tersebut,” kata Keomanixa.

Meskipun pariwisata telah menjadi komponen yang semakin penting dalam kebijakan pembangunan Laos, yang memungkinkan pengurangan kemiskinan di banyak komunitas pedesaan, Keomanixai mengatakan Khoun Keo tidak akan dibuka hingga tahun 2017 atau 2018.

“Sebuah batu besar dari pintu masuk gua telah dipindahkan untuk meningkatkan akses dan keselamatan pengunjung. Bapak Seng dan pemandu desa lainnya akan memimpin tur gua, tetapi masih banyak hal yang perlu dipertimbangkan,” katanya.

Yang sedang ditinjau adalah jalan setapak dan tangga untuk meningkatkan keselamatan dan mencegah kerusakan pada lantai gua alami. Pemetaan dan pemahaman yang jelas tentang ekosistem gua juga diperlukan untuk memajukan proyek ini. Namun, jika rencana tersebut terwujud, Keomanixai melihat lebih banyak hal positif daripada negatif.

“Khoun Keo bagaikan memasuki dunia magis. Kami tahu bahwa begitu dibuka, keindahan Khoun Keo akan dinikmati oleh para wisatawan, terutama mereka yang mencintai alam. Ini akan membawa keberuntungan bagi Nahin.”