DOT dan The Manila Times Tandatangani Perjanjian untuk Asean Tourism Forum 2026

this formate

MANILA, bisniswisata.co.id: Department of Tourism Filipina (DOT) dan The Manila Times pada hari Rabu menandatangani perjanjian kemitraan untuk Asean Tourism Forum (ATF) 2026 di The Conservatory of The Peninsula Manila di Kota Makati.

Dilansir dari www.manilatimes.net, Asean Tourism Forum, yang akan diadakan di Cebu dari akhir Januari hingga awal Februari 2026, adalah pertemuan pariwisata tahunan terbesar di kawasan in.

Event ini mempertemukan para menteri, organisasi pariwisata nasional, pemimpin industri, dan pemangku kepentingan perjalanan dari 10 negara anggota Association of Southeast Asian Nations.

Forum ini mempromosikan Asia Tenggara sebagai satu destinasi wisata tunggal dan menampilkan Travex, pameran perdagangan perjalanan utama yang menghubungkan pembeli internasional dengan pemasok pariwisata ASEAN.

Filipina ditetapkan menjadi tuan rumah 2026.
Blanca Mercado, presiden dan COO The Manila Times, mengatakan kemitraan ini mencerminkan komitmen bersama untuk mempromosikan Filipina sebagai destinasi yang semarak dan berkelas dunia.

“Atas nama The Manila Times, kami merasa terhormat untuk meresmikan kemitraan ini dengan Department of Tourism untuk ATF 2026,” kata Mercado.

Dia percaya pada kekuatan informasi untuk menginspirasi perjalanan, mendukung komunitas, dan mengangkat sektor pariwisata.

“Melalui kolaborasi ini, kami menegaskan kembali dedikasi kami untuk penceritaan yang bertanggung jawab — menyoroti tidak hanya destinasi, tetapi juga orang-orang, budaya, dan semangat yang menjadikan Filipina benar-benar luar biasa.” kata Mercado .

Dia menambahkan bahwa The Manila Times akan bekerja sama dengan DOT untuk memberikan liputan yang bermakna dan konsisten menjelang dan selama forum.

Menteri Pariwisata Christina Garcia Frasco berterima kasih kepada The Manila Times atas dukungannya, dengan mengatakan kemitraan ini akan membantu meningkatkan kesadaran dan keterlibatan publik, dan karena ikut serta saat agensi menghadapi tantangan di industri pariwisata.

Penandatanganan MOU juga dihadiri oleh Asisten Sekretaris Czarina Zara-Loyola, Claire Castro, Wakil Sekretaris Presidential Communications Office, pejabat Department of Tourism, dan organisasi media mitra.

Ledakan Pariwisata Masuk ke China: Lebih Dari Sekedar Uang

this formate

CHESHIRE, bisniswisata.co.id : Pada tahun 2025, sesuatu yang luar biasa terjadi di jalanan, kereta cepat, dan tembok kota kuno Tiongkok. Orang asing kembali ada di mana-mana.

Bagi banyak penduduk lokal yang mengingat dekade pertumbuhan tinggi, melihat rombongan turis dari Paris, mahasiswa dari Ohio, atau backpacker dari Sydney membangkitkan nostalgia tersendiri.

Hal itu membangkitkan kembali kegembiraan masa-masa ketika angka ekonomi Tiongkok menjadi perbincangan dunia. Setelah masa tenang yang panjang selama tahun-tahun COVID, pariwisata masuk ke Tiongkok tidak hanya pulih, tetapi juga meledak.

Angka-angka Menceritakan Sebuah Kisah
Dilansir dari tourism-review.com, Angka-angka menceritakan kisah ini lebih baik daripada kata sifat apa pun.

Menurut Ctrip, agen perjalanan online terbesar di negara itu, kedatangan wisatawan mancanegara meningkat lebih dari dua kali lipat pada tahun 2025 dibandingkan tahun sebelumnya.

Dan para pengunjung ini tidak hanya sekadar melihat-lihat; mereka juga berbelanja. Wisatawan Amerika meningkatkan pengeluaran mereka hingga setengahnya, sementara pengunjung dari Prancis menghabiskan 160% lebih banyak daripada tahun sebelumnya.

Jika dilihat dari tingkat nasional, pemulihan terlihat lebih tajam. Pada akhir September 2025, total jumlah warga asing yang masuk dan keluar telah melampaui jumlah sepanjang tahun 2024.

Hanya dalam delapan bulan pertama, lebih dari 25 juta wisatawan asing tiba. Jika tren ini berlanjut, kita akan melihat angka melampaui 35 juta pada akhir tahun. Itu akan menjadi rekor sejarah baru.

Jadi, apa yang mendorong pariwisata masuk ke Tiongkok? Sebagian besar, itu adalah akses. Pada tiga kuartal pertama tahun 2025, hampir 21 juta warga asing masuk tanpa memerlukan visa.

Angka ini naik 50% dari tahun sebelumnya dan mencakup lebih dari 70% dari total wisatawan yang datang. Kota-kota besar juga merasakan dampaknya.

Shanghai menyambut lebih dari 6 juta wisatawan pada periode yang sama, sebuah peningkatan besar dari tahun 2024, dengan lebih banyak orang yang menginap.

Sebuah Titik Terang yang Langka dalam Perekonomian

Ini bukan hanya baik untuk moral; ini merupakan dorongan serius bagi perekonomian. Guangdong mencatat pendapatan pariwisata dari wisatawan asing mencapai 160 miliar yuan.

Guangxi dan Beijing juga mengalami peningkatan yang signifikan. Jika kita melihat perkiraan kasar untuk seluruh negeri, pendapatan dari wisatawan asing diperkirakan akan meningkat sekitar 50% pada tahun 2025.

Kita bisa melihat angka US$150 miliar. Sebagai perbandingan, itu setengah dari pendapatan seluruh industri tekstil besar Tiongkok.

Di saat penjualan barang ke luar negeri semakin sulit karena hambatan perdagangan, industri yang menghasilkan pendapatan sebesar US$150 miliar melalui restoran, hotel, dan toko lokal merupakan penyelamat sejati.

Industri ini menciptakan lapangan kerja dan menggerakkan perputaran uang tanpa perlu membangun pabrik baru. Mengapa Para Pelancong Datang?

Jika Anda menonton vlog perjalanan yang bermunculan online, Anda akan melihat lima alasan mengapa orang memesan perjalanan ini.

Pertama , budayanya unik. Dari Tembok Besar hingga festival-festival di Yunnan, ada kedalaman di sini yang tidak dapat Anda temukan di tempat lain.

Kedua , infrastrukturnya sangat mengejutkan dalam arti yang positif. Para pengunjung seringkali takjub dengan kereta api yang jauh lebih baik daripada di Eropa, jalanan yang bersih, dan kota-kota yang sepenuhnya menggunakan pembayaran digital.

Sentimen umum yang sering terdengar adalah bahwa Tiongkok terasa seperti masa depan. Ketiga , kebijakan visa telah membuka pintu. Lebih dari 50 negara sekarang memiliki kebijakan bebas visa selama beberapa minggu.

Penghapusan hambatan administrasi tersebut merupakan katalis terbesar.
Keempat , nilainya sulit ditandingi. Hotel mewah, tiket kereta cepat, dan makan siang lezat seringkali harganya lebih murah daripada menginap semalam di hotel biasa-biasa saja di Tokyo atau Paris.

Terakhir, yang terpenting adalah keamanan dan keramahan. Kejahatan jalanan jarang terjadi, dan orang-orang biasanya cepat turun tangan dan membantu jika mereka melihat orang asing kesulitan menggunakan aplikasi terjemahan.

Tentu saja, ini tidak sempurna. Anda masih harus berurusan dengan pemblokiran internet dan pengaturan aplikasi pembayaran, yang bisa merepotkan.

Beberapa pengunjung merasa frustrasi. Tetapi bagi mereka yang melakukan sedikit persiapan, perjalanan ini biasanya menjadi salah satu pengalaman terbaik mereka.
Diplomasi Antar Masyarakat dalam Skala Besar

Uang itu tentu saja disambut baik. Tetapi lonjakan ini membawa bobot yang melampaui apa pun yang dapat ditangkap oleh grafik keuangan mana pun. Selama empat puluh tahun,

Tiongkok lebih fokus pada reformasi internal daripada keterbukaan sejati. Sementara perubahan domestik mengikuti rencana yang ketat, keterbukaan biasanya hanya tentang menurunkan hambatan bagi uang asing.

Warga biasa baru mendapatkan paspor dan kesempatan untuk bepergian dalam beberapa dekade terakhir. Jadi, sementara dunia melihat wisatawan Tiongkok di mana-mana, sangat sedikit orang luar yang benar-benar mengalami Tiongkok sendiri.

Keseimbangan itu akhirnya bergeser. Ketika orang-orang biasa dari Eropa, Amerika, Asia Tenggara, dan Afrika berjalan di jalanan, makan hotpot bersama keluarga setempat, atau menaiki kereta maglev, mereka membawa pulang gambaran nyata dan tiga dimensi tentang tempat tersebut.

Tidak ada iklan pemerintah yang dapat membeli otentisitas semacam itu. Ini berarti politisi dan media berita tidak lagi menjadi satu-satunya yang menceritakan kisah tersebut.

Sejarah mengajarkan kita bahwa konflik sering kali dimulai dengan karikatur, atau ketika kita melihat orang lain sebagai sesuatu yang sama sekali asing.

Kontak ramah secara tatap muka adalah cara terbaik untuk memperbaikinya. Setiap turis yang pulang dengan cerita tentang kebaikan dan efisiensi akan mengikis stereotip yang telah ada selama beberapa dekade.

Pengungkit untuk Reformasi Lebih Lanjut
Ledakan pertumbuhan ini juga menawarkan sesuatu yang sangat berharga: perspektif dari luar.

Ketika pengunjung menyukai kereta cepat tetapi kesulitan dengan internet atau aplikasi pembayaran, mereka menyoroti dengan tepat apa yang masih perlu diperbaiki.

Umpan balik positif memperkuat apa yang berjalan dengan baik, sementara kritik jujur menciptakan tekanan untuk memperbaiki apa yang tidak. Ketika reformasi terhenti, sedikit hal yang dapat menembus resistensi seperti jutaan tamu yang menunjukkan apa yang bisa lebih baik.

Biarkan Pintu Terbuka Lebih Lebar
China perlu terus membuka pintu-pintu itu lebar-lebar. Memperluas akses bebas visa, mempermudah pembayaran bagi warga asing, dan memasang rambu-rambu yang lebih baik akan sangat membantu.

Seorang turis bukan hanya sumber pendapatan. Mereka adalah duta berjalan yang membuat dunia sedikit kurang curiga dan mendorong negara untuk berkembang.
Lonjakan pariwisata masuk ke Tiongkok pada tahun 2025 mengingatkan penduduk setempat bagaimana rasanya dikagumi lagi.

Tetapi yang lebih penting, hal itu mengingatkan dunia bahwa Tiongkok yang sebenarnya jauh lebih mengesankan, dan jauh lebih normal, daripada versi yang telah mereka terima selama bertahun-tahun. Dalam iklim global saat ini, kesadaran itu jauh lebih berharga daripada 150 miliar dolar AS.

Los Angeles Bersiap untuk Piala Dunia 2026

this formate

LOS ANGELES, bisniswisata.co.id : Jalan menuju final Piala Dunia 2026 kini jauh lebih mudah bagi Amerika Serikat. Kita akan mendapatkan undian grup yang menguntungkan, dua pertandingan di Pantai Barat, dan pertandingan pembuka yang spektakuler tepat di Los Angeles.

Dilansir dari tourism-review.com, Timnas AS akan memulai kampanyenya pada 12 Juni 2026 melawan Paraguay di Stadion SoFi di Inglewood. Itu hanyalah salah satu dari delapan pertandingan yang akan diselenggarakan di wilayah Los Angeles selama turnamen bersejarah yang diikuti 48 tim ini.

Enam hari kemudian, skuad akan menuju Seattle untuk menghadapi Australia pada 19 Juni. Grup ini dilengkapi oleh pemenang babak play-off antarbenua.

Sejarah terkini jelas berpihak pada Amerika di sini. AS telah mengalahkan Paraguay dan Australia dengan skor 2-1 dalam pertemuan terakhir mereka dengan masing-masing tim.

Seorang pejabat Federasi Sepak Bola AS merangkumnya dengan baik setelah hasil imbang di Miami, menyebutnya sebagai hasil sebaik yang mereka harapkan.

Anda memiliki dua lawan yang Anda tahu bisa Anda kalahkan, kedua pertandingan berada di Pantai Barat, dan pertandingan pembuka berlangsung di salah satu stadion terbaik di planet ini.

Los Angeles: Pusat Demam Piala Dunia 2026

Meskipun hanya 65.000 penggemar yang dapat masuk ke dalam SoFi untuk setiap pertandingan, para pemimpin kota merencanakan jutaan penggemar lainnya untuk berada di luar gerbang.

Panitia Penyelenggara LA 2026 dan Dewan Pariwisata meluncurkan festival kota selama 39 hari yang bertujuan untuk mengubah seluruh wilayah menjadi perayaan sepak bola besar-besaran, baik Anda memiliki tiket pertandingan atau tidak.

Kathryn Schloessman, CEO Komite Penyelenggara, jujur tentang kenyataan bahwa sebagian besar pengunjung tidak akan bisa masuk ke SoFi. Justru karena itulah mereka membangun pengalaman di luar lapangan terbesar dalam sejarah Piala Dunia.

Penyelenggara mengharapkan:
•Festival Penggemar FIFA resmi besar – besaran di pantai Santa Monica atau pusat kota Los Angeles.

•Nonton bareng di Rose Bowl, Banc of California Stadium, dan setiap plaza utama dari Long Beach hingga San Fernando Valley.

•Aktivasi budaya yang menghubungkan sepak bola dengan dunia seni lokal, seperti mural jalanan, konser, dan pameran dadakan.

•Ada program khusus untuk merayakan fakta bahwa setiap satu dari 48 negara peserta memiliki komunitas di wilayah California Selatan. Setengah Miliar Dolar dan Terus Bertambah

Dampak ekonomi sudah mulai dihitung, dan angkanya sangat besar. Adam Burke, presiden dan CEO LA Tourism & Convention Board, memperkirakan lebih dari 500 juta dolar pendapatan baru untuk hotel, restoran, toko, dan usaha kecil lokal, ditambah ribuan pekerjaan sementara.

Burke menunjukkan bahwa pariwisata mendukung 540.000 pekerjaan di LA saja. Dia percaya bahwa Piala Dunia 2026 akan menjadi acara pariwisata terbesar yang pernah ada di kota ini, melampaui Olimpiade 1984 dan Super Bowl mana pun.

Penjualan jersey sudah meroket. Dari Dick’s Sporting Goods di South Bay hingga toko-toko di lingkungan Koreatown dan East LA, perlengkapan Piala Dunia laku keras enam bulan sebelum pertandingan dimulai.

32 Tahun dalam Pembuatan

Terakhir kali Piala Dunia diadakan di Amerika Serikat pada tahun 1994, finalnya berlangsung tidak jauh dari sana, di Rose Bowl. Turnamen itu mengubah sepak bola Amerika selamanya.

Kali ini, dengan 48 tim dan 104 pertandingan di seluruh AS, Kanada, dan Meksiko, panggungnya jauh lebih besar, dan Los Angeles siap mencuri perhatian.

Seperti yang dikatakan Burke, pada tahun 1994 kami membuktikan bahwa kami mampu menjadi tuan rumah Piala Dunia. Pada tahun 2026, kami akan membuktikan bahwa kami mampu menggelar pesta terbesar yang pernah ada dalam sejarah olahraga ini.

UAG dan Kemenkop Gelar Bright Society Fest 2025 Demi Ekonomi Nasional yang Berdaulat Menuju 2045

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Semangat mencetak Generasi Emas 2045 yang berintegritas dan unggul dalam karakter digaungkan oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Ary Ginanjar (UAG), AFE (Ary Ginanjar Future Entrepreneur), serta ESQ Business School dalam perhelatan akbar “Bright Society Fest 2025”.

“Kegiatan ini sebuah ajang kompetisi nasional bergengsi bagi siswa/i SMA & SMK sederajat di seluruh Indonesia. Acara ini bukan sekadar kompetisi atau perayaan kreativitas. Bright Society Fest merupakan wujud komitmen dalam membangun karakter, motivasi, serta semangat mahasiswa untuk terus berkembang, berkarya, dan memberikan dampak nyata bagi lingkungan sekitarnya,” ujar Fadil Sinaga, Ketua Panitia.

Aktivitas dirancang sebagai ruang inkubasi bagi para pelajar untuk mengasah kemampuan di bidang pendidikan, kreativitas, dan kepemimpinan, sejalan dengan visi UAG dalam mencetak pemimpin masa depan yang berintegritas dan berdampak.

Kemudian, dalam sesi talkshow yang penuh inspirasi, Menteri Koperasi Dr. Ferry Juliantono dan Destry Anna Sari (Deputi Bidang Pengembangan Talenta dan Daya Saing Koperasi Kemenkop) memaparkan visi strategis Koperasi Merah Putih yang kini menjadi Gerakan Nasional.

Ekosistem baru

Ferry Juliantono, menyambut baik pertemuan yang diinisiasi oleh anak-anak muda mahasiswa Universitas Ary Ginanjar ( UAG) dan menganggapnya event sangat penting karena koperasi adalah “wadah perkumpulan usaha bagi komunitas,” dan menjadi solusi bagi anak-anak muda serta pelaku UMKM yang ingin berhimpun dan mengembangkan usaha.

Di hadapan peserta yang mayoritasnya adalah generasi muda, Menkop menawarkan dua solusi utama bagi pelaku UMKM yang sering bingung karena usahanya masih bersifat perorangan dan membutuhkan modal:

* Pembiayaan: Kementerian Koperasi siap membantu modal. Beliau menegaskan, “Kalau soal modal, pertama kami akan bantu modalnya” melalui Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB).

* Jaminan HKI: Solusi yang lebih inovatif adalah penggunaan Hak Kekayaan Intelektual (HKI) sebagai agunan. Beliau menyatakan, “Insyaallah dalam waktu dekat ini hak kekayaan intelektual hasil karya produk inovasi dari para pelaku UMKM itu bisa dijadikan sebagai agunan di lembaga-lembaga keuangan.”

Menkop kemudian mengungkap latar belakang Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih, yang merupakan amanat langsung dari Presiden. Beliau menceritakan momen rapat terbatas kabinet:

“Presiden menyampaikan kepada kami peserta kabinet rapat terbatas, bahwa dirinya mendapatkan wangsit dari orang tua bahwa dirinya harus membentuk 80 ribu koperasi desa dan kelurahan.”

Dalam kaitannya dengan ESQ-UAG, dia menargetkan adanya ekosistem baru. “Kalau bayangin tahun depan insya Allah kita akan punya 80 ribu retail-retail modern… Kalau bisa retailnya itu produk-produknya yang bikin adalah alumni ESQ dan peserta Bright Society Fest.

Itu sebabnya dia mengajak audiens untuk berinovasi dan berproduksi sendiri: “Sekarang kita dorong kita bikin produk sendiri, jual sendiri, tambahnya.

Menteri Ferry yakin bahwa Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih akan menjadi ekosistem baru yang merupakan hasil kolaborasi antara Kementerian Koperasi, ESQ, UAG, dan seluruh pelaku UMKM, yang diharapkan dapat siap operasional pada tahun depan.

Ferry menutup dengan optimisme dan inspirasi yang didapatkan dari acara tersebut: “Setelah saya hadir di sini dan acaranya mantap, saya mendapatkan inspirasi untuk membuat acara serupa misalnya Koperasi Fair atau apa… Karena pasti koperasi akan bisa lebih solutif untuk menjawab kegelisahan dari para pelaku UMKM apalagi dari anak-anak muda.”

Jangan jadi kuli

Sedangkan Destry Anna Sari menekankan bahwa semangat kewirausahaan harus diterapkan secara serius, bahkan di tingkat panitia sekalipun. “Acara dan panitia Bright Society Fest ini emang keren. Ini bisa dijadikan perusahaan beneran biar kalau ada EO tuh punya kualitas gitu.” teganya.

Kualitas ini didorong oleh nilai-nilai yang dipegang dan dipupuk berdasarkan TalentDNA masing-masing individu. Setelah apresiasi panitianya, tema yang diangkat pun menarik bagi Destry Anna Sari. Ia menjelaskan bahwa inti dari gerakan nasional adalah menjadikan Koperasi Merah Putih sebagai Grand Why bangsa, yang tujuannya adalah kedaulatan ekonomi sejati.

“Kita bisa punya apa saja yang kita punya, itu punya kita sendiri. Bukan numpang.”
Namun ada peringatan bagi generasi muda, Destry mengingatkan agar mahasiswa jangan jadi kuli, kalian akan jadi tukang numpang di negeri kalian sendiri kalau tidak berpikir besar.

“Benar-benar, saya titipkan ini. Karena generasi yang seperti inilah (mahasiswa Universitas Ary Ginanjar) yang kita butuhkan.
lSangat banyak hal yang kita bisa kerjakan sama-sama. Karena kita tidak hanya berbicara konsep. Tetapi kita mau menghasilkan itu, menuju itu, mengerjakan itu.” Oleh karena itu, ia mendorong, “Mari kita langsung kerjakan saja apa yang kita bisa.”

Ia mengusulkan agar nilai-nilai koperasi yang sudah tertanam di alumni UAG dapat diimplementasikan langsung, seperti melalui penugasan satu semester di koperasi untuk mencari bentuk bisnis berskala ekonomi, sehingga tercipta jaringan usaha antar koperasi yang berskala besar.

Harapannya, Kooperasi Desa Merah Putih dapat menjadi alat untuk kesejahteraan dan ia menyatakan, “Ini bukan program tapi memang ini adalah gerakan nasional.” Pesannya singkat dan lugas mengenai implementasi: “Jangan ributin anggarannya dari mana karena kerja aja belum, mulai aja dulu.”

Terakhir, ia menutup dengan menegaskan peran sentral SDM. Kunci keberhasilan ada pada “Manusianya, pelakunya itu menjadi yang paling penting.” Sesuai harapan Presiden untuk pemerataan ekonomi dan kedaulatan, ia menyimpulkan bahwa generasi muda harus mengambil peran.

Koperasi Spiritual

Menurut Ary Ginanjar konsep Koperasi Merah Putih yang dijelaskan oleh Menkop sebagai koperasi berbasis nilai dan spiritualitas, didukung penuh oleh UAG, EBS, dan FKA ESQ. Kehadiran Komjen Pol (Purn) Nanan Soekarna, Wakil Ketua Umum FKA ESQ, juga semakin memperkuat acara dengan membawa nilai-nilai 7 Budi Utama ESQ (Jujur, Tanggungjawab, Visioner, Disiplin, Kerjasama, Adil, Peduli).

Dalam sambutannya, Ary Ginanjar mengungkapkan kekagumannya terhadap Deputi Sari (Sapaan akrab dari Destry Anna Sari) yang semangat bicaranya mengingatkannya pada tokoh koperasi legendaris:

“Saya seolah melihat Pak Adi Sasono yang bicara….” Ia melihat misi yang pernah diusung Pak Adi Sasono yaitu Koperasi 165 kini seolah diteruskan melalui Koperasi Merah Putih, yang fokus pada ekonomi rakyat.)” kata Ary Ginanjar.

Dia juga menjelaskan metodologi pengajaran ESQ yang dikenal sebagai SKID (Spiritual, Kreativitas, Intelektual, Dampak) bahwa Spiritualitas (S) adalah nilai-nilai terdalam seperti kebersamaan, keadilan, dan kejujuran. Nilai ini harus diwujudkan melalui Kreativitas (K), yang kemudian menghasilkan bentuk nyata (Intelektualitas – I), dan akhirnya memberikan Dampak (D) kepada masyarakat.

“Spiritualitas itu bukan hanya untuk berzikir, spiritualitas itu diwujudkan dalam kreativitas, dalam intelektualitas, dan memberikan dampak.”

Ketika ditanya apa wujud nyata dari nilai-nilai spiritualitas tersebut, jawabannya lugas: “Ya Koperasi Merah Putih.” Koperasi Merah Putih adalah “koperasi spiritual” karena didasari oleh nilai kebersamaan dan keadilan, diwujudkan dalam konsep 165 (Ihsan, Iman, Islam), dan bertujuan mencapai kesejahteraan masyarakat.

Ary Ginanjar menimpali bahwa Koperasi Merah Putih adalah perwujudan dari semangat ekonomi kerakyatan yang merata, di mana “masyarakat menjadi tuan rumah di negerinya sendiri.”

Ia mengingatkan bahwa visi harus memiliki alasan (misi), rambu-rambu (nilai yang dijaga oleh Kang Nanan dengan 7 Budi Utama), dan harus punya tubuh atau wadah (Koperasi misalnya).

Ia berharap Koperasi Merah Putih dapat menjadi program inkubasi yang masif bagi mahasiswa UAG dan EBS, yang mana semuanya sudah jadi kenyataan, 80 ribu koperasinya semuanya sukses dan akhirnya Indonesia dimiliki oleh Indonesia sendiri dan tidak lagi pinjol-pinjol atau judol karena tinggal datang koperasi semua sudah selesai.

Mahasiswa UAG yang antusias mengikuti event pencerahan ini berpose dengan pemenang dari berbagai universitas.

Indonesia atap dunia

Menutup pernyataannya, Ary kembali menekankan bahwa visi Indonesia Emas 2045 dan visi berikutnya, Indonesia Atap Dunia 2085, harus terwujud.

Turut hadir dan menyimak, Rektor UAG, Dyah Utami dalam acara tersebut. Ia menanggapi ide kolaborasi Koperasi Merah Putih dengan menyatakan bahwa hal ini sangat memungkinkan untuk diwujudkan. Menurutnya, konsep tersebut dapat “Men-trigger adanya kolaborasi” yang berdampak positif melalui program pengabdian masyarakat kampus.

Ia melihat bahwa program pengabdian masyarakat yang rutin dilakukan setiap semester oleh dosen-dosen UAG dapat langsung diintegrasikan dengan gerakan koperasi. Rektor UAG menyatakan komitmennya untuk segera menindaklanjuti rencana ini:

“Ini udah bisa langsung dijalankan. Jadi nanti kita akan coba arrange untuk bisa kolaborasi dengan pengabdian masyarakat yang masih dosen-dosen lakukan. Untuk bisa combine, tap in ke koperasi untuk bisa kita memuatkan dalam rangka amar ma’ruf nahi munkarnya Pak Ary.”

Intinya, pihak universitas siap mengorkestrasi kegiatan akademik, khususnya pengabdian masyarakat, untuk berkolaborasi langsung dengan koperasi, menjadikan Koperasi Merah Putih sebagai wadah nyata bagi implementasi nilai-nilai kebaikan di masyarakat.

Selanjutnya, Dr. Aries Muftie, Ketua Dewan Pakar ESQ, yang turut serta dalam perhelatan itu mendukung visi Koperasi Merah Putih yang menyasar 82 ribu desa/wilayah.

Ia memberikan tantangan kepada UAG untuk membuat konsentrasi manajemen koperasi modern, karena seperti yang dicanangkan, koperasi harus fokus pada tujuh hal penting, salah satunya simpan pinjam, agar masyarakat tidak terjerat oleh pinjaman online (pinjol).

Aries Muftie memberikan contoh sukses dari Korea, yang kini dijadikan contoh oleh pemimpin negara, di mana koperasi memainkan peran penting dalam meningkatkan kesejahteraan secara drastis.

Ia mengusulkan formula implementasi di Indonesia, di mana alumni UAG dengan konsentrasi manajemen koperasi akan memimpin (me-lead) desa-desa tersebut:

“10 mahasiswa dan 10 mahasiswi UAG itulah yang memimpin desa tersebut. Mengubah mindset-nya tadi menjadi growth mindset yang disebut sebagai grand why.”

Acara yang berlangsung di Andalucia Hall, Menara 165, Jakarta pada Sabtu, 13 Desember 2025 ini dan sebelumnya telah berlangsung sesi talkshow yang pertama, bright society fest berkolaborasi dengan Genspreneur dan Minutes Of Manager, mengusung talkshow inspiratif untuk meningkatkan semangat juang para Gen Z dengan potensi pembicara yaitu Melvin Hade (Entreprenuer & Kayella Consumer Partners) dan Ahmad Romero Comacho (CEO M Bloc Space).

Pemenang Lomba

Sekilas info, acara Bright Society Fest 2025 yang sukses ini didukung oleh Bimbel Mraza, UNOGAS, Nuska, dan KiLAPiNDONG.
Sebagai penutup acara, dilakukan penyerahan hadiah kepada para pemenang lomba hingga jutaan rupiah. Bright Society Fest 2025 mengusung empat kategori lomba yang menantang peserta untuk berpikir kritis, berinovasi, dan menjunjung tinggi nilai-nilai karakter, di antaranya:

1. Business Case Competition (BCC): “Youth Innovation for Sustainable Future: Skill Today, Impact Tomorrow”

Tim Perguruan Tinggi:

– Juara 1 mahasiswa : Team Kansis – ITB
– Juara 2 mahasiswa : Team Bubadibako – Univ. Tarumanegara
– Best presentation : Team Pearl Essence – UAG

Tim SMA:

– Juara 1 : Team Bismillah (SMA Labschool Kebayoran)
– Juara 2 : Team Stella Nera (MAN Insan Cendekia Pekalongan)
– Best presentation : Team Bismillah (SMA Labschool Kebayoran)

2. Public Speaking Competition: “Privacy is a Human Right”

– Juara 1 : Malika Nur Salsabila (SMA 2 Kandangan)
– Juara 2 : Khayla Qisya Ariza (SMA Darut Tauhid Boarding School)
– Juara 3 : Iktram Arsyadussalam (SMA Muhammadiyah 3)

3. Musabaqah Hifdzil Qur’an (MHQ)

– Juara 1 : Izroil Ahmed El Ghoroba (Ponpes Dzarratul Abrar)
– Juara 2 : Muhammad Adriano Pradipto (Al Andalus Internasional Islamic School)
– Juara 3 : Afnan (Ma’had Tahfidz Al Qur’an Nuroh)

4. Digital Poster Competition: “Bisnis Cerdas di Era 5.0: Digitalisasi UMKM”

– Juara 1 : Khansa Aqila (MAN 22 Jakarta Barat)
– Juara 2 : Zalaluddin (MAN 3 HSS Kalimantan Selatan)
– Juara 3 : Daffa Muhammad Riadi (Milbos)

Acara turut diramaikan dengan berbagai kompetisi bergengsi (Public Speaking, Business Case Competition, Digital Poster, dan Musabaqah Hifdzil Qur’an) serta booth bisnis mahasiswa ini, bertujuan utama untuk akselerasi UMKM, pengembangan kualitas SDM, dan optimalisasi bonus demografi menuju Indonesia Emas 2045.

MSC Cruises Membuka Penjualan untuk Rute Pelayaran MSC World Atlantik

this formate

MSC World Atlantic. (Sumber Foto: MSC Cruises)

NEW JERSEY, bisniswisata.co.id : MSC Cruises telah membuka penjualan untuk kapal World Class terbarunya. MSC World Atlantic akan menawarkan pelayaran bergantian selama tujuh malam ke Karibia Timur dan Barat dari Port Canaveral, Florida, mulai tanggal 13 November 2027.

Dilansir dari travelpulse.com, perusahaan kapal pesiar raksasa itu meminta bantuan Drew Barrymore, ibu baptis dari kapal saudaranya, MSC World America, untuk membuat pengumuman minggu ini.

“Ketika MSC Cruises pertama kali meminta saya untuk menjadi ibu baptis MSC World America, saya agak malu. Saya tidak yakin apakah saya cocok untuk peran itu,” kata Barrymore dalam sebuah pernyataan.

“Lalu, setelah saya memotong pita itu April lalu, saya yang tadinya malu berubah menjadi sangat terhormat dan saya sangat bangga! Dan sekarang kebanggaan itu meluas hingga menjadi bibi baptis MSC World Atlantic.” tambahnya.

“Saya akan menjadi bibi baptis yang keren! Dan saya tahu orang-orang akan senang berlayar di kapal baru ini ketika tiba di Port Canaveral pada tahun 2027.”

Kapal keempat dalam seri World Class MSC yang berkembang pesat ini akan memiliki lebih dari 400.000 kaki persegi ruang publik, termasuk tujuh distrik di atas kapal dan lebih dari 30 bar, restoran, dan lounge.

Fitur unggulannya meliputi bar baru yang semarak di Viva La Musica—merayakan budaya Latin dengan musik, tarian salsa, dan berbagai pilihan koktail buatan tangan—dan The Clubhouse, ruang hiburan yang meriah yang baru di AS.

“Para tamu kami di Port Canaveral menyukai perpaduan gaya Eropa dan kenyamanan Amerika dari MSC Cruises, dan kami tak sabar menunggu mereka untuk menemukan semua yang telah kami rencanakan untuk MSC World Atlantic,” kata Lynn Torrent, Presiden, MSC Cruises Amerika Utara.

“Kami membangun yang terbaik dari MSC World Europa dan MSC World America dengan memperkenalkan ruang-ruang baru, pilihan hiburan yang segar, dan momen-momen tak terlupakan di laut—membuka jalan bagi para tamu dan penasihat perjalanan untuk merencanakan liburan Karibia yang luar biasa.”

National Geographic-Lindblad akan memperkuat pelayaran ke Alaska dengan Greg Mortimer pada tahun 2027

this formate

NEW JERSEY, bisniswisata.co.id : Sebagai wujud komitmennya terhadap Alaska sekaligus memenuhi peningkatan permintaan penumpang, National Geographic–Lindblad Expeditions akan memperkuat programnya ke Negeri Besar tersebut pada tahun 2027 dengan menyewa kapal Greg Mortimer selama tiga tahun.

Dilansir dari travelpulse.com, pada tahun 2026, National Geographic Sea Bird dan National Geographic SeaLion akan menjalankan musim terakhir mereka di Alaska.

“Kapal-kapal kesayangan ini telah menjadi latar belakang petualangan tak terhitung yang tak terlupakan bagi para tamu kami selama bertahun-tahun,” kata CEO Lindblad Expeditions, Natalya Leahy.

“Kami mengundang para pelancong untuk bergabung bersama kami dalam musim perpisahan istimewa ini.” tambahnya.

Kapal Greg Mortimer yang berkapasitas 154 penumpang, yang saat ini dioperasikan oleh Aurora Expeditions, dirancang khusus untuk menavigasi wilayah kutub seperti Antartika dan selaras dengan “visi National Geographic-Lindblad Expeditions.

Misi untuk melangkah lebih jauh dan merancang rute baru yang memperdalam hubungan para tamu dengan sudut-sudut terpencil Alaska.

Kapal ini dilengkapi dengan Ulstein X-BOW, yang memungkinkan pelayaran lebih mulus di perairan yang lebih bergelombang, platform pemuatan Zodiac, dan area pengamatan yang luas.

Banyak kabin di kapal Greg Mortimer memiliki balkon, dan kapal ekspedisi ini juga menawarkan ruang belajar dan kesehatan “yang melengkapi gaya ekspedisi imersif merek tersebut,” katanya.

“Permintaan untuk pelayaran kami ke Alaska terus meningkat, dan saya sangat gembira bahwa dengan diperkenalkannya kapal baru ke armada Alaska kami, kami dapat menyambut lebih banyak penjelajah dan juga menawarkan rencana perjalanan baru yang menarik ke dalam koleksi kami,” kata Leahy.

Segmen Wisata Romantis Menguat, Australia Barat Dorong Kolaborasi dengan Pelaku Industri Perjalanan.

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Australia Barat tengah membuka babak baru dalam segmen romance travel, menghadirkan peluang strategis bagi industri pariwisata untuk mengembangkan paket perjalanan bertema pernikahan destinasin, bulan madu, dan liburan romantis.

Dengan kombinasi alam yang dramatis, kuliner kelas dunia, serta hotel dan venue premium yang tersebar dari Perth hingga Margaret River Regi1n0lon, negara bagian ini memperkuat posisinya sebagai salah satu destinasi paling kompetitif untuk pasar Asia, khususnya Indonesia.

Permintaan terhadap perjalanan bertema romansa terus meningkat di kawasan Asia Tenggara, didorong oleh preferensi pasangan muda yang mencari pengalaman autentik, dekat dengan alam, tapi tetap mengutamakan kemewahan dan personalisasi layanan.

Australia Barat berada di posisi strategis untuk menjawab peluang ini, berkat infrastruktur kelas dunia, akses penerbangan yang semakin kuat, serta ragam produk yang mendukung pasar pernikahan dan bulan madu.

Di antara berbagai wilayah di negara bagian ini, Margaret River Region tampil sebagai ikon utama untuk segmen romansa dengan kebun anggur berusia puluhan tahun, garis pantai spektakuler, serta portofolio akomodasi butik.

Bagi pelaku industri perjalanan, kondisi ini membuka peluang untuk menciptakan paket wisata romantis yang menawarkan nilai tambah dan dapat disesuaikan dengan kebutuhan pasar regional.

Di Margaret River, sejumlah lokasi terus menjadi sorotan untuk penyelenggaraan pernikahan maupun acara privat. Leeuwin Estate, salah satu kilang anggur paling bergengsi di Australia Barat, menjadi ikon dalam penyediaan pengalaman kuliner sekaligus latar kebun anggur yang elegan untuk acara resepsi berskala eksklusif.

Tahun 2025 menjadi momentum tambahan bagi kawasan ini melalui penyelenggaraan Pair’d Margaret River 2025, sebuah perayaan kuliner dan wine yang menyoroti hubungan antara alam, produk, dan manusia.

Acara ini diperkirakan menarik wisatawan yang memiliki minat tinggi pada pengalaman gastronomi, serta dapat menjadi referensi bagi pasangan maupun penyedia layanan perjalanan dalam merancang paket bertema romansa dan kuliner.

Selain Margaret River, wilayah Perth dan sekitarnya juga menunjukkan peningkatan minat untuk segmen wisata romantis. Sejumlah hotel dan venue pernikahan berstandar internasional semakin aktif melayani pasar ini,

Ini termasuk The Ritz-Carlton Perth, Elizabeth Quay, Duxton Hotel Perth, Pan Pacific Perth, Tradewinds Hotel, serta Amaroo Retreat & Spa yang memadukan fungsi sebagai venue pernikahan dan tempat peristirahatan.

Kawasan pesisir seperti Scarborough juga menarik perhatian karena menawarkan latar pantai yang sesuai untuk acara pernikahan maupun perjalanan bulan madu bergaya urban di tepi pantai.

Dalam kategori wellness retreat, Australia Barat memanfaatkan kekuatan alam dan fasilitas kesehatan premium untuk menawarkan pengalaman pemulihan pasca-pernikahan.

Beberapa destinasi yang kini dikembangkan sebagai bagian dari paket bulan madu meliputi BODHI Spa, COMO The Treasury, Zen in the Zoo by The Hike Collective, Samphire Rottnest x Fleur Rejuvenation Retreats, Injidup Spa Retreat di Yallingup, Vie Spa di Pullman Bunker Bay, serta program Mindful in Nature.

Seluruh pengalaman ini memperkuat posisi Australia Barat sebagai destinasi yang tidak hanya menawarkan alam yang indah dan spektakuler, tetapi juga kualitas layanan yang sesuai dengan standar wisatawan premium.

Dengan kombinasi lanskap alam yang kuat, infrastruktur pariwisata yang berkembang, serta meningkatnya permintaan perjalanan berbasis pengalaman, Australia Barat menempatkan dirinya di garis terdepan dalam segmen wisata romantis global.

Pelaku industri perjalanan di Indonesia diundang untuk menjajaki peluang kolaborasi dalam pengembangan paket wisata bertema romansa, pernikahan destinasi, dan wellness, sekaligus menangkap potensi pertumbuhan pasar yang terus meningkat.

Sambut Wajib Halal Oktober 2026, BPJPH dan Kedubes Denmark Gelar Workshop

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) bersama Kedutaan Besar Denmark menggelar Workshop on Halal in Logistics/Supply Chain Management and Packaging Materials.

Workshop digelar pada tanggal 9–10 Desember 2025 di Kantor BPJPH dsn dihadiri oleh Duta Besar Denmark untuk Indonesia Sten Frimodt Nielsen, dan Perwakilan Danish Agriculture and Food Council Stig Munck Larsen.

Dilansir dari bpjph.halal.go.id, workshop menghadirkan sejumlah narasumber dari Indonesia dan Denmark, perwakilan Badan Standardisasi Nasional (BSN), Ketua Asosiasi Logistik Indonesia, serta pelaku industri dari berbagai sektor.

Deputi Bidang Kemitraan dan Standardisasi Halal BPJPH, Abd Syakur, menyampaikan bahwa workshop dilaksanakan sebagai upaya memperkuat ekosistem halal Indonesia melalui penguatan standar dan praktik terbaik di sektor logistik dan material kemasan.

Deputi Abd Syakur juga menyampaikan apresiasi atas dukungan Kedubes Denmark dalam berbagi pengalaman dan pengetahuan terkait logistik halal.

“Kami mengucapkan terima kasih atas dukungan Pemerintah Denmark dan para pelaku industri yang telah berbagi pengalaman dan best practices dalam pengembangan logistik dan material kemasan halal,” kata Abd Syakur.

Menurut dia, pembahasan terkait logistik halal ini penting mengingat begitu pesatnya pertumbuhan industri halal dunia dengan rantai pasok yang semakin kompleks.

“Hal ini menjadi sangat penting mengingat pesatnya pertumbuhan industri halal dan meningkatnya kebutuhan terhadap rantai pasok halal yang transparan, terjamin, dan berintegritas.” ujarnya

Lebih lanjut. Abd Syakur mengatakan bahwa Indonesia memiliki potensi besar menjadi pemimpin ekonomi halal dunia. Namun keberhasilan tersebut sangat ditentukan oleh kesiapan ekosistem logistik dan material kemasan halal yang kuat, efisien, dan mampu memenuhi standar internasional.

Duta Besar Denmark untuk Indonesia, Sten Frimodt Nielsen, menyampaikan apresiasinya atas upaya Indonesia dalam penguatan jaminan produk halal.

“Indonesia sebagai negara dengan populasi muslim terbesar memiliki impact besar sehingga aspek halal menjadi sangat penting. Indonesia telah mengembangkan sertifikasi halal yang terstruktur.” ungkapnya.

Ia juga menegaskan bahwa proses halal sejatinya mendukung kelancaran sistem logistik. “Dua topik utama terkait logistik dan material akan memberikan pengalaman penting bagi para peserta.

“Proses halal bukanlah hambatan, tetapi dukungan bagi kelancaran logistik. Untuk mengembangkan regulasi dengan cakupan luas, dibutuhkan kerja sama yang kuat.” kata Sten Frimodt Nielsen.

Melalui workshop ini, BPJPH berharap kolaborasi Indonesia – Denmark dapat memperkuat kapasitas pelaku industri dan mendukung percepatan penerapan logistik dan material kemasan halal yang berdaya saing global

Sertifikasi Halal Perkuat Kepercayaan Konsumen dan Daya Saing Produk

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) menegaskan bahwa sertifikasi halal memberikan manfaat strategis bagi pelaku usaha sekaligus perlindungan bagi konsumen, kata Kepala BPJPH Ahmad Haikal Hasan.

Produk bersertifikat halal tidak hanya memenuhi ketentuan regulasi, tetapi juga menjadi jaminan kualitas, keamanan, dan kesehatan produk yang beredar di masyarakat.

“Sertifikasi halal selain sebagai bentuk ketaatan terhadap regulasi dan perlindungan kehalalan produk, juga memberikan manfaat bagi produsen produk,” tambah Haikal.

Di antaranya, untuk meningkatkan kepercayaan konsumen, memperluas akses pasar, serta memperkuat daya saing produk.

Hal itu seiring transformasi nilai bahwa halal kini bukan hanya sebagai isu agama saja, namun telah dipahami sebagai simbol kebersihan, higienitas, dan kualitas produk yang mampu mendorong peningkatan omzet dan margin usaha, sekaligus memperkuat citra dan kredibilitas perusahaan.

Selain menjamin keamanan dan kesehatan produk, sertifikat halal juga memberikan kepastian hukum bagi pelaku usaha, bahkan membantu mempermudah kemitraan dan investasi. Dengan terpenuhinya standar halal, produk lebih mudah masuk ke rantai pasok nasional dan global.

Dalam konteks pembangunan, sertifikasi halal juga menjadi instrumen enabler yang mendukung penguatan dan produktivitas ekosistem industri halal nasional yang inklusif dan berkelanjutan. Untuk itu, BPJPH terus mendorong kemudahan sertifikasi halal bagi pelaku usaha, khususnya usaha mikro dan kecil (UMK) di seluruh Indonesia

HPDC dan DinarStandard Menandatangani Kemitraan Strategis untuk Memajukan Kepemimpinan Halal Global Arab Saudi

this formate

RIYADH, bisniswisata.co.id: Halal Products Development Company (HPDC) telah mengumumkan penandatanganan perjanjian kemitraan strategis dengan DinarStandard  untuk memperluas kepemimpinan global HPDC dan memberdayakan ekosistem Halal untuk tumbuh secara internasional.

Dilansir dari halaltimes.com. kemitraan ini merupakan langkah penting yang akan digunakan HPDC untuk mendorong transformasi di seluruh ekonomi Halal global, memperkuat kepemimpinan internasionalnya, dan memperkuat posisi Kerajaan Arab Saudi sebagai pusat Halal global.

Dengan pengalaman lebih dari 15 tahun dalam intelijen pasar halal global dan kepemimpinan konsultasi, DinarStandard menghadirkan keahlian, wawasan strategis, dan jaringan internasional yang dibutuhkan untuk meningkatkan dampak HPDC dan memperluas kehadiran Kerajaan Arab Saudi dalam ekonomi halal global.

Kemitraan strategis ini berfokus pada:
• Mempercepat pengembangan ekonomi Halal global dan mendorong inovasi
• Memperluas kepemimpinan global HPDC dan memperkuat jangkauan internasionalnya
• Memperkuat posisi Arab Saudi sebagai pusat keunggulan global di sektor Halal
• Meningkatkan dampak Arab Saudi dan HPDC di pasar Halal global dan mendukung keberlanjutannya

Tentang Halal Products Development Company (HPDC)

Halal Products Development Company (HPDC), anak perusahaan yang sepenuhnya dimiliki oleh Public Investment Fund (PIF), bertujuan untuk memposisikan Arab Saudi sebagai pusat global terkemuka di sektor Halal dengan mengembangkan, memberdayakan, dan memungkinkan ekosistem produk Halal.

Tentang DinarStandard

DinarStandard adalah perusahaan penasihat dan riset global yang berspesialisasi dalam pasar halal dan inovasi pemerintah, dengan pengalaman lebih dari 15 tahun dalam strategi pertumbuhan, intelijen pasar, dan pemberdayaan organisasi di seluruh dunia.