Memaknai Kegiatan Buka Puasa Bersama ( Bukber)

this formate

Rumah pribadi, tempat Bukber penuh rasa syukur ( Foto: dok. Wiwiek)

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Memaknai buka puasa bersama (bukber) dalam Islam bukan sekadar makan rame-rame setelah azan Maghrib. Ia memiliki nilai ibadah, ukhuwah, dan sosial yang dalam jika dijalankan dengan niat yang benar.

Dimensi Ibadahnya adalah rasa syukur & taat menjalani puasa dan dalam Islam, momen berbuka adalah waktu mustajab untuk berdoa, wujud syukur atas nikmat Allah dan tanda ketaatan.

Buka bersama bisa menjadi amal sedekah, sarana berbagi rejeki dan ladang pahala berlipat jika niatnya karena Allah. Maka buka puasa bersama bukan acara sosial biasa, tetapi ibadah kolektif.

Trend bukber di restoran di dalam Mall – mall maupun di berbagai restoran yang tersebar di segala penjuru kota tentunya bukan sekadar pertemuan tahunan yang penuh tawa dan hidangan, tapi juga untuk mensyukuri nilai pertemuan itu sendiri.

Memaknai setiap sosok yang hadir dimana semua anggota keluarga atau alumni teman semasa sekolah dan kuliah masih di kasih kesempatan hidup dan sehat oleh sang khalik. Namun dibalik pertemuan untuk bukber itu, sadarkah kita sebagai manusia adalah makhluk terpenting dari ciptaan Allah SWT ?.

Untuk itu perencana acara bukber memegang peranan penting dalam memilih tempat pertemuan dan memastikan logo halal di depan restoran bukan sekedar simbol sertifikasi halal sebagai peraturan baru yang ditetapkan pemerintah.

Menu yang bercampur antara halal dan haram boleh dilakukan asal pemilik usaha restoran memiliki komitmen jaminan halal dengan memiliki dua dapur berbeda. Hal ini mencegah kontaminasi mulai dari penggunaan alat hingga proses bahan baku hingga hasil berupa hidangan yang baik ( thoyib).

Pertanyaan berikutnya adalah apakah di tengah keramaian maka mereka yang hadir masih mampu memaknai momen sakral di antara langit dan bumi terutama detik-detik menjelang azan Maghrib, ketika rasa haus dan lapar mencapai puncaknya dan jiwa sedang berada pada titik paling jujur dan tidak ada kepura-puraan di sana.

Buka puasa di mall-mall atau restoran memang bukan tanpa resiko terutama dalam menunaikan ibadah seperti shalat magrib, shalat isya, taraweh. Penundaan-penundaan ibadah kerap dilakukan sampai ada keputusan “ibadahnya nantinya di rumah,”

Makna bukber itu bisa hilang jika buka bersama hanya menjadi ajang formalitas, sekadar agenda tahunan atau panggung pencitraan. Ia menjadi hampa ketika tawa lebih banyak daripada syukur, ketika foto lebih penting daripada doa, ketika ibadah wajib menanti tetapi hati kosong dari rasa bersyukur.

Tak heran banyak Muslim yang menyelenggarakan buka puasa di rumah-rumah dinas, hotel-hotel maupun rumah pribadi. Tempat-tempat seperti rumah pribadi masih memungkinkan untuk memaknai acara bukber itu dengan rasa syukur yang kental dan saat tegukan pertama berbuka yang ada hanyalah pengakuan akan kelemahan diri dan kebutuhan mutlak kepada Allah.

Di atas meja ketika telapak tangan menengadah ke atas itulah deep talk sejati kepada Allah. Sebuah percakapan sunyi yang tidak selalu terdengar oleh manusia lain. Kita mungkin duduk berdampingan dengan banyak orang, tetapi sesungguhnya hati sedang berbicara intim kepada Sang Pencipta. “Ya Allah, Engkau tahu lelahku. Engkau tahu harapanku.”

Buka puasa bersama mengajarkan bahwa Islam tidak pernah memisahkan ibadah dari kebersamaan. Lapar yang kita rasakan sepanjang hari bukan untuk disimpan sendiri, tetapi untuk melahirkan empati.

Saat kurma dibagi, saat air diteguk bersama, ada pesan yang lebih dalam daripada sekadar mengisi perut, kita ini sama-sama hamba, sama-sama membutuhkan rahmat-Nya.

Saat ketika menunggu bunyi beduk bertalu di meja makan sekat status sosial melebur. Tidak ada jabatan, tidak ada gelar, tidak ada perbedaan latar belakang tapi yang ada hanyalah manusia yang menunggu azan, dengan doa yang mungkin berbeda-beda, tetapi dengan Tuhan yang sama.

Buka puasa bersama yang paling bermakna sering kali justru yang paling sederhana. Kurma dan air putih pun cukup, jika hati hadir sepenuhnya. Karena inti dari berbuka bukan pada hidangan, melainkan pada kesadaran: bahwa kita baru saja menyelesaikan satu hari perjuangan melawan diri sendiri.

Di situlah buka puasa bersama menjadi simbol perjalanan hidup. Kita menahan diri, lalu kita berbagi. Kita menahan ego, lalu kita membuka hati. Kita menahan lapar, lalu kita belajar bersyukur.

Maka setiap buka puasa bersama sesungguhnya adalah undangan untuk memperbaiki hubungan dengan Allah. Undangan untuk melunakkan hati kepada sesama. Undangan untuk kembali menjadi manusia yang lebih lembut, lebih peduli, dan lebih sadar bahwa hidup ini bukan tentang memiliki, tetapi tentang berbagi.

Mungkin, di antara tegukan pertama dan senyum yang saling bertukar, Allah sedang menuliskan pahala yang tak terlihat, tetapi terasa hangat di dalam dada kita. Aamiin, terimasih Ya Rabb..

 

Kesepakatan Dagang: Produk AS yang Masuk Indonesia tak Perlu Sertifikasi Halal

this formate

Presiden RI Prabowo Subianto (kiri) dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump (kanan) mendatangani perjanjian perdagangan timbal balik di Washington DC, Amerika Serikat. Foto: ANTARA/HO-Sekretariat Kabinet

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Indonesia dipastikan tidak akan memberlakukan persyaratan pelabelan maupun sertifikasi halal terhadap produk non halal yang beredar di dalam negeri. Ketentuan ini menjadi bagian dari komitmen terbaru pemerintah dalam pengaturan perdagangan dan standar produk.

Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa perundingan perdagangan antara Indonesia dan Amerika Serikat telah menghasilkan kesepahaman yang saling menguntungkan dan dilandasi sikap saling menghormati.

Hal tersebut disampaikan Presiden Prabowo dalam keterangannya kepada wartawan di Washington DC, Amerika Serikat, Sabtu (22/02/2026).

Kebijakan tersebut menegaskan bahwa produk yang tidak dikategorikan sebagai halal tidak akan dikenai kewajiban tambahan berupa label ataupun sertifikat halal.

Artinya, pelaku usaha yang memproduksi atau mengimpor produk nonhalal tidak diwajibkan mengurus proses sertifikasi halal sebagaimana yang berlaku bagi produk halal. Ketentuan ini juga memperjelas pemisahan regulasi antara produk halal dan nonhalal dalam sistem perdagangan Indonesia.

Dengan demikian, kewajiban sertifikasi dan pelabelan halal hanya diterapkan pada produk yang memang dipasarkan atau diklaim sebagai produk halal.

Dalam kesepakatan tarif resiprokal atau Agreement on Reciprocal Trade (ART) antara Indonesia dan Amerika Serikat (AS), tertulis, “Dengan tujuan memfasilitasi ekspor Amerika Serikat atas kosmetik, perangkat medis, dan barang manufaktur lainnya yang saat ini mungkin diwajibkan memiliki sertifikasi halal, Indonesia akan membebaskan produk AS dari persyaratan sertifikasi halal dan pelabelan halal.

Indonesia juga akan mengizinkan setiap lembaga sertifikasi halal AS yang diakui oleh otoritas halal Indonesia untuk mensertifikasi produk apa pun sebagai halal untuk diimpor ke Indonesia tanpa persyaratan atau pembatasan tambahan.

Indonesia akan menyederhanakan proses pengakuan bagi lembaga sertifikasi halal AS oleh otoritas halal Indonesia serta  percepat persetujuan.

Indonesia juga akan membebaskan kontainer dan bahan lain yang digunakan untuk mengangkut barang manufaktur dari persyaratan sertifikasi dan pelabelan halal, kecuali untuk kontainer dan bahan lain yang digunakan untuk mengangkut makanan dan minuman, kosmetik, dan produk farmasi.

Malaysia Mencatat Kinerja Perdagangan Bersejarah pada Tahun 2025, Memperkuat Kemitraan Perdagangan Global, AS, dan Halal

this formate

KUAlA LUMPUR, bisniswisaata.co.id: Malaysia mencapai kinerja perdagangan bersejarah dan rekor tertinggi pada tahun 2025, dengan total perdagangan melampaui RM3 triliun (US$ 715,95 miliar), mewakili peningkatan 6,3% dibandingkan tahun sebelumnya. Ekspor naik 6,5% menjadi RM1,61 triliun (US$ 375,77 miliar), menandai tahun kelima berturut-turut ekspor Malaysia melampaui ambang batas RM1 triliun.

Kinerja yang kuat ini menghasilkan surplus perdagangan sebesar RM151,8 miliar (US$ 35,58 miliar), yang menggarisbawahi ketahanan dan daya saing eksportir Malaysia di pasar global seperti dilansir dari halaltimes.com

Perdagangan bilateral antara Malaysia dan Amerika Serikat juga mencatat pertumbuhan yang kuat untuk tahun kedua berturut-turut, meningkat 13,0% menjadi RM367,47 miliar (US$85,88 miliar) dan menyumbang 12,0% dari total perdagangan Malaysia.

Ekspor ke AS mencapai rekor tertinggi baru, meningkat 17,2% menjadi RM233,08 miliar (US$ 54,54 miliar), didorong oleh permintaan yang kuat untuk produk elektronik dan listrik (E&E), mesin, peralatan dan suku cadang, makanan olahan, dan produk logam.

Sementara itu, impor barang Malaysia ke AS meningkat 6,4% menjadi RM134,39 miliar (US$ 31,34 miliar), dipimpin oleh barang-barang E&A serta mesin dan peralatan transportasi.

Pada tahun 2025, sektor perdagangan halal Malaysia terus memainkan peran strategis dalam pertumbuhan ekspor negara, memperkuat posisi negara sebagai pusat halal global.

Didukung oleh sistem sertifikasi halal JAKIM yang diakui secara internasional, Malaysia tetap menjadi sumber terpercaya produk dan layanan bersertifikasi halal di berbagai segmen utama termasuk makanan olahan, bahan baku, kosmetik, farmasi, dan logistik yang sesuai dengan standar halal.

Meningkatnya permintaan global—terutama dari pasar negara maju yang mencari barang berkualitas tinggi, dapat dilacak, dan diproduksi secara etis—telah membuka banyak peluang kemitraan dalam segmen ekosistem perdagangan halal.

Produk halal Malaysia semakin diposisikan tidak hanya untuk konsumen Muslim tetapi juga untuk pasar yang lebih luas yang menghargai jaminan kualitas, keamanan pangan, dan keberlanjutan.

Untuk lebih memperkuat hubungan pengadaan dan perdagangan internasional, MATRADE akan menyelenggarakan Program Pengadaan Internasional MIHAS 2026 (INSP) bersamaan dengan Pameran Halal Internasional Malaysia (MIHAS) 2026.

MIHAS 2026 dijadwalkan berlangsung pada 23–26 September 2026 di Malaysia International Trade and Exhibition Centre (MITEC) di Kuala Lumpur, Malaysia, tempat utama untuk acara perdagangan global yang menarik pemangku kepentingan internasional dari seluruh ekosistem halal.

Program Pengadaan Internasional MIHAS 2026 akan mempertemukan pembeli internasional yang berkualitas dan eksportir Malaysia yang inovatif di berbagai sektor, termasuk makanan dan minuman halal, bahan baku, perawatan pribadi, farmasi, produk gaya hidup, dan layanan yang sesuai dengan standar halal.

Program ini dirancang untuk memfasilitasi sesi pencocokan bisnis yang terarah, pertemuan pengadaan strategis, dan pengembangan kemitraan untuk membuka peluang perdagangan baru dan hasil komersial yang berdampak tinggi bagi para peserta dalam ekonomi halal global.

MATRADE tetap berkomitmen untuk memberikan hasil nyata dan membina kemitraan yang kuat antara eksportir Malaysia dan bisnis AS untuk mendorong pertumbuhan berkelanjutan dalam hubungan bilateral, termasuk kolaborasi di sektor-sektor bernilai tinggi seperti manufaktur canggih, produk halal, dan industri berkelanjutan. (Hafiz M. Ahmed)

Bazaar Ramadan Geylang Serai Singapura 2026: Yang Perlu Anda Ketahui Sebelum Berkunjung

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Terletak di jantung Geylang Serai, bazaar Ramadan tahunan kembali hadir sebagai salah satu acara perayaan paling ikonik di Singapura.
Dianggap sebagai permata mahkota musim ini, Bazaar Ramadan Geylang Serai yang sangat dinantikan akan menampilkan ratusan kios.

Dilansir dari Tempo.co, Acara ini menawarkan berbagai macam barang, mulai dari kue tradisional dan makanan khas hingga busana meriah, karpet, dan pertunjukan cahaya yang memukau.

Meskipun sedikit lebih sederhana tahun ini, bazaar ini akan menampung 150 pedagang makanan dan minuman khusus, yang semuanya diharuskan bersertifikat halal, dimiliki oleh Muslim, atau disetujui oleh konsultan sertifikasi halal.

Dengan suasana yang meriah, latar warisan budaya, dan beragam penawaran, berikut adalah panduan singkat untuk Bazaar Ramadan Geylang Serai, yang tetap menjadi destinasi wajib kunjungan bagi penduduk lokal dan wisatawan yang ingin menikmati semangat meriah.

Dengan Bazaar Ramadan Geylang Serai Singapura 2026: Yang Perlu Anda Ketahui Sebelum Berkunjung suasana yang meriah, latar warisan budaya, dan beragam penawaran, berikut panduan singkat untuk Bazaar Ramadan Geylang Serai, yang tetap menjadi destinasi wajib kunjungan bagi penduduk lokal dan wisatawan yang ingin menikmati semangat meriah.

Kapan Bazaar Ramadan Geylang Serai Dimulai?
Berlangsung dari 14 Februari hingga 21 Maret 2026, Bazaar Ramadan Geylang Serai siap kembali menerangi Geylang Serai dengan energi meriah dan semangat komunitas selama berminggu-minggu.

Terbentang dari Pasar Geylang Serai dekat Wisma Geylang Serai hingga area di samping Kompleks Tanjong Katong, bazaar akan buka setiap hari dari pukul 10:00 hingga 23:59, menurut SassyMamaSG.

Pada malam menjelang Hari Raya, 21 Maret, perayaan akan berlanjut semalaman, dengan kios-kios tetap buka hingga pukul 4:00 pagi pada tanggal 22 Maret, memberikan pengunjung lebih banyak waktu untuk menyelesaikan persiapan Hari Raya di menit-menit terakhir.

Bagaimana Cara Menuju Bazaar Ramadan Geylang Serai? ;

Menuju Bazaar Ramadan Geylang Serai mudah dilakukan dengan transportasi umum, dengan stasiun terdekat adalah Stasiun MRT Paya Lebar. Setelah tiba, keluar menuju Paya Lebar Square, belok kiri, lalu belok lagi di Guardian sebelum berjalan ke arah OneKM dan Wisma Geylang Serai.

Tips untuk Mengunjungi Bazaar Ramadan Geylang Serai ;

*Datang lebih awal untuk menghindari panas dan keramaian. Kios-kios buka mulai pukul 10:00 pagi setiap hari, dan jumlah pengunjung biasanya mulai meningkat dari pukul 4:00 sore saat keluarga berkumpul sebelum makan malam.

*Kenakan pakaian ringan dan bersiaplah menghadapi cuaca. Cuaca di Singapura bisa sangat panas, jadi bawalah kipas angin portabel dan handuk kecil agar tetap nyaman. Dengan musim hujan yang sedang berlangsung, sebaiknya bawa juga payung, meskipun bazaar ini terlindungi sepenuhnya.

*Kenakan sepatu yang nyaman. Anda akan berjalan jauh saat menjelajahi deretan kios ritel dan makanan di Geylang Serai.

*Beristirahatlah jika perlu. Jika keramaian terasa berlebihan, ambillah minuman atau makanan penutup yang menyegarkan dan isi kembali energi Anda di meja dan bangku di sekitar Wisma Geylang Serai sebelum kembali menikmati kemeriahan.

Dengan warisan budaya yang kaya dan suasana meriah, Bazaar Ramadan Geylang Serai terus menjadi salah satu acara musiman yang paling dinantikan di Singapura.

Mari kita tingkatkan industri halal Filipina ke level yang lebih tinggi.

this formate

Oleh : Amenah F. Pangandaman

MANILA, bisniswisata.co.id: Industri halal seringkali diabaikan dan kurang dimanfaatkan, padahal saya sangat yakin industri ini dapat memberikan kontribusi besar bagi perekonomian jika kita menyadari potensi penuhnya.

Hal ini selalu menjadi advokasi yang dekat di hati saya. Selain fakta bahwa saya seorang Muslim dan karena itu, menyadari kebutuhan akan makanan halal, saya sangat ingin kembangkan industri ini untuk tingkatkan perekonomian, karena mengetahui nilai pasar halal dan potensi dampaknya terhadap pertumbuhan kita.

Bayangkan: Pasar halal global diproyeksikan tumbuh dari sekitar  US$2,4 triliun pada tahun 2024 menjadi US$4,5 triliun pada tahun 2030. Bahkan, ini adalah proyeksi yang sederhana karena World Halal Union memproyeksikan industri halal global akan mencapai US$$8 triliun, sementara sumber lain mengatakan bahkan mungkin mencapai US$$10 triliun pada tahun 2030.

Inilah mengapa saya benar-benar mendorong agar Filipina dikenal sebagai pusat ramah halal di kawasan Asia Pasifik. Dalam Program Belanja Nasional Tahun Anggaran 2026, kami mengalokasikan ₱74 juta untuk Program Pengembangan Industri Makanan Halal Departemen Pertanian. Kami juga menginvestasikan ₱103 juta untuk mendukung Program Pengembangan Industri Halal Filipina Departemen Perdagangan dan Industri,
peningkatan signifikan sebesar 47,1 persen dari alokasi ₱70 juta di bawah Undang-Undang Anggaran Umum Tahun Anggaran 2025.

Saya juga mengusulkan kepada Walikota Manila Isko Moreno pengembangan Kota Halal di Manila,
yang dibayangkan akan menjadi pusat halal dan budaya modern di Quiapo untuk mempromosikan harmoni budaya,
menciptakan lapangan kerja, dan meningkatkan pariwisata. Pengembangan ini akan berjalan bersamaan dengan restorasi Masjid Emas Quiapo.

Mengingat Quiapo dikenal sebagai bangunan Nasional Gereja Katolik Yesus Nazareno, keberadaan Kota Halal di sana juga akan melambangkan persatuan di tengah keragaman. Dari sudut pandang ekonomi, ini juga akan membuka peluang bagi usaha mikro, kecil, dan menengah.

Saya berharap program-program ini dapat terus berlanjut. Saya diingatkan akan hal ini ketika Komisi Nasional untuk Muslim Filipina mengakui upaya saya dalam mempromosikan industri halal pada Konferensi Keuangan Islam pada 3 Februari lalu.

Masya Allah, Alhamdulillah! Terima kasih kepada Sheikh Sabuddin N. Abdurahim dan NCMF atas pengakuan ini. Saya jamin bahwa bahkan sebagai Warga Negara Mina, saya akan terus mempromosikan industri halal.

Bagaimanapun, saya akan selalu menjadi putri yang berbakti dari Daerah Otonom Bangsamoro di Mindanao Muslim. Sebagai ketua ASEAN tahun ini, saya berharap ini juga dapat menjadi penekanan lain, terutama mengingat bahwa ASEAN sendiri diperkirakan memiliki lebih dari 250 juta konsumen halal pada tahun 2023.

Negara-negara Anggota ASEAN telah membangun pusat-pusat yang menyediakan infrastruktur, fasilitas, dan layanan untuk mendukung bisnis halal.

Di luar anggaran, mari kita terus berupaya memaksimalkan industri yang kurang terlayani ini. Mari kita terus membuat produk halal lebih mudah diakses dan industri halal Filipina lebih kompetitif!

Ini adalah kunci untuk meningkatkan Filipina dalam hal perdagangan dan pariwisata. Jika kita melakukannya dengan benar, saya
percaya kita dapat menjadi pusat halal sejati di Asia Tenggara, insya Allah!

Penulis adalah : Mantan Sekretaris Departemen Anggaran dan Manajemen.)

Hadiri Makkah Halal Forum, Babe Haikal Tegaskan Diplomasi BPJPH Perkuat Peran Indonesia di Ekosistem Halal Global

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Hadiri Makkah Halal Forum, Kepala BPJPH Ahmad Haikal Hasan atau Babe Haikal ungkapkan hasil kehadirannya di ajang internasional Makkah Halal Forum 2026 yang berlangsung pada 14-16 Februari 2026 di Makkah Chamber Exhibition and Events Center, kota Makkah, Arab Saudi.

Forum ini merupakan salah satu pertemuan strategis yang mempertemukan para pelaku industri halal global yang terdiri atas regulator, lembaga sertifikasi halal, pelaku usaha, pakar, akademisi, dan investor industri halal dari berbagai negara.

Babe Haikal  mengatakan bahwa momentum tersebut merupakan kesempatan strategis bagi BPJPH untuk melaksanakan diplomasi halal internasional, sebagai bagian dari upaya Indonesia dalam memperluas kerja sama jaminan produk halal internasional.

Termasuk, menjajaki peluang kolaborasi peningkatan kapasitas perdagangan produk halal, yang berimplikasi pada menguatkan posisi Indonesia dalam rantai pasok halal dunia, ujarnya seperti dilansir dari bpjph. halal go.id.

“Partisipasi BPJPH pada Makkah Halal Forum 2026 menjadi bagian dari strategi diplomasi halal internasional Indonesia, sekaligus mempertegas posisi Indonesia dalam pengembangan ekosistem halal global yang kredibel, transparan, dan berkelanjutan.” ungkap Kepala BPJPH Ahmad Haikal Hasan, atau akrab disapa Babe Haikal, di Jakarta Rabu (18/2/2026).

Lebih lanjut, Babe Haikal menegaskan, Indonesia memiliki potensi besar untuk menjadi pusat halal dunia, tidak hanya karena besarnya jumlah penduduk Muslim saja. Namun seiring penguatan sistem regulasi melalui implementasi Jaminan Produk Halal yang terintegrasi, semakin menguat pula ekosistem halal nasional yang berimplikasi pada peningkatan kapasitas industri halal nasional.

“Kita tidak hanya ingin menjadi pasar produk halal, tetapi juga menjadi produsen dan pusat referensi halal global,” lanjut Babe Haikal.

Pada forum internasional tersebut, Kepala BPJPH juga menandatangani Memorandum Saling Pengertian (MSP) antara BPJPH dengan Saudi Halal Center (SHC) di bawah naungan Saudi Food and Drug Authority (SFDA).

Penandatanganan yang disaksikan oleh Menteri Perdagangan Arab Saudi Majid bin Abdullah Al Qasabi tersebut menjadi langkah strategis bagi Indonesia untuk memperkuat peran Indonesia dalam kancah jaminan produk halal internasional, termasuk memperkuat peran Indonesia dalam harmonisasi standar halal.

Selain itu, juga dalam rangka penguatan kerja sama bilateral integrasi sistem, serta penguatan pengakuan kelembagaan kedua negara. Dia menambahkan, forum halal internasional yang digelar ketiga kalinya di Kota Suci Makkah ini tidak hanya menjadi ajang pertukaran ide, tetapi juga menjadi wadah bagi kolaborasi strategis yang sangat oenting bagi masa depan industri dan perdagangan halal dunia.

“Kerja sama halal ke depan tidak cukup misalnya hanya pada saling keberterimaan atau pengakuan sertifikat saja, tetapi harus mengarah pada integrasi sistem, harmonisasi standar, dan penguatan ekosistem halal bersama. Indonesia siap menjadi mitra utama dalam membangun tata kelola halal global yang saling terhubung, saling percaya, dan saling menguatkan,” tegas Babe Haikal.

Meraih Pengakuan BPOM, Laboratorium LPPOM MUI Mengkonfirmasi Kapasitasnya sebagai Laboratorium Berstandar Regulasi

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Pengakuan BPOM terhadap Laboratorium LPPOM MUI sebagai Laboratorium Eksternal Tingkat Kematangan 4 mengkonfirmasi kapasitasnya sebagai laboratorium berstandar regulasi yang dipercaya oleh negara. Pengakuan ini memperkuat perannya dalam sistem pengawasan nasional dan pengambilan keputusan regulasi.

Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-Obatan dan Kosmetika Majelis Ulama Indonesia atau disingkat LPPOM MUI merupakan lembaga independen di bawah MUI yang bertugas melakukan proses pemeriksaan kehalalan produk, mulai dari audit, sampai pembuatan laporan sebelum ditentukan status kehalalan produk tersebut oleh Komisi Fatwa.

Pengakuan Badan Pengawas Obat dan Makanan Nasional (BPOM) terhadap Laboratorium LPPOM MUI, sebagai Laboratorium Eksternal Tingkat Kematangan 4, menandai pencapaian tertinggi dalam kematangan sistem mutu laboratorium.

Hal ini mengkonfirmasi keandalan tata kelola laboratorium, integritas data, ketertelusuran pengujian, dan hasil pengujian, semuanya sesuai untuk pengambilan keputusan regulasi (berstandar regulasi).

Bagi BPOM, program pengakuan laboratorium eksternal ini merupakan tonggak penting dalam memperkuat sistem pengawasan nasional. Pengakuan resmi ini dicapai melalui penilaian ketat berdasarkan Pedoman Pengakuan Laboratorium Eksternal untuk Pengujian Obat dan Bahan Obat (Keputusan BPOM No. 424 Tahun 2025).

Keputusan yang mengadopsi prinsip ALCOA+ (Terperinci, Terbaca, Kontemporer, Asli, Akurat, Lengkap, Konsisten, Berkelanjutan, Tersedia) sesuai dengan WHO TRS 1033:2021 – Pedoman WHO tentang Integritas Data, Lampiran 4, dan WHO TRS 1052:2024 – Praktik Baik untuk Laboratorium Pengendalian Mutu Farmasi.

Status ini mewakili tingkat tertinggi dalam sistem manajemen mutu dan pengujian teknis sampel farmasi, khususnya untuk pengujian etilen glikol (EG) dan dietilen glikol (DEG) dalam sediaan cair oral.

Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Kepala BPOM RI, Prof. Dr. Taruna Ikrar, M.Biomed., Ph.D, kepada Direktur Utama LPPOM, Muti Arintawati, Januari 2026, di Lantai 8 Gedung Merah Putih, BPOM, Jakarta Pusat yang menunjukkan kepercayaan negara terhadap kapasitas ilmiah, teknik pengujian, dan sistem mutu Laboratorium LPPOM MUI.

Pengakuan Tingkat Kematangan 4 menunjukkan bahwa sistem manajemen laboratorium telah mencapai tingkat kematangan yang tinggi. Ini berarti bahwa semua proses—dari tata kelola dan prosedur operasional hingga pengendalian mutu dan keandalan hasil pengujian—telah berjalan stabil, terintegrasi, dan terdokumentasi dengan baik.

Dalam konteks pengawasan obat dan makanan, pencapaian ini merupakan elemen penting dalam membangun sistem perlindungan konsumen yang kuat dan berkelanjutan.

Direktur Utama LPPOM, Muti Arintawati, menekankan bahwa pencapaian ini bukan hanya sumber kebanggaan bagi lembaga tersebut, tetapi juga kepercayaan penting yang harus dijunjung tinggi. Pengakuan ini menunjukkan bahwa sistem yang telah dibangun LPPOM telah mencapai tingkat kematangan yang siap mendukung sistem supervisi nasional.

“Bagi LPPOM, penghargaan ini mewakili komitmen jangka panjang untuk menjaga integritas, profesionalisme, dan kualitas yang konsisten dalam setiap proses pengujian. Kepercayaan publik, menurutnya, hanya dapat dibangun melalui sistem yang kuat, data yang akurat, dan kepatuhan yang konsisten terhadap standar,” kata Muti Arintawati.

Pengakuan dari BPOM ini juga memperkuat posisi strategis Laboratorium MUI LPPOM dalam ekosistem pengujian nasional. Sebelumnya, laboratorium ini merupakan anggota Jaringan Laboratorium Kosmetik Indonesia (JLKI) 2025–2029, yang diprakarsai oleh BPOM. Jaringan ini menyediakan ruang kolaborasi antara pemerintah, industri, akademisi, dan berbagai laboratorium pengujian di seluruh Indonesia.

Dalam jaringan ini, Laboratorium MUI LPPOM menonjol sebagai elemen strategis, siap memberikan kontribusi signifikan terhadap pengembangan industri kosmetik nasional yang aman, halal, dan kredibel. Perannya meluas beyond pengujian hingga memperkuat kolaborasi lintas sektor dan membangun tata kelola kualitas industri yang lebih kuat.

Kontribusi Laboratorium MUI LPPOM juga terlihat dari keterlibatannya dalam Komite Teknis Kosmetik 71-07 Badan Standarisasi Nasional (BPB), yang merumuskan Standar Nasional Indonesia (SNI) untuk metode pengujian kosmetik.

Keterlibatan ini menunjukkan bahwa LPPOM tidak hanya menerapkan standar tetapi juga secara aktif membentuk standar nasional yang berfungsi sebagai referensi bagi industri dan regulator di seluruh Indonesia.

Dengan posisi ini, Laboratorium MUI LPPOM berfungsi tidak hanya sebagai unit pengujian teknis tetapi juga sebagai aktor strategis dalam pengembangan sistem mutu nasional. Peran ini menekankan posisi penting laboratorium dalam ekosistem industri, regulasi, dan perlindungan konsumen.

Ke depannya, Laboratorium LPPOM MUI berkomitmen untuk memperkuat kapasitas kelembagaan, kompetensi sumber daya manusia, dan inovasi layanan laboratorium guna mengatasi tantangan industri, regulasi, dan kebutuhan masyarakat.

Melalui pengakuan BPOM ini, LPPOM MUI menegaskan perannya sebagai bagian dari solusi nasional dalam membangun sistem jaminan produk yang aman, berkualitas tinggi, dan andal. (sumber halalmui.org)

Pusat Penelitian Studi Pertemuan Masa Depan Meluncurkan Proyek yang Berfokus pada Ekosistem

this formate

(Foto: Biro Konvensi Jerman GCB).

Pusat Penelitian Studi Pertemuan Masa Depan telah meluncurkan proyek pertamanya yang meneliti pemilihan destinasi dan tempat, mengintegrasikan perspektif penyelenggara dan pemasok untuk mengembangkan model pengambilan keputusan berbasis data untuk ekosistem acara bisnis.

FRANKFURT, bisniswisata.co.id: – Pusat Penelitian Studi Pertemuan Masa Depan (rcfms) yang baru didirikan telah mengumumkan proyek penelitian pertamanya, berjudul “DNA Ekosistem: Masa Depan Pemilihan Destinasi, Tempat & Penyedia Layanan”.

Pusat ini diprakarsai oleh Biro Konvensi Jerman GCB dan Institut Teknik Industri Fraunhofer IAO dan dibangun di atas jaringan inovasi “Ruang Pertemuan Masa Depan” yang diluncurkan pada tahun 2015.

Dilansir dari www.traveldailynews.com,
lebih dari 20 organisasi telah bergabung dengan rcfms sebagai Rekan Peneliti. Pusat ini mewakili tahap selanjutnya dalam pengembangan strategis kolaborasi jangka panjang antara GCB dan Fraunhofer IAO.

Proyek perdana ini meneliti proses pemilihan destinasi, tempat, dan penyedia layanan yang terus berkembang untuk acara bisnis. Efisiensi biaya, keberlanjutan, akses ke data yang andal, kualitas acara, dan keamanan semakin menjadi pusat pengambilan keputusan.

Seiring kompleksitas terus meningkat, penyelenggara membutuhkan kerangka kerja pengambilan keputusan yang objektif dan berbasis data.

“Pada saat yang sama, pemasok membutuhkan profil yang jelas dan berbeda untuk bersaing di pasar dan memberikan bukti yang kredibel dan transparan tentang nilai yang mereka tawarkan,” kata Matthias Schultze, Direktur Pelaksana GCB German Convention Bureau.

“Di sinilah riset rcfms baru kami berperan. Kami ingin memungkinkan semua pemangku kepentingan di sektor pertemuan dan konvensi Jerman untuk membuat keputusan berbasis bukti sambil memperkuat daya saing dan profil internasional mereka.”

Riset ini berfokus pada identifikasi faktor-faktor yang akan membentuk kriteria seleksi di masa depan dan menerjemahkannya ke dalam model pengambilan keputusan yang terstruktur. Area yang diteliti meliputi keberlanjutan, integrasi teknologi, penggunaan platform, dan pertimbangan nilai uang.

“Melalui penelitian kami, kami bertujuan untuk memetakan apa yang membuat destinasi, tempat, dan penyedia layanan menonjol sebagai pilihan yang menarik, dengan mempertimbangkan perspektif pemasok dan faktor-faktor yang memandu keputusan penyelenggara,” jelas Dr. Stefan Rief, Kepala Unit Penelitian Pengembangan Organisasi dan Desain Kerja di Fraunhofer IAO.

“Fokus kami adalah pada proses seleksi yang harmonis yang meningkatkan efisiensi, perbandingan, dan visibilitas pasar.”

Para peneliti akan memperoleh wawasan yang bertujuan untuk memperkuat posisi pasar. Pemasok akan menerima analisis berbasis bukti tentang prioritas penyelenggara, bersama dengan metrik evaluasi yang transparan dan dapat dibandingkan untuk mendukung keputusan penentuan posisi dan investasi.

Penyelenggara, pada gilirannya, akan dapat menerapkan proses pencarian dan pengadaan yang lebih terstruktur berdasarkan kriteria standar dan kerangka kerja yang diprioritaskan.

Delapan organisasi yang berpartisipasi telah memilih untuk bergabung dengan Jalur Penelitian Lanjutan untuk eksplorasi yang lebih mendalam. Tim GCB telah mengkonfirmasi bahwa organisasi tambahan mungkin masih dapat bergabung dengan inisiatif rcfms.

Dari Perubahan yang Bermakna Menuju Dampak yang Berkelanjutan: Peta Jalan MICE Thailand Menuju 2026

this formate

Tim Biro Konvensi dan Pameran Thailand  (TCEB).

BANGKOK, bisniswisata.co.id: Sektor MICE Thailand 2026 memasuki fase strategis yang berfokus pada ketahanan, keberlanjutan, dan dampak bernilai lebih tinggi, dengan TCEB memposisikan kembali pertemuan dan pameran sebagai penggerak ekonomi nasional.

Sektor Pertemuan, Insentif, Konferensi, dan Pameran (MICE) Thailand telah memasuki fase yang menentukan. Setelah melewati gangguan tahun-tahun pandemi, industri ini tidak lagi hanya berfokus pada pemulihan seperti dilansir dari www.traveldailynews.asia.

Penekanan telah bergeser ke arah ketahanan, penciptaan nilai, dan daya saing jangka panjang. Di pusat transisi ini adalah Biro Konvensi dan Pameran Thailand (TCEB), yang telah menghabiskan beberapa tahun terakhir untuk mengkalibrasi ulang strategi MICE Thailand.

Kini di bawah kepemimpinan Dr. Supawan Teerarat, Presiden TCEB dan timnya, pertanyaan untuk tahun 2026 bukan lagi apakah Thailand mampu menjadi tuan rumah acara kelas dunia, karena jelas mampu.

Tetapi seberapa efektif MICE dapat berfungsi sebagai penggerak ekonomi nasional di pasar global yang semakin kompetitif dan berorientasi pada keberlanjutan.

Penataan Ulang Strategis, Bukan Kembali ke Masa Lalu

Sektor MICE Thailand dulunya sangat bergantung pada skala: kongres besar, pameran massal, dan kelompok insentif yang tertarik oleh harga dan keramahan.

Meskipun kekuatan ini tetap ada, peta jalan TCEB saat ini mencerminkan pendekatan yang seimbang, yang memprioritaskan hasil, transfer pengetahuan, dan penyebaran regional.

Pola permintaan pasca-pandemi lebih menyukai waktu tunggu yang lebih singkat, format hibrida, dan pengalaman yang sangat terkurasi.

Sebagai tanggapan, Thailand telah memposisikan dirinya bukan hanya sebagai destinasi tuan rumah, tetapi sebagai platform untuk hasil bisnis, baik di bidang perawatan kesehatan, teknologi, keberlanjutan, atau industri kreatif.

Penyesuaian ulang ini selaras dengan tujuan nasional yang lebih luas, memastikan bahwa aktivitas MICE berkontribusi langsung pada diversifikasi ekonomi, inovasi, dan pengembangan keterampilan.

Transisi Kepemimpinan dan Kontinuitas Kelembagaan

Setelah berakhirnya masa jabatan Chiruit Isarangkun Na Ayuthaya dan periode kepemimpinannya yang ditandai dengan reformasi struktural, penyelarasan internasional, dan penekanan pada standar keberlanjutan dan yang terpenting sekarang adalah keberlanjutan.

Kerangka kerja kelembagaan TCEB, kemitraannya, kemampuan penawaran, dan keahlian manajemen destinasi, sudah cukup matang untuk membawa momentum ke depan.

Ini termasuk pelaksanaan kebijakan, koordinasi pemangku kepentingan, dan hasil yang terukur. Perubahan untuk pertumbuhan.

Infrastruktur sebagai Keunggulan Kompetitif

Keunggulan Thailand tidak hanya terletak pada budaya pelayanannya, tetapi juga pada kedalaman infrastrukturnya. Bangkok tetap menjadi pusat regional, didukung oleh ekosistem pusat konvensi, hotel, dan konektivitas transportasi yang matang.

Tempat-tempat unggulan seperti Queen Sirikit National Convention Center telah mengalami modernisasi ekstensif, memperkuat posisi Bangkok dalam lanskap penawaran global.

Sama pentingnya adalah perluasan aktivitas MICE di luar ibu kota. Kota-kota seperti Chiang Mai, Phuket, Pattaya, dan Khon Kaen semakin diposisikan sebagai tuan rumah khusus, menawarkan proposisi nilai yang berbeda yang selaras dengan kesehatan, budaya, olahraga, dan perdagangan regional.

Desentralisasi ini mendukung ekonomi lokal sekaligus meningkatkan daya tarik Thailand bagi penyelenggara yang mencari destinasi yang berbeda.

Peran Perhotelan dalam Kesuksesan MICE

Sektor perhotelan Thailand tetap menjadi landasan daya saing MICE-nya. Hotel-hotel yang diakui secara internasional, resor yang dibangun khusus, dan operator berpengalaman mendukung reputasi negara ini untuk keandalan dan keunggulan layanan.

Properti sebelumnya seperti Shangri-La Bangkok, Royal Cliff Group di Pattaya, dan Royal Garden Resort Group yang sekarang bernama Anantara, menggambarkan bagaimana resor terpadu telah lama mendukung konferensi, insentif, dan pameran.

Fasilitas yang dibangun khusus, termasuk Pattaya Exhibition and Convention Hall (PEACH) di Royal Cliff, bersama dengan pusat konvensi Bangkok (QSNCC, BITEC, IMPACT, CENTARA, DUSIT, dll.) adalah contoh awal pemahaman Thailand bahwa MICE membutuhkan infrastruktur khusus, bukan hanya ballroom hotel.

Keberlanjutan Beralih dari Konsep Menjadi Persyaratan

Keberlanjutan bukan lagi pembeda; itu adalah sebuah harapan. Kebijakan TCEB semakin mencerminkan realitas ini, dengan menanamkan tanggung jawab lingkungan dan sosial ke dalam kriteria penawaran, sertifikasi tempat, dan desain acara.

Dari pengukuran karbon hingga keterlibatan komunitas, peta jalan MICE Thailand mencerminkan standar global sambil tetap mempertahankan relevansi lokal.

Keselarasan ini sangat penting jika negara ini ingin tetap kompetitif melawan pesaing regional yang sedang berkembang yang berinvestasi besar-besaran dalam infrastruktur hijau dan kemampuan digital.

Dampak Ekonomi dan Jalan ke Depan

Pada tahun 2026, MICE diharapkan berkontribusi tidak hanya melalui jumlah delegasi tetapi juga melalui pengeluaran per kapita yang lebih tinggi, masa tinggal yang lebih lama, dan keterlibatan yang lebih dalam dengan industri dan akademisi Thailand.

Tujuannya adalah dampak daripada volume, sebuah pergeseran yang mencerminkan praktik terbaik global. Kekuatan Thailand terletak pada kemampuannya untuk menggabungkan efisiensi dengan keramahan, skala dengan kreativitas, dan kebijakan dengan kemitraan.

Dengan strategi yang jelas, lembaga – lembaga berpengalaman, dan basis perhotelan yang terbukti, negara ini berada pada posisi yang baik untuk memastikan bahwa sektor MICE-nya memberikan nilai berkelanjutan jauh melampaui tahun 2026.

AI Impact Summit 2026 Mendorong Pertumbuhan Teknologi dan Lonjakan Harga Hotel di Delhi

this formate

NEW DELHI, biniswisata.co.id: AI Impact Summit 2026 mengubah Delhi menjadi pusat teknologi global, menarik ribuan pemimpin internasional, inovator, dan pembuat kebijakan ke ibu kota.

Dilansir dari miceshowcase.com, seiring dengan meningkatnya perhatian global terhadap konferensi ini, profil Delhi sebagai destinasi terkemuka untuk inovasi teknologi dan acara bisnis semakin meningkat.

Namun, lonjakan permintaan juga menyebabkan kenaikan tajam tarif hotel, menciptakan tantangan baru bagi sektor pariwisata.

Selama periode puncak konferensi, dari 16–20 Februari 2026, suite hotel mewah di beberapa bagian Delhi dilaporkan mencapai harga hingga ₹30 lakh per malam.

Area-area utama seperti Aerocity, Vasant Kunj, dan Delhi Pusat telah mengalami lonjakan besar dalam biaya akomodasi, bahkan hotel kelas menengah pun menaikkan harga karena permintaan yang sangat tinggi.

Meskipun tren ini menguntungkan segmen perhotelan mewah, hal ini mempersulit perjalanan bagi pengunjung yang hemat biaya.

Terlepas dari tantangan jangka pendek, KTT ini diharapkan membawa manfaat jangka panjang bagi Delhi dan industri pariwisata India.

Dengan menarik para CEO, pembuat kebijakan, dan pemimpin teknologi global, acara ini memposisikan kota ini sebagai pusat utama kecerdasan buatan, inovasi, dan transformasi digital.

Acara ini juga berfungsi sebagai platform global untuk memamerkan ekosistem teknologi India yang berkembang pesat.

Acara berskala besar ini membutuhkan pengaturan keamanan yang ekstensif, serupa dengan yang terlihat selama KTT G20, yang mengakibatkan pembatasan lalu lintas dan gangguan sementara di beberapa bagian kota.

Langkah-langkah ini, meskipun diperlukan, dapat memengaruhi pergerakan wisatawan dan perjalanan lokal selama acara berlangsung.

Secara keseluruhan, AI Impact Summit 2026 menandai tonggak penting bagi Delhi, menyoroti peluang dan tantangan yang menyertai penyelenggaraan acara teknologi internasional besar.