Eksekusi Hotel Sultan Dinilai Dipaksakan, Ketua PN Jakpus dan PT DKI Diadukan ke Komisi Yudisial

this formate

Kuasa hukum PT Indobuildco, Hamdan Zoelva  ( tengah)

JAKARTA, bisniswisata.co.id; – Kuasa hukum Direktur Utama PT Indobuildco, Hamdan Zoelva melaporkan Ketua Pengadilan Negeri Jakarta Pusat dan Ketua Pengadilan Tinggi DKI Jakarta ke Komisi Yudisial. Berdasarkan surat pengaduan pada Kamis, terlapor adalah Husnul Khotimah selaku Ketua PN Jakarta Pusat dan Herri Swantoro yang merupakan Ketua PT DKI Jakarta.

Laporan ini terkait rencana pelaksanaan eksekusi Hotel Sultan yang dinilai dipaksakan meski perkara masih bergulir di tingkat banding.

Kuasa hukum PT Indobuildco, Hamdan Zoelva mengatakan, pihaknya merasa ada perlakuan berbeda di muka hukum oleh pengadilan terhadap Indobuildco dibandingkan dengan Kementerian Sekretariat Negara Republik Indonesia dan PPK GBK terkait pelaksanaan eksekusi putusan.

“Hari ini, kami mengajukan pengaduan kepada Komisi Yudisial mengenai Hotel Sultan. Yang diadukan adalah Ketua Pengadilan Negeri Jakarta Pusat dan Ketua Pengadilan Tinggi DKI Jakarta,” ujar Hamdan kepada wartawan usai membuat laporan di Gedung Komisi Yudisial.

Hamdan mengatakan sengketa terkait Hotel Sultan masih berproses di tingkat banding dan berpotensi berlanjut hingga kasasi. Namun, pengadilan disebut tetap memproses langkah eksekusi atas permintaan penggugat, yakni Kementerian Sekretariat Negara Republik Indonesia.

“Ini jelas menunjukkan perlakuan yang berbeda dimuka hukum,” tandas Hamdan.
Pihak Hamdan menilai bahwa jauh sebelum terbit Putusan Nomor 208/Pdt.G/2025
/PN.Jkt.Pst, telah ada Putusan Provisi Nomor 667/Pdt.G/2023/PN.Jkt.Pst tanggal 24 Januari 2024 yang amar putusannya memerintahkan Kemensetneg dan PPK GBK menghentikan seluruh aktivitas di Kawasan Hotel Sultan hingga adanya putusan berkekuatan hukum tetap.

Namun putusan provisi tersebut tidak dijalankan selama berbulan-bulan. Pengadilan Negeri Jakarta Pusat pada 29 Oktober 2024 bahkan menolak pelaksanaan putusan provisi tersebut.

Alasannya karena tidak diizinkan oleh Ketua Pengadilan Tinggi Jakarta, padahal putusan provisi yang bersifat eksekutorial menurut hukum wajib dilaksanakan terlebih dahulu berdasarkan Buku II Mahkamah Agung dan SEMA Nomor 3 Tahun 2000.

Sebaliknya, ketika pihak Kemensetneg dan PPK GBK mengajukan permohonan eksekusi atas putusan serta merta Nomor 208/Pdt.G/2025/PN.Jkt.Pst tanggal 28 November 2025, izin diberikan dengan cepat sehingga terbit Penetapan Eksekusi dan aanmaning pertama pada 26 Januari 2026, aanmaning kedua yang dijadwalkan 9 Februari 2026 serta penetapan jadwal konstatering/cek lokasi 16 Maret 2026.

“Ada putusan serta-merta atau putusan uitvoerbaar bij voorraad dari pengadilan yang sekarang ini sedang berproses, sedang kami mengajukan di tingkat banding, dan sedang dalam pemeriksaan di tingkat banding, dan terus tentu selanjutnya akan proses kasasi,” jelas Hamdan.

“Tetapi pengadilan negeri memaksakan atas permintaan dari penggugat yaitu Setneg, untuk melaksanakan eksekusi lebih dulu walaupun perkara ini sedang dalam perlawanan di tingkat banding dan kasasi,” lanjutnya.

Hamdan menilai langkah tersebut melanggar ketentuan dalam Surat Edaran Mahkamah Agung (SEMA) Nomor 4 Tahun 2001 yang mengatur syarat pelaksanaan putusan serta-merta.

Menurut Surat Edaran Mahkamah Agung nomor 4 tahun 2001, kata Hamdan, tegas sekali bahwa putusan serta-merta atau uitvoerbaar bij voorraad itu tidak boleh dilaksanakan.

Dia menjelaskan putusan seperti itu hanya dapat dijalankan jika pemohon eksekusi terlebih dahulu menyetor uang jaminan kepada pengadilan.

“Di sana ditegaskan hanya boleh dilaksanakan kalau pemohon eksekusi membayar uang jaminan. Uang jaminan dibayar ke mana? Tentu dibayar kepada pengadilan sebagai jaminan nanti kalau-kalau putusan pengadilan tinggi atau putusan kasasi beda dengan putusan pengadilan negeri,” jelasnya.

Selain soal prosedur, Hamdan juga menilai ada perlakuan yang tidak adil dalam perkara tersebut. Dia mencontohkan, sebelumnya pihak Indobuildco juga pernah memperoleh putusan serta-merta dari Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, tetapi pelaksanaannya ditolak oleh Pengadilan Tinggi.

Hamdan menegaskan laporan ke Komisi Yudisial diajukan karena pihaknya menilai ada pelanggaran prosedur serius dalam rencana pelaksanaan eksekusi tersebut.

“Ini ada pelanggaran prosedur yang sangat penting yang menyangkut fungsi peradilan. Tidak bisa pengadilan menyatakan ini masalah teknis yudisial, ini masalah pelanggaran yang harus juga menjadi perhatian Komisi Yudisial,” tegasnya.

Menunggu Jalan Tengah Solusi Kasus Hotel Sultan

this formate

Menunggu Jalan Tengah Solusi Kasus Hotel Sultan, Jakarta 

JAKARTA, bisniswisata.co.id: kasus Hotel Sultan Jakarta yang dikelola PT Indobuildco tak bisa mengabaikan sejarah pendirian dengan nama Hotel Hilton Internasional dan peran awalnya sebagai salah satu infrastruktur negara sampai dilema kebijakan publik yang menyita perhatian publik saat ini.

Tahun 1970 ketika negara mau mengakui
“jasa historis’ hotel itu terhadap pemerintah pusat ” maka ada beberapa hal yang patut diperhitungkan saat Hotel Internasional itu sebagai Infrastruktur Negara saat  infrastruktur pemerintah terbatas dan investasi asing belum stabil sehingga pola investasinya pemerintahan menyediakan lahan dan swasta membangun.

Maklum pada masa itu Indonesia sangat kekurangan hotel standar internasional.
Padahal Jakarta sering menjadi tuan rumah untuk tamu-tamu negara, pertemuan diplomatik, konferensi internasional, kegiatan regional ASEAN.

Pastinya hotel ini juga perintis bisnis Meeting Incentive, Confrence & Exhibition ( MICE ) dan sering menjadi tempat menginap para delegasi konferensi internasional seperti PATA, KTT Asia Afrika, KTT G7 hingga APEC.

Itulah sebabnya Hotel Hilton itu sebenarnya berfungsi seperti infrastruktur negara. Tanpa hotel kelas internasional, Indonesia akan sulit menjadi tuan rumah acara global. Jumlah kamar hotel saat jaman Hilton ada 1104 kamar dan apartement 265 unit dengan okupansi mencapai 80-90 %.

Pendiri PT Indobuildco telah menanam modal saat kondisi negara belum stabil, bantu negara membangun infrastruktur ekonomi. Jadi dari perspektif ini, negara kadang memberi insentif atau perpanjangan hak sebagai bentuk penghargaan terhadap kontribusi tersebut. Bukan melulu kewajiban hukum tetapi kebijakan ekonomi.

Kini, lebih dari setengah abad berlalu dengan sumber daya manusia ( SDM) yang ada maka perlakuan negara dengan perintah eksekusi pengosongan hotel hanya beberapa hari menjelang Lebaran 2026 jelas terlihat negara seperti kehilangan rasa keadilan sosial terutama pada nasib pekerja.

Apalagi Tim Kuasa Hukum PT Indobuildco mengumumkan adanya tindakan pelanggaran prosedur yang sangat penting menyangkut fungsi peradilan dalam upaya eksekusi yang dipaksakan oleh penguasa.

Disadari atau tidak hal ini ibarat menghancur-kan kepercayaan investasi di Indonesia di mata dunia. Padahal Investor internasional biasanya melihat tiga hal yaitu kepastian hukum, konsistensi kebijakan dan cara negara memperlakukan investor lama.

Jika konflik terlihat terlalu keras, sebagian investor bisa merasa ketidakpastian meningkat. Karena itu banyak pemerintah di dunia memilih solusi negosiasi yang elegan, bukan konfrontasi panjang.

Konflik seperti ini diselesaikan dengan jalan tengah yang elegan justru bisa menjadi model baru pengelolaan aset negara di Indonesia. Artinya kasus Hotel Sultan bisa berubah dari sengketa panjang menjadi contoh reformasi tata kelola tanah negara yang memberikan win-win solution

Faktanya memang ada kontribusi sejarah
hotel menjadi bagian dari pembangunan nasional. Kalau dilihat dari perspektif “Jasa Pembangunan” maka pengusaha yang membangun proyek besar pada masa awal pembangunan Indonesia ikut mengambil risiko besar.

Kawasan GBK sendiri dibangun untuk Asian Games 1962, sehingga fasilitas pendukung seperti hotel memang dibutuhkan dan dalam praktiknya selama puluhan tahun hotel itu ikut menopang berbagai kegiatan nasional maupun internasional.

Negara dalam hal ini bersikeras harus menjaga aset publik bahwa aturan hukum harus berlaku sama. Bukan hanya di Indonesia, banyak negara menghadapi dilema yang sama ketika kontrak lama dari era pembangunan awal berakhir.

Namun cara melihatnya lebih seimbang dan mencoba melihatnya dengan dua lapisan yaitu lapisan sejarah dengan mengakui kontribusi proyek terhadap pembangunan Indonesia. Baru kemudian lihat lapisan hukum modern yang tetap tegakkan aturan kepemilikan tanah negara sehingga dengan cara ini, sejarah tidak dihapus, tetapi status hukum tetap jelas.

Pendiri PT Indobuildco telah menanam modal saat kondisi negara belum stabil, bantu negara membangun infrastruktur ekonomi. Jadi dari perspektif ini, negara kadang memberi insentif atau perpanjangan hak sebagai bentuk penghargaan terhadap kontribusi tersebut. Bukan melulu kewajiban hukum tetapi kebijakan ekonomi.

Prinsip penghargaan terhadap kontribusi
pihak yang berjasa pada pembangunan tidak boleh diperlakukan seolah-olah tidak pernah berkontribusi. Karena itu dalam banyak negara solusi yang dipakai sering kompromi.

Misalnya perpanjangan kontrak dengan syarat baru, kerja sama pengelolaan baru atas kompensasi investasi yang sudah ada. Praktik di berbagai negara dalam kasus-kasus seperti ini memang banyak dalam proyek besar seperti pelabuhan, bandara, hotel negara, kawasan bisnis.

Negara sering menggunakan model public–private partnership. Ketika kontrak habis, biasanya ada tiga pilihan: kontrak perpanjang, pengelola ditunjuk dan aset kembali ke negara. Pilihan mana yang diambil sangat tergantung pada kebijakan politik dan ekonomi saat itu.

Mengapa kasus ini menjadi sensitif ? karena menyentuh tiga hal sekaligus: sejarah pembangunan, keadilan hukum dan persepsi publik tentang hubungan bisnis dan kekuasaan mengingat sejak 1970 an hingga sekarang hubungan itu tetap terjadi.

Solusinya tidak semata soal hukum tanah, tetapi juga soal rasa keadilan dalam masyarakat. Apakah model pembangunan Orde Baru—negara memberi tanah dan pengusaha membangun—masih relevan untuk Indonesia masa depan? Aturan baru seharusnya dibuat lebih transparan sehingga reformasi atau apapun yang ingin dikakukan negara tanpa harus memutus sejarah.

Jaman berubah dan konflik negara seperti ini sebaiknya diselesaikan dengan jalan tengah yang elegan dan justru bisa menjadi model baru pengelolaan aset negara di Indonesia. Artinya kasus Hotel Sultan bisa berubah dari sengketa panjang menjadi contoh reformasi tata kelola tanah negara.

Sekedar mengingatkan saja, Indonesia saat ini semakin terlihat di panggung dunia,
ekonomi terbesar di Asia Tenggara,negara Muslim terbesar, budaya termasuk bahasanya semakin populer. Momentum seperti ini biasanya membuat negara lebih berhati-hati dalam menangani konflik besar agar tidak mengganggu reputasi stabilitas

Tips dan Trik Persiapan Mudik Bersama Anabul agar Perjalanan Tetap Nyaman

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Mudik Lebaran tidak hanya menjadi momen perjalanan pulang kampung bagi banyak orang. Belakangan, semakin banyak pemilik hewan peliharaan yang memilih membawa anabul mereka ikut dalam perjalanan.

Tren ini sejalan dengan meningkatnya minat perjalanan pet-friendly, di mana pemilik ingin tetap bersama hewan kesayangannya saat bepergian jauh seperti di kutip dari hvhct.com

Perjalanan bersama hewan peliharaan mulai menjadi bagian dari gaya liburan baru. Sejumlah moda transportasi hingga akomodasi wisata bahkan mulai menyediakan fasilitas yang lebih ramah bagi hewan peliharaan.

Meski demikian, membawa anabul dalam perjalanan mudik tetap memerlukan persiapan khusus agar hewan peliharaan tetap aman dan tidak stres selama perjalanan.

Berikut beberapa tips dan trik yang bisa dilakukan sebelum mudik bersama anabul:

1. Pastikan kondisi kesehatan anabul
Sebelum berangkat, pastikan hewan peliharaan dalam kondisi sehat. Jika perlu, lakukan pemeriksaan ke dokter hewan untuk memastikan vaksinasi dan kondisi fisiknya siap untuk perjalanan jauh.

2. Gunakan carrier yang nyaman
Gunakan tas atau kandang khusus (carrier) yang cukup luas dan memiliki ventilasi baik. Carrier membantu anabul tetap aman selama perjalanan, terutama jika menggunakan mobil, kereta, atau pesawat.

3. Siapkan perlengkapan penting
Bawalah perlengkapan yang biasa digunakan anabul agar mereka merasa lebih familiar selama perjalanan, seperti makanan, air minum, alas tidur, litter box untuk kucing, hingga mainan favorit.

4. Beri waktu istirahat selama perjalanan
Jika melakukan perjalanan darat yang cukup lama, usahakan berhenti sejenak agar anabul bisa beristirahat. Hal ini penting untuk mengurangi stres selama perjalanan.

5. Biasakan anabul dengan carrier sebelum berangkat
Beberapa hewan bisa merasa cemas ketika dimasukkan ke dalam carrier. Karena itu, biasakan mereka berada di dalam carrier beberapa hari sebelum perjalanan agar lebih terbiasa.

Dengan persiapan yang matang, mudik bersama anabul bisa menjadi pengalaman perjalanan yang menyenangkan. Selain tetap bisa berkumpul dengan keluarga di kampung halaman, pemilik juga dapat menikmati perjalanan tanpa harus berpisah dengan hewan peliharaan kesayangan.

Rest Area dengan Pemandangan Indah, Tempat “Healing” Sejenak Saat Mudik

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Perjalanan mudik sering kali identik dengan kemacetan dan perjalanan panjang yang melelahkan. Karena itu, beristirahat sejenak menjadi hal penting agar perjalanan tetap aman dan nyaman.

Menariknya, sejumlah rest area di jalur tol kini tidak hanya berfungsi sebagai tempat berhenti, tetapi juga menawarkan pemandangan indah dan fasilitas yang membuat pemudik bisa sejenak “healing” sebelum melanjutkan perjalanan.

Beberapa rest area bahkan dirancang dengan area terbuka, spot foto, hingga pilihan kuliner yang beragam. Hal ini membuat rest area menjadi tempat singgah yang menyenangkan bagi pemudik yang ingin melepas penat setelah berjam-jam di perjalanan.

Salah satu rest area yang cukup populer adalah Rest Area KM 456 Salatiga di Tol Semarang–Solo. Rest area ini dikenal memiliki desain modern dengan area terbuka yang menghadap pemandangan pegunungan, sehingga kerap dijadikan tempat beristirahat sekaligus berfoto oleh para pemudik.

Di jalur Tol Jakarta–Cikampek, pemudik juga bisa singgah di Rest Area KM 57 Toll Jakarta–Cikampek yang menjadi salah satu titik istirahat favorit.

Rest area ini memiliki fasilitas yang lengkap mulai dari tempat makan, minimarket, hingga area istirahat yang cukup luas untuk melepas lelah.

Selain untuk beristirahat, rest area juga sering dimanfaatkan pemudik untuk menikmati kuliner lokal yang tersedia di berbagai gerai makanan. Dengan fasilitas yang semakin lengkap, rest area kini menjadi bagian dari pengalaman perjalanan mudik itu sendiri.

Agar perjalanan tetap nyaman, pemudik disarankan memanfaatkan rest area secara bijak, seperti beristirahat secukupnya, menjaga kebersihan, serta tidak berlama-lama saat kondisi rest area sedang padat. Dengan begitu, perjalanan mudik bisa terasa lebih aman sekaligus menyenangkan.

Gerai Okonomiyaki Pertama yang Ramah Muslim

this formate

Chiboyaki yang berisi daging sapi, udang, kerang, dan cumi-cumi adalah spesialisasi Chibo.

OSAKA, bisniswisata.co.id: Wisatawan Indonesia kerap melewatkan Libur Lebaran di Jepang dan bagi yang Muslim yang baru baru pertama kali datang, chiboyaki adalah menu yang paling direkomendasikan untuk Anda coba selama berada di Osaka.

Tepatnya di Dotonbori yang telah menjadi tempat populer yang ramai dikunjungi wisatawan asing, dipenuhi dengan jalan-jalan sempit yang dipenuhi berbagai macam toko suvenir, gedung teater, dan lain-lain.

Dotonbori, pusat keramaian di Osaka bagi Gerai Okonomiyaki pertama yang Ramah Muslim hingga wisatawan dan penikmat kehidupan malam yang dipenuhi dengan papan neon menjulang tinggi, klub, bar, dan restoran yang menyajikan hidangan khas lokal .

Datanglah ke sini untuk merasakan kehidupan malam Osaka yang seru dan tak terlupakan.
Daya tarik utama Dotonbori adalah “kuliner
Mulai dari takoyaki, yakisoba, yakiniku, ramen, sushi, dan sebagainya, hanya menyebut namanya saja sudah membuat kita lapar.

Hal ini membuat banyak orang mengantre untuk menikmati kuliner tersebut. Di antara kuliner populer tersebut, okonomiyaki yang dikenal sebagai salah satu makanan khas Osaka, kini tersedia dengan menu ramah Muslim di Osaka dan dengan cepat menjadi topik hangat!

Menu Ramah Muslim di Chibo

Chibo adalah gerai yang sudah lama berdiri dengan sejarah 45 tahun yang dikenal dengan okonomiyaki-nya yang lezat, dan telah memperluas jaringannya hingga 70 gerai di seluruh Jepang.

Selain ekspansi domestik, Chibo juga memiliki 10 gerai di luar negeri dan berencana untuk membuka beberapa gerai di negara-negara Islam tahun ini. Kini menu ramah Muslim tersedia di Chibo, menjadikannya gerai okonomiyaki ramah Muslim pertama dalam sejarah.

Bersamaan dengan pembukaannya, Chibo menyediakan teppan serba baru dan bumbu ramah Muslim/daging bersertifikat halal.
Kombinasi sempurna tanpa perlu khawatir terkontaminasi daging babi atau alkohol.

Chiboyaki isi daging sapi, udang, kerang, cumi-cumi adalah spesialisasi Chibo.
Jika Anda baru pertama kali mencoba, chiboyaki adalah menu yang paling direkomendasikan.

Selain chiboyaki, ada juga hidangan populer Muslim lainnya seperti yakisoba, teppanyaki, dan masih banyak lagi. Jika Anda ingin menikmati sebanyak mungkin makanan Jepang yang lezat dalam waktu perjalanan yang terbatas, Anda bisa mendapatkan semuanya di Dotonbori. Mudahkan ?.

Sapta Nirwandar: RI Perlu Terus Eksis di Muslim Travel Show ( MTS) London

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Kehadiran Indonesia melalui Indonesia Halal Lifestyle Center (IHLC) berpartisipasi dalam London Muslim Shopping Festival (LMSF) 2026 dan Muslim Travel Show (MTS) 2026 di ExCeL London, Inggris, merupakan langkah yang tepat untuk menjangkau pasar Eropa.

“Besarnya peluang pasar Muslim di kawasan Eropa yang terus berkembang, serta posisi strategis Indonesia sebagai destinasi dan pusat industri halal sehingga di momen itu kita tunjukkan mampu memenuhi kebutuhan wisata halal, produk halal, dan gaya hidup Muslim internasional membuat delegasi Indonesia,” kata Sapta Nirwandar, Ketua IHLC, kemarin.

Dalam kegiatan ini, IHLC berperan sebagai Official Partner Muslim Travel Show (MTS) 2026 serta membuka booth pada London Muslim Shopping Festival untuk promosikan produk halal dan pariwisata halal Indonesia.

Menurut dia, kegiatan ini turut mendapat dukungan dari Kementerian Ekonomi Kreatif     ( Kemenekraf) Republik Indonesia dengan target 17.000 pengunjung. Event ini menjadi
momentum strategis dalam memperkuat branding halal Indonesia di pasar Eropa dan mendorong daya saing jenama ekonomi kreatif nasional

“Hanya dua hari penyelenggaraan pada 7-8 Februari 2026, tapi kami puas atas tingginya minat pasar Eropa terhadap produk halal dan gaya hidup Muslim global terutama Indonesia,” tambahnya.

Selain mempromosikan pariwisata halal Indonesia dan 7 destinasi prioritas, peluang
membangun jejaring bisnis dan kolaborasi internasional menjadi penting terutama sebagai upaya strategis untuk memperkuat peran Indonesia dalam pengembangan pariwisata dan perdagangan halal di kancah global.

Indonesia Halal Lifestyle Center dengan dukungan Kementerian Ekonomi Kreatif, ParagonCorp, serta mitra strategis lainnya memfasilitasi keikutsertaan pelaku usaha nasional dalam mempromosikan produk dan jasa halal unggulan Indonesia.

Kegiatan ini diharapkan dapat mempertegas posisi Indonesia sebagai pusat referensi gaya hidup halal dunia, memperluas jejaring kolaborasi internasional, serta membuka peluang investasi baru yang berkelanjutan dalam ekosistem halal global, kata Sapta Nirwandar.

Indonesia menghadirkan booth dari ParagonCorp menawarkan produk kosmetika halal Indonesia dan produk-produk menghadirkan Kementerian Ekonomi Kreatif menampilkan Jenama Jenama binaannya seperti MYMD, TIZA, Kalisha, Rubysh, BigBoys Look Good dan Kain Halal
Indonesia.

“ Ke depan RI perlu memanfaatkan sesi Food Demonstration untuk memperkenalkan kuliner khas Nusantara sebagai bagian dari halal lifestyle. Aktivitas live cooking atau tasting session,” ungkap Sapta.

Tingginya antusias pengunjung pada kuliner
dapat menjadi sarana diplomasi budaya sekaligus promosi potensi ekspor produk makanan halal Indonesia, tambahnya.

Rekomendasi lainnya adalah dibutuhkan kehadiran tour operator Indonesia untuk
penguatan Promosi Pariwisata melalui Muslim Travel Show (MTS) dengan memasarkan paket inbound ke Indonesia, Hotel dan resort dan Perwakilan dari destinasi prioritas.

Gudang Bahan Baku Halal: Kunci untuk Mempertahankan Rantai Pasokan yang Terpercaya

this formate

Toko bahan makanan garda terdepan sertifikasi halal ( Foto: LPPOM/ Yana)

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Sebagai titik awal rantai pasokan halal, gudang bahan baku memainkan peran penting dalam memastikan kejelasan status halal dalam proses sertifikasi halal, kata Ade Suherman, S.Si, Auditor Halal di LPH LPPOM,

Dilansir dari halalmui.org, Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan dan Kosmetika MUI (LPPOM MUI) menekankan bahwa pengelolaan bahan baku yang tepat di tingkat gudang membentuk dasar ketertelusuran dan integritas halal, khususnya bagi UMKM yang bergantung pada bahan baku tersebut.

Dokumentasi yang tepat, pemisahan yang jelas, dan informasi yang transparan merupakan kunci untuk menjaga integritas halal, sekaligus memposisikan gudang bahan baku sebagai garda terdepan dalam memperkuat ekosistem halal dan kepercayaan konsumen.

Rantai pasokan halal di Indonesia masih menghadapi beberapa tantangan. Salah satunya adalah potensi kontaminasi bahan non-halal selama proses distribusi dan penyimpanan yang tidak dipisahkan secara ketat.

Praktik-praktik seperti pencampuran bahan baku di gudang, penggunaan peralatan transportasi yang sama tanpa prosedur pembersihan yang sesuai dengan standar, dan kurangnya pelabelan yang jelas dapat menimbulkan risiko ketidakpatuhan halal.

Toko bahan baku memegang peran strategis dalam ekosistem halal, terutama karena merupakan salah satu sumber utama bahan baku bagi pelaku UMKM (Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah) yang saat ini sedang mengajukan atau berencana untuk mengajukan sertifikasi halal.

Jika status halal bahan baku yang dibeli tidak dapat dilacak dengan jelas, proses sertifikasi untuk bisnis yang menggunakan bahan baku tersebut dapat tertunda. Oleh karena itu, pengelolaan toko bahan baku halal memerlukan perhatian khusus pada beberapa titik kontrol kritis.

Menurut dia, kemampuan operator bisnis toko bahan baku untuk mengidentifikasi dan mengelola bahan baku merupakan faktor kunci dalam menjaga integritas halal di seluruh rantai pasokan.

Pemisahan ketat bahan halal & non halal

Aspek pertama yang harus dipertimbangkan adalah kemampuan untuk mengklasifikasikan bahan atau produk ke dalam tiga kategori: bahan halal yang didukung oleh bukti kuat seperti sertifikat halal, pemisahan ketat antara produk halal dan non-halal yang dijual, dan penyelidikan lebih lanjut untuk bahan atau produk yang status halalnya masih belum jelas.

“Kemampuan pemilahan ini mengharuskan pelaku usaha untuk memahami sertifikat halal, komposisi bahan, dan dokumen pendukung. Dalam praktiknya, tantangan sering muncul karena banyak bahan dijual dalam bentuk kemasan ulang, kemasan kecil, atau bahkan tanpa identifikasi yang jelas, sehingga asal-usulnya sulit dilacak,” jelas Ade.

Selain itu, literasi halal di kalangan pelaku usaha, terutama UMKM, masih terbatas terkait pentingnya dokumen pendukung seperti sertifikat halal untuk bahan, spesifikasi teknis, dan dokumentasi ketertelusuran.

Bahkan, lembaga seperti Badan Penjaminan Produk Halal (BPJPH) menekankan bahwa sistem penjaminan halal harus dibangun secara komprehensif dari hulu hingga hilir.

Tantangan lain terletak pada konsistensi pemasok dalam memperbarui dokumen sertifikasi dan memberikan komposisi bahan yang transparan, khususnya untuk bahan impor atau bahan dengan nama teknis yang mungkin mengandung zat-zat kritis.

Tanpa pengawasan dan komitmen yang kuat di tingkat gudang bahan baku, risiko ketidakpatuhan dapat menunda proses sertifikasi halal untuk UMKM atau bahkan menyebabkan pencabutan status halal suatu produk.

“Para pelaku usaha, terutama di skala mikro, kecil, dan menengah, sering menghadapi kesulitan dalam meminta dokumen halal dari pemasok, memverifikasi keaslian label halal pada kemasan, dan melacak bahan yang telah diberi label ulang atau dikemas ulang, kata Ade.

Edukasi bagi pemasok dan gudang

Oleh karena itu, edukasi tentang pentingnya sertifikasi halal bagi pemasok dan gudang sangat penting untuk memastikan bahwa rantai pasokan tetap terjaga dengan baik.

Penguatan manajemen gudang bahan baku mencakup pemisahan area penyimpanan, pencatatan inventaris berbasis batch, verifikasi dokumen secara berkala, dan edukasi pelanggan.

Dengan tata kelola yang tepat, gudang bahan baku dapat berfungsi tidak hanya sebagai titik distribusi tetapi juga sebagai mitra strategis dalam menjaga integritas dan keberlanjutan ekosistem halal nasional.

Dia juga menekankan bahwa gudang bahan baku merupakan salah satu titik akses yang paling sering dilalui oleh UMKM yang menjalani sertifikasi halal. Jika bahan baku yang mereka beli tidak memiliki status halal yang jelas, proses audit dapat tertunda atau bahkan gagal.

Hal ini menunjukkan bahwa peningkatan kapasitas gudang bahan baku akan berdampak langsung pada percepatan sertifikasi halal bagi UMKM. Gudang bahan baku halal bukan hanya tempat transaksi, tetapi juga gerbang awal yang menentukan kualitas dan integritas halal produk hilir.

Dengan kemampuan identifikasi yang kuat, pemisahan yang jelas, dan komitmen terhadap ketelusuran bahan baku, gudang dapat secara aktif berkontribusi untuk memperkuat ekosistem halal dan membantu UMKM mendapatkan sertifikasi dengan lebih mudah.

Dalam hal ini, LPH LPPOM juga mendukung program pemerintah dengan membantu pelaku usaha di seluruh proses sertifikasi halal. Upaya ini bertujuan untuk memastikan ketersediaan produk halal bagi masyarakat sekaligus memberikan rasa aman dan nyaman bagi konsumen Muslim di Indonesia dan di seluruh dunia.

Komitmen ini tidak hanya tercermin melalui layanan inspeksi dan bantuan sertifikasi, tetapi juga melalui penguatan literasi halal secara berkelanjutan. Berbagai kegiatan pendidikan dan fasilitasi secara rutin dilakukan untuk membantu pelaku bisnis lebih memahami pentingnya SJPH (Sistem Jaminan Produk Halal) yang terstruktur dan terdokumentasi dengan baik.

Komitmen ini tidak hanya tercermin melalui layanan inspeksi dan bantuan sertifikasi, tetapi juga melalui penguatan literasi halal secara berkelanjutan.

Berbagai kegiatan pendidikan dan fasilitasi secara rutin dilakukan untuk membantu pelaku bisnis lebih memahami pentingnya SJPH (Sistem Jaminan Produk Halal) yang terstruktur dan terdokumentasi dengan baik.

BPJPH Sosialisasikan Wajib Halal kepada Perwakilan Perdagangan RI di 33 Negara

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) menyosialisasikan implementasi kebijakan wajib sertifikasi halal kepada perwakilan perdagangan Indonesia di 33 negara. Kegiatan yang dilaksanakan secara hybrid ini juga dihadiri oleh perwakilan Kementerian/ Lembaga terkait dan jajaran BPJPH.

“Kebijakan wajib halal akan mulai diberlakukan pada 18 Oktober 2026 dan tidak akan mengalami penundaan. Ini bagian dari perjalanan panjang pengembangan sistem jaminan produk halal di Indonesia yang telah berlangsung sejak di era Presiden Soeharto,” ujar Haikal Hasan, Kepala BPJPH

Sistem jaminan ini diperkuat di era-era kepemimpinan berikutnya. Termasuk, pada era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Presiden Joko Widodo, hingga pada masa Presiden Prabowo Subianto di mana BPJPH diperkuat secara kelembagaan dan sertifikasi halal diberlakukan secara mandatory.

Kepala BPJPH Ahmad Haikal Hasan juga menegaskan bahwa halal tidak hanya berkaitan dengan aspek keagamaan, tetapi juga menjadi bagian penting dari strategi ekonomi nasional dan perkembangan industri halal global, khususnya di sektor makanan dan minuman.

Penggunaan label halal pada produk bersertifikat halal dan keterangan tidak halal pada produk nonhalal berfungsi untuk melindungi konsumen produk secara adil dan memberikan kepastian bagi semua pihak sesuai pilihan masing-masing.

Deputi Bidang Kemitraan dan Standardisasi BPJPH, Abd Syakur menjelaskan perkembangan kerja sama internasional dalam sistem jaminan produk halal Indonesia. Indonesia telah menjalin Mutual Recognition Agreement (MRA) dengan lebih dari 114 lembaga halal luar negeri, serta didukung oleh jaringan Lembaga Pemeriksa Halal (LPH) di dalam negeri.

Kerja sama ini diharapkan dapat memperlancar proses sertifikasi halal produk impor sekaligus memperkuat pengakuan internasional terhadap sistem jaminan produk halal Indonesia.

Sekretaris Direktorat Jendral Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan Arief Wibisono menegaskan pentingnya peran perwakilan perdagangan Indonesia di luar negeri sebagai ujung tombak dalam mempromosikan produk halal Indonesia di pasar global.

Dia juga mengajak seluruh perwakilan perdagangan untuk berpartisipasi dalam Trade Expo Indonesia 2026 diselenggarakan pada Oktober 2026, sekaligus mendorong sosialisasi kebijakan halal Indonesia kepada para mitra dagang di negara penempatan masing-masing.

Dalam sesi pemaparan implementasi kewajiban sertifikasi halal, Direktur Standardisasi Halal BPJPH Heny Rusmiyati, menjelaskan implementasi kebijakan kewajiban sertifikasi halal yang dimulai pada 18 Oktober 202664. Kegiatan dilanjutkan dengan diskusi interaktif bersama para peserta, khususnya perwakilan perdagangan Indonesia di luar negeri.

Kegiatan sosialisasi ini juga memberikan ruang dialog antara BPJPH dan para perwakilan perdagangan Indonesia di luar negeri. Dalam sesi tanya jawab, para peserta menyampaikan berbagai pertanyaan terkait implementasi kebijakan wajib halal, khususnya dalam konteks perdagangan internasional dan arus masuk produk dari luar negeri ke Indonesia.

Melalui kegiatan ini diharapkan para perwakilan perdagangan Indonesia di luar negeri dapat memahami secara komprehensif kebijakan wajib sertifikasi halal. Pemahaman tersebut diharapkan dapat memperkuat peran perwakilan perdagangan dalam sosialisasikan kebijakan halal Indonesia kepada mitra internasional, sekaligus mendukung upaya menjadikan Indonesia sebagai pusat halal dunia.

Mall dan Restoran di Hong Kong Buka Lebih Panjang Selama Ramadhan, Mengakomodasi  Kebutuhan Turis Muslim.

this formate

Sebagai destinasi ramah muslim, Hong Kong menyiapkan sejumlah inisiatif untuk mendukung kebutuhan turis muslim yang melancong selama Ramadhan.

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Diawali dengan penghargaan dari Global Muslim Travel Index (GMTI) 2025, Hong Kong menempati peringkat ke-3 (tiga) sebagai destinasi ramah Muslim terbaik di antara negara-negara non-OIC (Organisasi Kerja Sama Islam).

Hong Kong yang dinobatkan sebagai The Most Promising Muslim-Friendly Destination pada 2025 di Halal in Travel Awards 2025 oleh CrescentRating langsung tancap gas. Para pemangku kepentingan pariwisata Hong Kong langsung secara aktif meningkatkan kapasitas pelayanan dengan melakukan berbagai pelatihan untuk melayani wisatawan Muslim lebih baik ke depannya.

Hasilnya, tahun ini semakin banyak Mall dan Restoran di Hong Kong yang buka lebih panjang selama Ramadhan guna memenuhi kebutuhan turis Muslim. Tak tanggung – tanggung, ada 195 – 200 an  usaha F & B yang kini memiliki sertifikat halal sehingga wisatawan Muslim merasa aman.

Bicara wisata halal, yang dihalalkan bukanlah destinasi atau tempat tujuan wisatanya, melainkan pelayanannya. Termasuk di dalamnya hotel syariah, restoran syariah dan spa pun harus syariah

Halal tourism jangan berdasarkan zonasi, yang perlu kita perkuat bukan zonasi halal, tapi barang dan jasa yang didorong agar sesuai dengan aturan syariat islam untuk wisata halal, yang penting sertifikasi halal restoran, hotel dan lainnya.

“Apa yang dilakukan HKTB untuk naik kelas sebagai negara Muslim Friendly sudah tepat, menawarkan fasilitas ibadah, meningkatkan sektor food & beverage ( F&B) bersertifkat halal.” ungkap Hilda Ansariah Sabri, Penyelia Halal independen, kemarin.

Pariwisata itu servis, jangan hanya daerah tertentu yang dikembangkan untuk wisata halal. Tapi yang harus kita tingkatkan dan kembangkan justru servis-nya yang sesuai dengan aturan syariah islam dalam industri wisata halal.

Menurut dia, selama ini Jepang jadi destinasi viral turis Indonesia untuk liburan. Tapi , dengan kemudahan dan beragam penawaran ke depan Hong Kong kembali bisa menjadi destinasi favorit bagi wisatawan Indonesia.

Konsep Halal, ujarnya, tidak berarti akan mengubah objek wisata menjadi tempat religi, melainkan lebih kepada memberikan kenyamanan bagi umat Muslim untuk tetap dapat menjalankan ibadah pada saat berlibur. Fasilitas tersebut memastikan wisatawan Muslim dapat dengan nyaman melaksanakan shalat sambil menjelajahi kota.

“Hong Kong terus berkomitmen menghadirkan pengalaman perjalanan yang inklusif bagi semua wisatawan. Dengan semakin berkembangnya fasilitas ramah Muslim, kami ingin memastikan wisatawan Indonesia dapat berlibur dengan nyaman, termasuk dalam menjalankan kebutuhan ibadah dan kuliner halal,” kata CJ Liew, Regional Director of Southeast Asia HKTB yang berkantor di Singapura.

Untuk mendukung kebutuhan ibadah umat Muslim, Hong Kong memiliki beberapa masjid bersejarah, termasuk Kowloon Mosque and Islamic Centre, masjid terbesar di Hong Kong yang ikonik dan terletak di pusat kota.

Terdapat juga fasilitas area shalat yang tersedia di beberapa titik transportasi utama, seperti Bandara Internasional Hong Kong dan beberapa pusat perbelanjaan dan tempat wisata.

Dari sisi akomodasi hotel, AKI Hong Kong–MGallery telah mendapatkan akreditasi 3-CrescentRating, yang berarti hotel tersebut menyediakan layanan penting bagi wisatawan Muslim.

Begitu juga soal pilihan makanan halal yang teridentifikasi dengan jelas atau akses halal terdekat, informasi mengenai fasilitas shalat, penunjuk arah kiblat di kamar, serta lingkungan yang secara keseluruhan mempertimbangkan kebutuhan para wisatawan Muslim.

Upaya ini diapresiasi secara global karena memastikan kenyamanan wisatawan, memberikan pelayanan dengan rasa hormat, dan tentunya meningkatkan pemahaman akan lintas budaya

Sebagai destinasi ramah muslim di Asia, Hong Kong meluncurkan sejumlah inisiatif untuk mengakomodir kebutuhan turis muslim yang berdatangan ke kota tersebut, khususnya selama Ramadhan.

Salah satunya dengan memperpanjang jam operasional restoran dan mall di Hong Kong agar wisatawan bisa menikmati waktu tanpa terburu-buru.

Hampir 200 tempat makan di berbagai sudut kota Hong Kong sudah bersertifikat halal yang diawasi oleh the Incorporated Trustees of the Islamic Community Fund of Hong Kong, badan resmi yang mewakili dan mengelola kepentingan komunitas Muslim di Hong Kong.

Keberadaan restoran halal akan semakin memudahkan turis muslim untuk berbuka puasa. Salah satunya adalah Chinesology yang berlokasi di IFC Mall, Central yang menjadi salah satu restoran fine dining Tiongkok ramah halal pertama di Hong Kong.

Menu yang disajikan memberikan interpretasi modern pada hidangan klasik daerah, termasuk ayam kampung yang diasap dengan daun teh batu Wuyi, berbagai pilihan dimsum, dan ‘kotak perhiasan’ rahasia untuk melengkapi hidangan.

Ingin menikmati hidangan khas Kanton halal dengan harga lebih terjangkau, jangan lewatkan Kantin Islamic Center yang berlokasi di Masjid Ammar. Tempatnya sederhana dan menyajikan keranjang dimsum halal yang mengepul, termasuk siu mai, har gow, pangsit, pangsit udang goreng, dan banyak lagi.

Upaya memperkuat diri sebagai destinasi Muslim Friendly, telah diterbitkan buku panduan berjudul Jelajah Hong Kong berbahasa Indonesia . Wisatawan RI bahkan tinggal copy paste perjalanan lima hari di Hong Kong aktivitas pagi hari, siang, sore dan malam hari mengunjungi apa saja.

Dengan demikian wisatawan Indonesia dapat mengexplore secara mandiri atau gunakan lima jasa travel agent di Indonesia yang sudah bekerja sama dengan HKTB terutama paket Jelajah liburan multi-destinasi di Greater Bay Area.

“Nyepi 2026”: 231 Penerbangan Domestik dan 209 Penerbangan Internasional tidak Beroperasi

“Nyepi 2026”: 231 Penerbangan Domestik dan 209 Penerbangan Internasional tidak Beroperasi

this formate

MANGUPURA, bisniswisata.co.id: Operasional penerbangan di Bandara Internasional I Gusti  Ngurah Rai, Bali dihentikan sementara mulai Kamis, 19 Maret pukul 06.00 WITA hingga Jumat, 20 Maret pukul 06.00 WITA. Penghentikan sementara operasional penerbangan dan kebandarudaraan selama 24 jam dalam rangka pelaksanaan Hari Raya Nyepi Tahun Caka 1948.

“Sesuai dengan Notice to Airmen (NOTAM) nomor A0096 yang diterbitkan oleh Perum LPPNPI/AirNav Indonesia, seluruh aktivitas penerbangan komersial reguler di bandara akan dihentikan mulai Kamis, 19 Maret 2026 pukul 06.00 WITA hingga Jumat, 20 Maret 2026 pukul 06.00 WITA. Selama periode tersebut tidak akan ada penerbangan reguler yang berangkat maupun mendarat di Bandara I Gusti Ngurah Rai,” menurut General Manager PT Angkasa Pura Indonesia (InJourney Airports) Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Nugroho Jati, dalam rilisnya.

Penghentian operasional, telah dikoordinasikan dengan seluruh pemangku kepentingan penerbangan —maskapai penerbangan, AirNav Indonesia, Kantor Otoritas Bandara Wilayah IV, serta instansi terkait lain— guna memastikan kelancaran operasional sebelum dan sesudah periode Nyepi. Penyesuaian jadwal penerbangan juga telah diinformasikan oleh masing-masing maskapai kepada para penumpang.

Meskipun operasional penerbangan dihentikan, sejumlah personel bandara tetap bersiaga untuk mendukung kebutuhan operasional penerbangan yang bersifat darurat, seperti penerbangan medis (medical evacuation) atau penerbangan yang bersifat khusus apabila diperlukan dan telah mendapatkan persetujuan dari otoritas terkait.

19 Pesawat RON

Selama periode tersebut, tercatat sebanyak 440 jadwal penerbangan komersial reguler tidak beroperasi, dengan rincian 231 penerbangan rute domestik dan 209 rute internasional. Sebanyak 19 pesawat mengajukan ijin melakukan remain over-night (RON) di Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali.

Sesuai jadwal, penerbangan keberangkatan terakhir sebelum penghentian operasional adalah pada Rabu (18/3) pukul 23.10 WITA untuk rute domestik, dan Kamis (19/3) pukul 01.30 WITA untuk rute internasional. Untuk penerbangan kedatangan terakhir adalah pada pukul Rabu (18/3) pukul 23.05 WITA untuk rute domestik, dan pada Kamis (19/3) pukul 00.30 WITA untuk rute internasional.

Sedangkan untuk penerbangan keberangkatan pertama setelah pembukaan kembali operasional dijadwalkan pada Jumat (20/3) pukul 07.00 WITA untuk rute domestik dan pukul 08.15 WITA untuk rute internasional. Sementara itu, untuk penerbangan kedatangan pertama adalah pada pukul 08.20 WITA untuk rute domestik, dan pada pukul 07.05 WITA untuk rute internasional.

Layani 24,1 Juta Penumpang Tahun 2025

Perlu diketahui, di tahun 2025, bandara I Gusti Ngurah Rai melayani 24.125.161 penumpang, sebanyak 15.177.283 pelaku perjalanan internasional (sekitar 63 persen), sementara 8.947.878 penumpang berasal dari penerbangan domestik (37 persen), mencerminkan kuatnya peran bandara sebagai gerbang utama pariwisata nasional sekaligus konektivitas internasional.

Rerata  pergerakan penumpang di Bandara I Gusti Ngurah Rai, 2 juta penumpang per bulan, setara dengan 66.000 pergerakan penumpang per hari, baik untuk kedatangan maupun keberangkatan. Berdasarkan sebaran rute, Cengkareng menjadi tujuan dengan jumlah penumpang tertinggi, yakni 4,23 juta penumpang, disusul Singapura sebanyak 2,69 juta, Kuala Lumpur 1,76 juta, Surabaya 1,31 juta, dan Melbourne 1,15 juta penumpang.

Dilihat dari distribusi pergerakan penumpang, puncak trafik di tahun 2025 terjadi pada bulan Juli dengan total mencapai 2,3 juta penumpang atau rata-rata 76.005 pergerakan penumpang per hari. Pada periode yang sama (Juli 2025), jumlah kedatangan penumpang juga mencatatkan angka tertinggi, yakni 1.181.942 penumpang, yang terdiri atas 741.213 penumpang internasional (63 persen) dan 440.729 penumpang domestik (37 persen). Tingginya trafik pada bulan Juli sejalan dengan periode musim puncak libur musim panas dan libur sekolah, yang mendorong peningkatan mobilitas wisatawan dan masyarakat menuju Bali.

Seiring dengan tingginya pergerakan penumpang, trafik pesawat di Bandara I Gusti Ngurah Rai sepanjang 2025 tercatat mencapai 143.312 pergerakan. Jumlah tersebut terdiri atas 78.222 penerbangan internasional atau 55 persen, serta 65.090 penerbangan domestik atau 45 persen.

Di tahun 2025 lalu tercatat ada 13 aktivasi rute internasional baru, di antaranya merupakan rute perdana seperti Newcastle (Australia), Cheongju (Korea Selatan), Saigon (Vietnam), dan Sichuan (China). Berdasarkan data dari Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Ngurah Rai pada periode Januari – Desember 2025, tercatat 7,1 juta warga nergara asing (WNA) datang ke Bali melalui Bandara I Gusti Ngurah Rai. Penumpang pemegang passpor Australia masih menempati urutan pertama yaitu 1,67 juta orang atau 23 persen dari total kedatangan WNA, di posisi kedua India mendekati 584 ribu orang, dan ketiga WNA asal Republik Rakyat Cina, sebanyak 560 ribu orang.

Berbanding lurus dengan trafik penumpang dan pesawat, proporsi layanan kargo tahun 2025 juga dominasi kargo internasional, yakni 78,5 ribu ton (72 persen) dan sekitar 30 ribu ton kargo domestik, sehingga total produksi cargo mencapai 108 ribu ton setahun. ***