Sektor Pariwisata Selandia Baru Sumbang sekitar US$ 27,7 Miliar ke Perekonomian dalam Setahun

this formate

Wpemandangan alam New Zealand ( foto: traveloka blog)

WELLINGTON, NZ, bisniswisata.co.id: Sektor pariwisata Selandia Baru menyumbang rekor 46,6 miliar dolar Selandia Baru (27,69 miliar dolar AS) ke perekonomian pada tahun hingga Maret 2025, naik 3,3 persen dari tahun sebelumnya, menurut laporan Stats NZ pada hari Selasa.

Pengeluaran wisatawan mancanegara naik 7 persen menjadi 18,1 miliar dolar Selandia Baru (10,75 miliar dolar AS) selama periode tersebut, sementara kedatangan wisatawan melonjak 4,3 persen menjadi lebih dari 3,32 juta, kata departemen statistik seperti dilansir dari xinhua

“Pariwisata menyumbang 7,7 persen dari PDB, dan terus menjadi ekspor tertinggi kedua kami,” kata Menteri Pariwisata dan Perhotelan Louise Upston.

Pariwisata kini mendukung 327.888 pekerjaan, atau sekitar satu dari sembilan pekerja di Selandia Baru, yang mencakup akomodasi, makanan dan minuman, serta layanan transportasi.

Hal ini menurut laporan satelit pariwisata Stats NZ, yang memberikan gambaran umum tentang peran pariwisata dalam perekonomian Selandia Baru dalam hal pengeluaran dan lapangan kerja.

“Peningkatan pengeluaran pengunjung mengalir langsung ke wilayah kami, mendukung lapangan kerja lokal, dan menciptakan peluang bagi masyarakat dan bisnis di seluruh negeri,” kata Upston.

Sekolah Nicholas, LSM konservasi Pelajari Reintroduksi Badak di Seluruh Afrika

this formate

Blue Devils mempertahankan sepasang tanduk baru — tanduk badak putih selatan.
(Foto oleh Crystal Han)

DURHAM, AS, bisniswisata.co.id: Dalam kolaborasi baru dengan organisasi nirlaba African Parks, Sekolah Lingkungan Nicholas Duke akan mengumpulkan data tentang reintroduksi 2.000 badak hasil penangkaran di seluruh benua.

Proyek relokasi “Rhino Rewild” dari organisasi nonpemerintah ini dimulai pada tahun 2024 dan tujuan untuk merelokasi 300 badak setiap tahunnya ke kawasan lindung di seluruh benua, seperti Taman Nasional Garamba di Republik Demokratik Kongo.

Dilansir dari the chronicle, seorang donatur yang tidak disebutkan namanya memberikan sumbangan sebesar US$2 juta untuk mendukung upaya ini, dengan dana dibagi rata antara Duke dan African Parks.

Kembalinya badak-badak tersebut ke habitat asalnya memulihkan padang rumput, lubang air, dan jaring makanan yang sebelumnya terganggu oleh perburuan liar.

Menurut Lori Bennear, dekan Stanback dari Nicholas School, rewilding tidak selalu berhasil, tetapi Nicholas School tetap berupaya untuk belajar dari semua hasil.

“Mengapa upaya-upaya ini sering gagal? Kapan upaya-upaya ini berhasil? Dan apa yang dapat kita pelajari dari itu?” kata Bennear.

Anggota dewan African Parks, Matt Bostock, Trinity ‘91, mempertemukan Universitas dan African Parks.

“Ia tertarik untuk menjalin hubungan antara African Parks dan Duke, lebih luas dari sekadar dengan anggota fakultas individu [tetapi] dengan universitas itu sendiri,” kata Bennear.

Bostock bergabung dengan dewan African Parks pada Oktober 2025, membantu mengarahkan organisasi yang mengawasi 20 juta hektar cagar alam di 24 taman dan 13 negara. Menurut Bennear, setiap taman “berskala seperti taman nasional pada umumnya, tetapi… dimiliki secara pribadi.”

Sebelum African Parks, Bostock mendirikan Lake 5 Media, sebuah perusahaan perangkat lunak analitik media. Ia juga pernah menjabat di dewan Panthera, sebuah LSM untuk konservasi kucing liar; Orianne Society, sebuah LSM untuk konservasi reptil dan amfibi; dan Greenwich Land Trust, sebuah organisasi perlindungan ruang terbuka.

Bennear menambahkan bahwa proyek Rhino Rewild adalah studi kasus ideal bagi mereka yang tertarik pada rewilding karena memungkinkan keterlibatan baik sebelum maupun sesudah badak diperkenalkan kembali.

Mahasiswa Duke juga dapat terlibat dalam proyek ini, meskipun peluang spesifik belum difinalisasi. Pilihannya bisa termasuk program Bass Connections atau kursus musim panas di Afrika, tambah Bennear.

Dalam kedua kasus tersebut, mahasiswa Duke akan bekerja bersama dengan mahasiswa lokal untuk melakukan penelitian dan mendukung lembaga pendidikan tinggi lokal.

“Sangat penting bagi African Parks dan Duke bahwa kita membangun kapasitas lokal, jadi mereka bermitra dengan universitas lokal,” kata Bennear.

Teknologi yang digunakan untuk memantau populasi badak di Afrika juga dapat diterapkan pada habitat Duke sendiri di North Carolina.

Para peneliti dapat menggunakan teknik penginderaan jauh drone dan citra satelit yang sama untuk membangun hubungan antara penanda lingkungan dan hasil tertentu, membantu upaya rewilding seperti pengenalan kembali serigala merah ke North Carolina bagian timur.

Bennear mencatat bahwa kemitraan African Parks dapat menghasilkan beberapa kemajuan teknologi yang “sangat menarik” untuk upaya ekologis serupa lainnya.

Untuk saat ini, proyek ini terutama berpusat pada badak, tetapi Nicholas School pada akhirnya berencana untuk mempelajari dampak ekologis dari manusia di wilayah tersebut juga.

“Kami berharap dapat membawa ilmuwan sosial dari Nicholas dan Sanford pada iterasi selanjutnya untuk juga memikirkan dampak pada komunitas manusia yang berada di sekitar area taman tersebut,” kata Bennear.

Kota Kaysone Phomvihane Dinobatkan sebagai Salah Satu Penerima Penghargaan Kota Wisata Bersih ASEAN 2026-2028

this formate

VIENTIANE, bisniswisata.co.id; Kota Kaysone Phomvihane telah meraih tempat di antara destinasi wisata terbaik Laos, menjadi salah satu dari empat kota di Laos yang menerima Penghargaan Kota Wisata Bersih ASEAN 2026-2028.

Pengumuman tersebut berlangsung pada awal Januari di Cebu, Filipina, bersama dengan pemenang lainnya dari Laos, yaitu Kota Luang Prabang, distrik Viengxay di Houaphanh, dan Kota Pakse di Champasak.

Penghargaan ini mengakui keunggulan kota tersebut di beberapa kriteria utama, termasuk pembuangan sampah yang efektif dan standar kebersihan.

Inisiatif yang dipimpin masyarakat untuk kebersihan dan pelestarian, ruang hijau yang terawat dengan baik, infrastruktur pariwisata yang kuat, jadi lingkungan yang damai dan sehat bagi pengunjung.

Sebagai ibu kota Savannakhet, provinsi terbesar di Laos, kota ini memegang posisi strategis sebagai pusat transit regional, menghubungkan wisatawan antara Thailand dan Vietnam, dan memfasilitasi perjalanan ke selatan dari Vientiane.

Awalnya bernama Khanthabouly, kota ini berganti nama pada tahun 2005 untuk menghormati Kaysone Phomvihane, Perdana Menteri pertama dan pemimpin revolusioner negara itu, dan pada tahun 2018, secara resmi memperoleh status kota, bergabung dengan Luang Prabang dan Pakse dalam hal ini.

Savannakhet memegang posisi strategis sebagai pusat transit regional, menghubungkan para pelancong antara Thailand dan Vietnam serta mereka yang menuju dari Vientiane ke selatan.

Penghargaan Kota Wisata Bersih ASEAN secara luas dianggap sebagai tolok ukur penting untuk meningkatkan standar layanan di seluruh Laos, memperkuat upaya pemasaran internasional dan memberikan kepercayaan yang lebih besar kepada para pelancong terhadap kualitas, keamanan, dan kebersihan kunjungan mereka.

DOT: Masuk Tanpa Visa Tingkatkan Kedatangan Warga Taiwan di Tahun 2025 Sebesar 6,32%

this formate

MANILA, bisniswisata.co.id: Program masuk tanpa visa Filipina telah berkontribusi pada peningkatan kedatangan warga Taiwan di negara itu pada tahun 2025, ungkap Departemen Pariwisata Filipina (DOT) dalam rilisnya.

Data dari lembaga tersebut menunjukkan bahwa kedatangan wisatawan Taiwan mencapai 213.928 pada tahun 2025, lebih tinggi 6,32 persen dari 201.203 yang tercatat pada tahun 2024.

“Pertumbuhan ini mencerminkan dampak kumulatif dari peningkatan akses perjalanan, pemulihan konektivitas, dan visibilitas destinasi yang berkelanjutan, memperkuat posisi Taiwan sebagai salah satu pasar sumber utama Filipina di Asia Timur Laut,” demikian pernyataan tersebut.

Pasar perjalanan keluar Taiwan tumbuh sebesar 12,43 persen secara keseluruhan tahun lalu, dengan destinasi seperti Jepang, Tiongkok Raya, Korea Selatan, Vietnam, dan Thailand terus mendominasi lalu lintas keluar.

Saat ini, Filipina berada di peringkat ke-9 di antara destinasi perjalanan keluar Taiwan.
“Pertumbuhan 6,32 persen mencerminkan kembalinya wisatawan Taiwan ke Filipina setelah tahun yang sangat kompetitif di seluruh Asia,” kata Chriselle May Yambao, Atase Pariwisata Departemen Pariwisata di Taiwan.

“Hal ini menegaskan bahwa fundamental pasar kita tetap kuat dan permintaan untuk destinasi Filipina terus tangguh.”

Badan tersebut mengaitkan peningkatan tersebut dengan upaya Manila untuk meningkatkan konektivitas dan permudah masuknya wisatawan, yang menjadikan negara ini destinasi ideal untuk perjalanan liburan jarak pendek, kapal pesiar, dan perjalanan insentif.

Baik operasi penerbangan komersial maupun charter, katanya, mengalami perluasan rute dan frekuensi pada tahun 2025, memungkinkan maskapai penerbangan untuk lebih baik menanggapi permintaan musiman.

Pada saat yang sama, Filipina memperkuat kehadirannya di sektor kapal pesiar regional, dengan memperkenalkan rute kapal pesiar baru, termasuk Star Navigator milik Star Cruises yang berlayar melalui Kaohsiung.

“Peningkatan konektivitas dan akses perjalanan yang lebih mudah merupakan pilar utama pemulihan ini. Dengan lebih banyak penerbangan, lebih banyak pilihan kapal pesiar, dan masuk tanpa visa,” kata Yambao.

Masuk tanpa visa lebih menarik bagi pengunjung ke Taiwan. DOT juga mempertahankan kehadiran destinasi yang konsisten melalui berbagai kegiatan promosi yang intensif, keterlibatan perdagangan, dan inisiatif yang berorientasi pasar dan dirancang untuk mempertahankan kesadaran dan kepercayaan.

Upaya-upaya ini berfokus pada penguatan Filipina sebagai destinasi yang aman, mudah diakses, dan bernilai ekonomis, alih-alih persaingan harga jangka pendek.

Pada tahun 2025, wisatawan Taiwan terus menunjukkan minat yang kuat pada destinasi pantai dan pulau, termasuk Boracay, Palawan, dan Cebu.

Pengalaman menyelam dan kelautan; pelayaran; kegiatan Pertemuan, Insentif, Konferensi, dan Pameran (MICE) dan perjalanan kelompok; serta program Bahasa Inggris sebagai Bahasa Kedua (ESL) menjadi daya tarik wisman.

DOT mengatakan portofolio yang beragam ini juga membantu meredam fluktuasi di berbagai segmen dan memungkinkan pasar untuk pulih lebih merata.Wisatawan Taiwan diizinkan masuk ke Filipina tanpa visa selama 14 hari pada 1 Juli tahun lalu.

Tindakan timbal balik ini menyusul pengumuman Taiwan tentang perpanjangan satu tahun skema masuk bebas visa untuk wisatawan Filipina tahun lalu. (PNA).

TAT Aktifkan Pusat Pemantauan Krisis Pariwisata, Respons dari Ketegangan di TimTeng.

this formate

Respons terpadu memberikan bantuan tepat waktu dan dukungan terkoordinasi bagi para pelancong yang terdampak

BANGKOK, bisniswisata.co.id: Otoritas Pariwisata Thailand (TAT) telah mengaktifkan Pusat Pemantauan Krisis Pariwisata untuk memantau meningkatnya ketegangan di Timur Tengah dan mengkoordinasikan bantuan segera bagi para pelancong yang terdampak oleh gangguan penerbangan.

Pusat Krisis ini berfungsi sebagai pusat operasi terpadu, mengkonsolidasikan intelijen, menilai potensi dampak, dan bekerja sama dengan lembaga terkait untuk mendukung penumpang yang terdampak.

Thapanee Kiatphaibool, Gubernur TAT, mengatakan menanggapi penutupan wilayah udara di beberapa bagian Timur Tengah, TAT telah memobilisasi kantor-kantor di luar negeri untuk memberikan pembaruan berkelanjutan dan mengaktifkan Pusat Pemantauan Krisis Pariwisata sebagai mekanisme utama untuk analisis dan respons.

Dua skenario operasional telah dikembangkan untuk memastikan kesiapan dalam jangka pendek dan menengah, meliputi manajemen komunikasi, perawatan wisatawan, dan pemulihan pasar setelah kondisi stabil.

Penilaian awal menunjukkan implikasi langsung terhadap perjalanan ke dan dari Timur Tengah. Bandara Suvarnabhumi, Don Mueang, Chiang Mai, Phuket, dan Krabi telah melaporkan 59 pembatalan penerbangan oleh maskapai penerbangan Timur Tengah dan maskapai penerbangan yang beroperasi di rute ke atau melalui wilayah tersebut,

Ini termasuk Emirates, Qatar Airways, Etihad Airways, Gulf Air, Kuwait Airways, Air Arabia, Fly Dubai, El Al, Arkia Israeli, dan Saudi Arabian Airlines. Perkembangan ini telah mengganggu konektivitas internasional untuk sementara waktu.

Pasar Timur Tengah saat ini sedang menjalankan ibadah Ramadan, periode yang secara tradisional mencerminkan perjalanan keluar negeri yang moderat.

Sebagai respons terhadap gangguan operasional yang memengaruhi penumpang di Thailand, TAT telah berkoordinasi erat dengan otoritas bandara, maskapai penerbangan, dan lembaga terkait untuk memastikan dukungan penumpang yang memadai.

Di Bandara Suvarnabhumi, personel tambahan telah dikerahkan, titik bantuan telah didirikan, air minum telah disediakan, dan area istirahat sementara telah diatur.

Maskapai penerbangan telah mengamankan akomodasi untuk sebagian besar penumpang yang terdampak, sehingga jumlah penumpang yang tersisa di area bandara sangat minim.

Di bandara lain, TAT bekerja sama dengan otoritas setempat dan Biro Polisi Pariwisata untuk memberikan bantuan di tempat dan memfasilitasi pengaturan perjalanan selanjutnya.

Gubernur TAT juga telah menginstruksikan divisi pemasaran domestik untuk berkolaborasi dengan mitra di seluruh negeri untuk mendukung pengunjung yang terlantar dan mempersiapkan langkah-langkah stimulus yang ditargetkan untuk pariwisata domestik dan pasar alternatif yang berpotensi tinggi.

Setelah situasi membaik, TAT akan menerapkan inisiatif pemulihan terstruktur untuk memulihkan kepercayaan dan memperkuat posisi Thailand sebagai destinasi terpercaya.

Pusat Pemantauan Krisis Pariwisata TAT akan terus memantau perkembangan dengan cermat dan memberikan pembaruan yang tepat waktu dan akurat kepada operator pariwisata dan pemangku kepentingan industri untuk memastikan manajemen yang terkoordinasi dan efektif selama situasi yang terus berkembang ini.

Untuk panduan dan bantuan perjalanan resmi, wisatawan dapat menghubungi Pusat Panggilan TAT di 1672 atau Hotline Polisi Pariwisata di 1155, yang tersedia 24 jam sehari.

Tourism Malaysia Selenggarakan Program Mega Fam Iftar untuk Dukung VN2026

this formate

PUTRAJAYA, bisniswisata.co.id: Badan Pariwisata Malaysia menandai kembalinya program Mega Fam Iftar 2026 mulai 27 Februari hingga 3 Maret 2026 untuk mendukung Visit Malaysia 2026 (VM2026).

Program ini bertujuan untuk memperkuat keterlibatan dengan praktisi media dan mitra perdagangan perjalanan di seluruh ASEAN, sekaligus memposisikan Malaysia sebagai destinasi utama untuk pariwisata budaya dan kuliner.

Program ini mempertemukan 24 perwakilan media dan agen perjalanan dari tujuh negara ASEAN, yaitu Singapura, Brunei, Indonesia, Thailand, Filipina, Laos, dan Kamboja untuk merasakan perayaan buka puasa dan festival Ramadan yang meriah di Malaysia.

Mohd. Amirul Rizal Abdul Rahim, Direktur Jenderal Pariwisata Malaysia, menyatakan, “Iftar@KL yang diselenggarakan oleh Jabatan Kebudayaan dan Kesenian Negara (JKKN) dan Festival Ramadan Putrajaya oleh Perbadanan Putrajaya yang telah tercantum dalam Kalender Acara (CoE) untuk Visit Malaysia 2026.

Untuk memastikan keberhasilan kedua acara tersebut, Pariwisata Malaysia selenggarakan Mega Fam Iftar 2026 untuk media dan agen perjalanan ASEAN, menawarkan pengalaman langsung yang mendalam sekaligus memperkuat liputan promosi budaya, gastronomi, dan destinasi ikonik Malaysia.

Inisiatif ini selaras dengan tujuan kampanye VM2026 untuk memposisikan Malaysia sebagai destinasi wisata budaya dan gastronomi kelas dunia.

Sorotan utama Mega Fam Iftar 2026 adalah perayaan warisan kuliner Malaysia yang kaya dan khas. Program ini menampilkan tradisi buka puasa ikonik negara dan pasar Ramadan yang semarak.

Suatu pengalaman yang mewujudkan semangat kebersamaan, nilai-nilai keluarga yang kuat, dan persatuan dalam komunitas multikultural Malaysia. Ekspresi budaya otentik ini menghadirkan proposisi pariwisata yang menarik, memperkuat posisi Malaysia sebagai destinasi unggulan di kawasan ini yang berfokus pada gastronomi.

Peserta memulai perjalanan mendalam selama lima hari empat malam menjelajahi destinasi ikonik dan sorotan budaya di Kuala Lumpur dan Putrajaya.

Perjalanan mencakup Iftar@KL dan kunjungan ke Festival Ramadan Putrajaya, serta pengalaman khusus di Seri Negara, The Exchange TRX, Gedung Sultan Abdul Samad, dan Menara KL.

Baik Kuala Lumpur maupun Putrajaya dipilih secara strategis sebagai destinasi tuan rumah mengingat kedudukan mereka sebagai gerbang internasional utama dan pusat administrasi, menawarkan peserta perspektif komprehensif tentang dinamika perkotaan dan identitas budaya Malaysia.

Pada tahun 2025, Malaysia menyambut 42,2 juta pengunjung, mencerminkan peningkatan signifikan sebesar 11,2 persen dibandingkan tahun 2024. Meskipun angka-angka ini menggembirakan, potensi pertumbuhan yang substansial masih ada.

Melalui kolaborasi berkelanjutan dan komitmen bersama dengan mitra industri dan media, Tourism Malaysia yakin dapat mencapai pertumbuhan yang lebih berkelanjutan di pasar utama ini.

Tourism Malaysia menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta program Mega Fam Iftar 2026 atas dukungan mereka dan berharap dapat memperkuat inisiatif promosi bersama untuk menampilkan beragam daya tarik Malaysia. Bersama dengan kekayaan warisan budaya dan kulinernya, sebagai dukungan terhadap Visit Malaysia 2026.

PHRI Bali: Ribuan wisman Australia Batal Datang Akibat Banjir

this formate

Wakil Ketua PHRI Bali I Gusti Ngurah Rai Suryawijaya sebut ribuan Wisman Australia batal berkunjung akibat isu banjir, Denpasar, Sabtu 28/2/2026. (ANTARA/Ni Putu Putri Muliantari)

DENPASAR, bisniswisata.co.id:  Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Bali menyebut ribuan calon wisatawan mancanegara (wisman) asal Australia batal berkunjung ke Bali akibat banjir.

“⁷Belum kami hitung kerugian yang sebenarnya, tapi yang jelas ada kerugian karena banjir, dampaknya ada ribuan yang batal dari Australia,” kata Wakil Ketua PHRI Bali I Gusti Ngurah Rai Suryawijaya Rai di Denpasar, Sabtu.

Dilansir dari  Antara , Rai menyampaikan tak ingat pasti jumlah pembatalan, namun dipastikan lebih dari seribu wisman, laporan ini masuk dari anggota PHRI khususnya di Kabupaten Badung mengingat di Badung saja yang paling banyak karena sentralnya.

Mereka yang batal sementara Australia saja mudah-mudahan tidak ada yang lain, kami takutnya ada travel warning dari negara tersebut itu yang kami khawatirkan,” ujarnya.

Diketahui cuaca ekstrem hujan angin hampir sepekan menyebabkan banjir di berbagai ruas jalan di Bali, dimana kondisi terparah terjadi di Denpasar dan Badung yang merupakan pusat menginapnya wisatawan mancanegara.

Dari laporan anggota PHRI Bali, di Badung Selatan saja saat puncak musim hujan kemarin terjadi banjir di lima titik daerah Legian sampai Kuta, kawasan pusat akomodasi yang ditempati wisman.

“Itu yang menyebabkan banyak pertanyaan-pertanyaan dari luar negeri yang masuk ke kami, menanyakan apa yang terjadi, sampai ada yang dievakuasi, itu yang bahaya,” ucap Rai.

Isu banjir tersebut ternyata sampai ke negara-negara calon wisman, sehingga mereka memutuskan membatalkan kunjungan dan akhirnya merugikan Bali.

“Itu yang terjadi dan sangat merugikan, kita kehilangan potensi pendapatan baik dari pihak pengusaha, pihak hotel ada pesanan-pesanan yang batal, dan juga pemasukan kepada pemerintah berupa pajak kan hilang jadinya,” kata Rai.

Untuk itu menurut PHRI Bali butuh solusi konkret menyelesaikan persoalan banjir ini, apalagi Bali dinobatkan sebagai World’s Best Destination 2026, tidak semestinya ketika musim hujan terjadi banjirnya malah luar biasa.

Asosiasi pelaku usaha pariwisata itu menyadari pembangunan fasilitas pariwisata yang masif hingga memakan ruang hijau ikut menjadi penyebab air mudah meluap ketika intensitas hujan tinggi.

Namun, menurut Rai yang juga Ketua PHRI Badung itu normalisasi sungai bisa menjadi opsi untuk mencegah banjir. Jika berharap wisman pindah wilayah ke Bali Utara, Timur, maupun Barat ketika banjir terjadi di Selatan menurut dia tidak mudah, yang ditakutkan justru wisman memutuskan pindah dari Bali alih-alih membuat mereka merata ke kabupaten lain.

Saat ini sendiri okupansi hotel di Bali tergolong rendah yaitu di angka 60 persen keterisian, selain karena faktor banjir dan isu lain menurutnya juga karena bulan ini belum menjadi musim kunjungan

Labuan Cermin: Keajaiban Danau Dua Rasa di Kalimantan Timur

this formate

SAMARINDA, bisniswisata.co.id: Danau Labuan Cermin terletak di Desa Labuan Kelambu di Kecamatan Biduk-biduk Kalimantan Timur yang bisa ditempuh dengan perjalanan darat sekitar 6 sampai 7 jam dari ibu kota Kabupaten Berau, Tanjung Redeb, Kalimantan Timur.

Indonesia memang kaya akan pesona. Bukan hanya adat dan budaya, tempat wisata di Indonesia pun menambah kekayaan negara yang berada di garis khatulistiwa ini.

Pulau Kalimantan, salah satu pulau yang terlintasi garis khatulistiwa pun memiliki daya pikat. Dilansir dari indonesiakaya.com, pulau yang kekayaan alamnya cukup besar ini merupakan salah satu pulau yang wajib dinikmati keindahan alamnya. Tempat ajaib yang cukup unik ada disini, namanya Labuan Cermin.

Bukan pantai bukan pula pegunungan, tempat ini merupakan danau yang memiliki keindahan yang membuat berdecak kagum siapa saja yang mengunjunginya.

Danau Labuan Cermin terletak di Desa Labuan Kelambu di Kecamatan Biduk-biduk Kalimantan Timur yang bisa ditempuh dengan perjalanan darat sekitar 6 sampai 7 jam dari ibu kota Kabupaten Berau, Tanjung Redeb, Kalimantan Timur.

Meski perjalanan cukup jauh, rasa lelah akan segera terobati begitu melihat keindahan alam yang ada di Labuan Cermin. Untuk mencapai Danau Labuan Cermin, pengunjung harus menyewa kapal dari dermaga dengan harga sewa kapal Rp 200.000 untuk perjalanan pulang-pergi, dan akan lebih murah jika Anda datang bersama rombongan.

Sesampainya di sana dijamin pengunjung akan dibuat terpana oleh kecantikan danau ini. Danau Labuan Cermin memiliki air yang sangat jernih, bahkan dasar dari danau yang berupa pasir laut inipun bisa terlihat dengan jelas.

Mengapa dinamakan Labuan Cermin? Ini dikarenakan Labuan Cermin memiliki lapisan yang membuat cahaya matahari memantul. Hal tersebut terjadi karena Danau Labuan Cermin memiliki rasa asin yang akan terasa bila kita mengecap air dari permukaan danau, sementara air di dasar danau akan terasa tawar.

Dua jenis air inilah yang membuat danau memiliki sebuah lapisan pemisah sehingga air dapat memantul. Tak jarang juga orang menyebut danau Labuan Cermin ini dengan panggilan ‘Danau Dua Rasa’. Meski terlihat dangkal, harus tetap waspada karena kedalaman danau ini sebenarnya mencapai 4 hingga 5 meter.

Pemandangan di sekitar Danau Labuan Cermin sangat menenangkan. Dikelilingi pepohonan rimbun yang membuat suasana sangat teduh, sehingga sangat tepat dijadikan tujuan wisata untuk sejenak melarikan diri dari keramaian yang kerap ditemui setiap hari.

Konon bupati setempat memang mengembangkan Labuan Cermin sebagai destinasi wisata diawali dengan menetapkan kawasan ini sebagai kawasan konservasi atau kawasan lindung, setelah itu akan dilengkapi sarana penunjang yang akan memudahkan pengunjung menikmati keindahan danau sejuk yang memiliki dua rasa ini.

Saat berada di Labuan Cermin, pengunjung dapat melakukan aktivitas berenang, snorkeling dan juga menyelam. Saat menyelam menggunakan kacamata snorkeling, akan terlihat beberapa ikan yang berenang tidak jauh dari permukaan dan ada pula yang jauh di dasarnya.

Rasa dari air yang berbeda menyebabkan ikan-ikan terpisah. Ini dapat mempermudah membedakan mana jenis ikan air tawar dan yang mana ikan air laut. Sebelum menuju ke Labuan Cermin, jangan lupa persiapkan alat snorkeling sendiri atau bagi yang lupa membawanya tidak usah khawatir.

Di dermaga tempat penyebrangan terdapat toko penyewaan alat snorkeling beserta pelampungnya. Bagi yang ingin sekedar bermain air dan bersantai ria di atas ban, di Labuan Cerminnya pun tersedia penyewaan ban dalam mobil bahkan perahu air yang memiliki kaca transparan di bawahnya.

Untuk penginapan dapat didapatkan di sekitar Biduk-Biduk dengan harga penginapan yang beragam, yaitu mulai dari seratus ribu rupiah hingga tiga ratus ribu rupiah per malamnya. Atau untuk para penganut perjalanan murah/backpacking, bisa juga menginap di rumah warga di sekitar Biduk-biduk.

Bagi para traveler ataupun pengunjung yang hendak plesiran ke Pulau Derawan dan Maratua, tak ada ruginya untuk turut memasukkan Labuan Cermin ke dalam itinerary perjalanan jelajah Kalimantan Timur. Jadi, penasaran ingin langsung menyelam dan merasakan air dengan dua jenis rasa sekaligus di Danau Labuan

Di Bawah Matahari Addis Ababa, Menikmati Manisnya Sebuah Kenangan

this formate

Berpose di depan Lycée Franco-Ethiopien Guébré Mariam 

Oleh Sri Darmastuti Sahlin

ADDIS ABABA, bisniswisata.co.id: Kaki ini bergetar halus saat kembali menginjak halaman Lycée Franco-Ethiopien Guébré Mariam. Di sebelah saya, berdiri suami, belahan jiwa sekaligus teman perjalanan hidup saya, Bengt Sahlin yang mendampingi kehadiran saya di pusat kota Addis Ababa, ibukota Ethiopia.

Enam puluh tahun lalu, Allah SWT menuntun saya ke halaman sekolah ini sebagai seorang anak kecil yang belum mengerti arah hidupnya. Hari ini,  saya kembali, waktu seakan berputar pelan, membawa saya pada lorong-lorong kenangan yang tak pernah benar-benar hilang—hanya tersimpan rapi di sudut hati.

Sampai tahun 1973, saya masih di ibukota Ethiopia ini mengikuti tugas ayah kami berdinas di benua Afrika dan tak terasa setelah lima puluh tiga tahun berlalu dan kini saya kembali bukan hanya untuk bernostalgia. Saya kembali untuk berdialog dengan-Mu. Mengapa Engkau mengizinkan kembali ke tempat ini?.

Mengapa kenangan ini begitu kuat mengetuk jiwa? Mungkin karena Engkau ingin mengingatkan bahwa hidup ini adalah perjalanan yang utuh. Masa kecil bukan sekadar masa lalu; ia adalah fondasi iman dan karakter. Selintas berkelebat wajah bapak dan ibu yang ikut tersenyum mengikuti kunjungan ini.

Di sinilah saya pertama kali belajar percaya diri. Di sinilah saya belajar mandiri dan mungkin, di sinilah Engkau pertama kali mengajarkanku tentang rasa syukur — meski saya belum mampu menyebut nama-Mu dengan kedewasaan seperti hari ini.

Sebagaimana Allah membimbing saya,
hidup telah membawa saya jauh dari Addis Ababa. Saya dan Bengt kini tinggal di Stockholm Swedia sejak 2001. Sesekali kami tinggal di desa Ukna dan kini saya datang berdua dan mendapat kesempatan merajut kenangan masa kecil dan entah mengapa seakan Engkau berkata, “Lihatlah perjalananmu. Tidak ada yang kebetulan.”

Bangunan Lycée Franco-Ethiopien Guébré Mariam telah diperbarui, dicat ulang, ditata ulang. Namun aroma pagi yang sejuk di Addis Ababa, cahaya matahari yang jatuh di halaman sekolah, dan gema langkah kaki anak-anak yang berlarian—semuanya terasa sama.

Di sinilah dulu saya belajar mengeja dunia. Di ruang-ruang kelas sederhana itu, huruf-huruf pertama membentuk mimpi. Di papan tulis yang berdebu kapur, saya mengenal arti disiplin, rasa ingin tahu, dan persahabatan lintas budaya.Ya karena sekolah ini sekolah internasional dimana murid-muridnya berasal dari mancanegara yang umumnya anak ekspatriat.

Saya berdiri sejenak di bawah pepohonan tua yang seolah menjadi saksi bisu perjalanan generasi demi generasi. Dahulu, di tempat inilah tawa kami pecah tanpa beban. Kami tak mengenal sekat bangsa atau warna kulit—kami hanya anak-anak dengan rasa ingin tahu yang sama.

Bahasa Prancis terdengar asing di awal, tetapi perlahan menjadi jendela yang membuka cakrawala dunia. Sedikitnya enam puluh tahun telah berlalu. Dunia berubah. Saya berubah. Namun ada bagian dari diri saya yang tetap tinggal di sini—di bangku kayu itu, di halaman tempat kami bermain, di ruang kelas tempat guru-guru penuh dedikasi menanamkan nilai keberanian dan kejujuran.

Suasana kota Adis Ababa, Ethiopia

Kembali ke sekolah ini bukan sekadar nostalgia. Ini adalah perjalanan pulang kepada masa ketika keluarga kami masih berpindah-pindah tugas, orangtua dengan satu anak putri tunggal. Alhamdulilah setelah bertugas di beberapa negara lain akhirnya adikku lelaki lahir…

Saya menutup mata sejenak dan berbisik dalam hati:Terima kasih, masa kecilku. Terima kasih, sekolahku. Karena di sinilah mimpi itu pertama kali berani tumbuh. Takdir sering kali kita pahami setelah puluhan tahun berlalu. Ada tempat yang mendidik pikiran. Namun hanya sedikit tempat yang menjadi ruang perjumpaan antara kenangan dan kesadaran spiritual.

Dan hari ini saya tahu di bawah matahari Afrika itu, Engkau sudah lebih dulu menunggu, menuliskan takdir.  Saya dulu tidak mengerti mengapa harus berada di Ethiopia, di sekolah Prancis, dalam lingkungan lintas budaya. Engkau persiapkan jiwa untuk memahami dunia yang luas, untuk belajar toleransi, untuk mengerti bahwa perbedaan adalah rahmat, apalagi bersuamikan warga asing.

Sekolah lama Lycée Franco-Éthiopien Guébré-Mariam di Addis Ababa, Ethiopia — sebuah lembaga pendidikan bersejarah yang
didirikan tahun 1947, atas permintaan Kaisar Haile Selassie I kepada organisasi pendidikan Mission laïque française (MLF) untuk membuka sekolah Prancis–Ethiopia di Addis Ababa.

Pembukaan resmi sekolah ini 15 Maret 1948, dimulai dengan sekitar 70–150 siswa di bangunan awal yang kini dikenal sebagai Black Lion School dan dinamai untuk mengenang Guebre Mariam Gari, seorang patriot Ethiopia yang gugur pada 1937 saat melawan invasi Italia.

Lokasinya di Churchill Road, Arada kebele, pusat Addis Ababa dan merupakan sekolah internasional berbahasa Prancis, berpadu dengan nilai budaya lokal Ethiopia dan pendidikan internasional. Sekolah ini
affiliasi dari jaringan Mission laïque française (MLF) dan terkonvensi dengan Agence pour l’Enseignement Français à l’Étranger (AEFE).

Menyediakan pendidikan dari pra-TK sampai Terminale atau kelas akhir SMA dengan penekanan pada tiga bahasa yaitu Prancis, Amharik atau bahasa Ethiopia, dan Inggris dimana siswa mengikuti kurikulum Prancis yang lengkap, dengan persiapan Diplôme National du Brevet dan Baccalauréat—gelar ujian akhir sekolah di sistem pendidikan Prancis.

Wikipedia juga mencatat selama dekade 1950–1960, sekolah ini menjadi pusat pembentukan generasi muda Ethiopia yang fasih berbahasa Prancis dan membuka akses ke pendidikan tinggi di Prancis dan internasional.

Saat ini sekolah masih aktif dan menjadi salah satu lembaga pendidikan terkenal di Addis Ababa dengan ribuan siswa dari berbagai latar belakang. Sekolah merayakan 75 tahun eksistensinya pada 2024 dengan acara besar melibatkan mantan siswa, guru, pejabat, dan masyarakat pendidikan.

Bersama Rahel ( baju hitam), mengunjungi Kedubes RI Addis Ababa dan lukisan Kaisar Haile Selassie I

Saya dan Bengt lalu menyusuri Jalan Churchill, jalan tempat Lycée Franco-Ethiopien Guébré Mariam berada. Tempat masa kecil hingga sebagian masa remajaku bersekolah di sana. Napak tilas berlanjut melewati Markas Besar Uni Afrika (dahulu OAU), dekat rumah kami dulu di Roosvelt Street .

Kompleks Kantor dan Pusat Konferensi Uni Afrika ( AUCC ) adalah sebuah bangunan di Addis Ababa. Bangunan ini merupakan markas besar Uni Afrika dan menjadi tuan rumah KTT Uni Afrika dua tahunan, pusat konvensi dan perkantoran.

Sekarang menjadi kompleks besar dengan bangunan-bangunan baru yang modern. Ini adalah jalan tempat saya dulu tinggal yang
telah menjadi kompleks apartemen modern.

Saya berteriak girang ketika melihat Hotel Guenet masih ada… luar biasa eksistensinya selama bertahun-tahun, lebih dari 60 tahun. “Kami dulu sering bermain bowling di sini karena dekat dengan rumah,” kata saya pada Bengt yang hanya senyum-senyum melihat istrinya bahagia.

Addis Ababa kini selain modern dan perencanaan tata kotanya rapih dan teratur. Di setiap jalan ada trottoar untuk pejalan kaki dan di sampingnya untuk pengemudi sepeda.
Padahal Ethiopia yang tahun 1980 an adalah negara miskin bahkan rakyat sempat kelaparan, bisa bangkit dan jadi negara yang berkembang maju.

Saya sempat berkunjung ke toko roti langganan dan langsung makan di tempat. Kagum dengan keberadaan Toko Enrico yang didirikan pada tahun 1960, dan masih ada hingga sekarang.

Soal kulineran, selain makan pagi dihotel yang juga banyak menyajikan menu tradisionalnya saat makan pagi seperti Injera yang menjadi favorit saya, juga ada Doro wot dan nama-nama hidangan sepert tibes firfir, tibs dan chechebsa juga akrab di lidah dan enak.

Selain mengunjungi museum Ethiopia,
Kami diundang oleh Rahel, teman kami di Stockholm, ke rumahnya di Addis Ababa.
Nah Rahel memperkenalkan ritual minum kopi ala Ethiopia. Unik karena wadah minumnya bukan gelas atau mug tapi mirip mangkok kecil untuk upacara minum teh di Jepang.

Mengingat kembali kenangan masa kecilku sampai aku beranjak remaja di Addis Ababa bukan hanya mereguk kenangan manis. Namun yang pasti Addis Ababa seperti kehidupan manusia pada umumnya adalah ibukota yang dinamis dan terus berkembang, penuh proyek pembangunan dan reformasi ekonomi sekaligus simbol perubahan cepat di Ethiopia.

Puas berkeliling dan bernostalgia termasuk mengunjungi destinasi wisata alamnta yang indah tiba juga mengucapkan Good bye, Addis Ababa,di jalan-jalanmu, saya pernah menjadi kecil, lalu bertumbuh bersama waktu. Ya Allah, Engkau yang mempertemukan, Engkau pula yang mengajarkan arti melepaskan.

Penulis : tinggal di Stockholm, Swedia

Bali Gapura Marina Membuka Jalan bagi Pariwisata Superyacht di Indonesia

this formate

TUBAN, bisniswisata.co.id: Bali Gapura Marina menandai marina berstandar internasional pertama di Indonesia, memposisikan Bali sebagai pusat yang sedang berkembang untuk superyacht global dan pariwisata maritim mewah…

Dilansir dari whatsnewindonesia.com, Indonesia selangkah lebih dekat ke peta pelayaran internasional dengan peresmian Bali Gapura Marina, pelabuhan marina berstandar internasional pertama di negara ini.

Nama “Gapura,” yang berarti “gerbang” dalam bahasa Bali, mencerminkan perannya sebagai titik masuk baru yang memadukan kekayaan budaya lokal dengan layanan kelas dunia.

Bali Gapura Marina menandai marina berstandar internasional pertama di Indonesia, memposisikan Bali sebagai pusat yang sedang berkembang untuk superyacht global dan pariwisata maritim mewah.

Saat ini sedang dalam pengembangan di Benoa, Bali, marina ini dijadwalkan akan memiliki 180 tempat berlabuh pada kuartal ketiga tahun 2026, termasuk fasilitas untuk 50 superyacht berukuran hingga 90 meter. Pengembangan ini juga akan mencakup Premium Yacht Club, Crew Club, fasilitas MICE, gerai F&B, ruang kantor, dan area ritel.

Fondasi Menuju Destinasi Superyacht pada Tahun 2028

Proyek ini merupakan kolaborasi antara PT Marina Development Indonesia (MDI) dan PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo, melalui anak perusahaannya PT Pelindo Solusi Logistik, sebuah perusahaan milik negara.

Upacara peletakan batu pertama berlangsung pada 22 Mei 2025, dengan konstruksi saat ini difokuskan pada Dermaga B, yang terkecil dari lima dermaga yang direncanakan.

Konstruksi Dermaga B dimulai pada September 2025, ditandai dengan pemasangan 11 modul ponton sepanjang 192 meter. Dirancang untuk menopang beban minimum 500 kg per meter persegi, dermaga ini akan menampung hingga 48 yacht.

Setelah peluncuran Dermaga B, peluncuran uji coba Dermaga C dan D direncanakan pada awal kuartal kedua tahun 2026, dengan marina layanan penuh ditargetkan selesai pada tahun 2028.

Gerbang Baru untuk Pariwisata Bahari Indonesia

Dengan luas 33.000 meter persegi, Bali Gapura Marina diharapkan menjadi katalis bagi sektor pariwisata bahari Indonesia, yang masih kurang dimanfaatkan meskipun negara ini memiliki kepulauan yang luas dengan lebih dari 17.000 pulau.

Lokasinya yang strategis, sekitar 15 menit dari Bandara Internasional Ngurah Rai, menjadikannya gerbang yang menarik bagi wisatawan, pemilik kapal pesiar, dan penggemar pelayaran.

Sebagai gerbang resmi pertama Indonesia ke jaringan pelayaran internasional, Bali Gapura Marina akan beroperasi sesuai dengan standar marina internasional dan Kode Keamanan Kapal dan Fasilitas Pelabuhan Internasional (ISPS).

Menuju Pusat Superyacht Asia Tenggara

Bali Gapura Marina dipantau secara ketat sebagai proyek percontohan yang mendukung ambisi Indonesia untuk memasuki pasar pariwisata maritim mewah dan superyacht global yang sedang berkembang.

Meskipun Indonesia memiliki lanskap maritim yang luar biasa, negara ini belum mengembangkan marina yang mampu memberikan standar layanan dan keselamatan global.

Melalui proyek ini, Pelindo menunjukkan komitmennya untuk membangun ekosistem pelabuhan pariwisata yang terintegrasi, tangguh, dan berkelanjutan, yang selanjutnya memperkuat posisi Indonesia sebagai destinasi pariwisata maritim global. Pengembangan ini diharapkan dapat menarik pengunjung internasional berkualitas tinggi ke Bali.