Jane Park Dinobatkan Sebagai Face of the Future PATA 2024

this formate

Gabbouj dan Karnchana Phakpho Diakui atas Inisiatif Keberlanjutan dan Manajemen Strategis

BANGKOK, bisniswisata.co.id:  Pacific Asia Travel Association (PATA) menganugerahi Jane Park, Assistant Manager – F&B Revenue Management & Operations di Hotel ICON dengan gelar Face of the Future 2024

Selain itu, dua kandidat luar biasa Gabbouj dan Karnchana Phakpho juga telah diakui dalam kategori Inisiatif Keberlanjutan dan Manajemen Strategis.

Sejak tahun 2002, penghargaan PATA Face of the Future telah diberikan kepada individu wirausaha yang kepemimpinannya terpancar melalui keterlibatan mereka dalam kampanye pariwisata, atau menunjukkan komitmen terhadap pembangunan berkelanjutan industri perjalanan Asia Pasifik dengan semangat yang sejalan dengan misi Asosiasi.

“Industri pariwisata harus melakukan upaya bersama untuk memungkinkan generasi muda menjadi pemimpin pemikiran dan memungkinkan mereka membentuk masa depan industri perjalanan dan pariwisata, karena bagaimanapun juga, merekalah yang diuntungkan,” kata CEO PATA Noor Ahmad Hamid , 

Menurut dia, dalam menyambut perubahan pola pikir yang penting ini, PATA mengakui peran penting generasi berikutnya yang lebih paham teknologi, sadar akan kualitas, berpengetahuan luas, dan berpikiran bertanggung jawab terhadap lingkungan sehingga dapat membantu mendorong inovasi ke tingkat berikutnya. 

Sebagai pemimpin dalam industri perjalanan dan pariwisata, PATA menyadari kontribusi besar yang dapat diberikan oleh generasi masa depan karena kita dapat mengadopsi proses berpikir mereka ke dalam strategi utama kita. 

“ Wajah Masa Depan PATA tidak diragukan lagi sangat penting dalam upaya kami menuju ekonomi pariwisata masa depan.” tegas Noor Ahmad Hamid.

Mayur Patel, Head of Asia OAG Aviation dan Anggota Dewan Eksekutif PATA, telah diundang untuk bertindak sebagai Ketua Juri pada panel juri PATA Face of the Future tahun ini. 

Patel sendiri dinobatkan sebagai PATA Wajah Masa Depan pada tahun 2002, yang pertama dari serangkaian bintang baru yang terkenal di industri pariwisata yang merefleksikan nilai sebenarnya dari penghargaan ini selama beberapa dekade.

Patel mengakui PATA secara konsisten memimpin dalam pengembangan sumber daya manusia dan dalam memberikan penghargaan dan membina profesional muda di bidang pariwisata.

“Kami memuji partisipasi Anda dalam penghargaan khusus ini, yang merayakan ‘bintang baru’ yang luar biasa dalam industri ini.  Sebagai pemimpin muda dalam industri yang dinamis ini,”

Menurut Patel para pemenang akan memainkan peran penting dalam membentuk masa depan pariwisata, yang terus berkembang seiring dengan perubahan tren.  Semangat dan inovasi  sangat penting untuk mendorong industri ini maju.

Setelah mengetahui penghargaannya, Jane Park berkata, “Merupakan kehormatan besar bagi saya untuk menerima penghargaan bergengsi ini,” kata lulusan dari Sekolah Manajemen Perhotelan dan Pariwisata (SHTM) Universitas Politeknik Hong Kong. Dia menduduki peringkat nomor satu dalam manajemen perhotelan dan pariwisata di dunia.

“Pengakuan ini  memberi saya rasa komitmen yang kuat terhadap keunggulan, untuk diri saya sendiri dan tim saya. bekerja dengannya, dari dapur hingga ruang tamu.  Saya melihat banyak sekali kemungkinan untuk menginspirasi staf untuk menemukan kebanggaan dan kegembiraan dalam industri perhotelan melalui properti independen tunggal kami, Hotel ICON,”

Dia berterima kasih kepada PATA karena telah memberikan kesempatan kepada staf properti independennya karena itu Jane yakin hal ini memberikan pesan yang kuat bahwa perubahan kecil sekalipun dapat memberikan dampak yang besar.

Jane Park lulus pada tahun 2021 dengan gelar Sarjana Manajemen Hotel dari School of Hotel and Tourism Management (SHTM) di The Hong Kong Polytechnic University.  

Selama masa jabatannya dalam program Elite Management Trainee di Hotel ICON, ia menyadari bahwa staf layanan adalah inti dari industri perhotelan, dan kemampuan mereka untuk memberikan layanan yang luar biasa  penting dalam menumbuhkan loyalitas tamu dan meningkatkan reputasi merek.  

Untuk menekankan pentingnya layanan tamu, Jane berhasil melaksanakan dua proyek bekerja sama dengan Eksekutif Hotel di Hotel ICON, dengan fokus pada pengembangan strategi menghasilkan pendapatan dan rekayasa menu untuk gerai Makanan & Minuman.

“Sejalan dengan filosofi Hotel ICON, “Kami Senang Peduli,” ujarnya meluncurkan program Delight Your Guest, yang memungkinkan staf di semua tingkatan untuk berpartisipasi dalam proses perencanaan dan menciptakan pengalaman yang tak terlupakan bagi para tamu hotel. 

Program ini telah berkontribusi pada Hotel ICON yang dinobatkan sebagai hotel dengan ulasan terbanyak di Hong Kong SAR pada tahun 2022.

Untuk proyek keduanya, Jane berkolaborasi dengan Direktur Pendapatan dan Pemasaran untuk mengembangkan pendekatan yang lebih canggih dalam perencanaan, pengelolaan hasil, dan perkiraan untuk operasi Makanan & Minuman.  

Diimplementasikan pada bulan April 2024, metode baru ini telah menghasilkan peningkatan pemesanan pasar meskipun dalam kondisi pemulihan yang penuh tantangan.  

Dengan memprioritaskan pengalaman tamu, membina lingkungan kolaboratif, dan mempromosikan strategi manajemen pendapatan yang inovatif, Jane Park memastikan bahwa staf layanan dapat bangga dan memperoleh kepuasan atas kontribusi berharga mereka terhadap industri.

Sebagai Wajah Masa Depan PATA 2024, Jane Park telah diundang untuk bergabung dengan Dewan PATA, mewakili komunitas pemuda Asosiasi. Dia uga telah mendapatkan sponsor penuh untuk berpartisipasi di PATA Travel Mart 2024, di samping keuntungan lainnya sebagai pemenang.

Tahun ini, PATA juga memberikan penghargaan kepada Amine Gabbouj, Koordinator IGLTA Foundation, atas Inisiatif Keberlanjutan, sementara Karnchana Phakpho, Ketua Program Manajemen Pariwisata dan Perhotelan Internasional di Universitas Bangkok, menerima pengakuan atas Manajemen Strategis.

Amine Gabbouj berkomitmen untuk mempromosikan kesetaraan dan mengadvokasi pariwisata LGBTQ+ di destinasi berkembang.  Dalam perannya sebagai koordinator Yayasan IGLTA, Gabbouj menyalurkan pengalamannya dalam manajemen pariwisata internasional untuk mendorong perubahan transformatif dalam industri ini.

Sejak mendirikan PATA Thailand Bangkok University Student Chapter pada tahun 2022, Karnchana Phakpho telah mengabdikan upayanya dalam memandu proyek yang bertujuan melestarikan lingkungan dan destinasi pariwisata.  

Sebagai ketua dan profesor Program Manajemen Pariwisata dan Perhotelan Internasional di Universitas Bangkok, ia terus mendorong pengembangan kurikulum dan kemitraan untuk memastikan siswa unggul dalam industri ini.

 

Bandara Subang Kembali Terbang Tinggi Pasca Revitalisasi

this formate

 Mulai Agustus ini, Bandara Subang akan menyambut pengoperasian pesawat berbadan sempit hingga lima maskapai.  Kredit Foto: Flickr/Sergey

KUALA LUMPUR, bisniswisata.co.id;  Bandara Sultan Abdul Aziz Shah (Bandara Subang) telah mengalami kebangkitan, menandai tonggak penting dalam meningkatkan konektivitas regional di Malaysia dan Asia Tenggara.  

Mulai Agustus ini, bandara ini akan melanjutkan pengoperasian pesawat berbadan sempit dengan maksimal lima maskapai penerbangan, dan berjanji untuk mengubah pilihan perjalanan bagi penumpang.

 Rute dan maskapai baru

Dilansir dari travelweekly-asia.com, TransNusa dari Indonesia akan memulai penerbangan harian antara Subang dan Jakarta pada 1 Agustus menggunakan pesawat Airbus A320.  Layanan ini akan memperkuat hubungan Malaysia-Indonesia dan menawarkan lebih banyak pilihan perjalanan.

 Scoot, anak perusahaan Singapore Airlines, akan mulai beroperasi pada 1 September. Pada September 2024, Scoot berencana mengoperasikan 110 penerbangan mingguan, sehingga meningkatkan konektivitas antara Malaysia dan Singapura.

AirAsia akan memperluas operasinya di Subang dengan dua penerbangan harian ke Kota Kinabalu dan Kuching mulai 30 Agustus.

 Batik Air Malaysia akan menawarkan penerbangan domestik ke berbagai tujuan, dimulai dengan tiga penerbangan mingguan ke Penang mulai tanggal 15 Agustus, yang akhirnya meningkat menjadi layanan harian.  Destinasi masa depan meliputi Kota Bahru, Kota Kinabalu, dan Kuching.

 Dampak pada perjalanan

Kedekatan Bandara Subang dengan pusat kota Kuala Lumpur akan mengurangi waktu perjalanan, sehingga menguntungkan pelancong bisnis dan wisatawan.  

Selain itu, pengaktifan kembali jalur kereta api antara Subang dan Kuala Lumpur akan memastikan kelancaran transportasi, sehingga memudahkan penumpang untuk berpindah antara kota dan bandara.

 Dibuka pada tahun 1965, Bandara Subang merupakan bandara utama Kuala Lumpur hingga tahun 1998, ketika operasi jet dipindahkan ke Bandara Internasional Kuala Lumpur (KLIA). 

Rencana Regenerasi Bandara Subang bertujuan untuk melanjutkan pengoperasian jet berbadan sempit, yang awalnya menggandakan kapasitas penumpang menjadi 3 juta, dengan target 8 juta pada tahun 2030.

   

 

Akademi Baru Kerjasama dengan UN Tourism untuk Zambia dan Zimbabwe

this formate

MADRID, bisniswisata.co.id: UN Tourism (Pariwisata PBB)  telah mengumumkan langkah maju yang besar dalam upayanya untuk menumbuhkan pendidikan dan pengembangan keterampilan di Afrika dengan pendirian Akademi kolaboratif pertama di wilayah tersebut.

Dengan pertumbuhan pariwisata Afrika yang signifikan, kini terdapat kebutuhan mendesak untuk melatih sejumlah besar tenaga profesional terampil, yang semuanya dilengkapi dengan keterampilan yang dibutuhkan oleh bisnis pariwisata modern.  

Mencerminkan permintaan ini, Pariwisata PBB telah menandatangani Nota Kesepahaman dengan Kementerian Pariwisata Zambia untuk mendirikan Akademi Pariwisata dan Perhotelan Internasional ZITHS Mukuni bekerja sama dengan Pariwisata PBB.  

Akademi ini akan menawarkan berbagai kursus, semuanya berfokus pada membekali siswa baru di sektor ini dan memberikan keterampilan yang dibutuhkan pekerja pariwisata untuk mendapatkan pekerjaan atau memajukan karir mereka.

Sektor pariwisata Afrika tumbuh dan terdiversifikasi dengan sangat pesat

Meletakkan batu pertama di Livingstone, Sekretaris Jenderal UN Tourism, Zurab Pololikashvili mengatakan: “Sektor pariwisata Afrika tumbuh dan terdiversifikasi dengan sangat pesat.Akademi baru yang bekerja sama dengan Pariwisata PBB ini akan membantu melatih pekerja pariwisata masa depan dalam berbagai spesialisasi, memberikan pariwisata Afrika bakat yang dibutuhkan untuk berkembang.” katanya.

Bergabung dengan Sekretaris Jenderal Zurab Pololikashvili dalam penandatanganan perjanjian tersebut, Menteri Pariwisata Zambia, Rodney M. Sikumba, mengatakan: “melalui penerapan Pedoman Pendidikan Pariwisata PBB, Zambia telah mampu memposisikan kembali peran pendidikan dalam pengembangan pariwisata,”.

Pendirian Akademi ini merupakan sebuah terobosan dalam cara kami menjembatani kesenjangan keterampilan yang nyata bagi tenaga kerja saat ini dan masa depan di sektor pariwisata kami, tambah 

Akademi Seni Kuliner direncanakan untuk Zimbabwe  

Pariwisata PBB juga telah setuju untuk mendirikan Akademi Seni Kuliner Internasional Afrika yang bekerja sama dengan Pariwisata PBB.  

Pusat spesialis ini akan berlokasi di Air Terjun Victoria, Zimbabwe dan fokus pada pelatihan para profesional terampil dalam seni kuliner baik di dalam negeri maupun di seluruh Afrika.  

Pengumuman ini bertepatan dengan perayaan Forum Pariwisata Gastronomi Pariwisata PBB untuk Afrika yang pertama, sebuah acara yang menampilkan beragam keahlian memasak di kawasan ini dan akan mempertemukan para pemain terkemuka dari sektor publik dan swasta.

Menteri Industri Pariwisata dan Perhotelan Zimbabwe Barbara Rwodzi mengatakan: “Kami sangat senang bisa bekerja sama dengan UN Tourism untuk mengembangkan pariwisata gastronomi di negara kami dan di seluruh wilayah yang lebih luas,”

Akademi baru yang bekerja sama dengan Pariwisata PBB ini menandakan komitmen bersama kami untuk memberdayakan pekerja pariwisata di bidang seni kuliner, menempatkan Zimbabwe dengan kuat di peta gastronomi global, kata Barbara Rwodzi

 

Wisata ke Montenegro, Benamkan Diri Dalam Budaya dan Sejarah yang Kaya

this formate

Oleh : Widha Chaidir

Bagian pertama dari dua tulisan

KOTOR, Montenegro, bisniswisata.co.id: Terbang melalui Orly, salah satu bandar udara yang melayani penerbangan dari dan ke kota Paris yang terletak 14 km di selatan kota Paris, kami tiba di Tivat, airport di Montenegro yang membuat hati rasanya ploong. Akhirnya perjalanan ke salah satu negara Balkan ini terwujud.

Bagi orangtua kita dulu mungkin nama negara ini sebelumnya yaitu Yugoslavia masih familiar di telinga. Negara kecil yang bertransformasi namanya menjadi Montenegro atau artinya Gunung Hitam letaknya di Eropa Tenggara.

Menjejakkan kaki di airport Tivat, saya sudah bersama Tina Hartono, teman semasa di SMAN 6 yang kini berdomisili di Denhaag, Belanda, 25 tahun terakhir. Tina punya waktu luang menemui saya di Perancis dan memulai petualangan ini bersama karena kami sudah sama-sama ingin berkunjung ke Montenegro dimana penduduknya juga ada yang beragama Islam.

Luas wilayahnya  13.812 km dengan jumlah penduduk pada tahun 2021 tercatat 637.738 orang. Letaknya yang berbatas dengan Bosnia dan Herzegovina di barat laut,  Serbia di timur laut, Kosovo di timur, Albania, di tenggara, Kroasia di barat daya, dan Laut Adriatik di selatan dengan garis pantai sepanjang 293,5 km.

Keluar dari airport Tivat yang bangunannya sederhana mirip hangar besar saja, kami naik taksi ke Kotor selama 20 menit tapi tarifnya 20 Euro. Kota Kotor adalah kota wisata, sebuah kota pesisir di Montenegro yang terpencil dari Teluk Kotor yang menakjubkan.

Tempat tebing-tebing yang dramatis dan air yang berkilauan menciptakan latar belakang yang indah. Populasi Kotor mencapai 13.510 jiwa dan merupakan pusat administrasi dari Munisipalitas Kotor. 

Pelabuhan lama Mediterania Kotor dikelilingi oleh gunung-gunung dan juga benteng-benteng  yang dibangun selama periode Venesia. Maksud Periode Venesia adalah pada akhir abad ke-14 hingga akhir abad ke-18, sebagian besar Montenegro selatan diperintah oleh Republik Venesia dan dimasukkan ke dalam Albania Venesia 

Nama Montenegro itu sendiri pertama kali digunakan untuk menyebut negara itu pada akhir abad ke-15, setelah jatuh di bawah kekuasaan Kesultanan Utsmaniya, Turki. Montenegro dulunya memang nama kerajaan.

Saat mendekati kota Kotor, dari atas ketinggian 375 meter di atas permukaan laut tampak teluk yang cantik dan bangunan – bangunan kuno di bibir bukit. 

Sudah terbayang berjalan-jalan melalui kota tua yang bersejarah, berjalan di sela-sela rumah, cafe dan tembok kota yang terkenal, dan membenamkan diri dalam budaya dan sejarah yang kaya.

Tiga hari dua  malam kami melihat obyek wisata andalan seperti St. Tryphon’s Cathedral, Our Lady of the Rocks, Benteng Kotor, berspeed boat dari satu pulau ke pulau lainnya, menikmati keindahan pantai yang begitu jernih sampai obyek wisata museum Kucing juga ada. 

Kota wisata ini memang banyak dihuni oleh kucing-kucing liar maupun peliharaan yang bermanja-manja dengan turis yang datang. Keberadaan kucing-kucing itu dan tubuhnya rata-rata bersih, sebersih dan indahnya kota Kotor ini. 

        Bersama Tina Hartono                ( kanan) ) menikmati         keindahan kota wisata Kotor,                     Montenegro

Tak heran kapal-kapal pesiar mewah banyak mampir ke Kotor dan bisa parkir tepat di pinggir jalan-jalan raya yang berbatas dengan pantai. Rupanya kucing dan kebersihan kota menjadi salah satu daya tarik wisata bagi wisatawan untuk berkunjung.

Ibukota Montenegro adalah Podgorica, kota terbesar yang mencakup 10,4% wilayah Montenegro seluas 13.812 kilometer persegi (5.333 sq mi), Cetinje adalah bekas ibu kota Kerajaan Montenegro ( Montenegrin : prijestonica) dan merupakan lokasi beberapa institusi nasional, termasuk kediaman resmi Presiden Montenegro.

Di hari ketiga kedatangan, kami naik bus menuju Podgorica, kota terbesar dan menjadi ibukota Montenegro. Kota ini agaknya memang tidak terlalu membutuhkan pariwisata. Justru Kotor yang menjadi kota pesisir adalah kota wisatanya, oleh karena itu turis berdatangan lebih dulu ke Kotor.

Jalan -jalan di kota Kotor yang banyak kucing

Podgorica adalah pusat administrasi, ekonomi, dan pendidikan negara. Identitasnya  dibentuk oleh perpaduan pengaruh yang kaya—Illyrian, Ottoman ( Ustmaniyah), Slavia, dan yang terbaru, Eropa modern.

Perpaduan ini terlihat di mana-mana, dari Menara Jam era Ottoman hingga Jembatan Milenium modern yang membentang di atas Sungai Morača. Kota ini berdiri sebagai kota metropolitan yang ramai, dengan arsitektur kontemporer, taman yang luas, dan lingkungan budaya yang berkembang pesat. 

Tampak jelas Podgorica tidak hanya bertahan; tetapi juga kota yang berkembang, merangkul masa lalunya sambil dengan berani menghadapi masa depan.

Kami berdua menghabiskan waktu dengan berjalan-jalan, bukan sekedar menikmati aktivitas kota tapi di kawasan kota lama kita bisa merasakan lapisan sejarah di bawah kaki karena setiap langkah kita adalah menapaki lorong waktu.

Lokasi strategis Podgorica di pertemuan sungai Ribnica dan Morača menjadikannya daerah yang didambakan sepanjang sejarah. Temuan arkeologis menunjukkan bahwa daerah tersebut telah dihuni sejak era Illyrian, dengan pemerintahan Romawi yang memperkenalkan pembangunan perkotaan yang signifikan.

Sisa-sisa Doclea Romawi, hanya beberapa kilometer dari pusat kota saat ini, menawarkan sekilas masa lalunya yang kuno, memperlihatkan kota yang pernah berkembang pesat dengan kuil, forum, dan teater.

Sebagai Muslim Traveller, kami tertarik mengamati pengaruh Ottoman karena pada abad ke-15, Podgorica jatuh di bawah kekuasaan Ottoman, periode yang berlangsung lebih dari 400 tahun. 

Era ini mengubah lanskap kota dengan pembangunan masjid, jembatan, dan pasar yang ramai yang masih berdiri di jantung kota hingga saat ini. Warisan Ottoman terlihat jelas di kota tua Turki, di mana jalan-jalan sempit dan berliku menceritakan kisah-kisah masa lalu.

Podgorica menawarkan jalinan kota unik yang dijalin dengan beragam budaya, kehidupan kafe yang santai, dan kehidupan malam yang semarak. Kami tetap menilai Podgorica tetap wajib dikunjungi bagi mereka yang berani menjelajah ke tempat-tempat yang tidak biasa.

Setelah seharian sempat citytour di Podgorica, bersama Tina Hartono,  kami mengakhiri kunjungan ke Montenegro dengan melanjutkan perjalanan ke negara-negara Balkan lainnya seperti Belgrade, Budapest, Bratislava (Slovakia) dan berakhir di Prague.

Jam menunjukkan pukul 22.40 ketika bus menuju Budapest meninggalkan Podgorica. Inshaa Allah jam 7.40 pagi tiba di tujuan dengan selamat. Goodnight Tina, sleep well sohibku dan besok kita mulai lagi petualangan baru.

 Penulis adalah : Ketua IKAWIRA (Ikatan Keluarga Indonesia di Victoria), Australia

Kalangan Swasta Diharapkan Jadi Motor Penggerak Investasi Ekowisata Natuna

this formate

JAKARTA, bisniswisara.co.id: Kabupaten Natuna adalah salah satu kabupaten di Provinsi Kepulauan Riau beribukota di Ranai. Natuna merupakan kepulauan paling utara di selat Karimata yang memiliki potensi ekowisata termasuk situs geoparknya.

Tanjung Senubing adalah salah satu situs Geopark Natuna yang berada di Kecamatan Bunguran Timur. Tanjung Senubing merupakan destinasi wisata yang memiliki pemandangan alam yang estetis. 

Surga alam yang memikat siapa pun yang berkunjung kesana. Pemandangan yang tersuguh di Tanjung Senubing ini merupakan kombinasi antara hamparan tanah yang hijau dengan rerumputan dan pohon-pohon, bebatuan, serta lautan.

Bebatuan yang berada di Tanjung Senubing dikenal berjenis Tor granit dan berumur ± 125 – 65 juta tahun lalu. Bebatuan disini memiliki motif bergaris-garis dengan berbagai bentuk dan ukuran. 

Beberapa bentuk unik bebatuan di sini adalah bentuk kepala ikan hiu, buah belimbing, kapal, dan lain-lain. Akses ke Tanjung Senubing tidaklah sulit. Hal ini karena posisi Tanjung Senubing dekat dengan jalan. Waktu yang ditempuh dari Kota Ranai yaitu sekitar 15 menit dengan menggunakan motor atau mobil. 

Peluang dan tantangan pengembangan perikanan dan ekowisata di Natuna mendapatkan perhatian dengan dengan menjadi topik bahasan dalam Focus Group Discussion (FGD) yang diselenggarakan oleh Invest SEA.

Organisasi nirlaba yang mendorong investasi berkelanjutan di Asia Tenggara ini kembali menyelenggarakan FGD ketiganya pada pertengahan Juli lalu dengan diikuti oleh berbagai stakeholder baik dari pusat maupun daerah.

Termasuk perwakilan dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf), Kementerian Perhubungan (Kemenhub), Komite Pemantauan Pelaksanaan Otonomi Daerah (KPPOD), serta pengurus Natuna Geopark.

Sebagai kepulauan dengan lebih dari 98% wilayahnya merupakan lautan, Natuna memiliki kekayaan hayati laut yang melimpah. Natuna sendiri termasuk dalam Wilayah Pengelolaan Perikanan (WPP) 711 yang memiliki estimasi potensi lestari (MSY) mencapai 1.306.379 ton/tahun, dengan jumlah tangkap yang diperbolehkan (JTB) sebesar 911.534 ton/tahun.

Catur Sarwanto selaku Direktur Bisnis dan Investasi Kementerian Kelautan dan Perikanan mengatakan Natuna memiliki potensi sumberdaya ikan yang cukup besar (potensi WPP 711 mencapai 911 ribu ton/tahun) dan potensi budidaya ikan seperti kerapu dan napoleon yang telah diekspor ke Malaysia, Jepang, dan Singapura.

Namun potensi ini belum dijalankan secara optimal. Catur berharap pergerakan investasi dapat mengembangkan sektor ini. Kementerian pun saat ini menargetkan investasi sebesar Rp 9 triliun di sektor kelautan dan perikanan, dan Natuna menjadi salah satu wilayah yang menarik untuk menjalankan investasi tersebut.

Selain keanekaragaman hayati dan kekayaan laut yang melimpah, Natuna juga memiliki potensi unggulan dalam bidang ekowisata dan wisata bahari.

Keindahan alam Natuna yang masih alami dan belum banyak dikenal dunia menawarkan peluang besar untuk dikembangkan sebagai destinasi wisata yang unik dan berkelanjutan, mulai dari pantai yang asri hingga air terjun yang menyegarkan, serta pesona gunung dan bukit yang tak kalah indah.

Fehmiu Octaviano, perwakilan Direktorat Minat Khusus Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif pun menyatakan wisata bahari dan ekowisata yang ada di area Natuna saat ini masih perlu untuk dikembangkan. 

 

    Mesjid Agung, Salah satu icon di Natuna

Dengan peningkatan kualitas fasilitas seperti homestay dan rumah makan, serta perbaikan infrastruktur dan penurunan harga tiket pesawat sehingga wisatawan akan merasa lebih nyaman untuk berkunjung ke Natuna. 

Jika dipadukan dengan promosi yang efektif, Natuna bisa menjadi salah satu destinasi utama untuk sektor ekowisata di Indonesia.

Tak hanya memiliki kekayaan alam yang berlimpah, Natuna juga menawarkan pengalaman wisata geologi dan keanekaragaman geologi yang tinggi di kawasan geosite dalam Geopark Natuna, serta penjelajahan situs bersejarah yang menarik.

Basri selaku Ketua Harian Geopark Natuna mengatakan kawasan geografis Natuna yang memiliki keragaman dan warisan geologi, keanekaragaman hayati, dan keragaman budaya yang bernilai tinggi membuat Natuna dapat menjadi salah satu destinasi wisata yang pantas untuk dipromosikan baik dalam skala nasional maupun internasional. 

“Demi mengoptimalkan jumlah wisatawan yang berkunjung ke Natuna, khususnya area geopark, dibutuhkan sinergi dan kolaborasi dalam proses pengembangannya.” kata Basri.

Meski potensinya melimpah, akses menuju Natuna masih terbilang sulit. Menanggapi hal ini, Safrudin selaku Inspektorat Ahli Madya Direktorat Angkutan Udara Kementerian Perhubungan menjelaskan saat ini Pemerintah melalui kementerian/lembaga terkait  akan melakukan pembahasan secara detail mengenai komponen-komponen biaya operasional pesawat udara yang memungkinkan untuk disesuaikan dengan kondisi harga-harga saat ini.

Armand Suparman selaku Direktur Eksekutif Komite Pemantauan Pelaksanaan Otonomi Daerah (KPPOD) menambahkan bahwa di era desentralisasi pasca reformasi, pihaknya berharap sektor swasta lebih optimal berkolaborasi dengan Natuna. 

Namun, peningkatan investasi masih terkendala regulasi dan birokrasi, seperti perizinan dan infrastruktur. Dengan dukungan kementerian dan lembaga terkait, kita bisa merencanakan kebijakan strategis yang lebih sederhana untuk mendukung pertumbuhan di daerah seperti Natuna.

Tentang Invest SEA

Invest SEA adalah sebuah organisasi yang bertujuan untuk membantu mendorong investor baru dan investor lama untuk mengembangkan usaha yang berkelanjutan melalui pertumbuhan ekonomi hijau dan kondisi kerja yang adil, memajukan praktik bisnis yang menciptakan peluang bagi generasi mendatang di kawasan Asia Tenggara. 

Organisasi ini memiliki misi untuk meningkatkan profil Asia Tenggara sebagai wilayah dengan peluang investasi berkelanjutan yang belum dimanfaatkan di industri ekowisata, sumber daya alam, dan perikanan, sekaligus menjadi pengelola yang baik dari salah satu lingkungan yang paling beraneka ragam di dunia. 

 

Para ilmuwan Temukan Bahwa Gigi Tajam Komodo Diperkuat dengan Besi.

this formate

Wisatawan yang terlalu dekat dengan komodo di Indonesia telah digigit, sering kali mengabaikan peringatan keselamatan dan mengakibatkan cedera serius serta keadaan darurat medis ( Foto: Adobe Stock/Chris)

Fakta mengerikan tentang komodo yang tidak diketahui wisatawan

SINGAPURA, bisniswisata.co.id: Ilmuwan telah menemukan sesuatu tentang gigi komodo di Indonesia – gigi tersebut berujung besi, yang menjaga tepi bergerigi gigi mereka tetap tajam.

 Kadal terbesar di dunia yang masih hidup, yang tumbuh hingga lebih dari tiga meter panjangnya, memakan hampir semua yang ada di depannya, mulai dari burung hingga kerbau air dan bahkan komodo lainnya. Mereka juga rentan menggigit manusia yang terlalu dekat.

Dilansir dari travelweeklyasia.com, ada beberapa insiden di mana wisatawan terlalu dekat dengan reptil yang tangguh ini dan akhirnya digigit. Misalnya, pada tahun 2017, seorang wisatawan Singapura digigit kakinya saat mencoba mengambil foto komodo di Taman Nasional Komodo.

Penjaga taman telah memperingatkannya untuk tidak terlalu dekat, tetapi wisatawan tersebut mengabaikan saran tersebut dan berakhir dengan cedera serius yang memerlukan perhatian medis segera.

Dalam kasus lain, pada tahun 2009, sekelompok penyelam yang terdampar di Pulau Rinca, bagian dari Taman Nasional Komodo, harus menangkis serangan komodo selama dua hari sebelum diselamatkan. 

Salah satu penyelam digigit tetapi berhasil selamat dari cobaan tersebut. Insiden ini menyoroti pentingnya menjaga jarak aman dari makhluk berbahaya ini.

Dalam studi terbaru, yang dilaporkan oleh The Guardian, sebuah tim yang dipimpin oleh para peneliti di King’s College London menggunakan pencitraan canggih untuk mempelajari gigi yang diambil dari berbagai spesimen komodo serta berbagai reptil lain yang masih hidup dan punah, termasuk biawak, buaya, aligator, dan dinosaurus.

Lapisan besi paling jelas terlihat pada gigi komodo, tetapi lapisan serupa yang kaya zat besi terlihat pada gigi reptil lainnya. Adaptasi unik ini membantu komodo mempertahankan gigitan mematikannya, sehingga mereka dapat merobek daging mangsanya secara efektif.

 

The Amazing Thailand Travel and Hospitality Golf Classics 2024, ajang golf utama yang akan diselenggarakan di seluruh Thailand

this formate

BANGKOK, bisniswisata.co.id: Fore Management Group bangga telah bermitra dengan Otoritas Pariwisata Thailand (TAT) dan telah melibatkan Travel Daily Media (TDM) & The Thaiger sebagai mitra media untuk mempersembahkan Amazing Thailand Travel and Hospitality Golf Classics 2024.

Dilansir dari traveldailymedia, acara tersebut akan diselenggarakan pada 11 September 2024 di Royal Lakeside Golf Course di Bangkok dan dari 27 hingga 29 September 2024, di Red Mountain Golf Club dan Laguna Golf Phuket.

Di Phuket, pegolf akan menginap di Angsana Hotel, bagian dari Laguna Phuket, yang terletak di pantai Bang Tao yang berkelok-kelok sepanjang lima kilometer, salah satu pantai terindah di Phuket, yang memungkinkan pegolf menikmati lebih dari sekadar lapangan golf selama perjalanan mereka.

Setiap acara akan memberikan pegolf kesempatan untuk bermain di lapangan golf yang fantastis dan mencicipi beberapa kuliner terbaik dari Thailand Selatan. Ditambah dengan hadiah ratusan ribu Baht, acara ini sungguh tidak boleh dilewatkan!

Ajang Amazing Thailand Travel and Hospitality Golf Classics 2024 akan menjadi puncak acara kalender golf domestik, yang dimainkan di Red Mountain Golf Club dan Laguna Golf Phuket. 

Dua lapangan golf paling bergengsi di Thailand, dirancang dengan cermat yang menantang dan menyenangkan pemain dari semua tingkat keterampilan, dengan latar belakang pegunungan yang menakjubkan, pepohonan hijau yang rimbun, dan pemandangan yang indah.

Thailand Selatan menawarkan lebih dari sekadar lapangan golf yang mengagumkan. Wilayah ini memiliki garis pantai sepanjang 200 kilometer yang menampilkan ratusan pantai dan pulau yang indah.  

Destinasi wisata yang terkenal adalah Phuket, Ko Phi Phi (Krabi), Ko Lipe (Satun), Ko Samui dan Ko Tao (Surat Thani). Selatan juga terkenal dengan makanannya yang lezat. 

Hal yang pasti keindahan alam yang menakjubkan dan beragam atraksi dengan beberapa destinasi kelas dunia serta makanan dan budaya yang luar biasa akan membantu melengkapi pengalaman golf Anda.

Wajanan Silpawornwiwat, Direktur Eksekutif Wilayah Selatan, Otoritas Pariwisata Thailand, mengatakan: “Thailand Selatan adalah rumah bagi lebih dari 20 lapangan golf terkenal. Kami sangat senang menyambut para pegolf di seluruh Thailand untuk menikmati lapangan yang menantang.

Mereka sekaligus menikmati waktu bersantai di pantai-pantai  indah, Keramahtamahan yang luar biasa, dan kuliner selatan yang lezat. Amazing Thailand Travel and Hospitality Golf Classics 2024 akan menunjukkan apa yang dapat ditawarkan Phuket dan Thailand Selatan kepada semua pegolf.

Chris Watson, MD Fore Management Group, berkomentar: “Fore bangga dapat bekerja sama dalam acara ini dengan Otoritas Pariwisata Thailand. Phuket dan Thailand Selatan memiliki beberapa lapangan golf terbaik di negara ini dan pemandangan yang menakjubkan”. 

Melalui dukungan Otoritas Pariwisata Thailand, Fore telah mampu menyediakan dua acara golf yang luar biasa bagi para pemain, tempat para pegolf dapat menguji keterampilan mereka dan menikmati keramahtamahan dan kuliner terbaik yang ditawarkan Thailand Selatan, tambahnya

TransNusa Sukses Luncurkan Penerbangan Perdana Jakarta-Subang

this formate

TranNusa jadi satu-satunya maskapai yang menawarkan rute Jakarta-Subang ke Malaysia. TransNusa sukses luncurkan penerbangan perdana Jakarta – Subang pada 1 Agustus dengan rute alternatif ke Kuala Lumpur.

SUBANG, Malaysia, bisniswisata.co.id: Saat ini, TranNusa jadi satu-satunya maskapai yang menawarkan rute Jakarta-Subang ke Malaysia, sehingga penumpang bisa menikmati waktu tempuh lebih singkat untuk kunjungan bisnis atau liburan ke Kuala Lumpur.

Dilansir dari traveldailymediapenerbangan perdana TransNusa dari Jakarta berangkat dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta dari Terminal 3 pukul 11.00 WIB dan tiba di Bandara Subang pukul 14.00 WIB pada tanggal 1 Agustus 2024.

CEO TransNusa Group Bernard Francis mengatakan: “Kami merasa terhormat dan gembira dapat meluncurkan rute baru Jakarta – Subang yang terjadwal dengan sukses,”

Rute ini memungkinkan penumpang dari Bandara Subang untuk mencapai Kuala Lumpur hanya dalam waktu 19 hingga 20 menit dengan mobil dengan jarak tempuh hanya 23 km antara kedua lokasi tersebut, tambahnya 

Francis menjelaskan bahwa meskipun TransNusa telah meluncurkan rute baru ini, maskapai akan tetap mengoperasikan tiga penerbangan terjadwal setiap hari dari Jakarta ke KLIA dan empat penerbangan terjadwal setiap minggu dari Jakarta ke Johor Bahru.

Satu penerbangan setiap hari

Francis menambahkan bahwa TransNusa akan mengoperasikan satu penerbangan terjadwal setiap hari dari Terminal 3, Bandara Internasional Soekarno-Hatta ke Bandara Subang.

Penerbangan 8B 699 berangkat dari Jakarta pukul 04.10 sore dan tiba di Bandara Subang pukul 07.00 malam, sementara penerbangan TransNusa 8B 698 berangkat dari Bandara Subang pukul 07.30 malam dan tiba di Jakarta pukul 08.30 malam.

Maskapai ini menggunakan pesawat berbadan sempit A320 yang memiliki 174 kursi untuk melayani penerbangan berjadwal selama dua jam.

Pilihan yang tepat

Komisi Penerbangan Malaysia memilih TransNusa yang berbasis di Jakarta sebagai salah satu dari dua maskapai asing yang akan terbang dari Bandara Internasional Subang yang bersejarah.

Bandara Sultan Abdul Aziz Shah, yang dikenal sebagai Bandara Subang, berfungsi sebagai bandara internasional Malaysia dari tahun 1965 hingga 1998, setelah itu operasinya dipindahkan ke Bandara Internasional Kuala Lumpur (KLIA).

Namun, sejak awal tahun 2000, maskapai penerbangan telah meminta persetujuan untuk menggunakan Bandara Subang melayani penerbangan domestik dan Asean terjadwal karena lokasi bandara yang strategis.

Layanan Pra Pemesanan Makanan di Emirates kini Tersedia di Seluruh Gerbang Penerbangan Jerman

this formate

CHESHIRE, bisniswisata.co.id : Memperluas pengalaman bersantap di atas awan: Penumpang Kelas Bisnis Emirates kini dapat memilih hidangan utama hangat mereka antara 14 hari dan 24 jam sebelum keberangkatan di keempat gerbang maskapai di Jerman. 

Hal ini semakin memungkinkan maskapai untuk memastikan para tamu selalu menerima hidangan favorit mereka.

Dilansir dari traveldailynews.com, tahun lalu, Emirates memperkenalkan layanan ini untuk penumpang Kelas Bisnis pada rute-rute tersibuknya termasuk Hamburg, dan sejak itu telah memperluas penawaran ke lebih banyak titik dalam jaringan globalnya. 

Pelanggan Kelas Bisnis Emirates kini dapat memesan makanan dalam pesawat pada penerbangan yang berangkat dari Hamburg, Frankfurt, Munich, dan Duesseldorf. 

Layanan ini kini tersedia pada lebih dari 100 rute di seluruh dunia. Hingga saat ini, lebih dari 135.000 pesanan telah dikirimkan pada lebih dari 30.000 penerbangan. Setiap hari, lebih dari 400 makanan dipesan terlebih dahulu oleh pelanggan Emirates.

Dari 14 hari hingga 24 jam sebelum keberangkatan, tamu dapat melihat menu untuk penerbangan mereka secara daring di Emirates atau melalui aplikasi Emirates dan memilih dari berbagai hidangan yang terinspirasi dari daerah dengan bahan-bahan lokal. 

Makanan spesial, yang disesuaikan dengan preferensi diet, agama, atau gizi, juga dapat dipesan terlebih dahulu.

Sajian kuliner Emirates untuk penumpang Kelas Bisnis yang terbang antara Jerman dan Dubai meliputi daging sapi panggang dengan saus lada hijau, cukini panggang.

Ada adas karamel, kentang dengan rempah-rempah, ayam panggang dengan timi dan bawang putih, disajikan dengan jus ayam dengan minyak truffle, bubur seledri, kentang rempah merah, bawang mutiara, dan brokolini atau ikan tahta yang direbus dengan ikan kerapu goreng dalam bumbu Emirati.

Disajikan dengan nasi mentega dan bawang goreng sebagai hidangan utama. Penumpang juga dapat memilih dari lebih dari 300 hidangan vegan dalam menu yang berubah-ubah, seperti kembang kol panggang dengan biji-bijian kuno, pesto lovage dengan pir karamel, atau ragout tahu Asia dan jamur shitake dengan mi kaca.

Prapemesanan ditambahkan ke data yang didukung AI untuk melacak preferensi pelanggan dan informasi dari awak kabin, yang memungkinkan perencanaan menu, pemuatan makanan yang optimal ke dalam pesawat. 

Di dalam pesawat, awak kabin menggunakan aplikasi yang dikembangkan secara khusus untuk melihat pilihan makanan dan menyajikan hidangan yang diinginkan kepada tamu. 

Penawaran baru ini merupakan inisiatif layanan lebih lanjut untuk kenyamanan penumpang digital saat bepergian. Keunggulan layanan pelanggan Emirates berlaku baik di darat maupun di udara

Selain check-in melalui situs web dan aplikasi, pilihan boarding pass digital dan manajemen rencana perjalanan, pelanggan Emirates dapat mengakses menu digital terlebih dahulu.

Caranya mendaftar untuk program frequent flyer Skywards, atau membuat daftar putar pribadi film, serial, dan trek musik untuk hiburan dalam pesawat sebelum penerbangan mereka, yang disinkronkan dengan layar pribadi menggunakan aplikasi.

Festival Makanan Halal Dunia, 28-29 September 2024: Ekstravaganza Kuliner Global di London

this formate

LONDON, bisniswisata.co.id: Siapkan selera Anda untuk festival makanan halal terbesar di dunia! Festival Makanan Halal Dunia kembali untuk tahun kesembilannya yang sensasional, menjanjikan akhir pekan yang penuh kenikmatan kuliner, perayaan budaya, dan kegembiraan keluarga yang tak tertandingi di London, Inggris 28-29 September 2024.

Dilansir dari halalfocus.net, diadakan di Stadion London yang ikonik, festival tahun ini direncanakan akan menarik lebih dari 20.000 pengunjung dari seluruh dunia, menjadikannya sebagai acara utama dalam industri makanan halal.

Pasar yang berkembang dan kekuatan ekonomi

Pasar makanan halal mengalami pertumbuhan yang belum pernah terjadi sebelumnya, dan Festival Makanan Halal Dunia merupakan jantung dari industri yang berkembang pesat ini. 

Seiring dengan semakin banyaknya merek-merek terkenal yang bergabung dalam gerakan Halal, acara ini telah menjadi platform definitif bagi pecinta makanan halal dan pemimpin industri untuk berkumpul, merayakan, dan berinovasi. 

Festival ini tidak hanya menyoroti signifikansi ekonomi dari sektor Halal namun juga menampilkan daya tarik global dan kekayaan budayanya.

Line-Up bertabur bintang dan pengalaman tak terlupakan

Festival tahun ini akan menampilkan sederet selebriti yang memukau, termasuk Nadia Hussain dan Big Zuu dari ITV, serta bintang film dan film dari Netflix. Peserta dapat menantikan akhir pekan yang penuh dengan hiburan, termasuk:

  • Teater Masakan Aneh: Saksikan demonstrasi memasak langsung oleh koki selebriti dan pakar kuliner.
  • Pertunjukan Panggung Langsung: Nikmati beragam aksi budaya dan pertunjukan dari seniman global.
  • Aktivitas Pasar Malam dan Keluarga: Hari yang sempurna untuk keluarga dengan wahana pasar malam, permainan, dan aktivitas interaktif.

Peristiwa global yang unik

Apa yang membedakan Festival Makanan Halal Dunia adalah kemampuannya untuk menarik penggemar makanan dari seluruh Eropa dan sekitarnya, menjadikan London sebagai surga kuliner di akhir pekan. 

Festival ini menawarkan perpaduan rasa dan pengalaman yang beragam, menjadikannya acara yang wajib dikunjungi bagi siapa pun yang menyukai makanan, budaya, dan komunitas.

Graham Gilmore, CEO, London Stadium, mengatakan: “Kami sangat senang menyambut kembali festival fantastis ini, yang merayakan makanan, musik, dan budaya komunitas Muslim,”

Acaea ini telah menjadi acara rutin dalam kalender acara tahunan kami dan kami sangat senang melihatnya kembali untuk tahun keempat bersama kami di sini di London timur.

Waleed Jahangir, Direktur Acara mengatakan bahwa “Makanan telah menyatukan kita, meruntuhkan hambatan dan kesalahpahaman. Festival Makanan Halal Dunia merayakan kesatuan ini dengan menampilkan kekayaan keragaman masakan Halal. 

Seperti yang dikatakan Malcolm X, ‘Ketika orang-orang duduk di meja dan menikmati roti bersama-sama, yang dibagikan bukan sekadar makanan, melainkan pengertian dan rasa hormat.’ 

Festival ini menciptakan ruang bagi semua orang untuk berkumpul, berbagi makanan, dan menghargai rasa kemanusiaan bersama. Impian saya adalah agar acara ini terus berkembang, memupuk apresiasi budaya dan persatuan dari tahun ke tahun.”

Bergabunglah dengan Kami di Stadion London

Jadilah bagian dari perayaan kuliner dan budaya Halal yang luar biasa ini. Festival Makanan Halal Dunia lebih dari sekedar sebuah acara; ini adalah gerakan yang terus mendapatkan momentum, mendorong kemajuan ekonomi Halal dan menyatukan orang-orang dari berbagai latar belakang dalam kecintaan mereka terhadap makanan.