Menteri Pariwisata Tinjau Jakarta AQuarium Safari Jelang Libur Lebaran

this formate

Pengunjung Jakarta Aquarium Safari di Neo Soho, Jakarta. ( Foto: Kemenpar( 

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Menteri Pariwisata Widiyanti (Menpar) Putri Wardhana meninjau salah satu destinasi wisata favorit masyarakat Ibu Kota, Jakarta AQuarium Safari, di Neo Soho Jakarta, untuk memastikan kesiapannya dalam menerima lonjakan wisatawan.

Dia sekaligus mengapresiasi upaya yang dilakukan Jakarta AQuarium Safari dalam memberikan pelayanan terbaik bagi wisatawan, serta persiapan segala fasilitas penunjang, promo yang diberikan, hingga penyusunan paket wisata yang menarik untuk wisatawan.

“Untuk menyiapkan persiapan mudik, kami meninjau sejumlah obyek pendukung termasuk meninjau Stasiun Pasar Senen, kemudian Hotel Artotel Thamrin Jakarta, dan atraksi wisata yang kami datangi adalah Jakarta AQuarium,” kata Menteri Pariwisata.

Jakarta AQuarium Safari adalah akuarium dalam ruangan terbesar di Indonesia. Akuarium ini merupakan hasil kolaborasi antara Taman Safari Indonesia dan Aquaria KLCC Malaysia.

Dengan luas sekitar 7.200 meter persegi, Jakarta AQuarium Safari mampu menampung lebih dari 14.000 hewan dari 600 spesies, termasuk mamalia, reptil, serangga, dan berbagai jenis ikan laut dan air tawar.

Selain menampilkan keanekaragaman hayati Indonesia, akuarium ini juga memamerkan hewan-hewan dari Afrika dan Amerika Selatan.

Widiyanti mengimbau agar atraksi wisata di Jakarta AQuarium Safari, dan destinasi wisata lainnya selalu menjaga kebersihan. Ia menilai kebersihan dan keberlanjutan lingkungan di destinasi wisata berperan penting dalam menciptakan pengalaman wisata yang nyaman dan menyenangkan.

“Dan harus dipastikan untuk menjaga kapasitas, jangan terlalu penuh, dan membahayakan wisatawan,” tambahnya.

Menteri Pariwisata Widiyanti Putri pun mengimbau masyarakat untuk menjaga kesehatan dan mengecek perkiraan cuaca untuk mengantisipasi cuaca, termasuk curah hujan tinggi, agar berwisata menjadi aman dan menyenangkan saat libur Lebaran .

“Hal ini perlu diwaspadai, mengingat curah hujan yang tinggi berpotensi menimbulkan bencana turunan, seperti banjir dan longsor,” kata Menteri Pariwisata Widiyanti.

Pada kesempatan ini Menteri Pariwisata Widiyanti juga berkomunikasi dengan salah satu wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Jakarta AQuarium Safari, untuk memastikan pengalaman mereka.

Kementerian Pariwisata, sebelumnya, telah mengirimkan Surat Edaran Menteri Pariwisata kepada pemerintah daerah, ketua asosiasi usaha pariwisata, dan pelaku usaha pariwisata, untuk mengimbau dilakukannya penilaian risiko, guna memastikan kegiatan berwisata berlangsung aman dan menyenangkan.

Selain itu, Kementerian Pariwisata telah meluncurkan kampanye #MudikYuk, untuk mendorong masyarakat agar berwisata saat melakukan mudik. Sedangkan dengan kampanye #LebaranDiJakartaAja, Kementerian Pariwisata mengajak masyarakat yang tinggal di luar Jakarta untuk datang dan berwisata di Ibu Kota.

Kemenpar Imbau Industri Siapkan Mitigasi Jelang Libur Lebaran 2025, Pergerakan Wisnus Capai 146 juta

this formate

Wisatawan nusantara ( wisnus) turun dari kapal. Pergerakan wisnus Lebaran kali ini diprediksi 146 juta perjalanan  ( Foto Antara) 

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Proyeksi pergerakan masyarakat pada Lebaran 2025 oleh Kementerian Perhubungan mencapai angka 146 juta perjalanan. Dengan rata-rata pengeluaran wisatawan nusantara ( Wisnus) per perjalanan sebesar Rp2,57 juta, maka perputaran ekonomi yang terjadi selama periode Lebaran 2025 diproyeksi dapat mencapai Rp375,2 triliun.

Hal itu diungkapkan Deputi Bidang Industri dan Investasi Kementerian Pariwisata, Rizki Handayani menyambut Hari Raya Idul Fitri 2025. Dia berbicara saat jumpa pers terbatas, Rabu, berkaitan dengan manajemen risiko yang sudah dilakukan.

Dia juga mengingatkan pemerintah daerah untuk  penerapan protokol CHSE (Cleanliness, Health, Safety, Environmental sustainability) yang  terbukti masih relevan dengan kondisi saat ini. Dimana industri diharapkan untuk selalu mengimplementasikan protokol CHSE demi terwujudnya rasa aman dan nyaman saat berwisata.

“Keselamatan perjalanan juga harus diperhatikan. Isu climate change membuat Kementerian Pariwisata harus lebih adaptif, sehingga kami akan menyusun pedoman untuk menangani keselamatan saat perubahan cuaca terjadi,” kata Rizki.

Saat ini Kementerian Pariwisata sedang mendorong Tourism 5.0 yang menjadi program unggulan Menteri Pariwisata. Dimana promosi digital menjadi prioritas yang didukung dengan pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan (AI).

“Jadi sekarang Ibu Menteri menugaskan Deputi Pemasaran untuk sesegera mungkin memperbaiki tampilan maupun cara kerja website indonesia.travel,” kata Rizki.

Pengembangan website indonesia.travel telah memasuki peluncuran tahap pertama  dengan menghadirkan desain yang lebih imersif, informatif, ramah pengguna, serta penyempurnaan fitur website.

Pengembangan ini diharapkan mampu memperkuat situs sebagai pintu utama calon wisatawan untuk mengenal lebih jauh destinasi Indonesia sehingga memberikan pengalaman yang semakin berkesan.

Sementara itu Hariyanto, Deputi Bidang Pengembangan Destinasi dan Infrastruktur Kementerian Pariwisata mengatakan pihaknya mengimbau seluruh pelaku industri untuk menyiapkan langkah mitigasi dalam mengantisipasi potensi kepadatan di destinasi wisata favorit hingga perubahan cuaca terutama di daerah rawan bencana menjelang musim libur Lebaran 2025.

Pihaknya telah mengeluarkan Surat Imbauan Deputi Bidang Pengembangan Destinasi dan Infrastruktur tentang risk assessment untuk antisipasi destinasi terutama yang memiliki kerawanan tinggi.

“Kementerian Pariwisata secara keseluruhan mengantisipasi situasi katakanlah yang tidak diharapkan. Sebelumnya, Kemenpar mengeluarkan Surat Edaran Menteri Pariwisata tentang penyelenggaraan berwisata yang aman, nyaman, dan menyenangkan ke seluruh Indonesia,” ujar Hariyanto.

Selain bekerja sama dengan BMKG, BNPB, dan stakeholder lain, Kemenpar mengembangkan platform Sistem Informasi Kepariwisataan Nasional ( Sisparnas) sebagai platform yang didalamnya terdapat micro site mengenai edukasi manajemen krisis.

Berkolaborasi dengan BMKG Sisparnas juga  menginformasikan kondisi cuaca di berbagai daerah termasuk di dalamnya cuaca di destinasi wisata. “Di dalamnya juga ada link bekerja sama dengan BMKG, sehingga kita dapat mengetahui dari waktu ke waktu kondisi cuaca di setiap daerah,” kata Hariyanto.

Berdasarkan pemantauan dan koordinasi virtual yang dilakukan Kementerian Pariwisata terdapat daerah-daerah yang telah mengaktifkan posko TIC (Tourist Informatiom Center) seperti Yogyakarta dan Bintan.

Staf Ahli Bidang Manajemen Krisis Kemenpar, Fadjar Hutomo menambahkan terkait persiapan libur lebaran, Kemenpar turut berkolaborasi lintas kementerian/lembaga untuk menghadirkan Posko Angkutan Lebaran 2025.

Posko diinisiasi Kementerian Perhubungan  yang juga melibatkan Kementerian/Lembaga dan BUMN terkait termasuk Komdigi, Kemenpar, BMKG, ASDP, In-journey, dan lain-lain.

Sementara terkait kesiap-siagaan bencana, Kementerian Pariwisata melakukan monitoring dan koordinasi dengan berbagai pihak terkait. Pertama terkait dengan bencana tanah hidrometriologi, meliputi curah hujan yang tinggi dan kemudian resiko banjir bandang, tanah longsor.

“Kita melakukan advokasi dengan para personel pengelola desa wisatanya. Dan kemudian resiko yang kedua adalah resiko vulkanologi,”ujar Fadjar.

Terutama di destinasi-destinasi wisata yang ada di gunung-gunung berapi, di lereng gunung berapi. Itu juga secara sistem informasinya kami sangat terkait dengan PVMBG (Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi).

Kemudian, Deputi Bidang Destinasi dan Infrastruktur Kementerian Pariwisata, Hariyanto, merespons persoalan ditemukannya ladang tanaman yang diduga ganja di kawasan Taman Nasional Bromo.

Hariyanto menilai dari dua aspek yaitu aspek law enforcement atau penegakan hukum dan aspek dampak atas kehadiran ladang tersebut.

“Bagaimanapun juga penanaman ganja dan hal-hal lain sejenisnya itu melanggar norma hukum dan langkah-langkah atau tindakan untuk memastikan penanganan hukum itu merupakan kewenangan aparat penegak hukum dalam hal ini kementerian/lembaga terkait,” ujar Hariyanto.

Kemudian aspek yang kedua adalah dampak dari kehadiran ladang tersebut terhadap pengelolaan destinasi secara keseluruhan. Ada regulasi yang tertuang dalam Peraturan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Nomor 9 Tahun 2021 tentang pedoman destinasi pariwisata berkelanjutan.

“Jadi sejauh ini kami terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah termasuk aparat penegak hukum,” kata Hariyanto.

Di sisi lain, Staf Ahli Bidang Manajemen Krisis Kemenpar, Fadjar Hutomo, menyoroti peristiwa tiga kapal wisata yang tenggelam beberapa waktu lalu yakni di Labuan Bajo, Nusa Penida, dan Gili Trawangan.

Kejadian ini menjadi perhatian semua pihak. Kementerian Pariwisata juga terus memonitor dan memastikan melalui dinas maupun Politeknik Pariwisata maupun Badan Otorita agar wisatawan mendapatkan layanan yang terbaik. “Ini terus menjadi pantauan kami di Kementerian Pariwisata,” kata Fadjar Hutomo.

 

Wamenekraf Bahas Rencana Kolaborasi HUT TMII yang Semakin Ramah Keluarga

this formate

Wajah baru Keong Emas, di TMII, Jakarta

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Irene Umar, Wakil Menteri Ekonomi Kreatif /Wakil Kepala Badan Ekonomi Kreatif membahas kolaborasi lanjutan dengan Taman Mini Indonesia Indah (TMII) yang akan berulang tahun ke-50 pada 20 April mendatang.

Ragam subsektor ekraf yang ramah keluarga didorong Wamenekraf Irene untuk ditampilkan dalam perayaan tersebut.“Orang-orang Indonesia harus tahu bahwa Taman Mini Indonesia Indah sudah berubah menjadi jauh lebih modern dan inklusif,” kata Wamenekraf Irene dalam kunjungannya itu.

Area TMII yang luas bisa dieksplorasi dari berbagai sisi dan kesan TMII yang dikenal ramah keluarga masih harus terus ditonjolkan.“Kita bisa mengadakan acara-acara yang menjangkau pengunjung dari segmen keluarga sehingga ruang-ruang publik di sini bisa ramah bagi ayah, ibu,dan anak-anaknya,” ujar Wamenekraf Irene.

Perayaan HUT ke-50 TMII bisa menampilkan karya-karya kekayaan intelektual atau intellectual property (IP) lokal dari berbagai subsektor ekraf. Nantinya kolaborasi itu bertujuan untuk lebih menumbuhkan kebanggaan terhadap ikon wisata Indonesia melalui sentuhan kreativitas anak bangsa sehingga TMII turut menyelaraskan 17 subsektor ekraf melalui konsep budaya tematik.

“IP lokal itu tak hanya komik atau IP karakter saja. Kita bisa membuat juga panggung musik untuk menarik pengunjung, konsep aktivasi bagi fotografer yang lebih leluasa eksplorasi wajah baru Taman Mini dan undang duta-duta budaya seperti Abang None Jakarta sampai komunitas-komunitas cosplayer yang bisa mengundang keramaian,” ungjapnya.

Di tempat yang sama, Deputi Bidang Kreativitas Media Kemenekraf Agustini Rahayu berharap TMII bisa membuka potensi besar untuk memperkenalkan IP lokal. Sedangkan Deputi Bidang Kreativitas Digital dan Teknologi Kemenekraf Muhammad Neil El Himam menyebut kolaborasi berkelanjutan antara Kemenekraf dengan TMII bisa dikaitkan dengan unsur creative hub.

“IP lokal itu butuh tempat dan Taman Mini butuh aktivasi. Bila IP lokal ingin jadi tenant saat event HUT nanti, Taman Mini harus menyiapkan hectic market-nya. Sementara dari IP lokal juga harus menyiapkan manpower sehingga booth yang ditampilkan punya konsep ide activity yang lebih menarik perhatian pengunjung,” kata Agustini Rahayu.

“Membangun jaringan dan kolaborasi dengan penyediaan wadah fisik dan fasilitas harus terus dilakukan guna mendukung pejuang ekraf. Misal koneksikan suatu pameran di masing-masing anjungan yang ada di Taman Mini dengan syarat aktivasi tersebut harus dapat dukungan dari pemerintah daerah setempat,” imbuh Muhammad Neil El Himam.

Sementara itu, Direktur Utama TMII Intan Ayu Kartika mengatakan rangkaian acara HUT TMII akan berlangsung dari 18 April 2025 hingga 27 April 2025. Dia berharap semua kegiatan yang dirancang bisa menjadi satu kesinambungan agar TMII terus berkontribusi secara positif dari sisi edukasi, budaya, dan hiburan.

Sedangkan Erik Lesmana selaku Product Development Manager TMII ingin agar Kemenekraf ikut melakukan kurasi bersama untuk memaksimalkan peran komunitas terhadap subsektor ekraf.

“Banyak program aktivasi selama 10 hari nanti dengan bentuk pasar nusantara, panggung atraksi budaya, hingga creative hub yang menjadi konsep perayaan ulang tahun emas dan menandakan evolusi atau perubahan terus terjadi disini, termasuk Wajah Baru Taman Mini,” ujar Intan Ayu.

“Kita bisa kurasi bersama terhadap tenant-tenant dan IP lokal yang bisa menampilkan produk lokal seperti film, kuliner, fesyen, kriya, musik, gim lokal, dan subsektor ekonomi kreatif lain. Dengan begitu semua bisa masuk ke Taman Mini untuk bertemu pasar dan membuka networking. tambahnya.

Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif di bawah kepemimpinan Menekraf/Kabekraf Teuku Riefky Harsya dalam 5 tahun menargetkan pencapaian 27 juta lapangan kerja khususnya generasi muda, dalam tujuan menciptakan lapangan kerja yang berkualitas.

Irene Umar mendorong 17 subsektor ekraf untuk mewujudkan visi misi Prabowo-Gibran, khususnya Asta Cita nomor 3, yaitu meningkatkan lapangan kerja yang berkualitas, mendorong kewirausahaan, dan mengembangkan industri kreatif.

Hong Kong Tingkatkan Pariwisata Ramah Muslim dengan Sertifikasi Halal dan Inisiatif Baru

this formate

Turis Indonesia menyantap makanan halal yang satu atap dengan masjid Ammar & Osman Ramju Osadick Islamic Center, Hong Kong.

HONG KONG, bisniswisata.co.id: Perdagangan pariwisata Hong Kong bersiap untuk menarik lebih banyak wisatawan Muslim dengan meningkatkan fasilitas pendukung pariwisata.

Sejak awal tahun 2024, Badan Pariwisata Hong Kong (HKTB) telah mengadopsi pendekatan yang beragam untuk memposisikan Hong Kong sebagai destinasi ramah Muslim.

Dilansir dari ttgasia.com, saat ini, 53 hotel, lima objek wisata, dan tempat MICE telah berhasil menerima akreditasi dari perusahaan promosi perjalanan halal, CrescentRating. Selain itu, lebih dari 140 restoran telah mendapatkan sertifikasi halal.

Awal bulan ini, HKTB menyelenggarakan perjalanan sosialisasi untuk lebih dari 20 perwakilan perdagangan perjalanan Muslim dari pasar sumber pengunjung Asia Tenggara.

Para perwakilan memuji kemajuan yang dicapai dalam pariwisata Muslim di Hong Kong, dengan mencatat bahwa hal ini telah mencapai tingkat baru, yang akan membantu memfasilitasi penyelenggaraan tur mendatang ke kota tersebut.

Ramadan, yang berlangsung selama sekitar satu bulan, telah dimulai, dan Mira Hong Kong, yang baru-baru ini disertifikasi dengan lima bulan sabit oleh CrescentRating, telah menyelenggarakan Perayaan Makan Malam Berbuka Puasa Ramadan pertamanya di Penthouse Ballroom untuk mempromosikan pemahaman yang lebih mendalam tentang budaya perayaan tersebut.

Acara tersebut, yang diselenggarakan bekerja sama dengan Miramar Travel dan Konsulat Jenderal Turki di Hong Kong, menarik hampir 200 tamu, termasuk anggota komunitas Muslim setempat, diplomat dari Timur Tengah dan Asia, pejabat pemerintah daerah dari sektor pariwisata, dan perwakilan media.

Untuk mengakomodasi tamu Muslim, Mira Hong Kong dan hotel saudaranya Mira Moon menyediakan penunjuk arah kiblat, dan menyediakan Al-Quran dan sajadah berdasarkan permintaan.

Penyemprot bidet portabel juga tersedia untuk memastikan kenyamanan dan kebersihan sesuai dengan adat istiadat Muslim.

Hotel-hotel tersebut menawarkan pilihan bersantap halal, termasuk santapan lezat Kanton di Cuisine yang direkomendasikan Michelin di The Mira, duta tamu berbahasa Arab, dan menu makan dalam kamar 24/7 dalam bahasa Arab yang menyajikan hidangan favorit Asia dan Barat.

Sementara itu, Mira Moon dilengkapi dengan berbagai fasilitas penting yang ramah Muslim dan menawarkan paket sarapan halal untuk wisatawan internasional.

Alexander Wassermann, kepala hotel dan apartemen berlayanan di Miramar Group, mengatakan: “Semua karyawan kami telah menerima pelatihan ekstensif tentang makanan halal dan praktik perjalanan halal yang diterapkan di hotel kami.”

Tim kami berharap dapat menyambut lebih banyak tamu Muslim dari seluruh dunia, dan kami bertujuan untuk menjadi tujuan bersantap khas Tiongkok pilihan di Hong Kong bagi komunitas Muslim setempat, tambah Alexander Wassermann.

Prasmanan khusus Ramadan untuk mengakomodasi kebutuhan diet dan pengaturan bagi wisatawan Muslim juga tersedia di Kowloon Shangri-La dan Dorsett Tsuen Wan Hong Kong.

Doris Lam, manajer umum Momentous Asia Travel and Events, mencatat bahwa meskipun semakin banyak hotel yang menawarkan makanan halal, makanan tersebut sering kali hanya tersedia untuk kelompok yang lebih besar.

Kelompok yang lebih kecil, jelasnya, mungkin perlu mencari restoran di luar hotel.
Dia menyebutkan bahwa sebagian besar restoran halal lainnya di kota tersebut terutama menyajikan masakan India atau Timur Tengah.

Meskipun mereka menawarkan makanan halal, dia mengatakan bahwa sebagian besar pengunjung yang datang ke Hong Kong lebih suka mencoba masakan Tiongkok.

Namun, ia menegaskan bahwa hanya ada sedikit restoran yang menyediakan makanan Cina halal. “Kami juga berharap dapat melihat lebih banyak fasilitas untuk shalat di tempat wisata dan pusat perbelanjaan,” imbuh Lam.

Libya dan Indonesia Tingkatkan Hubungan Pariwisata dengan Fokus pada Pengalaman Perjalanan Halal

this formate

TRIPOLI, bisniswisata.co.id: Indonesia Perkuat Hubungan Pariwisata dan Bisnis Halal dengan Libya melalui Inisiatif Baru yang Dipimpin Kedutaan RI setempat.

Dilansir dari travelandtourworld.com, dalam upaya strategis untuk memperdalam kerja sama pariwisata dan ekonomi, Kedutaan Besar Indonesia di Tripoli telah meluncurkan inisiatif baru yang bertujuan untuk meningkatkan perjalanan ramah halal dan menjalin hubungan bisnis yang lebih kuat dengan Libya.

Dede Achmad Rifai, Kuasa Usaha Kedutaan Besar, baru-baru ini menyelenggarakan pertemuan khusus dan acara buka puasa bersama sepuluh pemimpin biro perjalanan terkemuka Libya.

Acara tersebut berlangsung di sebuah restoran terkenal di dekat Monumen Marcus Aurelius yang ikonis di Tripoli, memadukan diplomasi budaya dengan penjangkauan bisnis.

Selama acara malam itu, kedutaan memamerkan pengalaman pariwisata Indonesia yang paling memikat, dengan menyoroti beragam destinasi di negara ini. Perhatian khusus diberikan kepada Bali & Beyond Travel Fair 2025 (BBTF) yang akan datang, sebuah acara pariwisata internasional yang dijadwalkan akan diadakan di Bali dari 11 hingga 15 Juni 2025.

BBTF 2025 berjanji untuk menyatukan ratusan pemangku kepentingan pariwisata global, termasuk pembeli dan penjual, dalam sebuah platform yang kuat yang dirancang untuk mendorong perjalanan yang berkelanjutan, meningkatkan interaksi budaya, dan membuka pintu bagi usaha bisnis baru.

Perwakilan Indonesia mendesak para profesional perjalanan Libya untuk berpartisipasi aktif dalam acara tersebut, dengan menyoroti potensi besar untuk kolaborasi, pertumbuhan ekonomi, dan pengembangan pariwisata masuk melalui paket dan pengalaman yang ramah halal.

Melihat lebih jauh dari daya tarik Bali, Kedutaan Besar Indonesia di Tripoli meningkatkan upaya untuk mempromosikan potensi pariwisata dan perdagangan negara yang lebih luas dengan menyoroti Trade Expo Indonesia 2025 yang akan datang, yang dijadwalkan pada bulan Oktober di Jakarta.

Acara ini bertujuan untuk membuka jalan baru bagi para pengusaha Libya untuk terlibat dalam eksplorasi bisnis dan rekreasi di seluruh Jakarta dan wilayah sekitarnya.

Sebagai bagian dari inisiatif ini, kedutaan besar mendorong delegasi Libya untuk merasakan kekayaan budaya dan atraksi rekreasi Indonesia.

Peserta akan diperkenalkan ke destinasi utama seperti Taman Mini Indonesia Indah, taman warisan budaya yang semarak; Taman Rekreasi Keluarga Ancol, pusat hiburan populer; Masjid Istiqlal, masjid terbesar di Asia Tenggara; dan perkebunan teh yang indah serta Taman Safari yang terletak di dataran tinggi yang rimbun.

Para penggemar belanja juga akan menemukan kesempatan untuk menjelajahi kawasan komersial Jakarta yang ramai, yang terkenal dengan barang-barang berkualitas tinggi dengan harga yang menarik.

Untuk memastikan partisipasi yang bebas hambatan, Kedutaan Besar Indonesia telah mengonfirmasi bahwa mereka akan memberikan dukungan dan koordinasi penuh bagi agen perjalanan Libya yang menghadiri Trade Expo Indonesia 2025 dan Bali & Beyond Travel Fair 2025 (BBTF).

Ini termasuk fasilitasi, bantuan, dan pendampingan di lapangan bagi para delegasi di setiap acara. Menurut pejabat kedutaan, inisiatif pariwisata ini mencerminkan komitmen strategis Indonesia untuk mengembangkan sektor perjalanan.

Diplomasi ini sekaligus memperdalam hubungan diplomatik, budaya, dan ekonomi dengan Libya melalui peningkatan pertukaran antarmasyarakat dan kemitraan yang saling menguntungkan.

 

 

Industri pariwisata Namibia Didorong oleh Dukungan PBB

this formate

WINDHOEK, Namibia, bisniswisata.co.id: Sebagai bagian dari kunjungan pimpinan Pariwisata PBB ( UN Tourism) ke Namibia, serangkaian Pedoman Investasi telah diluncurkan.

Pariwisata Berbisnis: Berinvestasi di Namibia berfokus pada menarik calon investor dan memberikan wawasan penting tentang peluang yang ditawarkan negara tersebut.

Dilansir dari traveltomorrow.com, secara keseluruhan, Namibia telah mengalami pertumbuhan yang stabil selama beberapa tahun terakhir.

Pada tahun 2024, negara tersebut mencatat pertumbuhan PDB sebesar 3,1%, dengan proyeksi yang menunjukkan kenaikan menjadi 4,2% pada tahun 2025.

Meskipun secara tradisional bergantung pada pertambangan, negara tersebut secara bertahap mendiversifikasi basis ekonominya.

Pertanian, energi terbarukan (Namibia menempati peringkat kedua terbaik untuk transisi energi di Afrika Sub-Sahara), layanan keuangan, dan pariwisata semuanya telah memainkan peran penting dalam perubahan ini.

Negara ini mengalami pertumbuhan eksponensial dalam Penanaman Modal Asing (FDI), yang mencapai $2,61 miliar pada tahun 2023, dibandingkan dengan $1,06 miliar pada tahun 2022. Tiongkok (29,6%), Afrika Selatan (22,4%), Inggris (9,4%), dan Mauritius (6,8%) merupakan kontributor utama.

Peluang investasi Namibia yang beragam dan dedikasinya terhadap pertumbuhan berkelanjutan menjadikannya tujuan yang menarik bagi investasi global.

Upaya negara dalam transisi energi dan perluasan pariwisata mencerminkan komitmennya terhadap inovasi dan inklusivitas,” kata Zurab Pololikashvili, Sekretaris Jenderal Pariwisata PBB.

Mengenai pariwisata, Namibia menyambut 863.872 pengunjung internasional pada tahun 2023 — meningkat 87,4 persen dibandingkan dengan tahun 2022.

Sektor pariwisata berkontribusi 6,9 persen terhadap PDB dan menghasilkan $348 juta dalam penerimaan pariwisata internasional pada tahun 2023.

“Sektor pariwisata Namibia yang berkembang pesat, didorong oleh kontribusi PDB sebesar 6,9% pada tahun 2023, menunjukkan bagaimana investasi berkelanjutan memberdayakan masyarakat lokal.

Dengan memadukan warisan budaya dengan inovasi ekowisata, Namibia menawarkan model unik di mana pertumbuhan ekonomi mengangkat masyarakatnya dan melestarikan lanskapnya,” kata Natalia Bayona, Direktur Eksekutif Pariwisata PBB.

Menurut PBB, potensi pariwisata Namibia disebabkan oleh sejumlah alasan. Lebih dari 20 taman nasional dan cagar alam, termasuk destinasi seperti Taman Nasional Etosha dan Gurun Namib, menjadikannya tempat persinggahan yang sempurna bagi para pecinta alam, yang menawarkan potensi besar untuk investasi ekowisata.

Jaringan jalan yang sangat baik di negara ini, pelabuhan strategis di Teluk Walvis dan Lüderitz, dan konektivitas udara internasional memastikan aksesibilitas yang optimal.

Namibia berdiri sebagai mercusuar peluang bagi investor yang mencari pertumbuhan berkelanjutan, bentang alam yang tak tertandingi, dan lingkungan bisnis yang mendukung.

Fokusnya pada investasi hijau, pembangunan infrastruktur, perluasan pariwisata, dan integrasi perdagangan regional menjadikannya tujuan ideal untuk investasi global, ungkap laporan PBB tentang Pariwisata Berbisnis: Berinvestasi di Namibia.

Selain itu, sektor Pertemuan, Insentif, Konferensi, dan Acara (MICE) Namibia menyoroti ambisi negara tersebut untuk menarik pelancong bisnis.

Pusat konvensi baru, hotel premium, dan Biro Konvensi Nasional khusus telah didirikan untuk memposisikan Namibia sebagai tujuan yang kompetitif untuk pariwisata korporat.

Destinasi Acara Bisnis Terbaik Untuk Rapat, Koneksi, dan Bermain

this formate

Ubah rapat menjadi pengalaman yang tak terlupakan di Catalonia, tempat inovasi bisnis bertemu dengan inspirasi Mediterania.

BARCELONA, bisniswisata.co.id: Terletak di sudut timur laut Semenanjung Iberia, Catalonia telah menjadi pusat perdagangan, kewirausahaan, dan inovasi Mediterania selama berabad-abad.

Dengan perpaduan unik kota-kota yang menawan, termasuk Barcelona, ​​Sitges, Girona atau Tarragona, dan lanskap yang mengesankan yang dipadukan dengan ruang pertemuan avant-garde, wilayah yang dinamis ini merupakan tempat yang ideal untuk rapat dan acara bisnis yang tak terlupakan.

Diberkati dengan lebih dari 300 hari sinar matahari setiap tahun, Catalonia menawarkan latar belakang yang semarak dan menarik secara alami untuk acara apa pun.

Dalam lanskap MICE saat ini, mencapai keseimbangan yang tepat antara fokus korporat dan pengalaman yang menarik sangatlah penting. Catalonia unggul dalam menyediakan perpaduan “lima puluh-lima puluh” ini, menawarkan tempat yang serbaguna dan pengalaman memikat yang membuat setiap acara berkesan.

Tempat dan lokasi yang serbaguna

Catalonia mengakomodasi segala hal mulai dari konferensi besar hingga pertemuan insentif yang intim.

Perencana acara dapat memilih antara kecanggihan perkotaan Barcelona, ​​ibu kota daerah, dan pesona pedesaan yang sederhana, dengan lanskap pegunungannya, kota-kota yang menawan, dan daerah penghasil anggur yang terkenal.

Keseimbangan ini memungkinkan acara yang menggabungkan pertemuan formal dengan pengalaman rekreasi, seperti jamuan makan malam gala di Parc Samà yang bersejarah atau teambuilding di udara terbuka di pegunungan Montserrat.

Berkat geografinya yang kompak dan jaringan transportasi yang sangat baik, wilayah ini dengan mulus memadukan profesionalisme korporat dengan pengalaman budaya yang autentik.

Barcelona, ​​yang berada di peringkat lima kota konvensi teratas di seluruh dunia menurut International Congress and Convention Association (ICCA), berfungsi sebagai gerbang ideal bagi pengunjung dari Asia Pasifik melalui pusat-pusat Eropa dan Timur Tengah.

Budaya bertemu alam

Sebagai pusat gastronomi, Catalonia menawarkan tempat makan yang kaya dan beragam, mulai dari tempat berbintang Michelin dan kebun anggur terkenal hingga restoran pedesaan.

Catalonia menawarkan perpaduan budaya, sejarah, dan atraksi pemandangan yang tak tertandingi.

Makan malam gala dapat diadakan di bawah bayang-bayang mahakarya Gaudí seperti Sagrada Família di jantung kota Barcelona, ​​atau kegiatan membangun tim di udara terbuka dapat dilakukan di pegunungan Montserrat di dekatnya.

Untuk insentif tingkat atas atau program pascakonferensi, DMC lokal dapat membuat pengalaman seperti tur mencicipi anggur pribadi di kebun anggur Penedès atau penyewaan kapal pesiar mewah untuk makan siang Mediterania.

Warisan budaya Catalonia yang berlapis-lapis dan semarak membentang dari zaman kuno klasik hingga seni avant-garde dan desain modern.

Keunggulan kuliner berkisar dari hidangan tradisional Catalonia hingga santapan berbintang Michelin, Catalonia telah dinobatkan sebagai Kawasan Gastronomi Dunia 2025 oleh Institut Internasional Gastronomi, Budaya, Seni, dan Pariwisata.

Wilayah ini juga menawarkan pemandangan alam yang menakjubkan, dari Pyrenees hingga pantai Costa Brava dan Costa Daurada. Para delegasi dapat berjalan-jalan di Gothic Quarter Barcelona atau di sepanjang Las Ramblas, membenamkan diri dalam energi kota yang unik.

Kisaran pilihannya tidak terbatas, menjadikan Catalonia kanvas kosong bagi para perencana untuk menciptakan mahakarya acara.

Untuk melindungi keanekaragaman hayati alaminya, Catalonia telah memposisikan dirinya selama beberapa dekade sebagai pemimpin dalam pariwisata berkelanjutan, menawarkan tempat yang ramah lingkungan, pilihan transportasi hijau, dan skema untuk mengurangi dampak lingkungan dari berbagai acara.

Keragaman geografis “pegunungan hingga Mediterania” di wilayah ini memungkinkan program untuk menggabungkan elemen-elemen ini di darat atau bahkan di bawah air.

Keahlian dan inovasi

Pusat Konferensi Lleida adalah salah satu bangunan paling ikonik di Lleida, Catalonia. Selain tempat-tempat modern yang dibangun khusus dan hotel-hotel bermerek internasional, kelompok – kelompok dapat memilih hotel butik dan tempat peristirahatan pedesaan yang menawarkan tempat dan pilihan akomodasi unik yang disesuaikan dengan tujuan acara.

Industri MICE Catalonia menyediakan jaringan penting yang terdiri dari para perencana, pemasok, dan dukungan teknis berpengalaman untuk memastikan acara yang diselenggarakan dengan lancar dan melampaui ekspektasi klien.

Penyelenggara acara yang memilih Catalonia akan dapat merancang acara yang produktif dan berdampak serta menginspirasi dan menyenangkan, sehingga meninggalkan kesan abadi pada grup Anda.

Dengan pendekatan ‘lima puluh-lima puluh’ yang sangat seimbang, para perencana dapat 100% yakin bahwa Catalonia akan memberikan tingkat kepuasan acara yang tak tertandingi.

Connect Marketplace Hong Kong Awali Era Baru bagi Industri MICE di Asia

this formate

Acara pembukaab Connect Marketplace ( foto: ttgmice.com)

HONG KONG, bisniswisata.co.id: Connect Marketplace menyelenggarakan acara di Hong Kong, yang berlangsung dari 19-21 Maret 2025 di AsiaWorld-Expo. Berdasarkan keberhasilan edisi yang diakui di Amerika Utara, platform utama ini memperluas jejaknya di APAC melalui Hong Kong, membuka peluang baru untuk kolaborasi dan pertumbuhan di seluruh wilayah.

Dikurasi dengan cermat untuk melayani para profesional MICE, acara ini menawarkan ruang dinamis tempat para pemimpin , inovator, dan pembuat keputusan dapat terhubung, berkolaborasi, dan menginspirasi.

Dengan menampilkan model pembeli yang dihosting yang unik, acara di Hong Kong ini memfasilitasi pertemuan tatap muka yang telah dijadwalkan sebelumnya antara pemasok papan atas dan pembeli berkualitas tinggi, memastikan setiap interaksi bermakna dan produktif.

Selama tiga hari, serangkaian acara jaringan eksklusif, konferensi, dan insentif berlangsung, memberikan pengalaman bisnis yang benar-benar memperkaya dan berdampak bagi semua orang.

Hong Kong: Jantung Lanskap MICE Asia

Terletak di jantung Asia, Hong Kong berfungsi sebagai gerbang luar biasa untuk memasuki salah satu pasar paling menguntungkan dan berkembang pesat di dunia.

Dengan akses yang lancar ke Greater Bay Area, hubungan bisnis yang kuat dengan Tiongkok Daratan, dan konektivitas global yang tak tertandingi, kota ini memastikan bahwa setiap acara MICE memanfaatkan potensi besar Asia dengan mudah.

Di luar lokasi utamanya, kebijakan pasar terbuka Hong Kong, pajak rendah, dan peraturan yang ramah bisnis mendorong lingkungan inovasi dan daya saing.

Infrastruktur MICE kelas dunia di kota ini, termasuk tempat-tempat canggih dan sistem transportasi canggih, semakin memperkuat statusnya sebagai tujuan utama untuk acara bisnis global.

Penyelenggaraan Connect Marketplace di Hong Kong memanfaatkan keunggulan unik kota tersebut, menawarkan platform ideal bagi para profesional internasional untuk terhubung dan berkolaborasi lintas batas.

Pertemuan Tatap Muka yang Disesuaikan

Acara perdana ini menyelenggarakan lebih dari 1.500 pertemuan tatap muka, yang mempertemukan lebih dari 5.000 pembeli dari lebih dari 30 negara dan wilayah.

Peserta termasuk Australia, Tiongkok, India, Jepang, Korea, Malaysia, Filipina, Singapura, Amerika Serikat, Inggris Raya, dan Vietnam.

Semua menikmati pengalaman yang dirancang khusus, dengan pertemuan bisnis yang sangat terarah dan berdampak yang dirancang untuk menghasilkan hubungan jangka panjang yang nyata.

Acara ini menampilkan jajaran peserta pameran yang tak tertandingi, yang mencakup maskapai penerbangan, hotel, resor, dewan pariwisata, asosiasi MICE, dan inovator teknologi.

Di antara peserta pameran terkemuka adalah Club Med, Cathay Pacific, Qatar Airways Q.C.S.C., Abu Dhabi Convention & Exhibition Bureau, Shanghai New International Expo Center Co., Ltd., Regal Hotels International, Info Salons Technology Services (HK) Limited, Shenzhen World Exhibition & Convention Center, dan masih banyak lagi.

Pusat Koneksi dan Kepemimpinan Pemikiran yang Semarak

Connect Marketplace percaya bahwa bisnis tidak hanya sekadar negosiasi formal; bisnis berkembang pesat dalam lingkungan yang dinamis tempat para profesional MICE dapat menjalin hubungan yang langgeng.

Untuk membina koneksi yang bermakna, acara ini menghadirkan serangkaian konferensi, diskusi panel, dan peluang jaringan, yang mengubah area pameran menjadi pusat inovasi, pertukaran pengetahuan, dan kolaborasi.

Sorotan utama acara ini adalah konferensi MICE, yang menampilkan lebih dari 30 pembicara terkemuka dari akademisi, asosiasi industri, media, bisnis, dan sektor lingkungan. Pembicara terkemuka meliputi:

Prof. Kaye Chon, Dekan dan Ketua Profesor, School of Hotel and Tourism Management, The Hong Kong Polytechnic University, Waikin Wong, Direktur Regional, Asia Pasifik, International Congress and Convention Association (ICCA), Richard Ireland, Presiden, SACEOS.

Pembicara lainnya antara lain Poman Lo, Wakil Ketua dan Direktur Pelaksana, Regal Hotels International, Cathy Ching, SVP, Sustainability, Lifestyle, and Creative Cluster, Invest Hong Kong, Janene Wardrop MEM, Manajer Program, Acara, International College of Management, Sydney, Andy Winchester, Manajer Perjalanan APAC, Bloomberg dan Andrew Lau, Direktur ESG Advisory, Colliers

Para pakar yang dicari ini berbagi wawasan tentang tren terbaru, inovasi, dan perkembangan masa depan yang mendefinisikan ulang lanskap bisnis Asia.
Selain sesi-sesi yang memperkaya ini, para profesional menikmati acara jaringan eksklusif yang memadukan bisnis dengan rekreasi.

Pengalaman yang menonjol adalah malam pacuan kuda yang mendebarkan di Hong Kong Jockey Club, tempat para peserta dapat membenamkan diri dalam budaya pacuan kuda ikonik Hong Kong sambil menikmati pemandangan malam yang menakjubkan dari kota yang semarak ini.

Pengalaman MICE Pertama di Asia

Connect Marketplace Hong Kong dengan bangga didukung oleh lembaga dan asosiasi industri terkemuka, termasuk Hong Kong Tourism Board, AsiaWorld-Expo, dan Corporate Travel Community.

Selain itu, organisasi seperti Korea MICE Association, SACEOS, Meetings & Events Australia, bersama dengan lebih dari sepuluh organisasi lainnya, menyadari potensi signifikan dari acara ini dalam membentuk masa depan industri MICE di seluruh Asia.

Dengan dukungan luas dari anggota industri, antisipasi untuk acara yang inovatif ini semakin meningkat, yang menjanjikan untuk mendorong pertumbuhan, inovasi, dan kolaborasi yang signifikan bagi industri MICE Asia.

Pameran ini terbuka untuk profesional perdagangan dan media saja dan pengunjung harus berusia 18 tahun ke atas. Untuk informasi lebih lanjut, silakan kunjungi

Tentang Informa Markets

Informa Markets menciptakan platform bagi industri dan pasar spesialis untuk berdagang, berinovasi, dan berkembang. Portofolio kami terdiri dari lebih dari 550 acara dan merek B2B internasional antara lain di pasar termasuk Kesehatan & Farmasi, Infrastruktur, Konstruksi & Real Estat, Mode & Pakaian, Perhotelan, Makanan & Minuman, dan Kesehatan & Nutrisi

Kami menyediakan pelanggan dan mitra di seluruh dunia dengan peluang untuk terlibat, merasakan, dan berbisnis melalui pameran tatap muka, konten digital spesialis, dan solusi data yang dapat ditindaklanjuti.

Sebagai penyelenggara pameran terkemuka di dunia, kami menghidupkan beragam pasar spesialis, membuka peluang, dan membantu mereka berkembang 365 hari dalam setahun.(PRNewswire)

Apa saja 10 kota Teratas untuk Perjalanan Bisnis di APAC?

this formate

Foto: Adobe Stock/insta_photos

Wawasan Baru dari BCD Travel Soroti Pusat Bisnis Utama di Kawasan tersebut

SINGAPURA, bisniswisata.co.id: Kota-kota Singapura, Tokyo, dan Hong Kong menduduki peringkat kota yang paling banyak dikunjungi oleh pelancong bisnis Asia Pacific ( APAC ).

Dilansir dari Meetings & Conventions Asia, Singapura, Tokyo, dan Hong Kong muncul sebagai kota yang paling banyak dikunjungi oleh pelancong bisnis APAC, menurut laporan Cities & Trends Asia Pacific 2025 dari BCD Travel.

Peringkat ini didasarkan pada analisis pemesanan tiket pesawat dan kereta api klien BCD sepanjang tahun 2024.

10 kota perjalanan bisnis teratas di APAC

*Singapura
*Tokyo
*Hong Kong
*Bangkok
*Kuala Lumpur
*Shanghai
*Seoul
*Taipei
*Jakarta
*Sydney

10 kota perjalanan bisnis antarbenua teratas; Untuk perjalanan antarbenua, Frankfurt, London, dan San Francisco memimpin daftar tersebut. Lima kota antarbenua teratas terbagi antara Eropa dan Amerika Utara, yang mencerminkan sifat global perjalanan bisnis.

Frankfurt,London, San Francisco, Amsterdam, Kota New York, Seattle-Tacoma, Munich, Paris, Los – Angeles, Chicago

Rute perjalanan bisnis yang populer

Singapura mendominasi 10 kota teratas untuk penerbangan APAC, dengan lima rute utama yang berasal dari negara-kota tersebut. Khususnya, rute Shanghai–San Francisco telah naik ke 10 besar untuk perjalanan antarbenua.

Sementara Bengaluru telah menjadi titik keberangkatan utama, dengan penerbangan ke Frankfurt, London, dan Seattle berada di antara yang paling populer.

Perjalanan kereta api di Tiongkok dan Jepang

Kereta api berkecepatan tinggi terus menjadi moda perjalanan yang disukai oleh para profesional bisnis di Tiongkok dan Jepang.

Kereta peluru Shinkansen Jepang terkenal akan ketepatan waktu, efisiensi, dan kenyamanannya, yang membuat perjalanan antarkota besar menjadi lancar.

Sementara itu, sistem kereta api berkecepatan tinggi Tiongkok yang luas menyediakan pilihan perjalanan yang ekonomis dan nyaman, terutama untuk perjalanan jarak menengah hingga jauh.

Industri Perjalanan Bisnis Global dan MICE Alami Lonjakan yang Belum Pernah Terjadi Sebelumnya,

this formate

NEW YORK, bisniswisata.co.id: Arab Saudi, Oman, Qatar, Bahrain, Thailand, Singapura, Australia, Selandia Baru, Spanyol, Jerman, Prancis, dan AS memimpin peningkatan perjalanan bisnis dan Pariwisata MICE dengan Pameran dagang baru, pembaruan terbaru yang perlu diketahui.

Dilansir dari travelandtourworld.com, industri perjalanan bisnis global dan pariwisata MICE (Pertemuan, Insentif, Konferensi, dan Pameran) mengalami lonjakan yang belum pernah terjadi sebelumnya, didorong oleh pameran dagang, pameran, dan acara baru di destinasi utama di seluruh dunia.

Dari Timur Tengah hingga Pasifik dan Eropa hingga Amerika Utara, negara-negara seperti Arab Saudi, Oman, Qatar, Bahrain, Thailand, Singapura, Australia, Selandia Baru, Spanyol, Jerman, Prancis, dan Amerika Serikat meningkatkan upaya mereka untuk menjadi pusat utama perdagangan global, koneksi bisnis, dan pertumbuhan industri.

Arab Saudi, Oman, Qatar, Bahrain, Thailand, Singapura, Australia, Selandia Baru, Spanyol, Jerman, Prancis, dan AS memanfaatkan pameran dagang dan konferensi baru dan yang diperbarui untuk membina hubungan bisnis internasional, merangsang pariwisata, dan meningkatkan pangsa mereka di sektor MICE yang menguntungkan.

Dari pertemuan internasional tingkat tinggi hingga acara khusus yang spesifik untuk industri tertentu, maraknya pameran dagang ini menandai dorongan strategis untuk memposisikan destinasi ini sebagai pemimpin global di sektor pariwisata bisnis.

Timur Tengah: Kawasan yang Siap Mendominasi Perjalanan Bisnis
Arab Saudi, Qatar, Bahrain, dan Oman telah menjadi pusat kekuatan dalam lanskap pariwisata MICE, memposisikan diri mereka sebagai destinasi global utama untuk acara perdagangan dan konferensi.

Lonjakan ini dapat dikaitkan dengan investasi strategis mereka dalam infrastruktur, inisiatif Visi 2030 di Arab Saudi, dan komitmen mereka untuk mendorong pertumbuhan bisnis.

Arab Saudi, khususnya, telah muncul sebagai pemain kunci dalam perjalanan bisnis dan pariwisata MICE. Rencana Visi 2030 Kerajaan yang ambisius telah menyiapkan panggung untuk pengembangan pusat konvensi, hotel, dan infrastruktur kelas dunia untuk mendukung acara bisnis berskala besar.

Arab Saudi baru-baru ini menjadi tuan rumah Prakarsa Investasi Masa Depan (FII), yang mempertemukan para pemimpin bisnis dan investor global untuk membahas pertumbuhan ekonomi dan inovasi.

Acara seperti ini sangat penting bagi dorongan Arab Saudi untuk mendiversifikasi ekonominya dan menarik pelancong bisnis internasional.

Qatar juga telah meningkatkan penawaran MICE-nya dengan acara-acara penting seperti Forum Bisnis Internasional Qatar Tourism dan Forum Ekonomi Qatar, yang telah menarik perhatian signifikan dari investor, pengusaha, dan eksekutif global.

Dengan Qatar Airways yang menawarkan konektivitas tak tertandingi ke berbagai tujuan global, Qatar membuat langkah maju sebagai pusat perjalanan bisnis elit di Timur Tengah.

Bahrain telah muncul sebagai pusat konferensi teknologi dan keuangan, dengan acara-acara seperti Bahrain FinTech Bay dan Forum Ekonomi Bahrain yang mendorong pertumbuhan di sektor MICE.

Dorongan Bahrain untuk memantapkan dirinya sebagai pusat layanan digital dan keuangan terkemuka di kawasan ini membantunya menarik lebih banyak pelancong bisnis internasional.

Fokus Oman pada pariwisata bisnis dicontohkan oleh acara-acara seperti Pusat Konvensi dan Pameran Oman yang membuka pintunya bagi acara-acara perdagangan global.

Fokus Oman dalam menyelenggarakan acara-acara di berbagai sektor seperti keberlanjutan, energi, dan teknologi memposisikan negara tersebut sebagai tujuan utama untuk konferensi dan pameran internasional.

Asia-Pasifik: Pasar yang Berkembang Pesat untuk MICE dan Perjalanan Bisnis
Kawasan Asia-Pasifik terus mengalami peningkatan permintaan untuk pariwisata bisnis, dengan negara-negara seperti Thailand, Singapura, Australia, dan Selandia Baru memimpin.

Negara-negara ini telah menjadi tujuan utama bagi bisnis global yang ingin menyelenggarakan pameran dagang, konferensi, dan ekshibisi di lingkungan yang dinamis dan kaya akan budaya.

Singapura, yang dikenal dengan infrastrukturnya yang canggih dan reputasinya yang mapan sebagai pusat bisnis, secara konsisten menempati peringkat sebagai salah satu tujuan utama dunia untuk acara bisnis.

Singapore Expo dan Marina Bay Sands Convention Centre hanyalah dua contoh tempat yang secara rutin menyelenggarakan pameran dagang dan pertemuan perusahaan papan atas.

Fokus Singapura dalam membangun kota pintar, inovasi, dan praktik bisnis yang berkelanjutan menjadikannya tujuan ideal bagi para pemimpin bisnis yang mencari peluang pertukaran pengetahuan dan investasi.

Thailand terus membangun kehadirannya di sektor MICE dengan acara-acara seperti Thailand Incentive and Convention Association (TICA) dan Thailand Business Events (TBE). Bangkok, yang terkenal dengan pusat konferensi yang memukau, hotel-hotel mewah, dan budaya yang semarak, tetap menjadi tujuan utama bagi bisnis internasional yang ingin menyelenggarakan acara berskala besar.

Australia dan Selandia Baru juga merupakan pemain penting dalam sektor pariwisata MICE. Sydney dan Melbourne di Australia merupakan pusat utama konferensi global, dengan tempat-tempat ikonik seperti Sydney International Convention Centre dan Melbourne Convention and Exhibition Centre yang menyelenggarakan beberapa pameran dagang terbesar di dunia.

Selandia Baru, dengan bentang alamnya yang memukau dan fasilitas kelas dunia, menawarkan perpaduan unik antara bisnis dan rekreasi, dengan kota-kota seperti Auckland dan Wellington yang melayani acara MICE di berbagai sektor, termasuk keberlanjutan, teknologi, dan pertanian.

Eropa: Pusat Pameran Dagang dan Konferensi Bisnis Global
Eropa telah lama menjadi pusat acara dan konferensi perdagangan global, dengan negara-negara seperti Spanyol, Jerman, dan Prancis yang memimpin dalam menarik pariwisata MICE.

Negara-negara ini telah menetapkan standar untuk pameran berskala besar dan pameran dagang khusus industri, menjadikannya tujuan penting bagi para pemimpin bisnis dan pengusaha.

Barcelona dan Madrid di Spanyol merupakan pemain kunci dalam industri MICE, dengan acara-acara seperti Mobile World Congress di Barcelona dan FITUR di Madrid yang mendorong lalu lintas bisnis internasional.

Kota-kota ini secara teratur menduduki peringkat teratas sebagai kota-kota yang menyelenggarakan pameran dagang, ekshibisi, dan konferensi internasional, yang menjadikan mereka pemain penting dalam pariwisata bisnis global.

Jerman, dengan kota-kotanya yang terkenal di dunia seperti Berlin, Frankfurt, dan Munich, terus menarik pameran dagang internasional besar seperti Frankfurt Book Fair, ITB Berlin, dan IAA Mobility.

Pameran dagang ini menarik puluhan ribu pengunjung internasional dan pemimpin bisnis, yang menunjukkan dominasi Jerman di sektor otomotif, teknologi, dan manufaktur.
Prancis tetap menjadi pilihan utama untuk acara bisnis, dengan Paris menjadi tuan rumah bagi banyak pameran dagang terkenal, termasuk VivaTech, acara inovasi global, dan Salon du Chocolat, pameran yang berfokus pada industri.

Lokasi sentral Paris di Eropa dan jaringan transportasinya yang luas menjadikannya tujuan yang menarik bagi pelancong bisnis internasional yang mencari konektivitas tanpa batas dan fasilitas kelas dunia.

Amerika Serikat: Pusat MICE dan Perjalanan Bisnis.
Amerika Serikat telah lama menjadi pusat perjalanan bisnis dan wisata MICE, dengan kota-kota seperti Las Vegas, New York, Chicago, dan Los Angeles yang menjadi magnet bagi pameran dagang, konferensi, dan ekshibisi internasional.

AS terus memimpin dunia dalam jumlah acara bisnis, dengan tempat-tempat ikonik seperti Las Vegas Convention Center, McCormick Place di Chicago, dan Jacob K. Javits Convention Center di New York yang menjadi tuan rumah beberapa pameran dagang terbesar di dunia.

AS memiliki kemampuan yang tak tertandingi untuk menarik para peserta pameran dan pemimpin bisnis global, khususnya di bidang teknologi, keuangan, dan perawatan kesehatan.

Acara-acara seperti CES di Las Vegas, The NAB Show di New York, dan World Economic Forum di Washington D.C. menyoroti posisi AS sebagai pusat bisnis, yang terus menarik pameran dagang dan konferensi papan atas dari tahun ke tahun.

Kekuatan Pariwisata MICE: Memicu Pertumbuhan dan Hubungan Internasional
Pariwisata MICE bukan hanya tentang pameran dagang dan ekshibisi – ini tentang membangun jaringan, berbagi pengetahuan, dan menciptakan peluang bisnis dalam skala global.

Meningkatnya acara dan konferensi bisnis internasional memungkinkan negara-negara seperti Arab Saudi, Oman, Qatar, Bahrain, Thailand, Singapura, Australia, Selandia Baru, Spanyol, Jerman, Prancis, dan AS untuk membina hubungan global dan kemitraan ekonomi.

Pameran dagang dan konferensi bisnis telah menjadi vital dalam kolaborasi lintas batas, dan pariwisata MICE memberikan peluang yang tak tertandingi bagi bisnis untuk terlibat dengan pasar baru, mengeksplorasi kemitraan, dan berinovasi dalam industri masing-masing.

Seiring dunia terus bangkit dari pandemi, pariwisata MICE diperkirakan akan semakin berkembang pesat, dengan negara-negara memanfaatkan permintaan untuk pertemuan tatap muka, membangun jaringan, dan bertukar ide.

Kesimpulan: Masa Depan yang Cerah untuk Pariwisata MICE dan Perjalanan Bisnis
Dengan diperkenalkannya pameran dagang, konferensi, dan ekshibisi baru di berbagai wilayah di seluruh dunia, masa depan perjalanan bisnis dan pariwisata MICE tampak cerah.

Negara-negara seperti Arab Saudi, Oman, Qatar, Bahrain, Thailand, Singapura, Australia, Selandia Baru, Spanyol, Jerman, Prancis, dan AS memposisikan diri sebagai tujuan utama untuk acara perdagangan internasional, yang menawarkan peluang bagi para pemimpin bisnis dan wirausahawan untuk menjalin koneksi baru, bertukar ide, dan mendorong inovasi dalam industri mereka.

Seiring dengan pemulihan dan perluasan ekonomi global, pariwisata MICE di Arab Saudi, Oman, Qatar, Bahrain, Thailand, Singapura, Australia, Selandia Baru, Spanyol, Jerman, Prancis, dan AS akan tetap menjadi kekuatan pendorong dalam perdagangan internasional, dan destinasi paling menarik di dunia akan terus berkembang sebagai pusat dunia perjalanan bisnis.