Pancing Wisatawan Datang, Jeddah Gelar Festival Belanja

this formate

JEDDAH, Bisniswisata.co.id: Jeddah Arab Saudi berupaya mendatangkan wisatawan mancanegara sebanyak mungkin. Untuk memancing turis datang digear Festival belanja “Let’s Go to Jeddah” yang dimulai Rabu (10/1/2018) di Red Sea Mall, Jeddah. Festival akan berlangsung selama 30 hari hingga 11 Februari dan dimeriahkan oleh 150 kegiatan.

Rentetan acara ini akan didistribusikan secara merata di seluruh provinsi menargetkan pengunjung dan penduduk Jeddah. Semua pihak terlibat, mulai dari dari pemerintah hingga sektor swasta.

Partisipasi dari pemerintah diantaranya otoritas kota Jeddah, Bandara Internasional King Abdul Aziz dan Otoritas Umum untuk Pariwisata dan Warisan Nasional, di bawah pengawasan langsung Kamar Dagang dan Industri Jeddah (JCCI).

“Let’s Go to Jeddah” akan menggabungkan belanja, hiburan dan pariwisata. Ia bertujuan untuk menarik pengunjung dari berbagai penjuru negeri juga dari luar negeri.

Sebuah konferensi pers di JCCI pada hari Selasa (9/1) dihadiri oleh sekretaris jenderal kamar dagang, Hassan bin Ibrahim Dahlan; Direktur Jenderal Otoritas Umum untuk Pariwisata dan Warisan Nasional di wilayah Makkah, Mohammed Al-Amri; Direktur pameran dan acara di JCCI, Mohammed bin Abdulrahim; dan Manajer Umum Pemasaran di Red Sea Mall, Mohammed Assiri.

Dahlan mengatakan festival ini menjanjikan merevitalisasi sektor pariwisata seperti hotel, hiburan, resort dan sektor ritel. “Ini adalah salah satu sektor yang paling menarik untuk investasi dalam dan luar negeri karena infrastruktur dan potensi pertumbuhannya kuat,” kata dia, seperti dikutip Arab News.

Al-Amri mengatakan jumlah wisatawan akan meningkat 20 persen di Jeddah pada 2018. Sehingga kota ini akan memiliki jumlah orang terbanyak karena jemaah haji dapat mengubah visa Umrah mereka menjadi visa turis.

“Kami juga mulai bekerja sama dengan operator tur untuk mendapatkan paket pemasaran kota Jeddah dalam periode mendatang,” kata dia. Puluhan pusat pemasaran utama berpartisipasi dalam festival tersebut termasuk untuk promosi dan undian berhadiah 2 juta riyal atau 533,340 dolar AS. (AN)

Kadin: Maksimalkan Potensi Wisata Bahari

this formate

JAKARTA, Bisniswisata.co.id: Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Bidang Kelautan dan Perikanan, Yugi Prayanto berharap pemerintah bekerjasama dengan pihak terkait dapat memaksimalkan potensi wisata bahari Indonesia. Diharapkan, wisata bahari harus menjadi salah satu program unggulan dan prioritas dalam pembangunan kepariwisataan nasional.

“Pengembangan potensi wisata bahari memiliki arti strategis bagi usaha multisektor, ekonomi daerah hingga pengembangan budaya bahari itu sendiri,” ujar Yugi di Jakarta, Rabu (10/1/2017).

Dilanjutkan, upaya memaksimalkan potensi wisata bahari dapat difokuskan pada bagimana meningkatkan eksebilitas, infrastruktur, fasilitas pariwisata dan sumber daya manusia (SDM) lokal.

“Wisata bahari akan memberikan dampak positif bagi peningkatan devisa negara. Saat ini memaksimalkan potensi wisata bahari memerlukan sinergi dan upaya yang serius dari pemerintah baik pusat maupun daerah, masyarakat lokal serta para investor,” terangnya.

Lebih lanjut, Yugi mengungkapkan, ikkim usaha yang kondisif di sektor kelautan dan perikanan akan sengat berpengaruh pada besarnya investasi di sektor ini. “Kebijakan pemerintah harus pro bisnis, iklim usaha harus terus terjaga agar investasi yang masuk akan semakin meningkat,” kata Yugi.

Kadin berharap Juknis Inpres No. 7 Tahun 2016 tentang Percepatan Industri Perikanan, realisasi dan implementasinya dapat dipercepat. (IND)

Airasia Segera Layani Rute Manila – Bali

this formate

JAKARTA,bisniswisata.co.id,_ AIRASIA Filipina Dexter Comendador mengatakan, “AirAsia adalah produk Asean dan kami sangat bangga dapat menjadi bagian dari kawasan ini yang kami sebut sebagai rumah. Kami sangat bersemangat dapat menambah lagi destinasi Asean ke dalam jaringan kami yang terus berkembang. Kami sangat mencintai Asean sehingga kami menerbangkan rute Manila – Jakarta per hari ini dan pada minggu depan di tanggal 19 Januari kami akan mulai menerbangkan rute Manila – Bali.”

AirAsia sekarang melayani penerbangan langsung Manila dengan ibu kota Indonesia, Jakarta, bagian komitmennya sebagai maskapai Asean.Penerbangan perdananya dari Manila diawali dengan seremoni pelepasan di Terminal 3 Bandara Internasional Ninoy Aquino (NAIA).

Penerbangan AirAsia dengan kode Z2 235 yang diterbangkan langsung oleh CEO AirAsia Filipina, Kapten Dexter Comendador, bertolak dari Manila dengan tingkat keterisian penumpang sebesar 100% dan disambut dengan water canon salute saat tiba di Bandara Internasional Soekarno-Hatta.

Perwakilan dari Kedutaan Besar Indonesia untuk Filipina yang dipimpin oleh Kuasa Usaha Tetap Budi Dhewajani dan Hidayat Zakaria didampingi oleh Chairperson AirAsia Filipina Maan Hontiveros turut serta dalam penerbangan perdana Manila ke Jakarta,

CEO Grup AirAsia di Indonesia, Dendy Kurniawan serta perwakilan dari Kementerian Perhubungan Republik Indonesia dan Kementerian Pariwisata Republik Indonesia turut menyambut tamu-tamu kehormatan dari Filipina.

“Kami ingin mengajak masyarakat di kawasan Asean untuk semakin dekat lagi satu sama lain dengan diluncurkannya rute terbaru kami yang menghubungkan Manila dengan Jakarta dan Bali, menyusul rute Manila– Ho Chi Minh City yang dibuka November lalu. Kami berencana untuk membuka rute baru ke Thailand tahun ini dan mengembangkan jaringan kami ke lebih banyak kota lagi di Asean guna melayani lebih banyak lagi komunitas di kawasan ini,” ujar Dexter.

AirAsia juga melayani beberapa rute ke Kuala Lumpur dan Kota Kinabalu di Malaysia serta Singapura dari Manila dan Cebu di Filipina. (Rls)

Instagram Dituding Merusak Kegembiraan Traveling

this formate

LONDON, Bisniswisata.co.id: Pernahkah Anda ingin berwisata ke suatu tempat karena melihat fotonya di Instagram? Berdasarkan perusahaan perjalanan Topdeck, sebanyak 18 persen pelancong berusia 18-30 tahun memutuskan berwisata karena hal tersebut.

Mencari referensi lewat media sosial memang sah-sah saja dilakukan, tidak ada salahnya juga membagikan foto perjalanan sesudahnya. Asalkan, jangan sampai apa yang dilihat atau ingin dibagikan via Instagram merusak kegembiraan traveling atau perjalanan wisata.

Pasangan Jess Last dan Charlie Wild asal London, Inggris, bahkan berkeliling dunia dengan referensi dari Instagram. Mereka mengabadikan momen penting lewat akun Instagram bernama The Travel Project sebagai rekomendasi wisata bagi pelancong lain.

“Kami banyak bertukar pikiran dan pengetahuan dengan penggemar perjalanan lain dan orang-orang kreatif lokal di seluruh dunia. Semua itu membuka kemungkinan kami untuk bertualang dan menjelajah ke tempat-tempat yang kurang dikenal,” ungkap Jess.

Bagi para blogger, fotografer, jurnalis, atau penggemar perjalanan seperti Jess dan Charlie, hal itu bisa dimengerti. Namun, pelancong yang sekadar berburu tempat Instagrammable perlu mengajukan beberapa pertanyaan penting kepada dirinya saat berwisata.

Pertanyaan terbesarnya, apakah Anda benar-benar menikmati momen perjalanan atau hanya mencemaskan foto bagus yang harus diambil? Jika jawabannya adalah poin kedua untuk narsis serta pencitraan personal, maka sudah jelas seperti apa efek negatif Instagram bagi kita.

Pakar eco-travel Sarah Reid menyoroti pula dampak buruk Instagram terhadap lingkungan. Misalnya, wisatawan yang memberi makan hewan liar agar mau mendekat untuk swafoto atau hasil foto tertentu yang malah berpotensi menyuburkan bisnis perdagangan hewan yang dilindungi.

Belum lagi, para turis yang mengabaikan peringatan di monumen kuno hanya demi mendapat sudut foto yang tepat. Reid paham pelancong ingin mengabadikan foto terbaik selama perjalanan tetapi tidak harus dengan cara berlebihan yang menimbulkan kerusakan terhadap destinasi wisata.

“Sebelum mengambil foto di mana pun, cari tahu mengenai budaya dan kebiasaan setempat seperti cara berpakaian atau larangan tertentu. Tidak ada swafoto yang layak mengorbankan integritas lingkungan atau monumen buatan manusia,” ujar Reid, dikutip dari laman Refinery29, Rabu (10/01/2018). (REFI)

Barito Utara Tawarkan Obyek Wisata Desa Pelangi

this formate

MUARA TEWEH, Bisniswisata.co.id: Sebanyak 50 buah rumah warga di Desa Tapen Raya Kecamatan Gunung Timang Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah, merupakan desa berbatasan dengan Kabupaten Barito Selatan disulap menjadi kampung pelangi dengan diberikan pengecatan warna-warni.

“Saat ini sudah separuh lebih rumah sudah selesai dilakukan pengecatan tinggal penyelesaian yang masih belum,” kata Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Barito Utara (Barut), Fery Kusmiadi melalui Kabid Tata Kota Simamoraturahman di Muara Teweh, seperti dilansir laman Republika.co.id, Rabu (10/01/2018).

Menurutnya, dipilihnya Desa Tapen Raya yang berada kilometer 70 ruas Jalan Negara Muara Teweh – Banjarmasin itu sebagai lokasi kampung pelangi karena desa ini merupakan desa pertama atau pintu masuk memasuki Kabupaten Barito Utara, juga Kabupaten Murung Raya.

Karena itu setiap pengguna transportasi darat saat memasuki wilayah Kabupaten Barito Utara bisa menikmati keindahan rumah pelangi di pinggiran ruas jalan negara. “Program kampung pelangi ini murni ide dari Bupati Barito Utara Nadalsyah, semua biaya pengecetan dan upah itu berasal dari dana pribadi beliau, sedangkan kami hanya sebagai pelaksana dan pengawas lapangan,” katanya.

Mora mengatakan sebelumnya di daerah ini juga telah menyulap sebanyak 60 buah lanting atau bangunan terapung di Sungai Barito di kawasan ‘water front city’ di Jalan Panglima Batur Muara Teweh menjadi kampung pelangi di kawasan sungai.

Pekerjaan pengecatan warna-warni ini juga dilakukan renovasi ringan bagi lanting yang tidak layak untuk diberi cat, jadi lanting itu diperbaiki dulu baru dicat.

Jadi dengan adanya kampung pelangi dan kawasan WFC serta jembatan tersebut menjadi padu serasi antara semuanya yang merupakan salah satu bentuk kepedulian dan perhatian Bupati Nadalsyah dalam membangun Kabupaten Barito Utara. “Pak Bupati sangat konsen membangun Barito Utara terutama kota Muara Teweh agar bisa bersaing dengan kota-kota maju lainnya,” kata dia.

Ia mengatakan kampung pelangi ini juga diharapkan bisa menjadi contoh agar bangunan walet milik yang ada di sepanjang bantaran Sungai Barito dan di kawasan perdagangan di Muara Teweh bisa mengikuti untuk memberikan cat di bangunan rumah burung walet, sehingga menjadi obyek wisata.

“Kita harapkan pemilik bangunan walet juga mau mengecat bangunannya agar terlihat indah, sehingga menjadi daya tarik bagi wisatawan yang berwisata ke Barito Utara,” sambungnya. (REP)

Sepanjang 2018, Bandara Bali Targetkan 22 Juta Penumpang

this formate

DENPASAR, Bisniswisata.co.id: Sepanjang tahun 2018, pengelola Bandara I Gusti Ngurah Rai, Bali targetkan 22 juta penumpang domestik dan internasional. Target itu optimis terlampui, pasalnya ada pertemuan IMF dan Bank Dunia pada Oktober 2018, diharapkan bisa mendongkrak jumlah pendatang di Bandara Ngurah Rai.

Kepala Bagian Tata Usaha Kantor Otoritas Bandara Wilayah IV Bali dan Nusa Tenggara, Alexander Rita

“Secara keseluruhan baik di bandara dan sektor pariwisata yang menangani wisatawan di Bali itu kondusif sehingga mereka semakin nyaman datang,” papar Kepala Bagian Tata Usaha Kantor Otoritas Bandara Wilayah IV Bali dan Nusa Tenggara, Alexander Rita dalam keterangan tertulis, Rabu (10/01/2018).

Optimisme, sambung dia, juga didorong pergerakan penumpang tahun 2017 mencapai 21 juta orang atau melampaui target sebesar 20 juta. Capaian tahun lalu melebihi target 2016 yang mencapai 19,9 juta orang baik penumpang domestik dan internasional.

Kepala Bagian Hubungan Masyarakat Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Arie Ahsanurrohim menambahkan selama setahun proporsi jumlah penumpang di bandara itu rata-rata 48%, merupakan penumpang dalam negeri. Dan, sisanya atau 52% merupakan penumpang internasional. Rata-rata jumlah penumpang per hari, lanjut dia, mencapai 59 ribu hingga 60 ribu orang.

Arie mencatat, rata-rata pertumbuhan penumpang mencapai 7%-8% per bulan selama Januari hingga Oktober 2017. Namun karena erupsi Gunung Agung, periode November-Desember 2017, jumlah penumpang, melambat 5%.

Hal tersebut terkonfirmasi dari hasil monitoring terpadu Natal dan Tahun Baru 2018, mencatatkan penurunan penumpang 3,8%, jika dibandingkan tahun lalu selama 22 hari (18 Desember 2017-8 Januari 2018).

Selama periode itu, kata dia, Bandara Ngurah Rai melayani 1,25 juta penumpang terdiri dari 695 ribu penumpang domestik dan 558 ribu penumpang internasional.

Jumlah penerbangan tambahan yang sebelumnya diajukan maskapai penerbangan selama periode Natal dan tahun baru mencapai 546 kali penerbangan, terealisasi 254 penerbangan. “Capaian itu tidak terlepas dari proses pemulihan penerbangan pascapenutupan bandara akibat aktivitas Gunung Agung pada November tahun lalu,” kata Arie. (redaksibisniswisata@gmail.com)

William Wongso Juri  Kompetisi Bakery Masters Paris, Febuari mendatang.

this formate

PARIS, bisniswisata.co.id: William Wirjaatmadja Wongso atau lebih dikenal dengan nama William Wongso, pakar kuliner Indonesia  yang menguasai seni masakan Eropa dan Asia terpilih menjadi juri di  kompetisi bergengsi Bakery Masters di Paris Febuari mendatang.

“Yang membuat kompetisi tahun ini berbeda adalah salah satu Chef Indonesia akan menjadi Juri Member di acara Prestige ini. Chef William Wongso akan menjadi anggota juri bersama dengan 5 orang juri dari Swedia, Great Britain, Costa Rica, Austria dan Spanyol,”kata Eka Moncare, Kepala Visit Indonesia Tourism Office ( VITO) di Paris, hari ini.

Kompetisi, kata Eka, berlangsung pada 3-6 Februari di Paris dan menjadi kompetisi internasional di dunia kuliner (bakery) yang bergengsi untuk memilih “The World Master Baker”  Dimana ada 18 kandidat ahli pembuat roti terbaik dari berbagai belahan dunia.

“ Para kandidat datang dari Taiwan sebanyak 3 orang dan dari Kanada 2 orang, sisanya diwakili satu peserta masing-masing dari Jepang, Belanda, Australia, Turki, Argentina, Rusia, Perancis, China, Brazil, Amerika Serikat dan Mauritius,”

Mereka  akan berkompetisi di Paris untuk dipilih menjadi 6 Terbaik dengan spesialisasinya masing-masing. Acara kompetisi ini diadakan bersamaan dengan pameran EUROPAIN, pameran terbesar di bidang bakery, pastry dan chocolate yang dilaksanakan setiap tahun di Paris.

Penyelenggara kompetisi ini, Le Saffre akan memilih Bakery Masters atau disebut juga sebagai Masters de la Boulangerie. Kompetisi ini menandai tahap akhir siklus kompetisi yang terdiri dari Louis Lesaffre Cup, Coupe du Monde de la Boulangerie dan Masters de la Boulangerie.

Uniknya, kompetisi ini bukan hanya sulit dan rumit tapi pemenangnya sekaligus adalah katalisator nyata bagi bakat dan platform yang memberikan visibilitas global bagi para tukang roti melalui tantangan yang dikeluarkan untuk para kandidat.

Di kompetisi Master de la Boulangerie inilah para pengunjung bisa melihat para elit dibidang roti internasional bersaing dan menunjukkan  prestise dari profesinya ini dan visinya ke masa depan.

Melalui kompetisi ini para kandidat pria dan wanita ini akan berbagi dengan publik di seluruh dunia hasil penelitian mereka, gagasan dan refleksi mereka dan juga hasrat mereka. Pokoknya cara  memanggang modern ada di tangan mereka!

 

“Dengan hadirnya Chef William Wongso mewakili Indonesia sebagai member juri di acara Bakery Masters di Paris ini, akan memberikan image yang bagus untuk Indonesia di Perancis dan tentunya akan membantu mempromosikan promosi pariwisata  Indonesia di Perancis,” kata Eka.

Pihaknya  menggunakan kesempatan ini untuk membuat networking dengan Chef-Chef international dan Perancis di acara Bakery master  untuk membuat kerjasama kedepannyanya mempromosikan Indonesia lewat event-event kuliner International.





Tokyo Snake Center Tawarkan Menyantap Kuliner Ditemani Ular

this formate

HARAJUKU JEPANG, Bisniswisata.co.id: Ada-ada saja strategi atau trik pengusaha kafe untuk menarik pengunjung. Seperti di Jepang banyak bermunculan kafe dengan konsep menghadirkan satwa dalam kafe, ya untuk menemani atau menghibur bagi pecinta binatang seperti, kafe burung hantu, kafe kucing, dan kafe lainnya sehingga pengunjung bisa bermain, bercengkrama bersama hewan yang lucu itu.

Kini hadir lagi dalam suasana berbeda, Tokyo Snake Center Jepang. Kafe yang berlokasi di Harajuku Jepang ini, mempersebahkan reptil yang dijami tidak berbisa yakni ular untuk menemani makan maupun minum para pengunjungnya. Ada 35 jenis ular jinak bisa berinteraksi dengan pengunjung.

Bisa dipegang, bisa dielus-elus, bisa hanya dilihat, bisa memberi makan. Pokoknya terserah pengunjung mau diapakan ular itu, asal punya keberanian dengan satwa yang kerap mengeluarkan lidahnya.

Dikutip dari laman Independen, Selasa (9/1/2018), kafe ular pertama di Jepang ini menawarkan bagi Anda yang ingin minum dan makan bersama ular. Semua ular bisa dipilih kemudian dibawa ke meja sebagai teman untuk santap makan maupun sekedar minum.

Di kandang setiap ular juga tertulis keterangan mengenai nama dan jenis ular yang bersangkutan dalam bahasa Jepang dan bahasa Inggris.
Juga ada pelayan khusus yang menjelaskan aturan kafe dan tata tertib bermain bersama ular di kafe tersebut.

Selain itu, tersedia berbagai jenis makanan manis, makanan pembuka, dan menu makanan lainnya. Menu di kafe ini tersedia dalam bahasa Jepang dan Inggris. Menunya mencakup minuman non-alkohol, seperti kopi es, teh buah dan susu mangga, dan minuman beralkohol, termasuk bir, sangria dan rum apple squash. Ada juga kue yang ditawarkan, ditambah hidangan berat lainnya seperti hotdog, quiches and curries.

Pengunjung juga bisa memberi makan kepada ular-ular tersebut. Di ruangan ini Anda juga dapat melihat kehidupan para ular, mulai dari ular yang sedang tidur melingkar sampai dengan yang sedang mandi dengan lincahnya. Atau ingin selfie dengan ular juga tidak dilarang.

Tidak hanya itu saja, di kafe tersebut juga dijual berbagai suvenir khas Tokyo Snake Center, seperti bekas kulit ular, kartu pos, dan masih banyak lagi. Menarik juga. (IND)

Pantai Nemberala, Surga Surfing Dunia Disambangi Jokowi

this formate

PULAU ROTE NTT, Bisniswisata.co.id: Presiden Joko Widodo menyempatkan diri mengunjungi Kabupaten Rote Ndao Nusa Tenggara Timur (NTT) usai melaksanakan berbagai kegiatan di Kupang, NTT. Bersama Ibu Negara Iriana, Presiden Jokowi dan rombongan menginap semalam di Pantai Nemberala, kawasan perairan yang merupakan salah satu objek wisata andalan di Pulau Rote.

Untuk mencapai Pantai Nemberala, turis bisa menempuh penerbangan dari Bali atau Kupang, yang kemudian dilanjutkan dengan penerbangan ke Bandara David Constantine Saudale di Pulau Rote. Setiap harinya, hanya ada dua penerbangan ke Pulau Rote, yakni pukul 06.30 dan 15.00. Dari Pulau Rote, Pantai Nemberala bisa ditempuh dengan perjalanan darat.

Waktu tepat untuk berkunjung ke sini mulai dari bulan April sampai pertengahan bulan Oktober, karena selebihnya musim hujan datang. Sebaiknya pesan penginapan dan mobil sewa sebelum datang ke sini, agar tak bingung mencarinya.

Tak ada penginapan benar-benar mewah di sini. Pilihannya menginap di rumah warga atau menyewa kamar di hotel sederhana. Pengelolanya pun kebanyakan warga asing yang telah lama tinggal di Indonesia. Pasalnya, yang sering datang ke sini ialah para peselancar, jenis turis yang terbilang bisa bertahan hidup tanpa embel-embel bintang lima.

Berbicara mengenai kegiatan berselancar, Pantai Nemberala menjadi juara pada kategori Most Popular Surfing Spot dalam Anugerah Pesona Indonesia 2016. Pantai ini dinilai berkelas dunia karena keramahan ombaknya bagi peselancar. Tak heran jika setiap tahunnya ada kejuaraan dunia yang digelar di Pantai Nemberala, yakni sepanjang bulan September sampai Oktober.

Ombak dan karang di pantai ini terbilang ramah bagi peselancar pemula. Bagi yang tak bisa berselancar mungkin bisa melakukan kegiatan menyelam atau memancing. Perahu nelayan biasanya bakal membawa turis berkunjung ke pulau kecil sekitar, seperti Donna, Do’o dan N’Doa.

Selain wisata selancar, turis asing juga banyak mengunjungi pantai itu karena keindahan alamnya. Panorama matahari terbenam yang eksklusif, keasrian pantai pasir putih, dan deretan pohon kelapa dengan buah segarnya mengundang selera peselancar dunia untuk kembali menikmati sejuta pesona kawasan Nemberala.

Selain Nemberala, ada Pantai Bo’a yang juga terletak di Kecamatan Rote Barat. Jaraknya sekitar 7,5 kilometer dari kota kecamatan. Pantai Bo’a juga disebut sebagai lokasi lomba selancar berstandar internasional karena memiliki gulungan ombak terbesar ke-2 setelah Hawaii. Lomba yang diikuti para penggila selancar dari seluruh dunia biasanya diadakan antara Oktober-September.

Disisi lain,Pulau Rote yang mungkin bisa menjadi informasi sebelum Anda berlibur ke pulau perbatasan bagian selatan Indonesia ini, ada Oleh-oleh dari Pohon Lontar. Pohon lontar adalah tanaman khas Pulau Rote. Penduduk pun menjual gula pohon lontar sebagai oleh-oleh pengunjung. Konon, pelaut Bajo sering singgah untuk membeli gula lontar Rote.

Alat musik tradisional Rote dan NTT pada umumnya adalah sasando. Alat ini juga terbuat dari pohon lontar. Pemain sasando juga selalu mengenakan topi tradisional yang juga terbuat dari daun lontar. Selain oleh-oleh dari pohon lontar, wisatawan juga bisa memilih kain ikat sebagai cenderamata.

Tak ketinggalan di Pulau ini juga ada Wisata Danau dan Bukit yang menjadi objek wisata yaitu Danau Laut Mati di Desa Sotimori, Kecamatan Rote Timur. Waktu tempuh dari ibu kota Kabupaten Rote Ndao ini memakan waktu 90 menit dengan menggunakan kendaraan bermotor.
Danau Laut Mati bisa dijelajahi dengan menumpang jet ski yang mengelilingi pulau-pulau kecil di dalamnya. Keunikan objek wisata ini adalah pasirnya berasal dari kulit kerang atau keong dan ikan yang hidup di dalamnya adalah ikan mujair atau ikan air tawar.

Lantas ada Bukit Mando’o yang dikenal warga dengan nama Tangga 300. Wisatawan harus melewati lebih dari 300 anak tangga untuk sampai ke puncak bukit ini. Saat sampai di puncak, Anda dapat melihat pesona kawasan pantai di Desa Kuli dengan hamparan laut yang berwarna biru menyatu dengan hijaunya hutan bakau yang rimbun.

Sejak dulu, masyarakat Pulau Rote menjadikan rumput laut sebagai mata pencaharian selain menangkap ikan. Misalnya di Pantai Mulut Seribu yang terletak di Kecamatan Rote Timur. Ada juga desa yang dipenuhi dengan jemuran rumput laut, yakni di sekitar Pantai Oeseli.

Karena letaknya yang tepat di pinggir laut, hampir seluruh penduduk Oeseli, Pulau Rote, berprofesi sebagai petani rumput laut. Untuk mencapainya, Anda bisa berangkat dari Nerembala menggunakan mobil. Jarak yang harus dilalui adalah sekitar 20 kilometer dengan waktu tempuh 1 jam. Tertarik? Ayo Jelajah Pulau Rote. (BBS)

Penerbangan Panjang, Etihad Sediakan Pengasuh Bayi

this formate

ABU DHABI, Bisniswisata.co.id: Penerbangan jangka panjang bersama bayi maupun anak kecil, bukan hal yang mudah bagi orang tua. Menyadari kondisi itu, beberapa maskapai penerbangan kini menyediakan layanan nanny atau pengasuh anak untuk membantu orang tua selama penerbangan.

Konsep pengasuh anak di pesawat pertama kali diperkenalkan oleh maskapai penerbangan Etihad Airways pada 2013 lalu. Konsep ini lalu diikuti beberapa maskapai penerbangan lain seperti Emirates dan Gulf Air.

Para pengasuh biasanya diikutsertakan dalam penerbangan jarak jauh dengan durasi penerbangan enam jam ke atas. Dalam setiap penerbangan jarak jauh ini, akan ada satu atau dua orang pengasuh yang hadir dan siap untuk membantu para orang tua yang melakukan perjalanan bersama anak kecil atau bayi.

Para pengasuh ini siap untuk melakukan beragam tugas mulai dari menghangatkan botol susu, membacakan cerita untuk anak-anak, membuat origami pesawat, melakukan trik sulap hingga melukis wajah anak di pesawat. Yang menarik, semua layanan yang diberikan oleh pengasuh ini tidak dikenakan biaya tambahan.

Saat ini, Etihad Airways sudah memiliki sekitar 700 orang pengasuh yang siap membantu di dalam penerbangan jarak jauh. Seluruh pengasuh dari Etihad Airways sudah mengikuti pelatihan di perguruan tinggi tempat pengasuh Pangeran George, Maria Borrallo, belajar. Perguruan tinggi tersebut adalah Norland College di Inggris.

Modul pelatihan yang diterima para pengasuh meliputi psikologi dan sosiologi anak. Dengan begitu, para pengasuh mampu mengenali beragam jenis perilaku dan tahap perkembangan anak yang sedang mereka asuh. Para pengasuh bahkan terlatih untuk menangani situasi darurat yang mungkin dialami bayi selama penerbangan.

Para pengasuh yang bertugas selama penerbangan pada dasarnya merupakan kru kabin yang sudah dilatih secara khusus untuk mengasuh anak. Selain tugas-tugas yang sudah disebutkan sebelumnya, para pengasuh ini juga dapat melakukan beberapa hal lain seperti mengawasi anak selama orang tua pergi ke toilet hingga membantu penggantian popok anak.

“Kami didorong untuk menggunakan kreativitas kami ke dalam pekerjaan ini,” ungkap salah satu pengasuh maskapai Etihad Airways, Walter Ashleigh Mae seperti dilansir Indian Express, Selasa (09/01/2018).

Mae mengungkapkan layanan pengasuh dapat dimanfaatkan oleh semua penumpang pesawat, dan tidak hanya terbatas untuk penumbang kelas satu dan kelas bisnis. Para penumpang tidak perlu melakukan pendaftaran khusus untuk bisa mendapatkan layanan penngasuh karena setiap pesawat penerbangan jarak jauh Etihad Airways akan disertai dengan pengasuh.

“Dalam setiap penerbangan, pengasuh akan berjalan ke seluruh bagian pesawat untuk memperkenalkan diri mereka kepada orang tua dengan anak kecil,” jelas Mae. (IEX)