Tips Selvie Tetap Kece Saat Traveling

this formate

JAKARTA. Bisniswisata,co.id: Di tengah maraknya kontenmedia sosial, konten traveling menjadi salah satu hal yang paling menarik untuk diikuti. Berdasarkan Internet Merketing Inc. tahun 2015, menyebutkan 76% wisatawan kerap mengunggah foto perjalanannya di media sosial.

Didukung dengan jumlah pengguna aktif Instagram, sekaligus tren industri pariwisata yang meningkat dalam dua tahun terakhir, konten foto mengenai traveling pun tentunya semakin sering dibagikan. Tidak heran jika banyak sekali figur media sosial, yang memiliki banyak pengikut karena feed mereka dipenuhi foto-foto traveling menampilkan pemandangan yang memesona.

Kini, untuk mendapatkan foto-foto jernih saat traveling, traveler tidak perlu repot lagi membawa kamera DSLR. Cukup dengan manfaatkan ponsel pintar, setiap momen seru jalan-jalan dapat diabadikan dan dibagikan ke orang-orang terdekat.

Agar menghasilkan foto selvie yang kece, menarik dan membuat orang kagum ada tips memotret saat traveling:

#. Konsepkan Dulu Tampilan Foto

Perlu dicatat, konten dan konsep harus selalu menjadi prioritas utama, saat ingin membagikan foto perjalanan ke akun media sosial. Salah satu kesalahan yang sering dilakukan adalah, langsung mengunggah setiap foto liburan di Instagram ketika dirasa menarik. Padahal, itu justru membuat feedmu berantakan dengan foto-foto yang tidak rapi dan beraturan.

# Pilih Terbaik
Luangkan waktu sejenak untuk memilah foto-foto terbaik saat traveling. Juga memadukannya dengan caption yang kreatif. Tentukan juga konsep foto traveling yang sesuai selera dan kepribadian agar tampilan feed media sosial selalu konsisten. Baik itu pemandangan alam, kuliner, selfie, maupun outfit yang akan digunakan.Jangan lupa pastikan juga objek utama lainnya yang ingin ditonjolkan di media sosial.

#. Perhatikan Kualitas Foto

Jika kamu sudah memiliki ide akan foto liburan yang keren dan feed media sosial yang diidamkan, selanjutnya memastikan bagaimana caranya agar foto yang kamu ambil berkualitas baik. Saat mengandalkan smartphone untuk mengabadikan momen traveling, pastikan resolusi kamera smartphone cukup tinggi, sehingga walaupun objek yang kamu foto jauh dan terlihat kecil, hasilnya akan tetap terlihat cukup tajam dan jelas saat gambar diperbesar.

# Pastikan Sesuai Aslinya

Pastikan pula warna dan kontras yang dihasilkan sesuai dengan aslinya, sehingga foto awan dan bangunan yang kamu ambil terlihat jelas dan berwarna tajam. Untuk mendapatkan foto seperti ini, bisa gunakan smartphone memiliki resolusi kamera depan 24MP tertinggi di dunia, dan 16MP dengan mode High Dynamic Range (HDR) yang menghasilkan foto beresolusi setara 64MP untuk kamera belakangnya.

Dengan langkah ini kamu tidak hanya membuat feed media sosialmu semakin menarik,tetapi juga menginspirasi orang lain melalui foto-foto yang merekam momen travelingmu. Selamat Mencoba. (*)

Lombok Marathon 2018 Diwarnai Keributan

this formate

MATARAM, Bisniswisata.co.id: Sport tourism Lombok Marathon 2018 yang digelar Ahad (28/1/2018) di Mataram, yang diharapkan mengangkat pariwisata Lombok ternyata tidak berjalan mulus. Kali ini, Lombok Marathon diwarnai protes para peserta, keributan pun terjadi. Peserta dari luar daerah menuding panitia melakukan penipuan.

“Ini tidak benar, ini penipuan ini. Janji panitia untuk memberikan medali pada seluruh finisher tidak bisa mereka penuhi. Ini even terburuk yang saya ikuti. Dua tahun saya mengikuti even macam ini, baru kali ini saya temukan even paling buruk di Lombok Marathon ini,” ujar Minda Mora Purba, peserta asal Jakarta.

Minda dan sejumlah peserta mengamuk di hadapan Wakil Gubernur NTB Muhammad Amin, Kapolda NTB Brigjen Polisi Firli dan pejabat daerah yang hadir dalam even tersebut. “Saya sudah keluarkan uang banyak untuk mengikuti even ini, tapi apa yang saya dapatkan? Ini sungguh mengecewakan,” ujar Minda yang mengikuti kategori half marathon.

Awalnya even tahunan ini berjalan mulus. Peserta memulai start di Senggigi Squre, Lombok Barat untuk kategori 10 KM dan 42 KM afau full marathon. Sementara peserta yang mengikuti marathon 5 KM melakukan star dari simpang lima kota tua Ampenan.

Panitia Lombok Marathon mengklaim peserta sebanyak 5.000 orang. Ada 15 orang yang berasal dari berbagai negara. Mereka ikut serta pada even 2017. Peserta menikmati jalur Senggigi dan kota Mataram yang ramah.

Masalah mulai muncul ketika sejumlah peserta mulai memprotes lantaran mereka tak mendapatkan tanda khusus untuk mengambil medali. Padahal catatan waktu mereka masuk dalam katagori penerima medali.

“Kalau dalam pengumuman yang kami baca di website resmi Lombok Marathon, semua peserta akan mendapatkan kaus dan semua finisher akan mendapatkan medali. Sekarang kok hanya 500 orang yang akan dapat medali,” keluh Andy salah seorang peserta dari Lombok Barat.

Situasi makin memanas saat hari makin siang. Peserta menunggu berjam-jam untuk mendapatkan medali. Panitia yang menyuguhkan musik dan peresean, olah raga tradisional Lombok, mulai dituding mengulur-ulur waktu.

Hingga muncul teriakan para peserta yang menuding panitia melakukan penipuan terhadap mereka. Protes itu tepat di hadapan Wakil Gubernur NTB dan Kapolda NTB yang duduk di podium tamu. Putra Kapolda yang ikut kegiatan itu sempat kaget dan menangis atas aksi protes itu. Di tengah keributan suara protes itu, Kapolda menenangkan putranya yang masih duduk di bangku sekolah dasar.

Wakil Gubernur NTB, Muhamnad Amin menenangkan peserta yang marah dan meminta panitia memenuhi janji mereka. Minda yang sejak awal sudah memprotes mengatakan bahwa dia menginginkan mendali finisher dan kaus.

“Berikan saya kaus dan mendali finisher itu. Kami sudah lari loh, lari pakai tenaga ya, itu hak kami, jangan rampas hak kami dari dunia lari. Siapapun yang membuat even itu, akan saya teruskan ini, ini penipuan” tekan Minda seperti dikutip Kompas.com.

Wakil Gubernur meminta panitia untuk bertangung jawab. “Awalnya even ini kan sudah berjalan bagus, ini kasuistik. Kita akan perbaiki agar kedepan lebih bagus, saya kecewa juga atas kejadian ini,” kata Amin.

Wibowo yang disebut sebagai Ketua Panitia nampak buru-buru meninggalkan lokasi halaman kantor Gubernur NTB tempat berkumpulnya ribuan peserta. Wibowo mengaku dirinya bukan ketua panitia dan menunjuk seseorang yang bernama Franky, yang sebenarnya hanya penangungjawab medali.

Salah seorang anggota Koni, Nasruddin mengatakan, mendali yang diributkan itu hanya berjumlah 500 buah dan baru sampai dari Singapura tempat Panitia memesannya. “Nasi sudah jadi bubur, ini benar-benar memalukan NTB, kita ngga akan dipercaya lagi,” ungkap Dedy salah seorang peserta asal NTB. Sampai berita ini diturunkan informasi resmi nama-nama juara Lombok Marathon belum diperoleh. (KMP)

Keterbatasan Bandara, Potensi Pariwisata Jogya Hilang 50 %

this formate

YOGYAKARTA, Bisniswisata.co.id: PT Angkasa Pura I memprediksi ada potensi pariwisata dalam jumlah besar yang hilang akibat terbatasnya kapasitas Bandara Internasional Adisutjipto di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Padahal, Yogyakarta tercatat sebagai destinasi wisata nomor dua setelah Bali.

“Potensi pariwisata yang hilang itu luar biasa, kalau mau dipersentasekan hampir 50% dari potensi yang ada,” kata General Manager Bandara Internasional Adisutjipto, Agus Pandu Purnama seperti dilansir laman Kontan.co.id, Ahad (28/01/2018).

Dilanjutkan, penerbangan langsung rute internasional dari dan ke Yogyakarta baru Singapura dan Malaysia. Sementara wisatawan mancanegara lain yang ingin ke Yogyakarta kebanyakan harus melakukan penerbangan transit dulu di Bandara Ngurah Rai di Bali.

Berdasarkan informasi dari pengusaha travel agent yang dia terima, kebanyakan wisatawan hanya mampir ke Yogyakarta untuk perjalanan sehari. Selebihnya, mereka kembali ke Bali karena pesawatnya transit di Bali, sehingga waktu berwisata lebih banyak dihabiskan di Bali ketimbang di Yogyakarta. “Pagi jalan-jalan, malam mereka pulang ke Bali. Hotel dan kuliner tidak ditempati,” tutur Pandu.

Tidak adanya rute penerbangan internasional yang lebih dari dua itu dikarenakan kapasitas di Adisutjipto yang sudah maksimal dan tidak bisa dikembangkan lagi. Sehingga, diperlukan bandara baru yang dalam waktu dekat akan dibangun, yaitu New Yogyakarta International Airport (NYIA) di Kecamatan Temon, Kabupaten Kulon Progo.

Kehadiran NYIA diperkirakan mendongkrak secara signifikan jumlah wisatawan mancanegara ke Yogyakarta, didukung oleh kapasitas maksimal hingga 20 juta penumpang per tahun serta landasan pacu sepanjang 3.600 meter dan lebar 60 meter.

Dengan infrastruktur seperti itu, dipastikan maskapai internasional dengan pesawat berbadan lebar bisa beroperasi secara leluasa di NYIA. “Nanti akan ada 50% penerbangan dari luar negeri bisa kami adopsi di NYIA,” ujar Pandu. (KNT)

Dikaji, Tiket Naik Monas Dijual Secara Online

this formate

JAKARTA, Bisniswisata.co.id: Hingga kini Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI Jakarta bersama Unit Pengelola Kegiatan (UPK) Monas Jakarta menkaji Sistem pembelian karcis untuk naik ke Monas tidak secara konvensional namun dengan sistem online. Penjualan secara online lebih memudahkan pengunjung untuk mengetahui kuota karcis yang tersedia. Mengingat jumlah pengunjung yang bisa naik Tugu Monas hingga ke puncak dibatasi hanya 2.000 orang per hari.

“Sampai kini kami masih mengkaji penjualan tiket naik Monas secara online. Kajian ini bersama Pempeov DKI Jakarta dan instansi terkait. Jadi kami masih menunggu. Namun untuk hingga kini, kami masih menjual tiket secara manual,” papar Kepala Unit Pengelolaan Teknis (UPT) Monas Munjirin kepada Bisniswisata.co.id di Jakarta, Ahad (28/01/2018).

Kajian itu, sambung dia, tiket online bukan hanya khusus ke Monas saja namun terintegrasi dengan lainnya seperti untuk busway, KRL atau masuk ke obyek wisata lainnya yang ada di Jakarta contoh Ragunan. Juga sistem pembeliannya harus melalui bank yang juga milik DKI Jakarta. “Nah, ini semua masuk dalam pengkajian itu,” katanya.

Kajian lainnya kelebihan dan kekurangan dengan menggunakan sistem online. Memang jual tiket secara online lebih memudahkan pengunjung untuk mengetahui kuota karcis yang tersedia. Mengingat jumlah pengunjung yang hanya bisa naik Tugu Monas hingga ke puncak setiap harinya dibatasi 2000 orang saja. “Jadi gampang, dia tahu tiap hari kuotanya tinggal berapa. Bisa beli dua hari sebelumnya dari rumah, kantor atau dimana saja,” kata dia.

Munjirin menjelaskan pembatasan 2.000 orang penhari, sesuai dengan kemampuan lift Monas yang hanya satu uni cukup untuk mengangkut 10 orang. Lift bekerja mulai pagi pukul 08.00 WIB hingga pukul 21.00 WIB malam. Sekali menarik ke atas membutuhkan waktu 3 menit yang berarti satu jam ada 20 kali 10 orang berarti hanya 200 orang.

“Lift kerja hanya 10 jam jadi totalnya 2.000 orang. Lift juga istirahat jalan pukul 17.00 dan berfungsi lagi usai magbrib. Jika dipaksakan jelas akan membahayakan. Sehingga kami membatasinya sesuai dengan kemampuan lift,” ungkapnya.

Dia khawatir, lift tersebut akan rusak jika dipaksakan mengangkut lebh dari ketentuan karena banyaknya beban yang ditanggung setiap harinya. “Ya namanya mesin, buatan manusia. Bisa rusak kan. Makanya saya maunya kuota (pengunjung) itu dikurangi,” kata dia.

Namun, kata dia soal pengurangan kuota ini tentu tak bisa sembarangan dia lakukan. “Salah-salah jadi viral nanti banyak yang protes. Sekarang saja yang protes sudah banyak,” katanya.

Selama ini, wisatawan lokal, nasional dan internasional yang masuk ke kawasan Monas pada hari weekend bisa mencapai 60.000 orang setiap harinya. Jika saat liburan sekolah atau libur panjang yang masuk mencapai 150.000 orang perhari. Sedangkan hari-haro biasa Monas dikunjungi 20.000 perhari. “Untuk turis asing yang datang ke Monas dari berbagai penjuru dunia, namun yang paling banyak wisatawan dari Korea dan Jepang,” sambungnya. (NDHYK)

The JKT Pizza, Kuliner Italia Cita Rasa Indonesia

this formate

JAKARTA, Bisniswisata.co.id: PIZZA, kuliner khas Italia memang tidak asing bagi masyarakat Indonesia. Hampir seluruh daerah di Tanah Air terdapat gerai yang khusus menjualnya. Namun, bagaimana jika roti khas Italia itu memiliki cita rasa Indonesia? Nah, inilah yang coba ditawarkan Sapori Deli di bilangan Asia Afrika, Senayan, Jakarta. Restoran di dalam Fairmont Hotel Jakarta, menawarkan piza dengan cita rasa dan bumbu khas Indonesia.

Sepintas roti tipis yang diberi nama the jkt pizza itu tidak berbeda dengan pizza lainnya. Namun, bumbu dan rempah Nusantara terasa. Cita rasa yang ditawarkan tidak lain ialah rendang, khas Padang, Sumatra Barat.

Chef Sapori Deli Fairmont Hotel Jakarta, Husain Faqih Shahab menjelaskan untuk membuat adonan roti, ia mencampurkan tepung terigu dengan air, garam, ragi, dan extra virgin olive oil. Setelah kalis, adonan kemudian dibentuk gepeng. Tekniknya pun layaknya di Italia, menggunakan dua tangan di atas meja adonan. “Ya untuk cara membuatnya masih sama. Yang membedakan hanya bumbu dan rempahnya saja,” terangnya seperti dilansir laman MediaIndonesia.com, Ahad (28/01/2018).

Adonan yang sudah pipih itu lalu diolesi saus rendang. Kemudian dipanggang di panggangan khusus dengan suhu 270 derajat celsius, selama kurang dari 10 menit. Adonan setengah matang itu dikeluarkan dari panggangan untuk ditaburi keju yang sudah dipotong dadu. Untuk saus rendang, chef Husain menggabungkan bumbu kuning ala Sapori Deli yang dikombinasikan dengan cabai giling, daun kunyit, sereh, lengkuas, jahe, jintan, dan santan. Keju yang dipilih ialah mozarela untuk penegasan Italianya.

“Untuk piza dua kali proses panggang. Jadi, setelah tadi dioleskan saus rendang lalu dipanggang lagi kemudian dicampurkan beberapa isian,” ungkapnya. Tidak hanya saus, piza ini dilengkapi daging sapi bagian paha. Daging yang disuwir-suwir sebelum taburan keju. Tentunya tidak ketinggalan potongan bawang merah, cabai, daun ketumbar, dan tomat.

“Setelah dimasukkan semua, dipanggang kembali hingga matang. Kurang lebih hanya membutuhkan waktu 10 menit,” jelas Faqih. Rasa asam, manis, bercampur gurih sangat terasa saat mendarat di mulut. Lelehan kejunya sangat menggoda ketika diangkat dari wadah piza berupa papan berserat kayu. Daging rendangnya pun lumer saat disantap.

“Ini salah satu makanan yang masuk ke buku menu dan hidangan ini yang termasuk paling laris di Sapori Deli. Ya karena perpaduan rasa Indonesianya itu,” tegas Faqih. Menariknya di tempat itu, pengunjung dapat melihat proses pembuatan piza hingga siap dihidangkan. Bahkan bila ada pengunjung yang ingin mencoba membuat piza, mereka juga memberikan keleluasaan. “Melihat pembuatan sekaligus ikut membuat bisa juga. Ini sebagai bentuk edukasi sih untuk pengunjung yang datang,” ungkapnya.

Selain piza, Faqih menghidangkan martabak pizza piazza. Masakan ala Sapori Deli ini unik dan berbeda dengan martabak umumnya. Pasalnya adonan yang digunakan Faqih ialah adonan piza. Bukan hanya penggunaan rotinya, isi martabaknya pun berbeda. Faqih menggunakan daging sapi yang telah digiling, bawang bombay, daun bawang, cabai merah yang telah diiris tipis, dan tambahan keju mozarela. Pada topping, ada perpaduan saus tomat dan keju mozarela.

Cara memasaknya pun berbeda. Martabak ini hanya dipanggang sekali sekitar 10 menit dengan suhu 270 derajat celsius. Ketinggian pada suhu oven pemanggangan juga diatur sehingga tingkat kematangan martabak pizanya sesuai. Berbeda dengan martabak umumnya, martabak itu tidak berminyak sehingga mulut tidak berlepotan. Sebaliknya kerenyahan kulit martabak langsung terasa. Isiannya pun menyegarkan.

“Hidangan ini, meski tidak masuk buku menu kami, cukup banyak juga yang pesan,” ujar Faqih. Kehadiran martabak ini ternyata memiliki sejarah. Berdasarkan cerita Marketing Communications Fairmount Hotel Jakarta Cindy Yuwono, awalnya martabak itu hanya kudapan biasa yang tidak ditawarkan untuk pengunjung.

Kala itu kepala chef ingin memakan martabak, tetapi terkendala oleh bahan pembuatan martabak. Waktu itu, hanya tersedia adonan piza. Kemudian ia mengolah adonan piza itu menjadi hidangan martabak yang lengkap dengan isiannya. Karena keunikannya itu, makanan ini hanya ditawarkan bagi pengunjung sehingga tidak dimasukkan ke buku menu.

“Dari cerita itu kemudian hidangan martabak piza kami tawarkan kepada pengunjung hingga saat ini,” ujar Cindy. Harga sangat terjangkau. The jkt pizza hanya dibanderol dengan harga Rp135 ribu ++. Begitu juga harga martabak pizza piazza Rp135 ribu ++ per porsinya. “Cukup terjangkau untuk harga terlebih dengan porsi yang cukup besar,” tandas Cindy. (MIC)

2017, 2,63 Juta Wisatawan Kunjungi Gianyar

this formate

GIANYAR, Bisniswisata.co.id: Pariwisata Gianyar Bali semakin bergairah. Buktinya, sepanjang tahun 2017 sekitar 2,63 juta wisatawan nusantara maupun mancanegara mengunjungi kabupaten yang menjadi pusat seni, sejarah dan spiritual di Pulau Dewata.

“Jumlah turis yang datang itu, melebihi target yang ditetapkan sebasar 2,5 juta turis atau hampir 50 persen dari kunjungan turis ke Bali sebanyak 5 juta orang,” papar Kadis pariwisata Gianyar, Anak Agung Ari Brahmanta, seperti dunduh laman Antaranews, Ahad (28/01/2018).

Dari 2,63 juta turis yang datang, sekitar 70 persen merupakan turis mancanegara, sisanya 30 persen merupakan turis Nusantara. Asal turis asing paling banyak datang dari Australia, lalu posisi berikutnya dari China, Perancis, Jerman dan negara-negara Eropa lainnya, kemudian dari Jepang, Korsel, Amerika dan Rusia.

Tahun 2018, lanjut dia, dinas pariwisata mematok kunjungan target sebesar 2,6 juta turis, namun terasa berat dengan kondisi letusan Gunung Agung. Para turis dan pemerintah asal turis masih akan melihat sistem evakuasi atau pemulangan turis saat bencana letusan Gunung Agung, serta sistem informasi dan koordinasi saat evakuasi itu.

Kadis pariwisata menjelaskan mengapa kabupaten Gianyar menjadi tujuan utama turis ke Bali, karena Gianyar merupakan pusat budaya, seni dan spiritual. “Kabupaten ini memiliki situs bersejarah terbanyak di Bali,” katanya.

Di Gianyar terdapat lima sungai besar dari 17 sungai yang ada . Adanya lima sungai besar ini yang melahirkan sistem pengairan sawah yang dikenal dengan sistem Subak. “Jadi sistem pengairan sawah Subak itu asalnya dari Gianyar,” tambah dia.

Sistem pengairan dan persawahan ini yang dijaga dan diwariskan dengan baik hingga kini menjadi daya tarik wisata alam, misalnya persawahan Tegalalang, wisata arung jeram, Bali Zoo, dan Bali Safari.

Begitu juga dengan budaya dan spiritual yang lahir dan berkembang kuat di Kabupaten Gianyar melahirkan begitu banyak situs-situs bersejarah, misalnya situs pura Gunung Kawi, istana Raja Ubud yang kemudian menjadi daya tarik industri pariwisata. “Kegiatan seni mulai dari persembahan untuk Tuhan, persembahan untuk para raja, yang kemudian menjadi daya para wisatawan,” kata Ari Brahmana.

Dari sekian banyaknya obyekt wisata di Gianyar, ada beberapa yang populer, ngetren dan hits dikalangan wisatawan dan menjadi tujuan wajib diantaranya:

# Ubud

Kawasan sentral Ubud merupakan tempat selalu ramai wisatawan, karena ada pasar seni, menjual beraneka macam kerajinan lokal, mulai pernak-pernik, lukisan, anyaman, pakaian ciri khas Bali bisa anda temukan dengan mudah. Juga ada Istana Ubud. Hutan kera (monkey forest) berdekatan dengan pusat kuta, menjadi tujuan wisata wana populer. Kera-kera jinak sangat lucu dan hidup diantara pepohonan hutan lindung.

# Tegalalang

Pemandangan sawah terasering di desa Ceking ini dikenal bernama Ceking Rice Terrace. Sawah berundak menyuguhkan pemandangan alam asri, selain bisa menyaksikan pemandangan sawah indah dan unik, juga bisa berinnteraksi dengan para petani yang menggarap sawahnya ataupun sedang menacari rumput untuk pakan ternak mereka. Tata cara pengairan atau irigasi dikenal dengan nama Subak. Berkunjung ke objek wisata Tegalalang, bisa bersantai di sebuah restaurant, menikmati minuman segar, makan siang ditemani oleh alam indah.

# Rafting di Sungai Ayung

Sungai Ayung memberi peluang bagi pecinta arung jeram untuk memacu adrenalin. Sungai ini, menyuguhkan pemandangan lembah, air terjun dan tebing indah. Juga ada relief Ramayana terpatri indah pada dinding tebing, hasil seniman lokal menciptakan karya seni bisa dinikmati wisatawan saat arung jeram. Panjang trek dalam perjalanan rating sekitar 10 km, bisa ditempuh sekitar 2-2.5 jam, dengan tingkat kesulitan pada level II-III di bawah rafting di

# Telaga Waja.

Kebun binatang atau taman safari ini memberikan peluang untuk anda mengenal lebih dekat bintang-binatang langka. Konsep wisata berbeda dibandingkan tempat lainnya. Anda diajak ikut bersafari keliling areal taman luas dengan sebuah bus nyaman dilengkapi AC, memasuki areal tempat binatang, suasana alamnya didesain seperti nuansa alam aslinya, bahkan bisa memasuki areal bintang buas, karena pengunjung tetap aman berada dalam kendaraan.

# Candi Gunung Kawi

Wisata cagar budaya dengan beberapa peninggalan purbakala berupa candi tersusun dari batu yang dipahat. Selain nikmati pemandangan sekitar candi, ada banyak nilai-nilai sejarah terkandung di dalamnya. Pemandangan di Candi Gunung Kawi didominasi dinding batu cadas yang dipahat berbentuk candi yang dibingkai lengkungan. Fungsi lengkungan di sekitar candi tenyata berfungsi untuk pelindung guna mencegah erosi yang dapat menyebabkan kerusakan pada candi. Terlihat beberapa jenis tanaman lumut tumbuh di sekitar batu-batu cadas.

# Goa Gajah

Bangunan kuno ini menjadi peninggalan sejarah yang sangat dilestarikan. Ciri khas dari tempat wisata ini adalah sebuah gua buntu yang mana pada bagian mulut terdapat ukiran Boma, bagian lorong gua berbentuk huruf T dengan lebar dan tinggi sekitar 2 meter, pada ujung-ujung lorong terdapat arca Ganesha dan 3 buah lingga, dan sebuah cerukan diperkirakan sebagai tempat pertapaan, para Bhiksu Budha. Pada halaman pura juga terdapat areal petirtan dengan 7 buah patung, masing-masing patung memegang guci air mengalir ke kolam.

# Tirta Empul

Lokasinya di Kecamatan Tampaksiring berdekatan Istana Presiden Tampasiring. Selain pura juga ada kolam ikan, taman dan pemandian suci bagi pemeluk agama Hindu di Bali. Diyakini bisa membersihkan aura negatif dalam tubuh dan pikiran. Saat hari suci seperti Pagerwesi, Banyupinaruh, dan Purnama (bulan penuh), pemandian suci dipadati warga Hindu. Airnya bersumber dari mata air alam di dalam pelataran utama pura. Keberadaan pura Tirta Empul tersebut erat kaitannya dengan mithologi Raja Maya Denawa yang tewas di tangan Dewa Indra.

# Wisata Air Terjun

Ada tiga air terjun di Gianyar. Air terjun Goa Rangreng, air terjun Kanto Lampo dan air Terjun Tegenungan, nah air terjun ini paling dekat dengan bandara atau kawasan pariwisata Bali Selatan seperti Kuta maupun Nusa Dua. Akses ke lokasi cukup mudah. Dari kejauhan mendengar gemuruh air terjun ini, meski tak begitu tinggi, namun debit airnya cukup besar. Untuk mencapai lokasi harus menyusuri beberapa anak tangga dan jalan setapak, sekitar 200 meter. Tingginya sekitar 15 meter dan satu-satunya air terjun di dasar lembah.

# Batubulan dan tari Barong

Batubulan merupakan desa seni yang warganya memiliki ketrampilan dalam seni ukir patung batu padas. Sepanjang jalan berderet berbagai jenis patung, hasil kerajinanan ini sudah merambah ke mancanegara dan memenuhi kebutuhan lokal. Di Batubulan juga dipentaskan tari Barong pada setiap pagi harinya, sebuah pementasan seni yang mengisahkan pertarungan kebajikan dan kejahatan. Di Batubulan juga anda bisa menemukan seni membatik.

# Wisata Museum

Siapa bilang jalan-jalan ke museum itu membosankan? pendapat itu terpatahkan saat datang ke Bali. Pulau seribu pura yang kental dengan tradisi dan budaya ini, juga punya sederet museum terkenal yang bukan hanya akan menambah wawasan, tapi juga tidak membosankan karena koleksi benda seni bernilai tinggi dan punya ciri khas yang unik. Di Gianyar ada Museum Blanco Renaissance, Museum Seni Agung Rai, Museum Puri Lukisan, Museum Seni Neka

# Pasar Sukawati

Wisata belanja menjadi salah satu tujuan penting. Untuk itu pasar seni Sukawati menjadi tempat ideal untuk berbelanja oleh-oleh khas Bali. Mulai pernak-pernik, lukisan, tas, sandal, anyaman, patung, bedcover, selimut, cangkir, pakaian dan banyak lagi lainnya. Barang-barang disediakan lengkap, yang perlu diperhatikan agar mendapatkan harga terbaik adalah anda harus lihai tawar menawar. (NDHYK)

Indonesia Jadi Tempat Pilot Asing Cari Jam Terbang

this formate

TANGERANG, Bisniswisata.co.id: Pilot Indonesia kini harus bersaing dengan pilot asing di negara sendiri. Hal ini membuat pilot dalam negeri banyak yang menganggur. Tak bisa dipungkiri, perkembangan dunia penerbangan di Indonesia membutuhkan banyak tenaga penerbang. Saat ini ada 770 ribu penerbangan yang mengangkut jutaan penumpang.

“Pengembangan dunia penerbangan membutuhkan tenaga kerja yang handal, 770 ribu pernerbangan untuk mengangkut jutaan penumpang,” kata Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Asman Abnur , saat memberikan amanat upacara, di STIP Curug, Tangerang, Sabtu (27/1/2018).

Di Indonesia sekarang ini, lanjut dia, terdapat 7.150 pilot, 654 di antaranya adalah pilot asing. Indonesia menjadi tempat pilot asing dalam menambah jam terbangnya. Sementara pilot Indonesia yang belum memiliki sertifikat tidak diterima di maskapai dalam negeri apalgi luar negeri sehingga berujung menganggur.

“Ini menjadi ladang penghasilan bagi pilot asing yang memiliki sertifikat. Sementara kita dihadapkan dengan pilot yang baru lulus dan menganggur,” tutur Asman.

Sejak 2015 Indonesia sudah terlibat dalam masyarakat ekonomi ASEAN, dengan begitu untuk memenangkan persaingan membutuhan kesiapan Sumber Daya Manusia (SDM). Dia pun meminta kepada 50 wisudawan Sekolah Tinggi Ilmu Penerbangan (STIP) untuk menambah ilmu pengetahuan di luar sekolah.

“Hal ini mengindikasikan adik-adik harus siap mengandalkan, tidak cukup hanya mengandalkan kemampuan yang ada di sekolah harus mencari kemampuan lain dari berbagai sumber. Termasuk menguasai berbagai bahasa minimal bahasa Inggris,” tutur Asman.

Sebelumnya, Kementerian Perhubungan harus menata beberapa sekolah ilmu transportasi yang ada di bawahnya. Salah satu yang menjadi banyak perhatian adalah sekolah pilot. Ini dikarenakan sampai saat ini banyak lulusan yang belum mendapatkan pekerjaan alias menganggur.

Untuk hal itu, pengamat transportasi Danang Parikesit mengusulkan beberapa poin untuk memperbaiki kualitas dan lulusan sekolah pilot yang diselenggarakan oleh Kementerian Perhubungan.

Menurut Danang, fasilitas pelatihan harus memenuhi persyaratan. Jumlah pesawat udara yang harus dioperasikan oleh sekolah penerbang merupakan hal terpenting yang harus diatur oleh regulator (Kemenhub) dalam meningkatkan keselamatan penerbangan sipil selaku pembina teknis sekolah penerbangan di Indonesia.

“Selain itu persyaratan luas area dan sistem pengontrolan terhadap perawatan pesawat udara juga perlu dilakukan untuk meningkatkan kemampuan teknis lulusan pada sekolah penerbang,” ucap Danang seperti dikutip laman Liputan6.com, Sabtu (27/01/2018).

Tidak hanya itu, terpenuhinya jumlah minimum pesawat yang digunakan untuk praktek penerbang juga menjadi salah satu persyaratan prioritas yang harus dilakukan pada sekolah penerbang. Sesuai ketentuan, memenuhi paling sedikit harus memiliki 5 pesawat udara yang jenis atau tipenya mendukung kelangsungan sekolah penerbangan dengan satu diantaranya berupa pesawat udara bermesin ganda (multi engine).

Menurut Danang, sekolah penerbang juga harus memiliki organisasi perawatan pesawat udara guna menjamin keselamatan selama pelatihan penerbangan.

Danang menjelaskan, masyarakat saat ini semakin kritis apabila sekolah penerbang tidak comply dengan ketentuan walaupun tidak dipublish. Saat ini, pihak industri maskapai penerbangan akan mengetahui, sekolah mana yang memenuhi kualifikasi, sehingga apabila standar fasilitas tidak terpenuhi, maka pilot lulusan sekolah penerbang tersebut akan kesulitan mencari pangsa kerja di maskapai penerbangan.

“Banyaknya animo masyarakat untuk menjadi pilot pada sekolah penerbang saat ini, tentunya harus kita apresiasi dengan baik dalam menciptakan lapangan kerja yang kompetitif, sehingga kehadiran pemerintah dalam melakukan pembinaan pada sekolah penerbang harus optimal,” tambah Danang. (LEO)

Orang Indonesia Makin Sering Traveling ke Luar Negeri

this formate

JAKARTA, Bisniswisata.co.id: Airbnb, platform akomodasi dan pariwisata dunia melansir ulasan tren pariwisata sepanjang tahun 2017 terkait Orang Indonesia yang semakin sering melakukan traveling ke luar negeri. Ternyata Jepang, Singapura, Malaysia, Korea, dan Thailand menjadi tujuan terpopuler bagi turus Indonesia mengisi libburan.

Selain mengunjungi negara-negara Asia lainnya, tingkat popularitas pariwisata dalam negeri juga melonjak karena masyarakat Indonesia semakin menyadari masih banyak yang dapat dilakukan di dalam negeri. Karena itu mereka mengambil kesempatan tersebut untuk menikmati sejarah, budaya, dan warisan yang ada di republik ini.

Dalam keterangan resmi Airbnb yang diterima redaksi Bisniswisata.co.id, Sabtu (27/01/2018) menyebutkan beberapa tempat di dalam negeri yang tercatat paling populer: Denpasar (Bali), Bandung, Jakarta, Yogyakarta, Ubud (Bali), Bogor, dan Lembang Jawa Barat.

Sementara Data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat secara kumulatif sejak Januari-Oktober 2017, jumlah wisatawan domestik mencapai 252.569.465. Angka ini sudah mendekati target wisatawan domestik yang ditaruh di angka 265 juta.

Tak heran memang jika Bali berada di urutan pertama karena provinsi ini dinobatkan sebagai tujuan wisata terbaik di dunia pada tahun lalu. Airbnb mencatat, lingkungan terpopuler di Bali bagi turis, yaitu di Seminyak, Canggu, Kuta Utara, Sanur, dan Kuta Selatan atau Semenanjung Bukit.

Selain itu, wisatawan asing yang masuk ke Indonesia juga melonjak hingga 69%. Menurut data Airbnb , jumlah wisatawan asing yang datang ke Indonesia tercatat lebih dari 904.600 tamu. Kebanyakan mereka berasal dari Australia, Amerika Serikat (AS), Singapura, Jerman, dan Inggris.

Wisatawan dari seluruh dunia terus mencari pengalaman unik dan menarik di negara ini. Mereka juga tertarik untuk melihat budaya asli Indonesia dari sudut pandang warga setempat. Ini menunjukkan popularitas Indonesia di kalangan wisatawan domestik dan internasional terus meningkat. (redaksibisniswisata@gmail.com)

Desa Wisata Nglanggeran Raih ASEAN Sustainable Tourism Award

this formate

GUNUNG KIDUL. Bisniswisata.co.id: Prestasi luar biasa diraup Desa Wisata Nglanggeran Patuk, Gunungkidul Yogyakarta. Prestasi itu dengan meraih penghargaan ASEAN Sustainable Tourism Award. Kabar gembira itu dikisahkan pengelola Desa Wisata Nglanggeran, Sugeng Handoko, dalam lamannya gunungapipurba.com.

Penghargaan ini diberikan di Chiang Mai, Thailand, Jumat, 26 Januari 2018 yang diterima Menteri Pariwisata Arief Yahya. Ajang ini merupakan rangkaian kegiatan ASEAN Tourism Forum. Dalam ajang ini, Indonesia meraih 15 penghargaan kategori ASEAN Green Hotel Standard, ASEAN MICE Veneu Standard, ASEAN Clean Toursit City Standard.

“Kami merasa sangat bersyukur atas apresiasi yang diberikan ini, semoga menjadi tambahan penyemangat untuk kami bisa lebih baik lagi dalam pengembangan pariwisata berkelanjutan,” ucap Sugeng dalam tulisannya.

Desa Wisata Nglanggeran di Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Tahun 2017, desa ini juga memperoleh penghargaan sebagai Desa Wisata Terbaik I Indonesia dan menerima penghargaan ASEAN Community Based Tourism (CBT) Award 2017, yang diserahkan di Singapura, Jumat 20 Januari 2017. Ajang ini juga dilaksanakan dalam rangka kegiatan ASEAN Tourism Forum 2017.

Sugeng mengatakan Penta Helix adalah salah satu kunci sukses dalam pengembangan pariwisata berkelanjutan di Desa Nglanggeran. “Kami banyak melibatkan akademisi, pelaku bisnis, komunitas, pemerintah, dan media,” ujarnya.

Dilanjutkan, Desa Wisata Nglanggeran berupaya menerapkan 3 prinsip dasar agar berkembang. Pertama yaitu prinsip ramah lingkungan alam dan budaya. “Jangan sampai hadirnya pariwisata justru malah menimbulkan kerusakan alam dan menggerus budaya dan kearifan lokal masyarakat,” katanya sambil menambahkan tata kelola pengunjung dan daya dukung kawasan perlu menjadi perhatian.

Prinsip kedua yaitu ramah masyarakat. Sugeng mengatakan hadirnya kegiatan kepariwisataan di suatu daerah jangan sampai membuat masyarakat sebagai tuan rumah menjadi tidak nyaman. “Semuanya harus bahagia baik wisatawan maupun pemilik rumahnya, yakni masyarakat di kawasan wisata tersebut.” sambungnya.

Prinsip ketiga tentu ramah wisatawan. Sugeng berpikir wisatawan sebagai tamu harus diterima dengan baik dan melibatkan masyarakat. Desa wisata ini bahkan membuat pelatihan bagi warganya.

UNESCO Global Geopark

Benda peninggalan purbakala yang unik dan budaya tradisional yang masih kental membuat warga desa itu mampu menarik wisatawan dari dalam dan luar negeri untuk belajar budaya sekaligus berekreasi. Ada dua obyek wisata di Desa Nglanggeran, yakni gunung api purba dan embung besar.

Tak sulit menemukan desa wisata di Dusun Kalisong, Desa Nglanggeran, itu. Lokasinya hanya berjarak 22 kilometer (km) dari Wonosari, ibu kota Kabupaten Gunung Kidul, atau 25 km dari Yogyakarta.

Gunung api purba merupakan gunung batu dari karst atau kapur. Jutaan tahun lalu, gunung itu pernah aktif. Puncak gunung adalah Gunung Gedhe di ketinggian sekitar 700 meter dari permukaan laut, seluas kawasan pegunungan 48 hektar. Gunung itu berupa jajaran gunung batu yang unik. Dengan mendaki selama 1,5-2 jam kita sudah sampai ke puncak gunung. Dari puncak kita bisa menikmati pemandangan indah.

Tahun 1999, obyek wisata ini dikelola Karang Taruna Bukit Putra Mandiri tetapi fasilitasnya belum lengkap. Mengingat banyaknya potensi budaya dan ekowisata di situs gunung api, tahun 2008 Badan Pengelola Desa Wisata Nglanggeran mengambil alih pengelolaannya. Mereka menambah berbagai fasilitas di sini. Kini, Gunung Api Purba yang menjadi salah satu Geosite di Gunung Sewu UNESCO Global Geopark

Sementara embung adalah bangunan berupa kolam seperti telaga di ketinggian sekitar 500 meter dari permukaan laut. Embung dengan luas sekitar 5.000 meter persegi itu berfungsi menampung air hujan untuk mengairi kebun buah kelengkeng, durian, dan rambutan di sekeliling embung. Pada musim kemarau, para petani bisa memanfaatkan airnya untuk mengairi sawah.

Pengunjung bisa naik ke embung dengan tangga. Sampai di sisi embung, bisa melihat matahari terbenam yang indah. Juga bisa melihat gunung api purba di seberang embung.

Pengelola Desa Wisata Nglanggeran mengembangkan kawasan wisata ini dengan membuat penginapan dan menyiapkan rumah penduduk untuk tempat live in. Program live in banyak diikuti pelajar dan wisatawan mancanegara.

Lewat program itu, wisatawan bisa berinteraksi dengan penduduk dan belajar budaya Desa Nglanggeran, seperti membatik topeng, membuat kerajinan dari janur (daun kelapa yang masih muda), belajar tari tradisional Jathilan dan Reog, ikut kenduri, menangkap dan melepas ikan di sungai, menanam padi di sawah, dan belajar memasak kuliner ala Desa Nglanggeran.

Bahkan, wisatawan dapat menikmati fasilitas berbagai kegiatan luar ruang, seperti rock climbing dengan 28 jalur, trekking, dan pengenalan budaya daerah Nglanggeran. Wisatawan juga bisa memilih hanya bermalam atau mengambil paket (bermalam plus ikut kegiatan luar ruang). (NDHYK)

Disarankan Pakai Tabir Surya Saat di Pesawat

this formate

LONDON, Bisniswisata.co.id: Sebagian orang mengira tabir surya hanya perlu digunakan saat cuaca terik apalagi saat berjemur di pantai. Namun, ahli dermatologi menegaskan krim pelindung kulit ini harus digunakan setiap hari, termasuk saat bepergian naik pesawat.

Pasalnya, kebanyakan jendela pada pesawat punya kemampuan menahan sinar UVB, namun sinar UVA, yang bisa menembus kulit lebih dalam, masih bisa menembus kaca, dan itu berisiko menimbulkan masalah pada kulit.

Memakai tabir surya sangat penting terutama untuk pilot. Sebuah studi terbaru yang disiarkan JAMA Dermatology mengungkapkan pilot yang selama satu jam berada di ketinggian 30.000 kaki terpapar radiasi UV setara dengan sesi mencoklatkan kulit (tanning) selama 20 menit.

Meski penumpang pasti tidak terpapar sinar matahari sebanyak pilot, tabir surya tetap sebaiknya tetap digunakan, terutama bagi mereka yang duduk di dekat jendela.

“Jendela pesawat di sebelah Anda mungkin ukurannya kecil, tapi Anda berada lebih dekat dengan lapisan ozon saat terbang setinggi puluhan ribu kaki,” kata dokter Sweta Rai dari British Association of Dermatologists kepada Sun Online, Sabtu (27/01/2018).

“Sinar matahari jauh lebih berbahaya pada ketinggian ini dan kita semua harus memakai tabir surya saat terbang.” sambung dokter Sweta serus.

Tabir surya dengan SPF 30, yang akan melindungi kulit dari sinar UVA dan UVB yang berbahaya, bisa digunakan untuk melindungi kulit. Cukup oleskan tabir surya seukuran seukuran kelereng ke wajah, dan area terbuka lain seperti leher, dada, tangan, lengan bawah, dan telinga setidaknya satu jam sebelum terbang.

Penting juga untuk mengoleskan ulang tabir surya setiap dua jam, terutama selama penerbangan jarak jauh. Bagi mereka yang menggunakan rias wajah saat bepergian, beberapa foundation juga berguna sebagai tabir surya, tapi disarankan untuk memakai tabir surya secara terpisah sebelum berdandan untuk perlindungan maksimal.

Tak bisa dipungkiri, pentingnya peranan tabir surya dalam kegiatan sehari-hari, berwisata di pantai atau naik pesawar. Mengingat paparan sinar matahari dapat menyebabkan kerusakan permanen di kulit tubuh. Faktanya, walaupun Anda telah rutin mengaplikasikan tabir surya, ada beberapa bagian tubuh yang terlewatkan, seperti dilansir dari byrdie.com. Ada beberapa bagian tubuh yang perlu diolesi tabir surya, antara lain:

#. Punggung
Jika Anda merasa repot untuk mengaplikasikan tabir surya di bagian punggung, ada beberapa alat yang telah dijual di pasaran untuk membantu.

#. Bibir
Bibir adalah area yang jarang diperhatikan, terutama ketika berhubungan dengan tabir surya. Bawalah lip balm yang mengandung SPF atau tabir surya kemanapun Anda pergi untuk mencegah kanker kulit di bibir.

#. Kulit kepala
Pernahkah Anda merasakan paparan sinar matahari sampai di kepala hingga kulit kepala menjadi merah? Jika Anda memiliki rambut berminyak, cobalah gunakan tabir surya bertekstur bubuk. Jika Anda memiliki rambut yang tipis, penting untuk selalu menggunakan topi dan tabir surya. Kulit kepala sebagai bagian tubuh yang paling sering terkena paparan sinar matahari jelas paling mungkin terkena kanker kulit.

#. Leher dan dada

Bagian tubuh yang sering diabaikan ini jika dibiarkan selama bertahun-tahun akan menyebabkan kerusakan akibat paparan sinar matahari, hingga kanker kulit.

#. Telinga
Beberapa produk tabir surya telah dibuat mudah diaplikasikan untuk bagian telinga.

#. Tangan, kaki, dan kuku

Tangan dapat menunjukkan usia Anda. Aplikasikan tabur surya ke bagian tangan setiap hari. Sedangkan tanda awal kanker kulit di bawah kuku adalah garis gelap dari pangkal ke ujung kuku dan paling umum terjadi pada warna kulit yang lebih gelap. (NDHYK)