PARIS, Bisniswisata.co.id: Organisasi Pendidikan, Keilmuan, dan Kebudayaan PBB (UNESCO) berusaha keras melindungi tempat-tempat yang ditetapkan sebagai situs warisan dunia. Namun, selalu ada faktor yang mengancam keberadaannya, mulai dari perang, perubahan iklim, sampai turis yang tak bertanggung jawab.
Setiap tahun, UNESCO selalu menambah daftar situs warisan dunia yang berada dalam bahaya dan tahun ini terdiri dari 54 lokasi. Berikut adalah sejumlah situs yang perlu dikunjungi sebelum benar-benar menghilang, dikutip dari laman Travel and Leisure, Selasa (23/01/2018):
#. Hutan Hujan Sumatra, Indonesia
UNESCO mendaftar tiga taman nasional di Sumatra (Gunung Leuser, Kerinci Seblat, dan Bukit Barisan Selatan) yang mewakili potensi konservasi jangka panjang. Akan tetapi, banyak hal menyebabkan kondisi hutan dan taman nasional di sana terancam, dengan kurang dari 15 ribu fauna yang tersisa hidup di alam bebas.
#. Taman Nasional Everglades, Florida
Ingin melihat manate atau lembu laut? Segera rencanakan perjalanan ke Taman Nasional Everglades, Florida, sekarang juga. Cagar alam ini masuk dalam daftar bahaya sejak tujuh tahun silam karena penurunan level air yang disebabkan pembangunan kota, aktivitas pertanian, dan polusi yang mengancam spesies laut.
#. Makam Kasubi, Uganda
Makam Kasubi yang terletak di Kampala, Uganda, adalah kuburan untuk empat raja Buganda yang dijuluki kabaka. Pada 2010, makam yang dibangun pada 1882 dan dijadikan peristirahatan terakhir sejak 1884 ini hampir sepenuhnya hancur akibat sebuah insiden kebakaran.
#. Chan Chan, Peru
Pada masa kejayaannya 600 tahun lalu, Chan Chan adalah kota terbesar pada peradaban Amerika pra-Columbus dengan populasi sebanyak 60 ribu penduduk. Bekas ibu kota Kerajaan Chimu ini masih menunjukkan dinding tanah yang memisahkan sembilan benteng, tetapi lambat-laun berpotensi terkikis karena air hujan.
#. Liverpool, Inggris
Selain menjadi kota kelahiran grup musik The Beatles, Liverpool memegang peranan penting dalam perkembangan Kerajaan Britania Raya karena pernah menjadi pelabuhan utama. Pembangunan modern dikhawatirkan akan merusak bangunan bersejarahnya, termasuk Museum Perbudakan Internasional yang ada di kota tersebut.
Selain lokasi yang telah disebutkan, masih ada belasan tempat yang kian terancam dan perlu kesadaran banyak pihak untuk melindunginya. Beberapa di antaranya yaitu Taman Nasional Niokolo-Koba di Senegal, hutan hujan Atsinanana di Madagaskar, Rio Platano di Honduras, Pusat Sejarah Shakhrisyabz di Uzbekistan, dan Cagar Alam Tenere di Niger. (NDHYK)
JAKARTA, bisniswisata.co.id: Lebih dari 1.000 wanita dari berbagai negara asing dan Indonesia, akan memenuhi Kota Yogyakarta pada kegiatan International Council of Woman (ICW).
Dari seribuan wanita tersebut terdapat sekitar 200 orang anggota ICW dari seluruh dunia. Sisanya merupakan anggota dari puluhan organisasi perempuan di Indonesia. Mereka semua akan tumplek di Yogyakarta. Kehadiran seribu lebih wanita di Yogyakarta ini, bisa ikut mendongkrak bidang pariwisata di Yogyakarta.
Para peserta sidang akan dibawa berkeliling ke berbagai objek wisata di daerah tersebut. Sidang ICW ke-35 ini berlangsung di Yogyakarta 6-12 September 2018. Diikuti sekitar 200 orang anggota dari berbagai negara di dunia. Sebagai tuan rumah penyelenggara kegiatan ini adalah Kongres Wanita Indonesia (Kowani).
“Akan hadir lebih dari 1.000 orang wanita dari seluruh Indonesia dan luar negeri pada acara tersebut. Selain bersidang juga ada seminar akbar,” kata Ketua Umum Kowani Dr.Ir. Giwo Rubianto Wiyogo, M.Pd, di sela-sela Raker Kowani, di Jakarta, Selasa (23/01/2018).
Seminar akbar ini, lanjut Giwo, diikuti sedikitnya 1.000 orang perempuan dari berbagai organisasi di Indonesia dan negara di dunia. “Sidang ICW tersebut merupakan pekerjaan akbar, dan baru pertama kali diselenggarakan di Indonesia. Kita baru pertama kali menjadi tuan rumah sidang yang cukup bergengsi ini,” lanjutnya.
Untuk mempersiapkan sidang tersebut, tambahnyan, jauh-jauh hari Kowani sudah melakukannya. Termasuk dalam rapat kerja hari ini yang berlangsung dari pagi hingga sore, dan dihadiri seluruh DP Kowani dan pengurus lainnya.
Selain itu, Kowani juga melakukan koordinasi dengan berbagai pihak di Indonesia, seperti institusi pemerintah, swasta, termasuk dengan organisasi internasional. (Bunda Yoely)
MATARAM, Bisniswisata.co.id: Sprot tourism atau wisata olahraga terus bermunculan di Indonesia. Kini Pemprov Nusa Tenggara Barat (NTB) melalui Dinas Pariwisata NTB menggelar Lombok Marathon 2018. Event lari ini digelar di dua lokasi yaitu Pantai Sengingi dan kota tua Mataram NTB, pada 28 Januari 2018.
Tercatat sudah 5.000 pelari dari 15 negara dipastikan meramaikan Lombok Marathon. Event tahunan ini, semula dilaksanakan Desember 2017, namun dibatalkan lantaran erupsi Gunung Agung, Bali, akhirnya diundur menjadi 28 Januari 2018.
15 negara itu antara lain tuan rumah Indonesia, Amerika Serikat, Australia, Belanda, Kanada, Denmark, Tiongkok, Prancis, Jerman, Jepang, Malaysia, Kenya, Puerto Riko, Singapura, dan Ukraina. Bahkan, pihaknya memperkirakan jumlah pelari dan negara masih akan bertambah.
Pertama kali Lombok Marathon tahun 2016, mendapat smabutan luar biasa. Diharapkan dari kegiatan ini, dapat mendorong Pulau Lombok sebagai “sport tourism” di Indonesia. Mengingat, beberapa wisata olahraga yang digelar bukan hanya lari, namun juga golf, Paralayang, surfing dan lainnya.
Setelah Lombok Marathon, Dinas Pariwisata 2018 melanjutkan dengan event Rinjani 100 yang akan dilaksanakan Mei 2018. Event sport tourism lainnya di NTB antara lain kegiatan ini Trawangan Color Run, Grand Fondo New York, Surfing di Lakey, Golf Tournament di Sire dan Golong dan Kejuaraan Paralayang di Are Galing.
Kategori lomba Lombok Marathon ada 4 kategori, antara lain, nomor full marathon (42 Kilometer), half marathon (21 Kilometer), ekiden (tim empat pelari secara estafet), dan nomor-nomor hiburan 10 dan 5 kilometer. Untuk lari 42 K dan 21 K startnya di Pantai Senggigi, Lombok Barat. Sedangkan, 10 K dan 5 K start di kota tua Ampenan, Kota Mataram.
Bahkan, Lombok Marathon sudah disertifikasi oleh IAAF (International Association of Athletics Federations) dan AIMS (Association of International Marathons and Road Races. Total hadiah Lombok Marathon mencapai Rp300 juta. Selain mendapatkan uang tunai, para pemenang juga akan memperoleh medali dan piagam penghargaan. (redaksibisniswisata@gmail.com)
BLANGPIDIE ACEH, Bisniswisata.co.id: Ternyata Aceh juga memiliki destinasi wisata selancar atau surfing yang luar biasa. Gulungan ombak yang besar, tinggi, dan menggulung panjang menyedot perhatian peselancar dunia sekaligus wisatawan mancanegara. Obyek wisata surfing itu terdapat Kabupaten Simeulue, Provinsi Aceh.
“Saya sudah 55 tahun main surfing dan jet ski di seluruh dunia. Laut Simeulue bagus ombaknya,” kata Peter, salah seorang wisman asal Swedia di Blangpidie, Kabupaten Aceh Barat Daya, seperti dilansir laman Antara, Selasa (23/01/2018).
Peter bersama tiga rekannya yang berasal dari Belanda singgah di Aceh Barat Daya usai menempuh perjalanan darat dari Banda Aceh menuju Simeulue melalui Pelabuhan penyebrangan Labuhan Haji, Kabupaten Aceh Selatan.
Diakuinya, ombak laut di Kabupaten Simeulue sangat bagus untuk surfing dan olahraga jet ski, karena memiliki ombak besar hampir sama dengan Laut Papua, Lombok, Maluku, Sulawesi, Bali, dan Sumbawa.
Hanya saja, lanjut dia, harga sewa kamar penginapan (hotel) di Kabupaten Simeulue, masih tergolong mahal bila dibandingkan dengan daerah lain di Indonesia, yakni mencapai Rp400 ribu/orang/malam.
“Selama berada di sana, saya menginap di losmen yang harganya Rp100 ribu/malam. Kalau hotel mahal, karena kita jalan-jalan, main jet ski, surfing pulang lagi malam tak mau bayar Rp400 ribu satu orang. Kalau Rp100 ribu bagus,” ungkapnya dalam bahasa Indonesia.
Sebelumnya, lanjut dia, sudah satu bulan berada di Simeulue khusus untuk berselancar, dan jet ski bersama tiga rekannya. Berhubung visa habis, mereka terpaksa harus balik lagi untuk proses perpanjangan di kantor Imigrasi Banda Aceh. “Ini balik lagi ke Pulau Sinabang melalui Labuhan Haji. Rencana kami kali ini sampai ke Pulau Banyak, Kabupaten Aceh Singkil,” ungkapnya.
Wisman ini juga mengaku sudah pernah datang ke Pulau Banyak beberapa tahun lalu dengan cara menyewakan perahu pancing milik nelayan setempat. “Saya sudah empat kali datang ke Pulau Balai, Kecamatan Pulau Banyak. Untuk menuju Pulau Tuangku dan Pulau Bengkaru, saya sewa perahu pancing nelayan, karena belum tersedianya kapal,” ungkapnya
Simeulue di Provinsi Aceh tergolong salah satu pulau yang cukup mungil. Namun, keindahan alamnya begitu menggoda para pelancong serta peselancar sehingga wisatawan mancanegara pun datang ke pulau tersebut untuk menikmati panoramanya. Hamparan pasir putih, lambaian nyiur, dan gulungan ombak di ujung sana memang menyedot segenap perhatian para pelancong.
Bagi para peselancar, Pulau Simeulue adalah surga. Ombak dengan ketinggian 5 meter, laut bersih, dan langit cerah menjadi idaman banyak peselancar. Apalagi, Simeulue belum banyak dikunjungi orang sehingga membuat peselancar leluasa menyalurkan hobinya.
Itulah yang diakui John May, pelacong asal Selandia Baru. ”Alam masih natural dan bersih. Saya lebih suka di sini daripada Bali meskipun di Bali lebih mudah mencari penginapan,” ujarnya.
Dia menilai, jika Pemerintah Kabupaten Simeulue mampu mempromosikan keindahan alamnya secara bagus, akan banyak pelancong yang tergiur datang. Keindahan alamnya tidak kalah menarik dibandingkan dengan Bali atau Lombok.
Setidaknya ada delapan lokasi yang strategis untuk berselancar, yakni pantai Nancala, Matanurung Busung, Alus-alus, Salur, La’ayon, Pulau Batu Berlayar, Pulau Mincau, dan Pulau Teupah.
Pelancong yang belum ahli berselancar bisa juga menikmati keindahan laut dengan snorkeling. Lokasinya hampir di semua pantai di Simeulue. Lokasi yang menjadi andalan antara lain Pulau Si Umat, Teupah Barat, dan Simeulue Timur.
Laut Simeulue juga menggoda pelancong untuk menyelam atau memancing. Tak sedikit pelancong yang khusus datang ke Simeulue untuk mendapatkan sensasi memancing ikan-ikan ukuran besar. ”Sering ada stasiun televisi yang mengambil gambar di Simeulue dalam acara memancing,” kata Akil Rozha, warga yang kerap menjadi pemandu pelancong.
Sepanjang tahun selalu ada pelancong yang berkunjung ke Simeulue. Leni, pengelola agen perjalanan di Simeulue, mengatakan, tahun 2012 dia mendapat order pelancong luar negeri. Mereka terdiri dari delapan rombongan. Satu rombongan biasanya berkisar lima sampai 12 orang.
Mereka datang dari Australia, Afrika, Belanda, Jerman, Kanada, Malaysia, dan Singapura serta tinggal di Simeulue selama sepekan sampai dua pekan. ”Selain keliling Simeulue, mereka juga jalan-jalan ke Sibolga, Sumatera Utara,” jelas Leni.
Meskipun termasuk pulau kecil dan terpencil, akomodasi di Pulau Simeulue cukum menjanjikan. Di hampir semua lokasi selancar terdapat penginapan atau bahkan resor. Di Matanurung Busung berdiri Baneng Island Resort dan Losmen Raimond.
Jika pelancong berselancar di Teupah Barat, mereka dapat menginap di Aura Surf Resort. Tempat ini juga cocok bagi pelancong yang berselancar di Peulau Teupah, Pulau Mincau, dan Nancala.
Kabupaten Simeulue merupakan gugusan kepulauan terdiri dari 41 pulau besar dan kecil. Kepulauan ini terletak di Samudra Indonesia, 105 mil laut (194,46 kilometer) dari Meulaboh, Aceh. Jika diukur dari Tapak Tuan, jarak Simeulue 85 mil laut (157,42 kilometer).
Pulau Simeulue merupakan pulau terbesar dari 41 pulau di kawasan itu. Pulau ini memanjang hingga 100,2 kilometer dan lebarnya 8 kilometer sampai 28 kilometer. Luas Pulau Simeulue mencapai 199.502 hektar.
Untuk mencapai Simeulue, Anda dapat menggunakan pesawat terbang dari Jakarta ke Medan sekitar 2 jam. Kemudian berlanjut terbang dari Medan ke Sinabang, ibu kota Simeulue, menggunakan pesawat jenis cessna atau foker. Waktu tempuh Medan-Simeulue saat cuaca cerah 1 jam dan 10 menit.
Bila Anda memiliki waktu luang dan ingin menikmati jalur darat dan laut, cobalah menggunakan kapal feri. Tapi harus melewati Tapak Tuan dengan jarak tempuh sekitar 12 jam dari Medan. Kemudian naik feri yang butuh waktu 8 jam menuju Simeulue. Tertarik? (NDHYK)
JEDDAH, Bisniswisata.co.id: Kabar menarik bagi pemilik visa Umrah ke Mekkah. Rencananya pemerintah Arab Saudi memperluas layanan visa Umrah yang bisa digunakan untuk berwisata di Arab Saudi. Tujuannya untuk meningkatkan kunjungan wisatawan ke Arab Saudi.
Komisi Pariwisata dan Warisan Budaya Saudi (SCTH) segera mengumumkan rincian tentang visa turis pada akhir kuartal pertama fiskal tahun ini. SCTH mengkonfirmasi bahwa persyaratan, peraturan, dan rincian yang relevan untuk visa turis akan dipublikasikan di lembaran berita resmi pada akhir Q1 2018 untuk pelaksanaannya. Semua rincian juga akan tersedia di situs resmi SCTH.
Aturan akan dikeluarkan setelah mendapat persetujuan dewan komisaris komisi tersebut. SCTH menugatakan, berita tentang rincian, persyaratan, dan spesifikasi kebangsaan yang disebutkan di media tidak akurat dan terkadang berdasarkan pertimbangan yang belum disetujui.
Menurut SCTH, persiapan peluncuran visa turis terus dilakukan dalam koordinasi penuh dengan kementerian dalam dan luar negeri. Kedua kementerian tersebut bekerja sama dengan SCTH untuk meletakkan standar yang membentuk fondasi terkait dikeluarkannya peraturan visa turis, yang akan didasarkan sesuai dengan Undang-undang Pariwisata yang dikeluarkan oleh sebuah keputusan kerajaan pada 9/1/1438 Hijriah.
Sebelumnya, pada awal Januari, direktur Otoritas Pariwisata dan Warisan di wilayah Makkah, Mohammed Al-Omari, mengatakan, warga negara dari semua negara yang memiliki akses ke Kerajaan dapat memperoleh visa turis. Kata dia, semua umat Muslim dari negara-negara di seluruh dunia dapat memperoleh visa turis pasca-Umrah.
“Jadi, ketika Umrah selesai mereka bisa menjadi turis. Ini disebut visa umrah yang diperluas untuk wisata pasca-umrah,” kata Al-Omari, dilansir dari Arab News, Selasa (23/1/2018).
Selama masa percobaan Arab Saudi dalam menerapkan sistem visa turis antara 2008 dan 2010, lebih dari 32 ribu wisatawan mengunjungi Kerajaan. Prosedur visa mereka difasilitasi oleh sejumlah operator tur yang dilisensi oleh SCTH.
Inisiatif Visa Pariwisata dimaksudkan untuk menghidupkan kembali sistem visa turis sebelumnya yang memungkinkan pengunjung untuk menemukan destinasi baru di wilayah Kerajaan. Yang mana, hal itu dapat meningkatkan sektor pariwisata, dan mengembangkan layanan dan fasilitas pariwisata dan warisan budaya di Kerajaan. (ArabNews)
JAKARTA, Bisniswisata.co.id: Berita Hoax kembali merebak. Kini, masyarakat dihebohkan dengan pesan berantai yang tersebar di media sosial, terutama WhatsApp. Pesan tersebut berisikan informasi mengenai pemberian dua tiket pesawat gratis kepada setiap orang dalam rangka ulang tahun ke-24 AirAsia.
Isi pesan penipuan itu: “AirAsia memberi penghargaan kepada setiap orang dengan 2 tiket pesawat gratis untuk merayakan 24 tahun pelayanan berkualitas. Dapatkan tiket gratis http://xn--airasa-fwa.com/tiket-gratis,”
“Kami berkenan mengonfirmasi bahwa informasi yang beredar itu tidak benar. Ini merupakan penipuan mengatasnamakan AirAsia. Kami mengimbau masyarakat mengabaikan promosi tersebut dan tidak mengklik tautan apapun atau memberikan rincian informasi pribadi,” tegas Baskoro Adiwiyono, Head of Corporate Secretary and Communications AirAsia Indonesia dalam keterangan resmi yang diterima Redaksi, Selasa (23/01/2018).
Baskoro mengimbau agar masyarakat berhati-hati terhadap informasi yang beredar melalui media sosial, dengan menawarkan tiket gratis melalui portal online tertentu. Pihak AirAsia tidak bertanggungjawab atas tuntutan yang muncul jika dikemudian hari ada pihak-pihak yang merasa dirugikan dengan promo tiket pesawat gratis tersebut.
“AirAsia juga tidak segan untuk mengambil langkah hukum yang tegas terhadap individu maupun kelompok yang memanfaatkan merek AirAsia untuk tindakan ilegal,” sambungnya serius.
Dilanjutkan, seluruh promosi dari AirAsia hanya dilakukan melalui www.airasia.com serta saluran resmi terpercaya lainnya. Bila ragu atau ingin menghubungi AirAsia, silakan kunjungi kami di saluran media sosial resmi berikut:
Facebook: www.facebook.com/airasia atau Twitter: www.twitter.com/airasia_indo bahkan AskAirAsia: www.airasia.com/ask (redaksibisniswisata@gmail.com)
SINGAPURA,bisniswisata.co.id: Dream Cruises, salah satu brand kapal pesiar mewah dari Genting Cruise Lines menyelenggarakan kegiatan Famtrip bagi travel agent dan Media dari kawasan Asean plus Jepang, Taiwan dan India dari 21-26 Januari 2018.
Genting Cruise Lines adalah sebuah divisi dari Genting Hong Kong yang terdiri dari tiga brand pelayaran yang berbeda – Star Cruises, Dream Cruises dan Crystal Cruises menyediakan berbagai produk mulai dari kapal pesiar kontemporer sampai pengalaman liburan mewah yang membentang dari laut hingga udara.
FlyCruise itulah yang saya lakukan hari ini bersama rekan media dan travel agent dari Jakarta, Surabaya, Medan, Pekanbaru, Semarang dan kota lainnya. Pertemuan singkat jelang keberangkatan diterminal 3 Bandara Soekarno-Hatta langsung membuat kami akrab karena pada dasarnya profesi kami memang menuntut untuk mudah berinteraksi dengan orang lain.
Rastri Sekar Rinukti, Assistant Manager – Marketing Genting Cruise Lines di The Plaza Office Tower, Jl. MH Thamrin mendampingi peserta Famtrip ini dan sudah membuatkan WA group bagi media yang berangkat sehingga kami sudah saling menyapa sebelumnya lewat smartphone.
Setelah perjalanan udara selama satu setengah jam kami tiba di Changi Airport tepat waktu jam 11.30, langsung naik bus yang disediakan tuan rumah menuju Marina Bay, cruise center Singapura. Wisata FlyCruise pun dimulai saat tiba di lantai dasar parkir kendaraan pelabuhan itu.
Palm Court salah satu tempat meeting di kapal pesiar Genting DreamSaat sandar di Marina Bay, Singapura.
Hari Susanto, Marketing Manager Genting Cruise Line dan stafnya, Mirani Elizabeth bergabung begitu kami tiba di Marina Bay. Hari mengarahkan rombongan untuk menuju ruangan Baggage Check-in guna menyerahkan koper-koper lalu dilanjutkan ke lantai atas untuk melakukan check-in sendiri dengan mesin atau dilayani petugas.
Mata saya terus mengamati sistem digitalisasi dan cara para pekerja melayani bagasi penumpang cukup menggunakan smartphone lalu mencetak kartu atas nama penumpang lengkap dengan nomor kabin kamar yang akan ditempati dan menjadi semacam “ KTP “ diatas kapal serta akses masuk ke berbagai fasilitas yang ada.
Tiba di ruang tunggu barulah saya menyadari bahwa penumpang kapal pesiar mewah ini dikuasai pasar wisatawan asal China dan India. Hanya ada seratusan wisatawan Amerika dan Eropah yang ingin menikmati kapal-kapal pesiar legendaris seperti Royal Carabian, Celebrity Cruise line. Namun selebihnya dalam jumlah ribuan calon penumpang adalah wisatawan dari kawasan Asia termasuk rombongan kami dari Indonesia.
Hal yang membuat saya takjub adalah berpapasan terus dengan wisatawan India terutama kalangan anak muda, keluarga muda atau bahkan dari kakek nenek hingga para cucu. Padahal untuk menikmati paket 6 hari lima malam di atas kapal mewah biayanya Rp 15 jutaan per orang. Rupanya warga India kini hidupnya jauh lebih makmur dan prediksinya tahun 2020 jumlah turis India ke luar negri mencapai 50 juta orang dari 1,3 miliar penduduknya.
Hari Susanto mengatakan untuk kapal pesiar Genting Dream kapasitas bisa mencapai 4600 orang namun demi kenyamanan pelayanan di kapal maka rata-rata okupansinya 3500 orang.
Bayangkan jika di ruang tunggu Marina Bay sudah didominasi oleh wisatawan Asia maka para pemilik kapal mewah sudah harus berorientasi ke pasar milenial Asia yang sudah menjadikan wisata sebagai life style.
Kami duduk diarea group 7 dengan tali warna ungu. Untuk sementara kami harus duduk menunggu dan mendengarkan aba-aba petugas mengumumkan warna tali kalung yang boleh masuk melewati imigrasi. Semua calon penumpang dengan tertib mengikuti aturan yang ada sehingga meski ada ribuan penumpang maka pelayanan diimigrasi tetap asyik tidak mengganggu mood.
Berinteraksi dengan penumpang internasional saya mengumbar senyum kemana-kemana dan hasilnya tentunya balasan senyum dan obrolan kecil dengan sesama calon penumpang Genting Dream Cruise. Ibarat jalan dengan berbagai cabang maka antrian sebelum melewati imigrasi kita sudah diarahkan menuju kapal pesiar masing-masing.
Keluar dari pemeriksaan imigrasi kita harus cepat keluar dari area itu agar tidak terjadi kepadatan penumpang. Saya baru sadar bahwa kapal mewah yang saya akan tumpangi ini sewaktu di ruang tunggu saya pikir gedung bertingkat di sebelah gedung Marina Bay. Ternyata adalah Genting Dream Cruise.
Hari Susanto membantu saya berfoto Ria berlatar belakang gambar Putri Duyung di badan kapal. Itulah karya seni “Voyage of Lover’s Dream” dirancang oleh seniman pop China Jacky Tsai. Hal ini didasarkan pada kisah cinta antara putri duyung dan seorang astronot yang berada di dunia nyata.
Jacky Tsai telah menciptakan karya seni berukuran raksasa di kedua port dan sisi kanan Genting Dream yang berukuran lebih dari 335 meter. Seniman ini juga telah menciptakan karya daun akrilik dan emas di atas kanvas, berukuran 3,1 meter dengan 1,35 meter, yang ditampilkan di atas kapal. Tidak heran saat berlayar Genting Dream, yang dibangun di Meyer Werft di Papenburg, Jerman, berjalan dengan kecantikan dan warna warni di tubuhnya. Genting Dream diresmikan pada bulan November 2016 oleh Dream Cruises, sebagai pelayaran mewah pertama di Asia dan fasilitasnya juga di desain khusus untuk orang Asia.
Genting Dream Cruise kini layani Singapura-Surabaya-Bali Utara-Singapura.Stater room di deck 9
Konsep kamar
Saya mendapat kamar di lantai 9 kamar 9632. Selalu kalau sebelum naik kapal yang terbayang adalah kamarnya nyaman nggak ya soalnya selama lima malam akan ditempati. Setiap perwakilan media mendapat masing-masing satu kamar dengan balkon menghadap laut.
Rasanya memang ingin cepat-cepat rebahan apalagi sudah dapat penjelasan bahwa konsep kamar di Genting Dream harus nyaman. Tidak tanggung-tanggung karena kasurnya adalah produk dari merek tempat tidur terkemuka dari seluruh dunia yang disatukan untuk memberikan kenyamanan maksimal bagi para tamu.
Begitu membuka pintu kamar, layaknya hotel bintang lima maka kamar minimalis ini tetap memenuhi harapan tamu dengan tempat tidur besar dan sofa panjang. Di luar ada dua buah bangku dan satu meja kecil untuk tamu beraktivitas di luar kamar langsung berhadapan dengan laut luas.
Di sisi kanan pintu masuk adalah toilet dan kamar mandi shower yang nyaman tidak terkesan sempit dengan nuansa warna putih dan aksen kayu dipadu keramik yang serasi. Semua peralatan mandi, handuk besar, kecil sudah tersedia sehingga peralatan milik sendiri tidak perlu keluar dari koper.
Sambil menunggu koper tiba di kamar, nonton TV berbagai saluran. Kita bisa memilih channel Live TV dari kapal pesiar ini yang menayangkan berbagai informasi maupun kondisi terkini di lingkungan kapal. Saat menyalakan TV ada kejutan karena ada tulisan ucapan selamat datang sesuai nama kita di passport.
Ruangan kamar AC membuat saya akhirnya teridur pulas. Memang nyaman karena kasurnya dibuat khusus oleh perusahaan terkemuka di dunia yang membanggakan diri dengan menggunakan bahan alami dan konstruksi kasur berkualitas dan digadang-gadang ramah lingkungan. Spreinya yang berwarna putih dari merek Italia, Frette’s. Bantal dan selimutnya 100% dari kapas, dan bulu yang semuanya berasal dari Jerman. Hal terpenting adalah tidak ada terasa goncangan sehingga bisa tidur nyenyak.
Suara captain kapal membangunkan saya dari tidur. Melalui saluran microfon di seluruh kamar kapten mengingatkan bahwa kapal akan meninggalkan pelabuhan Marina Bay tepat jam 18.00 waktu Singapura yang menjadi homebase kapal ini.
Para penumpang diminta berkumpul untuk briefing cara-cara penyelamatan dilaut dan memakai pelampung. Kebetulan untuk kamar-kamar di lantai 9 yang masuk kelompok deck C penjelasannya di dalam resto Trubus sehingga tidak sepenuhnya bisa saya lihat peragaannya.
Usai mengikuti pengarahan saya dan beberapa teman travel agent menuju balkon luar. Unik juga untuk keluar / masuk harus melewati pintu kaca dan untuk membukanya kita harus menempelkan telapak tangan di sisi pintu barulah pintu terbuka. Jadi bukan cara tarik atau dorong seperti pintu biasa.
Meninggalkan Marina Bay di Singapura, kapal lalu memasuki perairan Indonesia. Tak lama kemudian ada ucapan selamat datang di Indonesia langsung masuk di HP. yang dikirim operator. Dream Cruises memang membuat program Famtrip untuk media dan travel agent di kawasan regional Asia. Oleh karena itu karena homebase kapal pesiar ini di Singapura maka group dari Indonesia juga memulai perjalanan dari negri Singa ini.
“Wisatawan Indonesia juga diharapkan bergabung lebih banyak lagi dalam rute pelayaran Surabaya dan Bali Utara ini karena yang utamanya adalah experience di kapal dengan beragam aktivitas yang tidak pernah berhenti, jelas Hari Susanto
Mau belanja, nonton hiburan, aktivitas olahraga, pijat, kuliner hingga belajar dansa semuanya dilakukan diatas kapal pesiar mewah ini. Selain itu wisatawan Indonesia yang berangkat dari Singapura juga memiliki kesempatan unik untuk menjelajahi keindahan “rumah”-nya sendiri dengan perspektif dan pengalaman yang berbeda untuk menemukan kembali pesona laut Indonesia yang menawarkan pemandangan memukau.
Michael Goh ( keempat kanan ) bersama tim famtrip dari Indonesia
Pesta Selamat Datang
Bistro By Mark Best menjadi tempat dinner undangan Famtrip. Michael Goh, Senior Vice President – International Sales of Genting Cruise Lines yang menjadi tuan rumah program famtrip ini bersama timnya berkeliling ke setiap meja untuk menyapa para journalist dan travel agent dari kawasan Asia.
Usai santap malam dan berkenalan dengan wartawan maupun travel agent dari Singapura, Malaysia, Thailand, Myanmar, Vietam, Taiwan, Jepang dan India acara keakraban masih berlanjut hingga malam.
Perut kenyang dan mata mulai redup namun masih ada acara selamat datang bagi seluruh penumpang di Zodiac Theater di lantai 7. Dari Mark Bistro kami cukup turun tangga satu lantai untuk menonton pertunjukkan spektakuler sesuai dongeng yang diciptakan oleh pemilik kapal yaitu pertunjukan Voyage of Lover’s Dream” yang menceritakan kisah cinta antara putri duyung dan seorang astronot yang berada di dunia.
Di Zodiac Theatre inilah saya duduk dengan pandangan fokus ke panggung dan terkesima dengan latar belakang panggung yang bisa berubah cepat menyesesuaikan dengan cerita. Misalnya para penari dengan kostum mewahnya menceritakan kehidupan di bawah laut maka layar besar di panggung akan menyesuaikan.
Selama ini melihat lantai panggung bisa turun/ naik atau bahkan berputar sudah biasa. Namun pada pertunjukkan ini munculnya para pemain secara tiba-tiba dibantu tekhnologi canggih layar maupun lantai panggung membuat mata tidak berkedip karena mobilisasi para penari dan tokoh-tokoh utama muncul dengan mengejutkan. Hebatnya selain kostumnya mewah juga bahannya bersinar saat ruangan gelap.
Permainan trampolin dipadukan tarian dan akrobatPara pemain Voyage of a Lover’s Dream
The Voyage of the Lover’s Dream dimulai dengan percakapan antara dua pemain wanita. Saya hanya ingat yang satu namanya Chilli. Sesaat sebelum pertunjukan dimulai merekalah yang menyambut kami datang sejak pintu masuk lalu melucu dengan gerakan teatrikal dan menggemaskan.
Chilli dan temannya ini membuka kisah dongeng diawali narasi kemudian suasana panggung langsung diramaikan masuknya para penari menceritakan perjalanan cinta putri Duyung dan astronot. Penonton dibuat terlibat dalam perjalanan dan dunia bawah laut hingga kehidupan di langit yang tidak terbatas. Chilli membawa kita masuk dalam dunia “mimpi” dan tidak ada yang tidak mungkin karena semuanya bisa diwujudkan. Tata cahaya dan back ground panggung yang memukau, penari yang menjiwai setiap gerakan tubuhnya membuat pertunjukan berkelas ini bukan hanya menghibur dengan gaya kabaret tetapi juga menampilkan gerakan balet, akrobat yang elegan serta sulap. Saya sangat terpesona oleh kehadiran para penari yang menggabungkan seni senam trampolin dan tarian balet yang luar biasa. Mereka bukan sekedar melompat-lompat tapi seperti masuk ke dalam rangka-rangka besi berbentuk seperti lemari dengan banyak rak dan pintu dan dasyatnya lagi seperti bisa berjalan di atas dinding.
Terus terang pengalaman hari pertama menjejakkan kaki di dalam kapal pesiar ini membuat saya banyak mendapat kejutan dan pengalaman baru. Oleh sebab itu menjelang tidur dan membagikan foto untuk keluarga di rumah saya menuliskan caption : Mama sudah keliling dunia tapi pengalaman di Genting Dream sebuah resor mewah terpadu di atas laut ini tetap membuat bengong…ini mimpi atau nyata ?.
DENPASAR, Bisniswisata.co.id: Meski sudah menjadi ikon pariwisata dan dikunjungi wisatawan dari penjuru dunia, bukan berarti Bali puas dengan kondisi yang ada. Inovasi terus dilakukan agar pelancong asing tak bosan melancong di Pulau Dewata. Kini Pemerintah Badung berencana membuat ikon wisata baru berupa kereta gantung atau cable car.
“Keberadaan kereta gantung ditargetkan dikunjungi 200.000 orang per hari. Dan lokasinya di Badung Utara yang diharapkan dapat meningkatkan kunjungan wisatawan di kawasan ini,” papar Kepala Dinas Pariwisata Badung I Made Badra.
Seperti dilansir laman Bisnis.com, Senin (22/01/20180, sepanjang tahun 2018, Pemerintah Kabupaten Badung menargetkan 7 juta kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) dan 10 juta wisatawan domestik. “Ini memang menggencarkan Badung Utara agar pariwisatanya terus bergerak,” katanya.
Ikon wisata baru ini, sambung dia, nantinya akan menjadi tandingan Patung Garuda Wisnu Kencana (GWK) sebagai patung tertinggi di dunia yang berada di Badung Selatan. Patung GWK sendiri direncanakan rampung pada 2018. Sementara, jika tidak ada aral melintang, kereta gantung di Badung Utara ini akan rampung pada 2021.
“Di GWK kan nanti ada MICE dan cultural park dan itu akan menyerap wisatawan yang sangat besar. Sehingga kita perlu menyeimbangkan di Badung Utara, agar pariwisata di wilayah bsa lebih maju dan ada penyebaran sasaran kunjungan yang tidak tersendral di satu titik saja.” katanya.
Di rencana lokasi pembangunan kereta gantung itu sudah ada objek wisata air terjun Nunung dan jembatan Tukad Bangkung sebagai jembatan tertinggi di Asia. Nantinya jembatan gantung ini akan memanfaatkan kedua objek wisata itu, yakni rute dimulai dari Jembatan Tukad Bangkung menuju Air Terjun Nungnung. “Kan Badung Utara itu kan belum ada destinasi yang kelas internasional,” tambah Made. (Bisnis)
DUBAI, Bisniswisata.co.id: Emirates Airline menandatangani nota kesepahaman (MoU) untuk pembelian 36 unit pesawat Airbus A380 tambahan. Nilai investasinya mencapai USD16 miliar.
Penandatanganan dilakukan Chairman dan Chief Executive Emirates Airline dan Group H Sheikh Ahmed bin Saeed Al Maktoum dan Chief Operating Officer Customers Airbus Commercial Aircraft John Leahy di Kantor Pusat Emirates di Dubai, Kamis (18/1/2018). Komitmen tersebut mencakup 20 unit A380 serta opsi untuk menambah 16 unit lainnya dengan jadwal pengiriman yang akan dimulai pada 2020.
“Airbus A380 telah menjadi salah satu rahasia kesuksesan Emirates. Pelanggan menyukainya dan kami dapat menggunakannya pada berbagai rute penerbangan sehingga memberikan kami fleksibilitas dalam hal jarak dan kombinasi jumlah penumpang,” kata Sheikh Ahmed dalam keterangan resminya, Senin (22/01/2018).
Menurut dia, beberapa dari A380 tambahan yang dipesan akan digunakan sebagai armada pengganti. Pesanan tersebut akan mendukung stabilisasi di lini produksi A380. Untuk itu, pihaknya juga akan terus bekerja sama dengan Airbus untuk meningkatkan kualitas pesawat ini dan produk-produk onboard sehingga penumpang akan mendapatkan pengalaman perjalanan yang terbaik.
“Keunggulan A380 adalah teknologi dan ruang yang ditawarkannya sehingga memungkinkan kami untuk mencoba berbagai hal baru dengan interiornya,” tambahnya.
Chief Operating Officer Customers Airbus Commercial Aircraft John Leahy mengatakan kesepakatan ini menegaskan komitmen Airbus untuk terus memproduksi A380 hingga setidaknya 10 tahun ke depan. “Saya pribadi yakin, akan ada pesanan lain untuk A380 yang mengikuti jejak Emirates sehingga pesawat luar biasa ini dapat terus diproduksi hingga tahun 2030-an,” lanjutnya.
Airbus A380 memainkan peranan penting untuk mendukung pertumbuhan berkelanjutan. Hal ini berkat kemampuannya mengangkut lebih banyak penumpang dengan lebih sedikit armada sehingga dapat mengurangi kepadatan lalu lintas penerbangan di bandara-bandara yang sibuk.
A380 juga merupakan solusi terbaik untuk menjawab semakin tingginya tingkat lalu lintas udara yang berlipat ganda setiap 15 tahun. A380 dapat menempuh 15.200 kilometer tanpa henti dan menampung 575 penumpang dalam 4 kelas.
Emirates menerima unit A380 pertamanya pada Juli 2008 dan telah menerima unit ke-100 pada 3 November 2017 di Hamburg, Jerman. (redaksibisniswisata@gmail.com)
JAKARTA, Bisniswisata.co.id: Guna mengatasi persoalan sampah, pemerintah dalam hal ini Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan mengakui peran serta komunitas. Komunitas peduli sampah yang ada di masyarakat dipandang jauh lebih efektif untuk mengatasi persoalan.
“Sekarang paradigma kita ubah, bukan pemerintah sebagai pelaku, tetapi masyarakat itu terutama komunitas-komunitas yang peduli dengan masalah sampah di masyarakat,” kata Sekretaris Dirjen Pengelolaan Sampah, Limbah Bahan Berbahaya, Beracun, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Ade Palaguna seperti diunduh laman MediaIndonesia.com, Senin (22/01/2018).
Dilanjutkan, Dirjen Pengelolaan Sampah dan Limbah B3 KLHK akan menjadi fasilitator bagi kegiatan-kegiatan masyarakat terkait dengan pengelolaan sampah. Pihaknya telah melakukan program percontohan bersama dengan 30 komunitas peduli sampah di Jabodetabek yang nantinya menjadi percontohan di daerah-daerah lain.
“Kalau di DKI misalnya ada pasukan orange, ada bank sampah, dan komunitas peduli sampah lainnya yang jika itu memang efektif bisa kita terapkan juga di daerah-daerah lain, walaupun pada ujungnya dengan semua upaya ini masyarakat memiliki kebiasaan untuk mengurangi sampah. Itu yang penting,” kata Ade sambil menambahkan slogan kampanye yang dipakai pemerintah saat ini adalah #BersihBisaKoq.
Dengan slogan ini, kata dia, masyarakat diajak untuk melakukan pola hidup bersih bebas dari sampah. “Ini seruannya lebih positif karena mengajak masyarakat untuk tidak mudah membuang sampah, juga tidak mudah memproduksi sampah dan dalam pola sehari-harinya misalnya untuk berbelanja membawa kantong plastik sendiri sehingga tidak menambah jumlah sampah,” jelasnya.
Dengan kata lain, sambil tetap mengampanyekan 3 R (reduce, reuse, dan recycle) masyarakat, agar mengurangi sampah lebih dahulu sebelum berbicara mengenai aspek daur ulang. “Kenapa aspek daur ulang tidak kita tonjolkan, karena jangan sampai ini jadi afirmasi seolah-olah menumpuk sampah tidak apa-apa karena toh akhirnya bisa didaur ulang, termasuk kampanye Sampah Jadikan Berkah itu juga problematik,”.
Secara terpisah, Pembina Bank Sampah Induk Satu Hati Jakarta Barat Tuty Ernawati yang juga menjadi mitra Dirjen Pengelolaan Sampah dan Limbah B3 Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan mengakui, pihaknya kini tengah mengelola 380 Bank Sampah Unit (BSU) yang tersebar di seluruh kelurahan Jakarta Barat.
Senada, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya Bakar di acara Gembira Bersama Kelola Sampah Menuju Hidup Bersih dan Sehat di Plaza Balai Kota Bandung, kemarin, menegaskan pentingnya pengelolaan sampah secara maksimal.
Sebabnya, selama ini produksi sampah yang terus bertambah tidak diiringi dengan budaya pengelolaan yang baik dan benar. Selain itu, keberadaan tempat pembuangan akhir (TPA) sampah pun tidak optimal akibat keterbatasan lahan.
Siti mencontohkan sampah padat dari masyarakat menjadi pencemar utama Sungai Citarum, selain limbah industri. Banyaknya sampah di sungai tersebut akibat buruknya pengelolaan sampah oleh masyarakat. (MIO)