Pelancong Malaysia Paling Banyak Sasar Sumbar

this formate

PADANG, Bisniswisata.co.id: Badan Pusat Statistik (BPS) Sumatera Barat (Sumbar) mencatat pada 2017 provinsi itu paling banyak dikunjungi oleh wisatawan asing dari Malaysia. Jumlah pelancong dari Negeri Jiran itu mencapai 44.201 orang.

“Dari 56.313 wisatawan asing yang berkunjung ke Sumbar paling banyak dari Malaysia, pada 2017 jumlahnya mengalami peningkatan 14,16 persen dibandingkan 2016 yang hanya 38.453 orang,” kata Kepala BPS Sumbar, Sukardi di Padang, Kamis (1/2).

Menurutnya setelah Malaysia kunjungan wisatawan asing terbanyak berasal dari Thailand sebanyak 2.662 orang, Perancis 478 orang, Australia 407 orang, Amerika Serikat 304 orang, Philipina 372 orang, dan Inggris 372 orang. Pada sisi lain ia menyampaikan kunjungan wisatawan asing ke Sumbar pada 2017 mengalami kenaikan 13,34 persen dibandingkan 2017.

Ia memastikan jumlah yang terdata tersebut adalah wisatawan yang masuk melalui imigrasi di Bandara Internasional Minangkabau (BIM) karena jika sebelumnya dari Jakarta atau Medan maka akan didata lewat bandara kedatangan.

Sebelumnya hasil penelitian yang dilakukan Pusat Kajian Sosial Budaya dan Ekonomi (PKSBE) Universitas Negeri Padang (UNP) menemukan sebagian besar wisatawan yang berkunjung ke Sumbar mengakui daerah ini memiliki daya tarik berupa alam yang indah.

“Berdasarkan survei yang dilakukan 58 persen wisatawan menilai alam Sumbar memang indah dan sesuai dengan harapan mereka sebelum berkunjung,” kata Peneliti PKSBE UNP Doni Satria,M.SE.

Menurutnya tidak ada yang membantah alam Sumbar indah dan hal itu menjadi salah satu daya tarik dan potensi wisata. Akan tetapi pada sisi lain dari survei tersebut terungkap sebagian besar wisatawan menilai fasilitas ibadah dan toilet yang ada di objek wisata tidak memadai. “Hampir sebagian besar wisatawan tidak puas dengan fasilitas rumah ibadah dan toilet, padahal dua aspek tersebut dinilai penting oleh pengunjung,” ujarnya.

Ia mengatakan survei dilakukan bukan pada musim liburan, bisa dibayangkan kalau survei saat sedang padatnya seperti apa kepuasaan wisatawan terhadap infrastruktur penunjang. “Belum lagi kalau jalur Padang-Bukittinggi macet hingga delapan jam, jadi masalah pariwisata Sumbar itu ada pada infrastruktur, ” tambahnya.

Kemudian pada sisi lain ia menemukan ketersediaan pusat informasi wisata kurang lengkap padahal itu penting bagi wisatawan. (ANT)

Valentine, Mercure Hotel Tawarkan Menu Bernuansa Cinta

this formate

SURABAYA, Bisniswisata.co.id: Hari Valentine yang jatuh pada 14 Februari, menjadikan hari spesial bagi Mercure Grand Mirama Hotel Surabaya. Special lantaran tak ingin mengecewakan para tamunya saat merayakan Hari Kasih Sayang itu. Dan, Hotel berbintang ini mengajak para pasangan untuk merayakannya dengan menawarkan set menu spesial bernuansa cinta, diantaranya menu utama Forever Love dan menu penutup cake Perfect Couple.

“Kami akan menghadirkan dinner yang romantis untuk para pasangan yang merayakan Hari Valentine. Set menu yang akan kami sajikan tak jauh-jauh dari nuansa cinta yang hangat dan intim sesuai dengan tema hari kasih sayang,” ujar Maya Puspita, Humas Mercure Grand Mirama, dalam keterangan tertulis yang diterima Bisniswisata.co.id, Kamis (01/02/2018).

Dilanjutkan, spesial yang dipersembahkan kepada tamu wanita mendapat bunga mawar, yang identik dengan cinta. Para pasangan juga dihibur live band yang melantunkan lagu-lagu romantis sambil menikmati wine dan set menu yang disajikan.

Executive Sous Chef menyajikan menu Forever Love hasil olahannya berupa steak daging sapi impor yang empuk dan lezat. “Dagingnya dimasak dengan tingkat kematangan well done, karena orang Indonesia suka demikian,” lontarnya.

Steak terbuat dari daging sapi seberat 150 gram dipadu Ratatuil ala Prancis berupa sayuran terdiri dari wortel, buncis dan paprika merah yang ditumis dengan saus tomat ala Italia.

Juga dilengkapi kentang rebus yang ditumis dengan mentega, oregano, rosemary dan thyme. Di bagian atas steak, diberi tambahan grilled tomato dan crispy permesan cheese. Tak ketinggalan garnish daun mint.

Untuk menu penutup disajikan cake Perfect Couple kreasi Chef de Pastry Rahmat yang membuatnya berlapis-lapis dalam paduan warna pink dan putih. Dengan topping potongan bermacam buah segar berupa peach, stroberi, kiwi dan longan, cake ini begitu cantik dan menggiurkan.

Cake ini terasa lembut di lidah, terbuat dari susu cair, mentega cair, gula, telur, tepung dan sari stroberi dengan filling keju, fresh cream, gula halus dan sari jeruk lemon. Untuk mempermanis tampilan, ditambahkan garnish coklat. Mau Coba? (redaksibisniswisata@gmail.com)

Topang Borobudur, Kulon Progo Siapkan Akses Menuju 12 Obyek Wisata

this formate

KULON PROGO, Bisniswisata.co.id: Kawasan Bukit Menoreh Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, memiliki 12 obyek wisata dijadikan sebagai penyangga kawasan wisata Candi Borobudur. Untuk itu, pemerintah setempat berencana membebaskan tanah untuk membangun jalan selebar 14 meter yang menghubungkan Purwosari-Kebonharjo.

Ke-12 lokasi wisata penompang Borobudur itu adalah Waduk Sermo, wisata alam Kalibiru, Gua Kidang, Gunung Gajah, Pule Payuh, Tuk Mudal, Kedung Pedut, Ayunan Langit, Gua Suplayan, Nglinggo, Suroloyo, dan destinasi wisata religi Sedangsono. Jalan selebar 14 meter itu nantinya terhubung ke New Yogyakarta International Airport yang rencananya selesai dibangun pada 2017.

Untuk menambah daya tarik wisatawan, basis pengembangan wisata daerah tersebut tetap pada budaya lokal dan sejarah. Alasannya, “Tidak mudah ditiru dan memiliki daya tarik sendiri. Kesemuanya dalam rangka menyambut beroperasinya bandara dan kawasan Borobudur,” kata Bupati Kulon Progo Hasto Wardoyo di Yogyakarta, Kamis (1/2/2018).

Akses jalan diharapkan membuat warga Girimulya, misalnya, tak harus turun atau memutar ke arah Samigaluh. Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan dan Kawasan Permukiman Kulon Progo Nurcahyo Hudi Wibowo mengatakan infrastruktur bandara masih dalam tahap pendetailan.

Infrastruktur jalan pendukung bandara itu antara lain akses ke tempat wisata meliputi Gemulung-Soka, Bulu-Clereng, Simpang Clereng- Segajih, Slanden-Bolong, palang kereta api barat-Gemulung (Sermo). “Total panjang jalan infrastruktur jalan pendukung bandara 92,015 kilometer. Soal anggaran yang dibutuhkan masih dalam kajian,” katanya. (ANT)

2017, Target Kunjungan Wisman Meleset

this formate

JAKARTA, Bisniswisata.co.id: Badan Pusat Statistik (BPS) menilai pemerintah melalui Kementrian Pariwisata (Kemenpar) gagal menggapi target kunjungan wisatawan asing sepanjang tahun 2017. BPS mencatat kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) tahun 2017 hanya 14,04 juta kumjungan, lebih rendah dari target pemerintah sebesar 15 juta kunjungan.

“Meski begitu, masih ada untungnya kata orang Jawa. Jumlah kunjungan wisman naik 21,88% dibanding tahun 2016. Catatan BPS, sepanjang 2016 jumlah kunjungan wisman mencapai 11,52 juta,” papar Kepala BPS Pusat Suhariyanto saat konferensi pers di gedung BPS Jakarta, Kamis (01/02/2018).

Salah satu penyebab, sambung Suhariyanto, Letusan Gunung Agung di Karangasem Bali yang terjadi menjelang penghujung tahun 2017 berdampak pada tak tercapainya target kunjungan pelancong asing. Karena saat itu, bandara internasional Ngurah Rai Bali ditutup, penerbangan domestik maupun asing dibatalkan dan banyak wisman membatalkan kunjungannya ke Pulau Dewata.

“Tentunya kalau tidak ada kejadian letusan Gunung pasti jumlah wismannya pasti akan meningkat. Kalau enggak ada letusan, BPS enggak bisa memperkirakan (berapa jumlah wisman 2017),” sindirnya.

Dilanjutkan, pada Desember 2017, kunjungan wisman melalui Bandara Ngurah Rai Bali tercatat merosot 14,16% dibanding bulan November 2017. Dari 358 ribu kunjungan pada November 2017 menjadi 307,3 ribu kunjungan.

Bukan hanya itu, jumlah kunjungan turis asing melalui Bandara Ngurah Rai secara tahunan juga tercatat melorot dratis 29,83% secara year on year (YoY). Hal itu menunjukkan, sambung dia, kunjungan wisman belum sepenuhnya recover. Tetapi setelah Gunung Agung selesai, diharapkan ada peningkatan lagi jumlah wisatawan asing ke Bali.

Dijelaskan secara total, kunjungan wisman di Desember 2017 tercatat 1,15 juta kunjungan dan dibandingkan Desember 2016 hanya 1,06 juta orang. Secara YOY, jumlahnya juga naik 3,03% YoY atau pada Desember 2016 tercatat 1,11 juta kunjungan.

Jumlah itu terdiri dari kunjungan wisman reguler yang melalui 19 pintu utama sebanyak 927.000 kunjungan dan di luar 19 pintu utama sebanyak 220.040 kunjungan. Wisatawan Singapura menyingkirkan China sebagai negara dengan jumlah kunjungan turis terbanyak ke Indonesia.

Sementara Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel klasifikasi bintang di Indonesia pada Desember 2017 mencapai rata-rata 59,53 persen atau naik 3,03 poin dibandingkan dengan TPK Desember 2016 yang tercatat sebesar 56,50 persen. Begitu pula, jika dibanding TPK December 2017, TPK hotel klasifikasi bintang pada Desember 2017 mengalami kenaikan sebesar 1,65 poin.

Rata-rata lama menginap tamu asing dan Indonesia pada hotel klasifikasi bintang selama Desember 2017 tercatat sebesar 1,72 hari, terjadi kenaikan 0,02 poin jika dibandingkan keadaan Desember 2016. (NDHYK)

Piccola Permudah Travelers Berwisata

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Bagi Anda yang suka berkeliling Indonesia atau mancanegara untuk berwisata maupun perjalanan bisnis, tentunya perlu membawa pakaian dan perlengkapan lainnya yang serba praktis. Salah satunya dengan koper atau tas yang bisa diisi banyak pakaian dan peralatan. Bagaimana caranya agar satu tas bisa diisi beragam kebutuhan selama perjalanan?

Caranya mudah. Salah satunya dengan mengepres pakaian hingga hampa udara dan jadi sangat tipis. Sehingga ruangan dalam tas jadi luas dan bisa disi berbagai macam barang. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, produsen Jepang berupaya membuatnya untuk memudahkan para pelancong dalam perjalanan. Seperti yang baru diluncurkan oleh J-World Inc., produk vakum min bernama Piccola.

Piccola adalah produk mini vakum pengepres pakian atau makanan. Benda kecil ini cocok bagi mereka yang suka melakukan perjalanan keliling Indonesia mau pun ke luar negeri, baik untuk bisnis atau berwisata. Piccola produknya kecil dan ringan, seukuran telapan tangan dan portable,” kata Richard Y. Soesilo, Perwakilan J-World Inc. untuk Indonesia, di Jakarta, Kamis (1/2/2018).

Dilanjutkan, Piccola muncul pertama kali di Jepang awal tahun ini, dan di Indonesia akan diluncurkan 2 Februari 2018 siang, di Hotel Pullman Thamrin, Jakarta. “Bagi masyarakat yang ingin datang saat peluncuran produk ini dipersilahkan. Masuknya gratis. Acara akan dimeriahkan dengan tarian Jepang dari Okinawa,” ujarnya.

Produk vakum mini ini, kata Richard, dibuat satu set dengan plastik hampa udara. Pakaian yang akan dibawa selama perjalanan, dimasukkan ke dalam plastik tersebut akan terkompres dan hampa udara. Pakaian jadi menyusut ukurannya hingga tipis, dan itu membuat koper bisa membawa lebih banyak baju dan peralatan lainnya.

Menurut dia, produk ekslusif dari Jepang ini, meskipun pabriknya di China dan diproduksi dengan pengawasan ketat dari Jepang, pada awalnya memang diluncurkan 2 Februari 2018 di Hotel Pullman Thamrin, Jakarta. “Bagi masyarakat yang ingin datang saat peluncuran produk ini dipersilahkan. Masuknya gratis. Acara akan dimeriahkan dengan tarian Jepang dari Okinawa,” ujarnya.

Produk vakum mini ini, kata Richard, dibuat satu set dengan plastik hampa udara. Pakaian yang akan dibawa selama perjalanan, dimasukkan ke dalam plastik tersebut akan terkompres dan hampa udara. Pakaian jadi menyusut ukurannya hingga tipis, dan itu membuat koper bisa membawa lebih banyak baju dan peralatan lainnya.

Menurut dia, produk ekslusif dari Jepang ini, meskipun pabriknya di China dan diproduksi dengan pengawasan ketat dari Jepang, pada awalnya memang melihat produk serupa dari Jerman. “Namun bukan Jepang, kalau tidak memberikan nilai tambah atau plus alpha,” ujar Richard.

Jadi, katanya, produk yang sudah ada disempurnakan lebih lanjut dan dipatenkan di Jepang dengan berbagai kelebihan dan ide dasar, sesuai dengan kebutuhan. “Juga dengan memadukan kebudayaan negeri tersebut yang small is beautiful, serta kesederhanaan Jepang.”

Hal tersebut,lanjutnya, tampak dari warna produk Piccola yang sangat sederhana tapi menawan. Biru langit, putih murni dan hitam pekat, yang dilengkapi dengan penggunaan silicon di bagian bawahnya.

Produk vakum ini cukup praktif dibawa kemana-mana. Beratnya hanya 150 gram, dan ukurannya kecil. Selain itu, tambah Richard, energinya dapat dikaitkan dengan komputer menggunakan kabel USB, sehingga pengisian bisa sampai penuh. Lampu pengisian akan mati otomatis jika baterai sudah penuh. (Rahmayulis Saleh)

3 Februari 2018, Padi Reborn-Welcome Home Concert

this formate

SURABAYA, Bisniswisata.co.id: Masih ingat Padi? Group musik asal Surabaya dengan anggotanya terdiri Ari Tri Sosianto, Andi Fadly Arifuddin, Surendro Prasetyo, Rindra Risyanto Noor, dan Satriyo Yudi Wahono alias Piyu, memang sudah lama fakum. Dan kini menggelar konser bertajuk “Padi Reborn-Welcome Home Concert” di Surabaya, pada 3 Februari 2018.

Now, Padi hadir kembali. Sobat Padi, sebutan fans fanatiknya maupun pecinta musik Padi kini bisa menyaksikan lagi band kesayangan yang terdiri dari Piyu (gitaris), Fadly (vokalis), Ari (gitaris), Rindra (bassis) dan Yoyo (drummer) setelah tujuh tahun vakum.

Setelah disibukkan dengan proyek masing-masing, kelimanya memutuskan untuk kembali berkarya bersama dengan nama Padi Reborn. Konser pertamanya digelar di The Pallas Jakarta, Rabu (31/01/2018) malam.

“Apakah kalian merindukan kami? Sungguh, kami juga,” Fadly akhirnya menyapa kerumunan penonton dan mengajak mereka berjingkrak-jingkrak sambil berkaraoke massal dengan lagu “Sang Penghibur”, “Lingkaran” dan “Perjalanan Ini”.

Padi membawakan sederet lagu-lagu hits yang liriknya sudah dihafal di luar kepala oleh para penggemarnya: “Mahadewi”, “Ternyata Cinta”, “Harmoni”, “Sesuatu Yang Indah”, “Bayangkanlah” hingga “Kasih Tak Sampai”.

Padi berkomitmen penampilan ini adalah awal dari kembalinya grup yang dibentuk saat para anggotanya masih jadi mahasiswa Universitas Airlangga. “Kami berlima berbeda, tapi berkomitmen bersama untuk kembali karena kami percaya persahabatan di atas segala-galanya,” kata Piyu.

Sebuah kejutan muncul di tengah pertunjukan. Semua anggota Padi meninggalkan panggung, digantikan oleh denting piano yang mengalun, mengiringi Rossa -mantan istri Yoyo- membawakan lagu “Rapuh”. Penonton semakin riuh, apalagi ketika semua anggota Padi kembali muncul dan Rossa berduet dengan Fadly dalam lagu “Semua Tak Sama”.

Perjalanan panjang

Dilansir Wikipedia, Grup musik ini memulai debut mereka di dunia musik Indonesia pada penghujung tahun 1990-an melalui singel Sobat dalam album kompilasi indie ten, dan dianggap membawa warna baru dalam dunia musik Indonesia. Jalur musik yang dipilih adalah pop-rock-kreatif. Pada awal kemunculannya, corak musik Padi sering dibandingkan dengan U2 dan Radiohead.

Motor utama grup ini adalah Piyu, yang menjalankan fungsi sentral sebagai komposer musik dan lirikus hampir seluruh lagu. Namun kekuatan utama Padi terletak pada penguasaan instrumen para personelnya yang memiliki karakter dan kemampuan teknis jauh di atas rata-rata musisi dalam berbagai band Indonesia.

Personel Padi diisi jawara berbagai kejuaraan instrumen musik. Selepas dalam kondisi vakum, Piyu memilih mengembangkan kreativitas sendiri, sedangkan personel lainnya membentuk Musikimia yang menjalani proses bermusik secara indipenden.

Dibentuk 8 April 1997, grup ini merupakan wadah kreativitas seni lima mahasiswa Universitas Airlangga, Surabaya. Semula bernama ‘Soda’, namun kemudian diganti menjadi ‘Padi’ (“Padi makanan orang susah,” demikian kata salah seorang personalnya).

Nama ini dipilih juga karena bersifat “sangat membumi”. Lebih jauh, mereka tidak hanya mengambil filosofinya saja, semakin berisi semakin merunduk, tapi juga melihat fungsinya yang melambangkan kesejahteraan. Diawali dari bermain musik dari satu panggung ke panggung lain, grup ini akhirnya dikontrak untuk masuk dunia rekaman.

Album-album Padi cukup sukses menembus pasar musik Indonesia. Beberapa pengamat menyimpulkan aransemen musik padi yg dinamis dan lebih kompleks dari rata-rata lagu oleh grup band Indonesia yang seangkatan adalah salah satu penyebab kesuksesan tersebut.

Pada awal kemunculannya pada tahun 1998 khasanah band Indonesia didominasi oleh lagu-lagu dengan aransemen sederhana dengan tempo sedang cenderung lambat. Ciri lain grup musik Indonesia pada masa tersebut adalah cukup dominannya instrumen keyboard pada band-band terkemuka. Karakter Keyboard/Organ memengaruhi gaya musik menjadi minim distorsi dan cenderung melodik.

Hal ini tampak pada band-band pencetak hits saat itu seperti Kahitna, Dewa 19 dengan album Pandawa Lima-nya, maupun Slank sesaat sebelum perombakan formasi di mana Indra Q masih tampil sebagai keyboardist.

Padi kemudian mendobrak dengan formasi tanpa keyboard melalui album pertama mereka Lain Dunia (1999). Formasi semacam ini membuat eksplorasi teknik permainan gitar begitu dominan, maka wajar jika lagu-lagu yang dihasilkan cenderung penuh ditorsi.

Apalagi ditunjang oleh gaya permainan dua gitarisnya, Satriyo Yudi Wahono (Piyu) dan Ari Tri Sosianto, yang berbeda satu sama lain, Padi mendobrak dengan lagu-lagu kompleks yang ditandai dengan aransemen dua gitar yang hampir selalu berbeda dalam tiap frasa dalam tiap lagu. Album ini mendapatkan platinum pada bulan April 2000 dan quadraple platinum pada tahun 2001.
Sesuatu Yang Tertunda

Pada tahun 2001, Padi mengeluarkan album kedua mereka Sesuatu Yang Tertunda. Album ini mampu terjual sebanyak 1,6 juta kopi dan mendapat 10x Platinum pada tahun 2002. Salah satu Album terbaik dan terfavorit sampai saat ini.

Save My Soul adalah nama album musik ketiga Padi. Album ini diluncurkan pada tanggal 18 Juni 2003. Dalam lagu “Sesuatu Yang Tertunda”, Padi berduet dengan musikus pujaan mereka, Iwan Fals.

Selain Iwan Fals, kolaborator lainnya yang terdapat dalam album ini termasuk musisi Australia yang merupakan pemain saksofon, Robert Burke dan pianis Kiernan Box, Adjie Rao (perkusi), dan penyanyi Astrid Sartiasari. Nasib album ketiga tersebut, meski tak bisa dibilang gagal, tapi tak segemerlap dua album sebelumnya.

Setelah lebih dari 2 tahun vakum dari dapur rekaman, Padi menggebrak dengan album baru Tak Hanya Diam. Album yang berisi 10 lagu ini tak lagi bertemakan ‘interpersonal’ (cinta) seperti 4 album sebelumnya, namun meluas menjadi kepedulian dari reaksi mereka terhadap apa yang terjadi di lingkungan sekitar.

Inti pesan dari lirik-lirik di dalam album Tak Hanya Diam terfokus pada soal tidak berfungsinya komunikasi yang berakibat beberapa bencana yang timbul secara beruntun di Indonesia. Seperti tsunami dan gempa bumi. Tak hanya temanya, peluncuran album ini juga cukup unik.

Padi meluncurkan album terbaru mereka dengan tampil menyanyi di atas geladak KRI Teluk Mandar 514 yang berlayar perlahan di perairan Teluk Jakarta, Senin 12 November 2007. Peluncuran album di atas kapal ini baru pertama kali dilakukan di Indonesia. Walau pada awalnya hanya ingin unik dari launching album secara konvensional, namun Padi kali ini memberikan isyarat kepada kita untuk selalu ingat bahwa negeri ini adalah negeri maritim dengan kekayaan dan keindahan laut yang dimiliki.

Selain itu, Padi juga mengenalkan logo baru mereka. Mereka mengaku perubahan logo ini hanya untuk lebih fresh saja, menghindari “kultus” logo Padi yang pertama karena Padi membuat logo bukan untuk membuat ‘laskar’.

Cover album Tak Hanya Diam mewakili tema dari album ini, cover yang berbentuk titik-titik saling berhubungan yang mencerminkan adanya saling sinergi satu sama lain didasari saling komunikasi untuk saling mengisi dalam damai. Di album ini juga terlihat keberanian Rindra (bass) dan Piyu (gitar) tampil sebagai vokalis di lagu “Belum Terlambat” dan “Jangan Datang Malam Ini”. (NDHYK)

Lukisan Raden Saleh Terjual Rp 119, 9 Miliar

this formate

PARIS, Bisniswisata.co.id: Salah satu lukisan karya Raden Saleh, mencatat rekor baru. Sebagai benda mahakarya seni Indonesia dilelang dengan harga termahal di Perancis, akhir pekan lalu.

Lukisan itu terjual seharga 7,2 juta euro atau setara sekitar Rp 119,9 miliar kepada seorang kolektor asal Indonesia yang tak diketahui identitasnya.

Juru lelang Jack-Philippe Ruellan menyatakan, pelelangan lukisan Perburuan Banteng (Banteng Hunt) karya Raden Saleh sukses dilaksanakan. “Ini adalah rekor bagi lukisan Raden Saleh dan Indonesia,” tutur Ruellan seperti dikutip dari The Jakarta Post, Kamis (1/2/2018).

Kritikus seni sekaligus konsultan koleksi benda seni Istana Kepresidenan Agus Dermawan T juga mengonfirmasi bahwa ini adalah harga tertinggi bagi karya seniman Indonesia. “Beberapa tahun lalu, karya-karya S Sudjojona, Lee Man Fong, Hendra Gunawan, yang ukurannya lebih besar, dijual seharga Rp 60 miliar,” kata Agus.

Harga awal pelelangan lukisan Raden Saleh tersebut adalah 200.000 euro. Sesaat sebelum lelang dimulai, harganya melonjak ke 1 juta euro. Prediksi ini dibuat berdasarkan penjualan lukisan serupa karya Raden Saleh berjudul The Deer Hunt yang terjual di balai lelang Christie’s Singapura pada tahun 1996 seharga 1,5 juta euro.

Ruellan menuturkan, ada 12 peminat yang ikut lelang lewat telepon dan dua lainnya hadir. Proses lelang pun berlangsung cepat. Salah satu pihak yang ikut lelang lukisan tersebut, imbuh Ruellan, adalah Museum Pasifika di Bali.

Terkait kolektor asal Indonesia yang membeli lukisan ini, Ruellan menyatakan ini hal yang bagus karena lukisan ini akan dibawa kembali ke Indonesia dari Paris.

Namun, perlu diingat bahwa sang pembeli adalah kolektor pribadi, sehingga lukisan ini tak akan dapat dilihat oleh publik kecuali ada pameran yang menampilkan lukisan ini. (TJP)

Terbangi Aceh, AirAsia Tanpa Crew Pramugari

this formate

BANDAACEH, Bisniswisata.co.id: AirAsia hanya akan menggerahkan crew pramugara mauoun pilot lelaki bagi penerbangan khusus rute Aceh, setelah provinsi di wilayah paling barat di Indonesia itu menerapkan bahwa pramugari wanita Muslim wajib mengenakan jilbab saat tiba di wilayah Aceh. Hal ini sebagai langkah penegakan hukum syariah.

“AirAsia mengakui sekaligus menghormati peraturan yang diberlakukan otoritas wilayah Aceh. Namun, kami berkomitmen untuk memastikan bahwa operasi kami sesuai dengan itu,” ujar seorang pejabat di AirAsia dalam pernyataan yang dikutip The Star, Kamis (01/02/2018).

Dilanjutkan, untuk sementara semua penerbangan AirAsia dari dan ke Aceh akan dioperasikan oleh awak kabin laki-laki, tanpa ada pramugari.

Pada Rabu, 31 Januari 2018 pihak berwenang Aceh mengedarkan sebuah surat kepada maskapai Garuda Indonesia dan maskapai lainnya seperti AirAsia dan Firefly, yang memerintahkan pramugari wanita Muslim wajib mengenakan hijab, saat kedatangan atau akan menghadapi hukuman oleh polisi syariah.

AirAsia dan Firefly adalah maskapai penerbangan utama yang mengoperasikan penerbangan ke Banda Aceh. Aceh adalah satu-satunya provinsi di Indonesia yang menerapkan hukum Syariah.

Sementara Kepala eksekutif Firefly, Ignatius Ong mengatakan, maskapai Firefly hanya dapat mendaftarkan laki-laki, atau non-muslim dalam penerbangannya ke wilayah otonomi Indonesia.

Ong mengatakan, maskapai sedang mempertimbangkan untuk menambahkan lapisan pakaian tambahan ke seragam pramugari wanita. “Kami masih melihat situasi, jadi tidak ada keputusan konkret yang dibuat,” kata Ong.

Sementara Vice President Corporate Communication Citilink Indonesia, Beny Butar Butar mengatakan, pihaknya sudah sejak Maret 2016 masuk ke Aceh dan pramugarinya mengenakan hijab. (STAR)

Manfaatkan Kantor Pos, Pos Indonesia Kembangkan Budget Hotel

this formate

JAKARTA, Bisniswisata.co.id: Tahun 2018, PT Pos Indonesia melakukan inovasi baru. Bukan lagi di dunia kiriman pos, namun mengembangkan bisnis budget hotel. Hebatnya hotel yang digarap dengan memanfaatkan gedung Kantor Pos. Inovasi baru ini dilakukan, mengingat pariwisata Indonesia tengah booming sehingga kebutuhan kamar hotel, grafiknya juga naik.

Direktur Utama PT Pos Properti Indonesia Handriani Tjatur Setijowati mengatakan Pos Indonesia terus berbenah mengatisipasi perkembangan zaman. Kini dunia pariwisata lebih menonjol dan kebutuhan kamar hotel juga meningkat.

“Karenanya kami mengembangkan bisnis budget hotel dengan prioritas kota kecil atau secondary city yang memiliki potensi pariwisata.
Dipilihanya secondary city karena persaingannya belum terlalu besar,” papar Handriani dalam keterangan usai peluncuran ruang kolaborasi EV Hive @Pos Indonesia di Kantor Pos Pusat, Pasar Baru, Jakarta, Rabu.

Sejumlah kota kecil yang gencar ditawarkan kepada para investor untuk pengembangan dan optimalisasi aset agar dibangun budget hotel, antara lain di Banyuwangi, Jember, dan Wonosobo. “Sejak tahun lalu, kami proaktif menawarkan ke sejumlah investor untuk pengembangan aset PT Pos Indonesia, apalagi perseroan memiliki jaringan 4.700 kantor se Indonesia,” sambungnya.

Juga, lanjut dia, menyusun rencana pengembangan aset terutama di atas lahan 1.000 m persegi untuk ditawarkan kepada investor, baik dalam bentuk ruang kolaborasi maupun hotel. Meski dibangun hotel, kantor layanan PT Pos tetap dipertahankan selain untuk memfasilitasi konsumen dalam mengirim barang dan melakukan pembayaran, juga sebagai ikon perusahaan.

Optimalisasi aset dengan mengembangkan budget hotel agar Pos Properti Indonesia sebagai anak perusahaan memberi kontribusi besar dalam pendapatan induk perusahaan, Pos Indonesia. Juga ditagetkan untuk meningkatkan pertumbuhan omzet sekitar 40 persen dari tahun 2017.

“Memang kontribusi pendapatan anak perusahaan masih terbilang kecil dibandingkan sektor logistik sebagai inti usaha PT Pos Indonesia.
Aset PT Pos sedemikian banyak dan sekarang mulai tidak digunakan karena pergeseran bisnis itu sendiri. Jadi harus investasi di aset yang berbeda yakni hotel sehingga diharapkan mendongkrak pendapatan,” lontarnya serius.

Diakuinya, era zaman now, surat menyurat sudah sangat ditinggalkan masyarakat. Padahal, PT Pos Indonesia berdiri 1746 memiliki jaringan 4.800 kantor secara keseluruhan dan 58.700 titik layanan yang tersebar di seluruh Indonesia.

“PT Pos Indonesia sudah berdiri sejak 272 tahun lalu, punya 4.700 properti. Sejak dulu terutama zaman Orde Baru tambah cabang terus. Pasti di 0 kilometer setiap propinsi ada kantor Pos dan lokasinya strategis. Semua kecamatan pasti terlayani,” tambahnya. (redaksibisniswisata@gmail.com)

New York Fashion Week, Desainer Vivi Promosikan Kain Kalimantan

this formate

JAKARTA, Bisniswisata.co.id: Perancang busana Vivi Zubedi kembali mendapatkan kesempatan untuk mempromosikan industri fesyen tanah air di kancah global. Bersama HIJUP, Vivi akan menjadi satu-satunya modest fashion designer pada gelaran New York Fashion Week (NYFW) yang akan dilangsungkan pada 8 hingga 16 Februari 2018 di New York, AS.

Dalam ajang bergengsi itu, seperti dilansir laman Kompas.com, Rabu (31/01/2018) vivi menyiapkan koleksi 32 modest wear (pakaian tertutup) berjudul “Urang Banua” yang menampilkan keunikan warna serta keindahan kain Sasirangan dan Pagatan khas Kalimantan Selatan.

Kain-kain berwarna kecoklatan, biru, dan putih, tersebut diubah Vivi menjadi modest wear berpotongan modern dan bisa dikenakan oleh siapa saja, termasuk yang tidak berhijab. Ia memberikan detil berupa manik-manik, payet, atau mutiara.

Koleksi Vivi akan dipamerkan pada hari keempat NYFW. Beberapa desainer terkenal dunia lainnya yang menampilkan rancangannya pada hari yang sama di antaranya Victoria Beckham, Romeo Hunte, Brandon Maxwell, dan masih banyak lagi.

Menurut Vivi, koleksi ini terinspirasi dari semangat para wanita pengrajin kain tradisional di Kalimantan Selatan. Ia menyadari bahwa kain Sasirangan dan Pagatan masih belum dikenal luas, bahkan oleh masyarakat Indonesia sendiri.

Saat turun langsung ke lapangan sejak Oktober 2017, ia mengaku kaget dengan pendapatan para ibu-ibu pengrajin kain tersebut yang terbilang masih sangat rendah.

“Apa yang saya lakukan juga agar ibu-ibu ini bisa lebih berkembang, seperti saya. Hidup mereka sangat memprihatinkan. Padahal, bahan-bahan yang ibu-ibu ini buat kalau dijual bisa jutaan rupiah,” kata Vivi.

Sebanyak 32 koleksi yang ditampilkan akan menunjukkan warna-warni khas kain tradisional yang dipadukan dengan kain modern dan peragaan busana akan ditutup dengan warna hitam. Melalui kesempatan tersebut Vivi ingin mensejajarkan tren kain daerah dan tren masa kini.
“Kain daerah kan kaya akan warna. Nanti akan ada kolaborasi kain daerah dan masa kini,” ucap dia.

Sebagian hasil penjualan koleksi ini akan didonasikan kepada para pengrajin kain tradisional. Vivi berharap, kesejahteraan ekonomi para pengrajin Indonesia bisa semakin baik.

Vivi bahkan punya mimpi yang tinggi. Untuk jangka panjang setelah gelaran NYFW, ia berharap bisa menjadi mediator bagi pembeli kain dan para pengrajin. Ini juga sudah dibicarakannya dengan pemerintah setempat.

Vivi juga memiliki harapan kain Sasirangan dan Pagatan, bisa menjadi bagian dari tren fesyen dunia. “Mungkin agak sedikit mengkhayal, tapi kemungkinan jika brand-brand luar yang besar melihat (bisa). Karena ada banyak brand besar menggunakan kain-kain daerah Indonesia,” tutur Alumni Akuntansi Universitas Sumatera Utara (USU) itu.

“Mana tahu mereka menilai kain ini punya nilai yang cukup tinggi, lalu berniat bisa menjadikan kain ini sebagai tren fesyen mereka. Untuk itu kan harus ada mediatornya.” sambungnya. (KMP)