Berwisata di Kota Terpencil, 600 Turis Terjebak Longsor

this formate

WELLINGTON, Bisniswisata.co.id: Sedikitnya 600 turis yang berwisata di Haast, kota terpencil terjebak tanah longsor akibat badai yang menerjang kawasan Selandia Baru. Selama 48 jam, para wisatawan tersandera kondisi alam. Tak banyak dilakukan kecuali menanti penantian panjang agar bisa keluar dari destinasi wisata yang menyajikan pantai, alam pemandangan indah yang ditetapkan sebagai situs warisan dunia.

Pihak berwenang bekerja keras membersihkan jalan yang dipenuhi tanah longsor. Dan memang butuh waktu lama untuk memulihkan keadaan. Akhirnya jalan berhasil dibuka. Ratusan wisatawan bisa meninggalkan kota terpencil Haast, yang jaraknya 426 km barat laut Dunedin di pantai barat Pulau Selatan

Badan Transportasi Selandia Baru mengatakan State Highway Six dibuka kembali pada pukul 11 pagi waktu setempat. “Semua pengendara yang terjebak sekarang bisa pergi,” katanya.

Jalan itu, sambung dia, diliputi oleh tanah longsor karena badai topan Fehi yang terjadi sebelumnya melanda pantai barat. Akibatnya pohon menjadi tumbang, tiang listrik roboh dan meruntuhkan jembatan.

Pejabat Pertahanan Sipil Pantai Barat mengatakan sebanyak 117 pengendara yang terdampar di Fox Glacier juga dapat melanjutkan kembali perjalanan mereka setelah jalan diperbaiki.

Badai menyebabkan banjir melanda kota Dunedin dan Buller. Hal ini membuat pihak berwenang menyatakan keadaan darurat dan meminta orang-orang untuk tidak bepergian melalui jalan darat.

Dijuliki Haast hal ini sesuai nama geologis Jerman, Julius von Haast, yang pertama kali menemukan kawasan ini. Haast meliputi tiga pemukiman – Haast Junction, Haast Beach, dan Haast itu sendiri. Kota terpencil yang kerap diserbu wisatawan lokal maupun internasional itu merasa berada di tepi perbatasan.

Kawasan wisata ini, hanya diterbangi helikopter yang menerbangkan para pemburu rusa ke kawasan berbatu, dan pub setempat menonjolkan berbagai kepala hewan yang tergantung.

Destinasi wisata sekitar Situs Warisan Dunia ini, adalah atraksi utama berupa hutan hujan Westland menghiasi bentangan alam. Hiburan di Haast termasuk safari sungai, berkunjung ke koloni anjing laut berbulu dan penguin, memancing di laut, memancing ikan trout, berburu, dan berkendara ke Jackson Bay, salah satu desa paling terpencil di Selandia Baru. (NDHYK)

14 – 18 Februari 2018, Festival Pulau Penyengat

this formate

TANJUNGPINANG, Bisniswisata.co.id: Pulau Penyengat di Tanjungpinang, Kepulauan Riau, bersiap menggelar Festival Pulau Penyengat yang diadakan pada 14 hingga 18 Februari 2018.

Selama lima hari, turis yang datang bisa menikmati lebih dari 20 kegiatan seni budaya di Pulau yang menarik untuk dikunjungi. Event itu antara lain lomba dayung sampan, lomba dayung sampan, lomba pukul bantal di laut, lomba nambat itik di laut, dan lomba becak motor hias.

Selain itu, ada pangkak gasing, syahril gurindam 12, membaca gurindam 12, pertunjukan wayang cicak, dan kegiatan klinik sastra.
Beberapa acara pendukung lain yang tak kalah menariknya ialah Fashion Malay Penyengat Syawal Serantau, Hunting Photography Penyengat Halal Competition, dan Short Film Netizen Penyengat Halal Competition.

Tujuan digelarnya festival tahunan ini menjaring turis nusantara sekaligus turis mancanegara di wilayah perbatasan dari Singapura, dan Malaysia. Mengingat, kedekatan budaya Melayu diharapkan bisa menjadi magnet kedatangan mereka yang tinggal di perbatasan. Tujuan lainnya memperkenalkan Pulau Penyengat sebagai pusat sejarah dan budaya Melayu.

Dari sekian banyaknya kegiatan, ada tiga acara unggulan yang akan menjadi atraksi paling menarik. Tiga acara unggulan ini yaitu Kompetisi Malay Fashion Carnaval, Parade Melayu dan Muslim Fashion, juga Bazar Melayu Fashion.

Kompetisi fesyen diadakan dengan tujuan menggali konten lokal Melayu. Peserta akan memamerkan pakaian dengan desain yang sarat atribut Melayu.

Pulau Penyengat memang menarik untuk dikunjungi. Turis yang menggemari wisata alam sekaligus sejarah pasti betah berada di sini. Pulau ini menjadi salah satu kebanggaan Tanjungpinang karena kaya situs bersejarah peninggalan Kerajaan Riau. Pulau yang dikenal dengan sebutan Pulau Penyengat Indra Sakti atau Pulau Penyengat Mas Kawin dan pernah menjadi pusat Kerajaan Riau-Lingga.

Berdasarkan sejarah, pulau ini merupakan tempat pertahanan Raja Kecil melawan serangan Tengku Sulaiman dari Hulu Riau pada tahun 1719. Kemudian, sejumlah benteng pertahanan dibangun pada tahun 1782-1784 untuk menghadapi perang melawan Belanda. Masjid Sultan Riau berdiri sejak tahun 1832 di Pulau Penyengat. Konon, masjid tersebut dibangun dengan campuran putih telur.

Tak jauh dari masjid ini, ada komplek makam Yang Dipertuan Muda Riau VII Raja Abdurrahman, Gedung Mesiu, serta Istana Kantor yang menjadi bangunan tempat tinggal raja pada tahun 1844-1857. Dari Tanjungpinang, Pulau Penyengat bisa dijangkau dengan menumpangi kapal. Durasi perjalanannya sekitar 15 menit dengan tarif Rp7.000 per orang. (Redaksibisniswisata@gmail.com)

Fair & Lovely Sediakan Beasiswa bagi 50 Wanita Muda Berprestasi

this formate

JAKARTA, Bisniswisata.co.id: Fair & Lovely, brand perawatan kulit wajah wanita produksi PT Unilever Indonesia merangkul Hoshizora Foundation menggelar program ”Fair & Lovely Bintang Beasiswa” dengan menyediakan akses pendidikan tinggi untuk 50 wanita muda berprestasi. Program yang memasuki tahun kedua ini dibuka secara nasional untuk memberikan kesempatan yang lebih besar kepada para wanita yang ingin meraih mimpi melalui pendidikan yang lebih tinggi.

“Fair & Lovely percaya semua wanita di dunia termasuk di Indonesia berhak mengejar mimpi melalui pendidikan yang memadai agar memiliki pemikiran lebih terbuka, mudah beradaptasi terhadap perubahan, serta bijak mencari solusi saat menghadapi permasalahan sehari-hari,” lontar Head of Face Care PT Unilever Indonesia, Tbk, Amaryllis Esti dalam keterangan tertulis yang diterima Bisniswisata.co.id, Jumat (02/02/2018).

Manfaat pendidikan penting bagi seluruh wanita, lanjut dia, untuk mereka ingin mengembangkan karir maupun sebagai ibu rumah tangga yang mengedukasi anaknya menjadi generasi penerus bangsa yang hebat kelak. Karenanya, Fair & Lovely dan Hoshizora Foundation kembali menggelar beasiswa bagi wanita Indonesia yang punya mimpi, aspirasi, prestasi dan motivasi tinggi dalam melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi, namun memiliki keterbatasan finansial.

Komitmen Fair & Lovely dalam pendidikan ini juga sejalan dengan komitmen Unilever Sustainable Living Plan (USLP) untuk memberdayakan 5 juta perempuan di seluruh dunia pada tahun 2020 karena Unilever percaya bahwa pemberdayaan perempuan adalah satu faktor pendorong terbesar bagi kemajuan manusia dan pertumbuhan ekonomi, tambahnya.

Elizabeth Kristi Poerwandari, psikolog dari Yayasan Pulih dan dosen ahli Universitas Indonesia menambahkan di berbagai wilayah di Indonesia, terutama bagi masyarakat kurang mampu, ketidaksetaraan gender dalam hal pendidikan masih banyak terjadi – bahkan di kota-kota besar sekalipun. Karena pria dianggap pencari nafkah, mereka diprioritaskan untuk dibekali pendidikan yang lebih tinggi.

Nyatanya, wanita dengan pendidikan yang memadai dan berkualitas memiliki peranan kuat dalam meningkatkan taraf hidup dan kesejahteraan keluarga dan masyarakat di sekitarnya.”

Terkait hal tersebut, Kristi juga memaparkan beberapa fakta menarik, diantaranya dari World Bank yang mengungkapkan bahwa wanita yang berpenghasilan umumnya menginvestasikan 90% pemasukannya untuk kesejahteraan keluarga, dibandingkan pria yang hanya sebesar 35%.

Sementara United Nations Girls’ Education Initiative (UNGEI) menemukan ibu yang berpendidikan memiliki 50% potensi lebih tinggi untuk melindungi keluarganya, misalnya melalui kesadaran tentang pentingnya imunisasi sehingga angka penyakit menular menjadi menurun.

Bahkan di skala yang lebih besar, data dari Council on Foreign Relations menyebutkan saat 10% wanita di suatu negara memiliki pendidikan yang memadai, maka Produk Domestik Bruto negara tersebut akan meningkat rata-rata 3%.

“Kami terdorong untuk merealisasikan kondisi ideal tersebut dengan memperluas cakupan wilayah dan memberikan manfaat lebih besar. Jika tahun lalu program ini baru berfokus pada wilayah DI Yogyakarta, Jawa Tengah dan Jawa Timur, maka tahun ini kami akan menjangkau tujuh wilayah di Indonesia, yaitu DI Yogyakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Sumatera, Sulawesi, dan Kalimantan,” terang Amaryllis.

Perluasan ini dilakukan atas beberapa pertimbangan, seperti angka putus sekolah siswa kelas XII di wilayah Sumatera yang cukup tinggi (3.503 siswa), kondisi lingkungan di Kalimantan Barat yang tidak mendukung karena iming-iming bekerja sebagai Tenaga Kerja Wanita, serta fakta bahwa wilayah Sulawesi Barat masih memiliki nilai tertinggi buta aksara untuk kelompok umur 15 – 44 tahun dengan angka 3.16%.

Mengenai program, Reky Martha M. A selaku Co-founder & President dari Hoshizora Foundation menuturkan, ”Program ini ditujukan bagi siswi kelas 12 dan lulusan SMA/SMK/MA/sederajat di di seluruh Indonesia yang dapat mendaftar Seleksi Masuk Perguruan Tinggi Negeri tahun 2018 (SBMPTN/SNMPTN/Seleksi Mandiri) ke PTN berakreditasi minimal B di tujuh wilayah di Indonesia.

Selain cakupan yang lebih luas, mekanisme keikutsertaan tahun ini juga dipermudah dengan aplikasi pendaftaran secara online melalui www.voteuntukimpianku.com maupun offline di kantor Hoshizora Foundation. Nantinya, beasiswa didistribusikan setiap awal semester selama empat tahun, disertai dengan berbagai program pendampingan untuk pengembangan diri setiap tahunnya.” tambahnya.

Pendaftaran “Fair & Lovely Bintang Beasiswa 2” akan dibuka sampai 31 Maret 2018. Setelah seleksi formulir, selanjutnya dilakukan wawancara dan home visit, hingga akhirnya beasiswa akan diberikan di bulan Juni dan Juli 2018.

”Semoga tahun ini ’Fair & Lovely Bintang Beasiswa 2’ kembali mendapatkan respon yang positif, layaknya antusiasme yang kami dapatkan tahun lalu. Kami percaya program ini dapat semakin mendorong para wanita muda untuk melangkah maju, meraih mimpi dan mencetak prestasi,” tutup Amaryllis. (redaksibisniswisata@gmail.com)

Komunitas BBPB Gelar Aksi Bersih-bersih di Pantai Bali

this formate

DENPASAR, Bisniswisata.co.id: Kampanye Satu Pulau Satu Suara atau ‘One Island One Voice’ bakal dilaksanakan di Bali pada 24 Februari 2018. Acara bersih-bersih lingkungan ini bertujuan untuk memberi kesadaran bagi masyarakat dan pengunjung Pulau Dewata mengenai pentingnya mengurangi jumlah sampah, terutama sampah plastik.

Sejak awal tahun kemarin ramai diberitakan kalau Bali sedang dikepung sampah. Tak hanya dari darat, sampah dari laut juga berlabuh di pantai-pantai populernya, seperti Pantai Kuta, Pantai Jimbaran, dan Pantai Seminyak.

Melati Wijsen, salah satu penggagas kampanye dari Komunitas Bye Bye Plastic Bags (BBPB) mengatakan kalau kegiatan ini telah berlangsung sejak tahun 2015. “Seluruh komponen masyarakat akan dilibatkan. Fokusnya untuk mengurangi sampah plastik,” kata Melati, seperti yang dilansir laman Antara.

Tumpukan sampah plastik tak hanya mengganggu pemandangan mata, namun juga mengancam nyawa makhluk laut. Masalah sampah di laut Indonesia menempati urutan kedua setelah China. Indonesia menjadi negara penyumbang sampah di laut dengan perkiraan 1.29 juta metrik ton sampah setiap tahunnya.

“Sampah, terutama sampah plastik, banyak yang mengambang di lautan. Ketika musim hujan, sampah-sampah tersebut berlabuh di pantai-pantai Bali. Status darurat sampah yang ditetapkan memang bukan mengada-ada. Saat ini ada enam kilometer garis pantai yang mendapat status tersebut,” ujar Melati.

“Jika masalah sampah itu tidak segera ditangani dikhawatirkan bisa membuat daya tarik wisata Bali menurun,” lanjutnya.

Berkaca pada penyelenggaraan tahun lalu, kampanye ‘One Island One Voice’ melibatkan 12 ribu orang yang tersebar di 55 lokasi. Dalam sehari penyelenggaraan, sampah yang terkumpul sebanyak 40 ton. Sebagian besar merupakan sampah plastik. “Tahun ini, area kegiatan diperluas di seluruh pulau di setiap wilayah, meliputi garis pantai, sungai, desa dan ruang publik,” pungkas Melati.

Bagi yang ingin berpartisipasi dalam kampenye pelestarian lingkungan ini, bisa mengunjungi situs resmi ‘One Island One Voice’ di https://www.oneislandonevoice.org/ (ANT)

Cruise Cartoon Network Jelajahi Asia Pasifik, Tak Singgahi Indonesia

this formate


SINGAPORE, Bisniswisata.co.id:
Penggemar animasi bisa diajak untuk berwisata di atas kapal pesiar bertema karakter serial Cartoon Network. Kapal pesiar bernama Cartoon Network Wave ini, dijadwalkan mulai berlayar pada akhir tahun ini ke 13 destinasi di Asia Pasifik, antara lain Malaysia, Thailand, China, Taiwan, Korea Selatan, Australia, dan Jepang. Sayang, Indonesia yang kaya dengan berbagai destinasi wisata menarik tak disinggahi.

Cartoon Network Wave bisa menampung 2.000 orang penumpang, sekaligus memiliki 800 kabin dengan 11 dek penumpang. Dari restoran sampai tempat tidurnya bakal bertema karakter animasi Cartoon Network, seperti Adventure Time, Ben 10, The Powerpuff Girls dan We Bare Bears.

Seluruh kegiatannya juga bertema sama, salah satunya ialah Pesta The Powerpuff Girls. Tak hanya anak kecil, orang dewasa juga bisa menikmati pelayaran ini, karena bakal tersedia kafe, bar, dan tempat belanja.

Kapal pesiar ini merupakan lini bisnis dari Turner, perusahaan yang menaungi Cartoon Network. Mereka menggandeng perusahaan kapal pesiar Oceanic Group untuk mengelola Cartoon Network Wave.

“Perusahaan kami selalu mencoba hal baru untuk mendekatkan produk kami kepada konsumen. Cartoon Network Wave merupakan salah satu perwujudannya,” kata Pimpinan Turner untuk Asia Pasifik, Ricky Ow, seperti yang dilansir dari Lonely Planet, Jumat (02/02/2018).

Cartoon Network Wave bakal bersandar di Singapore Cruise Centre. Belum diketahui lebih lanjut mengenai rutenya. Namun, juru bicara kapal pesiar ini mengatakan kalau paket yang disediakan mulai dari tiga hari, lima hari, sampai tujuh hari.

Rute yang paling panjang menempuh pelayaran ke empat destinasi wisata. Dari situs resminya diketahui kalau tarif tiket per orangnya mulai dari US$150, atau sekitar Rp2 jutaan, per malam. (NDHYK)

Kemenhub Klaim Maskapai Indonesia Paling Tepat Waktu

this formate

JAKARTA, Bisniswisata.co.id: Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mengklaim lima maskapai Indonesia paling tepat waktu (on time performance/OTP). Kelima maskapai itu memiliki ketepatan waktu rata-rata di atas 85 persen dalam kurun waktu sepanjang 2017.

Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub Agus Santoso menyatakan, maskapai yang paling tepat waktu adalah NAM Air yang mencatatkan OTP 92,62 persen dengan jumlah penerbangan tepat waktu sebanyak 29.832 penerbangan. Empat maskapai lain adalah Batik Air (88,66 persen), Garuda Indonesia (88,53 persen), Sriwijaya Air (88,69 persen) dan Citilink (88,33 persen).

“Angka OTP tersebut cukup tinggi dan memenuhi target minimum yang telah dicanangkan bersama. Namun bagi Garuda Indonesia yang selama ini menjuarai OTP, posisinya tergeser dikarenakan ada gangguan schedulling crew atau penjadwalan ulang kru yang sempat berlarut-larut,” ujarnya seperti dilansir dari Antara, Jumat (2/2/2018).

Dilanjutkan, hasil itu menunjukkan tingkat pelayanan maskapai kepada penumpang ikut meningkat. Ia menambahkan, pelayanan yang meningkat juga bisa meningkatkan kepercayaan penumpang terhadap maskapai yang bersangkutan sehingga bisnis penerbangannya juga akan berdampak positif.

“Ketepatan waktu adalah salah satu pelayanan kepada penumpang yang sangat penting karena penumpang pesawat sejatinya membeli waktu penerbangan, selain membeli rute yang dibutuhkan. Dengan waktu penerbangan yang on time, penumpang bisa menjalankan jadwal kegiatannya dengan tepat waktu juga,” ujarnya.

Menurutnya, masalah ketepatan waktu penerbangan memang bukan domain maskapai saja. Ada pihak lain yang berperan seperti cuaca, kelaikan teknis, bandar udara, pengelola navigasi, penanganan di darat dan bahkan penumpang pesawat. “Untuk itu kami selaku regulator mengucapkan terima kasih atas kerja sama dan kerja keras selama ini,” katanya.

Direktorat Angkutan Udara Ditjen Perhubungan Udara melaporkan jumlah penerbangan rute domestik maskapai nasional pada periode Januari hingga Desember 2017 berjumlah 828.608 penerbangan, meningkat 8,5 persen dibanding tahun 2016 yang berjumlah 763.522 penerbangan.

Sementara itu tingkat OTP maskapai penerbangan pada tahun 2017 tersebut mencapai 80,14 persen atau 664.024 penerbangan tepat waktu dari total 828.609 penerbangan yang dilakukan. Persentase tersebut turun sekitar 2,5 persen dibanding tahun 2016 di mana OTP tahun 2016 mencapai 82,67 persen atau 631.216 penerbangan dari total 763.522 penerbangan.

Dari laporan tersebut juga dicatat ada keterlambatan penerbangan (delay) tahun 2017 yang mencapai 159.153 penerbangan atau 19,21 persen, serta pembatalan (cancelled) penerbangan mencapai 5.432 penerbangan atau 0,66 persen dari total penerbangan domestik.

Penyebab keterlambatan dan pembatalan pada 2017 masih didominasi faktor nonteknis operasional (terkait dengan maskapai penerbangan) yaitu 9,67 persen atau 80.094 penerbangan. Disusul faktor teknis operasional (terkait dengan bandar udara) sebesar 6,43 persen atau 53.250 penerbangan, faktor lain 1,68 persen (13.931 penerbangan) dan faktor cuaca 1,43 persen (11.879 penerbangan).

Daftar lengkap OTP maskapai berjadwal dan jumlah penerbangannya adalah sebagai berikut.

01. NAM Air: 92,62 persen, total penerbangan 32.209 dan penerbangan tepat waktu 29.832 penerbangan.
02. Sriwijaya Air: 88,69 persen, total penerbangan 67.673 dan penerbangan tepat waktu 60.017 penerbangan.
03. Batik Air: 88,66 persen, total penerbangan 84.900 dan penerbangan tepat waktu 75.270 penerbangan.
04. Garuda Indonesia: 88,53 persen, total penerbangan 200.918 dan penerbangan tepat waktu 177.875 penerbangan.

05. Citilink: 88,33 persen, total penerbangan 84.808 dan penerbangan tepat waktu 74.912 penerbangan.
06. TransNusa: 71,36 persen, total penerbangan 737 dan penerbangan tepat waktu 526 penerbangan.
07. Lion Mentari: 71,32 persen, total penerbangan 196.932 dan penerbangan tepat waktu 140.459 penerbangan.
08. Wings Air: 65,47 persen, total penerbangan 108.278 dan penerbangan tepat waktu 70.888 penerbangan.
09. Indonesia AirAsia Extra: 77,42 persen, total penerbangan 7.747 dan penerbangan tepat waktu 5.998 penerbangan.

10. Indonesia AirAsia: 75,94 persen, total penerbangan 7.378 dan penerbangan tepat waktu 5.603 penerbangan.
11. Travel Express: 74,40 persen, total penerbangan 9.287 dan penerbangan tepat waktu 6.909 penerbangan.
12. Susi Air: 72,65 persen, total penerbangan 6.781 dan penerbangan tepat waktu 4.926 penerbangan.
13. Kalstar Aviation: (stop operasi 30 September 2017) 58,10 persen, total penerbangan 12.177 dan penerbangan tepat waktu 7.075 penerbangan.
14. Trigana Air: 42,49 persen, total penerbangan 8.784 dan penerbangan tepat waktu 3.732 penerbangan. (NDHYK)

Kapolda Bali: Laporkan Jika Ada Wisatawan Mencurigakan

this formate

KUTA BALI, Bisniswisata.co.id: Kepala Kepolisian Daerah Bali Irjen (Pol) Petrus Reinhard Golose mengimbau masyarakat di Pulau Dewata agar segera melapor kepada pihak berwajib apabila menemukan aktivitas warga negara asing (WNA) atau wisatawan asing yang mencurigakan di wilayah Bali.

“Saya berpesan kepada masyarakat agar melapor kepada polisi apabila melihat aktivitas warga atau wisatawan asing yang mencurigakan. Laporan masyarakat ini sangat diperlukan untuk mengantisipasi hal – hal yang tidak diinginkan bersama,” kata Petrus R Golose disela-sela acara deportrasi 56 wisatawan asal Tiongkok yang berlangsung di Bandara Ngurah Rai, Bali, Jumat (2/2/2018).

Selain itu, agar Bali sebagai destinasi wisata dunia tetap aman, nyaman untuk dikunjungi para wisatawan dari penjuru dunia. Kapolda mencontohkan, seperti kasus penangkapan 56 warga asal Tiongkok berkedok Turis yang tinggal di Jalan Tukad Badung, Perumahan Puri Pesona, Komplek Pecatu Indah Resort dan Perumahan Golden Gate, dilakukan pada 11 Januari 2018 yang melakukan aksi kejahatan media dari berskala internasional atau “cyber fraud international”.

Jenderal bintang dua itu mengatakan penangkapan warga asal negeri tirai bambu ini dilakukan juga berkat dukungan semua pihak (masyarakat, interpol dan anggota kepolisian), sehingga pihaknya mendorong sinergitas ini terus terjalin.

Petrus R Golose juga menuturkan dari hasil penggeledahan di rumah kontrakan tersangka ini menemukan perangkat komputer atau laptop dan telepon genggam jenis android, maupun visa kunjungan sebagai wisatawan ke Bali yang sudah melewati batas izin tinggal (overstayed).

“Untuk itu, kami akan terus melakukan monitoring warga asing yang masuk ke Bali dan diharapkan dukungan semua pihak untuk bekerjasama dengan kepolisian,” sambung Kapolda seperti dilansir wartaekonomi.co.id

Ia juga menjelaskan modus WNA yang melakukan kejahatan di dunia maya ini dengan berpura-pura sebagai polisi, jaksa dan pihak bank yang mencari korban yang bermasalah dengan transaksi keuangan yang ada di Negara Tiongkok itu.

Dalam penanganan kejahatan media daring itu, polisi menjerat terdakwa dengan Pasal 78 Ayat 3 Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2011 dan Pasal 75 Ayat 1 huruf a Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2011 tentang keimigrasian.

Upaya deportasi 56 orang warga Tiongkok itu, dikawal ketat puluhan anggota kepolisian dari Korps Sabhara Polda Bali menuju pintu masuk atau keberangkatan Bandara Internasional Ngurah Rai, Bali.

Dari 64 orang WNA yang dibekuk Polda Bali karena melakukan kejahatan media daring, 55 orang merupakan warga Tiongkok dan satu warga Taiwan (yang hari ini dilakukan deportasi). “Sisanya masih dalam proses penyidikan sebanyak satu warga Malaysia dan tujuh orang warga Tiongkok,” katanya. (WEO)

Keren, Kue Pie Bisa Menjadi Karya Seni

this formate

VANCOUVER AS, Bisniswisata.co.id: Semua orang pasti tahu dan suka dengan kue Pie atau Pai. Camilan ringan ini memang cukup populer di hampir semua negara di dunia. Kue ini digemari karena rasanya yang manis, lezat, nikmat dan rendah gula. Kue berbentuk lingkaran dengan berbagai jenis isian ini, bisa dinikmati sebagai teman minum teh atau kopi.

Juga, kue ini bisa dikreasikan dengan berbagai topping. Kadang standar hanya diberi sedikit coklat, strawberry, susu putih atau lainnya. Namun ditangan Jessica Leigh Clark-Bojin, topping kue Pie tampil beda malah dipakai karya seni yang artistik, unik juga menarik.

Seniman asal Vancouver, Kanada membuat Kue Pie dengan topping wajah para selebriti terkenal di dunia. Ada Oprah Winfrey (presenter), Chris Hemsworth (Pemeran karakter Thor), David Bowie (Penyanyi), Jensen Ackles (Aktor film), Helena Bonham Carter (Artis pemeran ratu di Alice in Wonderland), Bruce Willis (Aktor laga), Vin Diesel (Aktor action).

“Aku tidak tahu bisa membuat pie. Juga tak mengerti apa saja bahan yang diperlukan membuat pie. Bahkan tak tahu nama bumbu dapur dan cara memecahkan telur,” lontar Jessica seperti dilansir Oddity Central, belum lama ini.

Namun, wanita cantik yang sempat menjadi sutradara dan produser film ini punya semangat kuat untuk belajar cara memasak, belajar bikin kue. Meski kerap gagal, namun tidak pernah menyerah. Malah selalu menikmati semua hasil kreasinya, meski berantakan dan tak sesuai dengan pakemnya.

“Aku mulai belajar memasak saat perayaan Natal. Aku membuat kue dengan caraku sendiri. Meski awalnya terlihat aneh dan gagal, tapi aku tidak menyerah begitu saja. Aku terus mencoba hingga berhasil membuat pie dengan bentuk yang unik. Aku kemudian mengunggah foto kue tersebut ke media sosial,” sambung Jessica.

Siapa sangka, pei yang awalnya dianggap tak berbentuk justru disukai banyak orang, menjadi hits. Jessica terus mengembangkan kemampuannya untuk membuat kue pei, Akhirnya, kerja kerasnya membuahkan hasil yang luar biasa. Kini, dia memamerkan pai unik buatannya melalui akun Instagram @thepieous.

Bahkan, Jessica membagikan cara membuat pai unik melalui website khusus Pie Are Awesome. Pai pertama yang dibuatnya berbentuk panda yang agak aneh. Namun, lama-kelamaan dia berhasil membuat pai dengan karakter yang unik.

Kini, Jessica tak lagi bekerja di industri film. Dia lebih memilih mengambangkan kemampuannya dalam hal memasak. Dia bahkan tidak pernah menyangka bisa melakukan hal seperti itu. “Aku tidak pernah menyangka bakal menjadi seniman kue. Selama ini, aku hanya fokus dengan karierku di dunia film. Tapi, ternyata memasak jauh lebih menyenangkan,” terangnya.

Kini, sebuah kue pie menjadi karya seni yang indah dilihat. Malah ada yang menilai seni lukis dari kue. Namun apapun sebutannya Jessica terus mengembangkan kreatifitasnya dan dianggap sebagai pembuat kue pie yang paling berbakat di dunia. Juga berhasil membuat adonan yang dapat menyala di kegelapan.

“Aku anggap, ini media seni kue pei tapi sesungguhnya apa yang aku nginkan adalah untuk mendorong orang agar kreatif dan berpikir out of the box dengan bagaimana mereka melakukan pendekatan dengan makanan yang mereka sukai,” lontarnya.

Kreasi Jessica banyak mencuri perhatian netizen. Tak hanya menciptakan wajah-wajah pada kue painya, ia pun menambahkan karakter 3D pada kuenya. Terinspirasi serial Game of Thrones, ia menghias kue painya dengan karakter Joffrey. Meski tampak sedikit mengerikan, tapi karakter ini bisa dimakan karena terbuat dari adonan coklat.

Menciptakan karya seni dengan kue pai tidaklah semudah menghias kue tart dengan krim atau icing. Adonan pastry sudah dibentuk sebelum masuk ke pemanggang. Setelah proses pemanggangan bisa saja adonan berubah bentuk. Beruntung ia memiliki latar belakang seni dan desain sehingga ia dapat menghadapi hal-hal tak terduga selama proses pembuatan. (NDHYK)

Mega Conference Panorama Group Bahas Visi 2020 Dan Potensi Turis Milenial

this formate

Gloria Guevara, President & CEO World Travel & Tourism Council (WTTC) diapit Menpar Arief Yahya dan Budi Tirtawisata, CEO Panorama Group

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Masalah deregulasi dan turis milenial mengemuka pada jumpa pers yang dihadiri Gloria Guevara, President & CEO World Travel & Tourism Council (WTTC), Menteri Pariwisata  Arief Yahya dan Budi Tirtawisata, CEO Panorama Group.

Dalam hal deregulasi, Arief Yahya mengatakan Indonesia perlu belajar dari keberhasilan Jepang dan Vietnam dalam melakukan percepatan pembangunan ekonomi nasional sehingga pariwisata Vietnam pertumbuhan kunjungan capai 25,2 %, Indonesia mencapai 22 %, Asean 7% dan dunia hanya sebesar 6,4 persen.

“Deregulasi itu sangat penting untuk memperlancar Flow of People, Flow of Trade dan Flow of Investment. Dengan mengupayakan deregulasi, kembangkan digital tourism dan destinasi digital, Pariwisata Indonesia dapat tumbuh cepat,” tandas Arief Yahya.

Tiga hal yang menjadi prioritas dalam pengembangan pariwisata adalah menggenjot deregulasi yang masih menghambat, digitalisasi di Kementrian terkait dan menambah penerbangan yang menjadi akses utama ke suatu destinasi.

Sementara dalam hal turis milenial Menpar mengatakan Indonesia menjadi “gudangnya” turis milenial yang hidup dan aktivitasnya banyak di dunia maya. Oleh karena itu pihaknya tahun ini akan membangun 100 destinasi digital yang instagramable dan banyak di cari turis milenial yang lahir di era akhir 1990 an itu.

Mega conference

Berbagai masalah pariwisata yang kekinian dan membutuhkan kesamaan visi dan misi dari para stakeholder pariwisata memang menjadi perhatian Panorama Group, sebuah grup usaha pariwisata yang unggul di bidangnya dan paling terintegrasi di Indonesia.

Mengawali tahun 2018 ini, Parorama menggelar Mega Conference yang melibatkan para pelaku industri pariwisata global yang bertajuk “Taking Pride in Tourism: Indonesia and Asia Pacific Outlook Toward 2020.” Acara ini digelar bertepatan dengan ulang tahun kelompok usaha itu yang ke-45 di Ritz Carlton, Pacific Place, Jakarta, Kamis (1/2).

Budi Tirtawisata dalam Mega Conference kali ini menyatakan pihaknya ingin memberi kontribusi lebih kepada industri pariwisata Indonesia yang sedang mengalami momentum pertumbuhan positif, terlebih dengan dukungan pemerintah melalui campaign Wonderful Indonesia yang dilakukan secara masif di mancanegara.

“Oleh karena itu, melalui konferensi ini kami memberikan tinjauan dan wawasan bagi para stakeholder di industri pariwisata nasional” ungkap Budi pada diskusi panel yang  menghadirkan panelis dari industri pariwisata global yaitu Gloria Guevara, President & CEO World Travel & Tourism Council (WTTC).

Hadir pula  Hiroyuki Takahashi,President & CEO JTB Corp; Darren Ng, Managing Director TTG Media Asia serta  Priyantono Rudito, Tenaga Ahli Menteri bidang Manajemen Strategis mewakili Menpar sebagai nara sumber.

Usai diskusi panel Menpar Arief Yahya yang hadir untuk  jumpa pers dengan Gloria Guevera, CEO World Travel and Tourism Council (WTTC). Organisasi yang bermarkas di London ini keanggotaannya adalah para CEO industri pariwisata dan industri terkait seperti hotel, perusahaan digital, kapal pesiar,  maskapai penerbangan maupun operator tour wisata.

Kegiatan organisasi dunia ini  antara lain penelitian tentang dampak ekonomi dan kebijakan pariwisata serta bersama-sama United Nation World Tourism Organization (UNWTO) mengkampanyekan industri pariwisata melalui penyampaian Open Letter kepada para pimpinan negara.

Menanggapi pernyataan Menpar mengenai deregulasi, Gloria mengatakan bahwa Indonesia adalah contoh kunci, contoh bagus untuk pemerintah lain karena perubahan yang dilakukan Indonesia sangat signifikan, misalnya visa.

“Namun kebijakan ini harus diiringi dengan digitalisasi oleh Kementrian lain karena wisatawan mancanegara sekarang menuntut kemudahan di semua proses sehingga masalah imigrasi harus menjadi perhatian,” kata Gloria.

Menyambut data dari Menpar tersebut, Gloria Guevara mengapresiasi dengan sangat positif. “Pertama-tama saya ingin mengakui atas nama sektor swasta yang menjadi anggota WTTC bahwa gebrakan-gebrakan yang dilakukan oleh Menteri Pariwisata Arief Yahya banyak mendapat perhatian anggota kami,” ungkapnya.

Dia menambahkan bahwa banyak dari mereka tertarik untuk berinvestasi di Indonesia terutama perusahaan digital dan hotel karena deregulasi yang sangat signifikan. Contoh bagus deregulasi visa di Indonesia menjadi catatan WTTC sehingga bisa digunakan untuk pemerintahan lain di seluruh dunia.

“Peran pemerintah adalah mengurangi investasi dengan deregulasi, saya akui dan menghargai atas gebrakan dan usaha-usaha yang telah dilakukan Menpar Arief Yahya,” kata Gloria.

Acara Mega Confrence dengan nara sumber internasional dilanjutkan jumpa pers dengan CEO WTTC dan gala dinner serta penyerahan award bagi anak perusahaan dan mitra kerja.

Turis milenial

Menanggapi pertanyaan mengenai negara mana yang sukses menjaring turis milenial, Gloria mengatakan bahwa Thailand adalah salah satu negara yang sukses menjaring wisatawan milenial termasuk para remaja.

Dia tidak sependapat bahwa turis milenial hanya besar dalam jumlah namun kecil dalam pengeluaran sehingga industri pariwisata belum sepenuhnya membidik segmen empuk ini.

“ China selain menjadi penduduk terbesar dunia kini anak mudanya banyak yang sukses sebagai pengusaha dan disana ada 40 juta orang kaya baru. Di Eropa dan Amerika banyak pasangan muda yang penghasilannya bagus, belum punya anak dan suka traveling,” kata Gloria

Di Amerika, turis milenial ini dinamakan golongan HENRY singkatan High Earning Not Rich Yet, dari golongan masyarakat yang berpenghasilan tinggi yang suka traveling. Setahun bisa melakukan traveling berkali-kali di dalam benua Amerika atau menyebrang ke benua lainnya.

“Penilitian WTTC pada suatu desa wisata suku Maya, Meksiko ternyata banyak dikunjungi segmen turis milenial mancanegara. Mereka bahkan membeli produk lokal, kulineran dan menikmati atraksi seni budaya. Bagi milenial pengalaman unik yang diburu bahkan mereka mau tinggal di rumah penduduknya,” ungkap Gloria.

Indonesia dengan ribuan pulau dan keragaman suku, seni dan budaya adalah destinasi wisata turis milenial. Di Indonesia mereka bisa mendapatkan beragam pengalaman unik dan konektivitas sangat penting untuk mencapai tujuan wisata di negara kepulauan ini.

“Tahun 2020 menjadi tahun milenial turis dimana mereka adalah tipe orang yang cepat bosan tapi selalu mencari tantangan,”

Oleh karena itu dengan 10 destinasi baru di luar Bali dan kebijakan destinadi digital dari Menpar Arief Yahya, Gloria yakin Ibdonesia  akan menjaring banyak turis milenial dari negara tetangga Asean seperti Singapura, Malaysia hingga China.

“Indonesia bisa menjaring lebih banyak milenial dari Eropa dan Amerika karena semua keunikan  yang dimiliki, ” tandas Gloria.

Berkaitan dengan perkembangan pariwisata global dan munculnya generasi baru turis milenial yang mendunia, Gloria mengungkapkan pentingnya Pariwisata bagi sebuah negara seperti Indonesia.

“Pariwisata berkontribusi sebesar 6% (direct, indirect, induced) dari total GDP dan mendatangkan devisa sebesar Rp220 triliun bagi Indonesia, ditambah lagi pariwisata membuka lapangan kerja sebanyak 2,4 juta lapangan kerja, maka sektor ini merupakan sektor penting bagi ekonomi Indonesia” ungkap Gloria.

Perlu strategi tepat

Pemerintah saat ini mendorong Pariwisata menjadi sektor unggulan bagi Indonesia, maka diperlukan strategi yang tepat untuk meraih target besar salah satunya mencapai kunjungan wisman sebesar 20 juta pada tahun 2019.

“Kita memiliki potensi yang luar biasa dan telah menetapkan target yang luar biasa juga. Hasil yang luar biasa hanya bisa dicapai dengan cara yang tidak biasa!” ujar Arief Yahya, Menteri Pariwisata.

Hal ini telah dibuktikan dengan keberhasilan mendorong ranking Indonesia dari tidak terdaftar (Not Available), menjadi ke urutan 47 dunia pada World Economic Forum tahun 2017 lalu. Raihannya mampu mendahului Malaysia di posisi 96, dan Thailand di posisi 83. Kenaikan lainnya juga bisa dilihat dari peningkatan

Indeks Daya Saing Wonderful Indonesia. Rangking melesat naik 8 poin, dari posisi 50 besar dunia ke peringkat 42.

“Pak Menteri sangat menginspirasi. Dedikasinya membangun pariwisata Indonesia sungguh luar biasa. Kini pariwisata Indonesia tumbuh sangat bagus. Semua sektor berkembang,” ungkap Budi Tirtawisata.

Dengan prestasi tersebut, Panorama Group memberikan gelar The Most Outstanding Achievement untuk Arief Yahya. Penghargaan ini diberikan usai jumpa pers saat di selenggarakan Panorama Awards 2018 bagi anak perusahaan serta mitra kerja Panorama Grup.

Panorama Mega Conference (PMC) tahun 2018 dihadiri lebih dari 500 peserta yang datang dari kalangan industri pariwisata dan stakeholder.

Adhi Tirtawisata, pendiri Panorama grup dari sebuah garasi rumah yang kini berusia 85 tahun hadir diantara para undangan.

Selain Menpar Arief Yahya, para anggota Indonesia Tourism Senior Club ( ITSC) yang didirikan oleh Adhi Tirtawisata  baik dari kalangan perusahaan perjalanan, perhotelan juga hadir seperti Wakil Menteri Pariwisata Sapta Nirwandar dan tokoh lainbya seperti Didien Djunedi, Achmad Sari Alam, Herna Danuningrat, Meity Robot, Hashiyana Ashadi, Harry Pangabean dan tokoh lainnya.

“Kami sangat menghargai semangat industri pariwisata saat ini. Panorama juga sangat optimis menuju 2020. Kami akan mensinergikan unit bisnis strategis kami, lebih aktif merespon tren yang muncul, dan terus memberikan yang terbaik bagi seluruh stakeholder kami. ” tutup Budi Tirtawisata.

Creative Center Indonesia Lahirkan Crebo Untuk Fasilitasi Para Pengusaha

this formate

Ketua Bekraf, Triawan Munaf ( paling kanan) panel diskusi bersama Ratih Ibrahim, Uti Raharjo dan Aviliani.

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Kalangan pengusaha membutuhkan  Creative Biz Forum  ( Crebo) untuk terus melatih kreativitas dan inovasi yang dituntut oleh dunia usaha, kata Uti Raharjo, Pendiri Creative Center  Indonesia, hari ini.

“Kreativitas masih menjadi satu-satunya andalan terbesar yang bisa menciptakan solusi dan inovasi bagi bisnis yang kita jalankan sehari-hari untuk tetap kuat dan terus berkembang,” tambahnya dalam bincang bisnis bertajuk How Creativity builds business from Zero to Hero

Untuk itu pada kesempatan ini dia menampilkan lima nara sumber sekaligus para pengusaha wanita  yang menjadi EY Entrepreneurial Winning Women seperti Anne Sri Arti, pendiri Raja Tani Agro Nusantara, Novita Yunus, pendiri Batik Chic, Swan Kumarga, pendiri resto Dapur Solo, Mirawati Basri, pendiri PT Asiatech Integrasi dan Wilda Yanti, Social Entrepreneur,  pendiri PT Xaviera Synergie.

Penggagas Crebo yang juga Wakil Ketua Bidang Industri Kreatif HIPPI ini mengatakan dunia usaha punya banyak peluang  dan terus membutuhkan inovasi sehingga  bincang bisnis ini perlu hadir untuk memberikan pencerahan dan arah bagi pelaku bisnis, tegas Uti.

Acara yang dipandu Ratih Ibrahim, psikolog dan pendiri PT Personal Growth yang menjadi mitra pengusaha sukses ini menghadirkan pula Triawan Munaf, Kepala Badan Ekonomi Kreatif ( Bekraf), Suryani Motik, Ketua Umum HIPPI serta pengamat ekonomi Aviliani sekaligus pembina Crebo ini.

Suryani Motik mengatakan kreativitas bukan hanya dibutuhkan pengusaha karena ibu rumahtangga juga harus kreatif untuk menghemat pengeluaran sehari-hari. Intinya kreativitas yang terus diasah dan melahirkan ide-ide baru mendatangkan bisnis dan menghasilkan uang.

“Kreativitas itu on going procces dan kita butuh pengusaha kreatif bukan yang hanya copy paste. Begitu juga dalam melihat peluang pasar karena generasi milenial jaman sekarang potensi hidupnya lebih panjang sehingga dalam membuat produk juga harus menyesuaikan,” kata Suryani Motik.

Para nara sumber dan pendukung fashion show

Kepala Bekraf, Triawan Munaf sebagai wakil pemerintah mengatakan dalam membina inkubator bisnis, maka ibarat aquarium pemerintah harus bisa menyediakan aquarium dengan air yang jernih sehingga ikan-ikan di dalamnya sehat.

“Kreativitas sangat penting apalagi di era generasi milenial maka masa hidup dari produk yang kita keluarkan juga pendek sesuai karakteristik dari konsumennya sehingga dalam satu perusahaan butuh tim kerja terdiri dari hipster, hacker dan hustler,” kata Triawan.

Menurut dia tim kerja seperti diatas dibutuhkan dengan kepiawaiannya masing-masing dalam melihat trend pasar, menciptakan peluang dan orang yang penuh tenaga dan kreativitas sehingga mampu memenuhi kebutuhan pasar.

“Jangan buru-buru menyalahkan kondisi perekonomian tapi seberapa jauh kita dapat memahami dan mengakses pasar dan kreatif dengan produk baru. Kalau dalam perusahaan ada hipster, hacker dan hustler  maka perusahaan yang kolap bisa bangkit lagi,” tambahnya.

Senada dengan Triawan maka Aviliani juga menilai kreativitas dan inovasi merupakan kata kunci. Bagi mereka yang punya DNA creatives ini maka golongan ini tidak buru-buru menuding bahwa bisnisnya  terpengaruh lesunya perekonomian.

“Kesalahan besar dari sistem pendidikan kita adalah dari usia PAUD hingga perguruan tinggi tidak pernah diajarkan dan dilatih untuk kreatif. Pengajarannya satu arah padahal kita membutuhkan kurikulum yang sesuai jaman. Jika tidak paham perubahan pasar domestik dan luar negri sehingga perusahaan yang sudah berusia 40 tahun pun mati,” ungkap Aviliani.

Jadi kreativitas dan inovatif yang membuat usaha bisa survive. Jangan lupa, tambahnya,  42% dari penduduk Indonesia adalah generasi milenial sehingga memahami karakteristik mereka yang selalu butuh tantangan baru dan keunikan harus dipahami oleh para produsen produk maupun jasa.

Uti Raharjo, psikolog yang ahli dibidang periklanan ini mengatakan bahwa kreativitas bukan monopoli milik para seniman karena gen-nya sudah ada sejak manusia lahir dan bisa dipelajari dan dilatih serta mendatangkan keuntungan.

Ciri dari orang kreatif sedikitnya ada 8 DNA yang dimiliki sehingga mampu menikmati hidup, bisa mengatasi masalah dan bisa me-monetize ide-ide kreatifnya karena dalam dirinya ada curiosity dan courage.

Pengusaha kreatif juga bersikap resilient, penuh energi, agile, transeden atau berfikir yang melampaui apa yang terlihat, punya imaginasi yang kuat, visi serta empati sehingga dalam menjalankan usaha dapat mengatasi masalah yang dihadapi serta menikmati tantangan yang ada.

Lima pengusaha sukses

Anne Sri Ati ( kanan) bersama Swan Kumarga, Novita Yunus, Mirawati Basri dan  Wilda Yanti sharing pengalaman dipandu Ratih Ibrahim.

DNA di atas terbukti sudah tertanam dalam diri lima pengusaha wanita yang sukses dibidangnya masing-masing. Anne Sri Arti misalnya mengaku bahagia karena Raja Tani Agro  Nusantara  membina petani dengan  visi ke depan para petani punya pasar pasti.

“Saat ini kami punya jasa menyediakan 85.000 catering industri per hari. Nah kebutuhan catering itu dihasilkan dari para petani sehingga mereka punya pasar yang pasti. Kami bina pola tanam dan panennya untuk kebutuhan catering,” kata Anne.

Swan Kumarga dengan bisnis kulinernya Resto Dapur Solo juga eksis selama 30 tahun. Semula berjualan rujak door to door dan menerima pesanan lewat telpon sambil membawa anak balutanta keliling komplek  akhirnya punya 5 cabang restoran dan usaha catering lainnya.

Mantan banker Novita Yunus dengan kreasi Batic Chic juga bermula usaha dari berjualan tas melalui media sosial Facebook. Hasilnya ternyata melebihi gaji bulanannya sehingga fokus menjadi designer tas, sepatu, baju dan aksesoris .

“ Saya juga ketok pintu Kementerian sehingga setahun bisa 15 kali pameran di luar negri. Brand yang bisa bertahan selain harus kreatif dan penuh inovasi juga bisa beradaptasi dengan cepat sehingga tahu apa yang lagi hits dan perkuat networking,”

Mirawati Basri mengaku baru belajar IT tahun 2000. Ahli keuangan ini mengaku terjun ke bisnis IT yang mensupport jasa IT dari perbankan nasional dengan modal networking dan kepercayaan. Mira akhirnya menjadi  perusahaan IT yang bersinergi dengan perusahaan  di Silicon Valley AS dan menjadi satu-satunya wanita dan muslimah IT yang eksis.

Nara sumber lainnya adalah Wilda Yanti, social entrepreneur yang mula-mula mengolah sampah rumahtangga hingga menjadi pupuk organik yang memiliki nilai ekonomi tinggi. Dia mengaku 8 creative DNA terutama sikap transeden akhirnya membuatnya mampu mengatasi problem solving terutama dalam hal pemasaran pasti.

Acara ini diisi dengan fashion show dari Batik Chic berkolaborasi dengan Amandari Gallery, Griya Cinere Hijau, Radana dan Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia serta didukung oleh Smart FM.

Hal menarik dalam sesi Crebo ini adalah kehadiran Maya Hasan, pemain harpa yang membuka V-Clinic di kawasan Permata Hijau, Jakarta. Dia memberikan terapi musik sehingga seseorang dapat melakukan penyembuhan dan menemukan kedamaiannya.

Maya memberikan pencerahan bahwa terapi musik selain memicu kreativitas, dalam organ tubuh juga memiliki frekwensi yang bisa sinkron dengan musik yang didengarkannya. Maya menggabungkan teori frekwensi, quantum dan metafisika untuk menangani stress yang dialami seseorang.

Creative Biz Forum ini acara yang sukses mengumpulkan para wanita pengusaha dari beragam komunitas untuk bersinergi dan networking serta akan saling memberdayakan karena selesai acara para nara sumber bahkan sepakat untuk saling bersinergi.