Festival Minum Jamu Diserbu Ribuan Pengunjung

this formate

YOGYAKARTA, Bisniswisata.co.id: Pertama kali digelar langsung mendapat sambutan luar biasa. Itulah Festival Minum Jamu. Festival yang diikuti puluhan produsen jamu diselenggarakan di Plaza Pasar Ngasem Yogyakarta, Sabtu (17/02/2018), meraih sukses. Kesuksesan itu lantaran diserbu ribuan pengunjung.

Antusias pengunjung itu bersumber dari penyelenggara yang mempersembahkan sekitar 2.500 gelas jamu tradisional secara gratis. Juga ada layanan pijat gratis. Disisi lain, Plaza Ngasem tempat festival digelar merupakan bekas pasar burung yang legendaris. Letaknya ada di utara situs Tamansari Kraton Yogyakarta. Festival ini juga memeriahkan Hadeging Nagari Ngyogyakarta Hadiningrat yang ke 271 tahun.

Bahkan, keseruan festival yang digelar Perhimpunan Usaha Taman Rekreasi Indonesia Daerah Istimewa Yogyakarta ini, menyediakan 18 macam jamu tradisional, yang disajikan langsung para penjual jamu dari Gabungan Pengusaha Jamu dan Paguyuban Jamu Gendong Yogyakarta.

Jamu tradisional itu ada temulawak, secang, beras kencur, pahitan, semelak, jamu sehat pria, jamu galian singset, bir pletok, jamu terlambat bulan, serbat, jamu pegal linu. Juga ada jamu kunyit asem, gula asem hingga cabe kutang.

Jamu-jamu ini memiliki beragam khasiat. Antara lain mengatasi berbagai gangguan penyakit, menjaga daya tahan tubuh, menambah nafsu makan, menjaga vitalitas tubuh, memperlancar peredaran darah, dan menjaga organ dalam manusia. Minum jamu juga dapat merawat pita suara, meredakan batuk, menghilangkan pegal-pegal, memperlancar haid, serta memperlancar ASI.

“Yang paling banyak dicari pengunjung jenis jamu uyup-uyup,” ujar Unun Matoyah, pengrajin jamu asal Dusun Kiringan Desa Canden Kecamatan Jetis Bantul Yogya yang turut sebagai peserta festival jamu itu.

Jamu uyup-uyup adalah jamu dibuat dari bahan dasar daun pepaya ditumbuk halus, sarinya diambil dan diminum dengan campuran seperti kunyit. Fungsi jamu ini untuk melancarkan air susu ibu. Selain uyup-uyup, pengunjung juga banyak memburu temulawak dan secang. “Secang itu untuk melancarkan peredaran darah, sehingga badan enggak gampang capek,” ujar Unun seperti dilansir laman Tempo.co

Bambang Nursanto (58), pengunjung festival jamu asal Kota Yogya mengatakan saat ini makin susah mencari keberadaan jamu gendong di Yogya yang berkeliling. “Kalau mau minum jamu harus pergi ke pasar-pasar tradisional, jarang yang berkeliling seperti masa saya kecil dulu,” ujarnya.

Ketua Panitia festival Widihasto Wasana Putra berharap kehadiran masyarakat memberikan dukungan penyemangat bagi tumbuh dan berkembang industri jamu yang merupakan kekayaan budaya Indonesia.

Sebagai hiburan, sambung dia, ada penampilan wahana interaksi satwa dari Kebun Binatang Gembira Loka seperti burung makao, nuri, reptil iguana merah, dan ular phyton albino. Bahkan, sejumlah atraksi seni pertunjukan seperti pentas jathilan klasik Kridha Budaya, aksi Power Princes Violin, tari kontemporer Kinari Dance asuhan Kinanti Sekar Rahina dan grup musik pelantun lagu-lagu Koes Plus yakni Kranggan Band. “Dalam festival itu juga ada demonstrasi cara pembuatan jamu tradisional kepada pengunjung,’ tambahnya. (NDHYK)

Imlek, Pariwisata Cina Raup Pendapatan Rp 175 Triliun

this formate

BEIJING, Bisniswisata.co.id: Hari pertama Tahun Baru Imlek, Jumat (16/02/2018), pariwisata Cina meraup pendapatan 83,4 miliar RMB atau sekitar Rp175,14 triliun. Pendapatan ini mengalami garfik keniakan sebesar 9,7 persen dibandingkan periode yang sama 2017.

Jumlah wisatawan di seluruh pelosok daratan Tiongkok mencapai angka 71 juta atau naik 9,4 persen dibandingkan pada tahun lalu, demikian laporan data Kementerian Pariwisata Cina (CNTA) di Beijing, Sabtu (17/02/2018).

Perayaan Tahun Baru Imlek di Beijing dirayakan dengan megah. Mulai kegiatan agamis seperti berdoa di kuil sampai kegiatan hura-hura seperti kembang api. Nah, salah satu kuil terfavorit untuk dikunjungi saat Imlek adalah kuil Dongyue yang menyelenggarakan Dongyue Temple Fair.

Saat Imlek, kuil ini bakal dihiasi boneka-boneka dan lampion bercorak khas Tiongkok yang menjadi lambang doa untuk keberuntungan. Sedangkan untuk hura-hura, banyak titik tersebar di seluruh Beijing yang mengadakan parade olahraga, atrakasi, dan kembang api. Sedangkan di rumah-rumah, tiap keluarga bakal mendekorasi rumahnya seindah mungkin untuk menghormati leluhur.

Objek wisata bertemakan salju, kesenian tradisional Tiongkok, dan pemandian air hangat menjadi daerah tujuan wisatawan yang paling banyak disambangi pada hari pertama Imlek.

Melonjak kunjungan warga China itu, juga berdampak pada peningkatan transportasi kereta api. Perusahaan Kereta Api Cina (CRC) memprediksi jumlah penumpang pada hari Jumat 16 Februari 2018, mencapai angka 4 juta orang. Untuk satu kali perjalanan wisata domestik, warga China diperkirakan menghabiskan uang sebesar 3.500 RMB (Rp7,3 juta).

Lembaga Penelitian Pariwisata Cina (CTA) di bawah CNTA memperkirakan warga Cina yang berlibur ke luar negeri selama Imlek 2018 mencapai 6,5 juta orang atau naik 5,7 persen dibandingkan tahun lalu.

Sementara itu, dalam beberapa tahun terakhir pemberian “hongpao” Imlek sudah bisa dilakukan dengan menggunakan transaksi elektronik melalui platform WeChat, media daring terpopuler di Cina. WeChat menyediakan fitur “red packet” untuk mempermudah warga China dalam mengirimkan “hongpao” sebagai hadiah istimewa Imlek kepada sanak saudara atau kerabat.

Pada tahun lalu “red packet” telah ditransaksikan sebanyak 46 miliar kali. Pada Imlek tahun ini transaksi “red packet” diperkirakan naik 43,3 persen.

Meskipun demikian, berdasarkan pantauan Antara di Beijing penjualan amplop merah bermotifkan Imlek masih marak di toko swalayan, toko kelontong, dan toko buku dengan harga 1 RMB hingga 2 RMB (Rp2.100-Rp4.200) per lembar. (CNTA)

25 Februari 2018, Pagelaran Wayang Orang “Srikandi Nekat”

this formate

JAKARTA, Bisniswisata.co.id: Menghidupkan kesenian tradisional Wayang Orang, memang tidak semudah membalikkan tangan. Butuh perjuangan, butuh jalan panjang, butuh semangat, keseriusan dan kepedulian yang tinggi untuk membangkitkan kembali seni Wayang Orang yang selama ini mati suri.

Untungnya masih ada sanggar yang peduli. Sanggar Cita Prasanna yang bernaung dibawah Yayasan Retno Sekar Budoyo yang membangkitkan kembali wayang orang dengan menggelar pementasan Wayang Orang berjudul Srikandi Nekat. Pagelaran ini bakal berlangsung di Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta, pada 25 Februari 2018.

Pagelaran wayang orang ini untuk menyambut peringatan Hari Perempuan Internasional yang jatuh setiap tanggal 8 Maret. Juga Pergelaran Wayang Orang “Srikandi Nekat” ini merupakan trade event yang ingin menumbuhkan rasa cinta tanah air serta melestarikan budaya khususnya pada generasi millennials.

Pementasan wayang orang kali ini terbilang unik karena menggunakan perpaduan antara Bahasa Jawa dengan Bahasa Indonesia agar lebih kekinian sehingga bisa diterima generasi milenial. Pergelaran ini merupakan trade event di mana kami ingin menumbuhkan rasa cinta Tanah Air serta melestarikan budaya khususnya pada generasi milenial.

Perhelatan ini nantinya juga bakal melibatkan para pemain dari berbagai usia dan profesi, mulai anak-anak, orang tua, anak muda, para artis, atlet nasional, dan penari-penari profesional dari grup wayang Bharata.

Dari kalangan selebritas diantaranya Dessy Mulasari, Indra Bekti, Maudy Koesnady, Ivy Batuta, Paquita Widjjaja, Leona ‘The Voice’, Nikita Mirzani, Nia Dinata, Bambang Pamungkas, Senklotta, dan Deasy Noviyanti.

Bagi Nikita Mirzani, bermain dalam pementasan wayang orang merupakan pengalaman perdana. Ia sangat antusias ketika mendapatkan tawaran tersebut. “Jujur, belum pernah main wayang orang. Ini yang pertama. Pokoknya hal-hal mengenai wayang belum pernah. Excited banget,” ujar Niki.

Menariknya, desainer kenamaan Anne Avantie juga turut ambil bagian dalam pementasan ini. Ia turut memberi sentuhan fashion bagi para pemain. Hasil dari pagelaran ini nantinya bakal disumbangkan untuk membantu Yayasan Wisma Kasih Bunda milik Anne Avantie.

Cerita dalam pagelaran ini berpusat pada tokoh Srikandi, yang dengan nekatnya memperjuangkan tokoh Arjuna. Menariknya Srikandi Nekat memperpadukan unsur seni budaya wayang, musik, hingga fesyen. Sehingga kemasannya pun lebih segar. (redaksibisniswisata@gmail.com)

Puncak Ditutup, Ribuan Pekerja Hotel Terancam Dirumahkan

this formate

CIANJUR, Bisniswisata.co.id: Sepekan terakhir ini, jalur utama Puncak – Cipanas Cianjur Jawa Barat, ditutup. Penutupan akibat terjadi bencana longsor akibat hujan deras sehingga menimbun jalan kendaraan. Penutupan jalan utama itu, berdampak besar terhadap bisnis perhotelan, villa disewakan, rumah makan hingga tempat rekreasi.

Lebih memprihatinkan lagi, ribuan pekerja hotel dan rumah makan terancam dirumahkan. Lantaran pengunjung kian hari kian sepi. Bahkan, sejak seminggu terakhir, sejumlah hotel melati telah mengurangi biaya operasional dengan merumahkan sebagian karyawan. Meski, beberapa hari lalu, dikabarkan, jalur akan kembali dibuka normal.

Iwan Boim, Humas Zury Hotel di Jalan Raya Puncak-Cipanas, Jumat (16/2/2018), mengatakan, untuk akhir pekan kali ini, sejumlah kamar hotel sudah terisi meskipun hanya beberapa kamar dan belasan bungalow yang sudah dipesan sejak jauh hari oleh tamu dari Bandung.

Namun, dua kali akhir pekan, hanya beberapa kamar hotel yang terisi karena sepinya tamu akibat penutupan jalur Puncak-Bogor.”Untuk akhir pekan kalil ini, tamu yang datang sudah memesan kamar dan bungalow sejak jauh hari sebelum longsor terjadi, itupun dari Bandung,” kata Iwan.

Dia dan pengusaha lainnya di wilayah tersebut, berharap jalur Puncak-Bogor segera dibuka agar pihak perusahaan tidak merumahkan karyawan karena tidak ada tamu yang datang, sedangkan operasional setiap hari harus dikeluarkan.

“Harapan kami segera dibuka kembali dan tamu dengan mudah untuk datang ke Cipanas. Sejak jalur tutup kami sudah mulai mengurangi karyawan yang terpaksa diliburkan secara bergiliran karena perusahaan tidak bisa menutupi operasional setiap harinya,” kata Iwan.

Sementara pengelola vila di Puncak-Cipanas, terpaksa harus mengeluarkan biaya ekstra untuk operasional karena sepinya tamu yang datang. Tidak sedikit yang menurunkan harga agar vila mereka tetap terisi untuk menutupi biaya operasional dan membayar karyawan.

“Kalau ada tamu yang datang, asal uangnya cukup untuk membayar tagihan listrik dan air, kami sewakan karena sejak jalur Puncak ditutup, tidak ada tamu sama sekali. Bahkan hari ini yang kami harapkan ada tamu yang datang hanya mimpi belaka karena Puncak masih tutup,” kata Iwan seperti dikutip laman Inilah.com, Sabtu (17/02/2018). (NDHYK)

Imlek, Penumpang Bandara Depati Amir Terus Mengalir

this formate

PANGKAL PINANG, Bisniswisata.co.id: Perayaan Imlek 2018, aktivitas penumpang di Bandara Depati Amir Pangkalpinang, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung terus mengalir dibandingkan hari biasa. Terjadi kenaikan sebesar 20 persen. Diprediksi grafiknya terus naik hingga tujuh hari setelah Tahun Baru China.

“Peningkatan penumpang ini sudah terlihat sejak sepekan sebelum perayaan Imlek,” kata General Manager PT Angkasa Pura II (Persero) Bandara Depati Amir Pangkalpinang Ibut Astono, di Pangkalpinang, seperti diunduh Wartaekonomi.co.id, Sabtu (17/2/2018).

Dilanjutkan, kepadatan aktivitas di Bandara Depati Amir terlihat karena adanya puncak arus mudik penumpang, khususnya warga Tionghoa yang merayakan Imlek atau Tahun Baru China. “Padatnya aktivitas bandara karena kepadatan penumpang maskapai penerbangan dari Jakarta-Pangkalpinang, Palembang-Pangkalpinang dan sebaliknya,” ujarnya lagi.

Guna mengantisipasi kepadatan penumpang, maskapai Citilink dan Sriwijaya melakukan penambahan penerbangan (extra flight) dari hari biasa. “Sejak H-5 lalu, dua maskapai mengajukan penambahan penerbangan karena besar permintaan penumpang. Adanya permintaan itu, extra flight berlangsung hingga 28 Februari mendatang,” ujar dia.

Perayaan Imlek tahun ini, PT Angkasa Pura II ikut memberi suasana Imlek di Bandara Depati Amir dengan menghias beberapa sudut dan ruangan ornamen-ornamen Imlek yang akan memberi kesan tersendiri kepada penumpang. “Untuk memeriahkan suasana Imlek, kami juga menambah ornamen Imlek di beberapa sudut dan ruang tunggu,” ujarnya pula.

Salain merayakan Imlek, juga di Bangka ada event Pesta kembang api menghias langit dengan warna merah. Ini lah salah satu tradisi Imlek yang dapat ditemui di penjuru dunia. Kota Belinyu di Bangka rajin bikin pesta kembang api pas Imlek. Enggak hanya itu, ada juga pawai barongsai yang panjang bukan kepalang.

Setelah perayaan di siang hari ini usai, bisa datang ke beberapa pasar rakyat untuk menyambut Imlek. Suasana Tiongkok bakal sangat kerasa saat Imlek di Bangka. Sempatkan juga ke Vihara Dewi Kwan Im di Desa Jelitik. Ada kolam pemandianjuga mata air yang dipercara masyarakat Tionghoa bisa membuat awet muda tanpa operasi plastik ala artis Korea. (NDHYK)

Imlek di Sumut, Tingkat Hunian Hotel Berbintang Melayang

this formate

MEDAN, Bisniswisata.co.id: Libur Imlek, Jumat hingga Minggu (18/2/2018) membuahkan keuntungan bagi industri perhotelan di Sumatera Utara (Sumut). Terbukti, Tingkat hunian hotel berbintang melayang hingga tembus angka kenaikan 75-80 persen.

“Ada peningkatan 20 hingga 25 persen dari hari sebelumnya tingkat hunian hotelnya rata-rata 50-60 persen,” ujar Ketua Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Sumut Denny S Wardhana, di Medan, Jumat (16/2/2018).

Menurut laporan para pengelola hotel, kata Denny, pesanan sudah mulai ada sejak Rabu (14/2) dan terus meningkat hingga tanggal 18 Februari. Pesanan kamar hotel yang meningkat itu dampak perayaan Imlek yang bertepatan dengan akhir pekan.

Perayaan Imlek seperti hari besar keagamaan lain, warga yang merantau biasanya pulang untuk berkumpul dengan keluarganya di Sumut. Hunian hotel semakin bertambah karena warga yang merayakan Imlek maupun lainnya memilih berlibur di hotel.

Warga Kota Medan Sofyan Tan mengakui bahwa berkumpul makan malam dengan seluruh keluarga pada malam Imlek merupakan tradisi Imlek. “Kalau tidak di rumah, kumpul makan bersama dilakukan di restoran,” kata Sofyan Tan yang anggota DPR RI seperti dikutip laman Antara, Sabtu (17/02/2018).

Tradisi berkumpul di malam Imlek, sehingga banyak warga yang mudik ke daerah asalnya dan menginap di rumah keluarga atau hotel. Dampaknya hotel ketiban untung yang sudah lama dirasakan sepi tamu.

Disisi lain, liburan Imlek ke Medan, juga mendongkrak kunjungan wisata. Apalagi selama omo Komunitas Tionghoa di Medan sangat berkembang. Enggak heran kalau perayaan Imlek di sini sangat meriah. Kemeriahan ini bisa dilihat dalam Gebyar Imlek Fair yang diadain tiap tahun di sini.

Jejak Tiongkok di Medan bisa ditelusuri di Desa Paya Pasir, Kecamatan Medan Marelan. Di Kawasan ini bisa berburu benda-benda peninggalan pemukim pertama Tionghoa, dari pecahan keramik hinga koin-koin kuno.

Enggak cuma itu, ada satu hal yang enggak boleh dilewatkan kalau liburan Imlek ke Medan, wisata kuliner kue bakul. Kue yang terbuat dari tepung pulut dan gula ini melambangkan keakraban dan keharmonisan menurut tradisi Tionghoa. (NDHYK)

Gunung Agung Tenang, Okupansi Kamar Hotel Mulai Berkembang

this formate

KARANGASEM BALI, Bisniswisata.co.id: Okupansi atau tingkat keterisian kamar hotel di Tulamben Karangasem Bali, mulai berkembang pada Februari 2018 dengan jumlah mencapai 40%. Tulamben Karangasem berada pada Kawasan Rawan Bencana (KRB) III atau 12 km dari Kawah Gunung Agung yang kini mulai tenang.

“Kunjungan wisatawan ke Tulamben Karangasem memang mulai normal. Kondisi ini berbanding terbalik saat Gunung Agung berstatus awas pertama kali pada 22 September 2017. Saat itu hotel terpaksa ditutup padahal masih dalam kondisi full booking sampai Oktober 2017, lontar Operasional Manager Ocean View Tulamben Sita Marlina

Seperti dilansir laman Bisnis.com, Jumat (16/02/2018), semua wisatawan yang sedang menginap pun terpaksa dievakuasi lantaran panik menghadapi peningkatan status Gunung Agung. Hal ini lantaran, sebagian besar masyarakat maupun wisatawan yang ada di Tulamben baru kali ini berhadapan dengan bencana.

Akibat kondisi ini, wisawatan yang akan berlibur ke Tulamben juga terpaksa membatalkan rencana. Terlebih semua hotel di wilayah ini tutup sampai Oktober 2017. Namun November 2017, hotel kembali dibuka dan wisatawan mulai berdatangan lagi dengan okupansi kamar mencapai 60%. Selang beberapa lama aktivitas Gunung Agung kembali meningkat, sehingga Desember 2017 hotel terpaksa ditutup kembali.

Januari 2018 walaupun Gunung Agung masih berstatus awas, beberapa hotel kembali dibuka. Wisatawan pun sudah mulai berdatangan dengan okupansi kamar yang mencapai 30%. Diprediksi okupansi untuk bulan-bulan selanjutnya akan terus meningkat. “Kalau dilihat dari kondisi cuaca dan musim sudah mulai ada normal atau ada kehidupan dan lebih banyak walk in guest,” katanya.

Wisman yang memilih menginap dan berwisata di Tulamben saat ini sebagian besar berasal dari China, sisanya berasal dari Eropa. Turis asal Jerman yang kebetulan menginap bernama Margriet van Dijken mengaku tidak terlalu khawatir dengan kondisi Gunung Agung saat ini. Ini merupakan kali pertama dia mengunjungi Bali.

Awalnya, dia tidak menyangka bahwa tempatnya menginap sangat dekat dengan Gunung Agung. Namun, karena melihat cuaca dan pemandangan yang bagus dia menjadi tidak terlalu khawatir bahkan senang mengunjungi Bali. “Saya rasa sudah ada asuransi jadi tidak terlalu khawatir, berkunjung ke sini itu dengar dari pendapat teman,” sebutnya. (NDHYK)

Sapta Nirwandar Ajak Masyarakat Jadikan Label Halal Sebuah Nilai Tambah

this formate

BANDUNG, bisniswisata.co.id: Halal mulai menjadi tren dunia. Sejumlah brand kelas dunia sudah menghadirkan produk dengan identitas halal. Potensi pasarnya pun dari tahun ke tahun semakin meningkat. Bagaimana dengan bisnis halal di Indonesia?

Dr. H. Sapta Nirwandar, S.E., DESS menjelaskan tentang potensi bisnis halal di Indonesia lewat buku Halal Lifestyle, Tren Global, & Peluang Bisnis. Bedah buku karya Sapta Nirwandar digelar Universitas Padjadjaran di Grha Sanusi Hardjadinata kampus Unpad, Jalan Dipati Ukur No. 35, Bandung, Kamis (15/2).

Berdasarkan laporan Global Islamic Economy Report tahun 2017-2018, Indonesia berada di posisi sebelas negara yang menjadi indikator perkembangan ekonomi Islam secara global. Posisi ini turun satu peringkat dibandingkan tahun 2016-2017.

“Kita merupakan negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia, tetapi kita nomor sebelas. Mengapa? Salah satu ukurannya adalah ekosistem. Di halal industri kita belum kondusif,” kata Dr. H. Sapta Nirwandar, S.E., DESS seperti dikutip laman unpad.ac.id.

Menurut Ketua Ikatan Alumni Unpad 2012-2016 ini mengungkapkan, berkembangnya industri halal bukan hanya terjadi di negara mayoritas Muslim. Sejumlah negara dengan jumlah penduduk Muslim relatif sedikit juga sudah mulai melihat potensi besar pasar halal.

Bisnis halal pun bukan hanya di sektor pangan, tetapi sudah mencakup produk kosmetik, farmasi, fashion, dan finansial. Bahkan kini telah merambah hingga ke bisnis travel, pendidikan, media, rekreasi, dan seni.

“Halal adalah lifestyle. Oleh karena itu saya menulis buku Halal Lifestyle, Tren Global, & Peluang Bisnis dengan harapan dapat membuka cakrawala bisnis di sektor halal lifestyle yang saat ini memiliki potensi sangat besar,” kata Wakil Menteri Pariwisata di era Presiden SBY ini.

Halal yang kental dengan filosofi religi ternyata memiliki makna yang sangat luas dan bisa diaplikasikan dalam berbagai sisi kehidupan, termasuk ekonomi. Sayangnya label halal belum menjadi sebuah nilai tambah.

” Banyak para pelaku usaha hanya melihat label halal hanya sebagai syarat penetrasi ke berbagai gerai ritel. Banyak juga yang salah paham ketika produk dikomunikasikan dengan branding halal karena dikaitkan dengan agama padahal bisa menjadi pedoman akan kualitas hidup yang menyehatkan dan aman bagi demua orang, kata Dr. Sapta Nirwandar yang merupakan alumni Fakultas Ekonomi Unpad ini.

Sapta Nirwandar ( tengah) bersama peserta Bedah Buku Halal. ( foto-foto: Bobby)

Dalam kesempatan tersebut, Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unpad Prof. Dr. Hj. Sutyastie Soemitro Remi, SE, MS mengungkapkan bahwa buku tersebut mampu membuka mata dan pikiran untuk menciptakan bisnis baru.

“Halal dapat menjadi penopang pertumbuhan ekonomi, membuka lapangan kerja, dan mendorong ekspor. Pak Sapta mengajak kita semua untuk maju bersama membangun industri halal, dan itu tentu perlu kita sambut,” tutur Prof. Sutyastie.

Senada dengan Prof. Sutyastie, Direktur LPPOM MUI Jabar Prof. Dr. H. O Suprijana, M.Sc. mengungkapkan bahwa buku tersebut memberi wawasan baru mengenai perkembangan industri halal saat ini. Berbagai gagasan baru juga diharapkan dapat diterapkan ke depannya.

Sementara itu, Pemilik usaha El-Zatta Hijab Elidawati, menuturkan bahwa buku tersebut dapat memberi tantangan tersendiri bagi para mahasiswa untuk terjun ke dunia wirausaha, mengingat ada banyak peluang disana.

“Buku ini penting sekali juga untuk  para mahasiswa, supaya menjadi challenge bagi merekasetelah tamat tidak hanya menjadi pegawai, banyak sekali peluang-peluang usaha yang sudah menjadi tren dunia,” kata Elidawati.

Stand Wonderful Indonedia Di Toulous Bukukan Transaksi Rp 1,6 Milyar

this formate

Partisipasi RI di Salon du Tourisme et des Activités Nature Toulouse, Prancis

TOULOUS, Perancis, bisniswisata.co.id: Stand Wonderful Indonesia menjadi primadona dalam pameran pariwisata internasional Salon du Tourisme et des Activités Nature Toulouse yang berlangsung selama tiga hari bisa membukukan transaksi sebesar 100.000 euro (sekitar 1.6 milyar rupiah).

Eka Moncarre, Ketua Visit Indonesia Tourism Officer (Vito) Perancis mengatakan kegiatan berlangsung pekan lalu dari tanggal 9 – 11 Februari 2018.  Jean-Louis Guilhaumon, Wakil Ketua bidang Pariwisata Dewan Regional Occitanie (setara DPRD tingkat I) dan beberapa anggota DPRD lainnya yang mengunjungi sangat terkesan dengan keindahan Indonesia dalam bahan promosi di stand pameran tersebut.

“Promosi dalam event selama 3 hari ini juga telah berhasil mengunci kedatangan seratus lebih wisatawan Prancis ke Indonesia dengan nominal total transaksi sebesar 100.000 euro (sekitar 1.6 milyar rupiah),” ungkapnya hari ini.

KJRI Marseille berkolaborasi dengan Visit Indonesia Tourism Officer (VITO) Prancis mengisi rangkaian kegiatan dengan presentasi Wonderful Indonesia selama 4 hari berturut-turut, dimulai dari presentasi di depan para travel agent/tour operator Toulouse yang diselenggarakan sehari sebelum pameran.

Stand Indonesia menyajikan brosur, kuis berhadiah, merchandise, dan menampilkan berbagai video promosi pariwisata Indonesia, termasuk diantaranya video “It’s a Wonderful World” yang menyabet penghargaan dalam pertemuan UNWTO tahun 2017.

Indonesia juga menampilkan tarian tradisional Punjari Banyuwangi dan paduan suara lagu tradisional dan perjuangan oleh Perhimpunan Pelajar Indonesia di Toulouse yang diapresiasi secara antusias oleh seluruh penonton.

Berbagai lagu tradisional dan perjuangan Indonesia dibawakan PPI Toulouse, mulai dari Ampar-Ampar Pisang, Sajojo, hingga Indonesia Tanah Airku

Dalam pameran berformat B2C (business to consumer) ini, KJRI Marseille dan VITO Prancis menggandeng dua travel agent/tour operator Salaun Holidays dan La Française des Circuits yang secara eksklusif menawarkan paket wisata ke Indonesia, baik untuk grup maupun perorangan.

Selama pameran, kedua perusahaan ini telah bertemu dengan ratusan calon wisatawan dan berhasil mengunci transaksi sebanyak seratus lebih calon wisman. Setelah pameran, kedua perusahaan ini akan terus mengejar ratusan orang lainnya yang telah menyatakan minatnya untuk berlibur ke Indonesia.

“Saya senang sekali atas capaian paket wisata ke Indonesia selama pameran yang jauh melewati target yang dicanangkan sebelumnya!” ujar Selma Zamouri, wakil dari La Française des Circuits. Diperkirakan capaian yang diperoleh dari stand Indonesia di pameran akan berlipat ganda dalam beberapa bulan mendatang.

Tarian Punjari dari Bayuwangi berhasil membuat seluruh penonton berdecak kagum akan kebudayaan Indonesia

Indonesia juga dalam berbagai kesempatan menjelaskan mengenai kondisi terkini Gunung Agung di Bali yang sempat membuat ragu calon wisatawan. Dijelaskan bahwa otoritas di Indonesia telah menurunkan tingkat status Gunung Agung dari level 3 (radius 6 km) menjadi level 4 (radius 3 km) sehingga meningkatkan rasa aman bagi calon wisatawan Prancis.

Selain itu, stand Wonderful Indonesia juga memperkenalkan 10 destinasi wisata “Bali Baru” dengan empat lokasi prioritas yakni Yogyakarta, Danau Toba, Mandalika, dan Labuan Bajo.

Sepanjang tahun 2017, total wisatawan Prancis ke Indonesia mencapai 268.989 orang, meningkat sebanyak 7.20% dibandingkan tahun sebelumnya. Prancis merupakan negara Eropa kedua terbesar penyumbang wisman ke Indonesia setelah Inggris.

“Dengan gencarnya promosi di Prancis yang digabungkan dengan transaksi bisnis, bukan tidak mungkin wisman Prancis akan dapat melewati Inggris pada tahun 2018,’ kara Eka optimistis.

Longsor, Wisata Air Terjun Tegenungang Ditutup

this formate

GIANYAR BALI, Bisniswisata.co.id: Longsor melanda Desa Kemenuh, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar, Bali pada Kamis (15/2/2018). Kejadian itu akibat hujan lebat menyebabkan jalan utama ke arah tujuan wisata air terjun Tegenungan, tak bisa dilewati. Terpaksa harus ditutup untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

“Tanah yang longsor di Desa Kemenuh itu jalan menuju ke arah lokasi wisata air terjun Tegenungan. Tidak ada korban jiwa karena tanah longsornya jatuh ke sungai,” ungkap AA Gede Oka Dighaya selaku Kepala BPBD Gianyar, di Gianyar, Jumat (16/2/2018).

Menurutnya, memang tanah di Desa Kemenuh disinyalir bakal longsor, karena tanah di bawah jalan itu sudah lama tidak beres. Namun belum bisa diperbaiki lantaran keterbatasan anggaran. Puncaknya saat hujan deras pada Kamis, sehingga menggerus tanah dan longsor pun terjadi menutupi sekalgus merusak separuh badan jalan aspal.

“Jalan itu terpaksa ditutup sementara sampai ada perbaikan dari Dinas Pekerjaan Umum karena berbahaya bisa longsor lagi jika mendapat tekanan dari pengguna jalan raya,” pungkas Gede Oka.

Terutama wisatawan yang ingin menikmati wisata air terjun Tegunungan. Air terjun ini, sudah terkenal dan kerap disambangi wisatawan saat week end, liburan maupun hari-hari tertentu. Air terjun ini lokasinya berdekatan dengan Ubud. Untuk mencapai lokasi air terjun, harus berjalan kaki dengan menuruni anak tangga. Dari anak tangga, sudah dapat mendengar air jatuh yang sangat deras sekaligus daoat melihat pemandangan air terjun diapit oleh pepohonan yang rindang.

Air terjun Tegenungan, memiliki tinggi kira-kira 4 meter, memiliki debit air yang lumayan banyak. Debit air terjun akan sangat besar pada saat musim hujan. Di dasar air terjun, dapat menemukan area kecil seperti kolam. Air di dalam kolam sangat jernih dan cocok buat anda yang sekedar ingin bermain air atau mandi. Saat musim hujan, disarankan jangan mencoba mandi, karena debit air lebih besar.

Selain dapat melihat pemandangan air terjun, di lokasi air terjun ini, juga bisa melihat pura dan pancoran air dari mata air alami. Objek wisata air terjun Tegenungan Gianyar juga memiliki nama lain yaitu air terjun Kemenuh, karena berada di desa Kemenuh kabupaten Gianyar.

Warga sekitar menyebut air terjun Srongsongan, lalu kenapa sekarang dikenal dengan nama air terjun Tegenungan dan ada yang menyebut sebagai air terjun Blangsinga. Ini dikarenakan objek wisata di Gianyar ini bisa diakses dari dua tempat berbeda, dari sisi sebelah Barat dari Banjar Tegenungan, Desa Kemenuh, Kecamatan Sukawati, sehingga warga di kawasan ini menyebutnya sebagai air terjun Tegenungan.

Sedangkan sekarang ada akses baru yang juga dibuat oleh warga desa Saba, menuju air terjun Srongsongan ini, dari sebelah sisi Timur yaitu melalui wilayah banjar Blangsinga, Desa Saba, Kecamatan Blahbatuh, sehingga warga di sini mengenalnya sebagai air terjun Blangsinga. Air terjun yang mengalir di sungai Petanu ini memang terletak di perbatasan antara banjar Tegungan dan Blangsinga.

Kawasan air terjun Tegenungan ini, pernah didirikan atraksi bungy jumping, namun kandas dan tidak berjalan lancar, masih tersisa bekas tembok batu dari atraksi tersebut, namun sekarang sudah kembali alami, sehingga wisatawan yang berkunjung ke tempat ini bisa menikmati keindahannya dengan lebih maksimal, apakah ingin mandi, photo-photo, atau trekking menyusuri aliran sungai yang jernih dengan lembah-lembah hijau penuh pepohonan tropis.

Spot wisata air terjun yang biasanya berada pada dataran tinggi, namun air terjun Tegenungan berada pada dataran rendah yang tampil beda. Jadi objek wisata air terjun Tegunungan menjadi tujuan tour di Bali yang akan memberikan warna berbeda dalam liburan di Bali. (NDHYK)