Airy Academy Roadshow Bekal  Nyata Bagi Para Mitra

this formate

Kegiatan Airy Academy di Bandung,  Roleplay Making Bed

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Tahun 2018, Airy melatih 258 SDM dari sekitar 100 properti mitra Airy melalui Airy Academy untuk dibekali pengetahuan dan kompetensi di bidang hospitality sebagai bentuk kepedulian terhadap pengembangan SDM di bidang pariwisata, khususnya akomodasi, ujar Adya Danaditya, Product Marketing Manager, Airy Rooms.

Pelatihan bagi mitra ini agar dapat memberikan pelayanan terbaik bagi semua pihak. Kegiatannya terdiri dari berbagai aktivitas dimana hotel mitra Airy mendapatkan wawasan serta pelatihan secara langsung dari fasilitator berpengalaman di dunia Hospitality melalui Airy Academy, tambah Adya.

Tak hanya penyampaian materi dalam workshop, focus group discussion (FGD) juga diadakan untuk membahas lebih mendalam dengan perwakilan Airy yang kompeten di bidang topik masing-masing.

Sesi praktik juga diadakan langsung untuk pembekalan sesuai dengan lingkup pekerjaan masing-masing. Peserta housekeeping, misalnya,  mendapat pembekalan bagaimana cara membersihkan kamar dan tempat tidur dengan baik.

Para personal front office juga mendapatkan pelatihan berupa simulasi cara menerima tamu dengan baik, menanggapi dan menangani keluhan tamu, serta melakukan proses check-in dan check-out dengan benar.

Sesi diakhiri dengan tes tertulis untuk memastikan semua materi diterima dengan baik oleh para peserta, dan ditutup dengan penyerahan sertifikat keikutsertaan Airy Academy.

“Airy Academy roadshow ini menjadi momentum bagi Airy untuk mendukung para pemilik akomodasi lokal di seluruh pelosok negeri. Kami berharap dapat mampu memberikan kontribusi yang lebih bagi kemajuan perkembangan akomodasi lokal di Indonesia,ujar Adya Danaditya.

Mitra Airy Rooms dapat  memberikan yang terbaik bagi para pelanggan, yaitu dengan menyajikan akomodasi yang terjangkau diiringi oleh layanan yang terpercaya, aman, dan dikelola dengan baik, tegasnya.

Airy Roadshow Academy di Jakarta diselenggarakan medio akhir bulan lalu di Sofyan Inn Soepomo Jakarta. Selain itu kota-kota lainnya yang dikunjungi adalah Bandung, Yogyakarta, Semarang, Surabaya, Malang.

Besarnya potensi pasar akomodasi di Indonesia mendorong menjamurnya akomodasi lokal independen. Pendorong utamanya adalah permintaan dan kebutuhan pada hotel budget yang dinilai menjadi salah satu solusi para business dan budget traveler.

Namun, hotel budget dan akomodasi lokal independen dinilai masih memiliki kesulitan dalam menetapkan standar kualitas yang bersaing dengan industri hospitality dengan standar tinggi.

Untuk terus bersaing di pasar lokal, domestik, hingga global, para penyedia akomodasi independen harus terus meningkatkan produktivitasnya dalam menyediakan akomodasi dengan fasilitas dan pelayanan maksimal namun dengan harga terjangkau.

Akhir tahun lalu Airy menyambangi kota Medan dan Yogyakarta untuk membantu ratusan pengelola akomodasi mengatur strategi bisnis mereka dalam menghadapi era digital. Mengangkat tema “Strategi Bisnis dalam Mengoptimalkan Okupansi dan Keuntungan Akomodasi di Era Digital”.

Airy menyajikan topik yang beragam, mulai dari pembahasan mengenai bagaimana perkembangan aktivitas online berdampak pada pola pembelian hotel masyarakat hingga bagaimana strategi penyikapan yang dapat dilakukan.

“Kami sangat bangga menjadi salah satu mitra dari Airy yang secara konsisten membantu mengelola hingga mengaudit setiap mitranya dan menjamin pencapaian tingkat kepuasan konsumen yang tinggi.

“Program kemitraan Airy juga dikelola dengan baik karena Airy secara nyata berkomitmen untuk meningkatkan kualitas mitra hotelnya ,” ujar Ng Tjien Kong, pemilik dari sebuah Guest House mitra Airy di kawasan Jakarta Barat

Dia merasakan manfaat melalui pelatihan secara regular, audit, hingga roadshow pelatihan Airy Academy yang baru-baru ini dilaksanakan

“Semenjak bekerjasama dengan Airy, hotel kami menjadi semakin dikenal dan meningkatkan okupansi kami secara signifikan,” ujar Stefanie, pemilik dari sebuah hotel bintang tiga yang sudah 6 bulan terakhir ini menjadi mitra Airy Rooms.

Soalnya selain selalu mengelola dengan baik setiap mitranya, Airy juga memberikan berbagai strategi pemasaran yang efektif dengan mengoptimalkan akomodasi yang dimilikinya.

Airy Rooms, sebuah jaringan hotel budget berbasis teknologi terbesar dan terpercaya di Indonesia, memiliki visi untuk mendukung perkembangan akomodasi lokal di Indonesia. Mengelola lebih dari belasan ribu kamar dari ribuan mitra-mitra hotel independen yang berkualitas dengan harga terjangkau



Mendaki Merbabu, Wisatawan Australia Hilang

this formate

UNGARAN, bisniswisata.co.id: Andrey Voytech (39) wisatawan pendaki asal Australia dikabarkan hilang dalam perjalanan turun dari puncak gunung setinggi 3.145 mdpl itu pada Jumat sore 30 Maret 2018. Hingga Minggu (1/4/2018) sore pendaki tersebut belum ditemukan dan masih dalam pencarian Tim SAR, anggota TNI dan Polri serta sejumlah relawan.

Mendapat laporan tersebut, petugas Polsek Getasan bersama personel Koramil Getasan, tim SAR dan sejumlah anggota relawan langsung melakukan pencarian. Namun hingga Minggu (1/4/2018) sore, bule asal Australia itu belum ditemukan.

Sedangkan motor yang dikendarai korban sudah ditemukan petugas Balai Taman Nasional Gunung Merbabu di pinggir hutan. “Pendaki yang dikabarkan hilang masih dalam pencarian,” kata anggota SAR Getasan Agus Surolawe.

Dalam pencarian, seperti dilansir laman Sindonews.com, petugas juga memintai keterangan beberapa pendaki lainnya. Ada dua orang pendaki, yakni Ari Widhi Setiyatmoko (26) warga Wonokerto, Kecamatan Bandar, Kabupaten Batang dan ogama Afriyanto (25) warga Tambahrejo, Kecamatan Bandar, Kabupaten Batang.

Kedua pemuda tersebut dalam perjalanan mendaki Gunung Merbabu berjumpa dengan seorang pendaki warga negara asing (WNA) yang mengenakan celana 3/4 warna krem, jaket warna hijau dan membawa tas ransel kecil di jalur pendakian Tekelan, Desa Batur, Kecamatan Getasan pada Jumat 30 Maret 2018 sekira pukul 16.47 WIB.

Komandan Koramil Getasan Kapten Inf Hermanus menyatakan, hingga saat ini pencarian belum membuahkan hasil. “Anggota kami, Babinsa Kopeng Serka Joko tadi melakukan penyisiran di pos I dan pos II bersama tim SAR, relawan dan petugas Balai Taman Nasional Gunung Merbabu. Namun korban belum ditemukan. Pencarian terkendala cuaca buruk. Meski demikian, pencarian terus dilakukan,” tandasnya.

Sebelumnya, selama satu bulan penuh ditutup untuk aktivitas pendakian, namun gunung Merbabu sudah dibuka kembali pada 1 Maret 2018. Penutupan dilakukan untuk pemulihan ekosistem dan berbagai kegiatan pembenahan. Pemulihan ekosistem dilakukan karena ada kerusakan akibat ulah para pendaki yang mengabaikan kelestarian alam. Seperti aksi vandalisme, perusakan vegetasi hingga banyaknya sampah.

Sebelum mendaki dan menikmati keindahan Gunung Merbabu, ada baiknya mengetahui fakta-fakta seputar Gunung Merbabu seperti dilansir laman yukpiknik.com, antara lain:

1. Punya tiga puncak utama

Gunung Merbabu merupakan gunung berapi yang tidak aktif, sehingga pendakian sampai ke puncak gunung ini sangat aman. Jika cuaca bagus, pemandangan puncak Gunung Merbabu benar-benar luar biasa. Gumpalan awan putihnya membentuk seperti gelombang pantai yang menawan Gunung Merbabu sendiri mempunyai tiga puncak utama yakni Puncak Trianggulasi, Puncak Kentengsongo serta Puncak Syarif. Masing-masing puncak memiliki pemandangan yang tidak jauh berbeda.

2. Tiga jalur pendakian utama menuju puncak Merbabu

Pendakian ke puncak Gunung Merbabu bisa dilakukan melalui tiga jalur pendakian utama yakni Selo, Cunthel serta Wekas. Kita bisa mememilih ketiga jalur tersebut tergantung dari mana kita berasal. Jalur Wekas berada di wilayah Magelang, jalur Selo berada di wilayah Boyolali sedangkan Jalur Cunthel berada di wilayah Kopeng dekat Kota Salatiga. Dari masing-masing jalur, membutuhkan waktu rata-rata 6 s/d 8 untuk bisa sampai ke puncak Merbabu

3. Padang rumput menawan

Gunung Merbabu punya pemandangan padang rumput yang begitu spektakuler. Jika melakukan pendakian melalui jalur selo, kita akan melewati dua padang rumput yang ditumbuhi oleh bunga edelweis. Jika tidak sedang musim kemarau panjang seperti sekarang ini, pemandangan padang rumput tersebut akan terlihat sangat indah dan menyejukkan mata. Tepat dibawah puncak, kita akan melewati padang rumput yang dipenuhi oleh bunga edelweis. Meskipun tidak seluas Tegal Alun atau Alun-alun Surya Kencana, pemandangan bunga edelweis di Gunung Merbabu tetap istimewa

4. Bisa Lihat gunung-gunung tertinggi di Jawa Tengah

Pemandangan dari puncak Gunung Merbabu bak lautan lepas. Awan-awan putih yang melayang-layang di udara adalah ombaknya. Rangkaian pegunungan yang bisa kita saksikan dari puncak akan terlihat seperti sebuah pulau Dari puncak Gunung Merbabu kita bisa melihat beberapa gunung tertinggi di Jawa Tengah antara lain Triple S (Sindoro, Sumbing, Slamet) serta Gunung Lawu yang tampak seperti negeri cantik dalam cerita dongeng

5. Bertetangga dengan Gunung Merapi

Jika melakukan pendakian melalui jalur Selo, perjalanan kita menuju puncak Merbabu akan semakin menyenangkan karna akan ditemani oleh pemandangan Gunung Merapi yang terlihat begitu gagah dan kokoh. Pemandangan Gunung Merapi yang elegan akan mulai bisa kita lihat setelah keluar dari area hutan Gunung Merbabu memang bertetangga dekat dengan Gunung Merapi. Jalur pendakian utama Gunung Merapi bahkan juga berada di kecamatan yang sama dengan salah satu jalur pendakian Merbabu yakni Selo

6. Punya pemandangan sunrise

Salah satu hal yang paling dicari oleh para pendaki saat melakukan pendakian adalah pemandangan sunrise. Menikmati pemandangan matahari terbit dari ketinggian memang merupakan kegiatan yang sangat menyenangkan dan bikin kangen. Di Gunung Merbabu kita juga akan disuguhi oleh pemandangan sunrise yang akan membuat kita tak mampu berkata apa-apa, saking kagumnya. Pemandangan sunrise di Merbabu tak cuma bisa kita nikmati di puncak saja tapi juga di Sabana 1 dan Sabana 2 (jalur Selo)

7. Bikin capek

Kalau ada yang bilang bahwa naik gunung itu tidak capek, ia pasti bohong. Naik gunung adalah perjalanan yang tidak biasa. Kita akan mengeluarkan energi lebih banyak dari hari-hari biasa. Track pendakian Gunung Merbabu sendiri memang terlalu sulit namun juga tidak bisa dikatakan mudah. Yang jelas, kita harus mempersiapkan fisik sebelum melakukan pendakian Gunung Merbabu Meski mendaki Gunung Merbabu memang melelahkan, tapi percayalah, itu adalah lelah yang menyenangkan. (NDY)

Kedutaan Rusia Keluarkan Travel Advice ke Inggris

this formate

LONDON, bisniswisata.vo.id: Kedutaan Besar Rusia di London meminta warga Rusia untuk mempertimbangkan kembali rencana mereka bepergian ke Inggris. Kedutaan Rusia memperingatkan sentimen anti Moskow tumbuh di tengah meningkatnya ketegangan kedua negara seputar serangan racun terhadap Sergei Skripal.

“Di tengah kebijakan anti-Rusia dan retorika yang semakin mengancam dari pihak Inggris, tindakan selektif terhadap individu dan badan hukum Rusia, – contoh terbaru adalah penggeledahan pesawat Aeroflot di London – ada kemungkinan besar proyeksi sentimen anti-Rusia, penganiayaan dan pelecehan terhadap warga Rusia di Inggris,” kata kedutaan Rusia seperti dikutip dari Sputnik, Minggu (1/4/2018).

Kedutaan Rusia tidak mengesampingkan bahwa warga Rusia akan berada di bawah pengawasan yang ditingkatkan dari lembaga penegak hukum dan intelijen Inggris.

“Kami merekomendasikan orang-orang Rusia yang meragukan apakah pihak berwenang Inggris memiliki pertanyaan karena mereka mempertimbangkan kepraktisan perjalanan ke Inggris untuk menghindari provokasi dan menghindari penangkapan atas permintaan lembaga penegak hukum Inggris dan layanan intel,” kata Kedubes Rusia.

Peringatan ini menekankan bahwa warga Rusia dapat ditahan di bawah dalih untuk penggeledahan dan interogasi terperinci saat memasuki dan meninggalkan negara. Pihak berwenang Inggris juga dapat menyita perangkat elektronik (komputer, ponsel, tablet, media elektronik di bawah undang-undang anti-terorisme Inggris. Juga, mungkin untuk menarik dokumen identifikasi, menurut kedutaan.

Berita itu muncul di tengah meningkatnya ketegangan yang disebabkan oleh kasus Skripal. Baru-baru ini, lebih dari 25 negara telah mengumumkan keputusan mereka untuk secara kolektif mengusir lebih dari 150 diplomat Rusia dalam solidaritas dengan Inggris. Inggris menyalahkan Moskow atas keracunan yang dialami mantan mata-mata Rusia, Sergei Skripal dan putrinya di kota Salisbury, Inggris. (SPU)

Turis Negara Adi Kuasa Ke Pulau Dewata Naik Tipis

this formate

DENPASAR, bisniswisata.co.id: Wisatawan Amerika Serikat berliburan ke Bali sebanyak 13.698 orang selama Januari 2018. Jumlah wisatawan meningkat tipis sebanyak 453 orang atau 3,42 persen dibanding bulan Desember 2017 yang tercatat 13.245 orang.

“Namun dibanding dengan bulan yang sama tahun sebelumnya mengalami penurunan 1.006 orang atau 6,84 persen, karena bulan Januari 2017 masyarakat AS yang menikmati panorama alam serta keunikan seni budaya Pulau Dewata sebanyak 14.704 orang,” kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bali Adi Nugroho di Denpasar, Ahad (1/4).

Selama 2017 masyarakat AS yang berwisata ke Bali mencapai 191.106 orang. Jumlah itu meningkat 20.649 orang atau 12,11 persen dibanding tahun sebelumnya yang tercatat 170.457 orang.

Masyarakat negara adikuasa itu sebagian besar datang melalui Bandara Ngurah Rai, Bali, dengan menumpang pesawat yang terbang langsung dari negaranya. BPS mencatat hanya 608 orang yang datang melalui pelabuhan laut dengan menumpang kapal pesiar.

“Masyarakat AS ke Bali menempati peringkat keenam terbanyak setelah Australia, Cina, India, Jepang dan Inggris. Negara itu mampu memberikan kontribusi sebesar 3,83 persen dari total wisman ke daerah ini sebanyak 358.065 orang selama Januari 2018,” ungkapnya

Total wisman ke Bali tersebut meningkat 102.759 orang atau 13,34 persen dibanding dengan bulan Januari 2017 yang menerima kunjungan wisman sebanyak 460.824 orang. Adi Nugroho menambahkan, dari sepuluh negara terbanyak memasok turis ke Bali, Australia menempati peringkat teratas yang memberikan kontribusi 24,29 persen, menyusul Cina 13,15 persen, India 8,10 persen, Jepang 3,97 persen dan Inggris 3,92 persen.

Rusia berada pada peringkat ketujuh, atau setingkat di bawah Amerika Serikat memberikan kontribusi sebesar 3,63 persen. Kemudian, Malaysia 3,61 persen, Korea Selatan 2,52 persen, Singapura 2,17 persen dan berbagai negara di belahan dunia lainnya 30,91 persen.

Diakuinya seperti dilansir laman Antara, masyarakat negara adikuasa itu mulai meningkat berwisata ke Bali setelah kunjungan mantan Presiden Amerika Serikat Barack Obama beserta istri Michele Obama dan kedua putrinya Nathasa dan Malia. Mereka sempat berlibur di Pulau Dewata selama lima hari pada Juni 2017.

Dalam liburannya itu, Obama dan keluarga mengunjungi sejumlah objek wisata. Di antaranya, perkampungan seniman Ubud, objek wisata Jati Luwih di Kabupaten Tabanan dan objek wisata Tirta Empul di Desa Tampaksiring, Kabupaten Gianyar.

Kunjungan ke objek wisata Tirta Empul sempat menimbulkan rasa kaget dari masyarakat dan wisatawan di objek wisata yang lokasinya bersebelahan dengan Istana Kepresidenan Tampaksiring. Kawasan suci Tirta Empul, Tampaksiring, sekitar 65 km timur Denpasar, memiliki sebanyak 30 pancuran yang airnya mengalir jernih tidak pernah henti.

Air bermuara ke Sungai Pekerisan untuk mengairi ribuan hektare lahan persawahan yang berhilir di Pantai Lebih dan Pantai Keramas, Kabupaten Gianyar. Keindahan panorama alam yang serasi dengan lingkungan sekitarnya yang menghijau dan lestari menjadikan objek wisata Tirta Empul sebagai objek wisata yang cukup menarik.

Air pancuran yang mengalir jernih dan besar itulah tempat wisman dan umat menyucikan diri dengan cara mandi dan keramas pada 30 pancuran yang berpindah-pindah dari satu pancoran ke pancoran lainnya. Umat yang membludak dari berbagai desa di Bali, termasuk wisman pada hari-hari baik mengikuti antrian untuk menyucikan diri secara tertib dan lancar. (NDY)

Libur Panjang, Okupansi Hotel Bintang di Yogya Tembus 100%

this formate

YOGYAKARTA, bisniswisata.co.id: Okupansi atau tingkat hunian kamar hotel kelas bintang di pusat Kota Yogyakarta pada libur panjang akhir pekan bertepatan perayaan Paskah mencapai 100 persen.

“Untuk di ring satu (kawasan Malioboro) sudah penuh bahkan tinggal ‘suite room’ untuk yang bintang lima,” kata Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Istijab M Danunagoro di Yogyakarta, Ahad (01/04/2018).

Kamar kelas eksekutif atau suite room khusus tersedia di hotel bintang empat dan lima rata-rata memiliki tarif sewa mulai Rp4 juta per malam. Wisatawan masih ingin bermalam di ring satu Yogyakarta selama libur Paskah,

“Kami arahkan untuk memesan kamar hotel nonbintang. Meskipun juga mengalami lonjakan okupansi, hingga saat ini, kamar hotel nonbintang masih tersisa 49-59 persen,” ungkapnya seperti dilansir laman Wartaekonomi.com

Selain di zona ring satu yang berada di kawasan Malioboro, sambung dia, tingginya okupansi juga terjadi di zona ring dua yang ada di kawasan Tugu Yogyakarta yang mencapai 70 persen dan zona ring tiga di kawasan Jalan Kaliurang yang mencapai 50 persen.

“Karena saat ini masih dalam masa ‘low season’ atau musim sepi kunjungan, diperkirakan okupansi hotel baik bintang maupun nonbintang (melati) rata-rata akan mengalami penurunan kembali menjadi 40-50 persen pada Senin (2/4),” kata dia.

Jika dibandingkan tren kenaikan okupansi rata-rata hotel di DIY pada tahun-tahu lalu, okupansi rata-rata hotel pada libur Paskah saat ini masih lebih rendah.

Hal itu, menurut dia, disebabkan jumlah hotel yang sudah cukup banyak di DIY. Dengan jumlah hotel yang banyak, masing-masing hotel harus berbagi “kue pengunjung” sehingga okupansi tidak terlalu tinggi.

Saat ini terdapat 166 hotel berbintang dan 1.030 hotel nonbintang. Sekitar 60 persen hotel berada di Kota Yogyakarta dan sisanya berada di kabupaten lain di DIY. “Program ‘Meeting, Incentive, Converence, and Exhibition’ atau MICE masih menjadi andalan kami untuk menjaga stabilitas tingkat kunjungan,” katanya. (WEO)

Bandara Perbatasan Singapore & Malaysia Siap Sambut Wisatawan

this formate

ANAMBAS KEPRI, bisniswisata.co.id: Kepulauan Anambas, pulau terdepan di Indonesia kini makin mudah diakses konektivitas transportasinya. Pasalnya, sudah mulai beroperasinya Bandar Udara Letung di Desa Bukit Padi, Kecamatan Jemaja Timur Kabupaten Kepulauan Anambas Propinsi Kepulauan Riau (Kepri).

Kelengkapan bandara perbatasan dengan Singapore dan Malaysia ini. selain dari segi infrastruktur landasan dan terminal juga dilengkapi dengan peralatan navigasi udara yang dikontrol oleh APP Tanjung Pinang Kepulauan Riau.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menekankan pariwisata merupakan prioritas untuk mendongkrak perekonomian Indonesia sehingga seluruh kementerian wajib mendukungnya. Mayoritas wisatawan datang melalui pintu udara, maka Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan bekerja sekuat tenaga merealisasikan bandara jadi aksesibilitas wisata dan pintu gerbang perekonomian Indonesia.

“Selain sebagai pintu gerbang pariwisata memang layak dikembangkan jadi potensi wisata unggulan di Indonesia, Bandara di pulau terdepan Indonesia juga menjadi prasarana pertahanan keamanan, pintu gerbang distribusi pangan dan barang kebutuhan, Membuka keterisolasian daerah, pengembangan pariwisata dan mendorong pertumbuhan perekonomian daerah,” papar Dirjen Perhubungan Udara Agus Santoso dalam keterangan tertulis, Ahad (01/04/2018).

Bandar Udara Letung ini, lanjut dia sebagai penanda kehadiran negara di daerah perbatasan Indonesia sesuai dengan program Nawacita dari Pemerintahan Presiden Jokowi, terutama Cita ke 3 yaitu membangun Indonesia dari pinggiran dan Cita ke 7 yang terkait dengan kemandirian ekonomi domestik,” ujarnya.

Bandar Udara Letung punya potensi besar untuk dikembangkan. Diharapkan banyak maskapai penerbangan baik dari dalam maupun luar negeri buka penerbangan dari dan ke bandara ini. “Kami berharap Bandara ini bisa diresmikan pada tahun 2018 ini. Sehingga pengembangan sisi komersial bandara bisa lebih cepat dan keberadaan bandara bisa semakin dirasakan manfaatnya oleh masyarakat sekitar,” lontarnya.

Terkait potensi wisata di Kabupaten Kepulauan Anambas, Gubernur Propinsi Riau Nurdin Basirun menyatakan Kepulauan Anambas terdapat 220 pulau yang merupakan diving spot terbaik yang pernah ada. Salah satu pulau yang bernama Pulau Bawah merupakan tempat favorit wisatawan mancanegara karena selain sebagai spot diving yang bagus, pulau ini juga menawarkan keindahan pantai yang mempesona.

“Kepulauan Anambas tak kalah cantik dengan Bali. Bahkan bisa dikatakan bahwa pantai-pantai di sini masih belum terjamah sehingga keindahan dan kelestariannya masih terjaga. Banyak wisatawan yang menikmati keindahan alam dan wisata baharinya,” ujar Nurdin.

Diharapkan, dengan diresmikannya Bandar Udara Letung, semakin banyak wisatawan yang berkunjung ke Anambas, baik wisawatan domestik maupun mancanegara. Apalagi jika landas pacu Bandar Udara Letung sudah diperpanjang menjadi 1600 m, di mana saat ini masih dalam tahap pengerjaan, akan menambah jumlah maskapai yang dapat mengunjungi Letung dengan pesawat yang lebih besar sekelas ATR 72.

Saat ini Bandar Udara Letung mempunyai landas pacu berukuran 1200 m x 30 m, taxiway dengan ukuran 125 m x 15 m dan apron dengan ukuran 125 m x 70 m. Selain itu juga sudah tersedia gedung terminal seluas 600 m2 yang dilengkapi gerbang X-ray, lahan parkir kendaraan dan jalan akses dari dan ke bandara.

Maskapai yang beroperasi saat ini adalah Susi Air dengan frekuensi seminggu tiga kali untuk rute Batam- Letung (PP) dan Tanjung Pinang – Letung (PP). (redaksibisniswisata@gmail.com)

Tarian King, Simbol Keresahan Kepunahan Cendrawasih

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Semua orang tahu Cendrawasih. Burung yang memiliki kecantikan luar biasa. Namanya sangat tersohor karena bulu-bulu indah menghiasi tubuhnya dan penampilannya sangat sedap di pandang mata. Keindahan bulunya jadi daya pikat sekaligus keunggulan utama yang dimiliki burung yang berasal dari keluarga Paradisaeidae ini.

Cendrawasih hanya hidup di wilayah Indonesia Timur, tepatnya Papua. Sayangnya, tidak semua orang tahu bahwa kini cendrawasih terancam punah. Keberadaanya di alam bebas juga terbatas. Malah, banyak ditemui dalam sangkar. Juga kebun binatang.

Kepunahan burung Cendrawaih menjadi keprihatinan Maharani Ayuk Listyaningrum. Alumni Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta melampiaskan keresahan akan Cendrawasih lahirlah Tarian King. Bersama seniman tari asal Papua yang tergabung dalam Maha.Dance, Maharani menampilkan keindahan burung Cendrawasih dalam tarian kontemporer.

Tarian King yang mengedepankan unsur budaya nusantara, melakukan performance di depan penikmat seni di Auditorium Galeri Indonesia Kaya Jakarta, Sabtu (31/03/2018) malam. “Kali ini kami menampilkan tarian dari Papua. Memang, Papua menyimpan ragam kekayaan yang berlimpah. Mulai alam, budaya, wisata hingga flora dan fauna. Salah satunya Cendrawasih yang menjadi simbol Papua,” ungkap Renitasari Adrian, Program Director Bakti Budaya Djarum Foundation dalam siaran persnya, Ahad (01/04/2018).

Dilanjutkan, Maha.Dance menampilkan keindahan burung Cendrawasih dalam tarian kontemporer yang tetap mengedepankan unsur budaya nusantara di depan penikmat seni yang hadir di Galeri Indonesia Kaya. “King persembahan Maha Dance merupakan gambaran dari keindahan burung Cendrawasih dan wujud dari keresahan akan kepunahan burung Cendrawasih,” sambungnya.

Berangkat dari keprihatinan terhadap keberadaan burung Cendrawasih yang kian lama kian terancam, pertunjukan ini juga merujuk pada eksplorasi dari gerak alami burung Cendrawasih dan pengembangan beberapa gerak tradisi Papua. Juga Terinspirasi dari gerak perkawinan burung Cendrawasih, tarian diciptakan Maharani ini menampilkan 5 penari laki-laki, 2 penari perempuan dan pemusiknya 2 orang.

Mereka: Anjar Noak Msen, Griece Martha Deda, Melfritin Waimbo, Fachry D Matlawa, Frans Junias Juganza, Ahmad Nur, Rudy L Karel Mandosir. Semuanya mahasiswa Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Papua yang kampusnya di Jayapura. Meskipun memiliki latar belakang tari yang berbeda, ketujuh penari ini mampu menggabungkan energi dan perasaannya dalam pertunjukannya Tarian King.

“Sangat disayangkan ketika hewan yang menjadi ikon daerah kami terancam punah, karena adanya perburuan dan eksploitasi. Karya ini merupakan sebuah pesan singkat untuk kita sebagai generasi muda penerus bangsa, untuk bersama-sama menjaga keindahan alam, termasuk makhluk hidup yang ada di dalamnya,” ujar Maharani Ayu, Koreografer Tarian King.

Dijelaskan, pakaian dipakai penari perempuan, kebanyakan dari daun-daun segar. Sedangkan alat musik digunakan di antaranya Tifa, alat musik pukul khas Papua. Total masa latihan King selama 6 bulan. “Cukup lama karena saya mengunakan penari baru semua dan mereka belum pernah pentas selam 45 menit di karya sebelumnya,” ungkap Maharani.

Rarian King berdurasi 45 menit merupakan salah satu kampanye untuk keselamatan dan keberlangsungan Burung Cendrawasih di Papua.” Jika ingin melihat Burung Cendrawasih di alam liar di Papua kini sangat sulit. Bisa sih tapi menghubungi pihak WWF Papua dulu. Memang yang disangkar sangat banyak, cuma jatuhnya kasihan,” lontarnya.

Maha.Dance merupakan salah satu kelompok seni terpilih dalam Program Ruang Kreatif: Seni Pertunjukan Indonesia yang digagas oleh Bakti Budaya Djarum Foundation dan Garin Workshop. Berasal dari Papua, Maha Dance didirikan tahun 2015 oleh Maharani Ayuk Listyaningrum alumni ISI Surakarta.

Misi kelompok seni ini menjadi wadah untuk menciptakan dan mengembangkan karya tari yang bersumber dari seni tradisi Indonesia dan juga dapat menjadi wadah untuk bisa memberikan wawasan dan juga pelatihan tentang tari kepada masyarakat.

Karya pertama Maha.Dance adalah tari “Simpang Jalan” bersumber pada tari tradisi Gaya Surakarta dengan Hip Hop dance dan berkolaborasi dengan Goksel Yilmaz Ensemble- musisi asal Belanda dan Turki untuk dipentaskan di 2 kota di Indonesia.

Tahun 2016 Rani mendapatkan Hibah dari Yayasan Seni Kelola yang kemudian tercipta Karya tari “Jalan Pilihan – Love Knows No Gender”. Setahun kemudian Rani memutuskan untuk mencari wawasan baru dari tradisi Papua. Karya yang diciptakan di tanah Papua antara lain tari “Hutan Perempuan” yang di pentaskan di Green Youtefa Performing Art, Jayapura.

Berikutnya tari “Color Rain in Unity” yang di pentaskan di Festival Teluk Humbolt dan Sosiodrama bertajuk “Untukmu Papua Untukmu Indonesia” dalam rangka HUT TNI Ke 72.

Ditambahkan setelah tampil di Jakarta, Tarian King akan dipentaskan di Museum Ulen Setalu Jogja tanggal 27 April dan event Hari Tari dunia tanggal 29 April mendatang di Institut Seni Indonesia (ISI) Solo. (redaksibisniswisata@gmail.com)

Menyedihkan, Objek Wisata di Singkil Tak Terawat

this formate

SINGKIL ACEH. bisniswisata.co.id: Sejumlah kawasan objek wisata di Kabupaten Aceh Singkil yang memiliki potensi meraup pendapatan asli daerah (PAD) sekaligus meningkatkan taraf ekonomi masyarakat, tidak terawat dan terbengkalai. Menyedihkan memang disaat pariwisata Indonesia tengah bergairah.

Tercatat ada dua objek wisata yang terabaikan yakni Danau Belibis dan Pantai Pulo Sarok. Padahal, dua obyek wisata yang saling menyatu ini sudah dibangun berbagai fasilitas sayangnya terkesan tidak terawat, dan dibiarkan terbengkalai. Lucunya, Pemerintah Provinsi Aceh saat ini penuh semangat giat-giatnya mempromosikan seluruh sektor wisata, termasuk Kabupaten Aceh Singkil.

Seorang wisatawan lokal, Afna kepada wartawan mengatakan, kawasan objek wisata Danau Belibis yang ada di tengah ibukota Kabupaten Aceh Singkil terlihat kotor tidak tertata bahkan toilet umumnya pun tidak berfungsi. Bahkan, fasilitas bangunan yang telah dibangun di lokasi objek wisata itu sudah banyak rusak dan aneka mainan bebek dayung pun sudah tidak kelihatan lagi.

M Ishak, warga Singkil Utara juga menyanyangkan, dengan kondisi objek wisata Pantai Cemara Indah(PCI), telah dibangun berbagai fasilitas yang telah menghabiskan anggaran milaran rupiah terlihat sudah banyak rusak tidak berfungsi, seperti wahana pemandian (water boom) di kawasan pantai itu.

Padahal dua lokasi objek wisata tersebut, bila dihari-hari besar sangat ramai dikunjungi oleh wisatawan dalam dan luar daerah. “Namun sangat disayangkan, lokasi objek wisata dan fasilitasnya kurang mendapat perhatian serius, setelah diserahkan pengelolaannya sebagai BUMDes sejumlah Desa Gosong Telaga,” katanya seperti dilansir laman Antara.

Dinas Pariwisata dan Pemuda Olah Raga (Disparpora) melalui Kabid Pariwisata mengatakan untuk pengrehapan waterboom di kawasan Pantai Cemara Indah menyedot dana besar. “Masalah ini sudah pernah disampaikan ke Bupati Aceh Singkil Dulmusrid, kemungkinan akan diprioritaskan pada tahun 2018, namun bila anggaran juga kurang memadai diprioritaskan di tahun 2019,” lontarnya.

Lanskap pantai dan danau di satu tempat tentu menjadi keindahan pemandangan yang menakjubkan. Para traveler dapat menikmati perpaduan kecantikan alam ini di Kabupaten Aceh Singkil, Aceh.

Di Kabupaten ini, Danau Belibis dan Pantai Pulo Sarok terletak berdampingan satu sama lain di Desa Pulo Sarok, Kecamatan Singkil. Bukan hanya itu, di pinggir pantai dan Danau, juga terdapat pelabuhan CPO yang setiap sore ramai dikunjungi. Pengunjung bisa menikmati hilir mudik perahu, serta kapal tradisional yang hilir mudik, dari ketiga tempat itu.

Danau Belibis ditetapkan sebagai salah satu destinasi wisata di daerah itu. Beragam aktivitas bisa pengunjung lakukan di tempat ini.
Mulai dari sepeda air dan perahu dari berbagai bentuk. Jika menjelang petang, wisatawan menyaksikan puluhan kerbau berenang untuk melintasi danau itu.

Tak hanya itu, di tengah danau terdapat daratan berbentuk pulau yang ditumbuhi pohon cemara yang belum begitu tinggi. Dan jembatan yang instagramable sebagai penghubung antara kedua daratan itu, yang digunakan pengunjung untuk berswafoto dengan latar belakang danau dan pantai.

Menjelang waktu magrib, pantulan matahari terbenam yang masuk dari ruang-ruang dedaunan pohon cemara membuat tempat ini semakin eksotis. Jika pengunjung bosan, bisa melangkah sedikit dari danau, terdapat pantai Pulau Sarok yang saban sore selalu ramai dikunjungi oleh warga sekitar.

Jika pengunjung juga bisa datang ke pelabuhan CPO yang belum berfungsi, dan terletak tak jauh dari danau. Pengunjung bisa menikmati matahari tenggelam secara langsung.

Sayangnya keindahan danau Belibis tercoreng oleh masih banyak sampah yang berserakan di pinggir danau. Apalagi tempat sampah tidak terlihat di lokasi wisata tersebut. (NDY)

Libur Paskah, Tamu Hotel di Bandung Melambung

this formate

BANDUNG, bisniswisata.co id: Jumlah tamu hotel di Kota Bandung pada libur panjang Paskah melambung cukup tinggi. Hingga Kamis malam, sebanyak 55 persen kamar di Kota Kembang terisi.

“Kalau long weekend hari ini hingga besok cukup bagus. Tadi malam masih di angka 55 persen, malam ini bisa 90 persen saya kira,” kata Ketua Persatuan Hotel dan Restoran (PHRI) Jawa Barat Herman Muchtar saat dihubungi Jumat (30/3).

Dengan laju saat ini, Herman memperkirakan tingkat keterisian hotel pada Sabtu bisa mencapai 75 persen. Di Bandung ada 470 hotel dan 50 persen di antaranya sudah terisi penuh. Peningkatan ini terjadi di tengah penutupan jalur puncak, Bogor.

Meski demikian, menurut Herman, dibanding libur panjang pada perayaan Paskah tahun lalu, tingkat keterisian hotel saat ini mengalami penurunan. Jadi tugas pihaknya dan pemerintah untuk meningkatkan angka tersebut.

“Pertama, dari perda (peraturan daerah) hotelnya jadi makin banyak. Kemudian kalau kita lihat wisman dan wisnus ada titik jenuh mereka datang ke Jabar khususnya ke Bandung,” ungkapnya.

Selain itu, jadwal penerbangan dari Kuala Lumpur ke Bandung mengalami penurunan. “Dulu bisa tiga kali, sekarang tinggal 1,5 kali. Singapura dulu lima kali sekarang dua kali,” kata dia seperti diunduh laman CNNIndonesia.com.

Pada 2017 angka keterisian hotel dapat mencapai 70 persen. Namun tahun ini, PHRI mendapat laporan hanya sekitar 60-65 persen. “Akhir pekan sekitar 65-70 persen kecuali long weekend bisa sampai 90 persen.

Menurutnya, agar bisnis hotel kembali menggeliat, perlu dilakukan promosi pariwisata baru yang dapat ditawarkan pemerintah daerah. Bandung yang dikenal sebagai kota pariwisata dan kuliner harus lebih didorong sebagai destinasi unggulan.

“Kemudian kita harus melakukan program promosi yang terarah. Wisnus sangat kita andalkan, kalau Wisman sudah sangat sulit. Wisnus jadi pasar besar dan Bandung jadi perhatian mereka,” ujarnya. (NDY)

29 Tahun Geluti Fashion, Avantie Persembahkan 100 Busana

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Siapa tak kenal Anne Avantie. Sosok wanita yang akrab menggeluti dunia fashion Indonesia. Tanpa terasa, tiga dekade atau tepatnya 29 tahun sudah wanita berusia 63 tahun ini berkarya. Asam garam menjadi seorang desiner dilaluinya dengan suka cita, dan hasilnya memang sudah diakui di dunia fasion nasional hingga internasional.

Guna merayakan keberhasilan, Anne Avantie mempersembahkan pagelaran busana bertajuk “Sekarayu Sriwaderi”, yang menampilkan sekitar 100 busana karyanya. Gelaran “Sekarayu Sriwaderi” berlangsung di Jakarta Convention Center, Jakarta Pusat, Kamis (29/3/2018) malam, pagelaran malam itu juga bertabur bintang.

Bahkan dalam kesempatan tersebut, desainer yang dikenal dengan rancangan kebaya kontemporernya juga ingin berbagi momen spesialnya dengan pesinden legendaris Tanah Air Waljinah, yang tahun ini merayakan enam dekadenya berkarya. Pagelaran bertajuk Cinta Sumbangsih 60 Tahun Waldjinah untuk Negeri. “Saya rasa layak memberikan apresiasi kepada beliau yang sudah puluhan tahun berkarya,” lontar Anne Avantie

Perjalanan panjang Anne Avantie diawali saat usianya masih 13 tahun. Di Sekarayu Sriwedari, Solo Anne Avantie sama sekali tak menyangka koleksi busananya akan dikenakan figur-figur ternama dan gerainya bakal menempati pusat-pusat perbelanjaan besar di Jakarta.
Bicara kebaya anggun, pasti ingat Bunda Anne, sapaan akrabnya. Orang biasa sampai selebriti dan tokoh politik mengenakan rancangannya.

Diakuinya, Sekarayu Sriwedari adalah inspirasinya sejak 29 tahun lalu. Di taman budaya itu, Anne remaja mulai menumbuhkan minat dan belajar mengolah kain. Taman itu pula yang mempertemukan dengan sosok seniman, termasuk Guruh Soekarnoputra. “Waktu dulu saya melihat Guruh di Istana Mangkunagaran dan saya tertarik sekali dengan penata kostumnya. Membuat saya bercita-cita jadi seorang perancang,” kata Anne.

Perlahan, Anne mulai membuat kain yang dibutuhkan oleh para penari untuk pentas. Saat itu ia menyewakan satu set kostum panggung dengan harga Rp5 ribu. Kelamaan, kemampuannya berkembang. Ia mulai fokus ke busana-busana khas Indonesia, yakni kebaya.

Anne pun perlahan dikenal sebagai salah satu desainer kebaya ternama di Indonesia. Busana rancangan Anne banyak menjadi hit dan dikenakan dalam berbagai acara.

Pagelaran 29 Tahun Berkarya Anne dimulai dengan menampilkan rangkaian kebaya sederhana dengan motif bunga atau sekar. Kebaya itu dominan berwarna kain hijau muda yang menyala dipadukan selendang merah. Sequence kedua muncul dengan tampilan kebaya yang lebih mewah.

Rona anggun terpancar dari warna gelap seperti hijau tua dipadu dengan kain bercorak emas. Saat itu, tampil penyanyi keroncong legendaris Waldjinah. Penembang Walang Kekek itu berduet dengan penari Didik Nini Thowok. Pagelaran itu memang tak hanya tentang Anne. Ratu Keroncong Waldjinah juga mengenang 60 tahun karier di belantika musik Indonesia.

Usai nyanyian Waldjinah, muncul para bintang memperagakan kebaya Anne Avantie dalam konsep Pasar Tiban. Mulai dari Soimah, Indi Barends, Indra Bekti, Papham, Vega Darwanti, Nia Ramadhani, Jessica Iskandar, Vanesha Prescilla, hingga Krisdayanti bertingkah di atas panggung menuai gelak tawa penonton. Juga peragaan yang melibatkan Guruh Seokarno Putra dengan menyiapkan tarian khusus.

Aksi itu dilengkapi penampilan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti yang menjadi salah satu model. Susi berlenggak-lenggok mengenakan kebaya merah dengan selendang hijau, dilengkapi sanggul besar. “Ibu Susi sudah jadi pelanggan saya sejak tujuh tahun lalu sebelum terkenal jadi menteri,” tutur Anne soal Susi.

Selain itu, ada pula sesi busana pengantin dengan gong Sophia Latjuba mengenakan kebaya dengan sunting khas adat Minang. Ia sempat terlihat sedikit tergelincir, namun berhasil kembali menguasai panggung dengan menyeimbangkan diri. Gelaran itu juga dimeriahkan aksi model dari Puteri Indonesia seperti Melanie Putria, Artika Sari Devi, Kevin Liliana, dan Kezia Warouw.

Puncaknya, Anne memamerkan koleksi Mahakarya Borobudur berupa kebaya berwarna hitam dengan kain dan ekor yang panjang yang mewah dengan corak emas. Pertunjukan itu ditutup dengan manis lewat aksi Puteri Indonesia 2013, Whulandary Herman yang lihai meliuk-liuk ke sana ke mari memamerkan kain panjang yang besar. Selain kebaya, Anne juga menampilkan beberapa koleksi kain dan batik siap pakai.

Di tempat terpisah, Waldjinah merasa senang kembali berkarya dan bernyanyi di pagelaran Anne Avantie. Bagi Waldjinah, suatu kehormatan buat dirinya, diberikan kesempatan untuk tetap berkarya di usia senja-nya. Terlebih ia bisa berkolaborasi dengan Guruh Soekarno Putra, yang banyak menciptakan karya-karya terbaik buat Indonesia. “Seneng banget, bisa nyanyi di sini. Sama mas Guruh, itu idola ya,” ujar Waldjinah.

Untuk penampilannya itu, Waldjinah telah mempersiapkannya dari jauh-jauh hari. Ia mau acara tersebut lancar dan sesuai harapannya. “Persiapan Satu bulan. Sempat direkam sama Guruh buat acara ini,” ujar Waldjinah.

Tak sendiri, Waldjinah akan berkolaborasi dengan beberapa seniman Tanah Air. Ia kan berada satu panggung dengan Soimah dan Didi Nini Towok dalam membawakan lagu-lagu yang pernah dipopulerkan-nya. “Membawakan lagu Walang Kekek. Nanti yang joget Didi Nini Thowok,” pungkasnya. (NDYK)