TKAI  Tampilkan Kecerdasan Majemuk Siswa Lewat Operet Putri Tidur.

this formate

Pertunjukan Operet Putri Tidur oleh siswa Taman Kreativitas Anak Indonesia ( TKAI) di Sasana Langen Budoyo, TMII, Kamis (5/4).

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Taman Kreativitas Anak Indonesia ( TKAI) tampilkan kecerdasan majemuk ( multiple intelligence) siswanya dengan menggelar Operet Putri Tidur di Sasana Langen Budoyo, Taman Mini Indonesia Indah ( TMII), kemarin.

Lembaga yang menyelenggarakan pendidikan formal dari tingkat Taman Bermain ( TB), Taman Kanak-kanak hingga tingkat Sekolah Dasar ( SD) ini menjadikan pesta akhir tahun pelajaran TB dan TK dengan pertunjukan yang dikemas secara profesional melibatkan seluruh siswa, guru, orangtua murid dan karyawan administrasi lainnya.

“Kegiatan tahunan ini menjadi ajang kreativitas anak mulai usia 2 tahun ke atas atas apa yang telah diperolehnya di sekolah selama satu tahun,” kata Dr.Rose Mini,A.P.,M.Psi yang lebih dikenal sebagai Bunda Romy, Pembina Yayasan TKAI.

Soalnya  selain menjalankan kurikulum Diknas pihaknya juga mengajarkan multiple intelligince, life skill serta creativity dalam pelajaran sehari-hari dengan mengasah dan mengoptimalkan sedikitnya 9 kecerdasan yang dimiliki setiap orang.

“Setiap anak itu cerdas, kewajiban orang tua untuk dapat mengenali kecerdasan dan membantu mengoptimalkan potensi kecerdasan multitalentanya. Di operet Putri Tidur ini kita bisa lihat hasil dari anak-anak yang dioptimalkan a.l linguistic intelligence, Life Skill Intelligence, Kinesthetic Intelligence dan Moral Intelligence nya,” ujar Bunda Romy.

Bunda Romy saat membuka acara perpisahan

Menurut dia, sebelum tampil anak melalui proses berlatih dengan teman, guru, instruktur sehingga terjadilah proses simulasi dari kecerdasan majemuk. Anak yang dilatih linguistic intelligencenya anak berani bicara dan mengemukakan pendapat.

Intrapersonal dan interpersonalnya terasah karena anak mampu memahami dirinya dan percaya diri, berani berada disatu situasi seperti tampil di atas panggung. Dari sisi interpersonalnya mampu bekerjasama dengan orang lain baik teman mainnya maupun pendukung acara lainntya.

Menurut dia, karena disekolah life skill dan creativity terasah maka anak-anak terbiasa trampil menghadapi situasi misalnya saat tidak diajak bermain oleh temannya maka dia akan pro-aktif, bicara pada guru atas situasi tidak nyaman yang diterimanya dan mampu mengatasi masalah dengan cara kreatif.

“Dalam situasi dia tiba-tiba merasa dijauhi oleh temannya maka dia berani mengatakan mau ikut bermain bersama dong,” jelas Bunda Romy. Hal ini karena beragam kecerdasan yang diasah bukan hanya logical mathematic tapi juga Moral Intelligence, Naturalis Intelligence, Music Intelligence dan Visual Spatial Intelligence.

Sejak usia dini di kelas taman bermain anakpun  sudah diajarkan berfikir kritis, berani tampil beda sehingga ketika tampil dipanggung pertunjukkan di Sasana Langen Budoyo yang luas dan megah mereka bisa menikmati perannya masing-masing meski usianya baru berumur kurang dari 3 tahun.

Operet Putri Tidur

Operet yang mengangkat kebudayaan Betawi berkisah tentang seorang anak yang bernama Putri. Anaknya cantik dan pintar, tapi punya sifat mau menang sendiri dan tidak patuh kepada orangtua.

Anak dari mpok dan abang Somad ini kemudian minta ulangtahunnya dirayakan dengan pesta rakyat, mengundang banyak orang, banyak hiburan dan beragam makanan kuliner khas Jakarta ( Betawi).

Ketika tukang jahit keliling melintas depan rumah yang tengah berpesta itu, Putri langsung memanggilnya dan memainkan mesin jahitnya. Meski sudah dilarang orangtua dan tamu yang datang dia tetap tidak mau berhenti sehingga akhirnya jarinya tertusuk jarum dan Putri pingsan.

Selama berhari-hari pingsan dan segala upaya dilakujan untuk membangunkan Putri tidak berhasil. Sampai akhirnya datanglah Ali, teman Putri yang mencoba membangunkannya dan berhasil.

Uniknya setelah bangun dari pingsan, sifat Putri berubah menjadi baik dan penurut, peduli, sayang dan sabar dengan teman-temannya. Akhir ceritanya dikisahkan Putri bersama orangtua serta teman-temannya berwisata keliling kota Jakarta karena ungkapan gembira sudah bangun dari tidur panjangnya.

Murid-murid TKAI berfoto bersama dengan latar belakang obyek wisata Museum Fatahilah, Jakarta.

Alhasil seluruh murid Taman Bermain maupun Taman Kanak-Kanak TKAI yang diantar orangtua maupun kakek/nenek serta anggota keluarganya mampu menampilkan pertujukkan berkelas yang menghibur.

Para orangtua juga bisa menikmati beragam booth dengan interior Betawi di luar arena pertunjukkan. Di sini berisi karya kreatif anak-anak mengerjakan prakarya serta bazaar produk susu Morinaga sebagai sponsor utama.

“Putri Tidur sengaja dipilih karena ceritanya mengandung kecerdasan moral ( Moral Intelligence). Anak belajar apa akibatnya jika mengabaikan nasehat orangtua,” jelas Bunda Romy.

Kecerdasan moral mengajarkan anak untuk mampu membedakan perbuatan baik dan buruk sehingga akhirnya tertanam dalam diri bahwa mereka harus selalu berbuat baik pada orang lain. Apalagi mengingat di  jaman Now, tambahnya, faktanya banyak orang beragama belum tentu bermoral begitu juga sebaliknya.

 

Wouw, Ada 400 Hostel Tak Berizin di Badung Bali

this formate

DENPASAR, bisniswisata.co.id: Tercatat ada 400 hostel lebih tidak memiliki izin. Hostel ini beroperasi di wilayah kabupaten Badung Bali, dan Kuta Selatan daerah tujuan wisata yang kerap didatangi wisatawan. Karena itu, pemerintah Kabupaten Badung, Bali segera melakukan penertiban karena hostel tak kantongi izin ini mengurangi potensi pajak.

Hostel adalah penginapan dengan konsep asrama, harganya lebih murah ketimbang hotel juga mendapatkan akomodasi yang nyaman. Hostel murah dan nyaman kini sudah banyak bertebaran di mana-mana, terutama dekat dengan obyek wisata karena memang keberadaan hostel ini menjaring wisatawan yang memiliki budget anggaran wisata yang terbatas.

Kepala Dinas Pariwisata Badung I Made Badra mengatakan saat ini pihaknya makin serius menanggapi keberadaan hostel yang tidak berizin tersebut. Walaupun jumlah potensi pajak yang hilang tidak terdata pasti, tapi dia meyakini jumlahnya sangat tinggi.

“Kami sudah data itu semua yang kecil-kecil, banyak yang ekspatriat yang menginap dan harganya juga sangat murah. Itu karena mereka tidak bayar pajak jadi potensi hilang,” papar Badra sepertri dilansir laman Bisnis, Jumat (6/4/2018).

Badra mengakui pemanfaatan sistem daring sebagai cara kerja pemasaran hostel menjadikan pihaknya sulit memantau keberadaan akomodasi tidak berizin ini. Jika keberadaan hostel tidak berizin terus dibiarkan dikhawatirkan nantinya tidak hanya mempengaruhi penerimaan pajak saja, tapi juga berdampak terhadap pelayanan ke wisatawan dan keamanan.

“Kami khawatir ada kasus seperti kemarin, ada tamu menginap di villa dan mengalami pencurian tapi pemilik villa tidak bertanggung jawab,” ungkapnya.

Menurut Badra, selama ini hostel-hostel tersebut telah diberi cukup banyak kelonggaran mengenai urusan perizinan usaha. Hostel yang tidak berizin tersebut sebelumnya sudah diberi waktu selama satu tahun untuk menuntaskan administrasi.

Namun, masih banyak yang belum juga menuntaskan kewajibannya. Sehingga, saat ini Dinas Perizinan Badung bersama Satpol PP akan segera menertibkan hostel-hostel liar tersebut. “Kami di Dinas Pariwisata berharap bagaimana ini tertib agar terarah, penerimaan tamu jelas, dan pajaknya pendapatan jelas,” tambahnya. (BIS)

Manjakan Wisatawan, Suramadu Dilengkapi Kereta Gantung

this formate

SURABAYA, bisniswisata.co.id: Pemerintah Kota Surabaya akan memanjakan wisatawan dengan menyiapkan wahana wisata baru berupa kereta gantung yang nantinya bisa digunakan turis untuk menikmati pemandangan Jembatan Suramadu, Taman Pesisir, Sentra Bulak hingga Jembatan Suroboyo dari ketinggian.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Kota (Bappeko) Kota Surabaya Agus Sonhaji mengatakan proyek kereta gantung akan dikerjakan mulai bulan April 2018 sehingga pada akhir tahun sudah bisa digunakan.

“Wahana istimewa itu akan mengantarkan turis menikmati sensasi Surabaya di ketinggian, mengitari Jembatan Suramadu hingga Jembatan Suroboyo,” kata Agus, seperti yang dilansir dari Antara pada Jumat (6/4).

Kepala Dinas Perumahan Rakyat Permukiman Cipta Karya dan Tata Ruang Kota Eri Cahyadi mengatakan kereta gantung murni dikerjakan pihak ketiga atau pengembang. “Insiatif mereka untuk menghidupkan kawasan Surabaya Timur lebih hidup,” ujar Eri.

Namun Eri belum bersedia menyebut pengembang yang dimaksud. Ia hanya mengatakan pengembang itu bergerak di sektor properti. Namun keterlibatan swasta itu hanya pada pembangunan awal kereta gantung, yakni untuk jalur pendek menyeberangi Jembatan Suramadu, tidak sampai melintas hingga Jembatan Suroboyo.

“Dalam perjanjiannya dengan para pengembang, pihak swasta itu hanya akan mengelola wisata gantung selama tiga tahun, setelahnya akan diserahkan pengelolaan sepenuhnya ke Pemkot Surabaya,” pungkas Eri.

Jembatan Suramadu adalah jembatan sepanjang 5.438 meter yang melintasi melintasi Selat Madura, menghubungkan Pulau Jawa (di Surabaya) dan Pulau Madura (di Bangkalan, tepatnya timur Kamal). Jembatan terpanjang di Indonesia itu terdiri dari tiga bagian yaitu jalan layang, jembatan penghubung, dan jembatan utama.

Infrastruktur yang menjadi salah satu kebanggaan Indonesia ini dibangun saat pemerintahan Presiden Megawati Soekarnoputri pada 20 Agustus 2003, lalu diresmikan saat pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada 10 Juni 2009. Perkiraan biaya pembangunan jembatan ini adalah Rp 4,5 triliun. (NDHIK)

10 Ribu Boneka Batik buat Anak Kurang Beruntung

this formate

MELBOURNE, bisniswisata.co.id: Batik Girl, program pemberdayaan narapidana perempuan di Indonesia berharap dapat membagikan 10 ribu boneka berpakaian batik kepada anak-anak kurang beruntung di ASEAN.

“Batik Girl adalah upaya membina dan memberdayakan napi perempuan di Indonesia dengan membekali keterampilan membuat pakaian boneka dari kain batik. Kita ingin memberikan terapi lewat seni bagi napi perempuan yang kebanyakan terkena kasus narkoba,” lontar Lusia Efriani Kiroyan, pendiri Batik Girl, saat berkunjung ke Melbourne, Kamis (5/04).

Kunjungan ini sebagai bagian dari pengenalan progam Batik Girl di Australia, yang juga mengunjungi kota Darwin. “Ini merupakan bentuk upaya kami untuk merawat napi-napi perempuan agar mereka tidak lagi ketergantungan obat.” sambung Lusia juga pendiri Cinderella From Indonesia Centre (CFIC)

Lusia yang pernah mengikuti program Muslim Exchange Program tahun 2012 dari pemerintah Australia, baru saja mendapatkan dana hibah dari Alumni Grant Scheme (AGS) dari pemerintah Australia yang dananya dipakai untuk melakukan pelatihan bagi 100 narapidana di penjara Batam dan Bali untuk membuka seribu boneka.

“Kita sudah menyelesaikan seribu boneka untuk anak-anak yang sakit dan kurang beruntung di ASEAN dan targetnya nanti adalah seribu untuk setiap negara anggota,” kata Lusia lulusan Sastra Inggris dari Universitas Airlangga Surabaya.

Untuk menjalankan program sosialnya, Lusia mengaku banyak mengikuti kompetisi hibah internasional. Lalu mengapa ia memilih boneka sebagai produknya? “Saya pernah mengikuti sebuah program di Amerka Serikat dan saya mendapat julukan ‘The Doll of Indonesia’, karena saya suka pakai batik,” ujarnya seperti dilansir laman ABC di Melbourne, Jumat (06/04/2018).

“Sebelum saya sibuk seperti sekarang, saya punya kebiasaan setiap hari Jumat untuk mengunjungi anak-anak yang terkena kanker, HIV, atau yang sedang sakit di rumah sakit secara rutin. Karena sibuk, saya ingin ada satu sosok yang bisa menggantikan kunjungan saya ke anak-anak dan mungkin boneka ini bisa mewakili saya dan anak-anak bisa terus mengingatnya.”

Sudah ada lebih dari 150 narapidana perempuan Indonesia yang mendapatkan pelatihan untuk merancang dan menjahit baju dari kain batik dengan upah sekitar Rp 10 ribu. “Ada seleksi, karena ini melibatkan jarum dan gunting, jadi jika secara psikologis mereka belum siap, mereka tidak bisa mengikuti program pembinaan ini.”

Tahun ini menjadi tahun ketiga bagi Lusia untuk memperkenalkan programnya ke Australia. Ajak warga Australia berlibur sambil jadi relawan di Kepulauan Riau

Dalam kunjungannya ke Australia, Lusia juga didampingi oleh Ibu Noor Lizah Nurdin, penasihat dari program Batik Girl yang juga istri dari Gubernur Kepulauan Riau, Nurdin Basirun. Keduanya melakukan pertemuan dengan sejumlah komunitas, termasuk dengan Australia-Indonesia Youth Association cabang Victoria.

Memilih bertemu dengan para pemuda Australia, menurut Ibu Noor sebagai upaya untuk mengajak mereka berlibur gratis ke Kepulauan Riau. “Bermodalkan tiket pesawat yang terjangkau dari Melbourne ke Singapura, lalu menyeberang ke Kepulauan Riau dengan kapal, kami mengajak mereka untuk jadi relawan di daerah kami. Tidak perlu khawatir soal akomodasi mereka akan ‘home stay’ dan makan minum tiga kali sehari.” lanjutnya.

Noor menjelaskan ada sejumlah program yang bisa dilakukan pemuda Australia yang berminat menjadi relawan di Kepulauan Riau. Diantaranya adalah mengajarkan bahasa Inggris bagi anak-anak jalanan atau terlibat dalam program Batik Girl. “Sisanya mereka bisa menikmati keindahan pemandangan laut di Kepulauan Riau sambil mengeksplor sejarah yang sangat kaya di Riau.” lanjutnya. (ABC)

Wisata Kawah Ijen Kembali Dibuka bagi Wisatawan

this formate

BONDOWOSO, bisniswisata.co.id: Taman Wisata Alam Kawah Ijen Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur, kembali dibuka bagi wisatawan setelah Balai Konservasi Sumber Daya Alam Wilayah III Jember mengadakan rapat koordinasi perkembangan aktivitas Gunung Ijen bersama para stakeholder dari Bondowoso-Situbondo.

“Dari hasil rapat yang dilaksanakan kemarin dengan para stakeholder terkait, menyepakati kembali membuka jalur pendakian mulai Jumat (6/4) pukul 04.00 WIB,” kata Kabid Wilayah III Jember, Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Setyo Utomo di Bondowoso, seperti dilansir laman Antara, Jumat (6/4/2018).

Dilanjutkan, jalur pendakian kembali dibuka bagi wisatwan dengan catatan pengunjung diimbau tidak mendekati maksimal radius satu kilometer dari kawah. Sedangkan bagi penambang belerang dimaklumi.

Kendati jalur pendakian kembali dibuka, BKSDA meminta masyarakat khususnya yang tinggal di bantaran lembah sepanjang aliran Kali Pahit untuk tetap waspada terhadap potensi ancaman aliran gas-gas vulkanik yang berbahaya dan tetap memerhatikan perkembangan aktivitas Gunung Ijen. “Jika warga mencium bau gas sulfur/belerang yang menyengat atau pekat harus segera menggunakan masker,” katanya.

Akses menuju Kawah Ijen ditutup sejak 22 Maret 2018 setelah Kawah Ijen mengeluarkan semburan asap dan gas belerang yang mengakibatkan 29 warga di Kecamatan Ijen dilarikan ke rumah sakit karena keracunan gas belerang konsentrasi tinggi. (NDY)

Pantai Terbaik Kedua se-Asia Ditutup bagi Wisatawan

this formate

MANILA, bisniswisata.co.id: Pulau Boracay, salah satu tujuan utama pantai di Asia, ditutup bagi wisatawan selama enam bulan ke depan setelah Presiden Filipina Rodrigo Duterte menyetujui proposal dari lingkungan dan agen pariwisata agar menutup area tersebut untuk rehabilitasi. Pasalnya, pulau terkenal dengan pasir putihnya ini dulunya indah saat ini menjadi pembuangan limbah.

Dikutip laman asiaone, Kamis (5/4/2018) Presiden Filipina, Rodrigo Duterte memerintahkan penutupan dimulai pada 26 April mendatang. Keputusan itu menimbulkan pertanyaan tentang mata pencaharian ribuan orang yang dipekerjakan sebagai bagian dari perdagangan turis yang ramai yang melayani sekitar dua juta tamu di pulau itu setiap tahun.

Pulau Boracay memiliki sekitar 500 bisnis yang berkaitan dengan pariwisata, yang memiliki pendapatan tahunan gabungan sebesar 56 miliar peso ($ 1,07 miliar) tahun lalu. Namun pada bulan Februari Duterte mengecam hotel, restoran, dan bisnis lainnya di pulau-pulau kecil, menuduh mereka membuang limbah langsung ke laut dan mengubahnya menjadi kolam penampungan kotoran.

Para pejabat memperingatkan bahwa sistem drainase di pulau itu digunakan untuk mengirim limbah yang tidak diolah ke perairan pirus di sekitarnya. Kementerian lingkungan hidup mengatakan 195 bisnis, bersama dengan lebih dari 4.000 pelanggan perumahan, tidak terhubung ke saluran pembuangan.

Pada bulan Februari pemerintah mengatakan total 300 bisnis menghadapi “evaluasi” untuk sanitasi atau pelanggaran lain di pulau 1.000 hektar, dimana telah diberikan peringatan resmi karena melanggar peraturan lingkungan.

Sementara menurut Wakil Menteri Lingkungan Jonas Leones bulan lalu mengatakan kepada AFP bahwa penutupan akan melibatkan penerbangan dan feri menangguhkan layanan Boracay mereka dan membuat pantai terlarang, dan menempatkan polisi di sana “jika perlu”, “Tinju besi diperlukan untuk mengembalikannya ke kondisi sebelumnya. Ini akan menjadi sementara,” kata Leones.

The Boracay Foundation Inc., sebuah asosiasi industri bisnis di pulau itu, telah meminta pemerintah untuk menutup hanya mereka yang melanggar undang-undang lingkungan. “Tidak adil bagi perusahaan yang patuh untuk terpengaruh oleh penutupan,” Direktur Eksekutif Pia Miraflores mengatakan kepada AFP.

Miraflores mengatakan bahwa bahkan sebelum larangan itu diumumkan, bayangannya telah memukul beberapa bisnis yang keras di Boracay.
“Para pemandu wisata telah mengeluh bahwa mereka tidak memiliki lebih banyak tamu. Sudah ada efek besar,” katanya, menambahkan dermaga dan dermaga “kurang ramai” daripada sebelumnya.

Beberapa pasangan yang menjadwalkan pernikahan mereka di pulau itu hingga satu atau dua tahun sebelumnya telah membatalkan reservasi mereka bahkan sebelum larangan itu diumumkan, katanya, dengan agen tur juga dikepung dengan panggilan klien pada apakah akan melanjutkan perjalanan yang direncanakan mereka.

Dengan lebih dari 500 hotel, Boracay mempekerjakan 17 ribu orang, selain dari 11 ribu pekerja konstruksi yang mengerjakan proyek-proyek baru.

Dilansir Bloomberg, Kamis (5/4/2018), Pemerintah Filipina juga akan mengeluarkan dana darurat untuk 36.000 pekerja yang mungkin akan terpengaruh oleh perintah penutupan sementara tersebut.

Secara terpisah dua maskapai Filipina, yakni Philippine Airlines dan Cebu Air Cebu Pacific juga dikabarkan akan membatalkan penerbangan ke Boracay selama periode penutupan.

Penutupan Pulau Borocay ini dirasa akan mempengaruhi target Pemerintah Filipina yang ingin menarik 7,4 juta turis pada tahun 2018.
Pada 2017, sekitar 15% dari 6,6 juta wisatawan di Filipina mengunjungi Boracay, dan tempat wisata tersebut menghasilkan sekitar US$1,07 miliar atau kurang lebih sekitar 56 miliar peso. (NDY)

Bukan Maksudku, Rasa Bersalah Rossa Pernah Selingkuh

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Tak selamanya perasaan bersalah pernah selingkuh akan Rossa tunjukkan dengan cara sendu dan mellow. Dalam single terbaru Rossa bertajuk: Bukan Maksudku, penyanyi ini membawa rasa tersebut dengan cara lebih santai.

Rossa membuka Bukan Maksudku dengan tempo pelan. Namun secara perlahan, lagu yang kental rasa elektronik dan pop itu memiliki tempo yang semakin cepat. Seperti lagu Pudar (2005), Bukan Maksudku menjadi pembeda dibandingkan dengan lagu Rossa lainnya yang terkenal banyak membawakan lagu bernada perselingkuhan, patah hati dan kekecewaan yang sendu.

Bahkan lagu Bukan Maksudku, menjadi lagu dengan nada yang berbeda dalam albumnya, A New Chapter. Dalam video Bukan Maksudku yang telah dirilis di YouTube, Rabu (4/4) dan disutradarai Sakti Mahendra itu, tempo cepat dalam lagu diiringi dengan tarian berkoreografi oleh Rossa dan sang ‘selingkuhan’.

Melalui pernyataan yang dirilis di YouTube, Rossa menjelaskan lagu ini berkisah tentang perasaan bersalah seseorang lantaran terpikat orang lain. Mereka selalu bahagia ketika bersama. “Tanpa disadari keduanya sebenarnya saling suka, walaupun keduanya sudah berpasangan,” ungkap Rossa.

Bukan Maksudku menjadi single penutup dari album A New Chapter yang dirilis 2017 lalu. Sebelumnya musisi asal Sumedang ini sudah merilis Tlah Mencoba sebagai single. Juga, Single Bukan Maksudku digarap Rossa bersama penyanyi asal Singapura Taufik Batisah. Rossa juga menyelipkan lirik berbahasa Inggris dalam lagu ini.

Proses pembuatan lagu Bukan Maksudku disebutkan cukup panjang karena menghampiri beberapa negara. Lagu yang direkam di Jakarta ini diaransemen di Singapura, mixing oleh Tatsuro Miller di Malaysia, dan mastering oleh Steve Corrao di SAGE Audio, Texas. (CNN)

Pos Tiket Bromo Dikeluhkan Turis

this formate

PROBOLINGGO, bisniswisata.co.id: Pos tiket Gunung Bromo milik Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) diminta digeser lebih ke dalam. Pasalnya, keberadaannya saat ini disebut sering menimbulkan masalah bagi turis yang akan menginap di hotel sekitarnya.

Ketua PHRI Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, Digdoyo Djamaludin mengatakan, usulan itu berdasarkan beberapa pengalaman pahit yang menimpa turis belakangan ini. Salah satu pengalaman pahit yang menimpa tiga wisatawan asing yang ingin menanyakan harga hotel di Bromo Permai dan Lava View Lodge, yang notabene berada di dalam TNBTS.

Meski hanya menanyakan harga, namun petugas tak resmi malah meminta mereka untuk membayar tiket masuk TNBTS. “Maaf saya sedikit komplain di tiket masuk TNBTS Cemorolawang. Mereka hanya mau cek harga kamar, namun mereka diharuskan bayar tiket masuk dulu. Mohon pengertiannya yang di pos tiket masuk,” kata Digdoyo seperti dilansir laman CNNIndonesia.com, Kamis (5/4).

Kesalahpahaman ini, lanjut dia, lebih sering terjadi terutama saat musim turis. Kejadian semacam itu sebenarnya tak perlu terjadi jika keberadaan pos tiket lebih masuk ke dalam. Artinya, posisi pos yang sekarang seharusnya berada setelah jalan yang mengarah ke dua hotel tersebut.

“Makanya kami mengusulkan adanya pemindahan pos tiket. Semoga pos tiket cepat dipindah agar tidak menimbulkan pro dan kontra seperti saat ini. Apalagi saat ini mulai ada penerapan tiket online yang berpotensi menimbulkan kemacetan,” kata Digdoyo.

Sarmin, Kasi 1 Pengelolaan Wisata Wilayah 1 TNBTS, mengungkapkan usulan itu memang bagus, hanya saja pihaknya tidak bisa memutuskan dalam waktu dekat.

“Selain itu jika itu dipindah, tempatnya juga sulit dengan posisi seperti pos tiket saat ini. Butuh kajian segala aspek, karena mencari tempat baru juga sulit,” jelas Sarmin. (NDY)

Tingkat Hunian Kamar Hotel di Jateng Sangat Rendah

this formate

SEMARANG, bisniswisata.co.id: Perhimpunan Hotel Restoran Indonesia (PHRI) Jawa Tengah (Jateng) meminta bantuan pemerintah untuk memperbaiki infrastruktur destinasi wisata sebagai upaya meningkatkan Tingkat Penghunian Kamar (TPK). Pasalnya dari data Badan Pusat Statistik (BPS) tingkat hunian hotel di Jateng masih rendah yakni 44,28%.

Dukungan pemerintah dirasa sangat penting untuk menumbuhkan perhotelan agar semakin maju. Sinergi antara pemerintah dan pengusaha merupakan kunci keberhasilan suatu usaha.

“Dukungan pemerintah sangat dibutuhkan untuk membangun infrastruktur pendukung beberapa tempat wisata, agar wisatawan betah berlama-lama dilokasi wisata tersebut, dan tentunya berimbas dengan meningkatnya hunian kamar hotel,” kata Ketua PHRI Jateng Heru Isnawan seperti dilansir laman Bisnis, Kamis (5/4/2018).

Awal tahun 2018, lanjut dia, pemasukan perhotelan masih didominasi oleh pertemuan dan pameran (MICE) terutama beberapa hotel yang ada pada kota besar seperti Semarang, Surakarta, Tegal, Purwokerto. Pasalnya keempat kota tersebut banyak dinas yang sering mengadakan rapat di hotel.

Kendati demikian biasanya MICE akan menurun drastis pada bulan Ramadan karena kebanyakan beberapa instansi pemerintah lebih memilih rapat di kantor masing-masing. “MICE jadi andalan kami untuk memperoleh pemasukan, sementara untuk hunian kamar hotel masih rendah tergantung dengan adanya event besar yang diadakan beberapa tempat wisata unggulan seperti dataran tinggi Dieng dan Candi Borobudur,” katanya.

Di tengah rendahnya tingkat hunian kamar hotel bisnis perhotelan di Jateng terus tumbuh signifikan. Sebab, saat ini jumlah hotel di Jateng ada lebih dari 200 unit yang tersebar di 35 kabupaten/kota, lontarnya.

Menurut Heru pemerintah harusnya membatasi tumbuhnya beberapa hotel baru di Jateng sampai bisnis perhotelan kembali membaik. Pasalnya dengan banyaknya hotel baru akan mematikan hotel lama yang belum bisa berkembang.

“Sudah sering saya sampaikan, sebaiknya perijinan hotel ditahan dulu sambil nunggu membaik. Jumlah hotel berbintang lebih dari 200 belum lagi non bintang & apartemen, home stay, kos kosan yang tentunya memberatkan pelaku bisnis perhotelan,” ujarnya.

Dari data BPS Tingkat Penghuniian Kamar (TPK) hotel berbintang di Jawa Tengah pada bulan Februari 2018 tercatat sebesar 44,28%, mengalami penurunan sebesar 0,57 poin dibanding TPK bulan Januari 2018 yang tercatat sebesar 44,85%. Bila dibanding periode yang sama di tahun 2017 make TPK Februari 2018 mengalami kenaikan sebesar 2,26 poin.

TPK bulan Februari 2018 tertinggi terjadi pada hotel bintang 4 yaitu sebesar 54,55% dan terendah hotel bintang 1 sebesar 27,50%. Rata-rata Lama Menginap (RLM) tamu hotel bintang pada bulan Februari 2018 tercatat sebesar 1,37 malam, turun 0,06 poin dibanding bulan Januari 2018 yang tercatat sebesar 1,43 malam.

Pada bulan Februari 2018, RLM mancanegara tercatat sebesar 2,14 malam, mengalami kenaikan sebesar 0,38 poin dibandingkan bulan sebelumnya (Januari 2018) yang sebesar 1,76 malam. Sedangkan untuk RLM domestik yang tercatat 1,36 malam, mengalami penurunan 0,06 poin dibandingkan dengan periode Januari 2018 yang sebesar 1,42 malam. (BIS)

35 Tahun Vakum, Bioskop Pertama di Arab Putar Black Panther

this formate

RIYADH, bisniswisata.co.id: Arab Saudi akhirnya punya bioskop. Bioskop pertama setelah 35 tahun masyarakat Arab tak punya tempat hiburan menonton film layar lebar itu bakal dibuka Rabu (18/4/2018). Keterangan itu disampaikan oleh pemerintah Arab pada Rabu (4/4), dikutip Reuters, Kamis (5/4).

Mereka baru saja membuat kesepakatan dengan AMC Entertainment Holdings (AMC.N), jaringan bioskop besar dari Amerika yang kini dioperasikan Dalian Wanda Group. Kesepakatan itu menyebut bahwa AMC akan membangun 40 bioskop dalam lima tahun ke depan di Arab Saudi.

Namun bioskop pertama yang akan dibuka baru ada di Ibu Koya, Riyadh. Bioskop itu terletak di Distrik Bisnis King Abdullah, tepatnya di sebuah bangunan yang awalnya hendak dipergunakan untuk tempat konser. Studio utamanya. kata Kepala Eksekutif AMC Adam Aron, berisi 500 sofa kulit. Akan ada pula balkon dan ruang orkestra.

Kamar mandinya pun dibuat mewah: berlantai marmer. Baru ada satu studio hingga saat ini, dan tiga ruangan lain akan ditambahkan pada pertengahan musim panas mendatang. “Kami pikir itu akan menjadi bioskop terindah di dunia. Bangunannya saja dramatis,” ujar Aron.

Menariknya, tidak akan ada pemisah antargender di bioskop itu, seperti di tempat-tempat publik lainnya. Film pertama yang akan diputar di bioskop itu adalah Black Panther, pahlawan super terlaris yang baru dirilis Marvel.

Arab Saudi sebenarnya pernah punya bioskop pada 1970-an. Namun kalangan konservatif yang menganggap tempat-tempat hiburan lebih banyak mudaratnya daripada manfaatnya. Apalagi di sana gender bisa bercampur, hal yang diharamkan oleh petinggi dan ulama di Arab Saudi.

Mereka juga antiterhadap konsumsi media dan budaya Barat. Namun pada 2017 pemerintah setempat menyatakan akan membatalkan kebijakan itu. Arab Saudi kini lebih berambisi memesatkan pertumbuhan ekonomi dan reformasi sosial. Adalah Putra Mahkota Mohammed bin Salman yang mendorong itu. Baru-baru ini ia bahkan mencari investasi ke Amerika Serikat.

Masyarakat Arab Saudi sendiri sebenarnya sangat terbuka akan seni dan hiburan Barat. Bioskop boleh ditutup, tapi mereka tetap menonton film Hollywood di rumah-rumah.

Pemerintah Arab Saudi sekarang pun menargetkan mereka akan punya 350 bioskop dengan lebih dari 2.500 layar per 2030 mendatang. Itu dianggap layak melayani populasi Arab Saudi yang kini ada lebih dari 32 juta orang. Diharapkan mereka akan tertarik datang ke bioskop dan membuat bisnis film menggemuk dengan penjualan tiket tahunan mencapai US$1 miliar.

“Restorasi perfilman akan membantu melesatkan ekonomi lokal dengan meningkatkan pengeluaran orang di bidang hiburan dan membantu membuat lapangan pekerjaan tanah ini,” kata Awwad Alawwad, Menteri Budaya dan Informasi Arab Saudi dalam pernyataannya.

Kerajaan Muslim sangat konservatif itu, pernah memiliki bioskop pada 1970-an, tetapi ulama-ulama berpengaruh berhasil menutupnya, yang saat itu menunjukkan peningkatan pengaruh Islamis di kawasan Arab.

Pemerintah tahun lalu mengatakan pihaknya akan mencabut larangan tersebut sebagai bagian dari reformasi ekonomi dan sosial ambisius yang didorong oleh Putra Mahkota Mohammed bin Salman.

Putra Mahkota saat ini sedang melakukan kunjungan ke Amerika Serikat untuk berusaha menggaet investasi guna membantu perluasan perekonomian dan mengurangi ketergantungan kerajaan itu dari minyak.

Seorang sumber yang mengetahui masalah itu mengatakan bioskop-bioskop tidak akan dipisahkan berdasarkan gender seperti kebanyakan tempat-tempat umum lainnya di kerajaan tersebut.

Masyarakat Arab Saudi adalah konsumen-konsumen yang menggemari media dan kebudayaan Barat. Walaupun bioskop dilarang, film-film Hollywood dan serial televisi terbaru banyak ditonton di rumah dan diperbicangkan. (NDHIK)