Teras Hijau Baru Diresmikan di Phnom Kulen untuk Tingkatkan Ekowisata

this formate

Ilustrasi seniman tentang Teras Hijau Komunitas di Taman Nasional Jayavarman-Norodom Phnom Kulen. MoE

PHNOM PENH, bisniswisata.co.id: Sepuluh Teras Hijau Komunitas yang baru dibangun di Taman Nasional Jayavarman-Norodom Phnom Kulen kini dibuka untuk pengunjung, menawarkan perpaduan keindahan alam, arsitektur tradisional Khmer, dan rekreasi ramah lingkungan.

Dilansir dari Khmer Times, diselesaikan oleh Kementerian Lingkungan Hidup, teras tersebut merupakan bagian dari inisiatif yang lebih luas untuk mempromosikan ekowisata, memperkuat mata pencaharian lokal, dan melestarikan sumber daya alam melalui pembangunan berbasis masyarakat.

Menteri Lingkungan Hidup Eang Sophalleth mengatakan teras tersebut—dirancang dengan gaya tradisional Khmer dengan fasilitas modern—termasuk dalam inisiatif “Destinasi Rekreasi Hijau” Kementerian.

Kawasan ini akan dikelola oleh Kawasan Lindung Komunitas Prey Thom Anlong dan dimaksudkan untuk menjadi tempat berkemah, bersantai, dan menjelajahi alam yang ramah lingkungan bagi wisatawan domestik dan internasional.

“Inisiatif ini mendukung perlindungan hutan dan pengembangan masyarakat, sejalan dengan arahan Perdana Menteri Hun Manet,” kata Menteri Sophalleth.

Menurut dia, hal ini juga mencerminkan Strategi Sirkular pemerintah tentang Lingkungan yang bertujuan untuk mempromosikan kehidupan yang berkelanjutan.

Phnom Kulen pertama kali ditetapkan sebagai kawasan lindung berdasarkan dekrit kerajaan pada tahun 1993. Cakupannya diperluas secara signifikan pada tahun 2017 dengan penambahan Koridor Konservasi Keanekaragaman Hayati Utara seluas 25.383 hektar.

Selama kunjungan ke taman tersebut pada bulan Februari tahun lalu, Menteri Sophalleth mengeksplorasi potensinya untuk ekowisata dan pelestarian warisan budaya.

Tournya mencakup lokasi-lokasi penting seperti Pusat Penelitian dan Konservasi Anggrek Sok An Phnom Kulen satu – satunya fasilitas penelitian anggrek khusus di Kerajaan tersebut.

Sejalan dengan dokumen perencanaan nasional seperti Strategi Pentagonal – Tahap 1 dan Strategi Sirkular tentang Lingkungan 2023–2028, Kementerian Lingkungan Hidup saat ini tengah mengembangkan strategi ekowisata jangka panjang untuk taman tersebut.

Sebuah koridor rekreasi hijau telah dibangun di lima kawasan lindung masyarakat di Phnom Kulen, masing-masing dengan fitur alam dan budaya yang unik.

Infrastruktur baru, termasuk jalan, telah dibangun untuk meningkatkan akses ke pemandangan alam yang indah, air terjun, kuil kuno, hutan, dan satwa liar.

Upaya ini tidak hanya membantu melestarikan keanekaragaman hayati tetapi juga memberdayakan masyarakat melalui peluang ekonomi yang berkelanjutan.

Malaysia Melihat Lonjakan Pariwisata Tahun 2024 Saat Perayaan Gawai Terangi Bandara Sarawak

this formate

Ting (kedua dari kiri) dan ketua perempuan Partai Demokratik Progresif (PDP) Pelawan, Anna Lau (ketiga dari kiri) memberikan tas hadiah kepada wisatawan yang tiba di Bandara Sibu.

KUCHING, Serawak, bisniswisata.co.id: Bandara Sarawak diramaikan dengan semangat Gawai Dayak saat Tourism Malaysia, bekerja sama dengan Malaysia Airports Holdings Berhad (MAHB), menyelenggarakan perayaan meriah di Bandara Internasional Kuching (KIA) dan Bandara Sibu.

Dilansir dari www.theborneopost.com, acara tersebut, yang diselenggarakan bersamaan dengan kampanye Visit Malaysia 2026 (VM2026), bertujuan untuk berbagi kekayaan budaya dan kehangatan Gawai dengan wisatawan domestik dan internasional.

Penumpang yang datang disambut dengan hidangan lezat, termasuk kek lapis (kue lapis) khas Sarawak dan materi promosi untuk VM2026.

Di Bandara Sibu, Agatha Ting, pejabat tugas khusus Menteri Pariwisata, Seni, dan Budaya federal Dato Seri Tiong King Sing, dan Rubiah Tul’Adwiyah Md Yusof, direktur Tourism Malaysia Sarawak, hadir bersama perwakilan dari lembaga mitra dan asosiasi pariwisata.

Para tamu dan pelancong juga disuguhi pertunjukan budaya yang memikat oleh grup tari lokal, yang menampilkan warisan Dayak Sarawak yang beragam.

Malaysia menyambut 38 juta pengunjung internasional tahun lalu, menandai peningkatan 31,1 persen dari tahun 2023, dan 8,3 persen di atas tingkat sebelum pandemi tahun 2019.

Dalam siaran persnya, Pariwisata Malaysia mengatakan penerimaan pengunjung juga melonjak, menghasilkan RM106,78 miliar, mencerminkan pertumbuhan substansial sebesar 43,7 persen selama tahun 2023 dan melampaui angka tahun 2019 sebesar 20 persen.

“Tren positif ini terus berlanjut hingga awal 2025, dengan empat bulan pertama mencatat 13,4 juta kedatangan pengunjung, meningkat 21,0 persen dari tahun ke tahun.

Antara Januari dan April 2025, Singapura tetap menjadi pasar penghasil pengunjung teratas Malaysia, diikuti oleh Indonesia, Tiongkok, Thailand, India, Brunei, Korea Selatan, Filipina, Australia, dan Inggris.

Tourism Malaysia mencatat bahwa Festival Gawai Dayak merupakan bagian dari upaya berkelanjutan untuk mempromosikan esensi budaya Sarawak dan mengajak pengunjung merasakan keramahtamahan Malaysia.

Tempat Makan Di Kuching Untuk Pengalaman Kuliner Terbaik

this formate

Oleh Wydia Astuti

KUCHING, bisniswisata.co.id: Kuching, ibukota Sarawak, adalah kota yang dinamis dengan sejarah yang kaya, waterfront yang indah, dan kuliner yang luar biasa. Kota ini menawarkan perpaduan budaya pribumi, Cina, dan Melayu yang tercermin dalam kulinernya.

Dua area populer untuk mencari tempat makan di Kuching yang lezat adalah Carpenter Street dan Jalan Padungan, yang terkenal dengan berbagai pilihan hidangan lokal dan internasional.

Namun, ada sejumlah spot menarik lainnya menikmati cita rasa masakan khas di Kuching. Berikut adalah daftar tempat makan terbaik di Kuching, beserta hidangan yang wajib dicoba di setiap tempat. Dengan lokasi yang strategis di pusat kota, pengunjung dapat dengan mudah berjalan kaki atau menggunakan Grab untuk mencapainya.

1. Noodle Descendants, pas untuk pecinta mi

Foto : Pexels

Rumah mi ini memiliki ulasan yang bagus di Google. Mereka juga memiliki papan nama yang bangga menyatakan bahwa mereka telah beroperasi sejak tahun 1957. Kualitas restoran ini pasti bagus karena telah teruji selama bertahun-tahun.

Satu hal yang menarik bagi kami adalah bahwa resto ini hanya menjual mi. Dan pasangan yang memasak dan menerima pesanan sudah berusia 60 tahun ke atas. Rekomendasi menunya, Kolok Mee dan Kueh Chap, yang termasuk kualitas terbaik.
Lokasi: No. 188, Jalan Padungan, 93100 Kuching, Sarawak

2. Sunny Hill Ice-Cream, tempat asyik untuk ngadem

Foto: Pexels

Jika ingin mencicipi es krim tradisional, cobalah Sunny Hill Ice Cream. Kedai es krim klasik ini sudah ada selama beberapa dekade. Es krimnya lembut dan tidak terlalu manis. Kami mencobanya di atas roti lapis. Cara penyajian es krim kuno yang mengingatkan saya pada toko kelontong di sekolah lama saya.

Rasanya tidak terlalu istimewa, tetapi tempat ini layak untuk beristirahat sejenak dari perjalanan di tengah terik matahari. Tempat ini juga cocok untuk mencoba cita rasa es krim lokal tradisional tanpa dekorasi mewah dan variasi di kedai es krim dan makanan penutup modern.

Lokasi: Jln Bukit Cahaya, Sunny Hill Garden, 93250 Kuching, Sarawak

3. Chong Choon Cafe, spot sarapan terkenal di Kuching

 

Foto: Pixabay

Salah satu tempat sarapan paling terkenal di Kuching adalah Chong Choon Cafe. Tempat makan terbaik di Kuching ini terkenal dengan Laksa Sarawak-nya, bihun beras dalam kaldu harum dan sedikit pedas yang terbuat dari campuran unik sambal belacan, santan, dan udang segar berukuran besar.

Diberi potongan ayam dan perasan jeruk nipis, hidangan ini sangat lezat seharga 8 MYR. Kafe ini berada di area food court terbuka namun tertutup. Beberapa vendor lain di sini menjual makanan khas Sarawak seperti Mee Kolo dan roti.
Lokasi: Abell Road, Kuching, Malaysia 93100

4. 101 Food Center, jauh dari perhatian turis

101 Food Center ini merupakan tempat makan yang hanya dikenal warga lokal. Kamu tidak akan melihat banyak turis di sekitar sini.

Tempat ini benar-benar surga kuliner. Tidak hanya satu, ada beberapa kios untuk setiap jenis makanan yang ingin kamu temukan di Kuching. Ada banyak menu, termasuk di antaranya kue wortel goreng, telur dadar tiram, muah chee (atau bola nasi ketan)

Ada mi kampua, dan durian! Jika kamu hanya punya waktu untuk mengunjungi satu tempat untuk makan, di sinilah tempatnya.
Lokasi: 154 Jalan Kempas, Kuching 93350

5. Lepau Restaurant, otentik

Untuk cita rasa otentik kuliner asli Sarawak, Lepau adalah tempat yang tepat untuk dikunjungi. Ya, harganya memang mahal; tetapi jika kamu ingin menyantap hidangan lezat, datanglah ke sini.

Kamu harus mencoba ‘manok pansoh’, hidangan tradisional Iban berupa ayam yang direndam dengan serai, bawang putih, dan jahe sebelum dimasak perlahan di dalam bambu di atas api terbuka, sehingga dagingnya beraroma asap.
Lokasi: 99, Jalan Ban Hock, 93100 Kuching, Sarawak

6. Chong Chon Biscuit Maker & Tong Kee, menemukan camilan orisinil

Jalan kaki singkat selama 5 menit dari Carpenter Street akan membawamu ke India Street. Kamu bisa menemukan roti panggang dan kue kering di dua toko penganan terbaik di Kuching, Chong Chon Biscuit Maker dan Tong Kee.

Kami mencoba kari puff, egg tart, dan siew pau (roti isi daging babi panggang) dari keduanya, dan keduanya sama-sama enak. Ambil satu dari masing-masing toko untuk dicoba sendiri!

7. Top Spot Food Court, tempat asyik berburu seafood

Tempat yang wajib dikunjungi bagi pecinta makanan laut, Top Spot Food Court adalah tempat makan terbuka tempat Anda dapat memilih makanan laut segar, dan mereka akan memasaknya sesuai selera Anda.

Saya sarankan memesan udang mentega, yang digoreng dan dilumuri saus mentega yang kental dengan abon telur yang renyah, memberikan tekstur, rasa, dan kerenyahan pada hidangan ini.
Lokasi: off, Jln Padungan, 93100 Kuching, Sarawak, Malaysia

8. Black Bean Coffee, mencicipi kopi lokal

Ingin menikmati kopi terbaik di Kuching, Black Bean Coffee, yang hanya sepelemparan batu dari Kim Joo, bisa menjadi destinasi berikutnya. Biji kopi harum di sini 100% lokal, berasal dari wilayah selatan Sarawak dan kemudian dipanggang sendiri oleh pemilik toko.

Peringatan: rasa kopi mereka sedikit lebih kuat dari latte yang biasa dibeli di toko. Jangan sungkan membeli sekantong bubuk kopi untuk dijadikan oleh-oleh!
Lokasi: 87,Ewe Hai Street (carpenter St.), Kuching, Malaysia 93000

9. Premier Food Republic

Premier Food Republic merupakan pusat jajanan yang besar dan tertata rapi. Ada berbagai toko makanan yang menjual makanan kaki lima seperti Kolok Mee, Kueh Chap, dan nasi ayam.

Ini adalah salah satu tempat makan terbaik di Kuching yang harus dipertimbangkan jika ingin mencoba makanan kaki lima lokal tanpa harus pilih-pilih tempat makan tertentu.
Pusat jajanan ini bersih, membuat pengalaman bersantap menjadi lebih baik. Kolok Meenya terkenal, dan memiliki banyak variasi.
Alamat: 123, 900B, Green Heights, 93250 Kuching, Sarawak

Panduan Wisata Ke Kuching, Hidden Gem Di Malaysia

this formate

Oleh Wdya Astuti

KUCHING, Serawak, bisniswisata.co.id: Sudah berapa kali mengunjungi Malaysia? Selain Kuala Lumpur dan Johor Bahru, adakah kota lain di Negeri Jiran yang pernah kamu kunjungi? Pernahkah kamu mendengar Kota Kuching dan segala keunikannya?

Kuching memiliki julukan sebagai “Cat City”! Namun, menurut pengamatan saya, tidak banyak kucing, liar atau yang memiliki “majikannya” terlihat di sini. Kota ini juga terkenal sebagai destinasi kuliner, gerbang ke Sarawak, dan memiliki arsitektur kolonial yang indah, serta keindahan alam.

Dilansir dari www.tripzilla.id, Kuching juga dinobatkan sebagai Kota Kreatif Gastronomi UNESCO dan terkenal dengan hidangan seperti Sarawak kolo mee, Kuching laksa, dan kek lapis Sarawak.

Kawasan ini juga menjadi pusat industri dan komersial penting di Malaysia Timur. Kuching juga dikaruniai warisan budaya yang beragam, tercermin dalam bangunan kolonial, kuil, masjid, dan museum, menjadikannya destinasi yang menarik bagi wisatawan yang ingin menikmati kuliner, keindahan alam, dan warisan budaya yang kaya.

                     Image credit: Sasha India

Bagaimana bisa sampai ke Kuching?
Cara termudah dan tercepat untuk mencapai Kuching adalah dengan pesawat. Ada penerbangan langsung ke Kuching dari Kuala Lumpur, Singapura, dan daerah lain di Kalimantan, seperti Pontianak, Kalimantan Barat.

Durasi penerbangan sekitar 1,5 hingga 2 jam, tergantung pada titik keberangkatan kamu. Dari bandara ke pusat Kota Kuching, kamu bisa naik taksi, bus, atau menggunakan layanan Grab. Tarifnya berkisar antara RM 5 hingga RM30, tergantung pilihan transportasi kamu

Cara lain untuk sampai ke Kuching adalah dengan menggunakan bus melalui jalan darat. Perusahaan otobus “plat merah” Damri menjadi salah satu perusahaan yang memiliki rute layanan Pontianak-Kuching atau Singkawang-Kuching PP.
Setibanya di Kuching, apakah sistem transportasinya mendukung untuk berkeliling kota?

Kuching itu kota yang relatif kecil dan mudah dijelajahi dengan berjalan kaki atau bersepeda. Kamu juga bisa naik kapal pesiar sungai atau sampan untuk menikmati pemandangan indah di sepanjang Kuching Waterfront dan Astana. Biaya kapal pesiar sungai sekitar RM 60 per orang.

Jika ingin mengunjungi tempat-tempat yang lebih jauh dari pusat kota, seperti taman nasional atau pusat margasatwa, kamu bisa naik bus, taksi, atau Grab. Tarif bus sekitar RM 5 hingga RM 10, tergantung jarak. Tarif taksi sekitar RM 30 hingga RM 50, tergantung jarak dan lalu lintas. Tarif Grab sekitar RM 20 hingga RM 40, tergantung jarak dan permintaan.

Kamu juga bisa menyewa mobil atau motor untuk lebih fleksibel. Biaya sewa mobil sekitar RM 100 hingga RM 200 per hari, tergantung jenis dan model mobil. Sementara biaya sewa motor sekitar RM 30 hingga RM 50 per hari, tergantung jenis dan kondisi motor.

Waktu terbaik liburan ke Kuching

Kuching memiliki iklim tropis dengan cuaca panas dan lembab sepanjang tahun. Suhu rata-rata sekitar 27°C, dan curah hujan rata-rata sekitar 250 mm per bulan.
Ada dua musim di Kuching, yaitu musim kemarau dan musim hujan.

Musim kemarau berlangsung dari April hingga September, sedangkan musim hujan berlangsung dari Oktober hingga Maret. Namun, perbedaan antara kedua musim tidak terlalu signifikan, karena hujan bisa turun kapan saja.

Waktu terbaik untuk mengunjungi Kuching tergantung pada preferensi dan kegiatan kamu. Jika ingin menikmati cuaca cerah, festival, dan kerumunan, kunjungi Kuching selama musim kemarau, terutama dari Juni hingga Agustus, saat Festival Gawai, Rainforest World Music Festival, dan Festival Kuching diadakan.

Namun, ini juga merupakan musim puncak, sehingga harga lebih tinggi dan turis lebih banyak. Jika ingin menghindari panas dan kerumunan, kunjungi Kuching selama musim hujan, terutama dari November hingga Januari, saat curah hujan tertinggi dan suhu terendah.

Namun, ini juga merupakan musim rendah, sehingga harga lebih rendah dan turis lebih sedikit. Kamu bisa menikmati pemandangan hijau dan subur, air terjun, dan kehidupan liar. Namun, kamu juga harus siap menghadapi hujan, banjir, dan tanah longsor yang dapat mempengaruhi rencana perjalanan.

Ada banyak spot menarik yang bisa dikunjungi di Kuching.

Kami sudah merangkum dan mereview beberapa di antaranya di artikel ini. Namun, jika kamu mencari rekomendasi spot yang asyik, beberapa di antaranya dijabarkan di bawah ini:

Sempatkan meng-eksplore Kuching Waterfront yang adem dan cantik. Coba mampir ke area Jembatan Darul Hana yang dikelilingi arsitektur ikonik Kuching. Ada Masjid Terapung yang unik, landmark bersejarah seperti Square Tower dan Pengadilan Lama Kuching yang udah ada sejak tahun 1870-an.

Setelah itu, kamu bisa foto-foto di Majelis Legislatif Negara Sarawak yang desainnya keren banget. Jangan lupa mampir ke The Brooke Gallery di Fort Margherita, benteng yang sekarang jadi galeri. Di sekitar sini, ada lagi spot-spot keren kayak taman gantung dan air mancur Water Cascade.

Tips: Area waterfront makin cantik pas sunset, jadi coba datang di waktu itu untuk menikmati momen terbaik! Jika memungkinkan, lakukan cafe hopping. Rekomendasi cafe menarik untuk dikunjungi di antaranya adalah Meow Meow Cafe, Feast and Furious Cafe dan Golden Arch Garden Laksa, yang menyajikan laksa Sarawak yang terkenal itu!

Untuk menambahkan pengalaman edukatif, kunjungi Museum Budaya Borneo untuk mempelajari lebih lanjut tentang sejarah dan tradisi masyarakat adat Sarawak. Tapi jangan pikir bahwa tempat ini hanya memiliki papan informasi, ada juga display interaktif dan bertema yang akan membuat anak-anak tetap terhibur.

Cari galeri anak-anak yang disebut “Love Our Rivers” yang bertema keberlanjutan dan pentingnya badan air, serta menampilkan karya seni yang dibuat dari sampah yang ditemukan di sungai.

Ada juga pameran “Harmony With Nature” yang membahas tentang hubungan simbiosis antara ekosistem dan sistem sungai yang merupakan bagian dari budaya Borneo.
Jika kamu pernah mengantuk saat pelajaran sejarah, sekarang saatnya untuk menebusnya dengan “Time Changes”, sebuah display yang menampilkan latar belakang sejarah Sarawak.

Setelah kamu merasa menjadi ahli sejarah dan budaya, lanjutkan ke area playground dan lounge di lantai 2 untuk membuat anak-anakmu lelah sebelum tidur siang.

Di mana harus menginap?

Berikut beberapa hotel yang bisa kamu pertimbangkan untuk menginap di Kuching:
The Waterfront Hotel

Hotel bintang 5 in terletak di tepi Sungai Sarawak dan menawarkan pemandangan spektakuler kota Kuching. Hotel ini juga berada di pusat kota, hanya 5 menit berjalan kaki ke Kuching Waterfront.

Kamu bisa bersantai di Zapatos the Lounge di lantai 4 sambil menikmati pemandangan sungai. Hotel ini juga memiliki kolam renang indoor dan outdoor, serta pusat kebugaran.

Imperial Hotel Kuching

Hotel bintang 4 ini terletak di atas Boulevard Shopping Mall dan hanya 5 menit berkendara dari bandara. Hotel ini memiliki kolam renang outdoor dengan pemandangan kota yang indah, serta pusat kebugaran yang lengkap.

Sheraton Kuching Hotel

Hotel ini terletak di pusat kota Kuching dan memiliki akses mudah ke destinasi populer seperti Carpenter Street dan Chinese Heritage Museum. Hotel ini juga memiliki lounge dengan live music setiap Rabu, Jumat, dan Sabtu, serta kafe yang menyajikan makanan lokal dan Barat.

Kesimpulan

Seperti yang kamu lihat, ada banyak tempat untuk dikunjungi di Kuching. Terlepas dari apakah kamu seorang pencari petualangan atau mencari liburan bersama keluarga, Ada banyak hal menarik yang bisa dilakukan di Kuching.

Kota ini memiliki berbagai kenyamanan seperti pemandangan kota, kafe, dan tentu saja, makanan lezat. Ditambah lagi, dengan banyaknya taman alam dan upaya konservasi, Kuching dikenal sebagai tujuan ekowisata terkemuka.

Tentang Penulis: Penulis di TripZilla

Otoritas Pariwisata Thailand dan Grab Luncurkan Kampanye Promosi Perjalanan Bersama

this formate

BANGKOK, bisniswisata.co.id: Inisiatif baru ini berupaya untuk membangkitkan kembali minat untuk bepergian di seluruh negeri di kalangan penduduk lokal dan wisatawan.

Dilansir dari www.traveldailymedia.com, oleh karena itu, kampanye ini mengundang wisatawan Thailand dan internasional untuk menjelajahi tempat-tempat terkenal dan permata tersembunyi sambil merayakan budaya, alam, dan pesona lokal Thailand.

Platform digital Grab mendukung pengalaman, membuat setiap perjalanan lancar, terhubung, dan bebas masalah.
Wakil gubernur TAT untuk pasar domestik Apichai Chatchalermkit menyatakan TAT mendorong pariwisata Thailand pada tahun 2025 di bawah kampanye Tahun Pariwisata dan Olahraga Besar yang Menakjubkan.

“Kami ingin mendorong perjalanan yang konsisten sepanjang tahun, membantu orang menemukan momen-momen hebat mereka sendiri.” ujar Apichai Chatchalermkit.

Dengan mempromosikan 55 provinsi yang wajib dikunjungi melalui kisah-kisah lokal dan perspektif baru, pihaknya mengungkap keindahan tersembunyi Thailand.

Memperkuat kepercayaan wisatawan adalah kuncinya, dan kemitraan dengan Grab mendukung citra yang lebih berkelanjutan dan menarik bagi pariwisata Thailand, tambahnya.

Para bintang turut ambil bagian

Daya tarik utama kampanye ini adalah keterlibatan dua bintang Thailand yang paling banyak dibicarakan, Ling Ling (Sirilak Khong) dan Aom (Kornnaphat Settharattanapong) yang bergabung sebagai “Sahabat Grab” untuk membantu mempromosikan perjalanan di seluruh negeri.

Pengaruh mereka sudah menunjukkan hasil, dengan gempuran media kampanye tersebut memuncaki daftar tren X, menarik lebih dari 2,3 juta interaksi dan lebih dari satu juta repost dalam 24 jam pertama.

Pengikut mereka yang banyak di seluruh Asia diharapkan dapat lebih meningkatkan pariwisata, terutama dari pasar regional utama seperti Tiongkok.

Pimpinan Grab Thailand Chantsuda Thananitayaudom mengatakan sebagai mitra resmi TAT dan anggota Satgas Pariwisata, Grab berkomitmen untuk mendukung pemulihan dan pertumbuhan sektor pariwisata Thailand.

“Layanan kami terus berkembang untuk memenuhi kebutuhan wisatawan, menghubungkan kota-kota besar dan tempat-tempat yang kurang dikenal dengan lancar. Melalui kampanye kolaboratif seperti ini, kami bangga dapat berperan aktif dalam merevitalisasi pariwisata di seluruh negeri.”

Eksplorasi kota menjadi lebih menyenangkan

Wisatawan juga dapat mengikuti promosi eksklusif Pai Mueang Na Tiew Suk Kan Yai Wai Jai Grab (Kunjungi Kota Tersembunyi, Nikmati Lebih Banyak, Percayai Grab). Dengan menggunakan layanan Grab di salah satu dari 55 provinsi yang berpartisipasi, pengguna berkesempatan memenangkan pengalaman eksklusif bersama Ling dan Aom.

Kode promo memungkinkan wisatawan menyesuaikan perjalanan mereka: pilih ‘ALAM’ untuk liburan indah Ling atau ‘KOTA’ untuk petualangan urban Aom yang semarak.Tidak ada pengeluaran minimum yang diperlukan, dan promosi ini berlangsung hingga 12 Agustus.

Sebagai tambahan, Grab dan TAT menawarkan diskon hingga 100 Baht dengan kode “AMAZING25” pada layanan Grab yang memenuhi syarat, termasuk transportasi, makanan, dan pengiriman paket, berlaku hingga 31 Desember tahun ini.

Mindanao Riwayatnya kini

this formate

DAVAO, bisniswisata.co.id: Mindanao adalah pulau terbesar kedua di Filipina dan salah satu dari tiga kelompok pulau utama bersama dengan Luzon dan Bisayak. Mindanao terletak di bagian selatan Filipina, adalah kawasan hunian bersejarah bagi mayoritas kaum Muslim atau suku Moro .

Suku ini terdiri dari etnis Maguindanao, Marano, Iranun, Yakan, Tausug, Kalibugan, Kalagan, Bajau dan Sangir. Islam masuk ke Filipina (khususnya Mindanao dan Sulu) sebelum kedatangan Spanyol pada abad ke-14, dibawa oleh pedagang dan ulama dari Timur Tengah dan Asia Tenggara.

Melalui pedagang dan ulama dari Arab, India, dan Kesultanan Melayu,Kesultanan Sulu dan Kesultanan Maguindanao menjadi pusat pemerintahan Islam, khususnya di wilayah selatan.

Namun kolonialisasi oleh Spanyol sejak 1565 berusaha memaksakan Kristenisasi secara luas. Komunitas Muslim di Mindanao menolak dominasi ini, yang memunculkan istilah “Moro” (dari “Moors”)—awalnya berkonotasi pejoratif, kini menjadi simbol identitas perlawanan dan kebanggaan.

Penjajahan Spanyol dan Kristenisasi
Selama 300 tahun penjajahan Spanyol (1565–1898), Islam ditekan secara sistematis. Pemerintah kolonial memusatkan kekuasaan di Luzon dan Visayas (yang kini mayoritas Katolik), sementara wilayah Mindanao tetap menjadi basis kuat komunitas Muslim (terutama etnis Moro seperti Maranao, Maguindanao, Tausug).

Konflik dan Diskriminasi

Selama era Filipina modern (setelah kemerdekaan tahun 1946), komunitas Muslim Filipina sering menghadapi marjinalisasi ekonomi, sosial, dan politik. Ini memicu konflik bersenjata panjang antara pemerintah pusat dan kelompok separatis Moro.

Perubahan Politik Terbaru, Otonomi dan Perdamaian: Perubahan besar terjadi dalam 20 tahun terakhir, dengan titik balik utama sebagai berikut:

Perjanjian Damai dengan MILF (2014).
Pemerintah Filipina menandatangani Comprehensive Agreement on the Bangsamoro (CAB) dengan kelompok MILF (Moro Islamic Liberation Front). Ini membuka jalan bagi pembentukan daerah otonomi baru.

Bangsamoro Autonomous Region in Muslim Mindanao (BARMM). Pada tahun 2019, wilayah BARMM resmi terbentuk menggantikan ARMM (Autonomous Region in Muslim Mindanao). Wilayah ini mencakup beberapa provinsi dengan populasi mayoritas Muslim Maguindanao, Lanao del Sur, Sulu, Basilan Tawi-Tawi.

Otonomi Lebih Luas untuk Muslim
BARMM kini memiliki pemerintahan sendiri, dengan kontrol lebih besar terhadap sumber daya, pendidikan, hukum syariah terbatas (untuk urusan keluarga), dan juga strategi pembangunan termasuk pariwisata halal.

Mengapa sekarang Filipina menarik wisatawan Muslim?

Perubahan Citra Wilayah, Pemerintah Filipina dan otoritas BARMM ingin mengubah citra Mindanao yang sebelumnya dikenal sebagai zona konflik menjadi destinasi damai, religius, dan menarik secara budaya.

Potensi Pasar Wisata Halal Global
Wisatawan Muslim dunia (dari Malaysia, Indonesia, Timur Tengah) adalah segmen pasar yang berkembang pesat. Filipina ingin mengambil bagian dari potensi ekonomi ini.

Investasi dan Infrastruktur Baru
Dengan bantuan negara-negara seperti Malaysia, Turki, Arab Saudi, dan organisasi seperti IDB (Islamic Development Bank), infrastruktur pariwisata halal kini sedang dikembangkan.

Ya, ini adalah perubahan politik besar. Dari wilayah yang pernah menolak pengaruh Islam secara institusional dan mengalami konflik panjang.

Kini Filipina—khususnya melalui BARMM—aktif mempromosikan Islam sebagai identitas positif, dan menjadikan nilai-nilai Islam sebagai sumber kekuatan ekonomi dan budaya, termasuk melalui wisata halal.

Dalam satu dekade terakhir, peta politik dan sosial berubah signifikan. Dari wilayah konflik bersenjata, Mindanao kini mulai tampil sebagai kawasan potensial untuk wisata halal dan pengembangan ekonomi syariah.

Pemerintahan Marcos bahkan berupaya menarik investasi senilai P230 miliar di industri halal Filipina sebagai bagian dari rencananya untuk menjadikan negara tersebut sebagai “pusat ramah halal” untuk seluruh kawasan Asia-Pasifik.

Departemen Perdagangan dan Industri (DTI) juga berharap dapat menciptakan hingga 120.000 lapangan kerja dalam empat tahun ke depan di industri halal ini dan Pemerintah telah meluncurkan Rencana Strategis Pengembangan Industri Halal Filipina.

Program ini bertujuan menjadikan Filipina sebagai “tujuan gerbang halal yang kolaboratif, berpusat pada pelanggan, dan kompetitif” dan menjadi pilar industri global senilai US$7,3 triliun yang sedang berkembang pada tahun 2025.

Menjelajahi Permata Tersembunyi Mindanao

this formate

Oleh : Rod Fernandez

DAVAO,bisniswisata.co.id: Sering kali terluputkan karena riwayat historisnya, bagian selatan pulau Mindanao di Filipina penuh dengan pemandangan yang serba memukau. Membuat Anda dapat lebih dekat dengan alam.

Kita akan mempelajari beberapa tempat favorit setempat yang tidak banyak orang tahu dari Rod Fernandez, penduduk asli Mindanao.
Mindanao sarat dengan keindahan alam yang sangat luas.

Dilansir dari snapshot.canon-asia.com, akibat masalah kerusuhan dengan pemberontak dan teroris di masa silam, Mindanao memiliki reputasi sebagai tempat yang berbahaya. Akibatnya, banyak lanskap alam nan indah permai terluputkan oleh para wisatawan asing maupun turis lokal.

Saya bertekad untuk menjelajahi berbagai tempat yang berbeda-beda di pulau ini dan menunjukkan keindahan alam pulau ini kepada dunia.

Situasi politis dan keamanan telah jauh lebih baik selama beberapa tahun ini, dan sekarang terbilang aman untuk berkelana ke berbagai wilayah di pulau ini.

Inilah beberapa tempat favorit saya dan saran pemotretannya.

1. Danau Leonard, Davao de Oro
Warna-warni matahari terbit setelah badai berlalu

Gambar ini dibidik saat kunjungan saya yang pertama ke danau seluas 200 hektare, yang sesungguhnya adalah kawah Gn. Leonard, gunung api yang aktif. Badai baru saja berlalu, dan gambar ini dibidik ketika suasana langit tampak jernih sesaat, sehingga surya pagi dapat menembusnya.

Untuk bidikan ini, saya memutuskan untuk menunggu sampai cahayanya tepat dan mengambil gambar dengan pencahayaan yang sangat lama agar setidaknya, saya bisa memiliki foto dini hari yang sangat beraneka-warna dengan Gn. Leonard, danau, dan langit matahari terbit dalam satu gambar.

Air danau tampak tenang: ideal untuk fotografi refleksi!. Kalau berkunjung ke sini, jangan terburu-buru. Nikmati dan syukuri kerimbunan tumbuhan nan hijau, bunga, dan keragaman hayati.

Puluhan tahun silam, Danau Leonard ini dianggap sebagai danau “mati”, dibunuh oleh limbah pertambangan nikel. Waktu itu danau ini merupakan kolam besar atau bendungan yang menyimpan pasir, lumpur, tanah liat, dan air yang tersisa setelah proses penambangan untuk perusahaan pertambangan dari tahun 1984 hingga 1992.

Melalui upaya rehabilitasi yang berkesinambungan, kini danau ini dikelilingi oleh rumpun hijau yang rimbun dan subur dengan keragaman hayati.

Tapi, suatu hari kelak, bisa saja tempat ini menjadi satu dari sedikit pegunungan hijau yang masih berdiri. Banyak gunung yang diaspal untuk menciptakan kawasan pemukiman, meninggalkan tanah datar tandus yang dulunya dipenuhi tumbuhan nan rimbun.

Tahukah Anda: Danau Leonard pernah dijuluki “Danau Buaya”. Nama danau dan gunung Leonard diambil dari nama seorang penambang yaitu, Leonard Kniazeff, yang menemukan danau tersebut.

Sebelumnya, danau itu disebut “Danau Buaya” oleh penduduk asli Mansakan, yang memiliki banyak legenda rakyat tentang buaya Filipina yang pernah menghuni daerah tersebut. Anda beruntung kalau dapat melihat buayanya sekarang karena populasi buaya saat ini terancam punah.

Blue hour di pagi hari nan jernih

Goto Ini dibidik pada kunjungan saya yang ke dua ke danau, hanya selang satu minggu saja. Cuaca saat ini sangat jernih, dan saya pun sudah lebih mengenal tempatnya dan tahu ke mana harus pergi untuk dapatkan komposisi yang ideal bagi saya.

Bentuk simetris dan pantulan langit di danau, menonjolkan warna biru lazuardi nan indah, dipertegas oleh warna hijau tumbuhan.

Apa lagi yang bisa diperoleh di Danau Leonard? ;
– Suhu Dingin: Danau Leonard berada sekitar 800m di atas permukaan laut, sehingga udaranya akan sangat dingin, terutama menjelang matahari terbit.

– Embun dan kabut: Terdapat secercah halimun dan kabut pada dini hari ketika saya pergi ke sana selama musim kemarau. Seluruh danau akan diselimuti oleh embun dan kabut saat kondisi menjadi semakin lembap!

– Serangga: Termasuk nyamuk. Sebaiknya Anda mempersiapkan diri.
Saran perjalanan: Sebaiknya berkunjung pada musim kering (November hingga Mei). Risiko tanah longsor lebih tinggi selama musim hujan.

2. Tagbibinta Falls, Maragusan, Davao de Oro

Mindanao terkenal memiliki banyak air terjun, dan beberapa di antaranya digunakan sebagai sumber listrik untuk kota-kota kecil. Salah satu yang paling terkenal dan mudah diakses juga ada di Davao de Oro: Tagbibinta Falls.

“Bagi saya, foto adalah sarana saya untuk berbagi perasaan yang saya alami tentang suatu tempat dengan mereka yang tidak bisa mengunjunginya, karena alasan apa pun”

Air terjun adalah subjek favorit saya. Air terjun memiliki kekuatan yang menggelegar, namun juga memiliki efek yang menenangkan.

Saya tidak akan pernah bosan mendengar suara air jeram yang mengalir deras, dan suara gemercik air yang mengalir di antara bebatuan menuju ke hilir.

Fotografi juga merupakan cara saya berbagi kesan saya tentang suatu tempat dengan mereka yang tidak bisa berada di sana. Fotografi lanskap selalu memengaruhi orang dalam berbagai cara.

Saya senang setiap kali orang memberi tahu saya, bahwa foto saya membuat mereka merasa seperti berada di tempat yang sama dan mereka berharap untuk melakukan sendiri perjalanan ke sana.

Mudah diakses: hanya 5 menit berjalan kaki dari pintu masuk

Menurut masyarakat adat Mansaka Maragusan, kawasan Air Terjun Tagbibinta dulunya merupakan tempat perdagangan berbagai suku. Nama “Tagbibinta” berasal dari kata Mansaka yang berarti “kecil”, karena aliran yang mengalir dari situ dulunya kecil!

Tinggi air terjun seluruhnya 700 kaki, dan terdiri atas setidaknya tujuh kaskade, tetapi saat ini hanya yang terendah yang dibuka untuk umum.

Saran untuk memotret dari jarak dekat ke air terjun

1. Jangan mengganti lensa dekat air terjun
Kabut dari air terjun dapat masuk ke dalam kamera dan meningkatkan risiko kerusakan akibat kelembapan. Saya biasanya hanya menggunakan satu lensa andalan saya

2. Lensa zoom sudut lebar sangat berguna
Dengan rentang zoom lensa RF15-35mm f/2.8L IS USM yang saya miliki, saya dapat menangkap seluruh ketinggian air terjun ke mana pun arahnya, dan melakukan zoom-in untuk bidikan yang agak sempit.

3. Selalu bawa kain lap lensa
Anda akan sering menyeka lensa dan filter apabila memotret air terjun, terutama saat Anda berada di dekat dasarnya.

4. Pertimbangkan berinvestasi dalam perlengkapan tahan cuaca
Terutama jika Anda sering memotret di luar ruangan. Dengan begitu, Anda tidak perlu khawatir tentang debu dan kelembapan (seperti percikan dari air terjun) yang masuk ke kamera.

5. Gunakan tripod dengan kaki penopang yang tangguh

Tripod tipis tidak cocok untuk tanah lunak atau sungai yang mengalir. Dengan tripod yang saya miliki, saya dapat mengganti kaki karet tripod dengan paku yang menancap ke dalam tanah agar lebih stabil.

6. Hindari pengambilan gambar pada siang hari
Silau sulit dihindari bahkan dengan CPL, dan juga sulit untuk diperbaiki dalam pasca-pemrosesan.

Apa yang diharapkan di Air Terjun Tagbibinta?

– Lingkungan pedesaan terpencil: Anda tidak akan menemukan banyak kenyamanan dan fasilitas yang umum didapatkan di daerah perkotaan.

– Air terjun ini mudah dicapai: Sekarang ada jalur beton yang menuju ke air terjun dari gerbang masuk taman, hingga mencapai bebatuan karang di kolam air terjun.

– Cuaca yang lebih dingin: Maragusan berada hampir 1km di atas permukaan laut. Suhu rata-rata 24°C.

– Biaya masuk: 30 PHP (warga lokal), 70 PHP (warga asing) pada saat berita ini dipublikasikan

– Jam buka: 07.00 hingga 18.00
Saran perjalanan: Menginap semalam di Maragusan. Ada banyak area yang memungkinkan Anda dapat melihat gumpalan awan di pagi hari.

3. Dila Falls, Impasugong, Bukidnon

Anda lihat “lidah air terjunnya”?
“Dila” berarti lidah dalam dialek Bisaya setempat. Ternyata, itu karena bentuk air terjun yang menyerupai lidah manusia yang sedang menjulur keluar dari batu karang!

Tempat ini sempurna bagi mereka yang senang mendaki gunung di area perhutanan. Dila Falls atau Air Terjun Dila, terletak di dalam taman ekologi CEDAR (Pusat Pengembangan dan Rekreasi Ekologis) seluas 1703 hektare, yang dikelola oleh Departemen Lingkungan dan Sumber Daya Alam Filipina.

Berjarak 960 meter (sekitar 20 menit berjalan kaki) dari pintu masuk, ini adalah yang terjauh di dalam taman dari tiga air terjun yang dapat diakses di area tersebut.

Itu juga satu-satunya air terjun yang bisa Anda dapatkan tepat di depannya.
Saran: Hati-hati menuruni jalan terjal dan licin menuju anak sungai Air Terjun Dila. Tongkat hiking akan berguna di sini.

Saran Pro untuk pendakian yang panjang

– Pakai alas kaki yang sesuai
Alas kaki dapat membuat perbedaan penting antara menikmati pendakian dan sengsara sepanjang perjalanan.

– Periksa tali sandang tas Anda
Jika Anda membawa banyak perlengkapan melintasi perjalanan jarak jauh, bahu Anda lama-lama akan pegal dan mati rasa kalau tali sandangnya tidak dilapisi bantalan yang empuk.

Tentu saja, yang terbaik adalah mengemas bawaan seringan mungkin—terkadang, hanya lensa superzoom yang Anda perlukan.

Horizontal atau Vertikal?

Mengubah orientasi foto menekankan aspek pemandangan yang berbeda. Meski diambil dari tempat yang sama, gambar horizontal membuat air terjun dan cekungannya terlihat luas; versi vertikal menarik perhatian pada jarak dan ketinggiannya.

Anda akan menemukan beberapa sungai di taman CEDAR dalam perjalanan menuju air terjun. Sangat menyegarkan untuk duduk di dekatnya dan bersantai!

Hal lainnya yang perlu diketahui tentang Taman CEDAR dan Air Terjun Dila

– Biaya masuk: 20 PHP pada saat publikasi

– Pemandu (opsional): sekitar 200 PHP. Pemandu tidak diperlukan kecuali Anda membutuhkan bantuan saat melintasi jalur yang sulit.

4. Pine Ridge, Malaybalay, Bukidnon

Berhenti sejenak di sini dalam perjalanan Anda ke/dari taman CEDAR. Seperti banyak pengunjung lainnya, saya melewati Kota Malaybalay dalam perjalanan menuju taman CEDAR, berhenti untuk mengagumi pemandangan di Pine Ridge, tempat perkemahan di dataran tinggi yang dikelilingi panorama pohon pinus.

Nyaris tidak ada sinyal ponsel di sini, dan ini memberikan peluang sempurna untuk keluar dari jaringan dan terhubung kembali dengan alam.

Saya berencana kembali ke sana untuk berkemah. Menginap semalam. Anda mungkin bisa melihat bintang-gemintang, dan pemandangan matahari terbit serta kabut di pagi hari.

Saran: Lensa yang lebih panjang berguna.Lensa telephoto saya membantu menangkap detail spesifik di Pine Ridge, di mana bidikan yang lebih lebar terlihat terlalu “ramai”.

Salah satu kabin yang tersedia untuk disewa di Pine Ridge, dengan ayunan kayu di luar. Pemandangan dan fasilitas yang indah menjadikan area ini lokasi yang populer, tidak hanya untuk liburan singkat, tetapi juga untuk pemotretan keluarga dan pre-wedding.

Catatan akhir: Saran untuk keselamatan
Sejumlah daerah yang diperkenalkan dalam artikel ini umumnya aman untuk dilalui kecuali wilayah bekas ARMM yang lebih rawan konflik. Namun, beberapa negara masih memiliki saran perjalanan di Mindanao—Anda mungkin ingin memeriksanya sebelum pergi ke sana.

Kalau tidak, seperti bepergian ke tempat asing lainnya, lakukan tindakan pencegahan yang wajar untuk keselamatan pribadi. Hindari mengenakan apa pun yang mencolok, dan kenakan pakaian praktis untuk penjelajahan dan petualangan.

Di Bukidnon sering turun hujan, jadi melihat pelangi dalam perjalanan pulang merupakan hal yang menyenangkan dan hal yang satu ini sungguh menggetarkan!

Penulis: Rod Fernandez
Lahir dan dibesarkan di Mindanao, Filipina, Rod pulang ke tanah air pada tahun 2021 setelah bertugas di luar negeri. Dia berharap dapat menggunakan fotografinya untuk menunjukkan keindahan Mindanao yang luas kepada dunia.Instagram: @rod_dafourth

Indonesia Bersama Penjaga Hutan Dunia Satukan Suara Bela Hak Alam dan Manusia

this formate

Pengurus dan anggota Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) peserta Three Basins Summit. ( Foto: AMAN)

Brazzaville, Kongo, bisniswisata.co.id: Perwakilan masyarakat adat dan komunitas lokal dari kawasan hutan tropis terbesar dan paling vital di dunia, termasuk 22 orang delegasi dari Indonesia, berkumpul dalam Kongres Global Pertama Masyarakat Adat dan Komunitas Lokal dari daerah Aliran Sungai Hutan (Three Basins Summit) yang digelar di Brazzaville, Republik Kongo, pada 26-30 Mei 2025.

Kongres bersejarah ini diselenggarakan oleh Global Alliance of Territorial Communities (GATC) dan bekerjasama dengan Rights and Resources Initiative (RRI). Acara ini menjadi pertemuan pertama yang menyatukan penjaga hutan dari Amazon,Kongo,Borneo-Mekong-Asia Tenggara, dan Mesoamerika.

Wilayah yang selama ini dijaga dan dirawat oleh masyarakat adat dan komunitas lokal sebagai benteng terakhir keanekaragaman hayati dan penyeimbang iklim global.

Kongres global ini adalah tonggak sejarah bagi persatuan masyarakat di kawasan hutan tropis. Kami hadir sebagai koalisi hidup, membawa kearifan leluhur dan desakan untuk membela hak-hak alam dan masyarakat kami.

“COP30 (Konferensi Iklim PBB yang akan digelar pada November 2025 di Brasil) hanya satu titik dalam perjalanan panjang perjuangan ini,” ujar Juan Carlos Jintiach, Sekretaris Eksekutif GATC.

Sekretaris Jenderal Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) Rukka Sombolinggi, juga turut menyampaikan refleksi atas perjuangan panjang komunitas Masyarakat Adat dalam forum Internasional ini.

Rukka menyebut GATC telah dibentuk sepuluh tahun lalu. Seiring perjalanan waktu, aliansi ini menyaksikan perempuan adat di Afrika mulai memanen hasil kerja kolektif.

Namun, Rukka berharap komunitas masyaraat adat jangan terlalu banyak dibebani administrasi. “Jika itu terjadi, maka kita justru sedang melemahkan para penjaga bumi itu sendiri,” ungkapnya.

Kongres diawali dengan perayaan gerakan perempuan GATC melalui workshop interaktif yang menyoroti pentingnya akses langsung perempuan adat dan komunitas lokal terhadap pendanaan iklim.

Menteri Ekonomi Kehutanan Republik Kongo, Rosalie Matondo, membuka kegiatan ini pada Selasa (27/5/2025) dan menekankan pentingnya sinergi antara perlindungan lingkungan, pertumbuhan ekonomi, dan partisipasi aktif masyarakat adat dan komunitas lokal dalam pembangunan global.

“Saya sangat menghargai kepemimpinan perempuan adat dan komunitas lokal yang merawat komunitas, wilayah, dan keluarga kita demi keberlanjutan bumi lintas generasi,” ujar Menteri Matondo.

Mengapa Kongres Ini Penting?

Di tengah krisis iklim dan ancaman terhadap keanekaragaman hayati, wilayah yang dikelola oleh masyarakat adat terbukti memiliki tingkat deforestasi yang jauh lebih rendah.

Namun, pengakuan global terhadap peran penting mereka belum sepenuhnya diiringi oleh perlindungan hukum dan pendanaan langsung yang memadai.

Kongres ini hadir sebagai wadah untuk menyuarakan strategi bersama yang dipimpin masyarakat adat agar hak, pengetahuan, dan sistem kehidupan mereka menjadi pusat dari tata kelola lingkungan global.

“Ini bukan semata soal pendanaan atau keadilan iklim. Sudah saatnya proses-proses kebijakan dibuat lebih manusiawi. Wilayah, budaya, dan suara kami telah sejak lama memperingatkan dunia tentang titik-titik krisis yang tidak bisa dipulihkan.

Kini dunia harus mendengar, dan komunitas dari seluruh kawasan hutan harus terus memimpin dengan harapan dan tekad untuk masa depan,” ujar Joseph Itongwa, Koordinator REPALEAC (The Network of Indigenous and Local Communities for the Sustainable Management of Forest Ecosystems in Central Africa), anggota GATC.

Kongres ini juga melanjutkan semangat dari forum perempuan adat pertama di Afrika Tengah dan Cekungan Kongo yang digelar di Brazzaville pada 2023.

Dalam forum tersebut, REPALEAC, GATC, RRI, dan Central African Forests Commission (COMIFAC) merumuskan roadmap untuk memperkuat peran perempuan adat dalam ketahanan iklim dan pelestarian hutan.

Sebagai bagian dari workshop pra-Kongres, CLARIFI (mekanisme pendanaan RRI untuk proyek masyarakat adat dan komunitas) mengumumkan dukungan sebesar US$270.000 untuk sejumlah inisiatif perempuan adat di delapan negara Afrika.

“Dana ini akan mendukung pelatihan dan penguatan teknis perempuan adat dalam regenerasi tanah, pengembangan ekonomi lokal, restorasi keanekaragaman hayati, dan advokasi hak wilayah,” ungkap Deborah Sanchez, perempuan Moskitia dari Honduras dan Direktur CLARIFI.

Membangun Koalisi Global untuk Keadilan Hutan

“Membela Bumi berdasarkan pengetahuan leluhur kami adalah bentuk perlawanan. Kongres ini membuka jalan untuk memperkuat suara dan peran perempuan adat dalam tata kelola wilayah yang adil,” ujar Sara Omi Casama, pengacara Emberá dari Panama dan perwakilan gerakan perempuan GATC.

Para pemimpin politik mulai mengakui bahwa pengetahuan kami memiliki dasar ilmiah. Perubahan iklim tidak bisa disederhanakan, semua saling terkait.

”Pertemuan ini menjadi langkah penting untuk memperlihatkan aksi nyata dari wilayah kami dan membangun aliansi yang menempatkan kehidupan dan keseimbangan planet sebagai prioritas,” kata Levi Sucre Romero, warga masyarakat adat Bribri dari Kosta Rika dan Direktur Aliansi Masyarakat Hutan Mesoamerika (AMPB).

Selama lima hari, kongres menghadirkan diskusi tingkat tinggi tentang situasi kawasan hutan, sesi khusus perempuan dan pemuda, serta kelompok kerja tematik tentang ancaman, hak, penghidupan, dan pendanaan.

Di akhir, peserta menyepakati Deklarasi Kongres dan Rencana Aksi. Upacara penutupan akan melibatkan kepala negara, donor, dan mitra global.

Tentang GATC:

Global Alliance of Territorial Communities (GATC) mewakili lebih dari 35 juta masyarakat di 24 negara yang melindungi 958 juta hektar wilayah adat di Asia, Afrika, dan Amerika Latin.

Anggotanya meliputi AMAN (Indonesia), AMPB (Mesoamerika), APIB (Brasil), COICA (Amazon), dan REPALEAC (Afrika Tengah).

Tentang RRI:

Rights and Resources Initiative (RRI) adalah koalisi global yang mendukung pengakuan dan perlindungan hak tanah dan sumber daya bagi masyarakat adat, komunitas lokal, dan masyarakat keturunan Afrika, termasuk perempuan di dalamnya

Penerima hibah CLARIFI:

*Unissons-nous pour la Promotion des Batwa (Burundi)

*Indigenous Peoples and Sustainable Development (Kamerun)

*Association des Femmes Peuples

*Autochtones du Tchad (Chad)

*Association Gabonaise d’assistance aux Femmes Indigènes (Gabon)

*Action Communautaire des Femmes

*Autochtones (Republik Kongo)

*Association des Femmes Paysannes de Loumo (Republik Kongo)

*Communauté des Potiers du Rwanda (Rwanda)

*Fédération Congolaise des Femmes et *Filles Autochtones (Republik Demokratik Kongo)

Permata Tersembunyi di Thailand – 8 Tempat untuk Pengalaman Unik

this formate

Oleh : Sophia

BANGKOK, bisniswisata.co.id: Saya baru-baru ini menghabiskan sebulan penuh di Thailand, dan saya benar-benar mengerti kehebohan tentangnya. Penduduk setempat, pantai, suasana, agama, dan makanannya menjadikannya salah satu tempat terbaik untuk dikunjungi di seluruh dunia.

Dilansir thealwayswanderer.com, karena popularitas Thailand, tempat – tempat seperti Krabi dan Phuket dibanjiri oleh wisatawan. Jadi, saya secara aktif mencari tempat-tempat unik di Thailand untuk menghindari keramaian.

Dalam panduan perjalanan ini, saya mengumpulkan 8 Permata Tersembunyi di Thailand tanpa banyaknya wisatawan. Saya mengunjungi semua tempat ini dan saya berbagi pengalaman saya sendiri dengan Anda. Tetaplah bersama saya.

1. Kunjungi Koh Kradan, Pantai Terbaik Dunia

 

Pasir Putih di Koh Kradan

Tidak banyak orang yang tahu, tetapi pantai yang secara resmi terpilih sebagai pantai terbaik dunia pada tahun 2025 ada di Thailand! Pantai ini berada di pulau kecil bernama Koh Kradan.

Koh Kradan tidak memiliki jalan atau penduduk tetap. Ada beberapa resor di pulau, pantai, dan terumbu karang, yang dipenuhi dengan satwa liar

Saya tidak percaya dengan apa yang saya lihat, betapa indahnya tempat itu. Jika Anda berkesempatan, kunjungi Koh Kradan.

2. Mengamati Satwa Liar di Taman Nasional Khao Yai

Saat memulai perjalanan ke Thailand, kemungkinan besar Anda akan tiba di Bangkok terlebih dahulu. Hanya berjarak 2 jam dari Bangkok, ada Taman Nasional tempat gajah liar masih berkeliaran. Taman itu disebut yaitu “Taman Nasional Khao Yai” dan merupakan salah satu tempat terbaik di Thailand untuk menyaksikan satwa liar dengan cara yang etis.

Pilihlah pengalaman menjelajah hutan selama sehari penuh untuk mendapatkan kesempatan tertinggi melihat hewan-hewan.

Rekomendasi Akomodasi dan Tur: Greenleaf Guesthouse. Saya menginap di Greenleaf Guesthouse dan hanya dapat merekomendasikan Anda untuk melakukan hal yang sama. Greenleaf Guesthouse terletak di sebuah desa bernama Pak Chong, yang dianggap sebagai titik masuk ke Taman Nasional Khao Yao.

Karena letak wisma tamu yang dekat dengan taman, hanya dengan menginap di sini, kami mendengar begitu banyak suara binatang yang unik di malam hari.

Karena staf di Greenleaf Guesthouse menyelenggarakan wisata hiking ke Taman Nasional Khao Yai, kami memutuskan untuk ikut bersama mereka dalam pengalaman trekking hutan seharian penuh.

Pemandu wisata kami adalah salah satu pemandu paling antusias yang pernah saya temui. Saat itu, lengannya bahkan patah, dan meskipun begitu, ia dengan sigap membawa teleskop besar, dan ia menunjukkan kepada kami berbagai macam satwa liar: siamang, gajah, burung enggang, biawak, dan masih banyak lagi.

Greenleaf Guesthouse juga menyediakan kaus kaki lintah – Saya tahu ini adalah kekhawatiran saya, jadi mungkin Anda bertanya-tanya tentang hal itu.

3. Nikmati Kehidupan Pulau di Koh Yao Noi

Belum pernah mendengar tentang “Koh Yao Noi” yang terletak di Teluk Phang Nga di antara tebing kapur yang terkenal itu?

Saya juga belum pernah mendengarnya sebelumnya, dan saya sangat senang bahwa seorang teman saya dari Thailand memberi tahu saya tentang pulau yang indah ini.

Koh Yao Noi adalah permata tersembunyi yang sesungguhnya, dan menjadi Pulau Thailand favorit saya. Koh Yao Noi memiliki semua yang kami inginkan: pantai yang indah dan sepi, banyak alam, makanan lezat, penduduk setempat yang ramah, dan hanya sedikit wisatawan.

Saya memiliki panduan lengkap untuk mengunjungi Koh Yao Noi.
Rekomendasi Hotel yang Terbaik: TreeHouse Villas.
Kelas Menengah: Annie Meen´s Place
Little Long Beach

4. Jungle Trek dengan Tn. Tan di Koh Chang

Sebelum berkunjung ke Thailand, kami menonton banyak video YouTube tentang berbagai tempat yang ditawarkan Thailand. Ada satu pulau yang menarik perhatian saya karena hutan tropisnya yang rimbun – itulah sebabnya kami menuju Koh Chang.

Hanya ada beberapa hal yang lebih saya sukai daripada berada di hutan; oleh karena itu, saya ingin mencari orang terbaik di Koh Chang untuk memandu kami memasuki hutan.

Setelah pencarian yang ekstensif, saya membaca tentang orang legendaris bernama Tan yang membuat jalur pendakian di hutan sendirian.

Saya mengirim SMS ke agensi tempat dia bekerja, dan untungnya, kami bisa mendapatkan tempat untuk pergi mendaki bersama Tan keesokan harinya.

Perjalanan pendakian itu dengan mudah menjadi pendakian terbaik yang kami lakukan di Thailand karena kami belajar banyak tentang hutan.

Kami bahkan berenang di sungai sebening kristal di hutan lebat, dan itu adalah pengalaman yang sangat berharga – terutama karena tidak ada yang tahu titik masuk ke jalur pendakian ini kecuali Tn. Tan.

Termasuk: penjemputan/pengantaran di hotel, makan siang, air, dan ransel jika diperlukan.

5. Kunjungi Jembatan Bambu Kho Ku So di Pai

 

Pai adalah desa kecil yang santai yang dikelilingi oleh pegunungan yang rimbun di Thailand Utara. Desa itu sendiri menjadi populer dan sekarang menarik minat kaum muda, karena memiliki suasana hippie yang hebat.

Jembatan Bambu Kho Ku So adalah tempat yang indah untuk dikunjungi di dekat Pai. Ada sebuah Kuil Buddha di ujung jembatan. Jembatan bambu dibangun untuk para biksu sehingga mereka dapat mencapai desa terdekat – karena daerah itu ditutupi oleh sawah berlumpur.

Pai patut dikunjungi, terutama pada pagi hari atau sore hari, saat cahayanya paling terang. Biaya masuk ke Jembatan Bambu adalah 30 Baht.

Hotel Rekomendasi:
Yang Terbaik: Reverie Siam
Bungalow Hemat: Pai Homey
Lokasi Jembatan Bambu di Pai

6. Mengejar air terjun di sekitar Chiang Mai

Chiang Mai adalah tempat wisata yang indah karena kuil-kuilnya, para biksu, pasar malam, dan lingkungan sekitarnya yang indah.

Jika Anda ingin meninggalkan Chiang Mai yang sibuk selama sehari dan menikmati alam yang santai, bagaimana dengan mengunjungi air terjun yang ditawarkan daerah tersebut? Saya dapat merekomendasikan dua tempat:

Air Terjun Mae Sa: Meskipun tidak begitu fotogenik, ada jalur pendakian yang indah di sepanjang air terjun – totalnya ada 7. Pilih yang ini jika Anda menyukai suara hutan.

Air Terjun Mok Fa: Mengingatkan saya pada air terjun di Bali. Pilih yang ini jika Anda ingin foto yang bagus!

Rekomendasi Hotel: Yang Terbaik: Desa BanBooLoo, Air Terjun Mae Sa, Air Terjun Mok Fa  Lokasi Air Terjun Mae Sa

7. Pelajari tentang Burma di Mae Hong Son

 

Mae Hong Son adalah nama provinsi sekaligus kota. Provinsi ini berbatasan langsung dengan Myanmar (=Burma) yang beberapa waktu lalu dilanda konflik serius. Akibatnya, banyak orang mengungsi dari Myanmar untuk mencari kehidupan baru di Thailand.

Salah satu tradisi terkenal dari suku Karen Burma dan suku Kayan adalah para wanitanya mengenakan cincin di leher mereka.

Meskipun kami ingin mengunjungi desa seperti itu, kami tidak ingin melakukan kegiatan yang merugikan, di mana para wanita dipandang sebelah mata karena leher mereka yang panjang. Setelah melakukan riset, kami menemukan desa Kayan yang jarang dikunjungi. Kami memutuskan untuk pergi ke sana.

Saat kami tiba, kami menyadari bahwa desa itu sepenuhnya dipisahkan oleh sungai. Setelah beberapa menit berdiskusi apakah kami harus berada di sana atau tidak, seorang penduduk desa datang dengan perahunya dan membawa kami ke desa mereka.

Di desa tersebut, kami melihat orang-orang membuat kerajinan seperti perhiasan dan pakaian. Kami sempat bertukar cerita dengan penduduk setempat yang menceritakan bagaimana mereka sampai di Thailand dan bagaimana kehidupan mereka sekarang. Suku Kayan telah tinggal di desa ini selama puluhan tahun, dan mereka bahkan memiliki sekolah sendiri untuk anak-anak.

Desa ini menghidupi dirinya sendiri dengan sumbangan dan kerajinan yang dijual oleh penduduknya. Jika memungkinkan, silakan menyumbang dan membeli beberapa kerajinan dari suku tersebut. Itu akan menjadi kenangan yang indah.

Tips Menginaplah di tempat Angelina Jolie—pesan kamar di Fern Resort! Kami senang menginap di sana.
Harap hormati suku Kayan dan jangan pernah mengambil foto para wanita tanpa izin mereka. Tiba di Desa Kayan Longneck dengan perahu di Desa Burma

8. Kunjungi Koh Mook, Pulau yang Tidak Dikenal

Koh Mook, yang terletak di provinsi Trang adalah yang paling tidak dikenal di antara semua destinasi ini. Saat kami tiba, kami merasa seperti kembali ke masa lalu. Ini adalah pulau kecil dengan banyak satwa liar baik di darat maupun di laut. Jika Anda beruntung, Anda mungkin dapat melihat duyung di Koh Mook!

 

Salah satu hal terbaik yang dapat dilakukan di Koh Mook adalah menyelam/snorkeling, mengunjungi Gua Zamrud, dan mengunjungi pulau-pulau di dekatnya. Saya menulis panduan perjalanan Koh Mook yang lengkap termasuk semua yang perlu Anda ketahui sebelum kunjungan Anda.

Rekomendasi Hotel:
Yang Terbaik: Sivalai Beach Resort
Kelas Menengah Terbaik: The Tropical Koh

Kesimpulan

Meskipun Thailand menjadi salah satu tujuan wisata paling populer di seluruh dunia, masih banyak tempat autentik yang dapat Anda kunjungi. Saya tidak sabar untuk kembali ke Thailand dan menemukan lebih banyak lagi tempat dinegara yang indah ini.

Tentang penulis:
Saya Sophia, seorang pelancong Hungaria yang selalu mencari tempat-tempat yang jarang dikunjungi.

Mengapa harus tempat-tempat yang jarang dikunjungi? Untuk melihat satwa liar dan menemukan destinasi wisata yang autentik.

Tujuan saya dengan blog perjalanan ini adalah untuk menginspirasi Anda untuk mengunjungi tempat-tempat yang jarang dikunjungi, dan jatuh cinta dengan alam dan alam terbuka.

Logitech Atasi Kompleksitas Pertemuan Bisnis Lewat Rally Board 65

this formate

Solusi konferensi video terpadu dengan fitur-fitur canggih, hadir sebagai solusi simpel dan praktis

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Logitech tekah meluncurkan Rally Board 65, solusi konferensi video terpadu yang menggabungkan audio dan video pintar dengan layar sentuh 65 inci.

Rally Board 65 sangat mudah dibawa dengan troli khusus ke ruang pertemuan, namun dilengkapi berbagai fitur AI, serta fitur deteksi jumlah pengguna ruang pertemuan dan lingkungan kantor.

Berbagai perusahaan setiap hari menemui kendala: membutuhkan sarana konferensi video modern untuk gaya kerja hibrida, namun beban kerja tim TI semakin menumpuk, sebab kebutuhan teknologi bertambah kompleks.

“Para pekerja hibrida membutuhkan ruang kerja–tata letak terbuka, ruang pertemuan kecil, dan area pelatihan–yang setiap saat siap menampilkan video,” ujar Michael Long, Head, Sales (Thailand, Filipina, Indonesia), Logitech for Business.

Pihaknyapun mengembangkan teknologi pintar berstandar perusahaan yang sangat mudah digunakan. Hasilnya, Rally Board 65–sistem konferensi video yang sangat simpel, namun canggih, mampu mengatasi kompleksitas teknologi, tambahnya.

Solusi konferensi video yang canggih dan terpadu ini bisa digunakan dalam hitungan menit dalam sistem operasi Android, PC, dan konsep BYOD. Tim kerja juga dapat memakai Microsoft Teams, Zoom, atau Google Meet.

Pengguna bisa mendorong Rally Board 65 dengan troli menuju ruang terbuka. Lalu, perangkat ini dapat diputar 180 derajat agar kamera berada sejajar dengan mata pengguna.

Pengguna juga dapat memasang Rally Board 65 di ruang pertemuan dengan kamera yang berada di atas atau bawah layar–semuanya dapat dilakukan tanpa harus bergantung pada bantuan tim TI.

Dengan video 4K yang sangat jernih, Rally Board 65 dilengkapi teknologi audio visual AI, RightSight 2 dan RightSound 2, sebagai fitur unggulan video bar Logitech.

Untuk menyempurnakan pengalaman pengguna, fitur Camera Zone membatasi bingkai visual dan fitur Mic Zone menangkap suara di area tertentu.

Teknik Depth Blur terbaru memburamkan latar subjek, efek serupa yang biasa dipakai pengguna ketika melakukan panggilan video pada desktop.

“Anda dapat menganggap tiga fitur tersebut sebagai sarana digital untuk melakukan pertemuan di ruang terbuka,” kata Henry Levak, VP, Product, Logitech for Business.

Menurut dia, Rally Board 65 menggunakan teknologi pemetaan digital 3D yang mengutamakan aktivitas dalam rapat atau pertemuan, bukan gangguan di luarnya.

Sejumlah sensor yang terdapat pada Rally Board 65 mendeteksi kehadiran manusia agar tim TI dapat mengamati bagaimana dan kapan karyawan memakai fasilitas video.

Sensor-sensor ini lalu menganalisis data lingkungan hidup, seperti kelembapan udara, suhu, dan kadar CO2, menilai kondisi kesehatan ruangan, serta memberikan skor energi ruangan untuk mengajukan sejumlah rekomendasi, seperti meningkatkan ventilasi, beristirahat, atau mengurangi jumlah kursi di ruangan.

Analisis dan rekomendasi ini diinput pada Logitech Sync, platform terpusat bagi tim TI untuk mempelajari pola aktivitas di perusahaan masing-masing, menyusun detail tentang kinerja ruangan tertentu, serta secara otomatis melakukan pemesanan dan pengosongan ruangan.

Kelestarian Alam

Berdasarkan prinsip Logitech tentang Desain Produk yang Menjaga Kelestarian Alam, Rally Board 65 mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan hidup dengan menggunakan 41%* plastik yang telah didaur ulang, aluminium rendah karbon, bahan kain yang telah didaur ulang, serta kemasan bersertifikasi FSC.

Manfaat positif terhadap alam tak hanya tercermin dari desain fisik produk. Dengan sistem radar Rally Board 65, produk ini secara otomatis beralih ke moda hemat energi saat tidak ada orang yang berada dalam ruangan pertemuan–fitur yang sangat mengurangi konsumsi energi di gedung perkantoran.

Harga dan ketersediaan produk
Rally Board 65 segera tersedia mulai Juni 2025 melalui distributor dan peritel resmi.
Fitur deteksi jumlah pengguna ruang pertemuan, kesehatan ruangan, dan pemindaian energi juga tersedia dalam produk terpisah, Logitech Spot.

Tentang Logitech

Logitech mendesain solusi perangkat keras yang didukung perangkat lunak. Solusi Logitech membantu berbagai perusahaan untuk mengembangkan bisnis, serta menyatukan para pengguna ketika bekerja, berkreasi, bermain gim dan streaming.

Sebagai penghubung manusia dan dunia digital, Logitech memperluas potensi manusia untuk bekerja dan bermain melalui cara-cara yang bermanfaat bagi manusia dan bumi.

Berdiri pada 1981, Logitech International adalah perusahaan publik asal Swiss yang terdaftar di Bursa Efek SIX Swiss (LOGN) dan Nasdaq Global Select Market (LOGI).
(PRNewswire).