Empuknya Lodho, Legenda Kuliner Tulungagung

this formate

TULUNGAGUNG, bisniswisata.co.id: Lodho diartikan sebagai ayam berusia muda, dara atau remaja. Tidak tua dan tidak terlalu belia. Ada juga yang menyebut kemanggang. Diimajinasikan sebagai ayam remaja yang sudah waktunya untuk dipanggang. Tesaurus Bahasa Indonesia menuliskan lodoh (bukan lodho), yakni keadaan yang terlalu empuk, berlebihan matang, atau mblenyek (bahasa Jawa).

Berangkat dari terminologi itu, Suparti, pedagang sayur ayam lodho Desa Sukoanyar, Tulungagung, Jawa Timur, tidak pernah main-main memilih ayam. Selalu ayam yang sudah lodho (remaja) yang dia pilih. “Kalau ayam tua dagingnya alot. Kalau kemudaan merah, tidak menarik dilihat. Karena lodho, tentu harus ayam yang lodho,” tutur Suparti seperti dilansir laman Sindonews.com, Senin (17/09/2018).

Nyatanya daging ayam lodho bikinan Suparti memang empuk. Sedikit saja dikulik dengan jepitan ibu jari dan telunjuk, daging langsung tersuwir lepas. Begitu juga dengan tulang persendian antara sayap dan paha bawah. Kriuk renyahnya terasa lebih lunak. Untuk melumat habis seolah tidak perlu lagi peran gigi taring.

“Dan semuanya dari jenis ayam kampung,” kata Suparti. Untuk kuah lodho yang berwarna ku ning kental, Suparti menggunakan santan kelapa dan seruas kunyit. Pada por si tertentu dibutuhkan takaran santan encer 500 ml yang dicampur 250 ml santan kental.

Rajangan bawang merah, bawang putih, cabai rawit, butir an merica, ketumbar, jintan, dan garam menjadi fondasi rasa. Khusus cabai, Su parti menghabiskan 20 kg sekali masak. Untuk berdiri sebagai satu kesatuan bumbu, semua bahan dilumat.

Agar lebih sedap dicemplungkan juga jahe, lengkuas, kencur yang dimemarkan, daun jeruk, daun salam, serta batang serai. Selain menyedapkan, persekutuan kondimen itu juga memperkuat aroma harum kuah. “Semuanya ditumbuk manual. Tidak ada yang diblender,” kata Suparmi menjelaskan. Lalu bagaimana memasak ayamnya? Sebelum direndam ke dalam adonan bumbu, ayam dibakar sampai matang.

Pembakaran menggunakan tungku tradisional dengan api yang berasal dari cangkang atau batok kelapa. Adapun rendaman bumbu dengan api kecil yang terus-menerus menyala akan memaksimalkan resapan bumbu ke dalam daging ayam. “Dengan batok kelapa, panas api lebih awet,” ungkapnya. Sudah 15 tahun Suparti melakoni hidup sebagai pedagang ayam lodho. Sedikitnya 13 orang warga sekitar turut membantunya.

Di antara sekian banyak pedagang lodho di wilayah Tulungagung, nama lodho ayam Lestari Sukoanyar Pakel cukup melegenda. Pelanggannya dari berbagai lapisan sosial. Mulai pembeli biasa hingga para pejabat luar kota.

Selain empuk dan enak, lodho ayam bikinan Suparti juga terkenal superpedas. Tentu para penghobi kuliner pedas sangat menyukainya. Mes ki buka setiap hari pu kul 08.00- 16.00 WIB, ayam kampung yang dihabis kan rata-rata 150-200 ekor.

Setiap porsi lodho, yakni satu ekor ayam utuh lengkap dengan sebakul nasi gurih serta urap-urap, Suparti mematok harga Rp175.000. Tentu tidak mahal untuk sebuah masakan dengan cita rasa yang mampu memuaskan lidah.

Kendati demikian, perempuan dengan 5 anak 10 cucu itu juga melayani pembelian dengan porsi lebih kecil. “Semua kami layani. Harga termurah Rp20.000, yakni seporsi dengan hanya potongan sayap atau paha ayam,” pungkas Suparti. (EP)

Destinasi Wisata Judi Makau Tak Beroperasi

this formate

HONG KONG, bisniswisata.co.id: Pertama kali dalam sejarah pariwisata Judi di Makau, tidak beroperasi alias ditutup. Penutupan semua kasino menyusul topan Mangkhut mendekati wilayah Judi terbesar di dunia ini, pada Ahad (16/9/2018). Penutupan ini dilakukan setelah pihak berwenang memperingati bahwa daerah kantong judi itu akan dilanda banjir besar akibat badai Mangkhut

Seperti dilansir Channel News Asia, Senin (17/9/2018), pemerintah Makau dikecam keras oleh penduduk setempat pada tahun lalu karena gagal mempersiapkan kota menjelang Topan Hato, yang menyebabkan kerusakan luas dan 12 orang meregang nyawa.

Sebuah pernyataan dari pihak berwenang pada Sabtu malam mengatakan keputusan untuk menutup 42 kasino di Makau disetujui oleh pemimpin kota dan pemilik kasino. “Penghentian operasi adalah untuk keselamatan penduduk setempat, karyawan kasino, hingga wisatawan asing,” kata pernyataan pemerintah.

Staf kasino mengatakan kepada AFP tempat-tempat akan ditutup sampai pemberitahuan lebih lanjut. Biro cuaca Makau menyebut peringatan badai akan dinaikkan ke level tertinggi T10 pada Ahad dengan hujan dan angin kencang diperkirakan terjadi sekitar tengah hari waktu setempat. Toko di Makau yang biasanya penuh sesak dengan turis, sekarang menjadi sepi.

Makau, sebuah kota semi selatan otonom di Cina, dipenuhi Pasukan Pembebasan Rakyat Cina yang membantu pemulihan setelah badai Hato. Kepala cuaca kota itu mengundurkan diri setelah badai, yang merupakan bencana terburuk di Makau dalam lebih dari 50 tahun. Pemerintah dipaksa untuk meminta maaf karena gagal mempersiapkan penduduk untuk menghadapi bencana itu. (EP)

Keluarkan Lava, Pelancong Dilarang Dekat Anak Krakatau

this formate

BANDAR LAMPUNG, bisniswisata.co.id: Pengamatan aktivitas Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda, sepanjang Minggu (16/9/2018) hingga Senin (17/9/2018) menunjukkan sinar api dan guguran lava pijar masih keluar ke arah selatan.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), melaporkan aktivitas Gunung Anak Krakatau periode pengamatan 16 September 2018, pukul 00.00 sampai dengan 24.00 WIB, secara visual kondisi gunung kabut 0-III. Asap kawah tidak teramati.

Terdengar suara dentuman dan getaran yang lemah dirasakan di Pos Pengamatan Gunung Anak Krakatau. Namun, kondisi ombak laut tenang.
Seperti dikutip dari Antara, Kegempaan terjadi tremor menerus (microtremor) dan terekam dengan amplitudo 17-52 mm (dominan 47 mm).

Cuaca di sekitar gunung api di dalam laut (305 meter dari permukaan laut) itu cerah dan berawan. Angin bertiup lemah ke arah utara dan timur laut. Suhu udara 23-32 derajat Celsius, kelembapan udara 32-91 persen, dan tekanan udara 0-0 mmHg.

Kesimpulannya, tingkat aktivitas Gunung Anak Krakatau Level II (Waspada), dan direkomendasikan masyarakat atau wisatawan tidak diperbolehkan mendekati kawah dalam radius 2 km. (EP)

The Predator Kuasai Puncak Tangga Box Office

this formate

HOLLYWOOD, bisniswisata.co.id: Film terbaru yang mengisahkan petualangan makluk luar angkasa “The Predator” pada akhir pekan menguasai puncak tangga Box Office dengan pendapatan kotor 24 juta dolar atau sekira Rp355,3 miliar untuk pemutaran pada tanggal 14 hingga 16 September 2018 di kawasan Amerika Serikat dan Kanada.

Meskipun memuncaki Box Office, dengan pemutaran di 4.037 bioskop, film yang diproduksi dengan biaya 88juta dolar (Rp1,3 triliun) itu pendapatan debutnya kurang memuaskan karena “Predators” 2010 mampu menghasilkan 24,76 juta dolar untuk pemutaran hanya di 2.669 bioskop.

Bagaimanapun, dengan pencapaian akhir pekan kemarin, “The Predator” (2018) telah memimpin di Box Office dan menggeser pemuncak pekan sebelumnya “The Nun” yang mengumpulkan 18,2 juta dolar sepekan terakhir ini, demikian mengutip data dari boxofficemojo.com, Senin (17/09/2018).

Di bawah “The Nun”, pada peringkat tiga diisi “A Simple Favor” dengan 16,05 juta dolar, kemudian “White Boy Rick” di posisi keempat dengan hanya 8,8 juta dolar, dan “Crazy Rich Asians” di peringkat lima dengan 8,7 juta dolar.

Secara internasional, “The Predator” dalam debut di 72 pasar dengan estimasi pendapatan kotor dari penjualan tiket 30,7 juta dolar atau sekira Rp454,6 miliar

Predator memgisahkan veteran perang dari Afghanistan, Irak atau yang lainnya, mereka berjumlah 6 orang. Mereka semua mengalami trauma paska perang yang sangat hebat sampai – sampai mereka dianggap gila dan terpaksa dimasukkan ke rumah sakit jiwa.

Mereka pun berenam entah kenapa ditangkap dan dimasukkan ke dalam bus menuju tempat eksekusi, kemudian di perjalanan ternyata ada satu orang lainnya yang dimasukkan ke dalam bus dan orang itu adalah orang yang mengaku melihat UFO. turun ke Bumi namun dianggap gila oleh banyak orang.

Mereka bertujuh ini direncanakan untuk dibunuh secara langsung, namun mereka melawan dan berhasil mengambil alih kendali dari bus. Kemudian entah mengapa mereka mempercayai perkataan dari orang yang melihat UFO tadi dan memilih untuk memburu sang alien ini.

Menurut aktor lainnya, film ini sebenarnya mengandung unsur humor yang agak banyak sehingga ia menyebut bahwa film Predator kali ini akan berbeda dari yang sebelumnya, yakni Predator pertama tahun 1987 dan Februari 2016. (EP)

FORTAIS Bantul Selenggarakan Nikah Pertama di Dunia di Atas Crane PJU

this formate

JOGJAKARTA, bisniswisata.co.id: Forum Ta’aruf Indonesia (FORTAIS) Sewon Bantul, Komisi Pemilihan Umum (KPU) DIY, Paguyuban Rias Kinasih Jogja menyelenggarakan acara nikah atau ijab qabul di atas crane, kata Ryan Budi Nuryanto, Ketua penyelenggara, hari ini.

“ Ini menjadi acara pertama yang ada di Indonesia bahkan di dunia karena berlangsung pernikahan (ijab qobul) yang dilakukan diatas crane penerangan jalan umum (PJU) dan 3 pasang pengantin diangkat setinggi kurang lebih 20 meter “ ujar Ryan sebagai Ketua Golek Garwo dan Nikah Bareng Nasional ini.

Sebanyak 26 pasangan mengikuti acara Pre-Post Wedding dan Nikah Bareng Jogja Istimewa bertema Mahadaya Cinta Untuk Indonesia. Acara ini digelar dalam rangka menyambut HUT ke-262 Kota Yogyakarta dan Pesta Demokrasi Pemilu 2019.

    Sedikitnya 23 pasangan pengantin lainnya mengikuti sesi foto pre-wedding dan post-wedding di Taman Pintar, Jogja. ( foto : Anton Bayu Samudra)

“Ada tiga acara yaitu pre- wedding, post- wedding, dan utamanya nikah atau ijab qabul di atas crane”, jelasnya.

Tiga pasangan bergantian menaiki crane dan mengikat janji setia mereka diatas kerumunan warga yang hadir menyaksikan setinggi kurang lebih 20 meter. Penggunaan crane ini menyimbolkan bahwa pengantin-pengantin ini dikirim ke marwah paling tinggi agar mendapatkan keluarga yang sakinah mawadah warahmah.

Mereka bergantian mengucapkan janji suci setia mereka di depan penghulu yang  dipimpin oleh kepala KUA Gondomanan, Setyo Purwadi, dengan saksi nikah adalah orang-orang yang menghadiri acara tersebut.

Sigit Raharjo dan pasangan yang mendapatkan giliran pertama melaksanakan ijab qabul diatas crane mengatakan bahwa dia tidak takut dan tenang. Tapi saat diatas Sigit meneteskan air mata dan sedikit gerogi saat mengucapkan ijab, “iya tadi nangis terharu, agak grogi dikit tapi alhamdulillah lancar” jelasnya.

Sedangkan Chairul Sukito yang mendapatkan giliran kedua sebelum menaiki crane sempat mengatakan saat awal ijab mulai berdebar kencang jantungnya dan gemetar ketika diatas.

“Deg-degkan saya, takut, bukan karena tingginya, tapi grogi deg-degkan kalau salah ngucap atau gagal ijabnya,” kata  Chairul.

Terakhir adalah giliran pasangan Sugito dengan Feri Sulasmiyati. Meskipun mengulang kata-kata ijabnya hingga 2 kali, namun akhirnya Sugito berhasil dan turun dari crane dengan wajah yang sumringah dan bahagia.

Kemudian selain tiga peserta nikah bareng dan ijab qabul diatas crane, 23 peserta lainnya mengikuti acara Pre-Post Wedding. 19 Peserta melakukan Pre Wedding dengan berfoto-foto di halaman taman pintar hingga titik nol KM, sama juga halnya dengan 4 peserta yang melakukan Post Wedding, mereka juga berfoto disana.

Acara yang berlangsung di area Taman Pintar Yogyakarta ini didukung pula oleh Taman Pintar Yogyakarta dan didukung oleh beberapa mahasiswa Program Studi S1 FSMR ISI Yogyakarta, kata Ryan Budi Nuryanto.


Parade Jelajah Budaya Nusantara Digelar Berdasarkan Pesanan

this formate

GIANYAR, bisniswisata.co.id: Jika Jakarta ada Taman Mini Indonesia Indah. Bali juga ada Taman Nusa. Sebuah Miniatur Indonesia di Jalan Taman Bali, Banjar Blahpane Kelod Gianyar ini memiliki salah satu unggulan dengan mengenalkan segala macam kebudayaan di Indonesia hanya dalam waktu singkat.

Buktinya, saat ratusan wisatawan asal Tiongkok yang mengunjungi Taman Nusa, Ahad (16/09/2018), parade budaya nusantara langsung digelar di Taman Nusa untuk memperkenalkan ragam dan kekayaan kebudayaan Tanah Air kepada turis asing.

General Manager Taman Nusa, I Nyoman Murjana menjelaskan, melalui parade budaya, Taman Nusa ingin mengenalkan budaya Nusantara kepada para pengunjungnya. “Parade budaya yang kami sajikan ini untuk mengenalkan ragam budaya Nusantara. Di Taman Nusa kita akan diajak menjelajah budaya,” kata Murjana di sela acara, Jumat 14 September 2018.

Parade budaya Nusantara disajikan sejak dua tahun lalu. Event ini belum digelar secara regular. Parade budaya Nusantara bisa disajikan berdasarkan pemesanan terlebih dahulu. “Parade budaya Nusantara ini sudah kita lakukan sejak dua tahun lalu. Kami memang mengutamakan untuk menyajikan parade budaya Nusantara ini kepada tamu dalam bentuk grup, sekurang-kurangnya 200 orang,” ujarnya.

Saban tahun, turis mancanegara bisa menyaksikan parade budaya Nusantara di Bali melalui event Pesta Kesenian Bali (PKB). Dengan catatan, tamu yang tengah berlibur ke Bali harus menyesuaikan jadwal terlebih dahulu, karena event ini hanya diselenggarakan selama sebulan dalam setahun.

Di Taman Nusa, kapan saja event parade budaya Nusantara bisa disaksikan asal melakukan pemesanan terlebih dahulu. Oleh sebab menampilkan destinasi yang cukup unik, spesifik dan mendidik, Taman Nusa kebanjiran pesanan parade budaya Nusantara untuk event pertemuan IMF-World Bank yang akan diselenggarakan di Bali pada Oktober mendatang.

“Delegasi IMF-World Bank telah menjadwalkan untuk berkunjung ke Taman Nusa. Kami telah dihubungi oleh EO (Event Organizer) untuk menyiapkan paket parade budaya Nusantara. Ada 350 orang delegasi IMF-World Bank yang sudah confirm akan berkunjung ke Taman Nusa,” ujarnya seperti dilansir laman Liputan6.com

Parade budaya yang digelar Taman Nusa menyajikan kesenian dan kebudayaan tradisional dari seluruh provinsi di Indonesia. Ratusan peserta dari sanggar terdekat maupun pelajar SMA dilibatkan dalam event itu.

Pada parade budaya Nusantara, wisatawan akan disajikan aneka ragam kesenian khas tradisional masing-masing provinsi di Indonesia. Satu per satu kesenian akan ditampilkan lengkap dengan atribut dan berbagai macam perlengkapan.

Sejumlah wisatawan yang mengunjungi Taman Nusa tak henti menyatakan kekagumannya atas keragaman dan kekayaan kebudayaan yang dimiliki Indonesia. Mereka tak berhenti mengabadikan moment yang bisa jadi hanya dilihatnya satu kali seumur hidupnya.

Usai menyaksikan parade budaya Nusantara, turis asing itu dipersilakan mengunjungi kampung budaya. Tunggu Apalagi, segera kunjungi Taman Nusa dan nikmati sajian parade budaya Nusantara. (EP)

Istana Kepresidenan Yogyakarta Dibuka bagi Wisatawan

this formate

YOGYAKARTA, bisniswisata.co.id: Ada pemandangan berbeda dari Istana Kepresidenan Yogyakarta pada Ahad (16/9/2018). Pasalnya, sudut-sudut yang biasa eksklusif untuk acara-acara kepresidenan dapat dikunjungi sebagai tujuan wisata.

Kunjungan sendiri dilakukan tidak kurang 500 anak-anak yatim Kota Yogyakarta. Sebanyak 400 anak yatim berasal dari panti-panti asuhan dan 100 anak yatim berasal dari sekitaran Kota Yogyakarta. Anak-anak berkesempatan mengelilingi Istana Kepresidenan dalam rangka Wisata Religi dan Edukasi. Kegiatan itu digelar Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Yogyakarta.

Kegiatan itu terbilang istimewa, lantaran mengunjungi tempat memang tak setiap hari dibuka untuk umum. Mulai Kraton Yogyakarta, Masjid Gedhe Kauman sampai Istana Kepresidenan Yogyakarta. Untuk Istana Kepresidenan Yogyakarta, anak-anak tak cuma diizinkan berkeliling halaman seluas 43.585 meter persegi. Mereka boleh menelusuri gedung-gedung dari komplek di ujung Jalan Malioboro.

Bahkan, anak-anak boleh mengunjungi Museum Istana Yogyakarta sampai kantor-kantor resmi yang ditempati Presiden RI. Ternyata, itu semua memang telah menjadi rencana ke depan untuk bangunan yang diarsitekti A Payen tersebut.

“Wisata memang jadi pemikiran kami selama ini, dan kami akan membuka Istana Kepresidenan Yogyakarta ini selebar-lebarnya kepada masyarakat, khususnya Kota Yogyakarta Kepala Istana Kepresidenan Yogyakarta, Syaifullah, seperti dilansir laman Republika, Ahad (16/9/2018).

Berada tepat di seberang dengan Museum Benteng Vredeburg, Istana Yogyakarta lebih sering disebut Gedung Agung. Hal itu dilakukan untuk membedakan dengan Kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat.

Dibangun sekitar 1823, gedung itu semula merupakan kediaman resmi residen Belanda ke-18 bernama Anthonie Hendriks Smissaert. Tapi, beberapa bangunan bahkan telah dibangun sejak 1815an. Di pintu gerbang, masyarakat disambut dua patung Dwarapala setinggi dua meter dengan ular yang melingkari badannya. Ada pula gada dan pisau yang keduanya berasal dari biara sebelah selatan Candi Kalasan.

Dua monumen itu memiliki kembaran yang ada di Istana Merdeka dan Museum Sonobudoyo yang ada di Alun-Alun Utara. Namun, untuk kunjungan, memang tidak semua tempat boleh diabadikan dengan jepretan kamera.

Syaifullah memastikan Istana Kepresidenan Yogyakarta memang dibuka untuk wisata. Bahkan, Istana Kepresidenan Yogyakarta berencana menyediakan fasilitas jemputan bagi yang mau lakukan kunjungan wisata. “Khusus masyarakat Kota Yogyakarta yang berwisata pada Ahad kami siapkan jemputan, tidak dipungut biaya apapun, kami minta disiapkan khusus bus dari Jakarta dua,” ujar Syaifullah.

Ia mengungkapkan, selama ini orang-orang yang datang melakukan kunjungan justru banyak berasal dari luar Kota Yogyakarta, atau luar DIY. Mulai dari Sumatra, Kalimantan, bahkan Sulawesi.

Untuk itu, ia merasa masih banyak masyarakat Kota Yogyakarta yang belum mengetahui isi Istana Kepresidenan Yogyakarta. Karenanya, Istana Kepresidenan Yogyakarta akan dibuka untuk wisata.

Diceritakan, sudah dua tahun terakhir ini Istana Kepresidenan Yogyakarta meminta Kepatihan untuk mengundang tokoh-tokoh Kota Yogyakarta. Terutama, untuk datang setiap peringatan 17 Agustus. Mulai lurah-lurah, 17 Agustus malah telah mengundang RW-RW untuk datang. Dari sana, Istana Kepresidenan Yogyakarta mencoba memberikan sosialisasi tentang dibukanya tempat tersebut untuk wisata.

Selain itu, Syaifullah menambahkan, Istana Kepresidenan Yogyakarta akan dibuka untuk kunjungan wisatawan-wisatawan mancanegara. Bahkan, sudah disediakan sarung untuk mereka yang datang bercelana pendek. “Semua itu kita lakukan karena kita ingin membumikan Istana Kepresidenan Yogyakarta kepada masyarakat,” kata Syaifullah.

Istana Yogyakarta atau istana kepresidenan Yogyakarta atau disebut Gedung Agung beralamat di jalan Jendral Ahmad Yani (Margo Mulyo) nomor 3, persis depan musium Vredenburg dekat dengan Nol KM Yogyakarta.

#. Sejarah
Sejak jaman Belanda semasa pemerintahan Residen Anthonie Hendriks Smissaert tahun 1823-1825, mengajukan gagasan perlu adanya sebuah gedung untuk tempat tinggal resmi Residen. Mei 1824 pembangunan dimulai dan dikerjakan arsitek A. Payen, tetapi tertunda karena adanya perang Diponegoro tahun 1825-1830 sehingga pembangunannya baru selesai Desember 1832.

Gedung Residen ini jadi Gedung Gubernur sesaui Staatsblad no 561 tertanggal 19 Desember 1927. Tahun 1867 gedung ini mengalami kerusakan berat akibat gempa bumi, lantas dipugar dan selesai tahun 1869 sehingga menjadi sebuah gedung sangat kolosal. Kependudukan Jepang Maret 1942, gedung ini digunakan untuk Tyookan Kantai

Saat jaman pemerintahan Republik Indonesia, gedung ini direbut kembali dan dipakai untuk Kantor Komite Nasional Indonesia (KNI) Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta Pada 6 Januari 1946, ibu kota Republik Indfonesia pindah ke Yogyakarta dan Gedung Agung ini dipakai sebagai Istana Kepresidenan.

Istana Kepresidenan Yogyakarta berada diatas tanah seluas 4,2 hektar, memasuki pintu gerbang utama disambut patung raksasa penjaga pintu “Dwarapala” setinggi 2 meter dari biara Candi Kalasan. Juga Ada beberapa ruang, wisma, museum , taman anggrek, dan tempat menyimpan patung dari candi di sekitar Yogyakarta.

#. Ruang Garuda

Ruangan besar sebagai ruangan resmi berfungsi menerima tamu-tamu kenegaraan. Terletak tepat di tengah-tengah gedung utama, ruangan setinggi 7 meter dengan 3 rangkaian lampu kandelier bertingkat, 4 cermin tua tergantung dan permadani yang terhampar dibagian tengah ruangan mempertegas kesan resmi dari ruangan ini. Ruang ini digunakan acara resmi seperti ruang pelantikan gubernur DIY. Di ruang ini pengunjung tidak boleh masuk.

#. Ruang Diponegoro

Ruang Diponegoro dipergunakan untuk duduk para tamu pada acara-acara tertentu sifatnya umum. Terletak di sebelah kiri ruang Garuda, di ruangan ini dipasang lukisan pangeran Diponegoro untuk mengenang sejarah kepahlawanannya. Kalau diruang ini pengunjung boleh masuk, tapi tidak boleh mengambil gambar.

#. Ruang Soerdiman

Ruang soedirman untuk mengenang perjuangan Panglima Besar Soedirman dalam memimpin gerilya melawan Belanda. Dulu Panglima Besar Soedirman meminta izin kepada Presiden Soekarno, untuk meninggalkan kota dalam rangka memimpin perang gerilya melawan Belanda di ruang ini. Ruang ini digunakan juga oleh presiden untuk berdiskusi jika presiden berkunjung ke Istana Kepresidenan ini. Pengunjung tidak diperkenankan masuk ruangan ini.

#. Ruang Makan

Ruang makan terletak diantara Ruang garuda dengan ruang Kesenian. Suasana ruangan ini hangat dengan permadani warna merah dari Esfahan, disekelilingnya dipasang lukisan-lukisan lama koleksi istana, serta tirai pintu yang menjuntai senada dengan warna permadani dihiasi bingkai kayu jati ukiran Jepara menambah suasana akrab dalam ruangan ini.

#. Ruang Kesenian

Ruang ini digunakan untuk pergelaran kesenian bila ada Tamu Negara berkunjung ke Yogyakarta. Selain itu juga digunakan untuk memamerkan barang-barang kerajinan tradisional misalnya batik, kulit, keramik, perak dan hasil industri kerajinan lain.

#. Gedung Seni Sono

Lokasinya sebelah selatan Gedung Agung. Dulu milik departemen Penerangan kini diserahkan pengelolaannya kepada pihak Gedung Agung pada tanggal 25 September 1995. Kemudian direnovasi dan selesai 1998. Gedung ini juga difungsikan sebagai Musium Istana Kepresidenan Yogyakarta yang menyimpan berbagai koleksi seni dan cinderamata dari tamu negara yang berkunjung. Juga koleksi lukisan pelukis Indonesia jaman dulu, lukisan para tokoh pernah menjabat sebagai presiden Indonesia mulai presiden Soekarno hingga SBY.

#. Wisma Negara

Terdapat wisma negara juga wisma lain seperti wisma Indraphrasta, wisma Sawojajar, wisma Bumiratewu, dan wisma Saptapratala. Pembangunannya dimulai pada bulan Oktober 1980, merupakan bangunan baru di lingkungan Istana Kepresidenan Yogyakarta. Maksud dibangunnya gedung ini adalah untuk penginapan rombongan Tamu negara yang berkunjung dan bermalam di Istana Yogyakarta.

#. Monumen Batu Adesit

Monumen batu adesit disebut “Dagoba” terletak dilapangan rumput tepat di depan serambi depan istana, tingginya 3,5 meter berasal dari Desa Cupuwatu di daerah prambanan. Monumen ini melambangkan kerukunan beragama yang diwujudkan dalam bentul “Lingga” sebagai lambang Hindu Siwa dan “Stupa” sebagai lambang Budha. Di samping itu dalam kompleks istana ini terdapat 62 arca Budha, Siwa dan lain-lain yang tersebar di sudut-sudut halaman.

#. Taman Anggrek

Di Taman gedung ini terdapat taman anggrek. Taman ini merupakan gagasan mantan ibu Negara Ani Yudhoyono. Ada beberapa bunga anggrek yang sampai saat ini terawat dan memberikan kesan asri. (EP)

Bandung Sabet Penghargaan Pariwisata Terbaik

this formate

BANDUNG, bisniswisata.co.id: Kota Bandung Jawa Barat (Jabar) menerima penghargaan Indonesia Attractivness Award (IAA) 2018 dari Tempo Media Grup mengandeng Frontier Consulting Grup. Penghargaan ini diberikan sebagai pemenang Gold kategori pariwisata.

Ini merupakan kali kedua Kota bandung menerima penghargaan yang sama. Sebelumnya pada 2017, Kota Bandung juga meraih penghargaan kota terbaik untuk kategori pariwisata. Penghargaan tersebut melengkapi 348 penghargaan yang telah diraih selama kurun waktu tahun 2013-2018.

Sebelum memberikan penghargaan, penyelenggara meriset dengan melibatkan investor dan publik. Riset tersebut untuk memperoleh data mengenai daya tarik di sektor investasi, infrastruktur, layanan publik, dan pariwisata. Riset ini juga dilakukan kepada 48 nominator tingkat Kabupten, kota dan Provinsi di seluruh Indonesia.

Terpilihnya Kota Bandung sebagai pemenang menunjukan adanya potensi besar Kota Kandung untuk menarik minat para investor berbagai industri dan pelaku bisnis.

Plt. Wali Kota Bandung, Oded M Danial mengatakan, penghargaan tersebut menjadi spirit bagi Pemerintah Kota Bandung untuk terus membangun pariwisata. Penghargaan tersebut juga menjadi semangat agar pariwisata Kota Bandung menjadi lebih baik.

Kota Bandung memang tidak memeiliki gunung atau lautan. Namun Kota Bandung memiliki infrastruktut yang dapat menunjang pariwisata. Taman-taman, trotoar, dan teras-teras mampu menjadi daya tarik bagi wisatawan untuk datang ke Kota Bandung. “Pembangunan infrastruktur juga bagian dari strategi agar wisatawan datang dan betah ke Kota Bandung,” ungkap Oded.

Selain itu, Pemkot Bandung juga mendorong masyarakat untuk terus mengembangkan sektor-sektor yang berkaitan dengan pariwisata. “Seperti kuliner. Di Kota Bandung Cuma hanya ada dua macam kuliner. Enak dan sangat enak,” tutur Oded. (EP)

Movenpick Resort Jimbaran Raih Balis Leading Family Resort 2018

this formate

JIMBARAN, bisniswisata.co.id: Movenpick Resort & Spa Jimbaran Bali meraih predikat terbaik dalam kategori Bali Leading Family Resort pada World Travel Awards Asia & Australasia 2018. Penghargaan secara global ini, sebagai tanda keunggulan Movenpick Resort & Spa Jimbarandi industri perhotelan.

Resor bergaya keluarga berlokasi hanya lima menit dari pantai Jimbaran, mendapatkan penghargaan cemerlang di acara Gala Award yang diadakan 3 September 2018 di Hongkong. Mövenpick Resort & Spa Jimbaran mengalahkan 11 resor di Bali lainnya pada ajang perhargaan unggulan ini, termasuk banyak nama-nama bergengsi teratas lainnya.

Penghargaan ini diberikan kepada Horst Walther-Jones, General Manager Mövenpick Resort & Spa Jimbaran Bali dan Soegi Nagaria, Director PT Summarecon Agung Tbk selaku pemilik resor. “Ini adalah penghargaan terbaik sebagai Balis Leading Family Resort di World Travel Awards 2018,” lontar Walther-Jones dalam keterangan tertulis, Ahad (16/09/2018).

Dilanjutkan, Pulau yang sangat indah ini adalah salah satu dari destinasi yang paling kompetitif untuk hotel dan resor dari banyak properti yang unggul melayani keluarga. Terpilih sebagai yang terbaik di Bali adalah prestasi yang luar biasa. “Saya ingin mendedikasikan penghargaan ini pada semua tim yang telah bekerja tanpa lelah setiap hari untuk memberikan pengalaman terbaik kepada tamu kami,” ungkapnya.

Soegi Nagaria menambahkan saat mendesain resor bintang lima sangat indah ini, ingin menjadi destinasi utama keluarga yang terbaik, serta menampilkan kultur Bali juga pada dunia. Para tamu menyukai kamar yang luas dan modern, juga menyukai tempat tidurnya yang nyaman· Dari kamar bisa melihat pemandangan serta ada minibar

“Kami sangat gembira telah memenangkan penghargaan ini. Sebagai bukti kita sukses membuat resor luar biasa dimana perbedaan generasi bisa datang bersama dan mendapatkan pengalaman terbaik di Bali, baik dalam hal akomodasi, aktifitas, makanan dan warisan budaya,” sambungnya.

Mövenpick Resort & Spa Jimbaran Bali adalah destinasi yang ideal bagi para keluarga dengan memiliki fitur berbagai kolam renang seperti pantai buatan, tempat tidur gantung dan kolam renang anak dengan perosotan air, ditambah dengan Meera Kids Club bertema bajak laut dengan fitur ruang bermain dalam ruangan dengan trampolin dan kolam bola. Sementara para orang tua dapat bersantai di Arkipela Spa & Wellness.

Keluarga bisa juga menginap dan bermain bersama; beragam macam kamar keluarga yang luas dengan fitur kamar mandi terpisah antara orang tua dan anak, juga program unik disajikan untuk membahagiakan para keluarga termasuk kelas memasak masakan Bali, kelas tarian lokal, membuat perhiasan dan lainnya. Tidak terlupakan Anarasa Restaurant yang menyajikan area makan khusus untuk anak-anak.

Tahun 2018 World Travel Awards merayakan perayaan ulang tahunnya yang ke 25 dan program tahunan yang sudah melegenda sebagai ajang yang paling bergengsi dan terlengkap di industri sektor perjalanan, pariwisata dan keramahtamahan sektor global. Acara penghargaan Gala mewah di Hongkong ini telah dihadiri oleh para pemimpin utama dan pemberi keputusan industri, termasuk para media.

Pemenang di World Travel Awards Asia & Australasia 2018 telah dipilih berdasarkan dari pemungutan suara yang telah diverifikasi oleh para pelaku professional pada periode 1 April sampai 31 Juli 2018. (redaksibisniswisata@gmail.com)

Hilda Ansariah  Sabri 

Penglipuran Untuk Dunia

this formate

[vc_row][vc_column][vc_column_text]

BANGLI, BALI: Kembali ke Desa Penglipuran membuat saya jadi terharu. Sebelum turun bis bersama peserta Media Famtrip Kementerian Pariwisata 6 September 2018 lalu, selintas terlihat gerbang desa nampak lebih tertata dan kebersihannya terjaga.

Padahal pada liburan Juli lalu yang saya baca dari media bahwa data pengelola Desa Wisata Pengelipuran, jumlah wisatawan yang datang ke tempat ini mencapai 3.608 pengunjung dalam dua hari  dan lebih dari 90 persen adalah wisatawan lokal karena bertepatan libur Lebaran.

Ada pelonjakan pengunjung yang tinggi sejak saya menapakkan kaki pertama kali ke desa yang dikenal sebagai desa terbersih di dunia dengan lingkungan asri dan sarat dengan bangunan-bangunan tradisional.

Rasa haru makin kental saat rombongan langsung diarahkan masuk ke Balai Desa, beberapa meter setelah pintu masuk desa adat ini.  Soalnya kenangan jadi menyeruak dalam ingatan saat bulan Juli 2014 saya menjadi Juri Nasional Desa Wisata mewakili unsur media yang diselenggarakan oleh Kementrian Pariwisata RI.

Selain memberikan penilaian saya juga di dapuk oleh Titien Soekarya, Ketua Tim Juri Desa Wisata Tingkat Nasional untuk memberikan pengarahan bagi kalangan pemuda anggota kelompok Sadar Wisata ( Pokdarwis) yang hadir di Balai Desa.

Saya langsung membahas keunggulan desa yang memiliki 37 Ha hutan bambu dan lokasinya yang  terletak di kelurahan Kubu, Kabupaten Bangli, karena berada pada jalur wisata Kintamani.

Maksud saya, potensi Penglipuran yang berasal dari kata “Pengeling Pura” = tempat suci untuk mengenang para leluhur ini untuk menjadi destinasi wisata unggulan sangat besar apalagi lokasi masih berada di jalur wisata.

Soalnya saat penjurian di Balai Desa itu terlihat ornamen dan interior bambu menghiasi ruangan dan ada display hasil kerajinan bambu yang dibuat masyarakat desa.

Namun ukurannya masih besar-besar seperti kandang ayam, kerajinan anyaman bambu untuk perlengkapan dapur dan besek, anyaman bambu bertutup yang bentuknya segi empat dan dihiasi lukisan motif Bali.

Padahal pemuda setempat bisa menciptakan bentuk suvenir lain dari bambu dengan ukuran kecil seperti boneka bambu yang unik dari Jepang, pembatas buku berhiaskan tulisan aksara Bali kuno dan produk mungil lainnya yang bisa dibawa pulang wisatawan dengan mudah.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Juri Titien Soekarya juga mengingatkan agar warga desa yang masyarakatnya masih menjunjung tinggi dan memegang teguh adat dan budaya Bali juga mengutamakan untuk menjaga kebersihan.

Dua tahun setelah meraih predikat Desa Wisata Terbaik ke dua Tingkat Nasional pada 2014 itu,  Desa Penglipuran menjadi satu dari tiga desa yang dinobatkan menjadi desa terbersih di dunia bersanding dengan Desa Giethoorn di Belanda dan Desa Mawlynnong di India pada 2016. Prestasi yang Wow tentunya.

Motor dan mobil memang dilarang masuk ke dalam wilayah desa sehingga Penglipuran bebas dari asap knalpot dan kebersihannya terjaga. Ada sekitar 200 rumah bergaya tradisional di Desa Penglipuran yang berderet rapi di jalanan menanjak, dimana  12 ha dintaranya adalah pemukiman penduduk.

Suasana Desa Penglipuran ( foto: Sendy Aditya Saputra/Kemenpar)

Lebih dari 40% wilayah adalah hutan bambu sekaligus pelindung desa.

Gelak tawa teman-teman peserta Media Famtrip menikmati makan siang dengan menu khas Bali membuyarkan kenangan saat pertama berkunjung ke Desa Penglipuran empat tahun lalu. Saya langsung menikmati kue kelepon namun terbuat dari ketan hitam bukan berwarna hijau seperti di Pulau Jawa.

Selain menu makan siang dan jajan pasar, kami juga mencicipi minuman khasnya. Penduduk desa Penglipuran Bali memiliki minuman khas yang disebut loloh cemceman. Minuman ini memiliki rasa seperti air tape dan memiliki warna hijau karena bahan dasarnya adalah perasan dari daun cemceman.

Usai makan saya buru-buru mencari tempat untuk sholat dan akhirnya mendapatkan tempat di halaman homestay bantuan sebuah bank. Tidak ada tempat khusus untuk sholat padahal Jumlah pengunjung yang terus berdatangan menggunakan Toyota HiAce siang itu banyak dari kalangan Muslim juga.

Untungnya lalu lalang tamu tidak mengganggu ibadah saya karena terhalang dinding pembatas dengan jalan desa. Sebaiknya setelah menjadi desa wisata, pengelola bisa menyiapkan ruang sholat bagi pengunjung yang beragama Islam sehingga bisa sholat tepat waktu meski kali ini jumlah wisatawan mancanegara yang banyak berkunjung.

Jalan utama desa menurun memanjang, dari pura desa yang ada di titik tertinggi sampai ke bagian bawah desa. Setiap pekarangan memiliki pepohonan yang menambah asri suasana.Begitu bersih, tenang, adem, dan asri. Penglipuran adalah desa yang menenangkan jiwa dan jauh dari gemerlap sisi dunia lain.

Memasuki area perumahan dengan berjalan kaki, kami disuguhi dengan pemandangan perkampungan yang benar-benar memukau. Belum lagi dengan kebersihannya yang terjaga. Tidak ada sampah berserakan terlihat di perkampungan.

Di beberapa pekarangan rumah ada warung, café, dan bahkan ada yang menjadikan rumahnya homestay untuk wisatawan. Warga tidak diperbolehkan berjualan di luar pekarangan. Oleh karena itu warung-warung ada di dalam pekarangan. Baik berdagang kelontongan maupun suvenir atau oleh-oleh.

Seorang wanita desa  berdiri di depan pintu gerbang rumahnya dan langsung menjadi obyek bidikan teman-teman fotographer dan wisatawan yang tengah melintas di jalan desa. Lebar pintu gerbang hanya muat untuk satu orang dewasa. Di masyarakat Bali pintu jenis ini di sebut angkul-angkul.

Sentral pemukiman penduduk luasnya 9 hektar, dikavling menjadi 76 pekarangan rumah. Disini ada 240 KK. Desa dikelilingi hutan bambu seluas 45 hektar, jadi 40% lebih wilayah adalah hutan bambu yang  merupakan pelilndung desa.

Menebang pohon bambu di desa ini tidak boleh sembarangan tanpa ijin dari tokoh masyarakat setempat. Sisa 55 hektar untuk tegalan atau ladang dan fasilitas umum luasnya 3 hektar. Tidak hanya bentuk rumah yang sama, pembagian dari masing-masing tata ruang rumah juga sama, seperti kamar tidur dan dapur. Cat tembok menggunakan cat berbahan dasar dari tanah liat.

Selain memiliki budaya menghormati alam, penduduk desa Penglipuran Bangli juga memiliki budaya dan tradisi untuk menghormati wanita. Hal ini dengan adanya aturan desa yang melarang pria untuk melakukan poligami.

Jika ketahuan melakukan poligami maka akan mendapatkan hukuman dikucilkan dari desa. Tepatnya adalah diasingkan ke Karang Memadu, yaitu kawasan yang hanya difungsikan sebagai tempat tinggal pelaku poligami.

Desa Adat penglipuran melarang poligami, dengan alasan pemberdayaan perempuan. Jika ada yang melanggar aturan ini, maka akan dikucilkan dan dipaksa tinggal di kawasan Karang Memadu itu sebagai hukuman.

Begitu pula adanya budaya hukuman untuk pencurian. Bagi yang ketahuan mencuri, akan dihukum untuk memberikan sesajen lima ekor ayam dengan warna bulu ayam yang berbeda di 4 pura leluhur mereka.Dengan cara ini, semua penduduk desa akan mengetahui siapa yang mencuri, tentunya akan membuat efek jera karena malu.

Zona yang terakhir atau yang ketiga disebut setra atau kuburan. Walaupun penduduk desa Penglipuran Bali memeluk agama Hindu tapi penduduk desa Penglipuran Bangli tidak mengenal upacara pembakaran mayat, jadi mayat langsung dikubur.

Berkunjung ke Desa Penglipuran pengunjung sangat bergantung pada keterangan tour guide dan berjalan berkelompok. Padahal sejak pintu masuk pengelola desa dapat membuat selebaran berisi beragam informasi tentang desa terutama aturan desa adat yang masih dipegang teguh dan bisa menjadi pegangan hidup bagi pengunjung yang datang dari penjuru dunia.

Bali sebagai destinasi wisata utama di Republik ini beruntung memiliki Desa Penglipuran karena wisatawan bisa menyaksikan bagaimana cara penduduk bersosialisasi, melakukan ibadah, hingga mengadakan festival budaya yang tentunya tidak berlangsung setiap hari.

Tidak berlebihan jika saya mengatakan bahwa penduduk dunia membutuhkan Penglipuran. Bukan warga Penglipuran yang membutuhkan wisatawan tapi justru Penglipuran untuk dunia dan mampu mengingatkan seluruh umat dari beragam ras dan agama bahwa kebahagian lahir dan batin mutlak ada dalam diri.

Oleh karena itu pola paket wisata yang ditawarkan bukan sekedar keluar masuk mondar mandir di jalan desa, foto-foto memakai kostum desa atau sekedar seeing is believing.

Perlu ada paket-paket yang mengajarkan pengunjung baik wisman atau wisatawan nusantara untuk tinggal dan menjalani kehidupan sebagai warga desa sesungguhnya dengan mata batin yang mampu mengingatkannya pada sang pencipta, yakni Allah SWT.

 

 

[/vc_column_text][/vc_column][/vc_row]