Henry Cavill Dicoret dari Superman, Ben Affleck dari Batman

this formate

LOS ANGELES, bisniswisata.co.id: Masa kejayaan Henry Cavill sebagai Superman seperti benar-benar akan berakhir. Nasib yang sama juga akan dialami Ben Affleck yang telah memerankan Batman dalam dua film produksi Warner Bros dan DC Films.

Laporan Variety menyebutkan, Warner Bros memutuskan tak akan membuat film Batman dan Superman yang menampilkan Ben dan Henry sebagai pemeran utamanya. Ini artinya, sekuel Man of Steel tidak akan digarap. Laporan itu tidak mengindikasikan studio itu akan melakukan casting ulang untuk karakter Superman atau mencari pengganti Ben untuk memerankan Batman.

Kabar Warner Bros, tidak akan membuat film Superman dengan Henry sebagai pemeran utamanya ini muncul hanya sebulan setelah Henry dilaporkan mundur sebagai Superman. Laporan itu menyebutkan, negosiasi untuk memunculkan Superman sebagai cameo di film Shazam gagal karena jadwal kerja Henry yang padat.

Laporan itu tidak pernah dikonfirmasi dengan, studio, perwakilan Henry bahkan Henry sendiri memberikan respons yang samar. Sementara, dikutip ComicBook.com, Henry menandatangani kontrak untuk memerankan Geralt of Rivia di serial The Witcher di Netflix.

Meski begitu, Warner Bros tidak memberikan indikasi mereka mencari Superman baru. Tidak mustahil kalau studio itu berencana tetap memakai Henry sebagai Superman dengan peran yang lebih kecil.

Henry telah tiga kali memerankan Superman di DC Extended Universe. Dia debut sebagai Superman di Man of Steel (2013). Dia kembali sebagai Superman untuk melawan Batman yang diperankan Ben pada Batman v Superman: Dawn of Justice (2016).

Henry kali terakhir muncul sebagai Superman di Justice League (2017). Jika itu ternyata menjadi penampilan terakhirnya sebagai Superman, maka itu sesuai dengan laporan yang pernah diungkap The Hollywood Reporter terkait kepergian Henry. “Ada pengakuan bahwa sebagian film sebelumnya tidak sukses,” ujar seorang sumber kepada The Hollywood Reporter, Selasa (16/10/2018).

Sumber lain mengatakan, akan ada momen besar di mana Warner Bros. berusaha untuk “me-reset” arah DC Films. Ide ini didukung komentar dari CEO WarnerMedia John Stankey. “Sebagian franchise kita, terutama DC, kami rasa kita bisa lebih baik,” kata John.

Nasib berbeda diterima Ben Affleck. Setelah tiga kali muncul sebagai Batman di tiga film DC, Ben disebut tertarik kembali memerankan Batman. Namun, Ben yang masuk rehabilitasi pada Agustus 2018 atas permintaan mantan istrinya, Jennifer Garner, disebut ditinggalkan Warner Bros. Studio itu sepertinya mempertimbangkan biaya asuransi yang tinggi jika tetap memakai Ben untuk memerankan Batman.

“Sepertinya studio itu akan menggantikan dia karaena biaya asuransinya bakal melejit,” ujar seorang perwakilan sebuah perusahaan obligasi kepada The Wrap pada Agustus lalu setelah Ben masuk rehabilitasi.

Seorang pengacara yang khusus menangani produk asuransi dan obligasi mengatakan, Ben akan terikat, tapi akan menyebabkan biaya yang tinggi yang akan benar-benar tinggi dan mungkin setara dengan anggaran film.

Laporan menyebut, Jack O’Connell, 28, sedang dibidik Warner Bros. untuk menggantikan Ben sebagai Batman. Jika benar, maka Jack akan memerankan tokoh Batman yang lebih muda di film solo Batman yang dibesut Matt Reeves.

Naskah film Batman buatan Matt ini dikabarkan berpusat pada Bruce Wayne yang lebih muda. Sementara, Ben memerankan tokoh Batman yang sudah paruh baya. Selain Batman dan Superman, Warner Bros. juga muncul dengan berita yang mengecewakan. Mereka memundurkan produksi film solo Flash yang dibintangi Ezra Miller. Film itu bakal digarap pada akhir 2019 karena jadwal Ezra yang padat. (EP)

Menteri Susi Terpaksa Berkacamata Hitam

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti tidak bisa melepaskan kaca mata hitam dari wajahnya seharian ini. Ia menyebut hari ini terpaksa tampil seperti tukang pijat keliling.

“Maaf saya pakai kacamata hitam. Seperti tukang pijat keliling ini,” kata Susi, di sela pembukaan Jakarta Aquarium di Neo Soho, Jakarta Barat, Selasa (16/10).

Wanita kelahiran Pangandaran Jawa Barat 15 Januari 1965 mengatakan, penggunaan kacamata diperlukan untuk menutup perban di salah satu matanya. “Saya habis dari dokter mata di Jakarta Eye Center. Mata saya ada bintilan sejak Palu. Belum sembuh sejak itu. Terpaksa ketemu dokter tadi,” ujarnya seperti dilansir laman Republika.co.id

Ibu tiga anak Nadine Kaiser, Alvy Xavier, Panji Hilmansyah berada di Jakarta Aquarium tidak hanya untuk meresmi pusat edukasi dan konservasi hewan laut itu. Kepada pengunjung Susi mengajak mencintai laut dan menjaga laut.

“Indonesia adalah negara dengan panjang pantai terbesar kedua di dunia. Indonesia yang 70 persen wilayahnya merupakan laut harus memiliki masyarakat yang bisa mencintai, menjaga, dan merawat laut,” jelas Doktor Honoris Causa bidang keilmuan management dan konservasi sumberdaya kelautan Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya (ITS Surabaya) pada November 2017.

Berkunjung ke akuarium edukasi merupakan salah satu cara bagi anak Indonesia untuk mengenal isi laut. “Harapan saya setelah kenal anak bisa jadi pecinta laut yang mau menjaganya,” sambung peraih Seafood Champion Award dalam acara Seaweb Seafood Summit yang diselenggarakan di Seattle, Washington, Amerika Serikat 5 Juni 2017. (EP)

Diserbu Wisatawan, Curug Tujuh Bidadari Bawa Berkah bagi Warga

this formate

SEMARANG, bisniswisata.co.id: Keberadaan Curug Tujuh Bidadari, semula bagi warga desa Keseneng, Kabupaten Semarang Jawa Tengah dianggap sesuatu hal yang biasa. Airnya dipakai untuk mandi, mengairi sawah dan batu cadas kadangkali dipakai untuk membangun rumah, pagar dan pemandangan curug dianggap hal yang biasa, tidak istimewa.

“Bagi kami, curug, sungai dan pemandangannya ya, hal biasa karena setiap hari warga di sini bisa lihat, dipakai aktifitas dan tak ada yang istimewa,” ujar Sekretaris Kelompok Desa Wisata Curug Tujuh Bidadari Mursalim seperti dilansir Republika, Selasa (16/10/2018).

Namun, lanjut dia, warga setempat tidak menyangka jika keberadaan curug itu bisa menjadi rezeki dan perubahan bagi desanya. Semangat warga untuk mengubah nasib dan memajukan desa itu didukung jajaran Dinas Pariwisata Kabupaten Semarang, yang memberikan pendampingan atas pemanfaatan tempat itu menjadi objek wisata.

Desa ini sebelumnya merupakan desa tertinggal dengan pendidikan warganya yang sebagain besar hanya lulusan sekolah dasar (SD). Wilayah ini memiliki luas sekitar 228,252 hektare terdiri tiga dusun dengan penduduk sekitar lebih dari 1.500 jiwa. Berada pada ketinggian 700 meter diatas permukaan laut membuat sebagian besar warga Desa Keseneng adalah petani, baik sawah ataupun tegalan.

Namun kekuatan untuk bangkit dari desa tertinggal itu diwujudkan warga dalam gotong royong berbagi tenaga, pikiran dan juga dana untuk mempercantik curug agar membuat banyak wisatawan semakin terpesona dengan keindahannya.

Warga setempat secara mandiri mulai mengembangkan Curug Tujuh Bidadari menjadi objek wisata alam, dengan mengumpulkan modal secara kolektif yang dilakukan tahun 2010. Mereka kemudian menyiapkan berbagai infrastruktur penunjang dan pembenahan jalan di sekitar curug untuk memudahkan para pengunjung.

Tujuannya mewujudkan desa wisata yang makmur dan mandiri dengan potensi wisata alam yang ada. Semangat untuk maju itu pun ditunjukkan dengan berbagai upaya dari pemerintah desa, antara lain yakni dengan membuat Rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa Keseneng 2011-2015.

Selain itu, juga Peraturan Desa tentang Desa Wisata Keseneng dan Badan Usaha Milik Desa Wisata Keseneng. Hal itu dimaksudkan agar pengembangan dan partisipasi warga semakin meningkat, serta lahir organisasi profesional dalam pengelolaan Desa Wisata Keseneng.

“Tentu ini sebagai rancangan, bahwa kami memiliki perencanaan dalam mengembangkan desa wisata ini dan memberi peluang luas bagi warga untuk lepas dari kemiskinan dan kebodohan,” katanya.

Pengelola dan warga bahu membahu membuat sejumlah paket wisata yang menarik agar lebih banyak wisatawan yang berkunjung. Bahkan tinggal selama beberapa hari di rumah penduduk yang dijadikan homestay.

Sejak dibuka, rata-rata pengunjung yang datang yakni sekitar 2-3 ribu orang per bulan dengan tiket masuk seharga Rp 4.000 per orang untuk Senin-Jumat dan Rp 5.000 pada akhir pekan.

Hasil dari penjualan tiket itu sudah diatur sesuai peruntukkannya sesuai kesepakatan antara lain, untuk pendapatan desa yang digunakan bakti sosial, santunan anak yatim, dan uang kas masjid sebagai dana pembangunan masjid. “Jadi ya semua warga tentu bisa merasakan, dan ini sudah berjalan dari awal sampai sekarang,” tuturnya.

Mursalim menyebutkan, sebuah desa wisata atau objek wisata baru dianggap bisa berjalan dan diminati masyarakat jika jumlah pengunjung yang datang stabil hingga lima tahun. “Curug Tujuh Bidadari ini sudah melewati masa itu, jadi sekarang tinggal dikembangkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

Selain dari hasil penjualan tiket, pembangunan dan penambahan fasilitas juga dilakukan melalui pemanfaatan dana desa seperti penambahan jembatan penghubung, gasebo, serta lahan parkir kendaraan pengunjung. Mursalim mengakui masih ada pekerjaan rumah bagi pengelola Curug Tujuh Bidadari yang harus terus dilakukan.

Pekerjaan rumah itu yakni kreativitas warga untuk terus menarik dan menjadikan ciri khas curug yang letaknya tidak jauh dari Objek Wisata Candi Gedongsongo itu. Ke depannya, pengelola Curug Tujuh Bidadari akan bekerja sama dengan beberapa objek wisata yang ada di sekitar agar bisa menjadi rangkaian tujuan wisata di Kabupaten Semarang.

“Kami berpegang bahwa objek wisata tidak boleh saling mematikan, apalagi di sekitar sini banyak sekali tempat wisata dan desa wisata. Perlu kerja sama agalar tempat-tempat wisata ini menjadi rangkaian tujuan wisata bagi wisatawan serta maju bersama,” katanya. (EP)

Konten Hiburan Gosip Bikin Netizen Indonesia Tergila-gila

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Pengguna smartphone di Indonesia menghabiskan waktu rata-rata 1,2 jam setiap harinya untuk mengonsumsi konten hiburan. Laporan ini, dikeluarkan bersama Cheetah Global Lab dan UC Media Lab dari UCWeb, Alibaba Mobile Business Group.

Keduanya memberikan gambaran tentang kebiasaan pengguna smartphone di Indonesia dalam mengakses konten digital. Termasuk di dalamnya tren tentang konten di industri mobile entertainment, seperti video berdurasi panjang, video pendek, berita, intertaiment, olahraga, dan sebagainya.

Berdasarkan platform UC News Feed, hiburan masih menjadi kategori yang paling diminati, diikuti olahraga dan politik. Cheetah Data juga menunjukkan, rata-rata penetrasi aplikasi hiburan di Indonesia (termasuk olahraga) setinggi 81,45% dan rata-rata akses per hari selama 1,2 jam.

Selain itu, asyarakat Indonesia lebih banyak mengakses artikel (teks dan gambar) dibanding video. Ini terjadi karena kurang baiknya perkembangan infrastruktur yang berdampak pada kecepatan akses internet di Indonesia.

Menurut data UC Media Lab, konsumsi konten berbentuk artikel (teks dan gambar) di UC News Feed sebesar 84%, sedangkan video hanya 15%.
Sementara itu, berita trending topic yang sangat diminati adalah tentang gosip selebriti.

UC Media Lab menunjukkan artikel yang populer, yaitu berita sensasional seperti gosip yang terkait Entis Sutisna (Sule), Billy Syahputra, dan Syahrini masuk dalam top 5 gosip yang diminati. Total page views dari top lima artikel gosip selebriti pun mencapai 2.694.386.

Kurang meratanya kecepatan akses internet ternyata tidak memengaruhi kecintaan masyarakat untuk mengakses konten berbasis video. Meski begitu, masyarakat lebih cenderung untuk mengunduh video dan musik tersebut untuk dinikmati kemudian. Di antara pemain besar aplikasi video, seperti YouTube, YouTube Go dan Google Play Movies & TV yang masuk dalam top 3, aplikasi yang sedang meroket adalah Viu.

Aplikasi video yang sering menayangkan konten drama Korea Drakor.id+ juga menunjukkan tren yang sama. Penetrasi mingguannya meningkat sebesar 173%. Hal ini menunjukkan semakin disukainya konten drama Korea di Indonesia. Dipengaruhi oleh diblokirnya konten berbau Korea di China, menjadikan industri hiburan Korea menyasar Asia Tenggara sebagai tujuan baru.

Dibandingkan aplikasi video tradisional lainnya, pengguna Viu lebih cenderung perempuan muda. Target pasar ini sesuai dengan pangsa pasar yang menyukai drama Korea. Secara geografis, pengguna Viu dan penyuka drama Korea lebih banyak berada di kota-kota besar seperti Jakarta, Surabaya, dan Bandung. (EP)

Yovie: Lagu Cinta Banyak Penggemarnya

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Lagu cinta yang diciptakan musisi Yovie Widianto, hampir semua menjadi hits dan digemari banyak orang. Tapi bukan berarti ia tidak pernah membuat tema lain diluar cinta. Sebenarnya ada alasan tersendiri yang membuat Yovie selalu menulis lagu cinta.

“Karena selain lagu cinta, tidak didengar. Sempat saya buat lagu tentang kita bangun negeri, tapi tidak ada yang mendengarkan, tidak sepopuler “Kasih Putih”. Saya buat lagu tentang bumi Indonesia, tidak banyak juga yang dengar,” ucap pendiri Kahitna seperti dilanir Antara, Selasa (16/10/2018).

Apa yang dimiliki Yovie sekarang ini, dianggapnya sebagai sebuah anugerah. Pasalnya menciptakan sebuah hits tidaklah segampang membalikkan telapak tangan. “Saya beruntung diberikan Allah anugerah luar biasa. Untuk membuat satu hits itu enggak gampang. Tapi kalau saya, kebetulan-kebetulan itu sekali lagi dengan segala kerendahan hati, itu pemberian,” jelasnya.

“Jadi dari hits pertama saya sampai sekarang yang Yura Yunita, Arsy feat Jodie, itu kan lagu terbaru. Jadi saya tidak hidup di masa lalu tapi saya hidup untuk musik Indonesia. Dulu, kemarin, sekarang, dan masa depan.” lontar bapak dua anak, Muhammad Arsy Widianto
dan Nadhira Tiara.

Nggak bisa dipungkiri, kesuksesan Yovie Widianto hingga kini bukan tidak pernah melalui lika-liku pahitnya perjalanan karier. Dari awalnya dikenal sebagai musisi mokul (modal dengkul) karena kerap hanya bisa berjalan kaki kemana-mana, cita-citanya menjadi musisi juga sempat terhalang restu orang tua.

Yovie pernah meraih prestasi sebagai komposis tebaik tingkat dunia di usianya yang masih 19 tahun saat mengikuti sebuah ajang di Taipei. Sesampainya ia di Jakarta, prestasi ini seolah tidak diketahui banyak orang. Lantas ayahnya pun bertanya, apakah ia ingin tetap menjadi musisi? “Namun saat itu, ibu saya justru bilang, saya akan menjadi fan pertama kamu dan mencintai kamu sampai kapan pun,” kata Yovie kelahiran Bandung 21 Januari 1968.

Dari situ mengapa sebagian besar lagunya terinspirasi oleh wanita. Bagi ayah dua anak itu, ia jadi tahu sosok wanita layak diagungkan dan senantiasa menjadi inspirasi. Orang tuanya sagat mendukung di dunia akademis. Karena itu, Yovie menceritakan, dirinya memang kerap meraih peringkat pertama di sekolah hingga masuk Universitas Padjadjaran Bandung tanpa testing. Tapi gairah tetaplah gairah.

Musik telah memanggilnya sejak sekolah menengah pertama. Yovie betekad terus membuktikan pada keluarganya ia akan memberikan prestasi yang besar di dunia musik. “Saya merasa mimpi itu sesuatu yang nyata,” tambahnya. (EP)

Pramugari Air India Jatuh dari Pesawat Saat Parkir

this formate

MUMBAI, bisniswisata.co.id. Nasib tragis menimpa seorang pramugari Air India. Dia terjatuh dari pesawat yang tengah parkir di landasan Bandara Chhatrapati Shivaji, Mumbai. Media setempat melaporkan bahwa insiden itu terjadi pada Senin, 15 Oktober 2018 pagi waktu setempat. Akibatnya sang pramugari mengalami cedera.

“Wanita 53 tahun itu tengah menutup pintu ketika jatuh dari pesawat,” lapor India Today yang dikutip dari Channel News Asia, Selasa (16/10/2018).

Dalam insiden yang tak menguntungkan, salah satu awak kabin bernama Harsha Lobo, jatuh di landasan dari pintu pesawat Boeing-777 saat menutupnya, kata perusahaan penerbangan itu dalam sebuah pernyataan.

Harsha menderita luka di bagian kaki dan telah dibawa ke Rumah Sakit Nanavati untuk perawatan lebih lanjut. Maskapai Air India menambahkan telah menurjunkan tim untuk menyelidiki insiden yang pertama kali bagi maskapai penerbangan asal India.

Mengutip sumber, sebuah laporan Times of India mengatakan kaki kanan wanita itu patah dan dia menjalani CT scan di rumah sakit. Penerbangan Air India AI864 yang terdampak insiden itu pada mulanya dijadwalkan untuk berangkat ke Mumbai menuju Delhi pada pukul 07.00 pagi, tetapi berangkat terlambat pada pukul 08.30.

Maskapai penerbangan India kerap menjadi sorotan dan pemberitaan utama tahun ini akibat sejumlah kelalaian. Sebelumnya pada bulan Januari, dua pilot Jet Airways dihukum karena terlibat perkelahian dan keluar dari kokpit sesaat selama penerbangan tahun baru dari London ke Mumbai.

Pada bulan April, panel jendela pesawat Air India yang mengalami turbulensi parah dilaporkan copot. Tiga penumpang terluka akibat peristiwa tersebut.

Pada 20 September, kelalaian kru yang lupa menekan tombol pengatur tekanan udara kabin menyebabkan lebih dari 30 penumpang di penerbangan Jet Airways mengalami pendarahan di hidung dan telinga.

Beberapa hari kemudian, seorang penumpang yang mabuk dipindahkan dari penerbangan IndiGo India setelah dia mencoba memasuki kokpit untuk mengisi daya teleponnya. (EP)

Ternyata Orang Lebih Suka Berlibur Sendirian, Kenapa?

this formate

SEVILLE SPANYOL, bisniswisata.co.id: Sebuah survei yang dilakukan organisasi perdagangan perjalanan, ABTA menunjukkan hampir satu dari enam orang atau 15% memilih pergi berlibur sendiri alias solo traveling dalam 12 bulan hingga bulan Agustus 2018. Jumlah ini naik 12% pada tahun 2017 dan 6% pada tahun 2011.

Dilansir dari Mirror, Selasa (16/10/2018) sekitar 76% orang mengatakan memiliki kesempatan untuk memilih apa yang ingin mereka lakukan adalah alasan paling umum mengapa banyak orang melakukan solo traveling. Jumlah ini pun mengalami peningkatan menjadi 92% untuk usia 35—44 tahun.

Alasan tersebut diikuti oleh kesempatan untuk mengambil waktu istirahat sebesar 63% dan mengunjungi destinasi baru 37%. Sedangkan, kurang dari sepertiga atau 31% mengatakan kesempatan untuk bertemu orang baru bukan menjadi prioritas bersolo traveling.

Berdasarkan alasan tersebut, sebanyak 41% orang memilih solo traveling dibandingkan tahun lalu. Sementara Chief Executive ABTA, Mark Tanzer menjelaskan banyak orang memilih berlibur seorang diri karena untuk meningkatkan kesehatan mental mereka.

Sedangkan, konvensi tahunan organisasi di Seville, Spanyol mengungkapkan bahwa satu alasan paling umum seseorang pergi berlibur sendiri adalah menjauh dari semua orang. “Liburan telah menjadi bagian utama dari strategi kami untuk tetap waras,” kata Tanzer.

Di samping alasan tersebut, meningkatnya jumlah solo traveller tak lain karena beberapa hal. Diantaranya karena ketersediaan wifi yang lebih besar sehingga lebih mudah untuk tetap berhubungan dengan orang-orang di rumah dan pertumbuhan smartphone serta aplikasi perjalanan yang dapat memandu perjalanan.

Hal ini pun terbukti melalui data dari perusahaan perjalanan seperti STA, Saga, G Adventures dan Costsaver. Selama tahun 2018, Costsaver sendiri melihat peningkatan sebesar 37% tamu di Inggris yang merupakan solo traveller dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.

Tren solo traveling pun diperkirakan akan terus berlanjut dan memperluas jangkauan perjalanan hingga tahun depan dengan memasukkan tujuan seperti India, Jepang, Vietnam dan Kamboja. (EP)

Agen Travel China Bersaing Tawarkan Paket Wisata Bali & Manado

this formate

GUANGZHOU, bisniswisata.co.id: Sejumlah agen perjalanan wisata di China berlomba menjual paket murah dan hemat wisata ke Indonesia, khususnya Bali dan Manado, Sulawesi Utara (Sulut). Paket wisata hemat lima hari di Bali dijual antara 1.700 RMB hingga 2.000 RMB atau sekitar Rp3,7 juta hingga Rp4,4 juta, sudah termasuk tiket pesawat pulang pergi (PP) dan hotel.

Harga tersebut juga berlaku untuk paket perjalanan wisata Manado yang dapat ditempuh dalam waktu 3,5 jam perjalanan udara dari Guangzhou, Provinsi Guangdong ke Manado. Semua wisatawan Negeri Panda umumnya diangkut dengan pesawat carter. yang harga tentunya lebih irit plus murah.

“Selain paket hemat, kami juga menjual paket Bali yang harganya 9.000 RMB, tapi tidak laku keras seperti yang harganya 2.000 RMB itu,” kata Direktur Pemasaran Bobo Travel, Li Bing Yao seperti dilansir laman Bisnis. Selasa (16/10/2018).

GZL International Service Travel juga menjual paket wisata lebih murah dari Bobo Travel, yakni hanya 1.799 RMB. GZL pernah dalam satu hari membawa enam rombongan wisatawan China yang setiap rombongan beranggotakan 16 orang menuju Pulau Dewata.

Demikian pula dengan Bobo yang satu divisi pemasarannya saja sampai Oktober 2018 sudah memberangkatkan 10.000 wisatawan China ke Indonesia. “Divisi satunya lagi bahkan sudah 13.000 wisatawan,” kata Li menambahkan.

Wisatawan China yang membeli paket hemat itu diangkut dengan menggunakan pesawat carter. Dia mendorong maskapai penerbangan, khususnya di Indonesia, membuka rute-rute penerbangan langsung lainnya dari China menuju objek wisata selain Bali dan Manado.

“Saya sudah survei beberapa objek wisata lainnya di Indonesia yang tidak kalah indahnya daripada Bali dan Manado, seperti Pulau Komodo dan Raja Ampat. Sayangnya tidak ada penerbangan langsung dari China ke sana sehingga kurang menarik bagi konsumen kami,” ujar Li.

Beberapa wisatawan China mempertimbangkan liburan ke Phuket, Thailand, sejak tragedi terbaliknya kapal wisatawan. “Seharusnya Indonesia bisa memanfaatkan momentum ini untuk menggaet turis China sebanyak-banyaknya,” kata Prof Cai Jincheng, pakar budaya dan bahasa Indonesia dari Guangdong University of Foreign Studies. (EP)

Komunitas Jelajah Beri Museum Awards kepada Walikota Risma

this formate

SURABAYA, bisniswisata.co.id: Komunitas Jelajah memberikan penghargaan Museum Awards 2018 kepada Wali Kota Surabaya Tri Rismahairni. Penghargaan Purwakalagrha ini sebagai Pejabat Peduli Museum 2018.

“Risma layak menerima penghargaan itu karena memberikan sumbangsih nyata bagi perkembangan permuseuman di Kota Surabaya,” lontar Ketua Pelaksana Indonesia Museum Awards 2018 juga pendiri Komunitas Jelajah Musiana Yudhawasthi seperti tertulis dalam siaran persnya, Senin (15/10/2018).

Menurutnya, di tangan Risma inilah Kota Surabaya berubah. Perubahan dari dulunya gersang kini berubah hingga mendapat julukan kota sejuta taman. Semakin lengkap, ketika Risma juga bermimpi Kota Pahlawan ini bisa menjadi kota seribu museum. “Setiap tahun, Risma punya target membangun museum baru di Surabaya dengan menggandeng berbagai pihak. Baik pemerintah maupun swasta, khususnya yang memiliki bangunan dan benda-benda yang bernilai sejarah,” lontarnya.

Musiana mengapresiasi Risma yang bercita-cita kotanya nanti bisa memiliki berbagai macam museum, seperti Museum Cat, Kantor Pos, Museum Makanan Tradisional, dan Museum Industri. Keinginan tersebut, lanjut Musiana, menandakan Risma menganggap museum sebagai tempat yang istimewa.

“Makanya, beberapa benda pusaka miliki keluarganya, seperti ndok bledek, tombak, dan beberapa keris peninggalan buyut-buyutnya, disimpan di Museum NU. Selama dia menjabat juga sudah banyak museum yang diresmikan dan masih banyak museum lagi yang akan diresmikan,” ujar Musiana.

Musiana menegaskan, Indonesia Museum Awards ini memang sangat mengapresiasi terhadap tokoh dan pejabat yang telah ikut andil dalam perkembangan permuseuman. Mereka bergerak melalui berbagai kebijakan yang dikeluarkannya, sehingga berdampak positif bagi dunia permuseuman di wilayahnya masing-masing.

Selain penghargaan kepada pejabat pemerintah peduli museum, Indonesia Museum Award 2018 juga memberikan penghargaan kepada Tokoh Peduli Museum, Pengusaha Peduli Museum, Perguruan Tinggi Peduli Museum, dan Media Peduli Museum. Bahkan, ada penghargaan khusus untuk tokoh sepanjang hidupnya memiliki andil besar bagi perkembangan museum dan heritage, berupa penghargaan Pengabdian Sepanjang Hayat (Lifetime Achievement).

Komunitas ini dibentuk berawal dari keprihatinan terhadap proses belajar untuk memasyarakatkan learning expeditions yang dikemas dengan nama Jelajah (Jejak Langkah Sejarah). Komunitas Jelajah diprakarsai Hamdani Masil dan resmi didirikan pada tanggal 15 Agustus 2010 oleh C. Musiana Yudhawasthi didukung oleh Prof. Sulistyo Basuki, Phd dan Prof. Dr. Mundardjito.

Berbeda dengan komunitas lain, dalam Jelajah sebuah perjalanan tidak begitu saja dilaksanakan tanpa memikirkan pembelajaran yang akan diperoleh para pesertanya. Jelajah merupakan class without class. Jelajah mengemas standar kompetensi sekolah dalam bentuk penelitian langsung di lapangan secara terpadu.

Menariknya, komunitas ini memiliki ajang Museum Awards. Melalui ajang ini diharapkan oleh komunitas mampu mendorong pengelola museum serta meningkatkan apresiasi masyarakat terhadap kekayaan memori kolektif bangsa.

“Ide awal Museum awards adalah dari kegiatan kami melakukan penelitian dengan tajuk Museum di Mata Pengunjung pada tahun 2011, di mana hasil penelitian itu kami seminarkan dalam rangka Hari Museum bekerjasama dengan Museum Bank Indonesia,” ujar Ketua Umum Komunitas Jelajah Musiana Yudhawasthi seperti dilansir Liputan6.com.

Tahun 2012, komunitas jelajah lagi-lagi melakukan penelitian dan diakhiri dengan memberikan apresiasi kepada museum-museum yang berprestasi. Ditekankan oleh Musiana, penelitian dilaksanakan secara incognito karena kegiatan Museum Awards itu bukan lomba, tetapi memberi apresiasi kepada museum.

Tahun 2012 dan 2013 Museum Awards dipusatkan pada museum di wilayah DKI Jakarta. Sedangkan tahun 2014, komunitas ini melebarkan sayap dengan menjangkau wilayah Banten serta Jawa Barat. Tahun berikutnya merembet seluruh pulau Jawa.

Sementara Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini mengucapkan terimakasih atas penghargaan yang diberikan kepadanya. Ia juga mengaku kaget setelah mendengar dapat penghargaan salah satu pejabat yang peduli terhadap museum. “Terus terang saya kaget waktu diberitahu dapat penghargaan ini, karena saya belum melakukan apa-apa,” kata Risma.

Risma mengaku, sejak awal menjabat Wali Kota Surabaya, dia sudah bermimpi menjadikan Kota Pahlawan memiliki banyak perpustakaan dan banyak museum. “Saya punya mimpi saat saya jadi wali kota, bukan hanya ada satu perpustakan di Surabaya, tetapi saya ingin membangun 1.000 perpustakaan di Kota Surabaya. Dan saat ini Surabaya mempunyai 1.498 perpustakaan,” kata Risma.

Risma menjelaskan, keinginannya agar Kota Surabaya memiliki ribuan perpustakaan dan berbagai museum berangkat dari harapannya agar generasi muda di kota itu tidak melupakan sejarahnya. (redaksibisniswisata@gmail.com)

Hotel di Yogyakarta Dituding Penyebab Krisis Air

this formate

YOGYAKARTA, bisniswisata.co.id: Menjamurnya hotel dinilai menjadi salah satu penyebab krisis air di sekitaran Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Apalagi, keberadaan hotel-hotel di DIY banyak berpusat di daerah-daerah perkotaan. Konsumsi air di hotel sudah pasti menjadi luar biasa banyak, dan berakibat kepada berkurangnya jatah air tanah untuk masyarakat.

“Saat ini krisis air di (DI) Yogyakarta, sangat parah termasuk adanya berdirinya banyak hotel-hotel. Karena itu keberadaan air di Yogyakarta harus menjadi perhatian serius,” ungkap Permaisuri dari Sri Sultan Hamengku Buwono X, Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Hemas usai meresmikan Museum Air di Jogja Bay, Senin (15/10/2018).

Krisis air sempat terjadi pada musim kemarau lalu di sekitaran DIY. Selain keberadaan hotel, krisis air juga disebabkan musim kemarau yang memang rutin setiap tahun. Terutama, dirasakan masyarakat yang tinggal di perkotaan, atau lebih tepatnya yang berada di sekitaran hotel-hotel. Kondisi itu dirasakan sebagian besar di Kota Yogyakarta, Kabupaten Sleman dan Kabupaten Bantul.

Setelah erupsi Gunung Merapi yang terjadi pada awal tahun, Hemas merasa ada banyak persoalan-persoalan yang memang harus diperbaiki. Salah satunya krisis air yang terjadi di DIY. “Saya minta persoalan-persoalan itu mendapat perhatian dari kepala-kepala daerah dari kabupaten/kota yang ada di DIY. Hemas menegaskan, kebutuhan air untuk kepentingan bisnis tetap perlu diatur,” lontarnya serius.

Hingga kini, lanjut dia seperti dilansir laman Republika, memang belum ada data pasti jumlah konsumsi air dari hotel-hotel di DIY. Namun, tingginya konsumsi air hotel-hotel DIY sebenarnya dapat diperkirakan dari data statistik hotel.

Dilihat dari data statistik Dinas Pariwisata DIY misalnya. Dari 513 hotel yang ada dari 2017, terdapat setidaknya 136.650 kali check in wisatawan mancanegara dan 1.189.815 wisatawan domestik. Pada 2018, belum tutup tahun saja data check in wisatawan mancanegara sudah mencapai 52.210 dan wisatawan domestik mencapai 478.513. Dari sana, sudah sedikit tergambar banyaknya konsumsi air hotel-hotel di DIY.

Meski begitu, Hemas menekankan, masyarakat DIY sendiri memang perlu melakukan tindakan-tindakan penghematan. Terutama, kaum perempuan sebagai pengguna air terbanyak yang mungkin membutuhkan air sejak pagi sampai malam.

Untuk jumlah, Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X sendiri sebenarnya telah menyetujui perpanjangan moratorium penerbitan izin hotel di DIY. Sikap yang kurang lebih sama dikeluarkan bupati/wali kota yang ada.

Namun, tentu pembangunan masih dapat dilakukan mereka-mereka yang izinnya telah diterbitkan sebelum moratorium dikeluarkan. Namun, tanpa adanya tambahan saja konsumsi air hotel-hotel yang ada sudah sangat tinggi.

Menjawab itu, Bupati Sleman, Sri Purnomo mengatakan, untuk Kabupaten Sleman sendiri hotel-hotel yang ada sudah harus dikoordinasikan. Utamanya, karena mereka tidak boleh mengambil air sendiri. “Otomatis setiap hotel yang hadir di Sleman sudah kita koordinasikan tidak boleh mengambil air di tanah sendiri,” kata Sri.

Mereka, lanjut Sri, akan mendapatkan pasokan air melalui Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Sleman. Pasalnya, cadangan air PDAM terbilang cukup tinggi dan tidak terlalu banyak yang dikonsumsi masyarakat.

Selain itu, ia mengungkapkan, Pemkab Sleman sudah menggandeng Pemprov DIY untuk pemanfaatan PAM regional. Menurut Sri, pengalihan itu dapat mendukung pasokan air untuk jangka panjang. “Demi kita bisa menghadirkan air untuk kebutuhan masyarakat,” ujar Sri.

Sebaran hotel-hotel di DIY sendiri untuk perkotaan banyak di Kota Yogyakarta, Kabupaten Sleman dan Kabupaten Bantul dan pesisir ada di Kabupaten Bantul, Kabupaten Gunungkidul dan Kabupaten Kulonprogo. Sedangkan, tahun ini krisis air hampir terjadi di semua kabupaten/kota yang ada di DIY. Kabupaten Gunungkidul menjadi daerah yang mengalami krisis air dengan jumlah dan waktu paling lama. (EP)