Menu Baru Grand Candi Hotel Tonjolkan Cita Rasa Nusantara

this formate

SEMARANG, bisniswisata.co.id: Memiliki menu andalan yang khas menjadi senjata utama restoran, kafe, dan hotel untuk bisa terus eksis dan bersaing. Tak terkecuali Grand Candi Hotel Semarang. Hotel bintang lima di Jln. Sisingamangaraja No.16 Semarang ini mengeluarkan tujuh menu spesial baru dalam rangka promo menu tiga bulanan Inside The Kitchen edisi Oktober-Desember 2018.

Tak seperti bulan-bulan sebelumnya, dalam keterangan tertulis, Selasa (02/10/2018) dimana Inside the Kitchen lebih dominan menyuguhkan kuliner dengan nuansa western yang kental. Inside the Kitchen kali ini menyajikan hidangan-hidangan khas Nusantara dengan sentuhan cita rasa dunia.

Salah satu dari tujuh menu andalan kali ini adalah Bistik 16, bistik yang terbuat dari daging sapi segar dipanggang dengan temperatur yang tepat membuat tekstur daging tetap terasa juicy. Dilengkapi dengan sate baso, irisan telur, sayuran segar, nasi hangat, dan tentunya saus bistik dengan bumbu khas Grand Candi Hotel.

Dua menu andalan khas Nusantara berikutnya adalah Nasi Campur Bali dan Tahu Kupat Srikandi. Nasi Campur Bali disajikan dengan sambal matah dan lauk yang berlimpah, suwiran bebek goreng yang dicampur dengan bumbu lawar.

Dilengkapi dengan Sate Daging Empal, Sate Pentul, Lawar Kacang Panjang, dan peyek kacang. Sementara itu, Tahu Kupat Srikandi adalah tahu kupat yang dibuat dengan resep turun-temurun dapur Grand Candi Hotel.

Bagi pecinta masakan oriental, Inside The Kitchen kali ini juga menghadirkan Braised Sea Cucumber. Teripang laut yang dimasak bersama Soy Sauce, cocok bagi para penikmat makanan laut dan oriental.

Tak lengkap rasanya jika tak ditutup dengan hidangan penutup yang manis dan minuman segar. Untuk Dessert, Inside The Kitchen edisi Oktober-Desember ini menyajikan White Choberry dengan porsi personal dan Double Berry Chow Dome dengan ukuran 2 Pounds yang bisa disantap ramai-ramai.

Untuk minumannya, Grand Candi Hotel menawarkan Fantastic Sour yang berbahan dasar buah sirsak yang menonjolkan sensasi rasa asam dan segar. Inside The Kitchen edisi Oktober-Desember dibanderol dengan harga mulai dari Rp55.000-Rp300.000 net, bisa dinikmati pada saat jam makan siang dan jam makan malam. (redaksibisniswisata@gmail.com)

Dekranasda Jabar Balai Belajar ke Besar Kerajinan dan Batik (BBKB) JogJakarta.

this formate

JOGJAKARTA, bisniswisata.co.id: Untuk meningkatkan mutu dan kualitas hasil kerajinan dan batik Jawa Barat, tim Dekranasda Jabar tak segan-segan berkunjung dan belajar ke Balai Besar Kerajinan dan Batik (BBKB) Jogjakarta.

Tim yang berjumlah sekitar 40 orang dipimpin langsung oleh Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Deranasda) Jawa Barat Atalia Ridwan Kamil.

“Kami ingin mempelajari kerajinan dan batik di BBKB ini. Bagaimana meningkatkan kualitas bahan baku, sehingga bisa menghasilkan produk yang lebih bagus, dan lainnya,” kata Atalia yang juga isteri Gubernur Jabar Ridwan Kamil, dalam kunjungan di BBKB Jogjakarta, hari ini.

Kunjungan tim Dekranasda Jabar ke Yogyajarta juga dalam rangkaian Pameran Jogja International Batik Biennale 2018 (JIBB) yang berlangsung 2-6 Oktober.
Dalam rombongan ini Atalia didampingi Lina Uu Ruzhanul Ulum, isteri Wakil Gubernur Jabar yang juga Wakil Ketua Dekranasda Jabar, dan Euis Saedah, Sekretaris Jenderal Dekranas.

Agus Kuncoro, PLT Kepala BBKB Yogyakarta, menyambut baik kunjungan tim Dekranasda Jabar ini. Tim dibawa melihat berkeliling di dalam balai besar. Ada laboratorium membatik, membuat kerajinan cincin, anyaman, menjahit baju, tas, sarung bantal, dan lainnya.

Agustus 2018: Kunjungan Wisman Singgahi Sumbar & Sulut Naik

this formate

PADANG, bisniswisata.co.id: Badan Pusat Statistik (BPS) Sumatra Barat (Sumbar) mencatatkan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Sumbar per Agustus 2018 mengalami peningkatan 9,84% dibandingkan bulan sebelumnya. Kondisi kenaikan yang sama yang dialami Sulawesi Utara (Sulut).

Jumlah kunjungan wisman masuk Sumbar via pintu Bandara Internasional Minangkabau (BIM) dan Pelabuhan Teluk Bayur capai 5.602 orang. “Jumlah itu meningkat cukup signifikan sebesar 9,84% dari bulan sebelumnya tercatat hanya sebanyak 5.100 orang. Memang sempat turun saat Lebaran, setelahnya kunjungan wisman ke Sumbar terus meningkat,” ungkap Kepala BPS Sumbar Sukardi di Padang, Selasa (2/10/2018).

Dilanjutkan, kontribusi kunjungan wisman Sumbar terhadap total kunjungan wisman ke dalam negeri memang tergolong kecil atau hanya 0,37% dari total kunjungan wisman ke Indonesia sebanyak 1,5 wisatawan. Namun, pintu Sumbar memang bukanlah pintu utama kedatangan wisman, karena banyak juga wisatawan yang masuk ke daerah itu, justru lewat pintu lainnya seperti Bali, Batam, atau Jakarta.

Wisman datang ke Sumbar mayoritas dari Malaysia sebanyak 4.351 orang. Adanya penerbangan langsung Padang – Kuala Lumpur, serta kedekatan unsur budaya jadi penyebab banyaknya wisman dari negeri jiran. Disusul wisman asal Australia sebanyak 368 orang, Perancis 123 orang, Tiongkok 122 orang, Amerika Serikat 48 orang, Inggris 42 orang, Singapura 40 orang, Taiwan 38 orang, dan Thailand 30 orang.

Ketua Association of the Indonesia Tour and Travel Agency (Asita) Sumbar Ian Hanafiah meminta pemerintah daerah meningkatkan promosi dan branding wisata daerah itu, sehingga mudah diingat oleh wisatawan. “Bisa meniru Malaysia. Kan bisa potensi penerbangan Padang – Kuala Lumpur dua kali sehari dimaksimalkan untuk promosi wisata,” katanya.

Menurutnya, yang paling penting untuk meningkatkan kunjungan wisman adalah tersedianya infrastruktur pariwisata yang memadai, pelayanan yang baik, serta memahami kebutuhan wisatawan.

Di tempat terpisa, BPS Sulut mencatat kunjungan wisman tembus 100.000 orang. Jumlah itu mencapai 83,3% dari target kunjungan wisman 2018 sebesar 120.000 orang. Kedatangan Silk Air di Bandara Sam Ratulangi Manado pukul 13.00 WITA menggenapkan jumlah wisman ke Sulawesi Utara menjadi 100.000 orang. Sejak 1994, Silk Air konsisten mengantarkan wisman dari Singapura.

Geliat wisman dari China dimulai pada 2016 melalui penerbangan charter. Hingga kini Lion Air rutin mengantarkan wisman dari China melalui 6 rute, yakni: Changsha, Shanghai, Shenzhen, Guangzhou, Tianjin dan Zhengzhou. Selain Lion Air, maskapai Citilink dan Sriwijaya Air sempat turut meramaikan penerbangan charter dari Cina.

General Manager Bandara Sam Ratulangi Manado Minggus E.T Gandeguai menjelasksan, pihaknya bersama Pemerintah Sulut dan instansi terkait menyambut kedatangan wisman tersebut. “Penyambutan penumpang ke 100.000 ini merupakan bentuk rasa syukur atas antusiasme para wisman datang ke Sulawesi Utara,” paparnya.

Minggus berharap dapat menjadi motivasi tersendiri bagi Angkasa Pura Airports dan Pemerintah setempat untuk terus melakukan improvement. Dengan begitu bisa diberikan pelayanan terbaik bagi para wisman, sehingga mereka mendapat pengalaman yang menyenangkan selama berada di Sulut. Akhirnya, semakin banyak wisman yang tertarik untuk datang.

“Wisatawan mancanegara yang masuk Sulut melalui Bandara Sam Ratulangi saat ini masih didominasi oleh China. Selain China dan Singapura, wisatawan dari benua Eropa dan Amerika mulai menunjukkan ketertarikan, seperti wisatawan dari Jerman, Italia, Perancis, Switzerland, dan Amerika yang rata-rata naik lebih dari 15%,” ujarnya.

Memasuki kuartal IV, kenaikan jumlah wisman yang masuk melalui Bandara Sam Ratulangi Manado mencapai 74% atau sejumlah 88.312. Itu terjadi pada periode Januari hingga Agustus 2018.

Wisman ke Sulut sejauh ini masih didominasi wisman dari China. Jumlah mereka naik mencapai 90% atau sebanyak 76.724 pada periode Januari-Agustus 2018 jika dibandingkan periode yang sama tahun 2017. Selanjutnya, wisman dari Singapura naik 10% atau sebanyak 1.580 serta wisman dari Jerman sebanyak 1.392 atau naik 34%. (EP)

Hari Batik Nasional Semarak di Sosmed

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Hari Batik Nasional jatuh setiap pada 2 Oktober, benar-benar semarak di dunia sosial media (Sosmed). Selain memuncaki trending topics terpopuler di twitter dengan lebih dari 3.000 kicauan membahas soal hari batik nasional. Juga, pengguna twitter ramai-ramai memamerkan pakaian batik yang dikenakannya.

Tagar #HariBatikNasional berseliweran di linimasa, kebanyakan twit berupa unggahan foto selfie dan wefie warganet, bersama-sama memamerkan batiknya. Termasuk juga Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil dalam akun instagramnya yang mengajak semua warga Jawa Barat memakai batik untuk merayakan salah satu hari budaya nasional itu.

Bahkan masyarakat Indonesia dari berbagai pelosok nusantara menggenaan busana batik dengan berbagai model, warna serta corak khas batik dari berbagai daerah. Mengingat, pada tanggal ini, beragam lapisan masyarakat dari pejabat pemerintah dan pegawai BUMN, hingga pelajar disarankan untuk mengenakan batik.

Pemilihan Hari Batik Nasional 2 Oktober berdasarkan keputusan UNESCO, Badan PBB membidangi Pendidikan, Ilmu Pengetahuan, dan Kebudayaan, secara resmi mengakui batik Indonesia sebagai warisan budaya dunia untuk Budaya Lisan dan Nonbendawi (Masterpieces of the Oral and Intangible Heritage of Humanity).

UNESCO memasukkan batik dalam Daftar Representatif Budaya Tak benda Warisan Manusia. Pengakuan terhadap batik merupakan pengakuan internasional terhadap budaya Indonesia. “Teknik, simbolisme, dan budaya melingkupi kain katun atau sutra diwarnai secara manual, yang dikenal sebagai Batik Indonesia, meresap dalam kehidupan orang Indonesia, dari awal hingga akhir,” demikian dikutip dari situs Unesco, Senin (1/10/2018).

Dilanjutkan, bayi-bayi dibawa dalam gendongan batik yang dihiasi simbol-simbol yang mewakili harapan akan keberuntungan bagi sang bocah. Dan, orang yang meninggal dunia pun diselimuti batik. “Batik, juga menjadi bagian tak terpisahkan dalam kehidupan sehari-hari rakyat Indonesia,” lontar UNESCO.

Batik digunakan sehari-hari, dalam kegiatan bisnis hingga akademis, saat merayakan pernikahan maupun kehamilan, bisa ditemukan dalam pagelaran wayang maupun seni lainnya. Kain batik juga memainkan peran sentral dalam sejumlah ritual. “Batik diwarnai oleh para pengrajin, yang menggambar desain pada kain, dengan titik dan garis menggunakan lilin (malam),” sambungnya.

Proses pembuatan batik tradisional bukan hanya rangkaian produksi semata. Ada budaya bahkan semacam ritual di dalamnya. “Keragaman pola yang luas mencerminkan berbagai pengaruh, mulai dari kaligrafi Arab, karangan bunga Eropa dan burung phoenix China hingga bunga sakura dari Jepang dan burung merak India atau Persia.”

Batik seringkali diwariskan dari generasi ke generasi. “Kerajinan batik berkaitan dengan identitas budaya masyarakat Indoensia. Dan, makna simbolis dari warna dan desainnya mengekspresikan kreativitas dan spiritualitas.”

Sejak pengakuan yang diberikan Unesco, Batik pun kian dekat dengan kehidupan masyarakat Indonesia, digunakan dalam pakaian formal dan kasual, serta menjadi inspirasi bagi banyak haute couture kontemporer. Banyak orang Indonesia memilih menggunakan batik yang penuh warna dan modern sebagai pakaian sehari-hari — yang cocok untuk dipakai di wilayah yang panas dan lembab seperti di Nusantara.

Masing-masing daerah pun mengembangkan motif batik khusus dan warna yang unik. Hari batik mjuga enjadi sebuah momentum pelestarian dan pengenalan batik kepada dunia internasional. Juga harapan agar kecintaan masyarakat Indonesia akan batik makin mendalam, serta filosofinya meresap dalam jiwa: sabar, teliti, tekun dalam menjalani kehidupan.

Selain itu, ada tiga jenis batik yang ada di Indonesia. Mengutip laman Balai Besar Kerajinan dan Batik Kementerian Perindustrian RI pada Selasa (2/10/2018), menurut SNI 0239:2014, Batik adalah kerajinan tangan sebagai hasil pewarnaan secara perintangan menggunakan malam (lilin batik) panas sebagai perintang warna dengan alat utama pelekat lilin batik berupa canting tulis dan atau canting cap untuk membentuk motif tertentu yang memiliki makna.

Sementara itu, paling tidak ada tiga jenis batik berdasarkan cara pembuatannya.

1. Batik tulis

Batik tulis adalah batik yang dibuat dengan menggunakan alat utama canting tulis sebagai alat melekatkan malam (atau lebih dikenal sehari-hari dengan istilah lilin). Karena terbuat dari malam, tentu saja baunya adalah bau malam. Sementara itu, jika dilihat secara proses dan fisik ada beberapa hal yang bisa diamati yaitu: motif pada kain dapat berulang dan/atau tidak berulang, goresan bekas malam tidak selalu tepat sama pada setiap garis klowong, ulangan motif, dan sambungan motif.

Selain itu, terdapat rembesan warna yang disebabkan tipisnya goresan malam, ketidakteraturan pecahan tapak malam, dan pada tepi tapak malam. Tapak malam yang ada di bagian terusan ini tidak tepat sama. Jumlah, ukuran, jarak, dan bentuk isen (gambar yang menjadi pengisi dan pelengkap gambar ornamen) pada suatu bidang motif tidak sama. Selain itu, hasil proses remukan selalu diperoleh pecahan yang tidak teratur. Selain itu, hasil tembokan diperoleh pecahan tidak teratur.

2. Batik cap

Batik Cap adalah batik yang dibuat dengan menggunakan alat utama canting cap sebagai alat melekatkan malam. Mengenai proses dan ciri fisiknya bisa terlihat dari raport berulang secara sama dan/atau pergeseran pada tiap pengulangannya, terdapat rembesan warna yang disebabkan ketidakteraturan pecahan malam dan pada tepi tapak malam.

Dalam batik cap, tapak malam pada bagian terusan tidak selalu tepat sama. JUmlah, ukuran, jarak dan bentuk isen pada suatu bidang motif sama. Sementara itu, hasil proses remukan selalu diperoleh pecahan yang tidak teratur dan hasil tembokan diperoleh pecahan tidak teratur. Terdapat juga tapak penanda teken dengan atau tanpa penitis.

3. Batik kombinasi

Batik kombinasi adalah batik yang dibuat dengan menggunakan alat utamanya canting cap dan canting tulis. Sama seperti batik cap dan tulis, baunya tentu saja bau malam. Sementara untuk ciri-cirinya, dilihat dari fisik dan prosesnya adalah: motif pada kain dapat berulang dan atau tidak berulang, raport berulang secara sama dan atau ada pergeseran pada tiap pengulangannya, goresan bekas malam tidak selalu tepat sama pada setiap garis klowong pembentuk motif dan atau isen, ulangan motif dan sambungan motif

Terdapat rembesan warna yang disebabkan ketidakteraturan pecahan malam dan pada tepi tapak malam, tapak malam pada bagian terusan tidak selalu tepat sama. Jumlah, ukuran, jarak dan bentuk isen tulis pada suatu bidang motif bisa tidak sama, namun juga bisa samaHasil proses remukan selalu diperoleh pecahan yang tidak teratur. Hasil tembokan tidak selalu diperoleh pecahan tidak teratur. Selain itu, terdapat tapak penanda teken dengan atau tanpa penitis. (EP)

Airport Tax Rencana Dinaikan Lagi

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id: PT Angkasa Pura II (Persero) berencana menaikkan tarif pelayanan jasa penumpang udara (PJP2U) atau passengger service charge (PSC), salah satu komponen airport tax atau pajak Bandar. Padahal pada 1 Maret 2018, airport tax sudah mengalami kenaikan lagi, dampaknya pasti turut mengerek harga tiket pesawat yang dibeli penumpang.

“PJP2U tadi dibahas dalam waktu dekat akan dilakukan suatu settlement dengan sesuatu harga tertentu, kita akan finalisasi dalam waktu dekat,” kata Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dikutip dari Antara, Senin (1/10/2018).

Direktur Utama PT Angkasa Pura II Muhammad Awaluddin menjelaskan penyesuaian tarif PJP2U untuk menyeimbangkan biaya yang digelontorkan untuk investasi. “Karena bandara-bandara yang kami usulkan untuk disesuaikan PSC-nya adalah bandara yang sudah kami investasi dalam belanja modal dua hingga tiga tahun terakhir,” katanya.

Ia tidak menyebutkan usulan kenaikan PJP2U, namun akan disesuaikan dengan inflasi. “Kita yang mengajukan, konsultasinya kami dan dievaluasi. Salah satu yang diukur adalah dampaknya ke inflasi. Kalau dampaknya ke inflasi cukup tinggi, catatan pemerintah kan sangat strongly recommended,” katanya.

Awaluddin berjanji dengan kenaikan PJP2U, mutu pelayanan juga akan meningkat. “Sehingga konsepnya bahwa apa yang sudah kita investasi dan dibantu pemerintah disesuaikan tarifnya, kita kembalikan besaran yang dapat atau pendapatan kembalikan lagi menjadi investasi peningkatan mutu,” kata dia.

Karena bandara yang sudah ditanam modalnya itu, perlu ada perbaikan serta pemeliharaan. “Ada investasi ulang dan kita engga bisa investadi lagi kalau penyesuaian tidak dilakukan,” katanya.

Konsep yang dilakukan Awaluddin yaitu subsidi silang, yaitu bandara dengan ebitda negatif ditutupi dengan bandara dengan ebitda positif. Bandara-bandara yang diusulkan untuk dinaikkan PJP2U, yaitu bandara dengan ebitda negatif.

“Tadi kami usulkan beberapa bandara yang memang ebitdanya negatif. Kenapa bisa negatif Karena tidak seimbang antara investasi kita dengan yang kita dapat dengan pendapatan kita,” katanya.

Meskipun, Awaluddin mengaku bahwa yang didapat tidak begitu banyak karena pihaknya mendapatkan pelimpahan bandara-bandara Kemenhub, seperti Bandara Belitung, Pontianak, Banyuwangi dan sebagainya. “Kami mengusulkan seluruh bandara dilakukan penyesuaian PJP2U, kecuali Bandara Internasional Soekarno-Hatta,” lontarnya.

Pada tahun 2017, PT Angkasa Pura II mencatat jumlah penumpang sebanyak 105 juta penumpang atau naik 10,83 persen dibandingkan tahun sebelumnya sebanyak 95 juta penumpang. AP II pada tahun 2018 membidik pendapatan Rp 9,4 triliun atau tumbuh 17,6 persen dibanding 2017. AP II membidik jumlah lalu lintas penumpang sebanyak 119 juta orang pada tahun ini. Artinya, semakin banyak penumpang pesawat, pajak dari aeronautika yang didapat juga akan semakin meningkat lagi. (EP)

Malioboro Coffee Night Terselenggara Untuk Merajut Kopi Nusantara

this formate

JOGJAKARTA, bisniswisata.co.id: Komunitas Pencinta Kopi Nusantara Yogyakarta bekerjasama dengan Pemerintah Kota Yogyakarta mempersembahkan Malioboro Coffee Night yang kedua kalinya dengan tema Merajut Kopi Nusantara.

“Selain merayakan Hari Kopi Sedunia yang jatuh setiap 1 Oktober, tema yang kami usung karena konsep ini secara bersamaan juga digelar di Banyuwangi, Malang, Jakarta, Bandung,Temanggung, dan Lampung dengan waktu yang bersamaan dengan agar kopi indonesia lebih dikenal dan dijaga serta cintai oleh masyarakatnya sendiri,” kata Anggi, panitia pelaksana, hari ini.

Tema Merajut Kopi Nusantara sepanjang malam, Selasa,  02 Oktober 2018 di Kawasan Wisata Malioboro pukul 22.00 WIB – 06.00 WIB dan juga serentaj pada jam yang sama di 6 kota lainnya,” tambah Anggi.

Kegiatan ini selain Untuk memeriahkan International Coffee Day yang jatuh pada 1 Oktober dan Memeriahkan Hari Batik Nasional pada 02 Oktober serta menyambut Hari jadi Kota Jogja yang ke-261

Barista cantik menyediakan minuman kopi gratis pada pengunjung

“Malioboro Coffee Night’ kali ini melibatkan 100 perwakilan penggiat kopi yang menyediakan 26.200 cup kopi  Gratis dari beberapa daerah di Indonesia, yakni Yogyakarta, Jawa Tengah, Jawa Timur, DKI Jakarta, Sumatera sampai Papua,” ungkap Anggi.

Peserta tidak hanya terdiri dari warung kopi tetapi juga petani kopi hingga industri ikutan kopi. Karakter utama yang dipilih dalam “Malioboro Coffee Night” yang kedua kali ini  adalah “Kopi Tubruk Nusantara dan Budaya Kopi Tarik”.

Acara Malioboro Coffee Night sendiri direncanakan akan menjadi event tahunan bersamaan dengan festival kopi yang sebelumnya digelar, Prawiro Coffee Festival, 16 Agustus 2018 lalu.  Para pegiat kopi berharap ke depan Kota Yogyakarta akan bisa memposisikan diri sebagai “Jogja Kota Wisata Kopi” di mana di kota ini orang bisa mendapatkan berbagai hal tentang kopi.

Boleh dibilang, Kota Yogyakarta memiliki keunikan karena sekalipun tidak memiliki lahan kopi sendiri, namun di kota ini ada berbagai jenis kopi dari segala penjuru Nusantara yang beredar, Kopi-kopi itu bukan hanya dijajakan di warung kopi saja tetapi juga dijual di berbagai tempat dalam bentuk bubuk maupun green bean.

Seperti yang diminta Walikota Yogyakarta H Haryadi Suyuti, Malioboro Coffee Night akan dikemas seperti event Prawiro Coffee Festival, dimana di dalamnya panitia juga melibatkan para seniman Yogyakarta sebagai pengisi acara. Pentas musik jalanan, cartoon art, dan seni patung mewarnai event sepanjang malam itu.

Laporan: Satrio Purnomo

L’Oreal Gairahkan Paris Fashion Week 2018

this formate

PARIS, bisniswisata.co.id: Paris Fashion Week 2018 tampil beda, bahkan menyimpang dari pakem fashion show. Umumnya panggung peragaan busana di dalam gedung atau mall. Namun kini Paris Fashion Week keluar dari panggung, dengan memperagakan busana terbaru di pinggir dermaga.

Ternyata aksi ini mendapat sambutan luar biasa. Lalu lintas kapal di Seine terhenti sejenak pada Minggu (30/9/2018) untuk memberi jalan bagi para bintang film dan model di salah satu sudut dermaga tempat diselenggarakannya pameran busana oleh perusahaan kosmetik L’Oreal.

Acara ini menjadi bagian dari perhelatan Paris Fashion Week. Sebelumnya, sejumlah merek pakaian mewah seperti Chanel hingga Kering’s Gucci selalu menyajikan koleksi mereka dengan cara yang unik, tetapi kini tugas mereka lebih ringan karena peragaan busana ini dipegang oleh perusahaan kecantikan.

Aktris Eva Longoria dan Elle Fanning tampak cantik di antara selebritas dan model internasional yang berbaris di atas catwalk sepenjang 60 meter. Sejumlah model seperti Duckie Thot dan Soo Joo Park juga tampil dalam ajang fesyen tahunan tersebut.

Lalu lintas sungai di depan museum Quai D’Orsay di Paris dihentikan selama 30 menit untuk acara yang diselenggarakan dalam rangka merayakan kesuksesan kosmetik L’Oreal Paris di pasar dunia.

“Kami ingin menciptakan sesuatu yang baru, yang akan diakses oleh khalayak seluas mungkin dan pada saat yang sama menyoroti DNA Paris kami,” ujar Pierre-Emmanuel Angeloglou, Global Brand President L’Oreal Paris seperti dikutip dari Reuters, Senin (01/10/2018).

Acara ini juga disiarkan di Tmall, yang dimiliki oleh raksasa e-commerce Tiongkok Alibaba dan platform belanja lainnya setelah peragaan busana L’Oreal pada tahun lalu memacu lonjakan lalu lintas web pada saat itu. (EP)

Happy Salma Lestarikan Batik Lewat Film

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Semangat melestarikan batik Indonesia tak pernah luntur. Banyak cara agar tetap lestari. Salah satunya, dengan membuat sebuah film. Cara itu yang tengah dikerjakan aktris Happy Salma. Lahirnya ide bikin film tentang batik ini, melalui proses yang panjang dan ide yang brilian. Karena memang selama ini belum ada yang memikirkan untuk mem-film-kan terkait dengan batik.

“Awalnya waktu itu punya ide, saya ada brand Tulola, lantas ambil motif dari batik Kudus jadi perhiasan. Saya membayangkan bagaimana orang bisa merasakan batik itu adalah sebuah proses kehidupan,” lontar Happy dalam jumpa pers film Sekar di Jakarta, Senin (01/10/2018).

Melalui Titimangsa Foundation yang dipimpin Happy Salma akhirnya membikin film pedamping untuk perhiasan itu. “Sampai akhirnya saya lupa dengan perhiasan yang akan kita buat. Karena keasyikan menggali bagaimana membuat film ini dan dipublikasikan ke orang banyak,” lanjutnya.

Film Sekar bercerita tentang batik ini, dipersembahkan buat Indonesia. Merupakan rangkaian untuk melestarikan batik Indonesia. Film pendek yang disutradarai Kamila Andini berdurasi 30 menit itu mengisahkan hubungan antara ibu dan anak. Juga pandangan lebih dalam tentang persamaan hubungan dengan batik.

“Seperti batik kadang kita enggak ngerti apa sih maknanya, tapi ternyata ada filosofinya, itu adalah rapalan-rapalan doa. Cinta kasih ibu ke anak sangat abstrak, jadi kita harus mengaktifasi semua indra. Sama kayak batik, kadang tidak bisa dimengerti hanya dengan dilihat,” lontarnya.

Film ini bercerita tentang seorang wanita buta bernama Sekar (Sekar Sari) yang menjadikan batik buatan ibunya sebagai sebuah dunia. Dia mencintai seluruh bagian dari batik tanpa pernah melihatnya. Hanya bisa menyentuh, merasakan penuh perasaan.

Setiap kali ibunya (Christine Hakim) membuat batik dengan canting dan lilin, dia selalu ada di samping ibunya untuk mencium bau lilin, bau pewarna, mendengar suara kibaran kain, suara kompor dan meraba cap. Sang ibu juga suka memintanya duduk bersama dan menebak motif apa yang sedang dibuat. Bagi Sekar, batik adalahnya caranya melihat dunia.

Film ini mengajak penonton menikmati semua bunyi, visual dan semua perasaan yang ada dalam batik seperti yang dirasakan Sekar. Di balik setiap batik terselip doa dan harapan yang tersimpan. Melalui hubungan Sekar dan ibunya, memperlihatkan kasih sayang yang mendalam.

“Terus terang saya sangat bangga bisa mendukung hadirnya film pendek ini. Keterlibatannya dalam film Sekar ini sebagai cara untuk melestarikan warisan budaya,” ungkap isteri Tjokorda Bagus Dwi Santana Kerthyasa.

Sutradara Kamila, lanjut Happy, berani mengangkat batik sebagai latar belakang yang tetap dikemas secara menarik dengan problematika kehidupan seorang disabel inspiratif. “Dengan mengangkat batik, ini adalah kontribusi kami untuk melestarikan dan menjaga warisan budaya bangsa,” terang perempuan berusia 38 tahun ini.

Selain Christine Hakim dan Sekar Sari, film ini juga diperankan oleh Marthino Lio. “Sekar” akan diputar perdana mulai 2 Oktober 2018 di kanal YouTube Indonesia Kaya. Namun, masyarakat dapat menyaksikan ringkasannya yang berdurasi 8 menit bertepatan juga dengan Hari Batik Nasional. (EP)

Sayang, Camilan Kripik Sanjai Banyak Tak Sertifikat Halal

this formate

BUKITTINGGI, bisniswisata.co.id: Kripik sanjai, camilan produk kuliner unggulan Kota Bukittinggi, Sumatera Barat (Sumbar) kini semakin digemari wisatawan nusantara. Kripik dengan bahan dasar singkong yang diproduksi secara turun menurun ini, lagi naik daun seiring dengan semakin meningkatnya wisatawan yang berwisata ke Bukittinggi.

Sayangnya, masih banyak pengusaha kripik Sanjai belum mengantongi sertifikat halal. Padahal sertifikat halal sangat dibutuhkan untuk menjamin produk itu aman dikonsumsi. Juga ada kenyamanan dan ketenangan dalam berusaha setelah memiliki sertifikasi halal.

Asosiasi Pengusaha Kerupuk Sanjai Bukittinggi diketuai Zil Andri mengatakan di Kota Bukittinggi terdapat sekitar 60 pengusaha kerupuk sanjai, hanya 31 pengusaha yang tergabung Asosiasi. Hal ini disebabkan untuk menjadi anggota asosiasi, pengusaha harus memenuhi kriteria tertentu. Nah, kriteria itu ditetapkan untuk menjaga mutu dari keripik sanjai itu sendiri.

Zil menyambut baik upaya Fakultas Hukum Universitas Indonesia (FH UI) melakukan sosialisasi dan pendampingan mengenai pengurusan sertifikasi halal. Para pengusaha yang masuk asosiasi sudah melakukan sertifikasi halal, hanya saja belum diperpanjang. Sertifikasi halal sendiri merupakan salah satu syarat untuk masuk ke dalam asosiasi.

“Banyak pengusaha kerupuk sanjai yang menolak mengikuti asosiasi dengan alasan dirasa tidak perlu keberadaan asosiasi dan syarat-syarat untuk ikut asosiasi, termasuk sertifikasi halal, dianggap hanya menyulitkan saja,” ungkapnya.

Alasan mengapa sedikit yang mau melakukan sertifikasi halal karena adanya anggapan tidak perlunya sertifikasi halal dan biaya sertifikasi halal yang cukup mahal. Biaya untuk mengurus sertifikasi halal bagi UKM adalah Rp 2,5 juta di Kota Padang dan Rp 3,1 juta di luar Kota Padang.

Sementara ongkos untuk melakukan sertiikasi halal bagi rumah makan adalah Rp 2,4 juta di Kota Padang dan Rp 3,8 juta di luar Kota Padang. Berdasarkan pasal 44 ayat (2) Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2014 tentang Jaminan Produk Halal, usaha dengan status UMKM diberikan kelonggaran untuk biaya sertifikasi halal, karena diperbolehkan ditanggung oleh pihak lain.

Karena itu, baik pemerintah atau pihak swasta diharapkan lebih aktif dalam sosialisasi, pendampingan, dan bantuan keuangan terhadap UKM agar bisa mengantongi sertifikasi halal. Alhasil, produk UKM memiliki daya saing

Karena itu, Badan Pengelola Jaminan Produk Halal (BPJPH), lembaga diberi mandat pemerintah untuk menyelenggarakan jaminan produk halal. Kewajiban penyelenggaraan ini berlaku paling lambat Oktober 2019. Meski demikian, banyak pelaku Usaha Kecil dan Menengah (UKM) di daerah yang belum mengantongi sertifikat halal.

Pasalnya, banyak UKM yang kurang peduli dan memiliki pengetahuan yang cukup akan pentingnya sertifikat halal dari produk yang mereka hasilnya. Atas dasar itu, Fakultas Hukum Universitas Indonesia (FH UI) mengisisiasi program sosialisasi dan pendampingan bagi para produsen UKM kuliner Kripik Sanjai di Desa Manggis, Kelurahan Manggis Ganting Sanjai, Kota Bukittinggi, Provinsi Sumatera Barat.

Heru Susetyo, Manajer Riset & Publikasi FH UI mengatakan, pendampingan untuk pemahaman perlunya sertifikasi halal bagi UMKM kuliner. Juga membantu memfasilitasi produsen kripik sanjai agar bersertifikasi halal dari produk dihasilkan ke LPPOM Majelis Ulama Indonesia. “Ada 10 UKM kuliner kripik sanjai menerima fasilitas bantuan sertifikasi halal,” kata Heru seperti dilansir Kontan.co, Senin (1/10).

Prioritas program ini, lanjut dia, adalah pemberdayaan dan peningkatan kapasitas bagi produsen UKM kuliner dalam rangka peningkatan kapasitas Indonesia dalam mengadakan halal tourism, khususnya produsen kripik sanjai. Sedangkan kripik sanjai merupakan salah satu produk kuliner unggulan Kota Bukittinggi.

Kripik sanjai atau karupuak sanjai dalam bahasa lokal, sebuah camilan kuliner berbahan dasar singkong, yang diproduksi secara turun-temurun. Adapun masalah yang dihadapi sekarang ini adalah masih sedikitnya produk kreasi para produsen kripik sanjai yang sudah bersertifikat halal sesuai ketentuan BPJPH.

Tercatat dari 182 unit usaha Kripik pada tahun 2011, dari 52 unit usaha yang disurvei, baru 37 yang memiliki izin usaha. Lalu, berdasarkan hasil preliminary research yang telah dilakukan FH UI, sekurang-kurangnya bantuan yang diberikan oleh Pemerintah Provinsi Sumatera Barat untuk sertifikasi halal hanya terbatas pada dua unit usaha Kripik Sanjai saja pada tahun 2015 yang lalu.

Kemudian, berdasarkan penelitian permulaan di lapangan, dari produsen yang sudah memiliki sertifikasi halal, sebagian besar merasa enggan untuk memperpanjang masa keberlakuan sertifikat halal yang telah dimiliki. Padahal, Sumatera Barat, sebagai sebuah provinsi yang masyarakatnya mayoritas memeluk agama Islam, Sumatera Barat juga mendapatkan designasi sebagai destinasi pariwisata halal.

Selain itu, Sumatera Barat telah mendapatkan penghargaan sebagai World Best Halal Culinary Destination, World Best Halal Destination, dan World Best Halal Tour Operator di ajang World Halal Tourism Award pada tahun 2016 silam.

“Berangkat dari keberhasilan Sumatera Barat tersebut, maka dapat dikatakan bahwa Sumatera Barat sudah mulai mengorbitkan diri sebagai provinsi dengan outlook pariwisata berbasis kepada konsep halal tourism. Mengingat potensi yang besar tersebut, seharusnya sertifikasi halal pada kuliner Sumatera Barat menjadi sesuatu hal yang wajib dan diperlukan,” sambungnya.

“Adanya sertifikasi produk kuliner halal, dapat turut mengembangkan halal tourism, khususnya di bidang halal culinary tourism. Maka dari itu, kegiatan pengabdian masyarakat ini dibuat, dengan melakukan sosialisasi mengenai pentingnya melakukan sertifikasi halal bagi produk kuliner, dalam hal ini Keripik Sanjai,” terangnya.

Hanya saja, dari kegiatan sosialisasi dan pendampingan tersebut, tim FH UI masih banyak menemui kendala yang dihadapi di lapangan. Pertama, biaya sertifikasi di LPPOM MUI Sumatera Barat adalah harga maksimal untuk UMKM dalam mendaftarkan sertifikasi halal bagi produknya, yakni sekitar Rp 3,1 juta.

Kedua, tidak adanya mekanisme pendaftaran secara daring untuk LPPOM MUI Provinsi Sumatera Barat. Ketiga, UKM Keripik Sanjai di Bukittinggi yang tidak tergabung di dalam asosiasi umumnya melakukan produksi tanpa memerhatikan kehigenisan bahan dan alat, serta proses, sehingga sulit untuk dibantu melakukan sertifikasi halal.

Memang, sentra produksi kerupuk sanjai di Kota Bukittinggi dikelola secara turun-temurun. Tapi kini mulai tumbuh pengusaha-pengusaha baru di sektor tersebut. Industri UKM kuliner kerupuk sanjai di Bukittinggi memiliki peran penting untuk menyerap tenaga kerja yang berasal dari warga sekitar dan juga trading komoditas yang menjadi bahan baku pembuatan kerupuk sanjai. (EP)

Januari-Agustus 2018, Turis China Jelajahi Bali Turun

this formate

DENPASAR, bisniswisata.co.id: Setelah terus menunjukkan pertumbuhan, pada periode Januari-Agustus 2018, tingkat kunjungan turis asal China menunjukkan penurunan sebesar 8,37% jika dibandingkan dengan periode sama tahun lalu.

Kendati turun pertumbuhannya, kuantitas turis asal China masih menjadi yang terbesar, yakni 961.802 orang atau mengalahkan jumlah turis asal Australia yang mencapai 763.477 orang. Hanya saja, jumlah kedatangan selama delapan bulan tersebut masih rendah dibandingkan dengan periode sama tahun lalu sebanyak 1.049.648 orang.

Kepala BPS Bali Adi Nugroho memprediksi penurunan terjadi akibat dampak bencana gempa bumi di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB). Karena ada bencana di pulau tetangga Bali, membuat turis asal China memilih tidak bepergian ke Bali yang menjadi pintu masuk ke Lombok. “Itu perkiraan kalau melihat angka penurunan. Karena pada bulan Agustus itu terjadi gempa bumi di Lombok,” paparnya, Senin (1/10/2018).

Selain turis asal China, seperti dilansir laman Bisnis.com, wisman dari Korea Selatan juga menunjukkan angka penurunan paling tinggi mencapai 26,07%. Dari data BPS terungkap bahwa penurunan secara keseluruhan juga terjadi pada bulan Agustus.

Wisman yang datang ke Bali pada bulan Agustus 2018 tercatat mencapai 573.766 kunjungan, turun sebesar 8,1% dibandingkan dengan catatan bulan Juli 2018. Jika dibandingkan dengan bulan Agustus 2017, juga mengalami penurunan jumlah kunjungan wisman sebesar -4,67%.

Pada bulan Agustus 2018, sebagian besar wisman ke Bali datang melalui bandara, yaitu sebanyak 572.027 kunjungan, sedangkan yang datang melalui pelabuhan laut sebesar 1.739 kunjungan. Dibandingkan dengan catatan bulan yang sama tahun 2017 (y on y), jumlah wisman yang datang melalui Bandara I Gusti Ngurah Rai turun sebesar -4,63%.

Jika dibandingkan dengan catatan bulan Juli 2018, kunjungan melalui Bandara I Gusti Ngurah Rai di bulan Agustus 2018 tercatat turun sebesar 8,38%. Meskipun Agustus dan turis dari China turun, secara kumulatif turis ke Bali pada periode Januari – Agustus 2018, masih menunjukkan pertumbuhan sebesar 2,15% atau sebanyak 4,09 juta orang. (EP)