Saudi Investasi 500 Miliar Dolar AS Kembangkan Teluk Neom

this formate

LONDON, bisniswisata.co.id: Arab Saudi mengembangkan Teluk Neom dengan konsep tempat tinggal, gaya hidup, fasilitas wisata modern, serta pusat inovasi. Mega proyek senilai 500 miliar dolar AS ini, sudah mendapat persetujuan dewan pendiri yang diketuai Putra Mahkota Saudi Mohammed bin Salman.

Dilansir di Arab News, Kamis (17/1) Pengembangan itu fokus pada kehidupan mewah mencakup hotel dan villa. Rumah dalam pengembangan, dipasarkan untuk pembeli regional dan internasional. Pekerjaan konstruksi diperkirakan mulai kuartal pertama 2019. Konstruksi dijadwalkan selesai pada 2020.

Saat ini, belum ada penetapan siapa kontraktor yang bertanggung jawab atas megaproyek itu. Namun, penetapan harus dilakukan sebelum April 2019. Dewan pengembang juga belum mengungkapkan nilai total pengembangan Teluk NEOM. Diharapkan, sejumlah fasilitas selesai pada akhir tahun ini, termasuk bandara di Sharma. Bandara tersebut menawarkan penerbangan reguler ke Riyadh.

“Kami mempersiapkan pengembangan kawasan Teluk NEOM, yang akan memberikan konsep baru kehidupan perkotaan. (NEOM) memungkinkannya menjadi platform menarik pikiran top dunia untuk menciptakan sektor ekonomi maju,” kata Kepala Eksekutif NEOM Nadhmi Al-Nasr.

Megaproyek NEOM diumumkan 2017. Lokasi pembangunannya berada di pantai Laut Merah. Megaproyek itu memiliki dukungan anggaran lebih dari 500 miliar dolar AS dari Dana Investasi Publik Arab Saudi. Para ahli berharap peluncuran proyek perkotaan pertama itu, memberikan dorongan ekonomi bagi Saudi.

“Awal NEOM Bay akan menawarkan peluang unik bagi investor dan turis, memberikan dorongan bagi pertumbuhan sektor baru ke depan,” kata Kepala Ekonom di Gulf Research Center, John Sfakianakis.

Direktur TRI Consulting di Dubai, Rashid Aboobacker, memandang ada potensi signifikan dari pariwisata di Arab Saudi. Area yang diperuntukkan untuk proyek NEOM menawarkan prospek sangat baik untuk wisata liburan, yakni menggabungkan Laut Merah, pantai, dan pulau-pulau yang indah dengan keindahan alam yang belum terjamah. “Jika direncanakan dan dikembangkan dengan baik, ini bisa menjadi tujuan wisata utama di masa depan,” ujar Aboobacker.

Namun, dia mengatakan masih banyak yang harus dilakukan sebelum industri pariwisata Saudi dapat berkembang. Ada beberapa tantangan termasuk kurangnya infrastruktur pariwisata, kebijakan, budaya, dan sosial. Dia tak menampik pemerintah sudah menyalurkan investasi yang signifikan untuk mengembangkan infrastruktur sebagai bagian dari Visi 2030 dan telah meluncurkan kebijakan visa baru.

“Ada banyak hal yang harus dilakukan sebelum kita dapat mengharapkan arus besar wisatawan liburan internasional ke negara ini, tetapi kami percaya lebih banyak reformasi akan mengikuti untuk mencapai tujuan Visi 2030,” tutur Aboobacker.

Dia berujar, Arab Saudi cenderung fokus pada menarik ceruk pasar yang tidak akan bertentangan dengan nilai-nilai Islam dan tradisi budaya masyarakatnya dalam mengembangkan tujuan dan sektor pariwisata secara umum.

Dia mengatakan pasar Saudi memiliki peluang untuk semua jenis investor dan operator dalam industri pariwisata, termasuk operator hotel, resor, wisata, pengembang taman hiburan, perusahaan acara, dan restoran.

Mitra di konsultasi perhotelan Hotel Development Resources di Dubai, John Podaras mengatakan peraturan visa perlu dilonggarkan sebelum industri pariwisata Saudi dapat berkembang. “Visa turis telah diperkenalkan, tetapi jumlah yang dikeluarkan relatif kecil dan cukup ketat,” kata Podaras.

Dia mengaku sudah melihat banyak relaksasi (peraturan dan bea cukai), tetapi jika Saudi ingin jumlah wisatawan lebih besar, maka semua batasan harus dihapus. Dia tak menampik hal itu membutuhkan banyak perubahan. (EP)

Selama 2018, Pendapatan Wisata Komodo Sekitar Rp 32 Miliar

this formate

KUPANG, bisniswisata.co.id: Balai Taman Nasional Komodo (TNK) mencatat pendapatan yang diperoleh dari hasil kunjungan wisatawan selama tahun 2018 sekitar Rp 32 miliar. Pendapatan ini diperoleh dari hasil penjualan tiket di destinasi wisata yang terkenal sebagai habitat satwa purba Komodo (varanus komodoensis) yang terletak di Kabupaten Manggarai Barat, Pulau Flores itu.

“Pendapatan yang menjadi penerimaan negara bukan pajak (PNBP) ini meningkat dibandingkan tahun 2017 sekitar Rp 29 miliar,” kata Petugas Rekapitulasi Data Kunjungan dari Balai TNK Ande Kefi, Kamis (17/1).

Hasil penjuaan di lokasi tersebut di antaranya seperti pembelian tiket wisatawan, treking, berselancar, dan menyelam, dan lainnya. Meningkatnya pendapatan ini, lanjutnya, didukung pula dengan arus kunjungan wisatawan di tahun 2018 yang tercatat mencapai 176.830 orang. Jumlah kunjungan ini meningkat dibandingkan tahun 2017 lalu yang tercatat sebanyak 119.599 orang.

Dijelaskannya, kunjungan wisatawan di 2018 juga didominasi wisatawan asing sebanyak 121.409 orang, sementara domestik 55.421 orang. “Arus wisatawan meningkat dibandingkan 2017 lalu namun tetap sama-sama didominasi wisatawan asing,” katanya seperti dilansir Antara.

Terkait peningkatan arus kunjungan wisatawan ini, Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Nusa Tenggara Timur Marius Jelamu mengatakan bahwa hal ini menunjukkan bahwa wisata Komodo semakin menarik minat masyarakat dunia.

Menurutnya, keunikan satwa purba Komodo sebagai salah satu dari tujuh keajaiban dunia (new 7 wonders) tetap menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan, selain itu juga didukung dengan pesona keindahan alam di Kawasan Taman Nasional Komodo dan sekitarnya.

Marius berharap wisata Komodo yang semakin populer ini menjadi pintu masuk bagi wisatawan untuk menjelajahi destinasi wisata lain seperti di sepanjang Pulau Flores, Pulau Sumba, Pulau Rote, Sabu, Lembata, dan lainnya. “Karena NTT tidak hanya Taman Nasional Komodo namun masih banyak objek-objek wisata lain yang sangat indah dan layak dikunjungi,” katanya. (EP)

Dampak “Shutdown”, Delta Air Rugi US$ 25 Juta

this formate

WASHINGTON, bisniswisata.co.id: Dampak shutdown atau penutupan pemerintahan AS oleh Presiden Trump, membuat maskapai penerbangan asal Amerika Serikat (AS), Delta Air Lines menderita kerugian hingga US$ 25 juta atau sekitar Rp 350 miliar.

“Penutupan sebagian pemerintahan AS akan membebani pendapatan Delta Air Lines sekitar US$ 25 juta bulan ini, karena semakin sedikit kontraktor dan karyawan pemerintah yang melakukan perjalanan,” kata Direktur Utama Delta Air Lines, Ed Bastian.

Ed yang melaporkan laba kuartal keempat Delta Tahun 2018, pada Selasa, mengatakan pihaknya memperkirakan penutupan pemerintahan AS dan perubahan kurs, berkontribusi mengurangi pendapatannya dalam tiga bulan pertama tahun 2019.

Menurut Ed, pendapatan unit dari setiap kursi penumpang yang terjual rata-rata mengalami penurunan hingga 2% hingga akhir triwulan pertama pada 31 Maret 2019. Pada triwulan akhir 2018, Delta membukukan pendapatan sebesar US$ 10,74 miliar atau sekitar Rp 150,360 triliun, naik 5% dari periode yang sama Tahun 2017.

“Tapi seiring penutupan pemerintahan yang belum jelas kapan berakhir, pendapatan kami di bulan Januari 2019 menurun drastis bahkan merugi sekitar US$ 25 juta,” ujar Bastian seperti dilansir laman CNBC, Kamis (17/01/2019).

Dijelaskan, penutupan operasional pemerintahan AS juga menyebabkan Delta menunda memperkenalkan jet dan rute baru karena mereka membutuhkan pejabat federal untuk menandatangani rencana itu. (EP)

Via Vallen Wakili Indonesia di Asian Television Awards

this formate

KUALA LUMPUR, bisniswisata.co.id: Pedangdut lagi naik daun, Via Vallen bangga berkesempatan mewakili Indonesia untuk tampil di ajang penghargaan Asian Television Awards 2019, Penghargaan Televisi Asia ke-23.

Tak melewatkan momen, Maulidia Octavia nama asli Via Vallen sempat mengabadikan foto dirinya di red carpet ajang yang digelar di Malaysia itu dan membagikan ke Instagram pribadinya. Di fotonya, Via Vallen tampil dengan mengenakan dress hitam bermotif gambar wayang, senyum lebar terpancar dari wajah pelantun tembang ‘Sayang’.

Pedangdut asal Surabaya kelahiran 1 Oktober 1991 ini pun bersyukur terpilih sebagai wakil Tanah Air-nya di event besar Asia dan dapat tampil di depan penonton yang didominasi orang asing yang terbilang tak mengenal musik dangdut.

“Alhamdulillah, suatu kebanggaan buat saya sebagai penyanyi dangdut bisa mewakili Indonesia di event besar Asia ini Dan ini Untuk pertama kalinya saya tampil di depan orang yang 95 persennya orang Asing yang bisa di bilang enggak kenal musik dangdut,” tulis Via Vallen di keterangan fotonya, Kamis (17/01/2019).

Penyanyi yang tampil di pembukaan Asian Games 2018 dengan lagu Energy of Asia: Official Album of Asian Games 2018 pun berharap lagu dangdut dapat diterima oleh masyarakat luas. “Semoga musik dangdut selalu bisa di terima kapan pun dan di mana pun. Thankyou Asian Television Awards,” sambung pelantun lagu Bojo Galak.

Netizen dan rekan artis pun membanjiri kolom komentar unggahan ini dengan ungkapan pujian. Penyanyi solo Rossa ikut mengungkapkan kebanggaannya pada pada Via Vallen. “Aku bangga padamuuuu,” komentar Rossa dengan menyematkan emoticon hati. (EP)

Pramugara Malindo Air Ditangkap di Australia

this formate

MELBOURNE, bisniswisata.co.id: Kepolisian Australia membongkar jaringan “sangat terorganisir”, yang dituduh menggunakan seorang pramugara untuk menyelundupkan narkoba dari Malaysia ke Australia. Sindikat Vietnam yang berbasis di Melbourne, menurut Kepolisian Australia, telah beroperasi setidaknya selama lima tahun terakhir. Demikian laporan yang dikutip dari BBC, Kamis (17/1/2019).

Mereka disebut mengimpor narkoba secara ilegal dari Malaysia dengan nilai setidaknya A$20 juta (Rp203 miliar). Narkoba yang diselundupkan mencakup heroin dan methamphetamine. Sindikat ini terbongkar setelah sebanyak delapan orang, termasuk pegawai Malindo Air, ditangkap di Melbourne pekan lalu.

Empat pria dan empat perempuan yang berusia antara 26 hingga 48 tahun didakwa dengan pelanggaran penyelundupan narkoba. Tidak disebutkan kewarganegaraan kedelapan individu tersebut.

“Awak kabin digunakan sebagai kurir narkoba. Kurir-kurir ini memasuki Australia, utamanya melalui Melbourne dan Sydney,” kata Asisten Komisioner Kepolisian Australia, Tess Walsh.

Kepolisian belakangan mengonfirmasi bahwa hanya satu pramugara yang didakwa. Dia dituduh membawa narkoba di tubuhnya dan kopernya. Sejauh ini, Malindo Air yang berbasis di Malaysia belum menanggapi tuduhan itu secara publik.

“Staf maskapai tidak berada di atas hukum. Mereka juga mendapat intervensi di perbatasan seperti semua orang,” kata perwakilan Dinas Penjaga Perbatasan Australia.

Kedelapan orang yang ditahan akan menghadapi persidangan di Melbourne pada Mei mendatang. Malindo Air telah dihubungi untuk dimintai tanggapan.

Malindo Air adalah maskapai penerbangan bertarif rendah yang berbasis di Malaysia. Maskapai ini merupakan perusahaan patungan antara Malaysia National Aerospace and Defence Industries (51%) dan Lion Air dari Indonesia (49%). Nama Malindo berasal dari nama negara masing-masing: Malaysia dan Indonesia. (BBC)

Fesyen Anak-anak, Peluang Cemerlang bagi Dunia Usaha

this formate

LONDON, bisniswisata.co.id: Orang tua mana yang tidak ingin anaknya terlihat tampil menarik dengan pakaian dan sepatu yang bagus? Umumnya, fesyen untuk anak adalah kebutuhan fungsional bagi orang tua. Karenanya, pengusaha yang tanggap akan melihat peluang cemerlang ini untuk dunia usaha.

Keinginan orang tua untuk mendandani anak-anaknya mereka secara modis terhambat karena tidak ada aksebilitias karena dunia mode kini hanya milik pria dan wanita. Hal itu bisa menjadi peluang besar untuk pengusaha merintis bisnis di sektor fesyen, namun khusus untuk anak-anak.

Menurut Barclays, bank terkemuka di Inggris, mode anak-anak di India mengalami tingkat pertumbuhan 29,2 persen yang mengejutkan hingga mencapai $5,5 miliar pada tahun 2018 dan diperkirakan akan tumbuh menjadi $14 miliar pada tahun 2022.

Studi di India juga menemukan bahwa orang tua, terutama ibu, sangat bercita-cita tinggi dan ingin mendandani anak-anak mereka dengan barang mode yang menarik dari ujung kepala hingg ke ujung kaki, tetapi berusaha melakukannya dengan harga terjangkau.

Mengingat hal tersebut, peluang merintis bisnis itu berarti sudah terbuka lebar. Tinggal bagaimana Anda memanfaatkannya dengan baik dan menyiasatinya.

Namun, pemangku fesyen anak-anak terus menaruh kiblat kepada fesyen barat, sehingga detail kecil yang menjadi khasnya sendiri kerap terabaikan. Padahal, menurut survey dikutip dari Entrepreneur.com, Kamis (17/1/2019), orang tua rela mengeluarkan kocek berlebih apabila fesyen untuk anak-anaknya bisa terlihat trendi dengan tidak mengabaikan sekecil apapun detail yang menjadi ciri khasnya.

Pertimbangkan tren “mini-me” di mana anak perempuan mengenakan pakaian yang sama dengan yang dikenakan ibu, dan anak laki-laki memakai tren yang sama dengan ayah mereka. Atau tren fesyen dewasa seperti bling atau beludru yang telah menemukan tempat pada anak-anak.

Orang tua menjadi semakin eksperimental ketika datang untuk berbelanja penampilan anak mereka. Dan mengikuti wawasan ini, anak-anak memakai merek sudah mulai menyediakan lebih banyak varian, dan warna daripada merek fesyen pria dan wanita. (EP)

ASEAN The Power of One: One Vision, One Identity, One Community

this formate

HA LONG, Vietnam, bisniswisata.co.id,- PENYELENGGARAAN Forum Pariwisata ASEAN (ASEAN Tourism Forum/ATF) ke 38,–14- 18 Januari– Rabu petang (16/1) dibuka secara resmi Wakil Perdana Menteri Vu Duc Dam di kota Ha Long, Quang Ninh, Provinsi Bagian Utara Vietnam. Dengan tema ‘ASEAN-The Power of One’, ATF 2019 mengkonsolidasikan tujuan bersama yang ditetapkan oleh negara-negara anggota ASEAN menuju kawasan ASEAN “Satu Visi, Satu Identitas, Satu Komunitas” (ASEAN One Vision, One Identity, One Community) .

“Selama 38 tahun ATF, ASEAN telah membuktikan  pentingnya kerjasama dan dampaknya terhadap kehidupan sosial- ekonomi, politik, budaya se kawasan,” tegas Vu Duc Dam.

Bagi Vietnam lanjut Vu Duc Dam, sinergitas tersebut  membantu negara mengambil kebijakan untuk mengembangkan sektor pariwisata dengan cara yang cepat,  berkelanjutan dan mendukung upaya negara sebagai anggota ASEAN dalam membangun komunitas ASEAN dan menjadi mitra yang dapat diandalkan. Forum ini meletakkan dasar bagi ASEAN untuk menjadi destinasi berkualitas yang menyediakan pengalaman di ASEAN yang beragam dan unik bagi pengunjung.

Sementara itu, Menteri Kebudayaan, Olahraga, dan Pariwisata Nguyen Ngoc Thien mengatakan pariwisata membuktikan perannya sebagai sektor ekonomi terkemuka di ekonomi Vietnam. Pada tahun 2018, sektor ini melayani 15,6 juta pengunjung internasional dan 80 juta wisatawan domestik, memberikan kontribusi 8 persen dari PDB nasional.
ATF 2019 adalah peluang bagi Vietnam untuk menegaskan posisinya dalam kerja sama pariwisata regional dan memperkenalkan potensinya yang sangat besar, paparnya. Sebagai tuan rumah Vietnam diharapkan mampu  berkontribusi untuk membawa efisiensi praktis untuk kerjasama pariwisata di kawasan ASEAN. Penyelenggaraan ini  meningkatkan citra Vietnam di kawasan dan di seluruh dunia serta memperkenalkan delegasi ke produk pariwisata khas negara itu, khususnya pada industri MICE (pertemuan, insentif, konferensi dan pameran), dan kuliner.

 

Memulai Tahun 1981

ATF, didirikan pada 1981, sebagai upaya regional untuk mempromosikan ASEAN salah satu tujuan wisata. Acara tahunan melibatkan semua sektor industri pariwisata dari 10 negara anggota. Tahun ini, ATF mengikut sertakan negara  India, Republik Korea, Jepang, Rusia dan China. Diikuti 2.000 delegasi dari agen pariwisata nasional negara-negara ASEAN, UNWTO, dan perusahaan perjalanan lokal dan internasional serta outlet media pariwisata.

Disela acara pembukaan Travex di Gedung Quang Ninh Exhibition of Planning and Expo Centre (QNEPEC), Nguyen Trung Khanh, Direktur Umum Administrasi Pariwisata Nasional Vietnam, menekankan bahwa pariwisata adalah tren pembangunan yang tak terhindarkan dari negara-negara anggota ASEAN mau pun dunia. Kegiatan pariwisata telah memberikan kontribusi luar biasa bagi perkembangan sosial ekonomi di wilayah Asia yang lebih luas.

Agenda sepanjang ATF 2019 selain ajang Travex adalah pertemuan ke- 49 ASEANTA, pertemuan ke- 21 ASEAN – India Tourism Working Group, pertemuan ke 34 ASEAN Plus Tree (India, Jepang, Cina), pertemuan ke- 22 Menteri- Menteri Pariwisata se ASEAN, pertemuan ke-9 ASEAN- Russian Federation Tourism Consultation,  ke-7 ASEAN- India Tourism Minister Meetings, pertemuan ASEANTA, ASEAN Hotel & Restourant Association (AHRA).

Nguyen Trung Khanh mencatat bahwa pengembangan pariwisata dalam blok regional akan membantu membangun saling pengertian budaya, politik, dan membantu dalam mempromosikan kerja sama bilateral dan multilateral. Dia juga mengingatkan dalam Kawasan ASEAN melestarikan nilai-nilai budaya yang unik dari masing-masing negara tetap harus diapresiasi, menuju pengembangan  berkelanjutan  pariwisata.

Indonesia dalam kesempatan ini mencatatkan 30 perusahaan dibidang kepariwisataan antara lain: Jayakarta Hotels & Resorts,  Legian Beach Hotel (Maya Group), booth Kementerian Pariwisata, Puri Villas Indonesia, Santika Indonesia Hotels & Resorts Co., Santrian Resorts & Villa, Segara Village Hotel,  Swiss-Belhotel International, The Royal Pita Maha. Dwi

 

Bencana “Menghantui” Pariwisata, Target Devisa US$ 20 Miliar Terancam

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengakui industri pariwisata Indonesia, belakangan tumbuh pesat. Terbukti, data World Travel and Tourism Council (WTTC) mencatat Indonesia masuk top-30 Travel and Tourism Countries Power Ranking pada pertumbuhan absolut periode 2011 dan 2017.

Merilis data itu, ada empat indikator perjalanan dan pariwisata utama menunjukkan Indonesia di posisi nomor 9 sebagai negara dengan pertumbuhan pariwisata tercepat di dunia. Sementara China, Amerika Serikat, dan India menempati posisi tiga besar. Di kawasan Asia, Indonesia berada nomor 3 setelah China dan India.

Di kawasan Asia Tenggara, posisi Indonesia terbaik diantara negara-negara Asia Tenggara lainnya, seperti Thailand (Nomor 12), Filipina dan Malaysia (13), Singapura (16) dan Vietnam (21).

“Di balik itu semua, industri pariwisata Indonesia sangat rentan terhadap bencana. Karena itu wisatawan harus waspada, hati-hati,” saran Kepala Pusat Data dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho dalam keterangan tertulis yang diterima Bisniswisata. co.id, Rabu (16/1/2019).

Apalagi, sambung Sutopo, kini dikembangkan 10 Bali Baru atau 10 destinasi pariwisata prioritas yaitu Danau Toba, Tanjung Lesung, Tanjung Kelayang, Kepulauan Seribu dan Kota Tua, Borobudur, Bromo Tengger Semeru, Wakatobi, Mandalika, Morotai dan Labuan Bajo dengan investasi sangat besar yaitu Rp 500 trilyun.

“Faktanya 8 dari 10 daerah prioritas pariwisata itu berada pada daerah yang rawan gempa, dan sebagian tsunami. Untuk itu, koordinasi perlu dilakukan dengan berbagai pihak. Bahkan hendaknya mengkaitkan mitigasi dan pengurangan risiko bencana sehingga daerah pariwisata tersebut aman dari bencana,” sarannya.

Jika tidak dikelola dengan baik, lanjut dia, bencana bisa mempengaruhi ekosistem pariwisata dan pencapaian target kinerja pariwisata tak akan tercapai.

BNPB mencatat, beberapa kejadian bencana menyebabkan dampak ke industri pariwisata, antara lain: Pertama, erupsi Gunung Merapi tahun 2010, telah mengakibatkan penurunan jumlah kunjungan wisatawan di beberapa obyek wisata di Yogyakarta dan Jawa Tengah mencapai hampir 50%.

Kedua, bencana kebakaran hutan dan lahan pada Agustus hingga September 2015 menyebabkan 13 bandara tidak bisa beroperasi karena jarak pandang pendek dan membahayakan penerbangan. “Bandara harus tutup, berbagai event internasional ditunda, pariwisata pun tertekan. Industri airline, hotel, restoran, tour and travel, objek wisata dan ekonomi yang di-drive oleh sektor ini pun terganggu,” ungkapnya.

Ketiga, erupsi gunung Agung di Bali tahun 2017 menyebabkan 1 juta wisatawan berkurang dan kerugian mencapai Rp 11 trilyun di sektor pariwisata. Keempat, gempa Lombok yang beruntun pada tahun 2018 menyebabkan 100.000 wisatawan berkurang dan kerugian Rp 1,4 trilyun di sektor pariwisata.

Kelima, tsunami di selat Sunda pada (22/12/2018) menyebabkan kerugian ekonomi hingga ratusan miliar di sector pariwisata. Bencana menyebabkan efek domino berupa pembatalan kunjungan wisatawan hingga 10 persen. Sebelum dilanda tsunami, tingkat hunian atau okupansi hotel dan penginapan di kawasan wisata Anyer, Carita, dan Tanjung Lesung mencapai 80–90 persen.

“Ini menjadi menjadi pembelajaran bagi kita semua. Mitigasi, baik mitigasi struktural dan non struktural di kawasan pariwisata masih sangat minim. Mitigasi bencana harus ditempatkan menjadi salah satu prioritas dalam pembangunan sektor pariwisata,” pintanya.

Bahkan mitigasi dan pengurangan risiko bencana hendaknya ditempatkan sebagai investasi dalam pembangunan pariwisata itu sendiri. Sebab, dalam proses pembangunan setiap US$ 1 yang diivestasikan untuk pengurangan risiko bencana maka dapat mengurangi kerugian akibat bencana sebesar US$ 7, papar Sutopo.

Sutopo meminta penataan ruang dan pembangunan kawasan pariwisata hendaknya memperhatikan peta rawan bencana sehingga sejak perencanaan hingga operasional dari pariwisata itu sendiri selalu mengkaitkan dengan ancaman bencana yang ada.

Menurutnya bencana adalah keniscayaan. Pasti terjadi karena bencana memiliki periode ulang, apalagi ditambah faktor antropogenik yang makin meningkatkan bencana. Jika tidak diantisipasi dengan baik, traget devisa tahun 2019 sebesar US$ 20 Miliar pun terancam gagal dicapai. (redaksi@bisniswisata.co.id)

Harris Hotel Tawarkan 10 Hidangan Khas Imlek

this formate

SEMARANG, bisniswisata.co.id: Menyambut Tahun Baru China atau Imlek 2570, Harris Hotel Semarang menawarkan paket makan malam bertajuk Lunar Set Menu Dinner. Paket makan malam itu akan disajikan pada malam pergantian Tahun Baru Imlek, Senin (4/2/2019), di Harris Café, mulai pukul 18.30-21.30 WIB.

Menyajikan lebih dari 10 jenis hidangan khas Imlek yang disajikan dengan konsep set menu mulai dari hidangan pembuka, hidangan utama dan hidangan penutup serta ditutup dengan fortune cookies ini dapat dinikmati hanya dengan Rp188.000.

Harris Hotel Sentraland Semarang merupakan pusat berkumpul bersama keluarga terutama di Tahun Baru Imlek, berbagi momen yang indah sambil menikmati hidangan lezat di dalam suasana yang menyenangkan akan menjadi pilihan yang tepat.

“Kami juga sempurnakan makan malam ini dengan dekorasi khas Imlek yang kental sekali terlihat di Harris Café,” ujar General Manager Harris Hotel Semarang, Miyana Harikna, dalam keterangan resmi, Rabu (16/01/2019).

Lunar Set Menu Dinner ini disempurnakan dengan penampilan spesial Chinese Entertainment yang akan menghibur tamu yang makan malam di Harris Café. Selain hiburan, pelanggan juga berkesempatan memenangi sederet door prize, seperti mug retro, dino key chain, serta kupon makan gratis yang akan diundi setelah makan malam berakhir.

Untuk menikmati menu makan malam Lunar Set Menu Dinner, pelanggan bisa melakukan pemesanan melalui telepon atau Whatsapp di nomor 024-76530000 atau kunjungi website www.harrishotels.com. (redaksibisniswisata@gmail.com)

Singapore Fashion Experience, Berwisata sambil Nikmati Dunia Mode

this formate

SINGAPURA, bisniswisata.co.id: Selama Oktober 2018 hingga Maret 2019 tahun ini, Ascott Orchard Singapura meluncurkan program Fashion Experience pertama kali di mana wisatawan diajak untuk melihat dan merasakan bagaimana industri mode bekerja di Negara berkepala Singa.. Ada banyak aktivitas seru yang ditawarkan untuk turis dalam program Fashion Experience ini.

Ascott Orchard menawarkan berbagai workshop dan Fashion Insider’s Tour yang bekerjasama ikon fashion kota Singa yaitu Tracy Phillips. Dalam perjalanan wisata ini, kita diajak melihat dan merasakan langsung atmosfer fashion Singapura.

Dalam tur kota, seperti dilansir Tempo.com, Rabu (16/01/2019) wisatawan akan diajak mengunjungi National Design Centre yang menjadi markas bagi puluhan seniman dan perancang mode di Singapura yang berada di bawah naungan Singapore Tourism Board, dan Enterprise Singapore.

Di sini, kita hanya akan melihat outlet-outlet workshop para desainer lokal Singapura, terutama desainer muda yang baru berkembang Setelah itu, turis akan diajak mengunjungi Holland Village.

Tepatnya ke studio-studio seniman dan perancang mode papan atas Singapura yang telah dikurasi oleh Tracy Phillips sendiri. Di Holland Village inilah kita bisa berburu barang-barang fashion yang sophisticated yang tidak akan ditemui di manapun.

Selain tur, ada juga berbagai aktivitas workshop yang dilakukan di dalam hotel. Seperti pembuatan aksesoris fashion yang kini sedang naik daun di Singapura, yang diinstrukturi oleh pemilik Bloomback, Hazel Kweh. Pembuatan aksesoris gantungan kunci ini menggunakan bunga-bunga yang diawetkan lalu diletakkan dalam wadah transparan bening dan dirangkai bersama aksesoris dari kulit sebagai pemanis.

Aktivitas lainnya adalah belajar mengolah dompet kartu nama yang berbahan kulit tebal. Instrukturnya adalah Ling Wu yang dikenal sebagai desainer tas papan atas di Singapura. Di sini, kita akan diajari menjahit bahan kulit dengan baik dan benar sehingga tampak berkelas dengan tangan, tanpa mesin.

Sepanjang 2019 ini, akan ada berbagai aktivitas workshop yang ditawarkan oleh Ascott Orchard. Di antaranya workshop pembuatan aksesori dari bunga yang diawetkan, pembuatan lilin dari bunga kering dan workshop leather crafting. Seluruh aktivitas workshop ini akan diadakan di area Hotel Ascott Orchard Singapura. (EP)