Nyepi, Atraksi Wisata bagi Penikmat Tradisi

0
258

DENPASAR, bisniswisata.co.id,- DITENGAH penolakan Bali di label destinasi wisata syariah, masyarakat Bali tetap menjalankan kesehariannya dengan damai. Terlebih menjelang perayaan pergantian Tahun Caka 1941 yang bersamaan dengan piodalan besar di Pura Besakih. Umat Hindu dengan tekun melaksanakan rangkaian upakara tanpa membahas isu kepariwisataan yang terjadi.

Sementara dari umat lain dan para wisatawan menikmati liburan dengan aman damai, pasalnya memang Bali memang dari akarnya terbuka bagi semua warga. Berlibur di Bali Anda boleh memilih pengalaman apa yang hendak Anda nikmati. Termasuk menikmati atraksi dat budaya Nyepi, pergantian Tahun Caka bagi umat Hindu.

Hari Rabu yang bertepatan dengan peringatan Rabu Abu bagi umat Khatolik merupakan hari pengrupukan, bagi umat Hindu setelah melaksanakan melis, rangkaian upacara Nyepi. Hari terakhir tahun Saka 1940. Menurut seorang bendesa di Bali Utara, saat pengrupukan, semesta diruwat dengan ritual Tawur Agung Kesanga. Tawur Agung ini adalah suguhan kepada penghuni semesta diluar manusia. Filosopi dari ritual ini adalah keseimbangan, keselarasan dan harmoni semesta, jelas Bendesa Adat Munduk, Putu Ardana.

Tawur Kesanga juga dilakukan umat Hindu yang bermukim di daerah lain, karena umat Hindu tidak hanya di Bali, mereka ada di belahan bumi lainnya.

Ritual mecaru ini dilakukan dengan berbagai periodik waktu, ada harian, bulanan tahunan. Tentu saja dengan nama dan skala yang berbeda, tetapi tujuan dan hakikatnya tetap sama, kesimbangan , keselarasan dan harmoni alam semesta. Sekala dengan Niskala, sakral profan, baik buruk, bukan sekedar ritual. Tapi aksi nyata untuk kesehatan maupun kesembangan tanah dan udara. Setelah Tawur Agung diakhiri dengan arak- arakan ogoh- ogoh, Catur Brata Penyepian dimulai.

Artisan pun menggelar pameran ditengah semaraknya melis di sejumlah pantai di Bali.

Selain suasana melis ke pantai, ke danau atau ke sungai bagi masyarakat yang posisi berada jauh dari laut. Pengrupukan menjadi acara berwisata mengesankan bagi kalangan paparasi. Saujana indah karya- karya seniman ogoh- ogoh berkeliling wilayah desanya menjadi incaran kamera- kamera wisatawan mau pun fotografer yang sengaja datang untuk mengabadikannya.

Parade ogoh- ogoh digelar disejumlah kecamatan, usia parade ditingkat kabupaten.

Serangkaian peringatan Nyepi tidak hanya bandra I Gusti Ngurah Rai yang ditutup layanannya, operasional jalan tol serta penyeberangan pun menghentikan layanannya untuk menghormati umat Hindu. Bahkan jaringan internet pun di batasi operasionalnya hanya bagi layanan public yang vital. Obyek-obyek vital dan layanan kepentingan umum dimaksud antara lain : layanan rumah sakit, kantor kepolisian, militer, BPBD, BMKG, BASARNAS, Bandara, dan Pemadam Kebakaran.

Untuk menjaga kekhusukan umat Hindu di Bali dalam melaksanakan Hari Suci Nyepi Tahun Saka 1941, dipastikan layanan data seluler (internet) seluruh provider di Bali dihentikan sementara. Himbauan ini merujuk pada Surat Edaran Menteri Komunikasi dan Informatika RI, menindaklanjuti  Surat Gubernur Bali Nomor 027/1342/Set/Diskominfos tanggal 21 Pebruari 2019 perihal Bebas Internet pada Hari Suci Nyepi.

“Surat ini juga untuk merespon Seruan Bersama Majelis-Majelis Agama dan Keagamaan Provinsi Bali Tahun 2019 tanggal 7 Pebruari 2019,” jelas Plt. Kepala Biro Humas  dan Protokol Setda Provinsi Bali Gede Darmawa, SE, M.Si dalam siaran persnya, Senin (4/3).

Layanan akan diputus selama 24 jam yang di mulai hari Kamis, 7 Maret 2019 pukul 06.00 WITA s.d Jumat 8 Maret 2019 pukul 06.00 WITA, tegas Darmawa.

Nah, bagi masyarakat yang tidak siap libur tanpa jaringan internet, destinasi wisata beyond Bali menawarkan sejumlah paket berlibur. Ke Lombok atau ke Gili Air misalnya atau ke Banyuwangi, sejumlah desa wisata menawarkan atraksi berlibur yang tak kalah menarik.

 

Kesiapsiagaan Saat Hari Raya Nyepi

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Bali melalui UPTD Pengendalian Bencana Daerah atau lebih dikenal dengan nama Pusdalops, memakai sistem (rumus) 247 artinya tidak pernah berhenti atau libur dalam melaksanakan tugas kemanusiaan, terdiri dari kesiapsiagaan respons peringatan dini, pelayanan kegawatdaruratan bencana seperti pertolongan pertama dan bantuan hidup dasar, dan Aktivasi sistem Komando bencana yang dikendalikan Pusdalops

Demikian juga halnya saat Hari Suci bagi Umat Hindu yaitu Nyepi 7 Maret 2019. Dukungan personil yang bertugas selama pelaksanaan Nyepi senyak 7 tenaga ESR (emergency Service Respons) berupa tenaga medis (dokter dan perawat) bersama pengemudi dan 5 tenaga operator crisis center yang menerima dan menindaklanjuti laporan masyarakat. Mereka melaksanakan tugas pelayanan kepada masyarakat dengan mesiagakan 4 (empat) unit mobil ambulance. Untuk call center yang bisa dihubungi jika terjadi kebencanaan dan/atau kegawatdaruratan adalah di nomor 0361-251177. Selamat menikmati libur di Bali dalam situasi perayaan Nyepi.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.