TRANSPORTASI

Musim Liburan, Extra Flight Didominasi Low Cost Airline

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Maskapai berbiaya murah atau low cost airline mendominasi permintaan tambahan penerbangan (ekstra flight) pada musim liburan Natal dan Tahun Baru 2019. Total, ada 1.430 penerbangan tambahan yang diajukan oleh seluruh maskapai yang beroperasi di Indonesia.

“Memang kita lihat Batik Air memiliki 360 extra flight, dia paling banyak. Disusul dengan Citilink dan Sriwijaya. Memang berdasarkan tren kebutuhan masyarakat yang ingin mudik Nataru menggunakan maskapai low cost,” ujar Direktur Utama PT Angkasa Pura II, Muhammad Awaluddin, Kamis (20/12/2018).

Bila dirinci, seperti dikutip Liputan6.com, pada liburan tahun ini, permintaan extra flight untuk kedatangan 719 penerbangan dan keberangkatan sebanyak 711 penerbangan. Jumlah tersebut sudah termasuk perjalanan dari dalam dan luar negeri.

Jumlah tersebut, lanjut Awaluddin, adalah angka yang sudah disetujui Kementerian Perhubungan. Namun, belum tentu diisi seluruhnya oleh maskapai. Bisa jadi seiring berjalannya liburan, ada maskapai yang ingin tambah jam terbang, masih masuk dalam angka yang sudah disetujui Kementerian Perhubungan di atas.

Selain itu, pada periode Nataru juga sejumlah bandara yang dikelola oleh Angkasa Pura II akan beroperasi selama 24 jam seperti Bandara Kualanamu, Medan dan Bandara Soekarno Hatta, Kota Tangerang.

Juga akan disesuaikan dengan jam operasional darat, seperti transportasi untuk membawa penumpang keluar dari bandara. “Jam operasional di Bandara Soekarno Hatta memang menjadi 24 jam karena banyak yang baru landing pukul 01.00 WIB, sementara kita harus berkoordinasi dengan semuanya seperti angkutan darat yang mengantar penumpang ke terminal,” ujarnya.

Pesawat Lion Air terparkir di Terminal 2 Bandara Internasional Soekarno Hatta, Kota Tangerang. Meski berulang kali diguncang gempa, penerbangan menuju Lombok masih berjalan normal. Tercatat, penerbangan pada Minggu, 19 Agustus 2018 hingga hari ini, 20 Agustus 2018, masih berjalan normal.

Meski ada lonjakan jam terbang pesawat, Awaluddin mengatakan, pergerakannya masih di bawah pergerakan lonjakan penumpang. Hal tersebut pertanda baik, itu berarti performa maskapai tidak ada masalah sama sekali. Sebab, untuk Nataru kali ini, lonjakan penumpang di 16 bandara yang berada di naungan Angkasa Pura II diprediksi mencapai 6,68 juta penumpang.

Dengan angka paling besar berada di Bandara Internasional Soekarno Hatta sebanyak 4.6 juta orang, Kualanamu Medan sebanyak 794 ribu penumpang serta Halim Perdana Kesuma Jakarta sebanyak 544 ribu orang. (EP)

Endy Poerwanto