ASEAN NEWS

Merlion dan Marina, Singapura Tawarkan Nikmati Budaya yang Kaya dan Unik. 

Salah satu tempat paling Instagramable di Singapura adalah Koon Seng Road, yang memiliki deretan rumah teras dua lantai berwarna-warni di kedua sisinya

 

Seiring pembukaan kembali Singapura menyelenggarakan sosialisasi perjalanan  disponsori oleh Singapore Tourism Board.

MANILA,  bisniswisata co.id: Jika Anda mencari di suatu tempat di kawasan ini, pertimbangkan Singapura di antara pilihan Anda. Jika menurut Anda semua yang ditawarkan adalah Taman Merlion dan Marina Bay Sands, pikirkan lagi. 

Singapura, sama seperti Filipina, adalah tempat Timur dan Barat melebur menjadi satu budaya yang unik. Seperti Filipina, Singapura memiliki lokasi strategis yang membuatnya menarik bagi kekuatan kolonial. 

Dilansir dari www.gmanetwork.com,sebagai pulau yang terletak di ujung selatan semenanjung Melayu, sangat ideal sebagai pos perdagangan maritim, yang tetap berlaku hingga saat ini.

Sebuah tinjauan sejarah singkat: sebelum Inggris menjajah pulau itu, dulu diperintah oleh Sultan Johor yang bersekutu dengan Belanda. Pada abad ke-19, para pekerja China juga datang untuk mencari pekerjaan dan akhirnya menetap di pulau tersebut. 

Dengan Inggris datanglah orang India, dan inilah mengapa Singapura memiliki empat bahasa resmi: Inggris, Cina, Melayu, dan Tamil.

Semua pengaruh budaya ini dapat ditemukan saat Anda mengunjungi Singapura—dari bangunan, lingkungan, makanan, pakaian, agama, dan festival.

Arsitektur

Sementara Manila memiliki bangunan dan jalan bergaya Spanyol, Singapura memiliki lingkungan yang arsitekturnya jelas memiliki pengaruh Eropa. Di Chinatown, Katong, dan Kampong Glam, ruko-ruko berjejeran sempit, persis seperti di kanal-kanal di Amsterdam, Belanda.

Desain itu muncul karena pajak yang dikenakan pada properti—semakin lebar fasad, semakin tinggi pajaknya, sehingga Belanda membangun rumah mereka secara vertikal daripada horizontal. 

Walaupun ruko-ruko di Singapura tidak setinggi di Amsterdam, ruko-ruko tersebut berwarna cerah dan menjadi latar belakang foto yang sangat bagus.

Salah satu tempat paling Instagramable di Singapura adalah Koon Seng Road, yang memiliki deretan rumah teras dua lantai berwarna-warni di kedua sisinya. Gaya menggabungkan pengaruh China, Melayu, dan Barat yang dikenal sebagai arsitektur Straits Eclectic.

Makanan

Kaya Toast Singapura yang terkenal adalah sentuhan khas negara ini untuk sarapan ala Inggris. Disajikan dengan kopi, telur rebus, dan mentega, terdiri dari dua potong roti panggang dengan olesan Kaya, sejenis selai kelapa.

Telur biasanya disajikan di atas cangkangnya, jadi Anda harus memecahkannya sendiri di atas meja. Dicampur dengan kecap dan sedikit lada putih, itu adalah saus gurih untuk Kaya Toast. 

Untuk rasa yang manis, Kaya Toast juga pas saat dicelupkan ke dalam kopi. Bisa juga disajikan dengan teh. Salah satu tempat Kaya Toast yang wajib dicoba di Singapura adalah Chin Mee Chin Confectionery di Katong.

Toko ini telah menyajikan hidangan sarapan favorit sejak tahun 1925, dinikmati oleh banyak pelanggan tetap dan turis. Kaya buatan tangan setiap hari, dan mereka juga menyajikan kue-kue dan manisan lainnya.

Mode

Sama seperti baro’t iFilipina, Singapura memiliki pakaian tradisionalnya sendiri: sarung kebaya. Sarung adalah pakaian Asia Tenggara dengan pola cetak yang melilit tubuh, sedangkan kebaya adalah blus yang dikatakan terinspirasi oleh abaya, jubah yang dikenakan oleh wanita Muslim.

Dipakai pada acara-acara khusus seperti pernikahan dan perayaan lainnya, sarung kebaya menggabungkan pengaruh budaya yang berbeda di Singapura. Sulamannya dari China, penggunaan renda dari Barat, dan kainnya biasanya India.

Toko butik Rumah Kim Choo di Jalan Joo Chiat membuat potongan kebaya sarung yang sangat indah. Mereka juga membuat sepatu manik-manik tradisional untuk melengkapi pakaiannya. 

Kebaya membutuhkan waktu tiga minggu untuk menyelesaikannya, sedangkan sepatu membutuhkan waktu sekitar tiga bulan.

Jalan-jalan ke Singapura

Ini hanya beberapa dari pengalaman budaya yang ditawarkan Singapura. Sekarang negara ini sekali lagi terbuka untuk turis, siapkan paspor Anda dan pesan penerbangan tiga jam dari Manila untuk melihat lebih banyak identitas multikultural Singapura.

Untuk membantu Anda menghindari tempat-tempat wisata utama, perhatikan lebih banyak panduan dari GMA News Online dan nikmati  perjalanan  saat Anda menjelajahi negara kota pelabuhan yang dinamis di jantung Asia Tenggara ini.

Evan Maulana