Menparekraf : Indonesia Layak Jadi Lokasi Syuting Film Internasional  

0
46

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Lima destinasi super prioritas kaya akan budaya dan kekuatan alam sebagai lokasi syuting film. Oleh karena itu  Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno mengatakan pihaknya mengingatkan industri film dunia untuk membuat film di Indonesia.

“Saya lagi gencar promosikan destinasi-destinasi wisata yang ada di Tanah Air ke kancah internasional. Khususnya di lima destinasi super prioritas untuk tempat shooting film,” kata Sandiaga Uno disela pameran “UMKM Gayeng Bank Indonesia 2021” secara daring.

Menurut dia promosi sebagai tujuan looasi film dilakukan dengan tujuan mendongkrak sektor ekonomi kreatif nasional, membangkitkan semangat untuk memulihkan perekonomian nasional dan mempromosikan pariwisata Tanah Air. “Film banyak menciptakan lapangan kerja,” katanya. 

“Di Borobudur misalnya, ada banyak desa wisata yang sangat menarik untuk dijadikan lokasi syuting. Seperti di ‘Nepal Van Java’ atau Dusun Butuh, Kecamatan Kaliangkrik, Kabupaten Magelang di Jawa Tengah,” kata Sandiaga. 

Sandiaga mengatakan Dusun Kaliangkrik memiliki pemandangan yang sangat indah. Sehingga cocok dijadikan sebagai lokasi syuting film-film karya sineas internasional. 

Sebelumnya sudah ada beberapa film internasional yang menjadikan Indonesia sebagai lokasi syuting. Salah satunya “Eat, Pray, Love”, film produksi tahun 2010 yang dibintangi Julia Roberts. 

Film itu mengambil lokasi syuting di beberapa lokasi di Bali. Yakni monkey forest, teras sawah Tegalalang, Pantai Padang-Padang dan lainnya. Film tersebut terbukti menjadi sarana promosi yang efektif bagi pariwisata Bali. 

Tak lupa Sanfiaga juga mengajak masyarakat Indonesia untuk terus menyukseskan program “Bangga Berwisata di Indonesia” dan dukung UMKM Gayeng untuk ekspor “

Pameran UMKM Gayeng Bank Indonesia 2021″ digelar oleh Bank Indonesia Kantor Perwakilan Jawa Tengah dengan tajuk “UMKM Gayeng Monco Negoro 2021: Artisan Jawa Tengah Go Internasional”. Pameran ini diikuti 52 UMKM asal Jawa Tengah yang memamerkan berbagai produk ekonomi kreatif. 

Pameran ini dilaksanakan secara hybrid dari dua lokasi yang berbeda. Yaitu di Mal Paragon Semarang, Jawa Tengah yang diikuti oleh 28 pelaku UMKM dan di Suntec City Mall, Singapura yang diikuti oleh 24 pelaku UMKM. 

Selain Sandiaga, acara ini juga dihadiri Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo; Menteri Koperasi dan UKM, Teten Masduki; Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita; Duta Besar RI untuk Singapura, Suryopratomo; dan Deputi Gubernur BI, Rosmaya Hadi. 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.