ART & CULTURE EVENT HALAL INTERNATIONAL

Malaysia: UKM Didorong Untuk Merangkul Digitalisasi, Melalui Pendanaan Bisnis Dan Dukungan Keuangan Tepat.

KUALA LUMPUR, bisniswisata.co.id: Usaha kecil dan menengah (UKM) dan pemilik usaha lainnya  yang banyak mendukung pariwisata didorong untuk mencari akses pembiayaan dan hibah yang tepat untuk tumbuh dan mempercepat

CEO SME Corporation Malaysia (SME Corp) Rizal Nainy mengatakan hal ini sangat penting karena UKM harus mengadopsi ekonomi digital dan digitalisasi untuk menutup kesenjangan, meningkatkan operasional dan prosedur bisnis mereka

Dia mencatat bahwa pemerintah dan bank memiliki alokasi yang besar untuk usaha mikro dalam meningkatkan sumber daya modal mereka karena kelompok tersebut menerjemahkan sekitar 97,4% dari seluruh bisnis di Malaysia dan dianggap sebagai tulang punggung perekonomian.

“Pemerintah melalui lembaga-lembaga dan bank-banknya telah meluncurkan berbagai program, hibah, dan dana jaminan untuk mendukung aspek digitalisasi dan otomasi UKM, ekonomi hijau, dan industri halal,” katanya seperti dilansir dari halalfocus.net

Berbicara Kamis dalam sesi panel di “Unlocking Opportunities: Exploring Funding  Simposium Options & Grants for SME Growth”, Rizal Nainy mengatakan opsi pendanaan tambahan termasuk untuk mendukung usaha di industri High Growth High Value (HGHV), seperti teknologi listrik dan elektronik yang digunakan dalam eksplorasi ruang angkasa atau luar angkasa.

Pengusaha modest fashion Arlina berpameran di MIHAS 2023 September lalu. UMKM Malaysia di dorong digitalisasi ( Foto: hss)

“Ini adalah industri-industri yang kami ingin agar diperhatikan oleh para pengusaha muda dan startup teknologi dan mengembangkan bisnis mereka sehingga mereka dapat melakukan lompatan besar dan berkontribusi terhadap perekonomian,” tambahnya.

Di Malaysia, Rizal mengatakan dari sisi digitalisasi, 80% UMKM sudah terkomputerisasi, dimana mereka memiliki gadget untuk melengkapi operasional bisnisnya. “Namun untuk digitalisasi back-end yaitu sistemnya sendiri masih di angka 50%, artinya masih ada celah bagi UMKM untuk mengupgrade proses bisnisnya,” ujarnya.

Sesi ini diselenggarakan sebagai bagian dari Konvensi Kota Pintar dan Ekonomi Digital Selangor (SDEC) ke-8 yang diselenggarakan bersamaan dengan KTT Bisnis Internasional Selangor (SIBS) edisi ketujuh yang diselenggarakan oleh Perusahaan Teknologi Informasi dan Ekonomi Digital Selangor (SIDEC) di Kuala Lumpur.  Pusat Konvensi Lumpur

 

Hilda Ansariah Sabri

Pendiri, Pemimpin Umum, Pemimpin Redaksi dan pemegang sertifikasi Wartawan Utama Dewan Pers dan Ketua Departemen Pariwisata PWI Pusat (2018-2023)