Libur Lebaran, Wisatawan Diingatkan Jauhi Gunung Agung

0
184
Sejumlah Umat Hindu yang bermukim sekitar 10km dari Gunung Agung, menyiapkan sesajen untuk upacara Meayu-Ayu di Pura Penataran Agung Desa Pemuteran, Karangasem, Bali, Rabu (27/9). Warga di kawasan rawan bencana itu menggelar persembahyangan bersama untuk memohon agar terhindar dari bahaya, menyusul peningkatan aktivitas Gunung Agung yang masih pada level awas. (Foto: ANTARA /Nyoman Budhiana)

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Selama liburan Lebaran, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menyampaikan batas aman Gunung Agung di Karangasem Bali, saat ini dalam radius 4 kilometer. Karenanya, dihimbau masyarakat yang bermukim di sekitar Gunung Agung, termasuk wisatawan tidak masuk ke dalam batas radius itu.

“Nah ini demi keselamatan wisatawan dalam dan luar negeri jangan memasuki batas radius itu. Mohon disampaikan agar tidak masuk naik ke puncak, karena kami sudah evaluasi sebulan terakhir aktivitas Gunung Agung,” pesan Kepala Bidang Mitigasi Gunung Api PVMBG Hendra Gunawan dalam konferensi pers di Gedung BNPB, Jakarta Timur, Jumat (31/5/2019).

Diakui, himbauan ini sangat penting lantaran masih banyak video-video beredar di media sosoal menunjukkan turis-turis masih naik ke Puncak. Padahal sangat berbahaya sekali apalagi sebulan terakhir, terjadi erupsi di sepanjang radius 4 kilometer.

Pihaknya mengingatkan agar masyarakat dan wisatawan tidak masuk dalam batas tersebut. Sementara di luar batas itu, masyarakat dan turis masih boleh beraktivitas. “Selama satu bulan terakhir ini ada erupsi Gunung Agung untuk radius 4 kilometer. Di luar radius itu silakan beraktivitas,” ungkapnya.

Tingkat aktivitas Gunung Agung saat ini adalah Level III (Siaga). Gunung api Agung di Bali kembali memasuki fase erupsi mulai 21 November 2017 hingga saat ini, setelah beristirahat lebih dari 53 tahun.

Berdasarkan data PVMBG, dari kemarin hingga pagi ini visual Gunung api terlihat jelas hingga tertutup Kabut. Teramati asap kawah utama berwarna putih dengan intensitas tipis tinggi sekitar 100 meter dari puncak.

Pada 30 Mei 2019, tercatat 1 kali gempa hembusan, 3 kali gempa Vulkanik Dangkal, 2 kali gempa Vulkanik Dalam, 10 kali gempa Tektonik Jauh. Selain itu, PVMBG juga merekomendasikan masyarakat yang bermukim dan beraktivitas di sekitar aliran-aliran sungai yang berhulu di Gunung Agung agar mewaspadai potensi ancaman bahaya sekunder berupa aliran lahar hujan.

Terkait gunung api lain, tuturnya, masih dalam status aman. Kendati aman, ia menegaskan tetap ada beberapa gunung yang memiliki radius tertentu. Gunung-gunung tersebut di antaranya yakni Gunung Sinabung. Meskipun baru saja ditetapkan status aman pada 20 Mei, ia meminta agar masyarakat tidak beraktivitas di radius 3 sampai 4 kilometer.

“Jadi walaupun sudah kita turunkan ancamannya masih radius 3 km di utara, timur hingga barat itu 4 kilo. Potensi untuk sinabung relatif aman,” kata Hendra.

Hingga saat ini gunung Agung masih mengalami erupsi kecil, yakni Gunung Semeru dan Anak Krakatau. Kemudian untuk Gunung Merapi dibatasi radius 3 kilometer dan Gunung Karang Etang 2,5 kilometer.

“Semeru masih ada erupsi kecil jadi harus berhati hati yang di daerah puncak. Terkait anak krakatau erupsinya memang bisa 7 kali sehari, tetapi sering tidak teramati, dan tidak begitu dirasakan,” bebernya.

“Merapi masih aman, di luar 3 kilometer silakan berkegiatan. Kita sudah pantau dengan ketat. Karang etang memang di awal tahun sempat terjadi lava. Radius secara umum hanya 2,5 km,” lanjutnya. ([email protected])

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.