Lebaran, Sleman Targetkan Kunjungan 350 Ribu Wisatawan

0
269
Taman Breksi – Kab. Sleman masuk kategori tujuan wisata baru yang populer (Foto: ExploreWisata.Com_

SLEMAN, bisniswisata.co.id: Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, menargetkan kunjungan 350 ribu wisatawan saat libur Lebaran tahun ini. Jumlah kunjungan 350 ribu wisatawan ini diharapkan bisa tercapai selama kurun waktu 11 Juni hingga 20 Juni 2018. “Target tersebut sama seperti target kunjungan wisatawan pada libur Lebaran tahun lalu,” kata Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Kabupaten Sleman Sudarningsih.

Menurut dia, destinasi unggulan pada lebaran tahun ini masih sama seperti tahun sebelumnya yakni objek-objek wisata alam. “Kaliurang dan lereng Merapi (Volcano tour) masih menjadi andalan, ditambah lagi dengan destinasi baru seperti Taman Tebing Breksi di perbukitan Prambanan,” katanya.

Ia mengatakan, destinasi wisata Sleman yang diunggulkan selama musim liburan di antaranya kawasan wisata Kaliurang yang meliputi Tlogo Putri, Taman Rekreasi Anak, Gardu Pandang Kaliurang, Museum Ullen Sentalu. “Kemudian Museum Gunungapi Merapi (MGM), Museum Monjali, Museum Dirgantara Mandala, Candi Prambanan, Candi Ratu Boko, serta desa-desa wisata,” katanya.

Sudarningsih mengatakan, keberadaan destinasi baru yaitu Agrowisata Bhumi Merapi, Sindu Kusuma Edupark dan Jogja Bay Water Park dipastikan akan mendukung pencapaian target tersebut. “Selain itu di Candi Prambanan dan Ratu Boko juga diagendakan pertunjukan aneka kesenian tradisional selama libur lebaran.

Ia mengatakan, “Tourist Information Center” di objek wisata Tlogo Putri di Kawasan Kaliurang tetap beroperasi dan ada piket/monitoring untuk membantu wisatawan yang membutuhkan informasi tentang pariwisata.

“Di TIC Kaliurang ini telah pula disiapkan informasi-informasi terkait pariwisata seperti peta, brosur, leaflet, banner, dan buku tamu. Tidak hanya informasi terkait destinasi wisata di Kaliurang dan Sleman pada umumnya, tetapi juga di DIY dan juga informasi tentang penginapan, hotel, home stay desa wisata maupun restoran dan rumah makan,” katanya seperti dikutip laman Antara, Sabtu (16/06/2018)

Dalam tiga tahun terakhir, Wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Kabupaten Sleman mengalami peningkatan. Wisata candi jadi faktor utama peningkatan tersebut. Data Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman menyebutkan ada lonjakan sekitar 3,96 persen dari 2014-2015. Selain itu, kunjungan wisatawan asing ada 2015-2016 naik 7,49 persen.

Dari jumlah kunjungan, tercatat kenaikan terjadi dari 209.556 pada 2014, 201.257 pada 2015 sampai 216.332 pada 2016 untuk wisata candi. Candi Prambanan dan Kraton Ratu Boko jadi tujuan utama sebagian besar wisatawan asing.

Candi Prambanan mampu menarik 201.640 wisatawan asing pada 2014, 192.409 pada 2015 dan 208.090 pada 2016. Sedangkan, Kraton Ratu Boko mampu menarik 7.916 wisatawan asing pada 2014, 8.848 pada 2015 dan 7.387 pada 2016.

Sejumlah candi yang pada 2014 dan 2015 tidak dikunjungi wisatawan asing, alami peningkatan kunjungan pada 2016. Mereka di antaranya Candi Gebang (1), Sari (82), Kalasan (65), Sambisari (486), Banyunibo (9), Barong (9) dan Candi Ijo (203).

Peningkatan wisatawan asing kurang terjadi di wisata alam, museum dan wisata buatan. Wisata alam seperti Kaliurang, Volcano Tour, TNGM, Desa Wisata, Tebing Breksi dan Lava Bantal yang menarik 11.541 wisatawan asing pada 2014, turun jadi 2.662 pada 2015 dan 745 pada 2016.

Wisata museum seperti Monumen Jogja Kembali, Gaeoteknologi UPN, Afandi, Dirgantara, Ulen Sentalu, Gunung Merapi dan Pendidikan Indonesia terbilang fluktuatif. Pasalnya, dari 9.602 wisatawan asing pada 2014, sempat naik menjadi 10.182 pada 2015, tapi turun jadi 9.347 pada 2016.

Sementara, angka wisatawan paling rendah terjadi di tempat-tempat wisata buatan seperti Merapi Golf, Taman Rekreasi Anak, Sindu Kusuma Edupark, Agrowisata Bumi Merapi dan Jogja Bay. Merapi Golf menarik 1.177 pada 2014, 1.264 pada 2015 dan turun jadi 991 pada 2016. (NDY)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.