EVENT NEWS

KTT Tahunan PATA 2026 di Gyeongsangbuk-do: Babak baru Dalam Kepemimpinan Pariwisata Berkelanjutan

BANGKOK, bisniswisata.co.id: KTT Tahunan PATA 2026 di Gyeongsangbuk-do (Gyeongbuk) merupakan tonggak penting dalam pariwisata Asia-Pasifik, karena kawasan tersebut bersiap untuk merangkul masa depan yang lebih berkelanjutan, inklusif, dan berpusat pada masyarakat.

Dalam wawancara eksklusif dengan TravelDailyNews Asia-Pacific selama KTT Tahunan PATA 2025 di Istanbul, Kim NamIl, Presiden Organisasi Kebudayaan dan Pariwisata Gyeongsangbuk-do (GCTO), memaparkan visi dan arah strategis untuk acara 2026 yang diselenggarakan bersama di kota Gyeongju dan Pohang.

Dilansir dari traveldailynews.asia, sebagai badan pariwisata publik terkemuka di Korea, GCTO telah berkembang selama lima dekade dari fokus awalnya pada pengembangan Kompleks Pariwisata Bomun menjadi katalisator bagi pembangunan regional.

Bertepatan dengan ulang tahun ke-50 organisasi tersebut yang bertepatan dengan penyelenggaraan KTT Tahunan PATA 2026 di Gyeongbuk, Kim menggambarkan acara tersebut sebagai “titik awal yang strategis untuk ekspansi global Pasca-APEC kami.

Bertema “Setengah Abad Pariwisata, Setengah Abad Berikutnya,” acara tersebut akan merefleksikan pencapaian masa lalu sambil memetakan arah baru untuk pariwisata yang berorientasi ke masa depan.

Inti dari visi GCTO adalah keyakinan bahwa pariwisata harus lebih dari sekadar konsumsi ekonomi—pariwisata harus menjadi kekuatan untuk menciptakan nilai, memberdayakan masyarakat, dan membalikkan kemunduran regional.

“Tujuan kami adalah membangun ekosistem pariwisata yang berkelanjutan dan berpusat pada masyarakat yang dapat mengatasi masalah global yang mendesak seperti pergeseran demografi,” tegas Kim.

KTT Tahunan PATA 2026 di Gyeongbuk akan menjadi platform untuk menyampaikan filosofi ini kepada khalayak global, sejalan dengan momentum internasional menuju pariwisata yang regeneratif dan bermakna.

Untuk mendukung visi ini, pembangunan infrastruktur di kawasan tersebut harus kuat dan siap menghadapi masa depan. Gyeongju membanggakan Pusat Konvensi HICO kelas dunia, dan pada tahun 2026, Pohang akan meluncurkan POEX, kompleks MICE komprehensif yang waktunya strategis setelah KTT APEC.

Bandara Baru Daegu-Gyeongbuk yang akan datang, yang diharapkan dibuka pada tahun 2028, akan semakin memperkuat akses internasional, meningkatkan posisi Gyeongbuk sebagai pusat MICE dan pariwisata utama.

Integrasi lingkungan, sosial, dan tata kelola (ESG) merupakan pilar penting lainnya. Kim menyampaikan bahwa model pariwisata GCTO dipandu oleh prinsip-prinsip ESG yang berfokus pada kebijakan yang mengutamakan masyarakat, koeksistensi lokal, dan keberlanjutan jangka panjang.

Dari melestarikan desa tradisional hingga mengembangkan konten pariwisata berbasis masyarakat dan mendukung UKM lokal, kawasan ini berkomitmen untuk menerapkan ESG dalam praktik—bukan hanya sebagai slogan, tetapi sebagai sistem operasional yang terukur.

KTT Tahunan PATA 2026 di Gyeongbuk juga akan memperkuat kemitraan jangka panjang dengan PATA. Menurut Kim, “KTT ini bukan acara satu kali—ini adalah awal dari kolaborasi yang diperluas melalui proyek bersama, pengembangan bakat, dan perluasan jaringan global.

Ini termasuk menjadikan Gyeongbuk sebagai tempat uji coba inovasi pariwisata berkelanjutan dan teknologi pariwisata cerdas, yang menjadi tolok ukur baru bagi destinasi lain di Asia-Pasifik.

Melihat tren yang lebih luas di Korea, Nam-Il Kim menyoroti pergeseran kebijakan pariwisata nasional menuju revitalisasi regional dan regenerasi sosial.

“Pariwisata tidak lagi dilihat hanya sebagai industri, tetapi sebagai alat strategis untuk mengatasi depopulasi pedesaan dan menghidupkan kembali ekonomi lokal,” katanya.

Evolusi ini—dari “berkunjung” menjadi “hidup bersama”—dicontohkan dalam penekanan Gyeongbuk pada pariwisata imersif, transformasi digital, dan model hijau berbasis ESG.

Terakhir, ketika ditanya mengapa Gyeongbuk, Gyeongju, dan Pohang dipilih, Kim menunjuk pada warisan yang kaya dan identitas ganda yang unik.

“Gyeongju, dengan status ibu kota budaya kunonya, dan Pohang, pusat inovasi kelautan, bersama-sama menghadirkan simbol kuat potensi pariwisata Korea—tempat tradisi bertemu teknologi, dan warisan bertemu inovasi,” pungkasnya.

KTT Tahunan PATA 2026 di Gyeongbuk tidak hanya akan melanjutkan hubungan jangka panjang Korea dengan PATA, tetapi juga akan menentukan narasi baru untuk kerja sama regional, pembangunan berkelanjutan, dan kepemimpinan global dalam pariwisata.

Saat kawasan Asia-Pasifik bergulat dengan tuntutan dunia yang terus berubah, penyelenggaraan PAS 2026 di Gyeongbuk menjadi panggung bagi masa depan yang lebih tangguh dan berpusat pada manusia.

Hilda Ansariah Sabri

Pendiri, Pemimpin Umum, Pemimpin Redaksi dan pemegang sertifikasi Wartawan Utama Dewan Pers dan Ketua Departemen Pariwisata PWI Pusat (2018-2023)