HALAL NASIONAL NEWS

KNEKS Selenggarakan Forum Industri Ekosistem Farmasi dan Kesehatan Halal

Penting bagi negara-negara OKI dan Indonesia khususnya untuk memproduksi bahan baku halal untuk obat-obatan halal seperti vaksin        ( Foto: Republika).

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS)  menyelenggarakan forum industri ekosistem farmasi dan kesehatan halal pada Rabu 6 Juli 2022.  Tujuan utama dari forum ini adalah untuk mendidik para pemangku kepentingan farmasi dan perawatan kesehatan halal tentang pentingnya akses ke produk farmasi dan perawatan kesehatan bersertifikat halal.

Wempi Saputra, Asisten Menteri Keuangan Bidang Ekonomi Makro dan Keuangan Internasional, dalam pidato pembukaannya menyampaikan pentingnya Indonesia menjadi produsen obat-obatan halal terkemuka.

Dr. Nila Windasari dari School of Business & Management, Insitut Teknnologi Bandung, memaparkan hasil penelitiannya tentang preferensi pasar terhadap layanan rumah sakit syariah.  

Meskipun faktor terpenting dalam pemilihan rumah sakit adalah dokter dan cakupan asuransi, layanan syariah memiliki potensi untuk menjadi preferensi atas infrastruktur yang nyata bagi umat Islam.

Kegiatan webinar internasional ini dilanjutkan dengan dua diskusi panel, yaitu tentang: (1) key driver dalam menopang pengembangan farmasi halal;  dan (2) peluang investasi dalam ekosistem farmasi dan kesehatan halal.

Pada panel pertama yang dimoderatori oleh Afdhal Aliasar, Direktur KNEKS, terdapat tiga pembicara yaitu Roziatul Akman Osman,  Rahman Roestan (Direktur Operasional PT Bio Farma), dan  Dr. Ilma Nugrahani (Kepala Pusat Studi Halal, Insitut Teknnologi Bandung).  

Roziatul menekankan pentingnya halal built in atau juga dikenal dengan halal by design.  Menurutnya sertifikasi halal dimulai dari manajemen puncak, dan untuk memastikan bahwa pengetahuan halal tertanam di seluruh organisasi.  Dalam hal prioritas sertifikasi halal, ia lebih memprioritaskan suplemen kesehatan dan obat bebas daripada obat resep.

Rahman menekankan bahwa masalah utama dalam farmasi halal adalah kemampuan untuk mendapatkan bahan baku halal (bersertifikat), yang bergantung pada pasokan dari negara-negara non-OKI.  

Untuk keberhasilan farmasi dan kesehatan halal diperlukan pendekatan rantai pasokan dan pengendalian pasokan bahan baku.  Menurutnya prioritas utama adalah mengembangkan pasokan bahan baku di Indonesia.  Kedua, kerjasama dengan universitas dan lembaga penelitian juga akan menjadi penting.  Ketiga, diperlukan harmonisasi kriteria vaksin dan obat-obatan halal secara global.

Menurut Dr. Ilma, perguruan tinggi berperan besar dalam pengembangan bahan baku farmasi.  Indonesia memiliki kekuatan khusus dalam bahan nabati.  Namun, dia menekankan pentingnya peningkatan sumber daya dan pendanaan untuk penelitian di bidang farmasi dan perawatan kesehatan halal.

Pada panel kedua yang dimoderatori oleh Afdhal Aliasar (Direktur KNEKS), hadir tiga pembicara yaitu Bapak Onky Martha (VP Business Development, PT Jababeka), Dr. Marco Tieman (CEO LBB International), dan Dr. Nurundin Ting (  Managing Director, Barakah Taiwan Halal Hub Co. Ltd).  

Onky mempresentasikan tentang pembangunan taman industri Jababeka di Indonesia yang direncanakan pada tahun 2024. Dia berbagi wawasan tentang perencanaan taman halal dan pentingnya bagi Indonesia. Onky memperkirakan taman halal merupakan batu penjuru yang penting bagi ekosistem farmasi dan kesehatan halal Indonesia.

Sementara itu, Dr. Marco Tieman mengungkapkan bahwa pandemi COVID  mempercepat permintaan vaksin, obat-obatan, dan layanan kesehatan yang sesuai dengan Syariah.  

Untuk mengurangi ketergantungan negara-negara non-OKI akan sumber obat-obatan dan vaksin, penting bagi negara-negara OKI dan Indonesia khususnya untuk memproduksi bahan baku halal untuk obat-obatan halal. 

Dia juga berbagi lebih banyak wawasan tentang Modern Halal Valley, pengembangan klaster halal seluas 500 hektar di Indonesia dekat Jakarta.  Pengembangan ini didasarkan pada pendekatan klaster yang didukung oleh organisasi pengelola klaster dan jaringan klaster halal yang menghubungkan klaster halal secara lokal, regional, dan internasional.

Dr Nurundin Ting dalam sambutannya menegaskan keunggulan Indonesia dalam obat herbal dan tanaman obat.  Ketiga pembicara sepakat bahwa kolaborasi antar klaster halal di dalam dan di luar Indonesia akan sangat penting.  

Dr. Nurundin telah menandatangani MOU dengan Modern Halal Valley pada tahun 2019 untuk berkolaborasi antara Barakah Taiwan Halal Hub dan Modern Halal Valley di Indonesia.  

Dia ingin memperluas area kerja sama lebih lanjut.  Dr. Marco Tieman merekomendasikan Indonesia untuk melakukan studi negara klaster farmasi dan kesehatan halal guna memahami fokus klaster farmasi dan kesehatan halal yang akan dikembangkan di Indonesia.  Diperlukan insentif khusus untuk menarik dan mengembangkan jangkar klaster halal.

Dr. Marco Tieman adalah CEO LBB International, sebuah firma riset dan konsultan strategi rantai pasokan, yang memberi nasihat kepada perusahaan dan pemerintah tentang produksi halal, klaster, manajemen rantai pasokan, serta manajemen risiko dan reputasi.  

Dia juga merupakan Senior Fellow di IPMI International Business School di Indonesia dan Research Fellow di University of Malaya Halal Research Center di Malaysia, yang melakukan penelitian tentang strategi pengadaan halal, manajemen rantai pasokan halal, dan manajemen risiko dan reputasi halal.  Dia adalah penulis ‘Manajemen bisnis Halal: panduan untuk mencapai keunggulan halal’.

 

Hilda Ansariah Sabri

Hilda Ansariah Sabri, Pendiri, Pemimpin Umum, Pemimpin Redaksi dan pemegang sertifikasi Wartawan Utama Dewan Pers. Saat ini menjabat sebagai Ketua Departemen Pariwisata PWI Pusat ( 2018-2023)