Inggris Tertarik Bangun Rel Kereta di Bali

0
147
Tanah Lot Tabanan dibanjiri wisatawan (Foto: OOAworld)

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Kemajuan pariwisata di Bali mendapat perhatian serius dari pemerintah Inggris. Masalah infastruktur juga menjadi perhatiannya, termasuk tertarik ingin membangun jalur kereta api di Pulau Dewata. Jalur kereta itu dari Bandara menuju ke beberapa destinasi wisata yang ada di Bali.

Ketertarikan Inggris itu dilontarkan Duta Besar Inggris untuk Indonesia Moazzam Malik saat mengadakan pertemuan tertutup dengan Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi di kantor Kementrian Perhubungan Jakarta, Selasa (11/06/2019) petang.

Banyak hal yang dibahas dalam pertemuan tersebut, termasuk peluang Inggris untuk bisa berinvestasi di Indonesia. Mayoritas Inggris melirik proyek-proyek kereta api yang akan dibangun pemerintah.

“Tercatat reaktivasi kereta Bandung-Ciwidey, kereta dalam kota Jakarta Surabaya, bandara-bandara hingga pelabuhan menjadi target. Kereta di Bali yang jarang dilirik investor menjadi bahasan intensif,” kata Budi Karya yang dituangkan dalam akun Instagram miliknya, Rabu (12/6/2019).

Peluang investasi ini bisa dilakukan Inggris baik secara langsung atau tidak langsung, seperti dengan menyediakan plafon pinjaman lunak untuk bisa menjadi sumber pendanaan proyek tersebut. Untuk pinjaman lunak, setidaknya Inggris menawarkan alokasi hingga Rp 55 triliun dengan lokal konten bisa mencapai 80 persen.

Sebagai negara yang lebih maju, saat ini Inggris bisa menjadi contoh bagaimana pengembangan sistem transportasi di Indonesia ke depannya. “Harapannya dengan adanya kerjasama kedua negara ini, bisa mempercepat perkembangan dan pembangunan berbagai sektor transportasi di Indonesia,” pungkas Budi Karya.

Sebelumnya, Gubernur Bali Wayan Koster menilai untuk mencapai hal itu perlu diadakan perubahan yang fundamental dalam mengelola dunia kepariwisataan di Pulau Dewata, dan dibutuhkan berbagai gebrakan untuk menunjang pariwisata Bali.

“Pariwisata yang bagus pastinya harus ditunjang dengan infrastruktur yang memadai. Untuk itu kami sudah membangun beberapa shortcut guna memudahkan wisatawan berwisata di Bali,” papar Gubernur seperti dikutip laman TribunBali.com

Pembangunan infrastruktur tersebut, tidak hanya asal dikerjakan saja. Namun harus bangun jalan by design, bukan by accident. “Seperti contoh dulu ada APEC bangun jalan tol, ada IMF bangun underpass. Itu hanya menyelesaikan masalah jangka pendek, bukan jangka panjang. Jadi sekarang kita desain infrastruktur Bali agar memadai hingga tahun-tahun berikutnya,” ujar Gubernur yang juga Ketua DPD PDI Perjuangan Bali itu.

Dilanjutkann, unsur penunjang lain adalah transportasi. Saat ini pemprov telah mengembangkan sistem transportasi yang terintegrasi hingga menyentuh semua wilayah, terutama daerah wisata di Bali. “Sebagai langkah awal kita kembangkan jaringan kereta api dari bandara ke beberapa daerah tujuan wisata. Ini untuk memudahkan para wisatawan, terutama bagi mereka yang terburu-buru ingin menuju ke bandara, dan sebaliknya,” kata pria kelahiran Buleleng itu.

Penumpang Kereta Api

Vice Public Relations PT Kereta Api Indonesia (KAI) Edy Kuswoyo menyebutkan, berdasarkan pantauan pada Selasa pagi ini, terjadi peningkatan jumlah penumpang kereta api secara kumulatif sebesar 10 persen sejak H-10 sampai dengan H+4 Lebaran. Rinciannya, 4.821.876 penumpang pada 2019 dan 4.384.101 penumpang pada 2018.

KAI sudah mengantisipasi adanya peningkatan ini dengan menjalankan 406 perjalanan kereta api, dengan rincian 356 kereta reguler dan 50 kereta tambahan. Meski demikian, kata dia, masih terlihat penumpang yang akan mudik ke kampung halaman karena harus bekerja pada saat Lebaran dan yang akan bepergian untuk menikmati masa libur sekolah.

Hal ini terlihat dengan masih ramainya stasiun di wilayah DKI Jakarta seperti Gambir dan Pasar Senen yang akan berangkat ke Jawa Tengah, Yogyakarta, dan Jawa Timur. Untuk itu, ia mengingatkan para penumpang kereta api agar memerhatikan jadwal yang tertera pada tiket sehingga tidak sampai tertinggal kereta.

Selain itu, agar para penumpang tidak membawa barang berlebihan yang dapat menganggu kenyaman penumpang lainnya baik saat di Stasiun dan di dalam kereta. “Demi memastikan kelancaran penumpang saat berada di stasiun, KAI sudah mengantisipasinya dengan menambah petugas posko stasiun baik dari internal KAI, relawan, personel TNI/Polri, Pramuka, komunitas, dan lainnya,” ujar Edy Kuswoyo seperti dilansir laman Liputan6.com

Ia berharap para penumpang kereta apidapat kembali ke kota asal dengan aman dan nyaman saat berada dalam perjalanan kereta api. “Semoga perjalanan Anda menyenangkan, dan terima kasih telah menggunakan kereta api sebagai moda transportasi pilihan Anda untuk arus mudik dan balik Lebaran tahun ini,” ujarnya. (NDY)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here