Indra Utami Tamsir Konsisten Lestarikan Musik Keroncong

0
135
Indra Utami Tamsir (Foto: Faktual Musik)

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Penyanyi keroncong Indra Utami Tamsir berupaya melestarikan keroncong di tengah gempuran musik impor. Memiliki jiwa budaya Jawa yang kuat dan tak kenal lelah, Tami panggilan akrabnya tetap konsisten memajukan dan melestarikan musik keroncong di Tanah Air. Sepulang dari Mesir pada Mei 2018, Tami menggelar Lomba Vokal Keroncong Wanita Berkebaya Tingkat Nasional.

“Saya ingin kembali melihat zaman kejayaan irama keroncong masa lampau yang begitu anggun dengan kebaya dan konde penyanyinya. Menggambarkan kelembutan wanita Indonesia yang bersahaja, namun memiliki energi yang luar biasa,” ujar Tami, diva keroncong peraih AMI Award 2013 seperti dilansir Sindonews.com, Selasa (06/11/2018)

Ibu aktris muda bertalenta Tara Adia ini, memiliki segudang pengalaman di bidang tarik suara, mulai dari yang bergenre pop, dangdut, hingga langgam Jawa dan keroncong. Selain itu, dia juga dikenal sebagai pengusaha.

“Melestarikan irama keroncong dengan segala kendalanya merupakan perjuangan saya. Seni keroncong sangat indah sehingga lomba musik keroncong ini sedikit bisa menyejukkannya,” kata penyanyi berusia 44 tahun ini.

Tami mengatakan, lomba keroncong ini terbuka untuk umum (penyanyi wanita), dengan syarat penyanyi peserta wajib mengenakan busana kebaya. Alasan peserta lomba mengenakan kebaya lantaran rindu melihat zaman kejayaan irama keroncong masa lampau yang begitu anggun dengan kebaya dan konde penyanyinya.

Dan untuk lomba vokal keroncong Tingkat Nasional, seluruh peserta diharuskan melantunkan satu lagu wajib (Kr Wanita) dan satu lagu pilihan yang tersedia, yaitu “Kr Tanah Air”, “Kr Roda Dunia”, “Kr Dewi Murni”, “Kr Bandar Jakarta” serta “Kr Segenggam Harapan”.

Untuk latihan peserta, lagu-lagu yang dilombakan sudah tersedia di Youtube official Indra Utami Tamsir. Para peserta nantinya akan diiringi secara live oleh grup Orker Keroncong Dewanggo Nuswantara. “Saya melihat remaja-remaja masa kini berpotensi membawakan lagu keroncong. Namun, tak semata mata vokalnya, melainkan juga jiwa dan penampilannya, “ tuturnya.

Penyanyi kelahiran Blora, 16 Juli 1974 mengatakan di tengah kondisi bangsa yang semakin panas karena berbagai permasalahan bangsa yang selalu menimbulkan pro dan kontra yang tajam, bermacam kegiatan seni dan budaya bisa memberikan kesejukan atas semua hal tersebut.

“Ketika kondisi bangsa yang memanas karena berbagai permasalahan bangsa yang selalu menimbulkan pro dan kontra yang tajam, kiranya lomba musik keroncong yang merdu bisa menyejukkannya,” tandasnya. (EP)

LEAVE A REPLY

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.