Gunung Argopuro Ditutup bagi Wisatawan Pendaki

0
821
Gunung Argopuro (Foto: http://pendakianseru.blogspot.com)

SITUBONDO JAWA TIMUR, bisniswisata.co.id: Wisatawan pendaki yang hendak menggelar upacara bendera memperingati hari kemerdekaan 17 Agustus di puncak Gunung Argopuro, lebih baik mengurungkan niatnya. Pasalnya gunung berada di Situbondo, Jawa Timur (Jatim) ini ditutup sementara untuk aktivitas pendakian sampai batas waktu tak ditentukan.

Balai Besar Konservasi dan Sumber Daya Alam (BB KSDA) Jatim pengelola kawasan Gunung Argopuro mengumumkan pendakian ditutup sejak 10 Agustus 2018. Pertimbangannya, masuk musim kemarau banyak penumpukan sabana kering rawan terbakar. “Sabana kering mudah terbakar, apalagi jika ada kelalaian pendaki, seperti puntung rokok,” kata Kepala BB KSDA Jatim, Nandang Prihadi dalam keterangannya, Sabtu (11/08/2018).

Selain itu, musim kemarau menyebabkan suhu dingin ekstrem saat malam hari kerap dirasakan di puncak gunung. Sebaliknya, siang hari sabana kering layaknya jadi tumpukan bahan bakar yang mudah tersulut jika matahari terik menyengat. Penutupan pendakian itu sebagai langkah antisipasi.

Gunung berstatus Suaka Margasatwa Dataran Tinggi, bisa menyulitkan pendaki jika ada kebakaran. Meski tahun ini belum pernah terbakar. Terakhir kebakaran pada 2015, saat itu beberapa pendaki terjebak di antara kobaran api.

“Pendaki sulit cari tempat berlindung jika ada kebakaran. Antisipasinya tutup sementara. Saat peringatan kemerdekaan gunung masih ditutup untuk pendakian,” ungkapnya seperti dilansir laman Liputan6.

Bekas gunung merapi aktif ini, secara administrasi masuk wilayah kabupaten Probolinggo, Situbondo, Bondowoso dan Jember, Jawa Timur. Tiap bulan ada 300 – 500 pendaki mengajukan izin pendakian ke gunung setinggi 2.745 meter di atas permukaan laut (mdpl) itu. “Kalau nanti cuaca sudah mulai basah, pendakian akan dibuka lagi. Semoga status penutupan pendakian dicabut pada September nanti,” harapnya.

Destinasi wisata lereng Gunung Argopuro memang spektakuler. Selain memiliki hamparan padang savana yang sangat indah, pemandangan nan hijau dan udara yang sejuk. Bahkan ada misteri cerita Dewi Rengganis yang hingga kini belum terungkap. Mengingat di puncak gunung Argopuro ditemukan reruntuhan istana yang diyakini sebagai warisan peninggalan Dewi Rengganis.

Bahkan ada yang menyebut bukti batu alami dengan hamparan mirip kota mati dari atas ketinggian, lengkap dengan udara pegunungan. Banyak pengunjung yang memanfaatkan panorama bukit ini untuk berswafoto (selfie). Jika belum puas, Anda bisa meneruskan perjalanan ke puncak dengan jalur yang lebih sempit dan ekstrem, lengkap dengan deretan batu raksasa yang berdiri tegak ke angkasa.

Kawasan Gunung Argopuro bukan hanya menjadi destinasi para pendaki gunung, juga menjadi gudang berbagai jenis tumbuhan dan satwa endemik langka. Berada di hutan dikelilingi pepohonan tinggi membuat berbagai tanaman endemik-nya subur. Seperti Belidur, Kembang Angin, Bunga Tekel, Selada Air dan lainnya.

Khasiat tanaman itu, tak hanya bisa dikonsumsi dan menjadi obat herbal, tanaman endemik khas Argopuro ini juga ada yang beracun efeknya bisa mengganggu sistem kekebalan tubuh. Juga ada lagi jenis tumbuhan lain yaitu Lumut Kembang Angin. Strukturnya seperti rambut dan berwarna putih. Tumbuhan endemik ini yang menjadi incaran para warga, karena dipercaya ekstrak tumbuhan yang hidup di pepohonan ini bisa dijadikan jamu herbal untuk kesehatan tubuh.

Selain itu, seledri air. Kebanyakan mereka mengambil seledri air di sungai kecil di daerah Cikasur. Di bentangan aliran sungai Cikasur, tumbuh subur seledri air yang segar dan siap disantap. Tak jarang, para pendaki gunung pun ikut serta mengambil seledri air ini untuk dikonsumsi saat menginap di Cikasur. (NDY)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.