MANILA, bisniswisata.co.id: Departemen Anggaran dan Manajemen (DBM) Filipina telah mengumumkan dukungan penuh untuk pembentukan Kota Halal pertama di Manila, sebuah inisiatif penting yang dirancang untuk mempromosikan keharmonisan budaya, menciptakan lapangan kerja, dan tingkatkan pariwisata di ibu kota negara tersebut.
Proyek ini, yang dilaporkan oleh Philippine News Agency (PNA), akan mengubah Quiapo menjadi pusat halal dan budaya modern, yang mencerminkan komitmen Filipina yang semakin besar terhadap inklusivitas dan pengembangan ekosistem halal yang dinamis.
Simbol Persatuan dan Inklusivitas
Sekretaris DBM Amenah Pangandaman dan Wali Kota Manila Isko Moreno Domagoso bersama-sama memimpin rapat koordinasi dan inspeksi lokasi untuk memetakan rencana pengembangan proyek.
Pangandaman mengatakan inisiatif Kota Halal akan berfungsi sebagai simbol persatuan dan inklusivitas, menjembatani beragam komunitas sekaligus membuka peluang ekonomi baru, khususnya bagi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Ia mengungkapkan bahwa pemerintah Uni Emirat Arab (UEA) telah menyatakan kesiapannya untuk membantu pembangunan masjid baru di Quiapo, yang digagas sebagai pusat spiritual Kota Halal.
Kota Halal: Sebuah Landmark Budaya Modern
Proyek pembangunan yang diusulkan akan menampilkan: kios makanan dan tempat makan bersertifikat halal; toko kain, kerajinan, dan usaha mikro; pencahayaan cerdas dan gapura budaya; desain arsitektur khas Muslim-Filipina.
Pendekatan terpadu ini bertujuan untuk merevitalisasi Quiapo menjadi pusat perdagangan, budaya, dan pariwisata halal yang berkembang pesat, sekaligus melestarikan karakter historisnya.
Pendanaan Pemerintah dan Dukungan Pembaruan Perkotaan
Pangandaman mencatat bahwa DBM sedang menjajaki penggunaan Dana Dukungan Pemerintah Daerah (LGSF) untuk membiayai inisiatif tersebut setelah detail proyek akhir dikonfirmasi.
Dia juga meninjau proyek pembaruan perkotaan yang sedang berlangsung terkait persiapan Manila untuk ASEAN 2026, termasuk usulan pembangunan Central Park di pusat kota Manila.
Dalam program “Hijau, Hijau, Hijau”, sekitar PHP78 juta (US$13,26 juta) telah disalurkan untuk memperluas ruang terbuka hijau dan meningkatkan infrastruktur perkotaan, mendukung lingkungan perkotaan yang lebih layak huni dan berkelanjutan.
Memberdayakan Komunitas dan Wirausahawan
Wali Kota Isko Moreno menyampaikan rasa terima kasihnya kepada pemerintahan Marcos dan DBM atas kepemimpinan dan kolaborasi mereka, dengan mengatakan bahwa inisiatif ini tidak hanya akan menguntungkan warga Manila tetapi juga para wirausahawan yang berbasis di Mindanao yang produk halalnya telah sampai di ibu kota.
Pangandaman menambahkan, di bawah kepemimpinan Presiden Marcos, investasi dalam proyek-proyek berbasis warisan dan berbasis komunitas akan membentuk fondasi bagi Filipina yang benar-benar inklusif dan sejahtera.
Dengan berdirinya Halal Town, Manila siap menjadi destinasi wisata halal dan budaya utama di Asia Tenggara, memperkuat posisi Filipina dalam ekonomi halal regional dan memupuk persatuan melalui nilai-nilai bersama, yaitu iman, budaya, dan kemajuan.










