Festival Ramadhan Maparada Sajikan Budaya Muslim Ternate

0
119
Tarian Soya Soya khas Ternate (Foto: breakingnews.co.id/)

TERNATE, bisniswisata.co.id: Menyemarakkan bulan suci Puasa, Ternate Maluku Utara punya hajatan bertajuk Festival Ramadhan Maparada di Ternate, Maluku Utara (Malut) pada 17 Mei-1 Juni 2019. Festival ini, selain untuk melestarikan budaya Islam yang ada di Ternate, dalam bentuk tarian, lagu maupun atraksi budaya dan wisata lainnya. Juga menjadi momentum untuk melahirkan duta wisata halal.

“Juga digelar pemilihan jojaru dan ngongare atau remaja putri dan putra di Ternate yang pemenangnya dinobatkan menjadi duta wisata halal Malut. Duta wisata ini membantu mempromosikan potensi wisata di Ternate, termasuk wilayah kesultanan lainnya di Malut, khususnya yang terkait dengan wisata halal,” papar Ketua Umum Panitia Festival Ramadhan Maparada Firman, Mudjafar Sjah di Ternate, Kamis (23/5)

Menurut dia, empat kesultanan di Malut yakni Kesultanan Ternate, Kesultanan Tidore, Kesultanan Bacan, dan Kesultanan Jailolo pada masa lampau memiliki peran penting dalam pengembangan Islam, tidak saja di wilayah Indonesia Timur tetapi sampai ke Filipina Selatan, Malayasia, dan Brunei Darussalam.

Jejak sejarah peran empat kesultanan itu dalam pengembangan Islam masih banyak terdapat di Malut, baik dalam bentuk bangunan, beragam benda, tradisi maupun kuliner yang proses pengolahannya sarat dengan nuansa Islam, paparnya seperti dilansir Antara.

Di Ternate misalnya, menurut Firman, ada Masjid Kesultanan Ternate, Kedaton Kesultanan Ternate yang menyimpan beragam benda sejarah Islam, seperti mahkota berambut dan Alquran yang dituliskan diatas lembaran tembaga serta berbagai tradisi.

Semua peninggalan sejarah Islam itu akan dipromosikan duta wisata halal yang terpilih pada Festival Ramadhan Maparada dengan harapan akan mendorong wisatawan, khususnya wisatawan Muslim untuk berkunjung ke daerah ini.

Dia menambahkan, pada penyelenggaraan Festival Ramadhan Maparada yang di pusatkan di lapangan Ngara Lamo Ternate akan ditampilkan pula berbagai atraksi budaya dan kesenian bernuansa Islam serta sejumlah lomba seperti dai cilik, tilawah Alquran, gendang sahur, kaligrafi, soya-soya Dance hingga azan.

Selain itu, akan digelar pula tradisi ela-ela atau pembakaran obor yang merupakan tradisi Kesultanan Ternate sejak ratusan tahun silam untuk menyambut malam turunnya lailatul qadar.

Kegiatan lainnya yang akan ditampilkan adalah kampung Ramadhan dan ngabuburit di kawasan Ngara Lamo, yang dalam kegiatan itu akan melibatkan para orang tua dan anak-anaknya serta ekso Ramadhan yang menampilkan berbagai kuliner dan kebutuhan di Bulan Ramadhan.

Dilanjutkan, penyelenggaraan Festival Ramadhan Maparada tersebut selain dapat menjadi tujuan wisata religi, juga menjadi sarana untuk mengembangkan dan melestarikan budaya Ternate, yang belakangan ini mulai dilupakan generasi muda.

Filosofi budaya matoto agama dan agama matoto kitabullah yang artinya adat berlandaskan agama, dan agama berlandaskan Al quran diharapkan tetap menjadi pegangan dan mewarnai perilaku kehidupan masyarakat di daerah ini melalui penyelenggaraan Festival Ramadhan Maparada itu.

Ia mengharapkan dukungan dari Pemkot Ternate dan berbagai pihak terkait lainnya untuk menyukseskan penyelenggaraan Festival Ramadhan Maparada tersebut, karena kegiatan itu akan semakin menguatkan Ternate sebagai kota budaya yang selama ini sudah dicanangkan Pemkot Ternate.

Festival lain yang digelar di Ternate untuk pelestarian budaya dan promosi wisata adalah Festival Legu Gam yang digelar setiap bulan April dan Festival Kora-Kora yang dirangkaian dengan peringatan Hari Jadi Ternate setiap bulan Desember. (NDY)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.