Eksistensi Pawiyatan Pamong Bagi Keistimewaan DIY

0
175


JOGJAKARTA, bisniswisata.co.id: Dialog budaya dan gelar seni bertajuk Pawiyatan Pamong Media Transformasi Budaya Jogjakarta digelar di Bangsal Kepatihan, Kamis (30/8/2018)

Acara yang berlangsung semalam untuk mensosialisasikan keberadaan pawiyatan pamong yang sangat penting sebagai peneguh keistimewaan DIY. Pawiyatan Pamong adalah produk Undang Undang Keistimewaan (  UUK) DIY.

Keberadaanya sebagai media transformasi budaya Jogjakarta, dalam merevisitalisasi dan mengembangkan nilai nilai keistimewaan DIY melalui pendidikan bagi Pamong sangat penting.

Acara Dialog Budaya dan Gelar seni dengan Tema Pawiyatan Pamong, media Tranformasi Budaya Yogyakarta di buka resmi oleh Ketua Pawiyatan Pamong, GKR.Mangkubumi didampingi oleh Fajar Wibowo, Seketaris Pawiyatan Pamong.

Pemda DIY melalui Dinas Kebudayaan menggelar Pawiyatan pamong ini untuk menegaskan keistimewaan DIY sekaligus memiliki manfaat di level pemerintahan dan masyarakat.

Dialog budaya menghadirkan Ketua Umum Perkumpulan Keluarga Besar Taman Siswa sekaligus anggota Dewan Pendidikan DIY Prof Agus Cahyono Dwi Koranto, Guru Besar Ilmu Pendidikan UNY, Prof Suwarna Dwijonagara dan Peneliti Senior di IRE,

Fajar Wibowo menjelaskan pawiyatan pamong merupakan produk UU Keistimewaan DIY sebagai media transformasi budaya dalam merevitalisasi nilai keistimewaan melalui pendidikan bagi pamong praja seluruh DIY.

Sesuai arahan Gubernur DIY pawiyatan pamong ini disyaratkan karakter khas Jogja dalam materi kepamongan, kompetensi pamong hingga unggah ungguhing basa.

Para Pamong fokus mengikuti kegiatan ( foto-foto : Anton Bayu Samudra

Secara khusus tujuannya untuk membentuk sikap mental dan meningkatkan kompetensi dasar kepamongan,dengan menghayati ciri kejogjakartaan yang bersumber dari Kraton dan Kadipaten Pakualaman.


“Selain itu dalam materi dijelaskan nilai gunanya di level pemerintahan dan masyarakat agar mudah diserap oleh warga Jogja, sehingga merasuk menjadi sikap dan perilaku terpuji,” kata Fajar Wibowo

Ia mengatakan metode dan materi pembelajaran setiap tingkatan pawiyatan pamong berbeda-beda. Pada pamong dasar menggunakan metode pendidikan orang dewasa, subjek among diberikan kesempatan secara aktif untuk menyampaikan materi.

Sementara untuk pamong madya penyelenggara menyediakan sumber belajar untuk kunjungan di desa yang sesuai dengan pokok bahasan.
“Sedangkan pawiyatan pamong utama diarahkan pada pembangunan desa seperti pengelolaan BUMDes, desa inklusi dan lainnya,” ucapnya.

Gelar budaya ini juga diisi gelar seni pagelaran wayang kontemporer dengan Lakon”Pawiyatan Sang Pamong’ oleh Ki Catur Benyek Kuncoro.

Pamong Pawiyatan menjadi Inspirasi terhadap pendidikan berbasis kearifan lokal,karena disetiap daerah pasti memiliki cara-cara mendidik untuk menanamkan pembetukan karakter warga masyarakatnya.

Jika di semua provensi berdiri pawiyatan yang serupa misinya,niscaya kondisi Manusia Indonesia akan menjadi bangsa yang lebih bermartabat.

Laporan: Satrio Purnomo

 

LEAVE A REPLY

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.