NASIONAL TEKHNOLOGI

“Digital Tracing” PeduliLindungi dan Layanan “COVID-19 Assistance”

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Masa pandemi COVID-19, kewajiban melanjutkan aktivitas bisnis harus tetap dilakukan. Sementara jaminan untuk tidak tertular sepanjang melakukan aktivitas kerja, perjalanan bisnis dan aktivitas pendukungnya, tidak ada. Tidak cukup dengan penerapan ProKes, vaksin dan kerja dari rumah dan menjaga immune tubuh. Pasalnya setiap mahluk tidak ada yang kebal dari paparan virus.

Kondisi makin tidak kondusif — sangat merugikan perusahaan mau pun karyawan—dengan  tidak dimiliki sumber daya yang mampu mengelola krisis akibat pandemi penyakit. Unit yang bertindak sebagai pusat informasi dan unit pelaksana jika diperlukan tindakan dan penanganan tepat.

Menjawab kebutuhan perusahaan- perusahaan yang tidak sepenuhnya bertahan dengan sistem bekerja dari rumah atau merumahkan karyawan. Panorama JTB meluncurkan layanan “Panorama Care Covid-19 Assistance” khusus menangani perusahaan beserta karyawannya. Merupakan call center 24 jam untuk memberikan informasi serta melayani kebutuhan terkait dengan COVID-19. Dari hal Tes PCR, Tes Antigen, paket karantina, isolasi mandiri, home care di rumah dan di hotel dengan pendampingan khusus. Seperti kendaraan antar jemput, food catering, tenaga medis, ketersediaan peralatan kesehatan — tabung oksigen, obat-obatan dan vitamin–.

“Berharap bisa menjadi salah satu solusi bagi perusahaan beserta karyawannya dalam menghadapi masa pandemi,” ungkap Hellen Xu, CEO Panorama JTB.

Tahap awal program asistensi beroperasi di wilayah Jabodetabek dan prospek untuk dikembangkan ke beberapa kota besar lainnya. Layanan ini merupakan ekspansi dari divisi corporate travel management yang selama ini melayani kebutuhan perjalanan bisnis perusahaan.

Panorama JTB sendiri telah melengkapi aktifitas operasionalnya dengan pendekatan new normal dimana protokol kesehatan diterapkan secara disiplin sesuai aturan Pemeritan dan industri global, antara lain SafeTravels Stamp dari World Travel & Tourism Council (WTTC) dan CHSE dari Kemenparekraf.

Digital Tracing COVID-19

digital-tracing-covid-19-pedulilindungi
Ketersediaan fasilitas digital tracing COVID-19, semua pihak dapat bekerjasama melindungi diri dan melindungi lingkungan dari paparan virus corona.

Jika biro perjalanan menawarkan paket asistensi, pengelola kawasan Nusa Dua mengoperasikan fasilitas digital tracing COVID-19 PeduliLindungi di kawasan Nusa Dua. Setiap objek kunjungan — hotel, restoran dan fasilits lainnya– menyediakan kios Quick Response (QR) Code di masing-masing lokasi yang wajib di-scan setiap pengunjung.

Menurut Managing Director The Nusa Dua I Gusti Ngurah Ardita, saat ini 15 hotel, 6 fasilitas, pulau Peninsula, serta kantor ITDC di The Nusa Dua telah memiliki QR Code aplikasi PeduliLindungi, yang dipasang pada pintu masuk masing-masing lokasi.

Dengan fasilitas QR Code PeduliLindungi di kawasan The Nusa Dua, membantu tenant dalam memonitor kepadatan pengunjung serta mengetahui indikator resiko berdasarkan kapasitas maksimal hotel mau pun fasilitas yang dikelola.  Sementara bagi pengunjung, penggunaan QR Code ini akan memudahkan mereka mengetahui kapasitas dan ketersediaan tempat di lokasi yang dikunjungi.

Terdapat dua QR Code yang disediakan oleh setiap tenant, terdiri dari QR Code untuk check-in dan QR Code untuk check-out.  Pengunjung yang telah melakukan scan QR Code check-in secara otomatis terdaftar sebagai penduduk “sementara” di lokasi yang dikunjungi, sampai saat meninggalkan lokasi dan melakukan scan QR Code check-out.

Dengan sistem check-in dan check-out di aplikasi PeduliLindungi ini, data pengunjung tersimpan lengkap di dalam dashboard berbasis web yang dimiliki masing-masing tenant, untuk kemudahan tracking. Jika ada indikasi kasus COVID-19, maka pengunjung lain yang berada dalam lokasi yang sama secara otomatis terhitung sebagai Orang Dalam Pantauan (ODP) atau bagian dari tracing, sehingga dapat memperoleh penanganan selanjutnya dalam waktu cepat.

Penerapan QR Code aplikasi PeduliLindungi di The Nusa Dua, melengkapi sejumlah upaya dalam memitigasi penyebaran COVID-19 di kawasan yang dicanangkan sebagai green zone atau kawasan bebas COVID-19 untuk mendukung pemulihan pariwisata Bali.

“Kami memiliki komitmen untuk terus meningkatkan tata kelola kawasan berbasis protokol kesehatan, sehingga dapat mewujudkan kawasan The Nusa Dua menjadi sebuah destinasi pilihan yang aman dan nyaman bagi wisatawan maupun masyarakat yang ingin berlibur atau berkegiatan lainnya di era tatanan kehidupan baru. Kami juga mengajak masyarakat untuk tetap disiplin protokol kesehatan dalam kegiatan sehari-hari sehingga dapat mendukung penurunan angka penularan COVID-19,” kata Ardita.

Saat ini kawasan beserta seluruh tenant telah menjalankan tata kelola berbasis protokol kesehatan yang tersertifikasi sesuai protokol Cleanliness, Health, Safety and Environmental Sustainability (CHSE).  Selain itu, ITDC juga telah menyelesaikan program vaksinasi bagi seluruh pekerja di dalam kawasan dan masyarakat desa penyangga. Tetap ya, pengunjung disiplin menerapkan ProKes COVID-19.*

 

Dwi Yani

Representatif Bali- Nusra Jln G Talang I, No 31B, Buana Indah Padangsambian, Denpasar, Bali Tlp. +628100426003/WA +628123948305 *Omnia tempus habent.*