Delegasi IMF-World Bank Kaget Biaya Berlibur di Bali Sangat Murah

0
521
Destinasi wisata Bedugul Bali

NUSA DUA, bisniswisata.co.id: Annual Meetings IMF-WB 2018 di Nusa Dua Bali selama enam hari, mendapat banyak sambutan psotif, baik sekaligus acungan jempol dari para delegasi 190 negara. Hampir semua delegasi memberikan sambutan oke mengenai acara ini. Mulai dari lokasi Bali yang indah, alami, bagus hingga persiapan panitia yang matang. Sayang meski semua telah dikemas dengan baik, ternyata tak semua delegasi IMF-WB 2018 memutuskan beli paket wisata di Bali setelah gelaran usai.

Seperti delegasi Amerika Serikat, Tobias Meier yang bekerja di perusahaan asuransi ini mengatakan Bali merupakan pulau sangat indah. Dan sangat senang bisa berkesempatan mengunjungi Bali. Apalagi, ini merupakan kunjungan pertamanya ke Pulau Dewata. Hanya saja, jadwal kegiatan rapat cukup padat membuatnya tidak memiliki waktu banyak untuk sekedar jalan-jalan di pulau ini.

Dia menuturkan, baru tiba di Bali Rabu (10/10/2018) dan kembali ke negaranya Ahad (14/10/2018). “Kami selalu mendatangi rapat tahunan IMF-WB, apalagi diadakan di luar Amerika Serikat, salah satunya Bali, saya suka di sini, karena padat saya tak bisa jalan-jalan, tapi semoga saya bisa mencuri waktu untuk mengunjungi pantai indah di sini,” katanya seperti dilansir Bisnis, Sabtu (13/10/2018).

Dia sendiri belum berani memastikan, kunjungan kedua kalinya ke Bali. Hanya 10% kemungkinannya mengunjungi Bali. Hal itu semata-mata karena kesibukan dan biaya penerbangan sangat tinggi. “Saya nggak percaya biaya tinggal di Bali sangatlah murah,” ucapnya kaget.

Dia juga sangat menyukai kopi Bali yang menurutnya punya kualitas cukup bagus. Sebagai oleh-oleh, dia beli kopi Bali sekitar kurang dari US$1.000. “Hotel di sini murah, orang-orangnya ramah, tapi jauh dari negara saya, karena saya juga harus memikirkan biaya liburan untuk keluarga jika memutuskan berlibur ke sini,” lontarnya.

Lain halnya delegasi Norwegia, Bjornar Slettvag yang mengatakan telah meluangkan waktu sehari untuk berlibur ke Ubud. Dia sendiri akan menyewa 1 mobil beserta sopir untuk mengantarnya berwisata.

Soal biaya, rencananya akan menghabiskan sekitar Rp30 juta untuk menginap selama 10 hari di Bali termasuk rapat dan berlibur. Selain itu, biaya makan hingga souvenir yang dikeluarkan sekitar beberapa juta rupiah. “Ini pertama kali saya ke Bali, tempatnya bagus dan orangnya ramah, apalagi acara dikemas sangat baik dan Bali benar-benar murah, saya pikir mahal,” paparnya.

Dia pun berencana akan mengunjungi Indonesia lagi selepas gelaran IMF-WB 2018 di Bali. Tetapi, kemungkinan dia akan mengunjungi tempat lain selain Bali “Kalau saya ke Bali kemungkinannya 10% sampai 15%, kalau tempat lain di Indonesia sekitar 80%, tidak ada hal negatif soal Bali, tetapi saya ingin mencari tempat lain yang lebih otentik,” lontar Bjornar.

Kementerian Pariwisata (Kemenpar) mencoba menawarkan paket wisata kepada para peserta pertemuan tahunan IMF-Bank Dunia di Nusa Dua, Bali. Setidaknya ada 600 paket wisata yang ditawarkan. Pesona Bali dengan keindahan alam yang dimiliki nampaknya memang menjadi daya tarik tersendiri para peserta pertemuan tahunam itu. Terbukti 600 paket wisata itu habis hanya dalam wakti satu hari.

“Panitia menawarkan 600 pack tour di Bali dan sehari habis. Memang turis MICE (meeting, incentive, convention, exhibition) ini memiliki potensi yang bagus,” kata Menteri Pariwisata Arief Yahya di Nusa Dua, Bali, Jumat (12/10/2018).

Dilanjutkan, potensi turis MICE ini cukup menjanjikan karena dari data yang dimilikinya, kategori turis ini sekitar 20 persen akan kembali ke Indonesia untuk mengulangi pengalamannya atau mencoba hal yang baru. Tidak hanya itu, turis kategori MICE ini memiliki kantong tebal. Dengan begitu dipastikan belanja turis selama di lokasi wisata juga cukup besar.

“Bayangkan, kalau turis perorangan itu rata-rata spendingnya USD 1.200, tapi kalau turis MICE ini bisa mencapai USD 2.500 dalam sekali kunjungan,” paparnya sambil menambahkan kegiatan internasional ini jelas sangat menguntungkan buat Indonesia. Meski pemerintah mengeluarkan anggaran untuk menyelenggarakan pertemuan IMF-Bank Dunia, tapi dampak jangka panjangnya dinilai lebih menguntungkan. (EP)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.