ENTREPRENEUR INTERNATIONAL NEWS SOSIAL

Datuk Ismail Che Ani: Berdayakan Umat Lewat Bisnis MLM Volten

Datuk Ismail Che Ani,CEO  PT Volten Internasional

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Indonesia menjadi tanah air kedua bagi Datuk Ismail Che Ani, pendiri dan CEO  PT Volten Internasional yang bergerak di produk kesehatan berbasis jahe hitam. Pria yang berasal dari sebuah kampung di Kedah, Malaysia, ini mengaku dari keluarga tak mampu.

Lahir sebagai anak tertua dari 5 bersaudara tekadnya untuk membantu orangtua menyekolahkan adik-adiknya kuat. Singkatnya pria lulusan SMA ini selama lima belas tahun menggeluti bisnis MLM dari Malaysia ke Indonesia. Bolak-balik selama itu dan keliling presentasi di kota-kota provinsi di Indonesia bahkan ke kota kabupaten membuat dia sangat mendalami karaktek masyarakat yang dihadapi dan bagaimana industri ini bekerja.

Dia juga mempelajari Indonesia dengan 272 juta penduduknya adalah pasar yang sangat besar sekali. Tidak heran bisnis penjualan langsung sistem multi level marketing ( MLM) banyak menyerbu pasar Indonesia. Perusahan MLM dari Amerika dan belahan dunia lainnya juga berupaya menggarap pasar ini.

Banyak diantaranya masuk diam-diam alias ilegal ke pasar Indonesia dan ketika berhasil meraup uang dan menarik anggota dengan beragam produk lalu menghilang. Jangankan anggota MLM,  para pengelola perusahaan itu juga sering kali kerja kerasnya sebagai para profesional MLM tidak mendapatkan sistem reward yang bagus. Antara owner dan profesionalnya juga tidak terbuka apalagi dalam hal penghasilan.

Waktu berlalu, Datuk Ismail Che Ani mulai menyimpan sebuah keinginan membangun perusahaan dengan penjualan langsung yang adil dan menyejahterakan berbagai pihak dan yang penting dia adalah sebagai owner tunggal. 

” Kalau ditanya mengapa produk saya berbahan baku utama jahe hitam maka jawabnya adalah jahe hitam itu yang menghampiri saya,” kata Datuk Ismail Che Ani usai menggelar Volten Succes Seminar ( VSS) di Hotel Grand Tjokro, Jakarta, Minggu lalu.

Ceritanya saat di Thailand seorang temannya memberikan oleh-oleh Jahe hitam. Namun Ismail tidak memberikan perhatian khusus pada oleh-oleh itu hingga akhirnya tidak bisa dikomsumsi lagi dan sang jahe tercampak akibat kadaluarsa.

Tiga tahun kemudian teman lainnya memberikan jahe hitam yang subur di daerah sub tropis kering terutama Thailand, sementara tanah di Indonesia sub tropis basah kurang maksimal kualitasnya. Pada waktu menerima jahe hitam ke dua itu di tahun 2018 barulah Ismail memahami apa yang tersurat dan tersirat.

Informasi tersurat adalah memahami makna yang terdapat di dalam manfaat jahe hitam. Mulailah dia mempelajari dan melakukan riset tentang jahe hitam itu. Secara bersamaan dia juga memahami apa yang tersirat yaitu gagasan yang disampaikan secara tidak langsung dari teman dekatnya.

” Saya baru sadar justru hidayah datang lewat jahe hitam. Jika Allah berkehendak maka di tahun itu pula saya membangun PT Volten Internasional singkatan dari Volume Ten karena saya ingin menjangkau 10 negara Asean, negara serumpun yang mengenal bahan baku Jahe hitam ini,” jelasnya.

Dia percaya, kalau Allah sudah berkehendak maka segala sesuatu yang tidak mungkin menjadi mungkin dan di Malaysia bisnis Volten ini boom serta banyak masyarakat yang merasakan manfaatnya bagi kesehatan.

penyematan pin emas untuk pengusaha Novan Nurwanto dari Bandung oleh Datuk Ismail Che Ani.

Bagi para agen juga hidup makmur bahkan seorang wanita cantik Puan Zaiton Omar yang mengaku sudah menjadi nenek usia  62 tahun, hasil redeem point yang diterimanya total sudah mencapai Rp 24 miliar dalam 3,5  tahun bergabung sebagai top leader PT Volten Internasional. Tiga mobil super mewah dan satu rumah mewah diterimanya gratis.

” Kami memiliki kantor pusat di Jalan Tukul N15/N, Sekyen15, 40200 Shah Alam, Selangor dengan kantor cabang di Sungai Petani, Johor Bahru dan Ipoh  Terus bergerak membuka cabang yang kini tersebar ke Kamboja, Indonesia, Laos, Singapura, Brunei Darussalam dan Chennai ( India),” sambung Datuk Ismail Che Ani.

Meski semula hanya mau membidik 10 negara Asean namun di India kini sudah buka kantor di Chennai. Hal ini karena warga Malaysia keturunan India banyak memiliki saudara dan leluhurnya di India sehingga pasarnya cepat berkembang.

Di Jakarta, PT Volten International Indonesia berkantor pusat  di kawasan Central Park Grogol, berseberangan dengan hotel Pullman dan kantor baru beroperasi 4 bulan. Sementara Cabang Bandung berlokasi di Ruko Pasar Modern Batununggal Blok RD. 27, Buah Batu, Kota Bandung

Semua kantor di 7 negara dibeli tunai bukan sistem sewa tapi milik sendiri. Begitu pula pabrik yang dibuat di kawasan Tangerang, Indonesia  juga dibangun dengan kelengkapan usaha PMA, memiliki izin usaha dan anggota dari Asosiasi Perusahaan Penjualan Langsung Indonesia ( APLI).

” Kami siapkan dulu semua infrastrukturnya di Indonesia mulai dari pabrik, kantor pusat di Jakarta, kantor cabang di Bandung dimana saat pandemi COVID, semua sudah keluar perizinannya. Tiap provinsi nanti diharapkan ada tiga kantor cabang,”

Setelah 4 bulan kantor beroperasi kita buat acara hari ini Volten Succes Seminar ( VSS) di Hotel Grand Tjokro, Jakarta dihadiri anggota dari berbagai daerah di Pulau Jawa  seperti Jogja, Bandung, Sumatra seperti Riau, Medan, Makassar termasuk dari Malaysia, Brunei Darussalam, tambah Datuk Ismail.

Dia menjelaskan bahwa produk-produk Volten ini sudah diakui dan masuk journal of the Medical Association of Thailand Herba Polonica dan journal International by Institute of Natural Fibres & Medicinal Plants sehingga riset membuktikan khasiat jahe hitam ini memang diakui lembaga resmi di Thailand dan Institut riset di Poznan, Polandia.

” Jadi bukan asal sebut produk kita bagus tapi dari hasil kajian sains dan journal terbukti manfaat jahe hitam ini antara lain melancarkan aliran darah & saraf, menstabilkan tekanan darah & hormon, membantu melawan berbagai sel Kanker, menguatkan tulang & mengurangi risiko Osteoporosis, membantu tubuh mengatasi gula darah & diabetes dan banyak lagi dengan tekhnologi ekstrak terbaik dunia,” . 

Menggunakan bioteknologi super ekstraksi maka 100% ekstrak jahe hitam menghasilkan bahan bioaktif bioflavonoid dan methoxyflavone sehingga kandungannya 5,7-dimethoxyflavone : 2.26% dua kali lebih kuat diamana ekstrak biasa 1.0 – 1.5%).

Untuk menjalankan bisnisnya sendiri tidak sulit, itu sebabnya Zaiton Omar dari seorang ibu rumah tangga usia lanjut bisa menjadi top leader dalam 3,5 tahun. Wanita yang hadir langsung di hotel Grand Tjokro, Jakarta bercerita saat awal bergabung belum bisa memberikan contoh kisah sukses karena semua baru mulai. Oleh karena itu mereka yang bergabung saat ini menjadi lebih mudah menjalankan bisnis.

Produk Volten, suasana seminar, Puan Zaiton Omar ( kiri) dan peserta dari Brunei Darussalam Hj Salma dan Mudin bersama Datuk Ismail dan istri.

” Ada satu paket Basic dengan harga Rp 2.310.000, lalu paket Standard 2 paket, ada paket Super pembelian 6 paket dan terakhir tipe Premium 10 paket. Nah mereka yang membeli paket premium inilah yang mendapatkan redeem point bisa ditukar pembelian tanah, rumah, mobil mewah, perhiasan sesuai yang diinginkan,” tambah Datuk Ismail Che Ani.

“Di Indonesia sistem penjualan langsung( MLM) sudah ada lebih dari 40 tahun tapi  hanya Volten yang berani langsung buka pabrik untuk melayani pasar ASEAN plus India,” kata Ismail.

Dia tidak obral janji karena sebagai investor dengan status perusahaan PMA maka investasinya juga tidak main-main sehingga Ismail optimistis, Indonesia akan menjadi juara diantara 10 negara ASEAN plus India.

Pria yang tawadhu maksudnya tidak sombong dan rendah hati ini bahagia di acara pertama Volten Succes Seminar ( VSS) pertamanya di Indonesia dimana para pengusaha, ustad, ibu rumah tangga serta berbagai profesi lainnya yang telah bergabung dengan Volten mendapat reward pin perah dan emas.

Sebanyak 30 orang anggota baru bergiliran naik panggung dan diantaranya testimoni sembuh dari penyakit, berhasil menurunkan berat badan hingga barisan pengusaha pompa bensin, pengusaha produk fashion, bisnis restoran yang ikut menjalani bisnis ini karena penghasilan mereka berlipat-lipat justru karena marketing plan yang adil, simpel dan tidak ada batas kedalaman. Nah berani menerima tantangan ?

 

_

Hilda Ansariah Sabri

Hilda Ansariah Sabri, Pendiri, Pemimpin Umum, Pemimpin Redaksi dan pemegang sertifikasi Wartawan Utama Dewan Pers. Saat ini menjabat sebagai Ketua Departemen Pariwisata PWI Pusat ( 2018-2023)