Dampak Tol Trans Jawa, Bandara Ahmad Yani Sepi Penumpang

0
330
Suasana Bandara Ahmad Yani (Foto: www.goodnewsfromindonesia.id)

SEMARANG, bisniswisata.co.id: Jumlah penumpang pesawat di Bandara Ahmad Yani Semarang pada libur Natal dan Tahun Baru anjlok sejak adanya jalan tol Trans Jawa. Pada Senin (24/12), jumlah penumpang pesawat domestik dari Bandara Ahmad Yani turun hingga 85 persen dibandingkan periode yang sama 2017. Hingga 24 Desember 2018, jumlah penumpang baru 1.070 orang, tahun lalu jumlahnya mencapai 7.095 orang.

Tren serupa juga terjadi pada jumlah penumpang yang berangkat dari Bandara Ahmad Yani Semarang. Jika pada tahun lalu jumlah penumpang yang melakukan perjalanan dari Bandara Ahmad Yani mencapai 6.209 orang, maka kali ini hanya berkisar 1.517 orang atau turun 76 persen.

Jika ditotal sejak H-5 hingga H-1 sebelum Natal, maka jumlah penumpang bandara yang baru saja diresmikan sebelum libur Lebaran tahun ini itu mencapai 2.901 orang atau turun sekitar 79 persen dibanding jumlah penumpang pada periode yang sama pada tahun lalu, yang berkisar 14.140 jiwa.

Communication and Legal Section Head PT Angkasa Pura I Bandara Ahmad Yani Semarang, Ahmad Danar S., menyebutkan terjadinya penurunan penumpang itu kemungkinan dampak dari dibukanya ruas tol Trans Jawa yang diresmikan Presiden Joko Widodo, Kamis, 20 Desember 2018. Tol Trans Jawa saat ini telah terhubung dari Jakarta ke Surabaya.

“Mengingat masa libur kali ini yang panjang, ada kemungkinan antusias masyarakat untuk berpergian dengan menggunakan kendaraan pribadi semakin meningkat. Apalagi saat ini tol Trans Jawa sudah terhubung dan bisa beroperasi secara penuh,” ujar Danar dalam keterangan resmi, Selasa (25/12/2018).

Jumlah penumpang yang dicapai Bandara Ahmad Yani Semarang ini pun jauh dari prediksi. Sebelumnya pihak Bandara Ahmad Yani memprediksi penambahan jumlah penumpang didasari tren pertumbuhan jadwal penerbangan reguler pada Desember mencapai 12 persen, namun hingga saat ini baru mencapai 9 persen.

“Ada beberapa jadwal reguler yang dibatalkan membuat jumlah penumpang juga mengalami penurunan. Jadi meski pergerakan pesawat tumbuh 9 persen, tingkat isian tidak 100 persen alias tidak full seat,” ujar Danar. (EP)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.