Astindo Himbau Wisatawan Gunakan Travel Agent Tersertifikasi

0
107
Wisatawan kunjungi Destinasi wisata Kelabamaja - kabupaten Sabu Raijua NTT - ilustrasi (Foto: Tribunnews.com)

BANDUNG, bisniswisata.co.id: Asosiasi Travel Agent Indonesia (Astindo) mengimbau kepada wisatawan asing dan domestik, hendaknya lebih selektif menggunakan jasa perusahaan agen perjalan (travel agent). Dan jangan asal memilih travel agent tanpa legitas sehingga merugikan wisatawan sendiri. Karenanya lebih baik menggunakan penyedia jasa yang tersertifikasi.

“Jangan sampai, mereka memilih travel agent tanpa legalitas. Bila perlu, wisatawan meminta legalitas guide agar terjamin keselamatan dan keamanannya. Travel agent resmi biasanya dilengkapi legalitas usaha. Atau sumber daya manusianya memiliki sertifikasi,” papar
Ketua DPD Astindo Jawa Barat, Joseph Sugeng Irianto dalam keterangan resminya, di Bandung, Rabu (29/05/2019)

Dilanjutkan, apalagi menjelang Liburan Lebaran dan tahun baru nanti, biasanya banyak travel agent dadakan dan menawarkan paket wisata yang kadang dibawah harga normal. Yang akhirnya sangat merugikan wisatawan. “Jadi tidak salah kalau mereka akan pesan paket wisata bisa tanya legalitasnya,” sambungnya.

Juga dikhawatirkan, lanjut dia seperti dilansir laman Sindonews, wisatawan akan ditelantarkan saat berwisata. Atau mengalami kasus lainnya. Tetapi bila menggunakan travel agent resmi, mereka terlindungi dari sisi perusahaan. Secara personal, guide travel agent resmi juga mayoritas telah tersertifikasi.

Astindo, kata dia, terus berupaya meningkatkan kemampuan SDM anggotanya melalui program sertifikasi. Saat ini, sekitar 75% anggota Astindo di Jawa Barat telah tersertifikasi. Pada 28 Mei kemarin, pihaknya kembali menggelar sertifikasi SDM pariwisata bagi 150 orang.

Menurut Joseph, sertifikasi bagi SDM pariwisata berlaku di ASEAN. Artinya ini bisa mengangkat kualitas SDM pariwisata Indonesia, dimata internasional. Sehingga SDM lebih percaya diri.

“Hal penting sertifikasi adalah bahwa konsumen ingin dilayani orang yang sudah tersertifikasi atau kompeten. Selain itu, pariwisata ke depan akan menjadi penyumbang pendapatan negara. Untuk meningkatkan wisatawan, tentu SDM harus kompeten,” tandasnya serius. (NDY)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here