JAKARTA, bisniswisata.co.id: Bagi content creator Indonesia, Raden Anik, memilih destinasi liburan sekarang bukan lagi sekadar “checklist” tempat wisata. Tapi yang dicari adalah “vibe” visual, pengalaman yang berkesan, akses yang gampang, dan seberapa mulus perjalanan itu bisa berubah jadi kenangan sekaligus jadi konten yang meaningful.
Menurut dia, Hong Kong memenuhi semua itu dan dalam perjalanan terbarunya, Anik mengeksplor Hong Kong dari banyak sisi: mulai dari ikon skyline dan theme park, sampai desa nelayan yang slow living.
“ Hong Kong bukan cuma soal pemandangan cantik ala kartu pos. Kota ini benar-benar memberi apa yang bagi Gen Z ssperti saya cari variasi, pengalaman yang compact, visual yang kuat, dan kenyamanan yang praktis.” kata Raden Anik.
Meski skyline sinematik dan jalanan neon-nya terlihat “premium” dan mahal, Anik justru merasakan bahwa Hong Kong itu fleksibel banget. Mau kamu tipe traveler yang hemat budget atau yang pengen “splurge” untuk bucket list, ini cara cerdas menikmati Hong Kong ala Gen Z.
Spot Instagramable yang Bisa Dikunjungi (Gratis!) :
Dengan durasi liburan rata-rata 4-5 hari, Anik menyarankan untuk fokus ke hal yang paling “Hong Kong banget”: cityscape-nya. Hal yang membedakan Hong Kong dari kota-kota metropolitan lain di Asia adalah estetikanya yang langsung ketara.
Taksi merah, gedung-gedung tinggi yang bertumpuk, signage neon bergaya retro, dan skyline yang dramatis menciptakan atmosfer yang banyak orang sebut cinematic.

Menikmati vibes Hong Kong dan spot Instagramable (Doc: HKTB)
Buat dia yang mengutamakan visual storytelling, menariknya adalah: visual keren itu nggak hanya ada di atraksi besar. Sudut jalan, gang kecil, jalur tram, sampai pemandangan harbour dengan sendirinya jadi latar foto yang fotogenik.
“Bahkan momen santai pun bisa langsung jadi “ready-to-post” karena etiap sudut tuh Instagramable. Bahkan sebelum sampai spot wisata, gang dan jalannya punya vibe vintage-retro yang bikin kamu merasa kayak ‘main character’ di film.” kata Anik.
Apa yang dilakukannya dan mungkin tidak banyak dilakukan oleh orang lain adalah “Bengong” (chilling) di Victoria Harbour dan Ini rekomendasi Anik untuk pengalaman yang murah tapi “value”-nya tinggi.
“Aku suka banget stay dekat harbour cuma buat lihat aktivitas di sekitarnya, cruise lewat, helikopter, dan perubahan cahaya dari pagi sampai malam. Ini spot terbaik buat people-watching, baca buku dan bengong yang ‘ mahal’ yaitu berkontemplasi,” ungkapnya serius.
Mau punya-punya foto-foto cantik mulailah dengan hunting foto (Street photography hack). “Kamu nggak perlu tiket masuk untuk dapat foto keren. Tempat seperti Fringe Club (bangunan heritage bata merah yang super cantik), dan Central Mid-Levels Escalator sepanjang lebih dari 800 meter, jadi cara unik untuk eksplor toko, kafe, dan street scene sambil “istirahat kaki” dari kontur kota yang menanjak.”
Sementara itu, vibe seaside yang kekinian di Kennedy Town dan Sai Wan juga jadi backdrop kelas dunia, tanpa biaya. Di tepi laut ada Avenue of Stars yang terinspirasi dari Hollywood Walk of Fame.
Promenade tepi laut ini punya handprints dan patung yang menghormati figur terkenal seperti Bruce Lee dan Jackie Chan. Dengan latar Victoria Harbour, tempat ini pas banget untuk foto dengan skyline Hong Kong.
Pengalaman lain dari kegiatan berfoto ria ini adalah berfoto aesthetic di lift. Raden Anik mampir ke Hopewell Centre di area Wan Chai. dan langsung naik ke lantai 17 dan menemukan restoran The Grand Buffet.
Siapkan kamera saat lift melesat ke lantai 56 hanya dalam 15–20 detik. “Ini hidden gem banget. Datang pas hari kerja biar nggak antre panjang, dan kalau lagi sepi kamu bisa naik beberapa kali buat dapat konten lebih keren,” kata Anik.
Destinasi “Wajib” yang Worth the Hype dan Muslim-friendly lainnya ada beberapa atraksi ikonik yang layak masuk itinerary apalagi yang juga menyediakan fasilitas Muslim-friendly.
Jangan lupa berkunjung ke Hongkong Disneyland: Selama kunjungannya, Anik menyebut “Frozen Ever After” dan “Grizzly Mountain Runaway Mine Cars” sebagai wahana favoritnya, dua pengalaman yang termasuk highlight di taman ini.
Kembang api dari show malam hari juga tetap jadi momen andalan, dengan produksi besar yang seru untuk semua usia. “Visual di World of Frozen itu emosional, dan fireworks ‘Momentous’ bikin inner child kamu terharu bahagia,” ujarnya.
Disneyland juga menyediakan fasilitas Muslim-friendly, termasuk Quiet Room sebagai area khusus untuk beribadah, serta pilihan kuliner halal-certified satu-satunya di seluruh Disney Park seperti restoran Wayfinders’ Table, sehingga memudahkan wisatawan Muslim.

Ngong Ping 360 (Doc: HKTB)
Nama obyek wisata lainnya Ngong Ping 360 yang menawarkan pemandangan Lantau Island yang panoramik lewat perjalanan cable car yang indah dari Tung Chung menuju Ngong Ping Village.
“Aku jatuh cinta lihat pemandangan Hong Kong dari atas saat naik cable car. Dan yes, Crystal+ Cable Car itu definitely worth it buat dicoba!” katanya dan yang paling penting, Ngong Ping Village punya fasilitas Muslim-friendly.
“Ada ruang shalat terpisah untuk pria dan wanita, lengkap dengan sajadah, mukena, tasbih, Al-Qur’an, dan penanda arah kiblat yang jelas. Tempat wudhu nya juga bersih, nyaman dan bikin aku sebagai Muslim merasa aman dan nyaman saat jalan-jalan di Hong Kong.”
Pengalaman naik Victoria Peak Tram juga tidak pernah membosankan. Datang pertama kali atau sudah beberapa kali, Peak Tram membawa pengunjung naik melalui jalur menanjak menuju Victoria Peak.
Perjalanan historis ini, ditambah panorama kota yang memukau, terasa nostalgik sekaligus wajib untuk first timer. Untuk view terbaik, disarankan duduk di sisi kanan saat tram naik.
Nah setibanya di atas, ada Sky Terrace 428 yang berada di Victoria Peak, Sky Terrace 428 menawarkan salah satu pemandangan skyline Hong Kong paling ikonik.

Peak Tram (Doc: HKTB)
Belanja dan kuliner
Aktivitas lainnya selama di Hongkong adalah menyusuri Fa Yuen Street, yang lebih dikenal sebagai Sneakers Street, adalah surganya sneaker enthusiasts dan pencinta sportswear.
Kanan-kiri jalan dipenuhi toko yang menjual berbagai pilihan sneakers, dari brand mainstream sampai limited edition yang kadang sulit ditemukan di tempat lain. Travel Gen Z memang sering “multi-layered”. Anik menyebut Sneakers Street sebagai “goldmine”.
“Koleksinya lebih lengkap dan sering lebih cepat rilis dibanding di Indonesia.”” katanya. Identitas Hong Kong juga makin kuat karena pop culture global, kota ini sering muncul di film-film internasional. Rasa familiar itu bikin pengalaman jalan-jalan terasa lebih immersive, seperti berada di tempat yang sudah “melekat” di kultur global.
Kuliner Halal juga mudah di dapat dengsn harga terjangkau. Restoran halal-certified tersebar di berbagai distrik. Beberapa favorit Anik antara lain: Islamic Centre Canteen di dalam Masjid Ammar yang menyajikan dim sum halal khas Hong Kong dan menu Kanton klasik.
Ada juga Ebeneezer’s Kebabs and Pizzeria: Brand yang cukup familiar di komunitas Muslim, menyajikan comfort food seperti kebab halal, pizza, dan lainnya. “Jangan kaget sama porsinya yang besar, dijamin kenyang!” tambahnya.
Menjelajahi Sisi yang Lebih Tenang: Tai O
Di balik gedung pencakar langit dan lampu neonnya, Hong Kong juga menawarkan pengalaman yang lebih tenang. Anik juga mengunjungi Desa Nelayan Tai O, sebuah desa nelayan yang tenang di Pulau Lantau, menawarkan ritme yang kontras.
Rumah panggung tradisional, jalan-jalan bersejarah, nelayan lokal, kios-kios kecil yang dikelola keluarga, dan tour pengamatan lumba-lumba sesekali menciptakan suasana yang lebih lambat dan berorientasi pada komunitas.

Desa nelayan Tai O (Doc: HKTB)
Bagi para wisatawan yang mencari keseimbangan antara kehidupan kota yang penuh energi dan momen reflektif, Tai O menawarkan sudut pandang alternatif untuk menikmati Hong Kong.
Hanya 20 menit naik bus dari Ngong Ping, Tai O menawarkan sisi kehidupan yang lebih lambat di Hong Kong.” “Kamu bisa melihat lumba-lumba pink (jika beruntung!) dan merasakan suasana hangat dan ramah yang melelehkan hati,” katanya.
Dalam satu perjalanan, para wisatawan dapat menggabungkan taman hiburan, pemandangan kota, budaya kafe, belanja, heritage village, dan tempat makan ramah Muslim, semua dalam jarak tempuh yang singkat.
Bagi Raden Anik, pengalaman ini membuktikan bahwa Hong Kong adalah destinasi impian bagi Generasi Z—penuh dengan pemandangan menakjubkan, minim stres, dan penuh dengan tips cerdas yang membuat setiap rupiah bernilai lebih.










