HOSPITALITY HOTEL INTERNATIONAL

Kehilangan Pekerjaan di Sektor Perhotelan Inggris Diproyeksikan Mencapai 111.000 pada November

Kate Nicholls, Ketua UKHospitality (Foto: UKHospitality ).

LONDON, bisniswisata.co.id: Proyeksi UKHospitality menunjukkan hilangnya pekerjaan yang signifikan di industri hotel disebabkan oleh dampak keuangan dari Anggaran tahun sebelumnya. Sektor ini dilaporkan telah menghadapi biaya tahunan tambahan sebesar £3,4 miliar sejak Oktober lalu.

Dilansir dari www.hotelnewsresource.com/
penurunan ambang batas Kontribusi Asuransi Nasional (NICs) pemberi kerja telah diidentifikasi sebagai faktor kunci, yang memengaruhi 774.000 pekerja paruh waktu dan fleksibel yang kini menjadi wajib pajak.

Data terbaru dari ONS menunjukkan bahwa 10.963 pekerjaan di sektor perhotelan hilang hanya dalam sebulan terakhir. Hal ini menjadikan jumlah total lapangan kerja yang hilang di sektor ini sejak Anggaran terakhir menjadi 84.000, yang mencakup 4% dari seluruh lapangan kerja di industri perhotelan dan 55% dari seluruh lapangan kerja yang hilang di seluruh perekonomian Inggris.

Anggaran yang akan datang pada 26 November dipandang sebagai titik kritis untuk mengatasi masalah ini. UKHospitality, sebuah badan industri, mendesak pemerintah untuk menerapkan langkah-langkah seperti menurunkan tarif bisnis, menyesuaikan NICs, dan mengurangi PPN untuk memitigasi hilangnya lapangan kerja lebih lanjut.

Sektor perhotelan, yang mencakup pub, restoran, hotel, dan kafe, telah terdampak secara signifikan oleh kenaikan biaya. Dampaknya sangat parah bagi mereka yang bekerja paruh waktu atau dengan jadwal fleksibel, yang baru-baru ini dimasukkan ke dalam ambang batas pajak.

Situasi ini menggarisbawahi perlunya intervensi kebijakan yang mendesak untuk mencegah hilangnya lapangan kerja lebih lanjut dan mendukung pemulihan industri perhotelan.

Sektor ini mendesak pemerintah untuk mempertimbangkan langkah-langkah yang dapat meringankan tekanan keuangan dan mendorong penciptaan lapangan kerja, investasi, dan dukungan masyarakat

Hilda Ansariah Sabri

Pendiri, Pemimpin Umum, Pemimpin Redaksi dan pemegang sertifikasi Wartawan Utama Dewan Pers dan Ketua Departemen Pariwisata PWI Pusat (2018-2023)