KUALA LUMPUR, bisniswisata.co.id: Di dunia di mana perdagangan semakin ditentukan oleh pertimbangan budaya dan etika, sebuah acara besar di Asia Tenggara siap menjadi penentu bagi kekuatan ekonomi yang sedang berkembang.
Malaysia International Halal Showcase ke-21, atau MIHAS, yang dimulai minggu depan, bukan sekadar acara perdagangan; ini merupakan perwujudan strategis ambisi Malaysia untuk memformalkan dan memimpin industri global yang diperkirakan bernilai triliunan dolar.
Seperti yang dilaporkan The Halal Times, MIHAS 2025, yang berlangsung dari 17 hingga 20 September di Pusat Perdagangan dan Pameran Internasional Malaysia (MITEC), mengharapkan jumlah pengunjung yang memecahkan rekor.
Acara ini memproyeksikan lebih dari 2.300 peserta pameran dari 45 negara peningkatan yang signifikan dari tahun sebelumnya bersama dengan 45.000 pengunjung perdagangan yang diantisipasi.
Jika jumlah itu bertahan, itu akan melampaui Rekor Dunia Guinness yang dibuat oleh acara yang sama pada tahun 2023. Angka – angka ini bukan hanya ukuran skala tetapi indikasi meningkatnya minat di pasar yang melayani dua miliar Muslim di dunia dan segmen konsumen non-Muslim yang terus berkembang yang mencari barang-barang yang diproduksi secara etis.
Di bawah tema “Puncak Keunggulan Halal,” pameran tahun ini telah memperluas cakupannya jauh melampaui asal-usulnya di sektor makanan dan minuman. Pameran ini akan menampilkan portofolio yang beragam termasuk farmasi, kosmetik, mode sederhana, keuangan Islam, perangkat medis, dan pariwisata ramah Muslim.
Ekspansi ini menggarisbawahi pergeseran penting dalam industri ini, dari fokus sempit pada kepatuhan diet menjadi ekosistem komprehensif produk dan layanan gaya hidup.
Bagi Malaysia, menyelenggarakan pameran semacam itu merupakan tindakan diplomasi ekonomi. Saat negara tersebut bersiap untuk mengambil alih kepemimpinan ASEAN, atau Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara, MIHAS berfungsi sebagai simbol kuat kepemimpinan regionalnya.
Menyediakan platform untuk pendekatan terkoordinasi terhadap standar halal, yang, jika disederhanakan, dapat membuka pasar baru yang luas. Penyelenggara telah menetapkan tujuan ambisius untuk menghasilkan RM4,5 miliar dalam penjualan halal global, target yang akan dibangun berdasarkan angka-angka mengesankan tahun lalu.
Aspirasi ini didukung oleh perangkat digital baru, termasuk platform yang menggunakan analitik waktu nyata untuk mencocokkan pembeli dan penjual, yang mencerminkan modernisasi teknologi perdagangan internasional yang lebih luas.
Pada akhirnya, MIHAS 2025 menawarkan jendela ke dalam dinamika ekonomi global yang terus berkembang. Malaysia adalah tempat bertemunya agama, perdagangan, dan teknologi, dan di sinilah Malaysia menunjukkan perannya yang nyata dalam membentuk masa depan pasar yang berkembang pesat dan semakin canggih.










