ART & CULTURE LIFESTYLE

IHLC: Film Da'wah Gambarkan Nilai Islam di Indonesia yang Slesungguhnya.

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Indonesia Halal Lifestyle Center ( IHLC)  tautkan link film Dawah dalam websitenya dan sambut baik endorsemen dari tokoh perfilman dunia Bernando Bertulucci, sutradara di balik film sukses seperti The Last Emperor, The Dreamers dan The Last Tango in Paris.

” Film ini mendokumentalsikan kehidupan Islam di bumi Nusantara yang toleran dan harmonis yang sudah diputar di Itali, Inggris dan Roma,” kata Sapta Nirwandar, Ketua IHLC.

Dawah adalah sebuah film dokumenter yang memotret kehidupan pesantren, di Pondok Pesantren Dalwa ( Darullughah Waldda’wah)   Bangil Pasuruan, Jawa Timur. Film ini akan menyentuh siapa saja yang menyimaknya dengan hembusan nilai-nilai Islam dan Indonesia yang sesungguhnya.

Sebagai negara dengan penduduk Muslim terbesar di dunia, Indonesia digambarkan melalui 4 tokoh santri yang datang dari beragam latar belakang, mulai dari santri dari penduduk lokal sekitar hingga santyi yang memiliki darah keturunan Jerman.

Keempat tokoh bersama santri lainnya begitu konsisten dalam menempuh pendidikan di Pondok Pesantren demi sebuah Visi besar, menyebarkan kebaikan kepada dunia dengan cara yang baik

Tahun lalu, Film Da’wah yang menggambarkan kehidupan Islam sebenarnya di Indonesia ini  menjadi bahan diskusi dalam acara makan malam spesial di Rome Film Festival.

Film karya rumah produksi Kaia Film Indonesia ini  digarap oleh sutradara asal Italia yang beragama Katholik, Italo Spinelly. Ide Spinellii muncul dari salah satu kunjungannya ke Indonesia yang membuatnya jatuh cinta.
Dia menemukan Islam bukanlah apa yang digambarkan dalam stereotipe sejumlah kalangan sebagai agama yang penuh kebencian, kekerasan dan teror.
Italo Spinelly menemukan Islam di Indonesia sebagai gambaran nyata rahmatan lil alamin yang artinya kebaikan bagi alam semesta dari sebuah pesantren di pelosok.
Kemudian didukung dan direstui oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI), Nahdatul Ulama, Halal Lifestyle Center ( IHLC) , dan Pemerintah Daerah Jawa Timur.
Dia membuat film dokumenter berdurasi 60 menit ini dengan produser eksekutif, Sapta Nirwandar dan  H.M. Irsyad Yusuf. Film ini diharapkan dapat menyentuh penonton dengan gambaran Islam yang sebenarnya, dan nilai-nilai Islam yang inspirasional.
Spinelli yang juga direktur, pendiri dan pencipta festival Asiatica Film Medial, dalam menulis dan menyutradarai menangkap gambaran-gambaran alami dari kehidupan para santri yang diwakili empat santri yakni Rafli yang merupakan remaja keturunan Jerman, M. Hasan Masduqi dari Pasuruan, Muhammad Shofi dari Pasuruan dan Ahmad Yazid dari Pasuruan.
Bagaimana dalam kebersahajaannya para santri mendapat didikan dari seorang ustaz tentang dakwah seperti yang diajarkan Rasulullah SAW. Dakwah bermakna mengajak dengan kebaikan, bahkan ketika Rasulullah diserang musuhnya.
Islam sebenarnya adalah yang menentang kekerasan dan Islam adalah tentang ketenangan hati dan cinta pada sesama.
Nilai inilah yang dibawa keempat siswa itu seiring cita-cita mereka menjadi ustaz atau guru agama, pemimpin bukan agama dan pengkhotbah.
Spinelli menggambarkan hari-hari sekolah biasa, belajar Alquran dan bahasa Arab dan mata pelajaran lain, bangun pagi, antre untuk shalat Subuh mengikuti ceramah dan senam pagi ala pesantren hingga apa yang mereka lakukan sebelum pulang ke rumah untuk istirahat bulan Ramadhan.
Selain keempat remaja yang diangkat Spinelli, Pesantren Dalwa diikuti pula oleh 2.700 anak berusia antara 6-18 tahun.
Perjalanan Film Da’wah sampai ke Roma Festival yang sejak kelahirannya pada 2006, menjadi event perfilman penting di dunia. Pada 31 Maret 2017 dalam kunjungan dan gathering di Curzon, London, SOHO, Film Da’wah telah mendapat apresiasi dari warga Inggris.
Setelah  melalui evaluasi dari Committee of Festa Del Cinema Di Roma, Da’wah dinilai sangat baik dalam sisi sinematografi dan penceritaaan yang relewan. Terutama untuk membuka mata komunitas Eropa tentang gambaran Islam sebagai agama yang damai.

 

 

Hilda Ansariah Sabri

Pendiri, Pemimpin Umum, Pemimpin Redaksi dan pemegang sertifikasi Wartawan Utama Dewan Pers dan Ketua Departemen Pariwisata PWI Pusat (2018-2023)