HALAL LIFESTYLE

Pemakaian untuk Kosmetik Bebas Alkohol Meningkat

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Ahli kimia kosmetik sangat menyadari manfaat Alkohol dalam formulasi. Alkohol digunakan sebagai pengawet terhadap bakteri dan sebagai pelarut dalam banyak kosmetik.

Alkohol juga memiliki sifat anti-inflamasi dan penghilang bau. Akibatnya banyak digunakan dalam perawatan kulit, perawatan rambut, Wewangian dan formulasi lainnya.

Namun, karena meningkatnya preferensi konsumen untuk menggunakan bahan organik dan alami dalam kosmetik, produsen produk kosmetik mengembangkan produk baru, yang bebas alkohol, menurut Coherent Market Insights.

Pasar kosmetik bebas alkohol global diperkirakan akan menyaksikan permintaan yang tinggi, karena tren kosmetik halal, kosmetik vegan, dan kosmetik botani yang berkembang di kalangan orang-orang, terutama di generasi muda dalam waktu dekat dilansir dari Happi.com.

Menurut CMI, beberapa faktor harus memberikan dorongan untuk formula bebas alkohol.

Peningkatan kesadaran kesehatan di kalangan konsumen adalah salah satu faktor utama yang mendorong permintaan kosmetik bebas alkohol.

Selain itu, alkohol yang umum digunakan dalam produk kosmetik seperti Isopropil alkohol dan fenoksietanol, berpotensi menyebabkan iritasi kulit dan reaksi alergi pada orang dewasa serta mempengaruhi sistem saraf pusat pada bayi.

Kosmetik halal merupakan tren terbaru dalam industri kosmetik, yang diharapkan dapat mendorong permintaan kosmetik bebas alkohol dalam waktu dekat.

Istilah kosmetik halal dipasarkan oleh perusahaan kosmetik untuk kosmetik yang tidak menggunakan produk hewani dan alkohol sebagai bahannya.

Perusahaan menargetkan konsumen Muslim di seluruh dunia dan fokus pada pengembangan produk kosmetik halal baru.

Misalnya, pada Maret 2019, SimplySiti, produsen kosmetik halal di Malaysia, bermitra dengan CIMB Islamic Bank, bank terkemuka di kawasan ASEAN, untuk memperluas pasar produk kecantikan halal di seluruh kawasan Asia Tenggara.

Wilayah Asia Pasifik diperkirakan akan menyaksikan pertumbuhan tercepat di pasar kosmetik bebas alkohol global selama periode perkiraan, karena meningkatnya basis konsumen dengan kesadaran kesehatan yang meningkat dan meningkatnya permintaan untuk kosmetik bebas bahan kimia dan produk perawatan pribadi.

Hal ini disebabkan oleh berbagai faktor seperti ekspansi di sektor ritel, perubahan gaya hidup, populasi kaum muda yang lebih tinggi, meningkatnya jumlah wanita yang bekerja, perubahan gaya hidup, dan meningkatnya permintaan akan produk kosmetik pria.

Meskipun kosmetik bebas alkohol adalah tren yang meningkat, sebagian besar penduduk di seluruh dunia masih tidak menyadari manfaat dari produk ini.

Peluncuran produk baru di berbagai segmen seperti wewangian, perawatan kulit, dan perawatan rambut diharapkan dapat meningkatkan kesadaran akan kosmetik bebas alkohol serta memberikan pilihan lini produk yang lebih baik bagi konsumen.

Misalnya, pada Januari 2019, TreeWear, sebuah perusahaan yang berbasis di India yang menyediakan pakaian ramah lingkungan dan produk perawatan pribadi, meluncurkan rangkaian pembersih tangan bebas alkohol.

Perusahaan terkemuka di pasar bebas alkohol global berfokus pada berbagai strategi seperti merger dan akuisisi untuk memperluas kehadiran pasar mereka secara global.

Misalnya, pada Agustus 2019, Shiseido, perusahaan Jepang yang menyediakan produk perawatan pribadi dan kosmetik secara global, mengakuisisi Drunk Elephant, produsen produk perawatan kulit yang berbasis di AS.

Pemain kunci yang beroperasi di pasar kosmetik bebas alkohol global termasuk Ecotrail Personal Care, Martha Tilar Group, Amara Halal Cosmetics, IBA Halal Care, Talent Cosmetics Ltd., Paragon Technology And Innovation, Clara International Beauty Group dan Inika Organic.

 

Hilda Ansariah Sabri

Pendiri, Pemimpin Umum, Pemimpin Redaksi dan pemegang sertifikasi Wartawan Utama Dewan Pers dan Ketua Departemen Pariwisata PWI Pusat (2018-2023)