Tren Kuliner 2019 Diprediksi Jadi Gaya Hidup

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Pada tahun 2019, para ahli kuliner memprediksi tren di dunia kuliner yang semakin digemari. Makanan, minuman, dan gaya hidup kuliner di 2018 setidaknya membawa sedikit pengaruh pada 2019.

Makanan dari daerah tropis juga kepedulian terhadap lingkungan diprediksi akan menjadi tren kuliner global 2019. Berikut adalah 10 hal di dunia kuliner yang diprediksi menjadi tren pada 2019, seperti dilansir Business Insider, Selasa (01/01/2019). Antara lain:

#. Makanan dari Negara Pacific Rim

Bahan makanan dari negara-negara yang berbatasan dengan Samudera Pasifik diprediksi akan semakin diminati. Contohnya makanan dari negara Amerika Selatan dan Asia. Ada buah naga, udang kering (ebi), terasi, sotong, dan sosis asal Filipina yakni longganisa.

#. Makanan Mengandung Probiotik

Probiotik diketahui memiliki efek yang baik bagi tubuh. Banyak terkadang pada makanan yang diawetkan seperti kimchi atau sauerkraut, tempe, kefir, Yogurt, Asinan kubis, Acar, Kombucha atau teh jamur dan Miso.

#. Lemak Tambahan

Merebaknya diet keto, paleo, grain free, bahkan paleo vegan, membuat banyak orang mencari sumber lemak tambahan. Ada berbagai bahan lemak tambahan di pasaran seperti butter kelapa yang diberi cokelat, bubuk MCT, atau kopi butter.

#. Makanan Beku yang Berbeda

Bahan makanan dan makanan yang dibekukan seperti alpukat, air kelapa, hummus, dan tahini semakin disukai. Beberapa bahan makanan beku seperti keju, es krim salju Taiwan, dan nieves de garrafa dari Meksiko akan semakin mudah ditemui.

#. Rumput Laut

Rumput laut adalah makanan pokok di Jepang, tak ada salahnya, orang Indonesia yang memiliki wilayah laut yang luas, mulai menyukai sayuran satu ini. Mengingat, rumput laut sangat padat nutrisi dan merupakan sumber yodium, mineral penting yang sering kali diabaikan dalam menu makanan kita.

#. Ekstrak Daging
Diprediksi camilan dengan ekstrak daging akan semakin diminati di 2019. Tambahan rasa umami semakin disukai entah di camilan atau makanan bungkusan. Selain lezat, ternyata daging sapi juga memiliki beberapa manfaat yang menguntungkan tubuh kita diantaranya Kaya protein dan zat besi, Dapat mencegah stroke dan diabetes, Meningkatkan sistem imun, Menjaga berat badan ideal dan Mempercepat peyembuhan luka

#. Pembelian yang Bermanfaat

Meskipun di Indonesia terbilang langka, di luar negeri tren pembelian makanan untuk imbas yang lebih besar mulai diminati. Misalnya camilan yang menggunakan bahan makanan yang ditanam oleh petani perempuan saja.

#. Kemasan Cinta Lingkungan

Di Indonesia sendiri mulai marak gerakan cinta lingkungan dari restoran. Bahan kemasan diganti yang lebih ramah lingkungan, tanpa pemakaian sedotan plastik, dan lainnya.

#. Camilan Berkualitas Tinggi

Camilan bisa berkualitas tinggi dan bergaya seperti keju di papan, prosiciutto, atau buah dan kacang kering semakin disukai di 2019.

#. CBD
Alias cannabidiol, kandungan yang terdapat pada tanaman ganja. Meskipun kandungan ini masih tabu dan ilegal di banyak negara salah satunya Indonesia, ternyata makanan dengan CBD diminati konsumen global. Ketika ada pameran kuliner, konfrensi inovasi makanan, dan pasar perkebunan lokal stan makanan dengan kandungan CBD ramai dikunjungi. (EP)

Endy Poerwanto