Menparekraf Akan Kembangkan Travel Pattern di Provinsi Sulawesi Selatan

0
82
Menparekraf menerima kenang-kenangan usau pertemuan bertajuk KolaborAksi dengan 8 Kepala Daerah Sulawesi Selatan di Balairung Soesilo Soedarman, Kemenparekraf. ( Foto: Kemenparekraf)

JAKARTA, bisniswisata.co.id:  Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno mengatakan akan mengembangkan  travel pattern (peta perjalanan) bagi wisatawan guna meningkatkan kualitas pariwisata dan ekonomi kreatif di Provinsi Sulawesi Selatan.

Hal tersebut disampaikan Menparekraf Sandiaga saat melakukan pertemuan yang bertajuk KolaborAksi dengan 8 Kepala Daerah, di Balairung Soesilo Soedarman, Gedung Sapta Pesona, Jakarta Pusat, Rabu (14/4/2021).

“Saya akan menjadwalkan kunjungan ke Sulawesi untuk mencari travel pattern kalau mendarat di Maros pergerakan wisatanya akan ke mana, pasti tentunya ke Makassar dulu, karena menginapnya di sana, tapi bergeraknya seperti apa kita ingin tahu. Sehingga, nanti bisa kita dokumentasikan dan kita promosikan,” ujar Menparekraf.

Travel pattern tidak hanya dapat memberikan pengalaman lebih bagi wisatawan, tapi mewujudkan pariwisata yang berkualitas dan berkelanjutan, sesuai dengan tren wisata ke depan yang cenderung bersifat personalize customize, localize,  dan smaller in size

Customize yang dimaksud wisata minat khusus, mereka datang ke destinasi karena keinginan yang khusus. Personalize dimana wisatawan akan datang dengan keluarga. Localize jarak kunjungan antara tempat tinggal ke destinasi tujuan maksimal 200 hingga 300 km, jadi travel pattern ini perlu kita kembangkan,” kata Sandiaga.

Terakhir smaller in size, memang dari segi kuantitas lebih sedikit dibandingkan sebelum pandemi, tapi kualitas dan dampaknya terhadap lingkungan akan lebih baik. Jadi lebih quality and sustainability,” kata Sandiaga.

Sulawesi Selatan sebagai pintu gerbang kawasan timur Indonesia, memiliki kekayaan alam serta warisan budaya yang luar biasa. Banyak destinasi yang menjadi wisata unggulan bahkan mendunia, seperti Pantai Losari, Benteng Rotterdam, Taman Laut Takabonerate, Pantai Tanjung Bira, Wisata Pallawa, dan lainnya.

Dengan adanya pengembangan travel pattern diharapkan potensi wisata yang ada di Sulawesi Selatan bisa saling terintegrasi, sehingga mampu menghasilkan multiplier effect bagi sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di Sulawesi Selatan.

Hadir dalam pertemuan tersebut Bupati Enrekang Muslimin Bando, Walikota Makassar Ramdhan Pomanto, Bupati Kepulauan Selayar M. Basli Ali, Bupati Takalar Syamsari Kitta, Bupati Jeneponto Ikhsan Iskandar, Bupati Maros Andi Syafril Chaidir Syam, dan Bupati Morowali Taslim.

Sementara, Menparekraf didampingi Plt. Deputi Bidang Pengembangan Destinasi dan Infrastruktur Kemenparekraf/Baparekraf Frans Teguh, Deputi Bidang Produk Wisata dan Penyelenggara Kegiatan (Event) Kemenparekraf/Baparekraf Rizki Handayani, Direktur Pengembangan Destinasi Regional Kemenparekraf/Baparekraf Wawan Gunawan, dan Direktur Pemasaran Regional I Kemenparekraf/Baparekraf Vinsensius Jemadu.

Dalam pertemuan tersebut para Bupati dan Walikota berkesempatan memaparkan berbagai potensi wisata dan program unggulan dalam mengembangkan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di wilayah masing-masing. Mulai dari segi atraksi wisata yang dihadirkan, amenitas, serta aksesibilitasnya.

Secara umum para kepala daerah tersebut berharap Menparekraf dapat memberikan dukungan scaling up SDM bagi para pelaku usaha, pengembangan homestay di desa-desa wisata, serta dukungan pelaksanaan event, promosi, dan pemasarannya.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.