6 – 8 September 2019, Festival Payung Indonesia

0
17
Festival Payung Indonesia (Foto: Pesona Travel.com)

SLEMAN, bisniswisata.co.id: Suasana berbeda mewarnai akhir pekan candi Prambanan. Candi di Sleman Daerah Istimewa Yogyakarta marak dengan berbagai warna warni payung-payung cantik yang menggelitik. Keberadaan payung itu dalam rangka Festival Payung Indonesia (Fespin) 2019, yang diselenggarakan di Lapangan Garuda Mandala Candi Prambanan, pada Jumat hingga Ahad (6-8) September 2019

Festival bertajuk ‘Sepayung Daun”, dengan sebuah harapan agar penggunaan payung dianggap sebagai budaya yang harus dilestarikan. “Kami siap menjadi tuan rumah dalam Festival Payung Indonesia 2019 ini,” kata General Manager Unit Candi Prambanan, PT Taman Wisata Candi (TWC) Borobudur, Prambanan dan Ratu Boko Aryono Hendro dalam keterangan resminya, Kamis (05/09/2019).

Harapan lainnya bisa menjadi magnet bagi wisatawan nusantara (wisnus) maupun mancanegara (wisman) untuk datang ke festival maupun candi Prambanan yang sudah melegenda. Memang selama ini, Payung memiliki sejarah panjang bahkan menjadi salah satu budaya dan heritage di Indonesia, hal ini sejalan dengan Candi Prambanan yang merupakan heritage. “PT TWC melalui Candi Prambanan memiliki komitmen dalam membudayakan payung di kalangan wisatawan,” lontarnya.

Menurutnya, payung bukan hanya menjadi alat melindungi diri dari hujan atau panas dalam kehidupansehari-hari. “Namun payung di Indonesia terlebih payung tradisional memiliki sejarah panjang di peradaban Nusantara,” katanya.

Kerja sama antara Unit Candi Prambanan dan Komunitas Payung melalui Festival Payung Indonesia ini mampu mendongkrak kunjungan wisatawan. “Event ini akan memberi dampak luar biasa, tentu harapan kita mendongkrak kunjungan di Prambanan agar lebih baik,” katanya.

Festival Payung ini sudah masuk dalam “100 Wonderful Calender of Evens” nasional, danada sejumlah agenda menarik dalam event ini. “Ada 26 grup atau komunitas seni pertunjukkan akan ambil bagian dalam festival ini,” katanya.

Selain itu, ada 12 desainer dan 15 kelompok pengrajin dan pegiat craft yang turut andil dalam festival kali ini. Selain itu edukasi juga akan diberikan dalam festival ini. “Mereka akan bertukar pikiran, berkreasi bersama untuk melestarikan warisan budaya lokal ini dan menjadikan sehingga menumbuhkan kreativitas heritage yang menarik,” katanya. (ndy)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.