6 – 8 Juli 2019, Borobudur International Arts and Performance Festival

0
176
Reog Ponorogo [ernah tampil dalam Borobudur International Arts and Performance Festival (Foto: Repro Google)

MAGELANG, bisniswisata.co.id: Borobudur kembali menghibur. Bukan hanya menyaksikan langsung candi peninggalan karya para leluhur masa lalu, namun juga menjadi spirit bersama dalam melestarikan, menumbuhkan dan mengembangkan seni tradisi dalam Borobudur International Arts and Performance Festival (BIAPF) 2019.

Festival skala internasional ini, mengusung tema “Harmony in Diversity” yang menghabiskan dana sekitar Rp1,2 miliar ini, diselanggarakan di Taman Lumbini Komplek Candi Borobudur dan Desa Wanurejo Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, pada tanggal 6 hingga 8 Juli 2019.

Event besar mengusung pentas seni budaya unggulan menampilkan 100 penari, pemain musik perkusi etnik, juga penyalaan 100 obor ini, menyajikan kolaborasi pertunjukan seni tari dan budaya lokal, nasional maupun internasional dari delegasi negara Hongaria, Costa Rika, Venezuela, Amerika dan Polandia yang turut menyemarakkan event digelar dua tahun sekali.

Rangkaian acara digelar mulai Sabtu (6/7) malam sekitar pukul 20:00 WIB bertempat di Taman Lumbini Candi Borobudur dengan atraksi tari dan kembang api. Tari massal, tari tradisional dan tari mancanegara menutup kegiatan pada hari pertama. Setelah pembukaan, setiap harinya ada performance tari yang digelar setiap hari

Sebagai penyaji hari pertama, ditunjuk seniman dari Sanggar Kinara-Kinari, dua tim seniman dari luar Jawa Tengah, Dora perwakilan dari Hongaria, Christian, delegasi Costa Rica, Widya Ayu Kusuma Wardani, seniman asal Banyumas dan Ethnic Musik yang akan dibawakan oleh Grup Musik Nasional.

Pada hari kedua, kegiatan dimulai sejak pukul 09.00 dengan kegiatan awal pameran wisata unggulan dari berbagai daerah. Selanjutnya, pertunjukan seni yang diakhiri pada pukul 22.30 akan menampilkan seniman dari Jawa Tengah dan luar Provinsi Jawa Tengah yang dilanjutkan oleh Estefania Pifano asal Venezuela. Tak ketinggalan, Dolly Nofer, seniman Padang Panjang, dan Juniro Sitongan, seniman Tapanuli, akan menunjukkan aksinya pada pegelaran hari kedua.

Di hari terahkir, Borobudur World Music menutup rangkaian festival seni budaya tersebut. Seniman dari Jawa Tengah membuka pegelaran pada hari terakhir yang dilanjutkan oleh sajian pertujukan dari dua seniman luar Provinsi Jawa Tengah. Sean Hayward musisi asal Amerika Serikat dan Agniezka Uzma musisi asal Polandia melanjutkan performance pagelaran di hari ketiga yang diteruskan tarian penutup oleh penari luar Provisi Jawa Tengah.

Selain festival tari, juga ada aktifitas pendukung yakni pada 6, 7 dan 8 Juli 2019, diselenggarakan pameran Produk dan Promosi pariwisata, kerajinan dan kuliner Jawa Tengah, yang pesertanya dari kabupaten/Kota yang ada di Jawa Tengah. Acara berlangsung di Taman Lumbini Candi Borobudur.

Kegiatan lainnya Night Market (Pasar seni rakyat dan pagelaran seni dan budaya) di Candi Pawon, sepanjang jalan balaputra dewa, Desa Brojonalan Wanurejo, Kecamatan Borobudur.

Dengan festival ini ditargetkan mampu menggaet 10.000 wisatawan lokal, nasional hingga international. Selain itu, gelaran ini dapat mendongkrak pertumbuhan ekonomi di sektor pariwisata, baik untuk masyarakat lokal maupun devisa negara. (redaksi@bisniswisata.co.id)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.