10 Tren Wisata yang Diprediksi Marak Tahun Depan

0
7

Wisata keluarga jadi pilihan di era pandemi (foto: tourism review)

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Krisis kesehatan yang dipicu pandemi COVID-19 menyebabkan banyak orang masih enggan bepergian tahun depan. Sementara itu sebagian pelancong mencari-cari kegiatan wisata yang berbeda dari biasanya. 

Mereka merencanakan liburan yang unik yang belum pernah mereka coba sebelumnya. Studi memperkirakan orang baru akan berani kembali melakukan perjalanan setelah keadaan dirasa aman dan aturan restriksi mulai dilonggarkan. Tourism Review memprediksi ada 10 tren perjalanan wisata yang paling diminati pada 2021. Berkut ini rinciannya:

Wisata dalam kota – liburan cepat

Sejumlah kota mungkin tak lagi menarik untuk dikunjungi terutama di era pandemi COVID-19 dimana aturan jarak sosial masih ketat diberlakukan. Tetapi destinasi wisata di perkotaan masih akan banyak didatangi para turis di 2021. 

Biasanya banyak tempat menarik di kota dan beragam aktivitas dapat dilakukan di sana. Yang tak kalah penting, orang akan menemukan kenyamanan di sana seperti bandara yang besar dengan penerbangan langsung dari sudut manapun di dunia. Selain itu ada banyak pilihan hotel yang luas dan nyaman serta beragam restoran yang menarik.

Wisata Pedesaan dan Alam – Menghirup Udara Segar

Wisata di pedesaan atau dikenal juga sebagai pariwisata berbasis komunitas kini menjadi alternatif yang cukup populer. Makin banyak orang tertarik untuk bepergian ke daerah dengan komunitas yang lebih kecil.

Kebanyakan lokasinya ada di daerah pedesaan. Para pelancong tertarik untuk mempelajari gaya hidup orang desa, budaya mereka yang di banyak kasus terputus dari kehidupan kota. 

Perjalanan menjelajah alam yang berfokus pada alam liar dan relaksasi di alam terbuka juga semakin populer. Peminat pun bertumbuh pesat.

Wisata Domestik – Gairah untuk Perjalanan Singkat

Salah satu tren wisata terbesar saat ini adalah bepergian ke daerah tujuan wisata di dalam negeri. Laporan terkini tentang tren pariwisata yang dirilis pusat penelitian IDITUR menunjukkan makin banyak pelancong memilih ‘hidup sebagai [warga] lokal’ dan bersentuhan dengan segala hal berbau lokal. 

Para turis milenium ketiga cenderung memilih destinasi dan atraksi yang jarang dikunjungi orang. Mereka juga menyukai adanya kedekatan hubungan dengan penduduk lokal dan komunitas yang menjadi tuan rumah.

Tren ini menawarkan unsur otentisitas dengan cara menyelami langsung budaya lokal dan hidup seperti layaknya penduduk setempat.

Bisnis dan Pariwisata MICE – Bisnis Harus Terus Berjalan

Globalisasi dan teknologi terus bergerak maju. Demikian pula bisnis pariwisata dan MICE. Pandemi COVID-19 telah mengubah cara penyelengaraan MICE (meeting, convention, incentive, and exhibition).

Kini banyak acara digelar secara hybrid dan online. Saat ini acara tatap muka belum mungkin digelar setidaknya hingga kelak saat pandemi berakhir.

Wisata Medis dan Kesehatan – Sebuah Alternatif yang Menyehatkan

Dalam beberapa tahun terakhir, wisata medis telah berkembang cukup pesat. Pandemi COVID-19 turut memengaruhi aktivitas wisata di sektor ini karena adanya aturan pembatasan dan penutupan perbatasan di sejumlah negara. Banyak pengamat memprediksi industri ini akan segera kembali bangkit. 

Di tengah kondisi dimana banyak orang mengalami stres, wisata medis dan kebugaran menjadi pilihan. Jenis wisata ini menjadi semakin populer seiring berkembangnya konsep mindfulness.

Apalagi kini kesadaran orang untuk menjaga kesehatan dan kebugaran semakin meningkat. Kota-kota yang populer sebagai tujuan wisata kesehatan dan kebugaran antara lain India, Spanyol, Singapura, Malaysia, California, Bali, Italia, dan Hawaii.

Wisata Olahraga – Semangat dan Adrenalin

Olah raga dapat dimaknai lewat dua cara, yakni: menjadi penggemar atau sebagai atlit. Nah, wisata olahraga melibatkan keduanya. Alasan utama pengadaan jenis wisata ini adalah mengajak para turis untuk menikmati kompetisi olah raga yang digelar di luar negeri.

Di antara yang paling populer adalah Piala Dunia, Bisbol Liga Utama, Basket, dan Olimpiade. Acara-acara ini terbukti dapat menarik wisatawan.

Mereka kebanyakan datang bukan hanya untuk merasakan keseruan menyaksikan lomba yang digelar, tetapi juga mengeksplorasi tempat-tempat wisata di negara tersebut. Di masa mendatang, wisata olah raga akan lebih populer.

Wisata budaya – Rasakan pengalaman yang tak ada duanya 

Wisata budaya memberi keuntungan besar bagi ekonomi. Atraksi yang digelar dapat menarik wisatawan setiap saat sepanjang tahun. Ia juga dapat berfungsi sebagai ajang promosi memperkenalkan identitas diri daerah tersebut. 

Para turis umumya tertarik untuk mengunjungi museum, menghadiri festival, atau mencicipi masakan lokal. Selain itu mereka juga berharap dapat menyelami kehidupan masyarakat lokal bahkan belajar bahasa.

Wisata kuliner – bau dan rasa

Kini, semakin banyak wisatawan tertarik untuk mencicipi masakan lokal baik yang diperkenalkan lewat budaya maupun tayangan film populer. Aktivitas kuliner termasuk mencobai sebanyak mungkin makanan dan minuman yang menjadi ciri khas daerah tertentu. 

Sebagian orang bahkan tertarik untuk mengeksplorasi segala kehidupan terkait dengannya. Banyak daerah tujuan wisata rutin merancang festival makanan di sepanjang tahun.

Kedatangan turis berarti pendapatan bagi penduduk lokal. Ada juga wisatawan yang bahkan beminat untuk mengikuti kelas memasak yang diselenggarakan penduduk setempat.

Wisata-keluarga – kebiasaan lama yang nge-tren lagi 

Di tengah pandemi, wisata keluarga semakin menjadi pilihan. Melancong bersama anggota keluarga perlu persiapan khusus, misalnya menemukan akomodasi yang pas atau destinasi wisata yang dapat menghibur setiap anggota keluarga. 

Para pemilik hotel maupun pengelola daerah wisata perlu memperhatikan hal-hal itu. Manfaatkan teknologi dan pastikan Anda memiliki sumber daya yang memadai untuk menjamu tamu keluarga yang biasanya jumlahnya banyak.

Tujuannya agar mereka nyaman dan betah untuk tinggal. Jangan sampai tujuan utama keluarga untuk rekreasi justru berakhir mengecewakan dan menambah stres. 

Wisata Edukasi – Melihat dan Belajar

Jenis wisata ini mencakup program pertukaran pelajar, kelas musim panas atau kunjungan ke laboratorium dan lembaga lain.

Kegiatan di sektor ini kian hari kian bervariasi seiring dengan terjalinnya hubungan kerjasama internasional di bidang pendidikan.

Di banyak kasus, pelancong yang sebagian besar adalah pelajar, akan diundang untuk mengikuti wisata edukasi untuk menemukan pilihan belajar di luar negara dimana mereka tinggal. 

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.